English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 23 November 2010 (Selasa Sore)
Pembicara: Bpk. Anta

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...

Ibadah Raya Malang, 30 September 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8 menunjuk tentang dua loh batu.
Pengertian...

Ibadah Doa Malang, 21 September 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.
Matius 25:14-15, jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani...

Ibadah Doa Surabaya, 28 September 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita sekalian. Biarlah damai sejahtera dari TUHAN Yesus...

Ibadah Doa Malang, 29 April 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt Mikha Sanda Toding

Matius 12:38-42
12:38. Pada waktu itu berkatalah...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 29 Januari 2011 (Sabtu Sore)
Markus 15 secara keseluruhan berbicara mengenai sengsara Yesus untuk menyelamatkan, memberkati, bahkan menyelamatkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Agustus 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15-16
7:15 Karena itu mereka berdiri...

Ibadah Raya Malang, 25 Maret 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Doa Malang, 04 Oktober 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8 dan 9 dalam susunana Tabernakel...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Februari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 69-75
PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus yaitu:
Matius 26: 69-70 Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea (menyangkal panggilan pilihan...

Ibadah Doa Malang, 06 September 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

ad. 3. Keluaran 31:18 mengenai MUSA MENERIMA DUA LOH...

Ibadah Doa Malang, 31 Maret 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:31 adalah keadaan ketiga pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu terdengar...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 November 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang jemaat di Laodikia, jemaat yang ketujuh,...

Ibadah Doa Malang, 02 April 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20...

Ibadah Doa Malang, 19 Oktober 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:31
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Natal Persekutuan II di Batam, 03 Desember 2014 (Rabu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Yohanes 10: 11 "Akulah Gembala yang baik".
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

MENGAPA YESUS TAMPIL SEBAGAI GEMBALA YANG BAIK?
Sebab, setan sudah merusak semua ciptaan Tuhan, termasuk manusia, sehingga yang baik menjadi hancur/tidak baik. Sebab itu, Yesus tampil sebagai Gembala yang baik untuk menjadikan semua baik bahkan sempurna.

BAGAIMANA YESUS TAMPIL SEBAGAI GEMBALA YANG BAIK?
Yesus harus memberikan nyawa-Nya dan mati di kayu salib bagi domba-domba-Nya.

Matius 15: 24, 26
15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

= ada domba dan anjing.
ay. 24: sebenarnya, domba-Nya Tuhan adalah Bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.
Perempuan Kanaan datang kepada Yesus, tetapi Yesus menjawab, "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing" (ay. 26).
Artinya: bangsa kafir hanya seharga anjing di hadapan Tuhan.
Tetapi, bersyukur masih ada Yohanes 10: 16.

Yohanes 10: 16
10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

'domba-domba lain,yang bukan dari kandang ini' = bukan bangsa Israel.
'domba yang di kandang'= bangsa Israel.
Puji syukur pada Tuhan, domba-domba lain (bangsa kafir) sudah diakui sebagai domba-Nya Yesus.

BAGAIMANA PROSES ANJING MENJADI DOMBA?
Di sinilah Yesus harus mati sebagai Gembala yang baik.

Yohanes 19: 31-34
19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Ayat 31: saat Yesus disalib bersama 2 penjahat di sebelah kiri dan kanan-Nya, itu adalah hari persiapan Sabat, di mana ada ketentuan bahwa pada hari Sabat tidak boleh ada mayat tergantung pada kayu salib.
Kalau orangnya belum mati, kakinya dihancurkan supaya cepat mati dan mayatnya diturunkan.

Ayat 32: saat prajurit datang pada penjahat pertama dan kedua, mereka belum mati dan kakinya dipatahkan supaya cepat mati.

Ayat 33: ketika prajurit sampai pada Yesus, Ia sudah mati dan tidak perlu dipatahkan kaki-Nya. Ini sesuai dengan nas kitab suci, 'sepotong tulangpun tidak patah'.
Ayat 34: tetapi, prajurit Romawi (bangsa kafir) menusuk lambung Yesus, sehingga keluar darah dan air.
DARI SINILAH PROSES ANJING BISA JADI DOMBA.

Jadi, Yesus sudah mati di kayu salib dengan 4 luka utama (2 di tangan dan 2 di kaki) untuk menyelamatkan bangsa Israel (domba yang hilang). Ini merupakan kasih Tuhan kepada Israel.

Bagaimana dengan bangsa kafir? Di luar Israel, ada luka kelima. Dia sudah mati, tetapi Dia rela ditusuk dengan tombak. Luka kelima di lambung adalah luka yang terdalam dan terbesar sampai mengeluarkan darah dan air untuk mengangkat anjing menjadi domba (menyelamatkan bangsa kafir). Ini merupakan kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir.

Jadi, supaya anjing bisa menjadi domba atau supaya bangsa kafir selamat, harus menerima tanda darah dan air yang keluar dari lambung Yesus.

TANDA DARAH
Dalam Tabernakel, ditunjukan dengan alat Mezbah Korban Bakaran.
Dulu, bangsa Israel beribadah kepada Tuhan dengan membawa binatang korban (lembu, kambing, domba dan burung tekukur) sebagai korban pendamaian. Setelah disembelih, darahnya dioleskan di mezbah, dicurahkan di bawah mezbah dan dagingnya dibakar untuk pengampunan dosa.
Sekarang, kita tidak perlu lagi membawa korban binatang. Semua korban binatang sudah digenapkan oleh kurban Kristus (anak domba Allah yang mati di kayu salib).

Bagi kita sekarang, tanda darah (Mezbah Korban Bakaran) artinya adalah bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan.

TANDA AIR
Dalam Tabernakel, terkena pada Kolam Pembasuhan.
Sekarang, ini menunjuk pada baptisan air.
Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), dikuburkan bersama Yesus dalam air dan bangkit/keluar dari air bersama Yesus untuk menerima hidup baru, itulah hidup dalam kebenaran, terutama mulai dari lidahnya yang harus benar.

