English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 20 Januari 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:10-11
8:10 Lalu malaikat yang ketiga...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Januari 2012 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran I Imam-imam dan calon imam-imam Surabaya

Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat 13]...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Maret 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 31 Maret 2020 (Selasa Sore)

Ibadah Raya Surabaya, 22 Agustus 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP TERHADAP TALENTA
Sikap ini ada yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Desember 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:5-7
10:5. Dan malaikat yang kulihat...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Juli 2019 (Jumat Sore)
Dari rekaman

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 22 September 2019 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Abigail artinya kegembiraan/ sukacita dari Sorga.

1 Petrus 4:14
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:31
25:31. "Apabila...

Ibadah Raya Malang, 22 Februari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ayat 29, terjadi...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Maret 2010 (Senin Sore)
Ibadah Pendalaman Alkitab dipindah ke hari Jumat pagi (bersamaan ibadah Jumat Agung).

Ibadah Doa Malam Surabaya, 18 September 2013 (Rabu Malam)
Kita banyak pergumulan-pergumulan untuk itu kita berdoa kepada Tuhan. Baik pergumulan dalam pelayanan, dalam kunjungan-kunjungan, dalam nikah rumah...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Mei 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Matius 28 :16-20 tentang “perintah untuk memberitakan Injil” = PENYEBARAN SHEKINAH GLORY/PENYEBARAN TERANG.

Penyebaran terang adalah kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 11 Desember 2016 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

'gulungan kitab yang ada di dalam tangan kanan TUHAN yang duduk di takhta sorga, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya' adalah firman Allah yang tertulis di dalam alkitab atau kitab suci (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 September 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2016).

Kita sudah belajar, 'ditulisi sebelah dalam dan sebelah luar', artinya firman Allah sanggup menyucikan sebelah dalam dan sebelah luar hidup kita, itulah lahir dan batin kita.

Sekarang, kita belajar 'dimeterai dengan tujuh meterai'.
Artinya: firman Allah dalam keadaan termeterai dengan tujuh meterai--tidak ada pembukaan rahasia firman Allah; tidak ada wahyu dalam sidang jemaat. Nanti kita mempelajari: rasul Yohaens benar-benar menangis karena tidak ada yang dapat membukakan rahasia firman.

Amsal 29: 18
29:18. Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.

Kalau tidak ada pembukaan rahasia firman atau wahyu dari TUHAN, rakayat akan jadi liar. Ngeri!
Jadi, kalau tujuan kita beribadah melayani hanya untuk perkara jasmani, bukan untuk pembukaan firman, bahaya, karena kita akan jadi liar.

"Ini yang harus didoakan dan saya juga didoakan, supaya ada pembukaan firman. kalau tidak, jemaat akan mejadi liar--seperti keadaan bangsa israel saat Musa naik ke gunung Sinai."

Israel adalah domba-Nya TUHAN, tetapi ketika menjadi liar, mereka bukan disebut domba liar, tetapi kuda liar (kuda yang terlepas dari kandang).
Keluaran 32: 25
32:25. Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka--

Kalau tidak ada pembukaan firman Allah, akibatnya: sidang jemaat menjadi liar--seperti kuda terlepas dari kandang.
Artinya:

  1. Manusia yang hanya mengikuti keinginan dan hawa nafsu daging, yang bertentangan dengan firman Allah, sehingga terjerumus dalam lumpur dosa.
    'Harun telah melepaskannya', artinya: hamba TUHAN seringkali begitu, supaya jemaat senang, sekalipun tidak cocok dengan firman, tetapi diizinkan dengan berbagai alasan. Hamba TUHAN seringkai tidak tegas untuk berpegang pada firman, asalkan jemaat datang dan lain-lain yang jasmani.

    "Mari, saling menjaga! Saya didoakan dan saya mendoakan supaya kita jangan menjadi seperti kuda liar yang hanya mengikuti keinginan dan hawa nafsu daging, yang bertentangan dengan firman, sehingga terjerumus dalam lumpur dosa."


