English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 20 November 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 November 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11: 37-54 => Yesus mengecam orang-orang Farisi...

Ibadah Doa Malang, 04 April 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Raya Malang, 03 Oktober 2010 (Minggu Pagi)
1 Samuel 20:3
20:3 Tetapi Daud menjawab, katanya: "Ayahmu tahu benar, bahwa...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Juli 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 14 Juli 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 2:1-20 adalah tentang Kelahiran Yesus.
Ayat 1-6 adalah situasi saat kelahiran Yesus, yaitu...

Ibadah Doa Malang, 28 Mei 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:12
9:12 Celaka yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 September 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 1-48 menunjuk pada pintu tirai; perobekan daging...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Februari 2009 (Minggu Sore)
Wahyu 22: 20 -> Tema ibadah di Medan.
"Ya, Aku datang segera"= kesiapan Tuhan Yesus untuk...

Ibadah Doa Malang, 25 Agustus 2009 (Selasa Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Oktober 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:27-32 berjudul Lewi pemungut cukai mengikut...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Juni 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam dan selamat mendengarkan Firman Tuhan, biarlah kiranya berkat kasih karunia dan damai sejahtera...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Juni 2010 (Minggu Sore)
Kita mengenal Yesus bukan hanya sebagai Tabib dan penolong, tapi puncaknya, kita mengenal Dia sebagai Mempelai Pria...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Juli 2017 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda Ibadah PTK di Medan Selasa Malam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 23 Desember 2018 (Minggu Sore)

Penyerahan Anak

Keluaran 15: 26
15:26. firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."

Kita menyerahkan anak bernama Rafeilla, artinya: Tuhan yang menyembuhkan.
Syarat untuk bisa bertemu dengan Tuhan yang menyembuhkan adalah mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman Tuhan. Ini adalah sifat dari domba yang digembalakan.

Kalau mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman, hasilnya:

  1. Bertemu dengan Jehovah Rapha--Tuhan yang menyembuhkan--; Tuhan akan memberikan kesembuhan dan kesehatan secara jasmani, tetapi juga secara rohani yaitu:


    1. Tidak berbuat dosa--hidup benar. Saat berbuat dosa, rohani kita sakit.
    2. Bisa beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar--menjadi senjata kebenaran.


  2. Bertemu dengan Jehovah Ra'ah/Jehovah Roi--Tuhan Gembalaku.
    Mazmur 23: 1
    23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

    'takkan kekurangan', artinya:


    1. Pemeliharaan hidup secara berlimpah di tengah kesulitan dan ketidakberdayaan kita--sampai kita mengucap syukur kepada Tuhan.
    2. Ada masa depan yang berhasil dan indah.
    3. Kesempurnaan, tidak bercacat cela saat Yesus datang kembali kedua kali, dan bisa bertemu Tuhan selama-lamanya..

Inilah dasar penyerahan anak malam ini. Harus taat dengar-dengaran dan tergembala, baru bisa bertemu dengan Jehovah Rapha--Tuhan menyembuhkan--dan Jehovah Ra'ah--Tuhan Gembalaku--yang bisa memelihara secara berkelimpahan dan menyempurnakan kita untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Tuhan memberkati.


Ibadah Raya

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 10-11
8:10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
8:11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

Ini adalah peniupan SANGKAKALA KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Anak Allah atas dunia; jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, sehingga banyak yang mati--KEPAHITAN--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Desember 2018).

Secara jasmani ini akan terjadi. Sekarang dalam arti rohani.
Bintang besar adalah kehidupan yang dipakai Tuhan secara khusus dan diurapi Roh Kudus. Contoh: Saul, Kain--dipakai secara khusus dan diurapi Roh Kudus--, tetapi menjadi iri hati, membenci tanpa alasan terhadap yang lain, sehingga mengalami kematian rohani--kehilangan urapan Roh Kudus--, dan mulai berdusta, memfitnah, mengancam, dan mengucilkan yang benar, sampai membunuh, dan puncaknya menjadi antikris yang menganiaya dan membunuh hamba/pelayan Tuhan secara besar-besaran selama tiga setengah tahun (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2018 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 Desember 2018).