Anjing (bangsa kafir) biasanya menjilat muntah.
Menjilat muntah= perkataan sia-sia, dusta, gosip yang tidak benar.
Dalam cerita Lazarus dan orang yang kaya, anjing menjilat borok Lazarus, sementara Lazarus menjilat remah-remah roti.
Borok (luka)= kekurangan-kekurangan.
Menjilat borok= menjelek-jelekan orang lain.
Ini lidah anjing yang harus diubahkan.

Matius 15: 27
15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

Lidah yang benar adalah menjilat remah-remah roti.
Remah-remah roti= Firman Allah yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab (bukan dalam buku-buku lain)= Firman pengajaran yang benar.
Kalau belajar matematika dan fisika, rumus menerangkan rumus, sehingga ada hasil yang benar. Kalau belajar Firman Tuhan, ayat menerangkan ayat baru benar.
Kalau ayat diterangkan ayat dalam Alkitab, itulah yang mendatangkan dan menguatkan iman.
Kalau ayat diterangkan dengan yang lain (lawakan, pengetahuan dan lain-lain), justru memudarkan atau menghilangkan iman dan kehilangan keselamatan (gugur dari iman).

"Salah satu contoh, laut Kolsom terbelah karena Tuhan yang membelah (angin Timur adalah Roh Kudus yang bekerja saat itu), sehingga iman yang tumbuh.
Kalau diterangkan dengan pengetahuan, disebutkan karena fenomena alam, tidak ada iman lagi.
"

Kalau lidah menjilat remah-remah roti (makan Firman pengajaran benar), maka perkataan dan perbuatan kita menjadi benar dan baik. Ini yang disebut sebagai domba-Nya Tuhan, anjing diangkat menjadi domba-Nya Tuhan dan diselamatkan.

Jadi, harus benar-benar waspada! Jika dalam ibadah dan persekutuan semacam ini, kita tidak bisa menjilat remah-remah roti (tidak ada pembukaan Firman) atau ada pembukaan Firman, tetapi kita keras hati (menolak remah-remah roti), PASTI menjadi anjing yang menjilat muntah, kembali menjadi anjing yang jahat dan najis.
Ini serius!

Setiap gembala harus bertanggung jawab, apa yang harus disediakan di rumah Tuhan dalam setiap ibadah. Roti atau muntah? Mejanya Tuhan hanya diisi roti atau muntah (dalam Maleakhi).
Kalau hanya memberitakan lawak-lawak, bergurau atau pengetahuan, pasti yang disediakan adalah muntah (tidak ada roti), sehingga semua menjilat muntah dan kita pulang dengan gosip-gosip yang tidak baik.

Dalam fellowship ini, pembicara dan panitia juga bertanggung jawab. Tetapi, kalau roti yang disedikan dan kita menjilat roti, maka iman kita semakin diteguhkan, kita pulang dengan kesaksian-kesaksian yang memuliakan Tuhan.

Yohanes 10: 16
10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Sebagai Gembala yang baik, Yesus menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menyatukan domba Israel dengan domba bangsa kafir menjadi satu kawanan dengan satu Gembala.
Satu kawanan dengan satu gembala, ini akan dilanjutkan lagi (meningkat lagi) menjadi satu tubuh dengan satu Kepala.

Efesus 2: 13-16
2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

'untuk menciptakan keduanya menjadi satu' = bangsa Israel dan kafir menjadi satu.
'yang dahulu jauh'= bangsa kafir.

Darah Yesus (kurban dari Gembala yang baik) menyatukan bangsa Israel dan kafir menjadi satu tubuh dengan satu kepala; Yesus sebagai kepala.

Jadi, bangsa kafir dan israel bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna dan menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kepala dengan tubuh menjadi satu (Mempelai Pria dan mempelai wanita menjadi satu), tidak terpisah lagi untuk selama-lamanya (duduk bersanding di takhta Yerusalem Baru untuk selama-lamanya). Kepala adalah suami atau Mempelai Pria Surga. Tubuh adalah istri atau mempelai wanita Surga.

Kesimpulan: Yesus mati disalib untuk mengangkat anjing menjadi domba, menyatukan Israel dengan kafir menjadi satu kawanan dengan satu Gembala, lebih lanjut, sampai menjadi satu tubuh dengan satu Kepala.
Kalau hubungan kita dengan Tuhan:

  • seperti domba dengan gembala, masih ada domba yang terhilang.
  • seperti anak dengan bapak, masih ada anak yang terhilang.
  • Yesus sebagai Tabib yang baik. Saat sakit, kita butuh Yesus, tetapi saat tidak sakit, kita tidak butuh lagi.

Kalau Yesus sebagai kepala (Mempelai Pria) dan kita sebagai tubuh (mempelai wanita), maka dalam keadaan apapun (saat sakit, sehat dan sebagainya) dan di manapun, kita butuh Yesus untuk selama-lamanya.

Inilah kabar mempelai! harus terjadi peningkatan sampai hubungan tubuh dengan kepala.
Pembangunan tubuh Kristus di mulai dari:

  • dalam nikah. Nikah harus satu kawanan dengan satu Gembala, supaya bisa mencapai satu tubuh dengan satu kepala.
    Contoh: Nuh dengan istrinya, anak-anak Nuh dengan istrinya, ini semuanya dalam satu kapal dan tidak terpisah-pisah. Kalau terpisah-pisah, nanti ada yang selamat dan ada yang tidak selamat. Tetapi kalau menjadi satu, semuanya bisa selamat.


  • setelah itu, meningkat pada penggembalaan (di gereja masing-masing). Dalam penggembalaan juga satu kawanan dengan satu Gembala, jangan tercerai berai seperti Yudas yang ingin ke tua-tua dan ahli taurat sampai akhirnya ia keluar.


  • kemudian, meningkat lagi pada antar penggembalaan seperti saat ini. Dari gereja apa saja yang berbeda-beda, tetapi menjadi satu kawanan dengan satu Gembala. Yang menjadi Gembalanya adalah Gembala Agung.


  • sampai nanti, Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna, mempelai wanita Tuhan.

Inilah peningkatan pembangunan tubuh Kristus.