  2. Yang kedua: 'kuda terlepas dari kandang', artinya: manusia daging yang tidak mau tekun tergembala; tidak mau berada di kandang penggembalaan; tidak mau makan firman penggembalaan.
    Istilah 'kandang' menunjuk pada penggembalaan.

    Gembala juga seringkali tidak mau memberi makan sidang jemaat. Gembala sering menjadi kuda liar juga. Sama: jemaat yagn tidak mau tekun dalam ibadah/tidak mau makan firman penggembalaan adalah kuda liar, tetapi gembala yang tidak mau meberi makan sidang jemaat juga kuda liar.

Manusia darah daging yang seperti kuda terlepas dari kandang tidak mendapat bagian dalam kerajaan sorga--binasa untuk selamanya.
Ini akibatnya kalau tidak ada wahyu atau pembukaan firman.

"Karena itu dalam setiap ibadah, ini yang didoakan yaitu supaya ada pembukaan firman/wahyu; ada makanan rohani bagi sidng jemaat, sehingga kita tidak menjadi liar."

Ada empat macam penampilan manusia daging yang liar--kita jaga supaya kita jangan sampai demikian--:

  1. Penampilan pertama manusia daging yang liar: seperti kuda.
    Yesaya 31: 1
    31:1. Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.

    Kuda menunjuk pada:


    • Kekuatan daging--alat-alat di dunia ditunjukkan dengan berapa tenaga kuda (horse power).
      Banyak manusia tampil seperti kuda, artinya: hanya mengandalkan kekuatan daging/kekuatan dunia, seperti kekayaan, kepandaian, kedudukan dna lain-lain sehingga tidak mengandalkan TUHAN lagi--tidak mau beribadah lagi--; tidak ada hubungan dengan TUHAN. Ini sama dengan penyembahan berhala.

      Seperti waktu itu, Israel menyembah lembu emas--kekayaan, keudukan, dan kepandaian yang disembbah, sama sekali tidak ada hubungan dengan TUHAN. Ini yang TUHAN katakan: Terkutuk!

      Yeremia 17: 5
      17:5. Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

      'mengandalkan manusia'= mengandalkan kedudukan, kepandaian, dan kekayaan. Orang semacam ni hidup dalam suasana kutukan--terkutuk.


    • Yang kedua: kuda juga gambaran dari manusia daging yang tidak mau tergembala dan beribadah kepada tuhan.
      Marius 9:36
      9:36. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

      Domba yang tidak mau tergembala akan menjadi kuda. Hidupnya hanya lelah--letih lesu dan berbeban berat--dan terlantar. Ini kutukan juga. Biar dia kaya, pandai, punya kedudukan tinggi, tetapi letih lesu dan berbban berat; tidak ada perhentian--tidak ada damai; tidak ada ketenangan.

      Terlantar= tidak ada yang bertanggung jaawab atas keselamatan jiwanya.

      Inilah kalau orang hanya mengandalkan yang di dunia ini sampai tidak mengandalkan TUHAN; tidak ada hubungan dengan TUHAN; menyembah berhala. Yang ia unggulkan hanya kepandaian, kekayaan, dan kedudukannya. Boleh, tetapi jangan hanya itu saja, sebab masih ada di atasnya itu, yaitu TUHAN. Tetapi dia tidak mau. Itu namanya menyembah berhala dan ia terkutuk.

      Kemudian, ia tidak mau tergembala dan beribadah kepada TUHAN, sehingga ia letih lesu dan berbeban berat--tidak ada perhentian, tidak ada damai sejahtera--, ditambah dengan terlantar--tidak ada yang bertanggung jawab atas keselamatan jiwanya. Sesudah di dunia ini mau ke mana? Kita harus berpikir.

      Kalau kita diberkati TUHAN: kaya, pandai dan lain-lain, itu tidak selamanya. Jangan terlalu bangga! Begitu juga kalau belum diberkati, masih dalam keadaan berkekurangan, jangan terlalu putus asa. Semua itu hanya sementara. Yang kita pikirkan adalah setelah ini mau ke mana? Kepada keselamatan. Itu ada di dalam ibadah.