Mulai sekarang hati-hati, kalau berdusta, memfitnah--menjelekkan orang benar dan membela yang salah--, itu sudah apsintus; hatinya sudah pahit, kalau dibiarkan, akan membunuh orang benar, bahkan menjadi antikris yang menganiaya dan membunuh hamba/pelayan Tuhan secara besar-besaran selama tiga setengah tahun.

Jadi, bintang besar bisa jadi apsintus dan bisa menjadi antikris kalau tidak hati-hati. Awalnya dipakai Tuhan secara khusus dan diurapi Roh Kudus, tetapi kalau ada kepahitan, iri, dendam, benci dan lain-lain, ia akan menjadi antikris.

Siapa antikris itu? Berasal dari antara kita--hamba/pelayan/anak Tuhan--, tetapi tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita.
1 Yohanes 2: 18-19
2:18. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
2:19. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

'waktu yang terakhir'= akhir zaman.
Tidak sungguh-sungguh= tidak berjaga-jaga; sama dengan LALAI. Di antara kita ada yang menjadi antikris karena lalai.

Paling sedikit ada dua macam kelalaian sehingga bisa menjadi antikris:

  1. Yeremia 48: 10
    48:10. Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

    Kelalaian yang pertama: lalai dalam pekerjaan Tuhan; lalai dalam ibadah pelayanan.
    Banyak kegiatan jasmani kita di dunia, tetapi jangan lupa, itu semua maksimal sampai liang kubur. Jangan lupa ada kegiatan rohani yang membawa kita sampai kekal selamanya, itulah ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Kita tidak dihalangi untuk bekerja yang jasmani, tetapi masih ada kegiatan rohani yang membawa pada hidup kekal.
    Matius 25: 25-26, 30
    25:25. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
    25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu,
    hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
    25:30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    'menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah'= diberi satu talenta lalu disimpan dalam tanah.

    Lalai dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sama dengan menjadi hamba Tuhan yang jahat dan malas.
    Malas= tidak setia. Kalau tidak setia, pasti jahat, tidak mungkin tidak.

    Hamba yang Jahat dan malas sama dengan hamba yang tidak berguna. Biar dia hebat, tetapi tidak berguna, bahkan merusak tubuh Kristus.
    Amsal 18: 9
    18:9. Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

    'si perusak'= setan yang merusak pembangunan tubuh Kristus.
    Jangan lalai! Tuhan tolong kita semua.

    Kalau jahat dan malas, akibatnya: masuk dalam kegelapan yang paling gelap; suasana kutukan dan kertak gigi--penderitaan lahir batin--, sampai kebinasaan untuk selamanya--'campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap'.

    Yang Tuhan cari adalah kehidupan yang setia, yaitu:


    • Amsal 20: 6-7
      20:6. Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
      20:7. Orang benar yang bersih kelakuannya--berbahagialah keturunannya.

      Kalau hanya berhenti sampai pada baik hati, kita kalah dengan yayasan di dunia. Baik hati, tetapi tidak setia, tidak ada gunanya.

      Yang pertama: Tuhan sedang mencari hamba/pelayan Tuhan yang setia dan benar dalam ibadah pelayanan, sesuai dengan jabatan pelayanan yang Dia percayakan.

      Setia dan benar sama dengan memakai ikat pinggang.
      Yesaya 11: 5
      11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

      Menjadi hamba/pelayan Tuhan yang setia dan benar sama dengan beribadah melayani Tuhan dengan berikat pinggang--perhiasan mempelai--; memberi makan minum Yesus; memuaskan Yesus, dan urusan makan minum kita menjadi urusan Tuhan.
      Lukas 17: 7-8
      17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
      17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

      Tuhan yang menjamin pemeliharaan hidup kita di tengah ketidakberdayaan kita di dunia yang tandus bagaikan padang gurun. Dia memelihara kita secara berlimpah--sampai mengucap syukur--, dan Dia memuaskan kita sampai mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan; semua rapi dan indah.
      Urusan kita adalah beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar.


    • Yang kedua: Tuhan mencari hamba/pelayan Tuhan yang setia dan baik.
      Amsal 20: 6
      20:6. Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

      Matius 25: 21
      25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

      Setia dan baik artinya:


      • Setia dan mempunyai hati nurani yang baik, yaitu bisa membedakan dengan tegas apa yang benar dari pada yang tidak benar, terutama Tuhan yang benar dan tidak benar; pengajaran yang benar dan tidak benar; pelayanan yang benar dan tidak benar, nikah yang benar dan tidak benar, dan semua yang benar dan tidak benar.