"Doakan anak-anak kita, istri, suami, sampai cucu kita, supaya bisa satu kawanan dengan satu gembala, sampai menjadi satu tubuh sempurna."

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS YANG SEMPURNA?
Kita belajar dari pembangunan bait Allah Salomo.
Dulu, Salomo membangun Bait Allah yang jasmani dan kemuliaan Tuhan hadir di sana.
Sekarang, kita belajar pembangunan Bait Allah rohani, itulah tubuh Kristus.
Kita belajar dari Salomo supaya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna selesai dan kita menerima Yesus di awan-awan yang permai.

RENCANA PEMBANGUNAN
Kalau kita mau membangun Hotel, tidak akan langung digali, tentunya ada gambarnya atau perencanaannya lebih dulu (blue printnya).

1 Tawarikh 28: 11, 19
28:11. Lalu Daud menyerahkan kepada Salomo, anaknya, rencana bangunan dari balai Bait Suci dan ruangan-ruangannya, dari perbendaharaannya, kamar-kamar atas dan kamar-kamar dalamnya, serta dari ruangan untuk tutup pendamaian.
28:19 Semuanya itu terdapat dalam tulisan
yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

Ayat 11: Daud yang menyerahkan rencana pembangunan Bait Allah kepada Salomo.
Ayat 19: Daud tahu rencana itu dari 'ilham yang diberikan Tuhan'.

Jadi, rencana pembangunan tubuh Kristus berasal dari ilham atau wahyu dari Tuhan = pembukaan rahasia Firman Allah, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.

Kita harus kembali ke Alkitab. Kalau semua gereja Tuhan di seluruh dunia kembali kepada Alkitab, berpegang pada ayat-ayat dalam Alkitab (tidak ditambah dan dikurangi), pasti kita satu tubuh.

"buku matematika seluruh dunia, 2+2 = 4, ini seluruh dunia sama. Buku matematika banyak, dari karangan siapa saja, tetapi bisa satu. Alkitab hanya satu, karangan dari Tuhan, pasti bisa menjadi satu, asalkan jangan ditambah dan dikurangi (jangan ditafsirkan menurut kemauan kita), tetapi dibukakan rahasianya, ayat menerangkan ayat. Saya sangat sedih. Saya dulu guru matematika, fisika dan kimia. Saya sangat cemburu. Buku-buku itu pengarangnya banyak, tetapi bisa satu di seluruh dunia. Kenapa Alkitab yang ditulis oleh Tuhan, tetapi tidak bisa jadi satu? Karena kita merasa lebih pandai dari Tuhan (menambah dan mengurangi Alkitab), ditafsirkan menurut kemauan sendiri. Saya sebagai guru merasa sedih sekali. Gereja Tuhan, baru soal baptisan, sudah berbeda, karena bukan ilham dari Tuhan lagi, tetapi diganti dengan pengetahuan (jadi ilmiah)."

Ilham tidak sama dengan ilmiah.
Kalau ilham atau wahyu dari Tuhan (pembukaan rahasia firman, ayat menerangkan ayat dalam Alkitab), diterima dengan iman untuk dipraktikan (perbuatan iman), sehingga mengarah pada pembangunan tubuh Kristus.
Karena iman lebih tinggi dari logika dan pengetahuan, maka jika iman bisa menerima wahyu dari Tuhan, logika juga bisa menerima.

"banyak sarjana-sarjana dan doktor bisa menerima Firman pengajaran, karena diterima dengan iman (iman lebih tinggi dari logika)."

Kalau penyampaian firman dengan ilmiah atau pengetahuan, hanya diterima dengan logika (iman tidak bisa menerima), untuk didiskusikan, diseminarkan (bukan dipraktikan) dan hanya menuju perkara-perkara jasmani.
Inilah bedanya.

Kalau ilham diterima dengan iman, kita tidak perlu diskusi lagi, tetapi langsung praktik.
Ilham tidak bisa dicampur dengan ilmiah.
Jangan sok pintar!
Contoh: peristiwa Perez Uza. Waktu Tabut Perjanjian diangkut dengan pedati, kemudian lembunya tergelincir dan tabutnya ikut tergelincir. Lalu Uza mau memegang tutup tabut perjanjian (ada campur tangan manusia). Akibatnya, ia mati, karena wahyu dari Tuhan tidak bisa dicampur dengan apapun juga.
Tabut perjanjian= gambaran dari kabar mempelai, wahyu dari Tuhan yang tidak bisa dijamah oleh siapapun dan tidak bisa dicampur dengan apapun. Kalau dicampur, pasti mati (kering rohaninya).

"Kalau rencana pembangunan tubuh Kristus dari manusia, tidak mungkin saya ada di sini dan tidak mungkin saya ke luar negeri, sebab saya tidak bisa bahasa inggris. Tetapi kalau dari Tuhan, semua bisa jadi."

SIAPA YANG BOLEH MEMBANGUN?
2 Tawaikh 3: 1
3:1. Salomo mulai mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem di gunung Moria, di mana TUHAN menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, di tempat yang ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.

'orang Yebus'= bangsa kafir.
Tempat mendirikan Bait Allah Salomo adalah di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus.
Artinya: Tuhan mengikut sertakan bangsa kafir dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Biarlah kita menghargai usaha Tuhan ini. Bagaimana Ia mengangkat anjing (kita) menjadi domba dan memakai kita dalam pembangunan tubuh Kristus? Ini semua karena Gembala yang baik sudah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita (luka kelima). Biar kita hargai sungguh-sungguh!
Ini merupakan kepercayaan dan kemurahan Tuhan yang seharga darah Yesus. Darah Yesus tidak bisa dibeli oleh apapun dan tidak bisa ditukar dengan apapun di dunia. Kita harus sungguh-sungguh melayani pembangunan tubuh Kristus yang sempruna.

"Mulai dari saya sebagai pembicara, harus sungguh-sungguh menggunakan waktu dan tenaga. Bapak ibu saudara sudah tinggalkan jemaat, tinggalkan pekerjaan, tinggalkan sekolah dan sebagainya. Kalau saya tidak sungguh-sungguh, sangat menghina darah Yesus. Saya yang lebih dulu harus sungguh-sungguh. Kita semua juga harus sungguh-sungguh melayani Tuhan."