      Tidak ada yang bertanggung jawab atas keselamatan jiwanya= binasa selamanya--hidup kekal itu selamanya, dan binasa juga selamanya di neraka. Kalau hanya pandai, punya kedudukan tinggi, kaya, miskin, itu hanya sementara, tetapi kalau binasa atau hidup kekal, itu untuk selamanya. Ini yang harus kita pikirkan!

      Boleh bekerja yang keras dan sekolah yang tinggi, diberkati, punya kedudukan tinggi di kantor, silahkan, tetapi jangan lupa berpikir tentang keselamatan jiwa, yaitu lewat ibadah dan penggembalaan.


    Istilahnya tidak enak di telinga: manusia tetapi seperti kuda.
    Artinya: hanya mencari yang daging dan dunia; tidak ingat soal TUHAN/sorga; tidak mau tahu soal TUHAN.
    Jangan! Mari, kembali kepada TUHAN! TUHAN tolong.


  2. Penampilan kedua manusia daging yang liar: seperti kambing.
    Kambing= manusia daging yang egois, hanya mementingkan diri sendiri.

    Praktiknya:


    • Matius 25: 32-33, 41-45
      25:32. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
      25:33. dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
      25:41. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
      25:42. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
      25:43. ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

      25:44. Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
      25:45. Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

      'api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya'= jangan salah paham! Neraka sebenarnya hanya untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Jangan bilang: TUHAN kok jahat, memberi neraka dan sorga? Seharusnya nereka hanya untuk iblis dan malaikat-malaikatnya, tetapi kalau manusia mengikuti setan, itu salahnya sendiri--seperti kambing yang mengikuti setan, sehingga ia terkutuk dan binasa selamanya.

      Praktik egois yang pertama: tidak mau memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan baik secara jasmani maupun rohani.

      Secara jasmani, banyak sesama yang membutuhkan. Begitu juga secara rohani. Mungkin secara jasmani dia cukup semua, tetpai bagaimana rohaninya--keselamatannya--? Kita pelrlu memberi dan mengunjungi--memberi perhatian, doa dan lain-lain. Jangan egois! Kalau kita sudah tahu mengenai keselamatan dan sebagainya, mari, kita bagi kepada yang lain. Secara jasmani, mari kita berbuat. Secara rohani, mari, bersaksi untuk mereka, mendoakan dan lain-lain. Ini semua dituntut oleh TUHAN (ayat 42-43).

      'segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku'= berbuat untuk sesama sama dengan berbuat untuk TUHAN; sama nilainya. Kalau kita memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan, kita melakukannya untuk TUHAN. TUHAN tidak pernah menipu kita. Dicatat oleh TUHAN. Kalua tidak melakukan, akan terkutuk.


    • Yehezkiel 34: 17-19
      34:17. Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.
      34:18. Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu
      kamu keruhkan dengan kakimu?
      34:19. Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu?

      Praktik egois yang kedua: mengeruhkan air--firman pengajaran yang benar--dengan tingkah laku yang tidak benar.

      Kita mendengar firman pengajaran yang benar, tetapi tingkah laku kita tidak benar. Ini mengeruhkan. Kita mengajak orang lain untuk mendenga firman, orang itu akan berkata: Ah, kamu sendiri begitu kok, sama saja.
      Ini sama dengan menjadi sandungan bagi orang lain, sehingga orang lain tidak mau mendengar firman pengajaran yang benar: Saya dengar atau tidak sama saja, malah lebih parah kamu yang sudah mendengar firman.

      Di dalam rumah tangga, kalau suami sudah ibadah, tetapi isteri belum, jangan jadi sandungan, tetapi menjadi keaksian. Begitu juga kalau isteri sudah datang ibadah dan suami belum. Anak sudah datang ibadah, orang tua belum, mari jadi kesaksian! Begitu juga sebaliknya. Kita praktik firman; hidup sesuai firman, sehingga anggota keluarga yang lain bisa tertarik. Ini tugas kita. Jangan egois!

