Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 14:14-20 adalah tentang tuaian di bumi. Ada dua macam penuaian di bumi:
  • Ayat 14-16 penuaian gandum yang sudah matang di bumi untuk dibawa masuk dalam lumbung Kerajaan Sorga yang kekal selamanya.
  • Ayat 17-20 penuaian anggur yang sudah matang untuk dikilang dalam murka Allah, untuk masuk dalam penghakiman dan penghukuman kekal.

Untuk bisa masuk penuaian gandum bahkan sampai ke lumbung Kerajaan Sorga, kita harus melewati penampian/ kegoncangan:
  1. Lukas 22:31-32
    22:31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
    22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."


    Penampian oleh setan lewat pencobaan-pencobaan yang mustahil di segala bidang dengan kuasa maut. Tujuan setan adalah supaya gereja Tuhan gugur dari iman, yaitu berbuat dosa sampai puncak dosa, masuk dalam pencobaan dan berbuat dosa, sampai kebinasaan selamanya. Kehidupan semacam itu kosong seperti sekam yang hanya akan dibinasakan selamanya.

  2. Matius 3:12
    3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

    Penampian oleh Yesus lewat percikan darah. Tujuannya adalah supaya kita bisa disucikan dan masuk lumbung Kerajaan Sorga.

Yang kita butuhkan untuk menghadapi penampian adalah tahan uji, dan untuk menjadi tahan uji kita membutuhkan kekuatan ekstra dari Sorga. Itu sebabnya, kita membutuhkan Natal. Sebelum kita ditampi, Yesus telah lebih dulu ditampi dan Dia lulus ujian. Yesus lahir untuk memberikan kekuatan ekstra bagi kita.
  1. Matius 1:19-20
    1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
    1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.


    Yusuf adalah orang yang tulus, tetapi sebelum menerima mimpi (pembukaan firman), ia berniat menceraikan Maria = membunuh bayi Yesus. Yesus adalah Roh Kudus yang lahir untuk memberikan kekuatan ekstra bagi kita.

  2. Yohanes 1:1, 14
    1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Yesus juga adalah firman pengajaran benar. Sama seperti pengalaman Yusuf, kekuatan manusia begitu terbatas tanpa kekuatan firman dari Sorga. Kita hanya manusia daging tanpa firman pengajaran yang benar.

  3. Yohanes 3:16
    3:16 Karena begitu besar kasih Allahakan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

    Yesus adalah kasih Allah yang lahir menjadi manusia.

Apa yang ada di Sorga, yaitu firman, Roh Kudus, dan kasih Allah, dibawa oleh Yesus lewat Natal ke dalam dunia, untuk memberi kekuatan ekstra kepada kita. Sehingga kita tahan uji sampai ke garis akhir, tahan uji sampai menjadi gandum matang/ mempelai wanita Sorga yang akan masuk lumbung Kerajaan Sorga kekal selamanya.

Pengertian kehidupan yang tahan uji:
  1. Yakobus 1:12
    1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

    Tahan uji artinya kita menerima kekuatan ekstra dari kasih Allah sehingga kita merasa bahagia saat menghadapi pencobaan-pencobaan, sampai pencobaan mustahil sekalipun.
    Bahagia = tidak bersungut, tidak mengomel, tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

    Yakobus 5:9
    5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

    Sangat berbahaya jika kita bersungut dalam pencobaan, menyalahkan Tuhan ataupun sesama. Kalau kita bersungut dan berbantah, maka Hakim telah berdiri di depan pintu. Menyalahkan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah, justru menambah masalah, tidak ada jalan keluar, justru kita yang mengalami penghukuman oleh Hakim yang adil.

    Filipi 4:6-7
    4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
    4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.


    Sikap yang benar saat menghadapi pencobaan adalah kita tidak boleh kuatir, tidak boleh bersungut atau berbantah. Kita harus selalu mengucap syukur dan berdoa, menyerahkan semua pada Tuhan. Dengan demikian, kita memiliki hati dan pikiran yang damai sejahtera. Kita penuh dengan kasih Allah. Kita bisa diam dan tenang.
    Diam = mengoreksi diri, apakah ini ujian atau pencobaan. Jika ada dosa, maka kita sedang dalam pencobaan. Jika tidak ada dosa, maka kita sedang menghadapi ujian. Kita tidak perlu membela diri ataupun menyalahkan orang lain, tetapi cukup berdiam diri.
    Tenang = kita bisa berdoa dan berserah pada Tuhan.

    Jika kita diam dan tenang, maka kita berhadapan dengan Yesus sebagai Imam Besar. Ia sedang berdiri di depan pintu, dan Ia sanggup membuka segala pintu yang tertutup. Ada kasih Allah dalam kita, kita damai dan berbahagia.