LANGKAH-LANGKAH PEMBANGUNAN

  1. dasar pembangunan tubuh Kristus.
    2 Samuel 24: 18, 24-25
    24:18. Pada hari itu datanglah Gad kepada Daud dan berkata kepadanya: "Pergilah, dirikanlah mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Arauna, orang Yebus itu."
    24:24 Tetapi berkatalah raja kepada Arauna: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa." Sesudah itu
    Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak.
    24:25 Lalu
    Daud mendirikan di sana mezbah bagi TUHAN dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Maka TUHAN mengabulkan doa untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel.

    Ayat 18: di tempat di mana Bait Allah Solomo didirikan, di sana Daud pernah mendirikan mezbah, karena waktu itu ada tulah yang menimpa Israel.
    Ayat 24: Arauna mau memberikan dengan gratis, tetapi Daud tidak mau, sebab ia mau membayar harganya.

    Jadi, dasar pembangunan tubuh Kristus adalah:


    • Daud membangun mezbah dengan membayar harga 50 syikal perak.
      'perak'= penebusan (Mezbah Korban Bakaran).
      Kita ditebus dan dilepaskan dari dosa-dosa oleh darah Yesus, jangan berbuat dosa lagi= bertobat (berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan).
      Untuk bertobat, kita harus membayar harga.
      Contoh:


      • biasa korupsi dengan alasan gaji kurang untuk bayar SPP anak-anak, tetapi setelah kena Firman 'tidak boleh korupsi', itu sakit bagi daging, seperti Yesus yang disalib.


      • biasa menyontek, tetapi setelah terkena Firman, maka harus berhenti menyontek dan bayar harga dengan banyak belajar. Ini sakit bagi daging.


      Kalau kita tidak mampu, Tuhan yang mampu.

      Kalau tidak mau bertobat, kita akan membayar harga yang lebih mahal lagi, yaitu tulah yang datang. Tinggal kita pilih! Mau sengsara daging atau tulah yang datang.

      Angka '50'= pentakosta= Roh Kudus= lahir baru dari air dan Roh.
      Sesudah bertobat, kita lahir baru dari air dan Roh untuk mendapatkan hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran.
      Untuk bisa hidup benar, juga harus bayar harga yang mahal.

      Contoh: mengambil SIM harus benar.

      "sekarang, kamu muda di tempat kami, kalau sudah 17 tahun, ia dag dig dug untuk ambil SIM. Saya katakan 'harus ujian'. Ada yang 7 kali ujian sampai lulus. Yang paling beruntung, minimal 3 kali ujian. Memasang helm saat naik motor, satu waktu saya diuji. Karena tidak ada helm, saya harus panas-panas jalan kaki untuk cari mikrolet saat mau besuk. Pernah dari Malang ke Surabaya, karena mobil saya dipakai istri saya dengan jemaat dari Jerman, lalu saya naik bis dan macet total di Porong (lumpur Lapindo). Saya turun dari bis dan cari ojek. Saya minta di antar ke pintu keluar tol. Kemudian saya tanya 'helmnya?'. Dia tidak mau memberikan helm sampai marah-marah, tetapi akhirnya dia mencari helm dan dapat helmnya. Kami naik di atas tanggulnya lumpur. Sampai di tengan jalan, saya takut. Orangnya bertato. Karena dia marah sama saya, jangan-jangan sampai di tengah, karena tidak ada orang lewat, saya di lempar ke lumpur. Saya hanya berdoa, 'darah Yesus..darah Yesus'. Begitu sampai dan ada bis lagi, saya bayar ojeknya. Karena saya senang, kembaliaannya saya berikan kepada dia dan dia ikut senang."

      Inilah dasar pembangunan tubuh Kristus. Pembicara harus benar. Kalau tidak benar, berapa banyak hamba Tuhan dikelabui. Jika tidak benar, berapa jemaat yang kita kelabui saat kita pulang ke rumah.
      Harus bertobat dan hidup benar!

      Jadi, dasar pembangunan tubuh Kristus adalah bertobat dan hidup benar.
      Jika kita mau membayar harga yang mahal, maka tulah/kutukan berhenti dan diganti dengan berkat Abraham sampai anak cucu, sedangkan kutukan dan tulah di tanggung oleh Yesus.

      Galatia 3: 13-14
      3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
      3:14 Yesus Kristus telah membuat ini,
      supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

      Ayat 13: segala kutukan ditanggung oleh Yesus di kayu salib.
      'bangsa lain'= bangsa kafir.

      Seharusnya, berkat Abraham hanya untuk bangsa Israel dan keturunannya, tetapi karena Yesus sudah menanggung segala kutukan dan kita (bangsa kafir) mau bertobat dan hidup benar, maka bangsa kafir juga mendapatkan berkat Abraham (berkat rohani dan jasmani) sampai ke anak cucu.

      Tetapi, sesudah diberkati (dasar sudah kuat) atau menerima berkat, jangan hancur lagi, tetapi harus ingat orang lain. Kalau berkat terus diterima, tahu-tahu jatuh dan habis.
      Seringkali, kita terus diberkati dan habis. Kita harus ingat orang lain, yaitu:


      • Tuhan sebagai si pemberi berkat (sumber berkat). Kita kembalikan perpuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan, dan
      • sesama anggota tubuh Kristus yang membutuhkan (kita memberi dan mengunjungi yang lainnya).


      Kalau pembicaranya tidak mengembalikan perpuluhan (dalam Maleakhi), berarti ia sebagai pencuri, bagaimana dengan pendengar? Harus tanggung jawab.

      Inilah rahasia berkat Abraham yang tidak akan pernah habis. Kita menerima dan menjadi berkat yang lain, pasti siklus berkat Abraham tidak pernah terputus oleh apapun dan dasar kita semakin kuat.