      Kalau egois--mendengar firman, tetapi kelakuannya tidak benar--, kita akan menjadi sandungan bagi yagn lain. Ini adalah kambing yang terkutuk dan binasa.

      Mari, jangan jadi sandungan dan jangan gampang tersandung! Kalau tidak mau tersandung dan jadi sandungan, lihat TUHAN saja! Jangan lihat yang lain! Pasti jalan kita lurus.


  3. Penampilan ketiga manusia daging yang liar: seperti babi.
    Kalau tidak ada pembukaan firman/wahyu, akan liar. Sidang jemaat menjadi manusia dading yang liar. Tadi, seperti kuda, kambing, kemudian seperti babi. Maafkan, tetapi semua ada ayat-ayatnya di alkitab.

    Sebenarnya, kita diciptakan sebagai manusia yagn sama dengan TUHAN, tetapi kalau tidak ada pembukaan firman--tidak makan firman/tidak mau makan firman--, sekuat appaun kita, tidak akan mampu. Daging ini akan menjadi liar, sehingga tampil seperti kuda--kekuatan daging dan menyembah berhala--, seperti kambing--egois--, dan seperti babi.

    2 Petrus 2: 22
    2:22. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

    'babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya' adalah gambaran dari kenajisan.
    Jadi, manusia daging yang seperti babi-- manusia yang sudah dimandikan bersih, tetapi masuk lagi ke kubangan--adalah kehidupan yang terikat oleh dosa; jatuh bangun dalam dosa; berkubang dalam dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (dosa percabulan, perselingkuhan, sampai nikah yang salah--kawin-campur, kawin-cerai, dan kawin-mengawinkan).

    "Dosa makan-minum ini diulang terus, sekalipun berbahaya, karena tidak mampu--liar. Dulu oleh pemerintah sudah dikatakan: Merokok menyebabkan yang tidak baik, sekarang: Merokok bisa membunuh. Tetapi tidak kuat, karena liar. Kalau tidak ada firman--firman itu rem--, semua akan dilanggar.
    Ngeri sekali kalau tidak ada firmna, tidak ada remnya manusia.
    "

    Sebab itu kita berdoa, supaya tujuan utama kita beribadah adalah untuk mendapatkan pembukaan firman--nanti rasul Yohanes menangis bukan untuk mendapat makan, tetapi pembukaan firman. Kalau tidak ada pembukaan firman, benar-benar ngeri--gembala dan sidang jemaat liar. Badannya memang manusia, tetapi sifatnya sudah seperti kuda, kambing, dan babi. Sungguh-sungguh! Maafkan, biar orang pandai, hebat atau punya kedudukan tinggi, kalau tidak ada firman, tidak akan mampu.

    Kalau sudah masuk dsoa makan-minum dan kawin-megawinkan, ia akan masuk dalam pembangunan tubuh babel--kesemprunaan dalam kejahatan dan kenajisan.

    Tadi, tujuh meterai; tujuh menunjuk pada kesempurnaan. Kalau meterainya sempurna--firman tidak terbuka sama sekali--, nanti akan sempurna dalam kejahatan dan kenjisan. Sebaliknya, kalau meterai dibuka, kita akan sempurna dalam kesucian--sempurna seperti Yesus.


  4. Penampilan keempat manusia daging yang liar: seperti anjing.
    2 Petrus 2: 22
    2:22. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

    Anjing/serigala menunjuk pada kebuasan/keganasan daging, yaitu lidahnya buas sekali.
    Lebih dari binatang buas, kalau lidahnya tidak direm oleh firman.

    Yakobus 3: 7-8
    3:7. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
    3:8. tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

    Anjing suka menjilat tiga hal:


    • Anjing menjilat muntah.
      Artinya: perkataan-perkataan dusta, najis, kasar dan lain-lain.
      Dusta ini sekarang sudah otomatis, malah yang berkata benar merasa bersalah, harus berdusta sekarang ini.