  2. Roma 5:3-5
    5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
    5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
    5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.


    Roh Kudus memberikan kekuatan ekstra supaya kita tidak kecewa ataupun putus asa, tidak meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi. Kita tetap hanya percaya dan berharap pada Tuhan.

    Yeremia 17:5-6
    17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
    17:6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.


    Kalau kita berharap pada yang lain (selain Tuhan), seperti manusia, kepandaian, kekayaan, ataupun kekuatan manusia, maka kita pasti akan kecewa, tidak puas, kering rohani, putus asa, seperti sedang di padang gurun. Kita tidak mengalami kebaikan, justru yang tadinya baik menjadi tidak baik, apalagi yang awalnya memang tidak baik maka akan menjadi hancur lebur. Orang yang mengandalkan manusia akan terkutuk, hidup dalam suasana air mata dan susah payah, sampai masuk kebinasaan selamanya.

    Yeremia 17:7-8
    17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
    17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.


    Tetapi, kalau kita tahan uji dan hanya mengandalkan Tuhan, kita tetap dan hanya percaya pada Tuhan, maka kita akan diberkati (dilepaskan dari kutukan), tidak kering rohani, tidak kecewa, tidak putus asa, dan bisa selalu mengucap syukur pada Tuhan. Kita juga bisa merasa kesejukan dan kebahagiaan Tuhan yang bertambah-tambah, sampai berbuah-buah, bahkan kita bisa diutus/ dipakai menjadi saksi Tuhan (seperti buah yang diekspor). Kita hanya percaya dan berharap pada Tuhan, maka kita berbuah bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk Tuhan dan orang lain.

  3. Yakobus 5:7-8,10-11
    5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
    5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
    5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
    5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

    Kita menerima kekuatan ekstra dari firman pengajaran benar, sebab Yesus adalah firman yang lahir menjadi manusia. Yesus lahir dan diletakkan di dalam palungan, menunjuk tempat makanan bagi domba-domba. Kekuatan ekstra dari firman membuat kita tekun dan sabar menghadapi apapun juga, sampai garis akhir, sampai kedatangan Yesus kedua kali.

    Kisah Para Rasul 2:41-42
    2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.


    Ketekunan menunjuk pada ketekunan dalam penggembalaan (3 macam ibadah pokok), dimulai dengan baptisan air dan baptisan Roh Kudus yang benar, sama seperti baptisan yang ditulis dalam firman, sebagaimana baptisan yang diterima Yesus.
    Baptisan air yang benar adalah untuk mereka yang sudah percaya Yesus dan bertobat, dikubur dalam air bersama Yesus, untuk bangkit dalam hidup baru, maka Sorga terbuka, yaitu kita menerima hidup baru, yaitu hidup Sorgawi. Kita hidup dalam urapan Roh Kudus = hidup dalam kebenaran.
    Kalau pelaksanaan baptisan benar, maka hasilnya juga akan benar. Kita memiliki hati nurani yang baik dan taat dengar-dengaran. Hati nurani yang baik akan membawa kita masuk dalam ketekunan di Ruangan Suci, yaitu ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Jika kita memiliki hati nurani yang baik, maka tidak akan susah bagi kita untuk menjadi domba yang tergembala dengan benar dan baik.

    Penggembalaan yang benar adalah tempat di mana seorang gembala memberi makan domba-dombanya, bukan orang lain yang memberi makan, dan juga tersedia makanan yang benar. Lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, kita bersekutu dengan Allah Tritunggal:
    • Ketekunan dalam Ibadah Raya (Pelita Emas) = persekutuan dengan Allah Roh Kudus.
    • Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci (Meja Roti Sajian) = persekutuan dengan Allah Anak.
    • Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan (Mezbah Dupa Emas) = persekutuan dengan Allah Bapa.

    Hasilnya adalah kita tidak jatuh dalam dosa bahkan puncak dosa. Kita bisa tetap hidup dalam kehendak Tuhan, sebab kita mengikuti rel kehendak Tuhan lewat firman penggembalaan. Kita tidak akan jatuh dalam pencobaan (saat dicobai, kita tidak berbuat dosa). Kita tidak tersesat oleh ajaran-ajaran palsu, sehingga seluruh tubuh, jiwa, dan roh kita disucikan sampai sempurna seperti Yesus.

