English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Oktober 2008 (Kamis Sore)
Matius 24: 28 'SIKAP GEREJA TUHAN DALAM MENANTI KEDATANGAN TUHAN KE 2X'
...

Ibadah Raya Surabaya, 19 April 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
Kita masih membahas ayat 31, dimana terdengar sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Juli 2011 (Minggu Sore)
Tema Ibadah Persekutuan di Jerman
Tema: "40"
Dalam Alkitab, angka 40 mempunyai arti yang penting, yaitu penamatan daging dengan segala keinginan...

Ibadah Jumat Agung Malang, 29 Maret 2013 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 adalah perintah untuk memberitakan...

Ibadah Persekutuan Papua IV, 04 Maret 2010 (Kamis Pagi)
Ibrani 4: 12
Kita harus hati-hati dalam mengkonsumsi makanan rohani dan jasmani supaya tidak mengakibatkan...

Ibadah Persekutuan Jakarta I, 08 Oktober 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Doa Malang, 20 Juli 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Raya Surabaya, 14 April 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 April 2014 (Sabtu Sore)
Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Januari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu:
ay. 45-47=...

Ibadah Raya Malang, 12 September 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah karena

Ibadah Raya Malang, 23 Oktober 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Doa Surabaya, 01 Februari 2012 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran III Imam-imam dan calon imam-imam Surabaya

Disertai dengan puasa

Matius 26: 69-75
PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali petrus menyangkal Yesus...

Ibadah Doa Malang, 02 Juni 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:31 adalah keadaan ketiga pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu terdengar...

Ibadah Raya Malang, 21 Januari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 September 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Tabut Perjanjian = gereja Tuhan.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (tujuh sidang jemaat di akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi Mempelai Wanita surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Ada tujuh sidang jemaat yang mengalami percikkan darah. Yang pertama adalah sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Wahyu 2: 4-5, 7
2:4. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
2:5. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

2:7. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Sidang jemaat Efesus memiliki sembilan kelebihan, tetapi masih ada cacat cela. Jadi, penyucian terakhir adalah untuk menghapus cacat cela.
Penyucian terakhir dari jemaat Efesus adalah jemaat Efesus telah KEHILANGAN KASIH MULA-MULA dan Tuhan menghendaki supaya jemaat Efesus kembali pada kasih mula-mula.
Jika tidak mau disucikan/tidak mau menerima percikkan darah, maka kaki dian akan diambil dari tempatnya, artinya hidup dalam kegelapan dan kutukan dosa sampai kebinasaan selamanya.
Ay. 7 = tetapi, jika sidang jemaat Efesus/kita semua menerima penyucian terakhir (percikkan darah), maka sidang jemaat Efesus/kita semua akan kembali ke Taman Firdaus. Ini janji Tuhan kepada kita (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 31 Agustus 2014).

Jadi, tujuan Tuhan melakukan percikkan darah terhadap sidang jemaat Efesus/sidang jemaat di akhir zaman adalah supaya kita bisa kembali ke Taman Eden/Taman Firdaus. Percikan darah bukan untuk menyakiti kita, sekalipun percikkan darah memang sakit bagi daging.

Mengapa Tuhan mau mengembalikan sidang jemaat Efesus/kita semua ke Taman Eden?:
Kejadian 2: 25
2:25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Pada mulanya, Tuhan menciptakan manusia sama mulia dengan Tuhan = memiliki pakaian kemuliaan, sehingga walaupun telanjang tetapi tidak merasa malu dan ditempatkan di Taman Eden. Tetapi sayang, dalam Kejadian 3: 7, 10, manusia jatuh ke dalam dosa.

Kejadian 3: 7, 10
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini,
aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

Akibat dosa, maka Adam dan Hawa kehilangan pakaian kemuliaan, sehingga telanjang dan takut/malu (ditutupi dengan daun pohon ara dan bersembunyi) dan diusir dari Taman Firdaus ke dalam dunia yang penuh dengan kutukan (duri-duri, susah payah, air mata dan lain-lain).

Sesudah ada di dalam dunia, setelah mendengar cerita Adam dan Hawa, seharusnya manusia berhenti berbuat dosa supaya bisa bersuasana Firdaus lagi. Tetapi, semua manusia malah berbuat dosa bahkan sampai puncak dosa.