    • tempat pengirikan (dasar Bait Allah Salomo didirikan diatas tempat pengirikan).
      Pengirikan= tempat untuk memisahkan sekam dan gandum.
      Sekam= kulit, tidak ada isi (Kristen kulit), yaitu kehidupan yang hanya puas dengan perkara jasmani dan mengejar berkat-berkat jasmani di luar, tetapi tidak mau diisi (tidak mengutamakan) Firman pengajaran benar (gandum), bahkan menolak Firman pengajaran benar.
      Sekarang, banyak ajaran ke situ. Yang penting hanya berkat, tetapi tidak pernah diisi, sehingga gereja Tuhan menjadi tempat penyembahan berhala.
      Di dunia ada gunung-gunung yang disembah. Gereja Tuhan sekarang menjadi tempat seperti itu dan rumah Tuhan menjadi sarang penyamun.

      Sekam itu kosong dan hanya akan berakhir pada pembakaran selama-lamanya. Betapa dasyatnya, kalau bangsa kafir yang bagaikan anjing dan babi sudah diangkat menjadi domba (sudah beribadah), tetapi di dalam ibadah kembali kosong seperti sekam yang hanya untuk dibakar.

      Sebaliknya, gandum adalah kehidupan Kristen yang mau diisi (mengutamakan) Firman pengajaran benar, mendengar dan taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran benar.
      Jadi, dasar kedua adalah taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar.
      Hasilnya: tahan uji, tidak akan rubuh oleh apapun juga (kokoh).

      Matius 7: 24-25
      7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
      7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi
      rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

      Apa dasar rumah tangga kita? Kalau hanya berdasarkan harta (kekayaan), satu waktu akan hancur.
      Dasar penggembalaan apa? Kalau hanya gedungnya bagus, ada AC dan lain-lain, akan hancur.
      Dasar persekutuan kita apa? Kalau hanya uang dan lain-lain, pasti akan hancur.
      Tetapi, kalau dasarnya adalah bertobat, hidup benar dan taat dengar-dengaran, pasti tahan uji, mulai dari dalam rumah tangga dan penggembalaan masing-masing.

      Kesaksian:
      "saya sudah bersaksi di mana-mana. 2 kali disebutkan orang, di Malang, 'nanti gereja ini hancur'. Saya diam saja, tidak membalas, yang penting saya berpegang pada pengajaran benar. Dan ternyata, bukan hancur, malah menambah lantai tiga. Tidak perlu takut, yang penting dasarnya kuat. Di Surabaya juga begitu, 'gereja ini sebentar lagi habis'. Sekarang, tempat sudah pas (penuh), entah nanti mau ke mana lagi. Begitu juga persekutuan. Waktu kami di Medan, tahun 2005, saya dengar 'paling lama nanti satu tahun habis'. Saya diam saja, tidak komentar apapun, yang penting, tunjukan dasar kita kepada Tuhan (bertobat, hidup benar dan taat pada pengajaran benar), bukan diisi dengan uang yang bagaikan sekam. Oleh kemurahan Tuhan, April tahun depan sudah 10 tahun di Medan. 1 tahun bisa sampai 4 kali, jadi sekitar 40 kali kami sudah menyelenggarakan persekutuan di Medan. Inilah kemurahan Tuhan. Dasar yang menentukan."

      Kalau nikah kita sering goyah, periksa dasarnya dan bertobat.
      Kalau sudah berkata, 'tidak ada apa-apa', berarti sudah banyak apa-apanya dan bertobatlah.


  2. pelaksanaan pembangunan.
    1 Raja-raja 6: 7
    6:7 Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besipun selama pembangunan rumah itu.

    'tidak kedengaran palu atau kapak....'= saat pelaksanaan pembangunan, batunya sudah dipukul di tempat penggalian dan sudah ada bentuk yang beraturan untuk dipasang di gunung Moria.
    Inilah suasana pembangunan, yaitu 'tidak terdengar suara'= damai sejahtera dan kesucian.
    Damai sejahtera dan kesucian tidak bisa dipisahkan. Kalau suci, pasti damai. Kalau tidak suci, pasti tidak damai (banyak kecemburuan dan sebagainya).

    Antara suami dengan istri, anak dengan orang tua, gembala dengan sidang jemaat, sesama hamba Tuhan kalau sama-sama suci, pasti damai sejahtera (tidak akan bertengkar).

    Kalau dalam persekutuan ini ada damai dan suci, kita bisa melihat Yesus Imam Besar dalam kemuliaan dan kita pulang membawa kemuliaan Tuhan.

    Ibrani 12: 14
    12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

    Kalau kita melayani tubuh Kristus dengan damai dan suci, kita bisa melihat Yesus dalam kemuliaan sebagai Gembala yang baik dan Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa. Maka, kemuliaan Yesus sanggup melakukan segala perkara yang kita butuhkan.

    "Dulu, waktu guru/gembala saya meninggal dunia (Bpk Pdt Pong Dongalemba), kemudian saya diundang melayani, kemudian lebih cepat lagi, 1 bulan sekali melayani bahkan sampai ke luar pulau. Banyak yang meragukan, berapa biaya pesawatnya, satu bulan satu kali, ditambah dengan hotelnya dan sebagainya. Saya juga berpikir yang sama. Tetapi saya maju terus. Lalu, terjadilah, bukan lebih surut, tetapi satu bulan 2 kali. Sekarang, satu minggu nanti satu kali. Berapa? Memang besar. Tetapi, Dia lebih besar dari semuanya. Tidak usah kita takut. Kalau ada kemuliaan Tuhan, Dia sanggup melakukan segala perkara yang kita butuhkan. Panitia tidak usah takut."

    Tetapi, kalau tidak ada damai dan suci (tidak ada pembukaan firman dan Imam Besar), yang ada adalah Ikabot (tidak ada kemuliaan Tuhan), tetapi yang ada hanya kematian demi kematian. Nikah hancur, buah nikah dan pelayan-pelayan Tuhan hancur.

    Kita berdoa, supaya persekutuan ini ada damai dan suci karena pembukaan Firman. Kalau kita pulang membawa Ikabot, maka bahaya besar, rumah tangga, nikah, penggembalaan akan terancam hancur.
    Tetapi, kalau dalam persekutuan ada damai dan suci karena pembukaan firman, kita bisa melihat Yesus Gembala yang baik dan Imam Besar, sehingga kita pulang dengan membawa kemuliaan Tuhan dan semuanya tertolong, jemaat juga tertolong.