        Murid-murid di tengah gelombang lautan tidak bisa membedakan Tuhan dan hantu karena hati nuraninya kurang baik.
        Tetapi kalau hati sudah baik, sudah bisa membedakan. Kita bisa membedakan sampai tidak salah pilih dalam segala hal. Kita memilih yang benar dan berkenan kepada Tuhan.

        Banyak yang salah pilih karena melihat orang. Contoh: untuk menjatuhkan Yesus yang benar, akhirnya memilih Barabas untuk dibebaskan--sama dengan kebenaran sendiri.
        Jangan salah pilih!


      • Hanya melakukan perbuatan baik; tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan.
      • Perkataan yang baik; perkataan yang menjadi berkat bagi orang lain, mengagungkan dan memuliakan Tuhan.


      Matius 25: 21
      25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

      Kalau setia-benar dan setia-baik, hasilnya:


      • Diberi tanggung jawab dalam perkara besar; dipakai secara khusus dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan.

        "Tadi kesaksian sangat menyentuh: Kalau bukan karena Tuhan saya sudah tidak ada. Melihat prosesnya, saya hanya bisa terus berdoa. Kemurahan Tuhan, bisa sampai sekarang. Bukan berarti yang meninggal tidak dapat kemurahan. Tetap sama-sama kemurahan Tuhan. Tetapi kalau diberi panjang umur--kemurahan Tuhan--, kalau hanya untuk bekerja lebih baik meninggal, sudah bersama Tuhan. Bukan itu! Kalau diberi panjang umur oleh Tuhan, nomor satu untuk dipakai Tuhan dalam perkara besar; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kalau ada yang meninggal berarti sudah dianggap cukup oleh Tuhan. Itu adalah hak dan kebijaksanaan Tuhan. Yang penting kita yang masih hidup dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna."

        "Saya sudah mengatakan: Terlalu menghina tuhan kalau Dia sampai mati di kayu salib hanya supaya kita bisa kuliah, bekerja. Sangat rendah sekali darah Yesus. Bukan itu! Nomor satu adalah untuk beribadah melayani; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, supaya kita tidak masuk pembangunan Babel--puncak kejahatan dan kenajisan yang membinasakan."


      • Hasil kedua: 'Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'= kita merasakan kemanisan/kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun, dan semakin bertambah-tambah. Di dalam nikah kita melayani ada kebahagiaan, dalam penggembalaan lebih bahagia, antar penggembalaan lebih bahagia, sampai paling bahagia saat masuk perjamuan kawin Anak Domba--tubuh bertemu dengan Kepala.
        Sementara antikris berkuasa kita akan disingkirkan dan naik ke sorga, sehingga tidak bisa dijamah oleh antikris, sampai kita masuk perjamuan kawin Domba domba.


    Inilah kelalaian dalam ibadah pelayanan. Kalau masih diberi kesempatan sampai penghujung tahun, mari gunakan kesempatan untuk melayani Tuhan, sampai melangkah ke tahun baru. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi biarlah rencana dan kehendak Tuhan yang indah, yang terjadi dalam hidup kita.


  2. Yeremia 48: 10
    48:10. Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

    Kelalaian yang kedua: lalai dalam penyucian--menghambat pekerjaan pedang firman dari penumpahan darah.; tidak mau mengalami sengsara daging untuk disucikan. Orang semacam ini yang akan menjadi apsintus; pahit hati sampai menumpahkan darah hamba/pelayan Tuhan secara besar-besaran, karena sekarang ia tidak mau ditumpahkan darahnya--kalau kena pedang, akan berdarah, artinya mengalami penyucian.