Roma 3: 23
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, maka semua manusia di dunia sudah berbuat dosa bahkan sampai puncaknya dosa, yaitu:

  • dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba.
  • dosa kawin-mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks, kehancuran nikah sampai nikah yang salah.

Akibatnya: manusia seperti anjing dan babi= telanjang dan tidak tahu malu, sehingga manusia tidak bisa kembali ke Firdaus dan hidup dalam kutukan dosa (susah payah, air mata, kepedihan, letih lesu dan beban berat) sampai menuju kebinasaan selama-lamanya/neraka.

Tuhan tidak rela kalau manusia yang diciptakan-Nya menjadi telanjang, terkutuk dan menuju kebinasaan selamanya. Oleh sebab itu Tuhan merindu dan berusaha untuk mengembalikan manusia ciptaan-Nya ke Taman Eden/Taman Firdaus dan berbahagia bersama Dia. Ini merupakan kasih, kemurahan dan kebaikan Tuhan terutama bagi kita sidang jemaat bangsa kafir.
Bagaimana caranya?:
Inisiatif dari Tuhan, yaitu Tuhan mengupayakan untuk mengembalikan pakaian kemuliaan kepada manusia berdosa/sidang jemaat bangsa kafir yang telanjang.

Kejadian 3: 21
3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Tuhan menutupi ketelanjangan manusia/sidang jemaat bangsa kafir untuk mengembalikan pakaian kemuliaan kepada kita lewat korban pendamaian.

Ada tiga tingkatan korban pendamaian:

  1. di Taman Eden.
    Tuhan membuat pakaian dari kulit binatang dengan cara menyembelih dan menguliti binatang. Tetapi binatangnya belum jelas/samar-samar dan hanya berlaku untuk dua orang = nikah.
    Dari sini kita mengambil pelajaran, bahwa nikah harus diperdamaikan. Jangan sampai di dalam nikah ada kepahitan hati, iri hati dan dendam. Tetapi nikah harus diperdamaikan.

    Tetapi, dengan pakaian dari kulit binatang, Adam dan Hawa masih diusir dari Taman Eden ke dalam dunia. Berarti pakaian ini masih belum cukup.


  2. di zaman Taurat.
    Korban binatang sudah jelas yaitu:


    • lembu: untuk orang kaya.
    • kambing - domba: untuk kalangan menengah.
    • burung tekukur: untuk kalangan yang miskin.


    Tetapi, hanya berlaku untuk satu bangsa, yaitu bangsa Israel, umat pilihan Tuhan. Bangsa kafir tidak mendapat bagian di dalamnya, sehingga bangsa kafir tidak bisa kembali ke Firdaus. Oleh sebab itu ada tingkat yang ketiga.


  3. zaman akhir/zaman gereja.
    Yohanes 19: 23-24
    19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
    19:24 Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

    Di zaman akhir, kita tidak perlu lagi membawa korban binatang, sebab segala korban binatang sudah digenapkan oleh kurban Kristus di kayu salib.
    Jadi, Yesus sebagai Anak Domba Allah harus disembelih/mati di kayu salib dan dikuliti = ditelanjangi, sehingga pakaian-Nya bisa digunakan untuk menutupi ketelanjangan gereja Tuhan di akhir zaman (bangsa kafir).

    Jadi, satu-satunya jalan untuk kembali ke Firdaus hanya lewat kurban Kristus (kasih mula-mula).

Dari kayu salib, Yesus memberikan pakaian-Nya kepada kita untuk menutupi ketelanjangan bangsa kafir. Ada tiga macam pakaian Yesus yang diberikan kepada kita:

  1. Yohanes 19: 23
    19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

    Pakaian Yesus yang pertama diberikan kepada kita: pakaian Yesus yang dibagi menjadi empat bagian = pakaian keselamatan/pakaian kebenaran untuk manusia di empat penjuru bumi. Tidak peduli bangsa apa, tinggal mau atau tidak.

    Bagaimana kita bisa menerima pakaian keselamatan?:
    Kita bisa menerima pakaian keselamatan lewat menerima injil keselamatan (kabar baik).

    Efesus 1: 13
    1:13 Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Injil keselamatan adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa= untuk memberikan pakaian keselamatan kepada manusia yang telanjang (menutupi ketelanjangan manusia berdosa).