      "Seriongkali saya masih ikut. Kalau ditanya: 'Sudah makan?': 'Sudah,' akhirnya sadar: 'Oh belum.' Biasanya otomatis jawab: Sudah, karena malu dan -lain-lain, padahal belum. Sudah otomatis."


    • Anjing menjilat darah Nabot. Nabot ini punya kebun anggur tetapi mau ditukar kebun sayur oleh raja Ahab. Nabot tidak mau, ia tetap mempertahankan kebun anggur--mempertahankan pelayanan. Akhirnya Izebel yang menangani, Nabot difitnah dan langsung dibunuuh sampai darah Nabot--orang yang tidak bersalah--dijilat oleh anjing.

      Jadi, menjilat darah Nabot--orang yang tidak bersalah--, artinya: suka menjelek-jelekkan orang yang benar--borok itu berarti ada kekurangan. Ini sama dengan memfitnah--salah jadi benar, dan sebaliknya--, menghasut dan lain-lain. Buas lidah ini!
      Nabot orang benar, lalu Izebel mengmpulkan saksi palsu untuk menghasut supaya mengatakan Nabot bersalah, dan Nabot dibunuh.

      Kita harus hati-hati hari-hari ini!


    • Anjing menjilat borok--Lazarus dengan orang kaya.
      Orang kaya makan roti, lalu tercecer di bawah. Lazarus menerima di bawah, lalu anjing-anjing menjilat boroknya Lazarus.
      Borok= kekurangan orang.

      Jadi, anjing menjilat borok, artinya: suka menghakimi orang lain, bergosip dan lain-lain.


    Inilah lidah yang buas hari-hari ini. Kita hati-hait.
    Lidah buas ini akan dimasukkan dalam neraka juga.

    Domba adalah bangsa Israel, dan anjing adalah bangsa kafir. Bangsa di dunia hanya dua: Israel--umat pilihan TUHAN; keturunan Abraham secara jasmani--, di luar itu: bangsa kafir--bangsa anjing. Kita asemua bangsa kafir.

Jaid, itulah keadaan manusia daging yang liar, baik bangsa Israel mapun bangsa kafir, yaitu seperti kuda, kambing, babi dan anjing, yang harus terkutuk, binasa selamanya. Sama semuanya.

TUHAN tidak rela kalau manusia ciptaan-Nya--domba-domba-Nya terutama bangsa Israel--hanya terkutuk dan binasa. Karena itu TUHAN berusaha menolong.
Jaid, TUHAN itu begitu pemurah dan baik--maha murah/berbelas kasih dan maha baik. Ia tidak rela kalau manusia ciptaan-Nya--bangsa Israel dan kafir--menjadi terkutuk dan binasa selamanya. Ia berusaha menolong kita.

Bagaimana caranya?
Yohanes 10: 11
10:11. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Caranya: Yesus sebagai Gembala yang baik harus membeirkan nyawa bagi domba-domba-Nya. Tidak ada jalan lain! Ia harus mati di kayu salib untuk menolong domba-domba-Nya yaitu bangsa Israel--umat pilihan-Nya--yang liar, yang tampil seperti kuda, kambing, babi, dan ajing.

Lalu, bagaimana dengan bangsa kafir?
Yohanes 19: 31-34
19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Waktu Yesus disalib dengan dua penjahat, saat itu menjelang hari Sabat. Peraturannya adalah tidak boleh ada mayat yang digantung. Saat itu tiga orang disalib. Kalau belum mati, harus dipatahkan kakinya supaya cpeat mati dan dikuburkan.

Tetapi sampai pada Yesus, Ia sudah mati, sehingga tidak dipatahkan tulanganya, tetapi ditombak lambung-Nya sehingga mengalir keluar darah dan air.
Iinilah pertolongan TUHAN kepada bangsa Israel dan kafir.

Sebenarnya, Yesus sudah mati dengan empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki--untuk menyelamatkan domba-domba yang hilang dari antara bangsa Israel, supaya mereka tidak terkutuk dan binasa, tetapi hidup kekal.