    Kita harus mengalami penyucian hari-hari ini.
    Ada firman penginjilan untuk memanggil orang yang belum percaya Yesus, supaya percaya Yesus, bertobat, dan diselamatkan--menyambut kedatangan Yesus pertama kali. Setelah itu lanjutkan dengan firman pengajaran untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Ibrani 4: 12-13
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Pedang firman sanggup menyucikan kita sampai dosa-dosa yang tersembunyi di dalam hati dan pikiran, bahkan sumsum, ginjal, dan sendi.
    Sendi= hubungan antara dua orang, mungkin ada iri hati, dendam yang disembunyikan dengan tertawa-tawa.
    Ginjal= perasaan terdalam yang sering tertusuk--tersinggung dan lain-lain.

    Kalau kita menyembunyikan dosa baik di hati, pikiran, atau di mana saja, hadirat Tuhan akan tersembunyi bagi kita.

    "Doakan saya, jangan sampai sia-sia kita datang beribadah, tidak sembarangan menyampaikan firman. Karena itu harus benar-benar gembala yang benar, yang disucikan dan diurapi. Bukan berarti saya mengaku diri saya suci dan diurapi, tetapi doakan supaya ibadah kita tidak sia-sia. Maaf, ada pengusaha hebat, ternyata kena masalah BLBI. Orang hebat, tetapi membayar pajaknya tidak benar, nego sana sini, ia berkhotbah sana sini, tidak bisa, karena hadirat Tuhan tersembunyi. Apalagi kalau langsung tunjuk orang untuk berkhotbah. Berat sekali saya mengatakannya, apa yang harus dipertanggungjawabkan? Dari dulu saat saya masih di Gending juga diundang yang seperti itu. Kumpul-kumpul, lalu tunjuk siapa saja yang berkhotbah. Sekarang lebih terang-terangan. Berat sekali. Inilah dosa-dosa yang tersembunyi di akhir zaman."

    Kalau hadirat Tuhan tersembunyi kita tidak akan pernah disucikan dan diubahkan; tidak pernah dijamah Tuhan, tetapi hanya dijamah pendeta.

    Sebaliknya, kalau kita rela disucikan dari dosa-dosa yang tersembunyi sampai puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan--, hadirat Tuhan akan nyata dalam hidup kita: lewat pertolongan-Nya (mujizat jasmani), dan hidup Yesus semakin nyata--misalnya dulu kita berdusta, sekarang menerima hidup Yesus kita menjadi jujur--, sampai satu waktu kita menjadi sama dengan Dia (mujizat rohani). Kita mengalami pertumbuhan ke arah kedewasaan rohani--terutama di dalam penggembalaan.

    Di dalam penggembalaan kita mengalami penyucian secara intensif; kita mengalami pertumbuhan rohani sampai sempurna seperti Yesus.
    Hari-hari ini kita semua harus tergembala. Di dalam kandang paling gampang, mau diberi makan, gampang, mau dibersihkan, gampang.

    Kisah Rasul 20: 31
    20:31. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

    'berjaga-jagalah'= jangan lalai.
    'menasihati'= tegoran dan nasihat sama dengan pedang firman/firman pengajaran.
    'tiga tahun lamanya'= tiga tahun lamanya rasul Paulus berusaha untuk menyampaikan tegoran dan nasihat firman yang diulang-ulang--firman penggembalaan.

    Firman penggembalaan adalah firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada jemaat dengan setia, terus menerus, berkesinambungan, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan rohani bagi jemaat dan menumbuhkan kerohanian jemaat--menyucikan--sampai kesempurnaan.

    Kisah Rasul 20: 32
    20:32. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

    Firman penggembalaan sama dengan firman kasih karunia--pemberian Tuhan yang sangat berharga kepada orang yang sebenarnya tidak layak untuk menerimanya.
    Firman penggembalaan tidak bisa dipelajari di manapun, karena firman penggembalaan merupakan kasih karunia Tuhan. Hargai kasih karunia Tuhan!

    Sikap kita adalah sampai terharu, bukan keras hati. Contohnya: mau bekerja di perusahaan, yang dibutuhkan bisa mengetik. Kita tidak bisa mengetik, lalu perusahaan memberi kesempatan untuk belajar, kita pasti terharu karena seharusnya kita sudah keluar, tetapi masih diberi kesempatan. Itulah gambaran kalau kita menerima firman kasih karunia.

    Kisah Rasul 2: 37
    2:37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

    Hati bisa terharu, artinya:


    • Mengucap syukur kepada Tuhan karena bisa menerima firman Allah yang keras; selalu menghargai firman Tuhan.