    Syarat supaya damai dan suci: batu-batu keras dan tidak beraturan harus dipahat di tempat penggalian.
    'tempat penggalian'= kandang penggembalaan (Ruangan Suci). Di dalam Ruangan Suci, terdapat 3 macam alat, sekarang menunjuk ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    Dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita yang berdosa (batu keras dan tidak beraturan) dipahat dengan Firman pengajaran benar (dipalu berulang-ulang). Sebab itu, Firman harus diulang-ulang seperti kita makan (seperti domba yang makan dengan memamah biak).
    Kalau tidak mau mengulang-ulang Firman, itu ular (binatang buas).

    Gembala juga begitu. Kalau tidak mau mengulang-ulang Firman, itu bukan pawang domba, tetapi pawang ular.

    "Di Medan, saya mulai bulan Juli tahun 2009, temanya 'berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba'. Sampai dengan hari ini temanya tetap. Untuk 1 tema, mungkin 100 kali lebih dikotbahkan. Kalau bukan gembala, tidak akan bisa mengulang-ulang Firman. Untuk bisa mengulang dan maju, itu adalah karunia Tuhan bagi seorang gembala."

    Dalam penggembalaan, kita dipalu berulang-ulang sampai berkenan kepada Tuhan.
    Yeremia 23: 39
    23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

    'palu'= firman.
    Palu ini untuk menghancurkan batu keras dan tidak beraturan.
    Batu keras artinya:


    • manusia berdosa yang tetap mempertahankan dan mengulang-ulang dosa, sekalipun ia tahu bahwa itu salah atau dosa. Ini batu keras yang harus dipukul berulang-ulang (tidak bisa hanya satu kali).


    • orang yang gampang tersandung dan menjadi sandungan.

      "Sedikit-sedikit bilang 'saya mau berhenti'. Ini banyak terjadi dalam penggembalaan. Baru soal berdiri saat koor, karena tempatnya diambil orang lain yang belum tahu tempatnya, ia sudah mau berhenti dengan berkata, 'saya orang miskin yang tidak dianggap'. Saya juga, saat salaman juga jadi masalah. Ada yang saat salaman setelah selesai ibadah, saya salaman, tetapi saya tidak melihat orangnya sebab waktu itu telinga saya ada yang membisiki (ada yang mau bicara dengan saya). Lalu, ia tidak masuk gereja lagi. Dan saya tahu kalau ia tidak mau ke gereja karena ia merasa miskin dan tidak diperhatikan sampai saya datangi ke rumahnya. Ini bahayanya batu keras."


    • batu kilangan = babel. Ini yang paling keras.
      Wahyu 18: 21
      18:21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

      Babel artinya


      • dosa makan minum (merokok, mabuk dan narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks, nikah yang salah). Ini dosa paling berat dan harus dipalu terus.

        Kalau nikah sudah salah, susah diperbaiki karena keras dan merasa benar terus. Kaum muda juga, saat masa-masa pacaran, susah sekali disentuh.


      • Babel juga menunjuk pada pengajaran palsu yang mengajarkan kemakmuran dan hiburan daging tanpa pengajaran benar (tanpa penyucian).

        Wahyu 17: 4-5
        17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
        17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "
        Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

        = kemakmuran dan hiburan jasmani. Tidak ada Firman, tetapi hanya ada percabulan.
        Gereja jadi entertainment. Ini Babel yang harus disucikan supaya tidak ditenggelamkan.


      • Istilah 'pelacur'= tidak setia. Kalau gembala tidak setia memberi makan sidang jemaat, pelayan-pelayan Tuhan tidak setia melayani, berarti sama dengan batu keras (Babel) dan akan dilemparkan dalam lautan dunia ini sampai tenggelam dalam lautan api dan belerang.


    Inilah dosa-dosa yang harus dipalu/disucikan dalam penggembalaan. Jika kita mau disucikan (dipalu) dalam penggembalaan, maka batu keras yang tidak beraturan menjadi batu hidup = menjadi imam-imam dan raja-raja.
    Menjadi imam-imam juga ada ukurannya. Pelayanan kita tidak sama, tetapi ukuran kita harus sama.
    Ukurannya adalah kesucian (seorang yang suci), bukan kepandaian, kekayaan dan sebagainya. Kalau ukurannya sudah sama yaitu kesucian, baru bisa menjadi satu kesatuan.

    Sekalipun kita kaya atau miskin, ada yang S3 atau tidak tamat SD, tetapi kalau sama-sama suci, kita bisa jadi satu kesatuan (satu ukuran). Tidak perlu saling iri. Ukurannya yang penting!

    "di Lempin-El Kristus Ajaib, tidak lulus SD diterima, lulus SD diterima, sampai doktor Teologia juga diterima. Kenapa? Karena ukuran kami adalah kesucian. Kalau doktor Teologia, mau belajar apa lagi? Ya belajar kesucian. Tuhan sudah tahu siapa yang dipanggil. Jangan mau-maunya sendiri. Yang penting, kita hidup suci dan dipakai oleh Tuhan. Contohnya: mengapa tidak S1 yang dipanggil? Kalau kamu S1, Tuhan sudah mencari yang lain dan kamu tidak dipanggil (diluar panggilan Tuhan karena Tuhan butuh yang tidak lulus SD). Justru karena kamu tidak lulus SD, Tuhan panggil kamu. Begitu juga dengan saya (S1). Kalau saya menunggu lulus S3, saya sudah tidak dipanggil Tuhan. Tuhan tahu kebutuhanNya dan panggilanNya. Jangan merasa lebih pintar dari Tuhan, tetapi apa adanya. Apa adanya ini jangan disalah artikan. Jangan karena tetap berbuat dosa terus masuk panggilan Tuhan. Apa adanya ini dalam hal-hal atau perkara jasmani."