    Bukti menerima pakaian keselamatan/pakaian kebenaran (merupakan empat dasar kekristenan).
    4 dasar ini harus dimantapkan, sebab ini menentukan bangunan di atasnya. Kalau dasarnya kuat, ada pilar (kesempurnaan):


    • iman/percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar Firman Kristus (= firman yang diurapi Roh Kudus).
      Saat-saat mendengar Firman adalah saat-saat yang menentukan apakah dasar kekristenan kita kuat atau tidak (dari batu atau tanah).
      Urapan Roh Kudus membuat kita mendengar firman dengan sungguh-sungguh sampai mengerti Firman dan percaya/yakin pada firman = dasar yang kuat.


    • bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan (mati terhadap dosa).
      1 Petrus 2: 1
      2:1 Karena itu buanglah segala kejahatan(1), segala tipu muslihat(2) dan segala macam kemunafikan(3), kedengkian(4) dan fitnah(5).

      Bertobat dimulai dengan membuang lima dosa, yaitu membuang kejahatan sampai membuang dusta (tipu muslihat). Selama kita masih berdusta, berarti kita belum bertobat.
      Tetapi kalau tidak berdusta, itu berarti kita mulai bertobat.


    • baptisan air dan baptisan Roh Kudus.
      Yaitu lahir baru dari air dan Roh, sehingga kita menjadi sama seperti bayi yang baru lahir (bayi yang rohani), yaitu:
      1 Petrus 2: 2
      2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,


      • hidup dalam kebenaran.
      • selalu merindu air susu yang murni dan yang rohani = hanya rindu Firman penggembalaan yang benar.
        Gembala bagaikan ibu yang memberikan susu, tetapi juga bagaikan ayah yang menegor dan menasihati lewat firman pengajaran untuk menyucikan supaya kita bertumbuh secara rohani sampai menuju kesempurnaan.

        Bayi yang baru lahir selalu rindu akan air susu, tidak mau yang lain. Kedatangan kita malam ini untuk beribadah, apakah seperti bayi atau tidak?
        Kalau ingin jodoh, ingin ini, ingin itu, itu bukan bayi. Tetapi kalau bayi, hanya rindu air susu yang murni dan yang rohani (Firman penggembalaan yang benar).
        Ini sama dengan memiliki perasaan yang benar, sehingga bisa tergembala dengan benar dan baik.


      Bayi yang baru lahir, telanjang dan tidak malu. Pada waktu Adam dan Hawa diciptakan, mereka juga telanjang dan tidak malu.
      Kalau kita lahir baru dari air dan Roh, hidup benar dan perasaan benar, tergembala dengan benar dan baik, maka kita menjadi seperti bayi yang baru lahir, yaitu telanjang dan tidak malu, sebab ada pakaian keselamatan (bagian dari pakaian kemuliaan yang hilang), kita dibenarkan dan diselamatkan.

      Mazmur 5: 13
      5:13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

      Hasilnya: kita dipagari dengan berkat dan anugerah Tuhan = kembali ke suasana Firdaus.
      Dunia ini penuh dengan kutukan, tetapi kita dipagari. Seperti di dalam Tabernakel, dunia bagaikan padang pasir yang panas, tetapi kalau berada di dalam Tabernakel, maka kita dipagari = dipisahkan dari dunia yang terkutuk = kita kembali ke suasana Firdaus.
      Dimanapun kita berada, kita akan dipagari dengan berkat dan anugerah Tuhan.
      Di dalam nikah, kita dipagari sehingga suasana kutukan tidak bisa masuk. Dalam pekerjaan kita juga, kalau memiliki pakaian keselamatan, maka kita dipagari sehingga pekerjaan kita bersuasana Firdaus, begitu juga dalam studi dan lain-lain. Kutukan tidak bisa menjamah.


  2. Yohanes 19: 23-24
    19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
    19:24 Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

    Pakaian Yesus yang kedua diberikan kepada kita: jubah yang diundi.
    Artinya: tidak semua orang mendapatkan, tetapi hanya orang yang mendapatkan kemurahan Tuhan = hanya orang pilihan yang bisa menerima jubah Yesus.

    Hati-hati! Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih!
    Tadi, banyak yang sudah menerima pakaian keselamatan, hidup benar dan diberkati. Tetapi sesudah itu hati-hati! Sebab banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Hanya sedikit yang menerima jubah Yesus.

