English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Februari 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 September 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 26 April 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7:15
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi...

Ibadah Natal di Hotel Tunjungan Surabaya, 25 Desember 2015 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 06 September 2011 (Selasa Pagi)
Keluaran 31 terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :
Ayat 1-11 mengenai Bezaleel dan Aholiab ditunjuk.Ayat 12-17...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Januari 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam Wahyu 4:8-11, ada dua macam kegiatan...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Juli 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 November 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Agustus 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Oktober 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah KKR Palangkaraya V, 26 Februari 2009 (Kamis Sore)
Ibrani 13: 1
"Peliharalah kasih persaudaraan"Sudah 4 kali kita mendengar tema ini. Sangat singkat, tapi sangat...

Ibadah Raya Surabaya, 30 April 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 06 Maret 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.

Ada dua macam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 September 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 17 Maret 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran 13-15 menunjuk tentang Kolam Pembasuhan (baptisan air), yaitu: Keluaran 13...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

Kita masih mempelajari tentang 'gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', dalam perjanjian baru menunjuk pada logos atau firman Allah yang tertulis di dalam alkitab atau Kitab Suci.
Di dalam perjanjian lama, kitab Keluaran 20-23, firman Allah ditulis pada dua tempat: (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2016)

  1. Yang pertama: Keluaran 20: 1-17 => firman Allah ditulis pada dua loh batu.
    Sekarang artinya firman Allah ditulis pada hati dan pikiran kita sehingga kita mengalami kasih Allah yang besar--dua loh batu menunjuk pada kasih Allah-- (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).
    Suasana kalau firman ditulis di dalam hati (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016):


    1. Kilat sabung-menyabung= firman disampaikan secara terus menerus, berurutan dan berkesinambungan sehingga bisa menunjukkan dosa-dosa--seperti terang menunjukkan yang gelap.


    2. Guruh mengguntur= firman yang keras--berupa tegoran--supaya kita bertobat.
    3. Sangkakala berbunyi= firman merupakan nasihat.
    4. Gunung berasap= urapan Roh Kudus.


  2. Yang kedua: Keluaran 21 sampai Keluaran 23 => firman Allah ditulis pada gulungan atau lembaran surat-surat--merupakan penjelasan dari kesepuluh hukum Allah.
    Sekarang artinya firman Allah ditulis dalam lembaran hidup kita--seluruh hidup kita: perkataan, perbuatan, perjalanan hidup kita--, sehingga kita merasakan kemerdekaan/kebebasan.

AD.2. FIRMAN ALLAH DITULIS PADA GULUNGAN ATAU LEMBARAN SURAT-SURAT

Keluaran 21: 1-2
21:1. "Inilah peraturan-peraturan yang harus kaubawa ke depan mereka.
21:2. Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang
merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa.

Kalau lembaran hidup tidak ditulis firman, kita akan diperbudak dosa. Kalau dittulisi firman Allah, kita merasakan kemerdekaan.

Malam ini kita belajar tentang kemerdeaan dalam Keluaran 21: 1-11.
Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dan dibuang ke dalam dunia, semua manusia telah berbuat dosa (Roma 3:23). Ini yang perlu dimerdekakan.

Pertanyaannya, SIAPA YANG BISA MEMERDEKAKAN KITA DARI DOSA?
Galatia 5: 1
5:1. Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Hanya Yesus Kristus satu-satunya pribadi yang bisa memerdekakan kita dari dosa-dosa, sebab Dia satu-satunya manusia yang tidak berdoa, yang sudah rela mati di kayu salib bagi kita semua. Semua manusia sudah berbuat dosa, sehingga untuk menebus dosanya sendiri tidak bisa--rohaniawan, rasul, nabi tidak bisa. Kekayaan dan kepandaian juga tidak bisa menebus manusia. Hanya Yesus satu-satunya yang bisa.

MENGAPA KITA HARUS MERDEKA DARI DOSA?
Karena upah dosa adalah maut--kebinasaan kekal selama-lamanya.

BAGAIMANA CARANYA YESUS MEMERDEKAKAN KITA DARI DOSA?