    Efesus 4: 11-12
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12 untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ayat 11: jabatan pelayanan.
    Imam dan raja adalah seorang yang suci. Karena suci, ia memegang jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus ('diperlengkapi'). Kalau dalam satu ukuran kesucian, biar jabatan pelayanan berbeda-beda, tetapi kita dipakai dalam satu kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.

    Inilah imam dan raja (batu hidup), yaitu:


    • seorang yang suci,
    • seorang yang beribadah melayani Tuhan,
    • seorang yang memegang jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.


    1 Petrus 2: 5
    2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang berkenan kepada Allah.

    Batu hidup dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.
    Hasilnya:


    • namanya batu hidup, artinya: hidup dari kemurahan Tuhan, sehingga kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Di mana saja, kapan saja, situasi apa saja, kita tetap hidup, sampai hidup kekal selamanya.
      Hamba Tuhan, bukan hidup dari jemaat, melainkan dari kemurahan Tuhan. Batu itu seharusnya mati, tetapi disebut batu hidup, karena hidup dari kemurahan Tuhan. Sidang jemaat punya toko atau ijazah, perusahaan, itu hanya sarana saja, tetapi kita hidup dari kemurahan Tuhan.

      Pengorbanan kita dalam ibadah melayani tidak sebanding dengan pengorbanan Yesus. Yesus mati supaya kita bisa hidup.


    • disusun rapi, diatur dan dijadikan indah pada waktu-Nya, bukan disiksa.
      Kalau batu bata tidak disusun, maka batu bata hanya akan diinjak-injak. Tetapi kalau dipasang (disusun), maka batu bata bisa menjadi indah.

      "kemarin ada sidang jemaat dan hamba Tuhan yang bertanya, 'Pak Wi, apa tidak capek? kalau lihat jadwalnya Pak Wi, saya sampai tidak bisa berpikir?' Saya katakan, 'jangan dipikir, yang penting dipraktikan'. Ini bukan disiksa, tetapi saya bahagia bisa dipakai oleh Tuhan untuk menggembalakan dua jemaat, ditambah lagi mengajar Lempin-El'."

      Sekalipun seperti batu bata yang bagus dan indah, tetapi jika tidak dipakai oleh Tuhan, ini berarti tidak ada artinya, hanya untuk diinjak-injak dan hancur.

      Sesudah dipakai oleh Tuhan, kita harus setia dan tanggung jawab sesuai dengan:


      • jabatan pelayanan kita sampai garis akhir (sampai meninggal atau sampai Tuhan Yesus datang kembali). Kalau tidak sampai garis akhir, berarti kena gempa (hancur sendiri dan tidak indah hidupnya).
        Jangan coba-coba berhenti melayani dengan alasan apapun!


      • sesuai dengan tempat yang Tuhan tentukan bagi kita.
        Jangan pilih-pilih tempat sendiri! Kalau Tuhan sudah tentukan tempat, mari kita layani sampai garis akhir. Kecuali kalau mutasi dari Tuhan.
        Buktinya kalau mutasi dari Tuhan (bukan dari keinginan diri sendiri), kita semakin meningkat dalam pelayanan.


  3. penyelesaian pembangunan tubuh.
    1 Tawarikh 28: 20
    28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

    Penyelesaian rumah Allah adalah kuat dan teguh hati.
    Banyak godaan dan goncangan sehingga kita tidak bisa sampai garis akhir. Kita harus kuat dan teguh hati, itulah penyelesaiannya.

    Kuat dan teguh hati, artinya:


    • tetap berpegang teguh pada Firman pengajaran benar dan taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran benar apapun resikonya, kita tidak mau diombang ambingkan.


    • tetap hidup benar dan suci di tengah-tengah dosa dan puncaknya dosa apapun resikonya. Mau dosa kecil atau dosa besar, kita tetap benar.

      "Seperti tadi, soal helm, saya diuji. Dulu, saya belum menerangkan firman tentang hidup benar yang dimulai dari yang kecil-kecil. Saya sudah ada pengalaman, dulu 2 Minggu sekali saya diundang ke gereja lain di Surabaya. Kami selalu lewat jalan tol. Karena macet di tol, saya perintahkan pengerja lewat jalan yang tidak boleh supaya cepat. Saya kotbah, tetapi di tengah-tengah kotbah, saya terdiam, tidak bisa bicara, macet dan Tuhan ingatkan, 'kamu mengajar tentang kebenaran, tetapi tadi kamu sendiri naik mobil tidak benar'. Betapa berdosanya saya. Saya mengaku dulu pada jemaat dan Tuhan, setelah itu bisa kotbah lagi. Karena itu, saya ajarkan kepada jemaat supaya tetap hidup benar (kuat dan teguh hati) sekalipun menghadapi dosa-dosa kecil sampai dosa-dosa besar. Seringkali dosa besar kita kuat dan teguh hati, tetapi jatuh pada dosa kecil. Yerikho yang hebat bisa hancur, tetapi menghadapi Ai yang kecil, Israel hancur."


    • tidak kecewa, putus asa dan goyah saat menghadapi apapun juga, tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam beribadah melayani Tuhan.
      Mungkin ada penyakit atau lainnya, ini ujian dari Tuhan, apakah kita kuat teguh hati atau tidak!


    • tetap percaya, berharap dan menyembah Tuhan, mengasihi Tuhan lebih dari semua apapun yang terjadi.

      Sadrakh, Mesakh dan Abednego berkata pada raja, 'jangan paksa saya menyembah patung raja. Kalau Tuhan yang saya sembah tidak menolong, saya tidak akan menyembah patung dan saya tetap menyembah Tuhan'.


    Tahap penyelesaian ini memang diuji. Contoh: setelah tembok-tembok dibangun, lalu dipasang atap, dipasang genting kemudian dinaikki orang untuk diuji kuat atau tidak? Kuat teguh hati ini memang lewat ujian. Kalau tidak ada ujian, kita tidak tahu apakah kita kuat teguh hati atau tidak.
    Soal pengajaran, hidup benar, kesetiaan, kepercayaan dan kasih kita diuji. Saat ada dosa besar atau kecil, pencobaan dan masalah datang, apakah kita kecewa atau tidak? goyah atau tidak?