    Kesabaran ada dua macam:
    • Kesabaran dalam penderitaan = kita rela menderita karena kehendak Tuhan, bukan karena dosa. Misalnya sengsara untuk beribadah pada Tuhan.
    • Kesabaran dalam menunggu waktu Tuhan. Kalau Tuhan belum waktunya menolong kita, kita tidak mengambil jalan keluar sendiri yang di luar rel firman Tuhan. Kita harus tetap dalam kehendak Tuhan.
      Selain itu, kalau Tuhan belum menolong, berarti Tuhan sedang sibuk dengan kehidupan rohani kita, sehingga nanti kita mendapat pertolongan jasmani dan rohani. Jangan iri pada orang jahat yang hidupnya enak, sesungguhnya mereka sedang dibiarkan oleh Tuhan untuk menerima penghukuman kekal.

    Contoh: Ayub dituliskan sebagai orang saleh, suci, nikah dan buah nikahnya bagus, tetapi sayang ia menggunakan kebenaran diri sendiri. Banyak menyalahkan orang lain pasti juga banyak salah dalam berkata-kata.

    Ayub 1:1-3
    1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
    1:2 Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
    1:3 Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

    Ayub 32:1-2
    32:1 Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
    32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,


    Ayub menggunakan kebenaran diri sendiri untuk menutupi kesalahannya dengan cara menyalahkan orang lain. Ini sama dengan menolak salib Kristus. Hanya lewat salib Kristus, kita bisa mendapatkan kebenaran dari Tuhan, yaitu lewat mengaku dosa dan bertobat. Namun, melewati ujian, Ayub bisa tekun dan sabar sehingga mengalami penyucian dan pembaharuan dari Tuhan. Ayub bisa mengaku bahwa ia hanya tanah liat belaka.

    Ayub 42:5-6
    42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."


    Duduk dalam debu dan abu = kita mengakui bahwa kita hanya tanah liat, tidak layak dan banyak dosa, banyak kekurangan secara jasmani dan rohani, serta tidak berharga, tidak ada kebanggaan apa pun (tanah liat tempatnya di bawah). Namun, jelas bahwa tanah liat ada di tangan Tuhan.

    Kejadian 2:7
    2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

    "Ketika itulah" = inilah waktunya bagi Tuhan untuk menolong kita, waktu untuk Tuhan menghembuskan Roh Kudus (nafas hidup) pada tanah liat. Tuhan akan mencurahkan Roh Kudus bagi kita semua.

    Kegunaan Roh Kudus:
    • Roh Kudus adalah Roh Suci dan Roh Kebenaran.
      Roh Kudus menuntun kita dalam kebenaran/ kehendak Tuhan. Jika ada dosa/ yang tidak sesuai firman, kita segera mengaku dan meninggalkan dosa. Maka darah Yesus akan membasuh kita, sehingga kita bisa hidup benar dan suci di dalam Tuhan. Kehidupan yang suci akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan/ karunia Roh Kudus, untuk kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita harus sungguh-sungguh menjaga nikah dan buah nikah, sebab tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh Kristus yang sempurna.

      Efesus 4:11-12
      4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    • Roh Kudus adalah Roh Penghibur yang memberikan kekuatan ekstra pada kita saat menghadapi kebencian tanpa alasan, termasuk saat menghadapi aniaya antikris dan pembunuhan. Dengan kekuatan Roh Kudus, kita tetap setia dan berkobar-kobar sampai Tuhan datang kedua kali. Kita bisa bersaksi bagi Tuhan, sebab masih banyak jiwa yang belum percaya Yesus, belum digembalakan.

      Yohanes 15:25-27
      15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
      15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
      15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."


    • Roh Kudus adalah Roh Kemuliaan yang mengubahkan kita dari manusia daging (tanah liat) menjadi manusia rohani seperti Yesus. Kita menjadi ciptaan baru, yang mati menjadi hidup.

      Kejadian 2:7
      2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

      Pengkhotbah 7:29
      7:29 Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.