      "Saya pernah bersaksi, dulu saya sudah melayani sebagai guru sekolah minggu tiap pagi; tiap hari mengajar sekolah minggu. Tetapi belum di dalam pengajaran. Setelah mendengar pengajaran, ternyata pelayanan saya salah semua; sia-sia. Pelayanannya hebat, setiap orang bertemu saya selalu berkata; Sekolah Alkitab, ya. Tetapi satu kali saya mendengar pengajaran, ternyata pelayanan saya selama ini tidak cocok; sia-sia semuanya. Benar-benar dikoreksi sampai di dalam hati dan ginjal. Om Pang bingung juga, kami melayani naik mobil kecil ke gunung Ijen, saya di belakang sambil belajar karena besok ujian. Om Pang tanya: Kenapa dia?: Oh besok ujian.: Oya, doakan..doakan. Rasanya hebat tetapi di luar pengajaran tidak ada arah; masih ada pamrih dan sebagainya. Setelah diperiksa ternyata banyak yang tersembunyi.
      Ini pentingnya firman pengajaran. Kita harus mengucap syukur kalau bertemu dengan pengajaran karena kita dikoreksi.
      "


    • Bisa menyadari, menyesali, dan mengakui dosa-dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--firman pengajaran menunjuk dosa-dosa.
      Kita mengalami kelepasan dari dosa, sama dengan kita mengalami penyucian, sampai satu waktu tidak ada dosa lagi.


    Jangan seperti Yudas Iskariot! Ia sombong dan keras hati; tidak pernah terharu, tidak pernah kena tusuk pedang firman yang disampaikan oleh Yesus sendiri.
    Akibatnya: dosanya bertimbun-timbun sampai pecah, terburai ke luar, dan celakanya tidak ada pengampunan lagi, sehingga binasa selamanya.

    Lebih baik sekarang ini apa yang tersembunyi bisa disucikan. Jangan merasa hebat! Yudas merasa hebat, ada orang meminyaki Yesus, dia berkata: Lebih baik untuk orang miskin. Kelihatannya ia memperhatikan orang miskin, padahal ada yang tersembunyi di dalam hati. Ini yang harus disucikan.

    Yudas juga ada keinginan akan uang. Sekarang bisnis paling hebat adalah bisnis pekerjaan Tuhan: berkhotbah dapat berapa, main musik dapat berapa dan sebagainya.
    Tuhan tolong kita semua.

    Tadi, rasul Paulus tinggal selama tiga tahun.
    Kisah Rasul 20: 31
    20:31. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

    Tiga tahun di sini bukan berarti tiga tahun lagi Tuhan datang.
    Tiga tahun adalah batas waktu dari pekerjaan firman penyucian/pedang firman yang diulang-ulang untuk menyucikan kita sampai sempurna. Yang lain sudah selesai disucikan, kalau kita belum, kita akan ketinggalan.

    Lukas 13: 6-9
    13:6. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
    13:7. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
    13:8. Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
    13:9. mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

    Di sini ada pohon ara yang sudah tiga tahun tidak berbuah. Seharusnya sudah ditebang, tetapi untung ada penjaganya.
    Kalau pohon ara di pinggir jalan--tidak ada penjaganya--, begitu tidak berbuah, langsung dikutuk Yesus.

    Ini bedanya tergembala dan tidak tergembala; sistem penggembalaan dan bukan sistem penggembalaan; pohon ara di kebun anggur dan pohon ara di pinggir jalan.

    Pohon ara di pinggir jalan= hamba/pelayan Tuhan yang tidak tergembala. Ketika tidak berbuah, akan langsung dikutuk Tuhan sampai kering ke akar-akarnya--binasa selamanya.

    Pohon ara di kebun anggur adalah hamba/pelayan Tuhan yang tergembala dengan benar dan baik. Tidak berbuah selama tiga tahun, tidak langsung ditebang karena ada penjaganya; mengalami kuasa doa penyahutan dari seorang gembala yang menarik belas kasih Tuhan sehingga tidak dihukum tetapi masih diberi kesempatan supaya bisa berbuah.