    Posisi yang demikian (kuat dan teguh hati) adalah seperti Yohanes bersandar di dada Tuhan.
    Yohanes 13: 23
    13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

    'bersandar dekat kepada-Nya' = bersandar di dada Tuhan (dalam terjemahan lama).
    Kalau bersandar di dada manusia, satu waktu kita akan kaget, sebab detak jantung manusia bisa berubah-ubah. Kalau bersandar di dada Tuhan, Ia tidak pernah berubah (damai selalu).

    Dalam Yohanes 13: 23, saat firman dan perjamuan suci dibagikan di tengah-tengah kita, ini merupakan kesempatan kita untuk bersandar di dada Tuhan. Mari kita kembali kuat dan teguh hati! Apapun yang kita hadapi, yang penting, tetap pegang pengajaran, tetap hidup benar, tetap percaya dan tetap menyembah Tuhan (mengasihi Tuhan lebih dari semuanya). Selanjutnya, itu semuanya urusan Tuhan. Tuhan yang mengerjakan semuanya dan kita hanya bersandar di dada Tuhan= kita dipeluk oleh tangan kasih setia Tuhan.
    Hasilnya:


    • Yohanes 21: 20-22
      21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
      21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "
      Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
      21:22 Jawab Yesus: "Jikalau
      Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

      '
      murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus' = Yohanes yang bersandar di dada Tuhan.
      "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" = apa yang terjadi pada orang yang bersandar di dada Tuhan?
      Orang yang bersandar di dada Tuhan, mati hidupnya ada di tangan Tuhan.

      Hasil pertama: hidup mati kita bergantung kepada tangan kasih setia Tuhan. Tuhan yang menentukan segala sesuatu dalam hidup kita. Kita hanya boleh berusaha dan lain-lain, tetapi Tuhan yang menentukan segala sesuatu dalam hidup kita. Kita hanya berserah kepada Tuhan.


    • 1 Tawarikh 19: 13
      19:13 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

      Waktu Israel melawan Aram yang kuat, Yoab memberi nasehat untuk tetap kuat dan teguh hati. Akhirnya Israel menang.

      Hasil kedua: tangan kasih setia Tuhan memberi kemenangan kepada kita semua dan tangan kasih setia Tuhan mampu menjadikan semua baik pada waktu-Nya. Asal kita kuat dan teguh hati, maka yang hancur dan gagal menjadi baik pada waktu-Nya.

      Mungkin pelayanan, niikah, pekerjaan dan masa depan sudah dirusak oleh setan. Mari, kembali bersandar pada Tuhan, kuat teguh hati dan kita percaya bahwa Gembala yang baik sanggup menjadikan semua baik pada waktu-Nya.


    • 1 Tawarikh 28: 20
      28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

      Hasil ketiga:


      • secara jasmani: tangan kasih setia Tuhan sanggup untuk menyelesaikan segala masalah kita, sampai masalah yang mustahil.

        "Mohon maaf, mungkin ada hamba Tuhan yang tidak selesai-selesai membangun gereja, karena kita terlalu berharap pada manusia. Manusia membangun rumahnya sendiri saja banyak yang tidak mampu, apalagi mau membangun rumah Tuhan? Biarlah Tuhan yang membangun dan kita hanya bersandar kepada Tuhan saja dan pasti Tuhan yang menyelesaikan."

        Kalau masalah kita sudah berat dan tidak bisa dipikir, jangan dipikir (nanti bisa masuk rumah sakit jiwa), tetapi kita bersandar di dada Tuhan, sebab Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah kita pada waktu-Nya.

        Tuhan tidak pernah terlambat, kalau seorang Profesor bisa terlambat.
        Lazarus sudah mati 4 hari, tetapi bagi Tuhan tidak ada kata terlambat, Ia selalu tepat waktu.

        Mungkin mata kita melihat sesuatu yang hancur (pelayanan, nikah, perusahaan, masa depan hancur dan tidak ada harapan), tetapi ini belum terlambat, sebab malam ini masih ada kesempatan bagi kita untuk bersandar kepada Tuhan dan Ia selesaikan semuanya.


      • secara rohani: Tuhan akan menyelesaikan pembangunan tubuh Kristus, Dia akan menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia, kita menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan permai. Setetes air mata pun tidak akan ada lagi dan selesai semuanya.

        "Sayalah orang yang sangat membutuhkan dada Tuhan. Saya sering mengeluh pada pengerja dan menasehati anak saya, 'marilah bersungguh-sungguh, beban saya sudah berat, jangan tambahi beban saya lagi, tetapi ringankan'. Saya hanya rindu bersandar di dada Tuhan, di situlah ada tempat yang damai dan aman."

        Dalam Yohanes 13, saat pengajaran diberitakan dan ada perjamuan suci, 2 kemungkinan terjadi:


        1. Yudas hamba Tuhan yang hebat (sebagai bendahara yang dipercaya), tetapi goyah karena perkara yang kecil (kenginan akan uang). Yudas mengorbankan pengajaran yang besar (pribadi Tuhan), sehingga dia kerasukan setan dan terpisah dari tubuh Kristus.
          Hati-hati dengan keinginan akan uang dalam ibadah persekutuan seperti ini! Jangan bermaksud sesuatu dengan perkara kecil, sebab nanti bisa hancur.


        2. sebaliknya, Yohanes adalah rasul yang paling muda (kecil dan tidak berpengalaman), tetapi ia bisa berdandar di dada Tuhan, ia dipeluk tangan kasih setia Tuhan yang besar, lebih besar dari apapun, sehingga Yohanes tidak goyah dan tetap bersama Tuhan selama-lamanya.


    Penyelesaian rumah Tuhan merupakan ujian. Banyak ujian kita alami, tetapi kita harus kuat teguh hati dan bersandar di dada Tuhan. Yudas sudah goyah dan rebah, tetapi Yohanes tetap kuat karena bersandar di dada Tuhan, 'walau seribu rebah di kananku, aku takkan goyah'.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 06 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top