    Ada dua pengertian jubah Yesus:


    • Wahyu 19: 11, 13, 16
      19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
      19:13 Dan Ia memakai
      jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
      19:16 Dan
      pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

      'Yang Setia dan Yang Benar'= Yesus.
      'Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan' = Yesus sebagai Mempelai Pria Surga (Wahyu 19: 6-7).

      Arti pertama: jubah yang ditulisi Raja segala raja = Firman Allah yang ditulisi nama Mempelai Pria Surga = Kabar Mempelai (firman pengajaran Mempelai).

      Kalau tadi, banyak yang menerima injil keselamatan (pakaian keselamatan). Tetapi, hanya sedikit yang menerima Kabar Mempelai, hanya yang dipilih saja. Banyak orang yang hanya puas menerima pakaian keselamatan (kebenaran dan diberkati), sesudah itu tidak tahu harus kemana.
      Harus menjadi pilihan sama dengan harus menerima Kabar Mempelai/firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

      Dalam 2 Korintus 4: 3-4, Kabar Mempelai disebut juga sebagai cahaya injil tentang kemuliaan Kristus.
      2 Korintus 4: 3-4
      4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
      4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

      Kabar Mempelai = cahaya injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah wujud Allah, yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan sidang jemaat bangsa kafir (orang-orang yang sudah selamat) sampai menjadi sempurna seperti Yesus dan menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

      "Jadi, itulah mengapa Bapak Pendeta In Juwono almarhum tidak menggunakan istilah yang lain, tetapi menggunakan istilah 'Kabar Mempelai'. Sebab dalam Amsal 25: 25, disebut 'kabar baik'. Jadi, kabar baik harus ditingkatkan menjadi Kabar Mempelai. Ini sejarahnya. Jadi, berdasarkan ayat semua.

      Inilah Kabar Mempelai yang diproklamirkan oleh para sesepuh kita, Bapak Pendeta In Juwono almarhum, Bapak Pendeta Totaijs almarhum. Juga diproklamirkan oleh gereja-gereja lain. Kabar Mempelai diproklamirkan di Go Skate pada tahun 1981. Seluruh hamba Tuhan dan pengurus GPT mendukung Kabar Mempelai. Setelah dikabarkan ke Filipina, maka namanya diganti menjadi 'Kabar Mempelai Internasional', karena dikabarkan ke luar negeri. Inilah sejarah yang benar.
      "

      Jadi, jangan hanya mengenal Yesus sebagai Juruselamat, itu hanya panggilan. Sebab saat menghadapi pencobaan dan tidak ditolong, maka akan bersungut-sungut dan menyangkal Dia.
      Kita harus mengenal Yesus sebagai Mempelai, dimana kita selalu butuh.
      Suami = kepala.
      Baik kita ditolong atau tidak, kita selalu butuh kepala.

      Lukas 23: 39
      23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"

      Jika kita hanya mengenal Yesus sebagai Juruselamat, Penolong dan lain-lain, maka kita bisa menghujat Yesus saat menghadapi pencobaan/kesulitan.
      Jadi, pengenalan kita kepada Yesus harus ditingkatkan, yaitu sampai mengenal Yesus sebagai Mempelai Pria Surga lewat Kabar Mempelai, yang bisa menguatkan kita saat menghadapi pencobaan.

      Kalau kita mengenal pribadi Yesus sebagai Mempelai Pria Surga/menerima Kabar Mempelai, dalam 2 Korintus 4, firman pengajaran adalah harta yang diisi dalam bejana tanah liat. Saat kita tidak ada harapan, kita tidak putus asa, saat ditindas, kita tidak terjepit. Ini sama dengan Firman memberi kekuatan kepada kita.
      Kabar Mempelai (firman pengajaran) memberi kekuatan ekstra kepada kita saat menghadapi pencobaan dan masalah, sehingga kita tidak putus asa, kecewa dan menghujat Tuhan tetapi tetap mengucap syukur kepada Tuhan.

      Tetapi, penjahat yang disalib di sebelah kiri Yesus hanya mengenal Yesus sebagai Juruselamat. Saat dia menghadapi pencobaan, maka dia menghujat Yesus. Nanti akan banyak yang menghujat Tuhan saat menghadapai pencobaan, apalagi pada saat masa pra aniaya antikris.
      Sekarang mungkin menghina firman pengajaran (dianggap terlalu lama), tapi satu waktu saat pencobaan semakin meningkat, apalagi sudah masuk Getsemani/masa pra aniaya antikris, akan banyak yang gugur seperti penjahat ini.