  1. Yang pertama: Yesus memerdekakakan kita lewat darah Yesus--kurban Kristus di kayu salib.
    1 Yohanes 1: 7, 9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    'menyucikan'= memerdekakan kita dari dosa.
    Dari Yesus sudah--darah Yesus sudah disediakan--, dari kita, bagaimana prosesnya? Kita harus mengaku dosa kepada TUHAN--vertikal--dan sesama--horisontal--(kayu salib; kita harus datang ke kayu salib). Saat itu, darah Yesus aktif untuk dua hal:


    • Ayat 9= mengampuni segala dosa kita sampai tidak ada bekasnya; menutupi segala dosa, sehingga kita seperti tidak pernah berbuat dosa. Ini kekuatan darah Yesus.
    • Seringkali sudah mengaku, kita berbuat lagi, karena itu darah Yesus aktif untuk mencabut akar-akar dosa--menyucikan kita--, sehingga kita tidak berbuat dosa lagi--MERDEKA; bebas dari dosa.


  2. Yang kedua: Yesus memerdekakakan kita lewat kebenaran.
    Yohanes 8: 31-32
    8:31. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
    8:32. dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan
    kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

    Apa itu kebenaran?
    Yohanes 17: 17
    17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

    Kebenaran sama dengan


    • Firman TUHAN;
    • Sesuatu yang menguduskan--menyucikan.


    Kalau digabung, kebenaran adalah firman Allah yang menyucikan kita--firman penyucian; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Pemberitaan firman ada dua:


    • Firman penginjilan (Efesus 1: 13); injil keselamatan= memberitakan kedatangan Yesus pertama kali untuk menyelamatkan manusia berdosa--mengampuni orang berdosa.


    • Firman pengajaran= cahaya injil tentang kemuliaan Kristus (2 Korintus 4: 3-4)= firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna seperti Yesus. Benar-benar MERDEKA dari dunia dan terangkat bersama Yesus di awan-awan yang permai.


    Sekarang kita sudah merdeka--selamat--; tidak diperbudak dosa lagi dan tidak dihukum, malah diberkati oleh TUHAN. Ini pekerjaan firman penginjilan. Tetapi masih dilanjutkan dengan cahaya injil tentang kemuliaan Kristus.

    Kalau digabung, inilah injil sepenuh. Jangan dipisah-pisah! Ada injil keselamatan--bicara tentang darah Yesus; kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib--, tetapi juga harus ada injil kemuliaan--menunjuk pada kedatangan Yesus kedua kali dalam kesempurnaan.

    Seringkali yang dimaksud injil hanya 'percaya Yesus'--injil keselamatan. Itu hanya setengah. Harus dilanjutkan pada injil kemuliaan. Dulu susu, sekarang makanan keras.

    Inilah kemerdekaan yaitu oleh darah Yesus dan kebenaran.

    "Bukan berarti penginjilan tidak penting. Saya tidak ada di di sini kalau tidak ada penginjilan. Saya bukan keturunan hamba TUHAN, bukan keturunan orang Kristen. Hanya karena mendengar penginjilan saya mengerti Yesus yang disalibkan (dulu saya mencari keselamatan dikuburan, minum air kembang). Tetapi harus dilanjutkan. Bukan penginjilan lagi--untuk jiwa-jisa baru--, tetapi ditingkatkan kepada pengajaran. Karena itu ada pendalaman alkitab, untuk mendengar pengajaran."

    Prosesnya:


    • Mendengar firman pengajaran dengan sungguh-sungguh,
    • mengerti,
    • percaya atau yakin,
    • sampai praktik firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.


    Hasilnya: kebenaran adalah kekuatan untuk mempertahankan hidup suci; rem supaya kita tidak berbuat dosa--merdeka--sampai nanti sempurna.

    Maxmur 119: 9
    119:9. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

    Kalau berbuat dosa lagi, berarti menjadi budak dosa kembali.

    Efesus 5: 25-27
    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan
    air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Ayat 26= 'air'= baptisan air= penginjilan.
    Ayat 26= 'firman'= injil kemuliaan; firman pengajaran.
    Jadi, ayat 26 ini merupakan injil sepenuh.
    Ayat 27 = sampai jemaat tak bercela; sempurna.

    Sudah mandi dalam air baptisan--baptisan air--, dilanjutkan dengan mandi air hujan firman pengajaran (Ulangan 32:1), sampai sempurna--MERDEKA SEPENUH DARI DOSA--untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Inilah cara Yesus memerdekakan kita yaitu dengan darah-Nya--injil--dan kebenaran--firamn pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Kita harus merdeka dari dosa karena upah dosa adalah maut.