Setalah mati, Ia ditombak oleh prajurit Romawi--bangsa kafir. Ini adalah luka kelima, luka yang terbesar dan tedalam yang mengeluarkan darah dan air, untuk menyelamatkan bangsa kafir supaya tidak terkutuk dan binasa, tetapi hidup kekal bersama TUHAN.

Jadi, kalau kita bangsa kafir mau diselamatkan dan menerima hidup kekal, kita harus menerima darah dan air yang keluar dari lambung Yesus. Ini untuk menyelamatkan bangsa kafir, suapaya tidak terkutuk dan binasa, tetapi hidup kekal.


Pengertian rohani dah dan air:

  • Darah= iman/percaya Yesus dan bertobat--berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN; mati terhadap dosa.
    Mari, kalau kita tidak mau terkutuk dan binasa--tidak seperti binatang-binatang di atas--tetapi menjadi domba yang diselamatkan, kita harus menerima tanda darah dan air.

    Kalau bertobat, kita mulai lepas dari tangan setan.
    Orang yang berbuat dosa ada di dalam tangan setan, tetapi orang yang bertobat ada di dalam tangan TUHAN.

    Setan adalah bapa pendusta. Orang mau bertobat, yang paling utama adalah tidak boleh berdusta lagi.
    Kalau berdusta, tidak akan bisa bertobat.

    Kita bertobat mulai dari tidak berdusta--jujur--, katakan apa adanya. Kalau berdusta, tidak akan bisa bertobat--dosa terus ditutupi. Kalau jujur, kita bisa bertobat.

    Setan juga bapa pembunuh.
    Membunuh= membenci.
    Hari-hari ini tidak boleh ada kebencian!

    Inilah orang bertobat: mulai dari tidak ada dusta--jujur--dan kebencian--saling mengasihi.

    Malah TUHAN mengajarkan di perjanjian baru: kita saling mengasihi sampai mengasihi musuh., tidak boleh ada kebencian sekalipun dia memusuhi kita. Itulah tanda darah.


  • Tanda air= baptisan air.
    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati dalam dosa--bertobat--harus diuburkan dalam air bersama Yesus dan keluar--bangkit--dari dalam air bersama Yesus utuk mendapatkan hiudp baru--hidup sorgawi--; yaitu hidup dalam kebenaran dan taat dengar-dengaran.
    Ini berarti kita HIDUP DARI IMAN/firman/TUHAN, yiatu benar dan taat!

    Galatia 3: 7
    3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

    Kita bangsa kafir, tetapi kalau menerima tanda darah--bertobat--dan tanda air--baptisan air--sehingga kita bisa hidup benar dan taat dengar-dengaran pada firman, kita akan menjadi keturunan Abraham--anjing diubahkan jadi domba-Nya TUHAN; bangsa kaifr menjadi Israel rohani, sama dengan bangsa Israel.

Mari, sungguh-sungguh! Jangan tampil seperti manusia daging, tetapi manusia rohani/sorga--keturunan Abraham--, yaitu: percaya, bertobat, dan baptisan air. kita hidup benar dan taat dengar-dengaran. Kita hidup dari iman dan menjadi keturunan Abraham.
Artinya: dari anjing diangkat/diubahkan menjadi domba-Nya TUHAN.

Hasilnya: berhak menerima berkat Abraham.
Galatia 3: 13-14
3:13. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
3:14. Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

'Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'= Yesus menjadi terkutuk, supaya kita jangan terkutuk. Dia yang menanggung semua dosa dan kutukan, supaya kita tidak terkutuk.
Sebenarnya Dia manusia yang tidak berdosa, karena itu Ia bisa menyelamatkan manusia yang berdosa. Dia tidak berdosa, tetapi menanggung dosa, kutukan, dan hukuman di kayu salib, supaya kita diselamatkan; kita tidak terkutuk lagi, tetapi menjadi keturunan Abraham yang diberkati oleh TUHAN.