    Dua tugas pokok gembala adalah memberi makan dan menaikkan doa penyahutan. Kalau tidak mau memberi makan, ia tidak akan mau berdoa juga apalagi berpuasa. Kalau mau memberi makan, ia akan berdoa, sampai ditambah dengan doa semalam suntuk, doa puasa.
    Ibrani 13: 17
    13:17. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

    'pemimpin-pemimpinmu'= gembala.
    Gembala harus memberi makan sidang jemaat dan menaikkan doa penyahutan dengan tanggung jawab, disertai dengan segala pengorbanan: waktu, tenaga dan sebagainya, kecuali firman pengajaran.
    Jadi tidak semudah itu membawa kehidupan kita bertumbuh. Bertumbuh ada kaitan dengan kesucian.

    "Saya katakan: untuk mendatangkan satu jiwa saja, tidak mampu. Karena itu harus sungguh-sungguh menjadi seorang gembala. Doakan kami gembala-gembala."

    Kemudian, jemaat jangan sampai membuat hati gembala berkeluh kesah karena tidak membawa keuntungan. Kalau membuat gembala berkeluh kesah, ia sama dengan membuka tudung sehingga jemaat tidak ada perlindungan. Akibatnya: diserang binatang buas dan tahu-tahu goyang. Perusahaan enak tiba-tiba goyang; nikah yang enak tiba-tiba anaknya hancur dan sebagainya.

    Apa yang membuat gembala berkeluh kesah? Kalau tidak taat pada suara gembala. Begitu tidak taat, tudung terbuka, sehingga semuanya masuk untuk menghancurkan kehidupan kita.
    Kita sama-sama saling menjaga.

    Pohon sudah tiga tahun tidak berbuah, jalan keluarnya adalah memperbaiki akar.
    Lukas 13: 8
    13:8. Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,

    'mencangkul tanah'= memperbaiki perakaran.
    Akar ini tidak kelihatan; tersembunyi. Ini yang harus disucikan, supaya tidak ada akar-akar yang tidak baik, yaitu:


    • Akar kejahatan; cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik orang lain, terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      1 Timotius 6: 9-10
      6:9. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
      6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.


    • Akar busuk.
      Yesaya 5: 24
      5:24. Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.

      Akar busuk= menolak firman pengajaran yang benar; main-main saat firman, mengantuk saat firman, mengkritik, keras hati.

      Perhatikan saat-saat mendengar firman, itu yang menentukan nasib kita, apakah ditambahkan atau dikurangi. Kalau ditambahkan akan sampai berbuah, tetapi kalau dikurangi akan sampai kering ke akar-akarnya.

      "Doakan kami juga supaya menyampaikan firman tidak membuat orang pusing, tetapi bisa diterima dengan baik. Kita saling mendoakan supaya bisa menikmati firman dan tidak ada akar busuk."


    • Akar ipuh= akar racun.
      Ulangan 29: 18
      29:18. Sebab itu janganlah di antaramu ada laki-laki atau perempuan, kaum keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling meninggalkan TUHAN, Allah kita, untuk pergi berbakti kepada allah bangsa-bangsa itu; janganlah di antaramu ada akar yang menghasilkan racun atau ipuh.

      Akar racun= ajaran-ajaran palsu--'berbakti kepada allah bangsa-bangsa itu'.
      Akar racun artinya masih mau mendengar ajaran asing; ajaran yang tidak cocok dengan alkitab. Akibatnya: bukan hanya tidak berbuah, tetapi juga kering sampai ke akar-akarnya.


    Kalau kita sungguh-sungguh digembalakan, sekalipun tidak berbuah, masih ada penyucian terakhir supaya bisa berbuah.
    Tuhan tidak memperhatikan kehebatan atau kelemahan dalam ibadah pelayanan dan kehidupan kita, termasuk kemustahilan dan beban berat kita, tetapi DIA MELIHAT KESUNGGUHAN HATI KITA. Sungguh-sungguh beribadah melayani--jangan lalai--, sungguh-sungguh mengalami penyucian--terutama dalam penggembalaan. Sekalipun tidak berbuah, masih bisa ditolong.
    Kalau tidak sungguh-sungguh, akan langsung hilang.