UNTUK APA KEMERDEKAAN ITU?
Keluaran 21: 1-11 dibagi menjadi dua bagian:

  1. Ayat 1-6=> kemerdekaan budak laki-laki.
  2. Ayat 7-11=> kemerdekaan budak perempuan.
    Keluaran 21: 7
    21:7. Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.

AD. 1. kemerdekaan budak laki-laki
Keluaran 21: 1-6
21:1. "Inilah peraturan-peraturan yang harus kaubawa ke depan mereka.
21:2. Apabila engkau membeli seorang
budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa.
21:3. Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia.
21:4. Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan
budak laki-laki itu harus keluar seorang diri.
21:5. Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka,
21:6. maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.

Budak laki-laki bekerja enam tahun dan pada tahun ketujuh, ia bebas; merdeka.
Ada tiga kemungkinan:

  1. Pergi.
  2. Kalau sudah diberi isteri, isteri dan anaknya tidak boleh pergi.
  3. Tetap tinggal pada tuannya untuk selama-lamanya--daun telinganya ditusuk; ditindik.

Malam ni, kita bicara satu saja, yaitu (ayat 1-3), kemerdekaan budak laki-laki artinya kemerdekaan dari dosa untuk menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN--menjadi hamba kebenaran/hamba kemerdekaan.

Roma 6: 18
6:18. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Syarat menjadi hamba/pelayan TUHAN adalah harus bekerja selama enam tahun dan pada tahun ketujuh boleh bebas. Dulu, ini secara jasmani--budak belian secara jasmani, sehingga lamanya bekerja juga secara jasmani, yaitu bekerja selama enam tahun, tahun ketujuh bebas.

Sekarang dalam arti rohani--budak secara rohani; hamba TUHAN, sehingga enam tahun dan tujuh tahun juga dalam arti rohani. Banyak yang salah, umur 50 tahun lalu berhenti. Bukan begitu, tetapi dalam arti rohani. Alkitab yang kita baca, apa saja, sekarang dalam arti rohani--bukan secara letterlag.

Arti rohaninya sekarang--bekerja selama enam tahun, pada tahun ketujuh bebas--:

  1. Harus memiliki angka 6 dan 7.
    Angka 6 menunjuk pada manusia daging yang berdosa--manusia diciptakan pada hari keenam. Manusia berdosa, bukan malaikat yang dijadikan hamba TUHAN/pelayan TUHAN.

    Jadi tidak ada alasan kalau kita tidak mau menjadi hamba TUHAN--semua manusia sudah berbuat dosa.
    Tetapi ada prosesnya, bukan sembarangan. Kalau anjing dan babi--telanjang, berbuat dosa--berkhotbah, tidak tahu malu. Jangan! Ada syaratnya! Memang yang dipakai TUHAN manusia daging yang berdosa, tetapi ada angka 7.

    Angka 7 menunjuk pada sempurna; ada imbangannya.
    Jadi, seorang hamba TUHAN harus punya angka 6 dan 7.
    Artinya: seorang pelayan/hamba TUHAN harus bergumul melawan daging yang berdosa sampai terjadi perobekan daging--pintu tirai robek.

    Dulu, Musa naik ke atas gunung Sinai, TUHAN perlihatkan kerajaan sorga dan TUHAN perintahkan Musa membuat kerajaan sorga di bumi, supaya di bumi sama seperti di sorga--pelayanan di bumi seperti di sorga. Ada tiga pintunya:


    • Pintu gerbang= percaya Yesus--iman--, bertobat--masuk halaman,
    • Pintu kemah= kepenuhan Roh Kudus--masuk ruangan suci,
    • Pintu tirai= kesempurnaan; ada tabut perjanjian--masuk ruangan maha suci.


    Jadi, kita berjuang. Angka 6 harus dirobek untuk dapat angka 7; kita masuk ruangan maha suci dan tabut perjajian kelihatan; kesempurnaan.