'bangsa-bangsa lain'= bangsa kafir.
Kalau sudah hidup benar dan taat--menjadi keturunan Abraham--, dari anjing diangkat menjadi domba, maka kita berhak menerima berkat Abraham, yaitu:

  • Berkat jasmani sampai ke anak cucu, dan menjadi berkat bagi orang lain. Kutukan dan hukuman ditanggung oleh TUHAN di kayu salib.
  • Berkat rohani, yaitu kita berhak menerima Roh Kudus.

Jadi, ada berkat jasmani dan rohani kalau kita sudah hidup dari iman--hidup benar dan taat dengar-dengaran.
Abraham benar dan taat. Ia taat saat disuruh mempersembahkan anaknya, tetapi TUHAN bertanggung jawab. Tinggal taat atau tidak! Abraham mau menyembelih, TUHAN katakan: Stop! Hanya uji coba, bagaimana ketaatannya, lebih mengasihi TUHAN atau anak. Hanya itu saja. Ternyata lebih mengasihi TUHAN dan Ia katakan: Stop, lalu ada domba untuk disembelih.
Inilah Abraham sehingga ia diberkati. Kita juga menerima berkat Abraham, yaitu berkat secara jasmani dan rohani--Roh Kudus dicurahkan kepada bangsa kafir.

Bangsa Israel terkejut saat Roh Kudus dicurahkan pada bangsa kafir. Itu adalah anugerah TUHAN.
Kisah Rasul 10: 44-45
10:44. Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
10:45. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

'golongan bersunat'= bangsa Israel.
Kalau menerima tanda darah dan air dari lambung Yesus--percaya, bertobat, baptis air, hidup benar dan taat--, kita juga akan menerima Roh Kudus.

Kegunaan Roh Kudus bagi bangsa kafir:

  1. Roma 15: 16
    15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    'bangsa-bangsa bukan Yahudi'= bangsa kafir.
    Bangsa kafir adalah bangsa anjing dan babi. Anjing dan babi adalah binatang haram yang tidak boleh dipersembahkan kepada TUHAN. Bangsa kafir tidak boleh datang kepada TUHAN; tidak boleh beribadah kepada TUHAN, hanya umat Isrel yang boleh. Itulah sebabnya harus menerima tanda darah dan air--harus percaya Yesus, bertobat, baptisan air, hidup benar dan taat (hidup dari iman)--, baru kita bisa menerima Roh Kudus.

    Kegunaan Roh Kudus yang pertama: Roh Kudus menyucikan dan mengubahkan kita dari tabiat anjing dan babi. Anjing dan babi dibakar, supaya berbau harum di hadapan TUHAN.

    Roh Kudus membakar kita dari tabiat anjing dan babi menjadi tabiat domba yang berkenan pada TUHAN, yaitu perkataan benar dan baik--bersaksi dan menyembah TUHAN--dan perbuatan yang benar dan baik--menjadi berkat bagi orang lain. Ini yang berbau harum.

    Hari-hari ini kita tidak bisa apa-apa--hanya seperti bayi--, kita hanya menyembah TUHAN.

    "Saya menerima WA dari seorang di Serawak, Malaysia. Saya juga terharu. Dia hanya mendengar internet, tetapi dia katakan: 'Aku hanya menyembah TUHAN, aku bisa merasakan bayi yang menangis, aku tidak bisa apa-apa. Saya hanya menyembah TUHAN.'"

    Kita bisa apa? Menambah satu detik umur saja, kita tidak bisa.
    Kalau kita bisa menghela/menghembuskan nafas, itu dari TUHAN semua, bukan dari berapa juta dolar.

    Mari, biar bangsa kafir ada perbuatan benar dan baik (menjadi berkat bagi orang lain)--menjadi asap berbau harum di hadapan TUHAN--, perkataan juga benar dan baik (bersaksi). Jangan bergosip!

    "Hati-hati juga di internet atau media sosial, jangan saing mencaci maki! Sampai sekarang--saya tidak bisa cerita--, macam-macam yang terjadi antar sesama hamba TUHAN. Seperti kata-kata yang dipotong, sudah terjadi kepada kita hamba TUHAN. Saya sampai berkata: 'Bagaimana ini? Bagaimana kita mau maju sementara TUHAN sudah mau datang.' Marilah, ktia banyak menyembah sampai Roh Kudus bisa meratakan gunung-gunung--mujizat jasmani juga terjadi."