      Inilah gunanya kita harus bersaksi, sekarang memang pencobaan belum meningkat, tetapi satu waktu akan mencapai titik Getsemani/masa pra aniaya antikris.
      Sudah terbukti, murid-murid/rasul-rasul saja terbirit-birit. Apalagi kita, kalau tidak menerima Kabar Mempelai.

      Kalau menerima Kabar Mempelai, kita ada kekuatan. Semakin disucikan, kita semakin kuat menghadapi pencobaan apapun sampai menghadapi antikris.

      Tetapi syukur kalau kita menerima Kabar Mempelai. Semakin kita disucikan, kita semakin kuat menghadapi pencobaan apapun, kita tidak akan kecewa, putus asa, bersungut dan menghujat tetapi mengucap syukur selalu pada Tuhan. Kita harus belajar mengucap syukur kepada Tuhan.

      Kalau kita sudah disucikan, maka kita akan menerima jubah yang kedua, yaitu jabatan pelayanan.


    • Efesus 4: 11-12
      4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12 untuk
      memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Arti kedua: jubah = jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus yang dipercayakan oleh Tuhan kepada seorang yang SUCI.
      Bukan kepada orang pandai atau bodoh, tetapi kepada orang yang suci. Ini keadilan Tuhan.

      Lima jabatan pokok, bisa dijabarkan menjadi pemain musik, penyanyi dan lain-lain. Syaratnya hanya suci.

      Contoh: Yusuf yang diberi jubah maha indah.
      Jadi, jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus = jubah Yusuf yang maha indah. Yusuf disucikan dulu, baru menerima jubah maha indah.

      Kejadian 37: 2
      37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun -- jadi masih muda -- biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

      Dimana kita mengalami penyucian? Di dalam kandang penggembalaan (Ruangan Suci). Inilah tempat jaminan untuk hidup suci.
      Sehebat apapun hamba Tuhan/pelayan Tuhan, kalau tidak berada di kandang penggembalaan, tidak bisa disucikan.
      Kalau beredar-edar seperti pohon ara di pinggir jalan, pasti akan kering.

      'biasa menggembalakan kambing domba' = masuk Ruangan Suci = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

      Yesus saat berusia 12 tahun berada di Bait Allah.
      Yusuf saat berusia 17 tahun sudah biasa menggembalakan kambing domba.
      Jadi, usia 12-17 tahun adalah usia yang efektif untuk digembalakan (tekun dalam penggembalaan), sebab usia ini merupakan masa pancaroba, di mana daging sedang kuat-kuatnya. Ini harus dimasukkan kandang penggembalaan supaya daging dibendung.

      Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita mengalami penyucian secara intensif sampai penyucian mulut.
      Yusuf tahu bahwa kakak-kakaknya benci kepadanya, tetapi Yusuf menceritakan segala kejahatan kakak-kakaknya kepada ayahnya.
      Jadi, dalam penggembalaan kita mengalami penyucian mulut = menyatakan kebenaran (menyatakan pengajaran benar), artinya:


      • mulut berkata yang benar, termasuk menyatakan pengajaran yang benar = jujur (ya katakan 'ya', tidak katakan 'tidak').
      • berani bersaksi tentang pengajaran yang benar.
      • sampai satu waktu mulut tidak salah dalam perkataan = sempurna seperti Yesus (Yakobus 3: 2).


      Hasilnya: kita akan dipercaya:


      • Yohanes 19: 23
        19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

        Yang pertama: jubah hanya satu tenunan saja = satu kesatuan, artinya kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus/kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna.
        Kalau di rumah tangga sudah pakai jubah, berarti sudah menuju kesatuan tubuh Kristus.


      • jubah tidak berjahit = tidak ada campur tangan manusia, tetapi murni dari Tuhan.
        Kalau kita sudah mulai disucikan, maka Tuhan memberikan beban di hati untuk melayani.