      Ciptaan baru = kehidupan yang jujur dan taat, tidak berdalih lewat ketidakjujuran ataupun ketidaktaatan. Kita bisa jujur soal pengajaran benar (Titus 2:7), sehingga tidak bisa dikalahkan oleh apapun.
      Kehidupan yang tidak jujur dan tidak taat = banyak berdalih = tanah liat yang belum ditiup Tuhan, tidak bisa berbuat apa-apa, hanya menuju kehancuran dan kebinasaan.
      Namun, dengan kejujuran dan ketaatan, tidak ada yang mustahil, semua bisa dilakukan Tuhan. Siapa yang tahan uji akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Tuhan. Kita bisa sempurna dan nama kita tertulis dalam Kitab Kehidupan, kita menjadi mempelai wanita yang siap sedia menyambut kedatangan Tuhan kedua kali, dan kita bisa masuk dalam lumbung Kerajaan Sorga selamanya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Februari 2010 (Kamis Sore)
    ... kali dan binasa untuk selamanya. Yohanes . Kalau kita berjaga-jaga sama dengan pelayan yang bukan saja dipanggil dan dipilih tetapi dikhususkan oleh Tuhan menjadi mempelai wanita Tuhan hanya istri yang boleh berada di mana suami berada . Dari banyak yang dipanggil hanya sedikit yang dipilih. Setelah dipilih masih bisa digugurkan sepertiga. Oleh sebab ...
  • Ibadah Raya Malang, 04 Agustus 2019 (Minggu Pagi)
    ... menghasilkan asap bagaikan cendawan raksasa yang membumbung tinggi ke langit dan mengakibatkan kematian manusia. Tetapi setan tidak puas hanya membunuh tubuh manusia. Setan berusaha membunuh tubuh jiwa roh manusia sampai binasa selamanya di neraka lewat senjata asap secara rohani. Wahyu - Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu lalu naiklah ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Mei 2013 (Sabtu Sore)
    ... iman sehingga memiliki iman yang teruji sehingga bisa menghadapi dua keadaan Lukas - Yesus kembali ke Galilea diterima dan dipuji. Lukas - Yesus ditolak di Nazaret. Dua keadaan ini juga bisa kita alami dalam kehidupan sehari-hari dan dalam ibadah pelayanan. Kita membahas keadaan yang pertama. Lukas - Dalam kuasa Roh kembalilah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2016 (Senin Sore)
    ... menyembah TUHAN. Ibrani penyucian sumsum. Sumsum ini di dalam tulang. Amsal . Hati yang gembira adalah obat yang manjur tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Tulang yang kering berarti sumsumnya kering. Penyucian sumsum adalah penyucian dari semangat yang patah--perasaan putus asa kecewa dan lain-lain. Kalau disucikan bisa selalu mengucap syukur pada TUHAN. Saat-saat kita ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 10 Juni 2015 (Rabu Sore)
    ... yang dikuduskan oleh orang Israel yakni terhadap segala persembahan kudusnya maka haruslah patam itu tetap ada pada dahinya sehingga TUHAN berkenan akan mereka. Pada zaman Taurat--perjanjian lama-- imam besar Harun memakai patam di dahinya yang bertuliskan kudus bagi TUHAN. Keadaan ini digenapkan pada perjanjian baru di Wahyu Dan aku melihat sesungguhnya ...
  • Ibadah Raya Malang, 24 November 2013 (Minggu Pagi)
    ... mendapatkan kebahagiaan Surga yaitu membaca mendengar dan menuruti firman nubuat. Prosesnya Membaca dan mendengarkan firman nubuat dengan sungguh-sungguh yaitu dalam urapan Roh Kudus dan dengan suatu kebutuhan. Hasilnya adalah kita bisa mengerti firman pengajaran yang benar sama dengan firman ditulis di dahi. Selanjutnya kita bisa percaya dan yakin pada firman ...
  • Ibadah Raya Malang, 22 Februari 2009 (Minggu Pagi)
    ... kekal di neraka. Wahyu - Babel atau pelacur besar atau gereja palsu. Hati-hati ini kehidupan yang sudah di dalam Tuhan. Gereja palsu ini adalah Kehidupan anak-anak Tuhan yang menerima ajaran palsu. Salah satunya adalah ajaran Babel yaitu hanya mengajarkan tentang kemakmuran daging atau jasmani dan hiburan daging sehingga tidak mengutamakan firman ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Desember 2014 (Kamis Sore)
    ... prajurit. Timotius - Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Kekuatan seorang prajurit yaitu Kekuatan untuk menderita karena melakukan kehendak komandannya. Artinya kekuatan untuk taat dengar-dengaran kepada firman pengajaran yang ...
  • Ibadah Doa Malang, 26 Juni 2012 (Selasa Sore)
    ... salah pilih pasti memilih yang benar. Kebenaran ini tidak ada kaitan dengan banyak sedikitnya orang yang memilih. Kenyataan yang ada adalah orang banyak bukan memilih yang benar tetapi memilih yang salah memilih Yesus Barabas. Pratek menolak percikan darah Dengki. Matius Ia memang mengetahui bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. Pengertian dengki adalah ...
  • Ibadah Doa Malam Surabaya, 28 Juni 2019 (Jumat Malam)
    ... datang bukan untuk menghakimi dunia melainkan untuk menyelamatkannya. . Barangsiapa menolak Aku dan tidak menerima perkataan-Ku ia sudah ada hakimnya yaitu firman yang telah Kukatakan itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Ayat percaya taat sama dengan hidup dalam terang. Padang pasir adalah gelap sampai kegelapan yang paling gelap tetapi ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.