  2. Zakaharia 4: 6-9
    4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
    4:7. Siapakah engkau,
    gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"
    4:8. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, demikian:
    4:9. "Tangan Zerubabel telah meletakkan dasar Rumah ini, dan
    tangannya juga akan menyelesaikannya. Maka kamu akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

    Kegunaan Roh Kudus yang kedua: kalau sudah ada perbuatan benar dan baik--menjadi berkat bagi oran glain--, dan perkataan benar dan baik--bersaksi dan menyembah TUHAN, kita hanya mengangkat tangan kepada TUHAN, mengaku tidak bisa apa-apa, kita serahkan semua kepada TUHAN. Roh Kudus bagaikan dua tangan TUHAN akan mengulurkan tangan utnuk meratakan gunung-gunung.

    Menghadapi apa saja: gunung yang besar--masalah yang mustahil, penyakit, keluarga, masa depan dan lain-lain--; masalah sudah bertumpuk-tumpuk, tidak pernah habis/selesai, siapa tahu siang ini selesai.
    Yang penting manusia liar--seperti kuda, kambing, anjing dan babi--mau diubahkan menjadi manusia rohani--domba-Nya TUHAN. Itu adalah mujizat terbesar.
    Kita mau melihat lambung-Nya Yesus: 'Ubahkan saya sungguh-sungguh, TUHAN.'

    Kalau bisa berubah--berbau harum--, maka yang jasmani, tangan TUHAN/Roh Kudus sanggup meratakan gunung-gunung:


    1. Menyelesaikan masalah yang mustahil.
    2. Kalau gunung sudah rata, kita bisa melihat ke depan= ada masa depan yang berhasil dan inidah.
    3. Semua menjadi baik. TUHAN menyiapkan semuanya.
    4. Ayat 9: 'tangannya juga akan menyelesaikannya'= TUHAN memakai kita dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempruna. Mulai di rumah tangga ktia dipakai. Kalau isteri dipakai dalam rumah tangga, suami dan anak-anak bisa menikmati; kalau suami dipakai, isteri dan anak-anak bisa menikmati.
      Isteri tunduk pada suami, itu berarti dipakai TUHAN; suami mengasihi isteri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar, itu juga dipakai TUHAN; dan anak-anak taat pada orang tua--ini semua dipakai dalam nikah rumah tangga.

      Lalu dipakai dalam penggembalaan, lebih indah lagi. Betapa indahnya kita malayani bersama keluarga kita.
      Kemudian, antar penggembalaan, lebih indah lagi, bukan disiksa.
      Sampai tubuh Kristus yang sempurna, bangsa Israel dan kafir mnejadi satu tubuh Kristus saat Yesus datang kembali kedua kali.

      Saat Yesus datang kembali kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--mujizat terakhir. Kita bersama Dia selama-lamanya Suami, isteri, dan anak-anak terangkat semua di awan-awan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Kita bersama dengan Dia selamanya; kita di takhta sorga selamanya.

Apapun keadaan kita, serahkan kepada TUHAN! Dia akan menolong kita smeua.
Biarlah kita diubahkan semua oleh TUHAN, jangan menjadi manusia liar/daging, tetapi benar-benar manusia rohani seperti Yesus.

Banyak kekurangan bangsa kafir, saya juga. Banyak liarnya daging ini, tetapi Roh Kudus menolong siang ini. Mari, apa keadaan kita? Secara jasmani dan rohani, busuk, hancur, mungkin dalam rumah tangga dan lain-lain, serahkan kepada Dia! Tunjukkan kepada TUHAN! Kita butuh disentuh Roh Kudus: 'Jangan saya liar lagi, TUHAN, jangan gagal lagi, jangan hancur lagi, tetapi dibaharui supaya indah di hadapan TUHAN.'

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top