      • jubah pelayanan = jubah Yusuf yang maha indah= hidup kita indah.
        Kejadian 37: 3
        37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

        Kesaksian:
        "Dulu saya takut menjadi gembala. Karena pengalaman saya waktu tinggal di gereja, gembalanya dicaci maki dan lain-lain. Saya komitmen pada Tuhan, 'Saya mau menjadi hamba Tuhan sepenuh, tinggalkan semuanya, tetapi saya tidak mau menjadi gembala'. Sebab menjadi gembala itu susah sekali, sudah menyiapkan Firman, saya melihat gembala saya. Hanya berada di kamar untuk menyiapkan Firman, sudah agak tua tetapi masih dimarahi dan dicaci maki orang. Saya mengetahui sendiri, karena pada saat itu beliau memanggil saya, 'Tolong bantu Om, ya'.
        Beliau dicaci maki, tetapi tidak melawan, saya yang melawan. Sejak saat itu saya tidak mau jadi gembala, karena susah.
        "

        Tetapi itu salah, setiap jabatan pelayanan bukan untuk membuat hidup kita susah, justru jubah itu membuat hidup kita menjadi indah dan berhasil.


  3. Wahyu 19: 6-8
    19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
    19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai
    kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

    Pakaian Yesus yang ketiga diberikan kepada kita: pakaian kemuliaan = pakaian mempelai (pakaian lenan halus yang putih berkilau-kilauan).

    Wahyu 7: 13-14
    7:13 Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
    7:14 Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah
    mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

    Darimana mendapatkan jubah putih berkilau-kilauan? Lewat dicuci/dicelup dalam darah.

    Pakaian yang dicuci/dicelup dalam darah = percikkan darah = sengsara daging bersama Yesus/sengsara daging tanpa dosa.
    Saat menghadapi percikkan darah, jangan kecewa dan putus asa. Sebab banyak yang berkata, 'Saya sudah hidup benar, hidup suci, sudah digembalakan, tetapi kenapa sengsara? Dulu, sebelum saya tekun tiga macam ibadah, tidak sengsara begini'.
    Ini salah, sebab kalau mengalami sengsara daging bersama Tuhan, berarti kita maju satu langkah karena kita mau mendapatkan pakaian kemuliaan.

    Bentuk percikkan darah:


    • doa puasa,
    • doa semalam suntuk,
    • difitnah, digosipkan yang tidak baik, tidak salah tetapi disalahkan,
    • sengsara karena melayani Tuhan.


    Saat jubah dicelup dalam darah/mengalami sengsara daging tanpa dosa (percikkan darah), kita sedang dikhususkan oleh Tuhan dan kita sedang mendapat kasih karunia Tuhan yang besar, tak terbatas dan lebih dari apapun di dunia.
    Tidak banyak yang dikhususkan. Tadi, banyak yang diberkati dan selamat (banyak yang dipanggil). Kemudian, sudah tinggal sedikit yang bisa tergembala dan melayani Tuhan (banyak dipanggil, sedikit dipilih). Dan lebih lagi, kalau kita sengsara daging tanpa dosa (dikhususkan).

    Kesaksian:
    "Ada kesaksian dari seorang dokter spesialis di Medan, waktu untuk beribadah lebih banyak daripada waktu untuk praktik. Tetapi Tuhan tidak biarkan. Ini namanya dikhususkan oleh Tuhan. Kalau dokter spesialis, satu orang pasien sudah berapa?"

    1 Petrus 2: 19
    2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Sengsara daging tanpa dosa/percikkan darah digambarkan seperti wanita hamil yang hendak melahirkan. Maksudnya adalah wanita hamil yang baik bukan karena dosa, sebab hamil juga merupakan berkat dan karunia Tuhan.
    Wanita hamil penderitaannya makin hari makin bertambah, sampai sembilan bulan sembilan hari saat hendak melahirkan merupakan saat paling tidak berdaya (puncak penderitaan).
    Kita harus bertahan, karena inilah percikan darah, kita menunggu sampai saat melahirkan.
    Sesudah melahirkan, kita akan lupa akan penderitaannya.

    Tetapi hati-hati! Justru saat-saat menjelang mau melahirkan (sengsara yang meningkat sampai puncak penderitaan), ada dua kemungkinan, yaitu:


    • putus asa dan kecewa sehingga mencela/menghujat Tuhan. Ini akan telanjang dan terhilang selamanya.
    • menyembah Tuhan = mengerang dan mengeluh kepada Tuhan.
      Wanita yang mau melahirkan hanya mengeluh dan mengerang pada Tuhan, tidak ada lagi yang bisa diperbuat.