    2 Tawarikh 16: 9a
    16:9a. Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.

    Kalau kita bersungguh-sungguh mau beribadah melayani dan menerima pedang firman untuk disucikan sampai ke akar-akar yang tersembunyi, Dia sedang memandang kita apapun keadaan kita; Dia memperhatikan dan memberikan kekuatan-Nya kepada kita.

    Hasilnya:


    • Ulangan 4: 37
      4:37. Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar,

      Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk memberikan kekuatan-Nya kepada kita; mengulurkan tangan-Nya yang kuat kepada kita. Dia memperhatikan kehidupan yang sungguh-sungguh!

      Hasil pertama: Dia mengulurkan tangan-Nya yang kuat untuk melepaskan kita dari ikatan-ikatan dosa dan puncaknya dosa--dulu melepaskan bangsa Israel dari Mesir.

      Malam ini, kekuatan Tuhan akan melepaskan kita dari dosa dan puncaknya dosa sehingga kita bisa hidup benar dan suci.
      Kalau dosa sudah diselesaikan, segala masalah juga pasti diselesaikan oleh kekuatan Tuhan, karena dosa adalah beban terberat manusia yang membebani mulai di dunia sampai di neraka.

      Tuhan tidak lihat masalahnya, tetapi kesungguhan kita. Kalau sungguh-sungguh, malam ini juga bisa terlepas dari dosa.

      "Saya sudah pernah bersaksi tentang cucu dari Pdt Totaijs yang terkena narkoba. Tidak usah rehabilitasi. Pdt Totaijs mendatangi dia dan bertanya: Kamu percaya kuasa Tuhan dan kuasa baptisan?: Percaya, opa.: Ayo berdoa. Langsung sembuh."

      Tuhan akan melimpahkan kekuatan-Nya secara penuh untuk melepaskan kita dari dosa dan puncaknya dosa Ikut Tuhan harus sungguh-sungguh, jangan setengah-setengah, supaya tidak dipermainkan setan!


    • Ulangan 8: 18
      8:18. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

      Hasil kedua: Tuhan mengulurkan tangan untuk memberkati kita; memelihara secara berlimpah, sampai masa depan yang berhasil dan indah di tengah kesulitan dunia.


    • 1 Tesalonika 3: 13
      3:13. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

      Hasil ketiga: Tuhan melimpahkan kekuatan-Nya untuk meneguhkan hati kita; tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan tetapi tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan apapun yang kita hadapi, tetap percaya dan berharap Tuhan, dan tetap menyembah Tuhan. Dan Dia akan menyempurnakan kita semua.
      Ini adalah mujizat terakhir.
      Kalau mujizat terakhir terjadi, kita akan mengalami mujizat yang lain. Kita menikmati langkah-langkah mujizat, sampai langkah terakhir kita menjadi sempurna; mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bukan menjadi bintang besar yang jatuh, tetapi bintang besar yang meningkat sampai menjadi mempelai wanita Tuhan. Kita bersama Tuhan selamanya.

Tuhan sedang melihat kesungguhan kita. Ini saja. Gagal, berhasil, hancur, lemah, Tuhan tidak peduli, karena Dia mau melihat kesungguhannya.

Tuhan tahu kalau kita lemah atau kuat, kaya atau miskin, sulit atau enak, tetapi bukan itu yang Dia perhatikan. Yang Dia perhatikan adalah kesungguhan hati kita. Dia akan melimpahkan segala kekuatan-Nya; mengulurkan tangan-Nya yang kuat untuk bergumul bersama kita.
Jangan putus asa, kecewa, atau mengandalkan yang lain di dunia! Ada kekuatan ekstra dagi Tuhan.

Kaum muda, mungkin ada kesulitan hari-hari ini, tidak bisa berharap orang tua. Kesungguhan hati, itulah bukti berharap kepada Tuhan.
Hati kita harus sungguh-sungguh melayani, digembalakan, dan disucikan. Itu urusan kita. Dia akan melimpahkan kekuatan-Nya secara penuh kepada kita.

Mata Tuhan menjelajah dunia, tetapi malam ini di WR Supratman 4 Surabaya, Dia begitu teliti sampai ke kedalaman hati kita, tidak ada yang terlewatkan. Mungkin susah menghadapi dosa, nikah dan buah nikah, pekerjaan, masa depan, penyakit dan lain-lain, Tuhan hanya melihat kesungguhan kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top