      Kita mengeluh dan mengerang kepada Tuhan untuk:


      • mau mengalami pembebasan tubuh = mau mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
        Roma 8: 22-23
        8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
        8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

        Ibu yang mau melahirkan harus kuat teguh hati (tidak kecewa, putus asa, tetapi tetap berpegang pengajaran banar dan selalu mengucap syukur) dan taat dengar-dengaran. Ini merupakan mujizat terbesar.
        Seperti Abraham disuruh menyembelih Ishak, bisa taat. Ini mujizat terbesar.
        Petrus disuruh menebarkan jala pada saat siang hari di tepi pantai. Banyak nelayan yang melihat, bisa dianggap stress, tetapi Petrus menebarkan jala. Ini mujizat terbesar.


      • menghadapi naga = pencobaan-pencobaan yang berat/mustahil sampai antikris.
        Kita mengeluh dan mengerang, sehingga Tuhan menolong untuk menyelesaikan masalah kita (mujizat jasmani terjadi).

        Wahyu 12: 1-3
        12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
        12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
        12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah,
        seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

        'seekor naga merah padam yang besar' = setan dengan pencobaan yang mustahil dan antikris yang tidak bisa kita hadapi selain hanya dengan mengeluh dan mengerang pada Tuhan supaya kemurahan, kebaikan dan kuasa Tuhan bekerja untuk menyelesaikan segala masalah kita.

        Kuasa Tuhan akan melindungi dan memelihara kita, sampai saat antikris berkuasa, kita diterbangkan ke padang belantara dengan sayap burung nasar, kita dilindungi dan dipelihara Tuhan selama 3,5 tahun.

        Sampai mujizat terakhir, saat Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Yesus untuk layak menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan permai. Kita masuk dalam Perjamuan Kawin Anak Domba, sesudah itu KEMBALI KE FIRDAUS yang Akan Datang/Kerajaan 1000 Tahun Damai yang akan datang sampai masuk Yerusalem Baru selama-lamanya.

Inilah kerinduan Tuhan. Tuhan tidak rela kalau manusia yang diciptakan-Nya/gereja Tuhan di akhir zaman hanya menjadi seperti anjing dan babi, telanjang, terkutuk dan binasa selamanya.
Tuhan mau mengembalikan kita yang telanjang untuk mendapatkan kembali pakaian keselamatan, pakaian kesucian (jubah jabatan) sampai pakaian kemuliaan sekalipun melewati percikkan darah/sengsara yang meningkat.
Kalau menghadapi sengsara yang makin meningkat, jangan heran, tetapi kita ingat bahwa kita seperti perempuan yang sedang hamil dan mau melahirkan. Tetapi satu waktu, pada titik tertentu, kita akan dibebaskan dari semuanya oleh Tuhan.

Kalau tadi seperti perempuan hamil yang hendak melahirkan, ada satu lagi contoh yaitu penjahat yang disalib di sebelah Yesus. Penjahat adalah kehidupan yang najis, jahat, gagal dan hancur= sengsara konyol (sengsara karena kesalahannya sendiri). Tetapi di akhir puncak penderitaannya, yang satu mencela Yesus, yang satu mengeluh dan mengerang/menyembah Tuhan. Dia minta ampun karena kesalahannya sendiri, ia menjadi sengsara ('Dia tidak bersalah, kitalah yang salah') dan menyembah Dia sebagai Raja ('Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja').

Mungkin malam ini ada yang sengsara karena salahnya sendiri, tetapi masih ada jalan lewat mengeluh dan mengerang pada Tuhan (minta ampun dan menyembah Dia).
Maka saat itu Tuhan berkata, "Hari ini juga, engkau berada di Firdaus".
Hari ini juga, KITA KEMBALI KE FIRDAUS. Kalau penjahat saja bisa kembali ke Firdaus, maka kita hamba Tuhan dan pelayan Tuhan pasti bisa kembali ke Firdaus asal kita mau mengeluh dan mengerang pada Tuhan di puncak penderitaan (mengaku dosa dan menyembah Tuhan).

Kita hanya menyeru nama Yesus apapun keadaan kita. Di puncak penderitaan atau di puncak keberhasilan, kita tetap menyembah Tuhan supaya tidak jatuh dan serahkan hidup kepada Tuhan.

Kuasa, kemurahan dan kebaikan Tuhan mampu memindahkan kita dari suasana kutukan menjadi suasana Firdaus. Dan jika Tuhan datang, kita benar-benar kembali ke Firdaus.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top