    Contoh: Yesus. Mulai dari taman Getsemani Ia bergumul, sampai Ia katakan: Bukan kehendak-Ku yang jadi, tetapi kehendak-Mu. Dan saat Ia mati disalib, pintu tirai robek--tirai bait Allah terobek.
    Ini adalah contoh, Yesus adalah manusia daging--hanya saja Dia tidak berbuat dosa; daging lainnya sama saja, bisa lapar dan sebagainya--, tetapi Ia bergumul sampai terjadi perobekan daging, sehingga tirai terobek dan ruangan maha suci kelihatan; Yesus masuk kesempurnaan.

    Setelah dikuburkan, Dia dibangkitkan dalam tubuh kesempurnaan; tubuh kemuliaan.
    Sudah berhasil, sekarang kita ikuti jejaknya. Bergumul, jangan menyerah dengan berkata: Ya memang begini, memang manusia daging, bukan malaikat. Kalau malaikat, sekali berbuat dosa, habis. Tetapi manusia darah daging ada kesempatan untuk bergumul--bukan untuk berbuat dosa.

    Hamba TUHAN, pelayan TUHAN harus mempunyai angka 6 dan 7. Kolose 3:5-9--angka 6--, Kolose 3:12-14--angka 7. Judulnya adalah manusia baru--angka 6: manusia daging, angka 7: manusia baru.

    Kolose 3: 5-9 => angka 6; enam manusia daging
    3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan(1), kenajisan(2), hawa nafsu(3), nafsu jahat(4) dan juga keserakahan(5), yang sama dengan penyembahan berhala(6),
    3:6. semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).
    3:7. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
    3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
    3:9. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

    Kita bergumul melawan daging yang berdosa yaitu enam dosa yang di luar--dosa secara lahir.
    Keserakahan= kikir dan serakah.
    Kikir= tidak bisa memberi.
    Serakah= merampas milik TUHAN--persepuluhan dan persembahan khusus--dan sesama--korupsi, hutang tidak bayar dan sebagainya.
    Kita bergumul melawan enam dosa di luar--secara lahir; perbuatan dosa.

    Kolose 3: 8-9
    3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah(1), geram(2), kejahatan(3), fitnah(4) dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu(5).
    3:9. Jangan lagi kamu saling mendustai
    (6), karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

    Ini enam dosa secara batin; di dalam. Semua dosa ini dari dalam hati.

    Jadi, hamba TUHAN/pelayan TUHAN harus bergumul melawan enam dosa secara lahir dan enam dosa secara batin--perobekan daging dari enam dosa lahir dan batin.

    Bukti kalau sudah disucikan dari enam dosa lahir dan batin adalah tidak ada dusta lagi. Kalau masih berdusta, berarti masih manusia daging. Jangan sampai ada dusta!

    Kalau sudah mengalami perobekan daging yang berdosa sampai tidak ada dusta, baru ada angka 7--pembaharuan.
    Kolose 3: 12-14 => angka 7; tujuh ciri manusia baru
    3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan(1), kemurahan(2), kerendahan hati(3), kelemahlembutan(4) dan kesabaran(5).
    3:13. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah
    (6) seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
    3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih
    (7), sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Begitulah kalau mau jadi hamba TUHAN, yaitu punya angka 6 dan 7. Enam dosa secara lahir-batin dirobek, dan kita mendapatkan angka 7--kesempurnaan.


  2. Arti kedua bekerja selama enam tahun dan pada tahun ketujuh bebas: ditinjau dari waktu--enam tahun dan tujuh tahun.
    Bilangan 14: 34
    14:34. Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu:

    Satu hari sama dengan satu tahun.
    Dulu para pengintai memberikan kabar busuk dan TUHAN katakan: Kamu 40 hari mengintai, tetapi tidak percaya (sudah lihat Kanaan ada susu, madu, buah anggur tetapi tidak percaya), akhirnya tidak masuk Kanaan, 40 tahun keliling-keliling di padang gurun.

    2 Petrus 3: 8
    3:8. Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

    Satu hari sama dengan seribu tahun.
    Jadi di hadapan TUHAN, satu hari bisa satu tahun, tetapi satu hari bisa seribu tahun. Ini artinya TUHAN sedang mempersingkat waktu.

    Kita ambil enam tahun sama dengan enam hari menurut Bilangan 14: 34. Menurut 2 Petrus 3: 8, satu hari sama dengan seribu tahun, jadi enam hari sama dengan enam ribu tahun; kalau tujuh hari sama dengan tujuh ribu tahun.

    Jadi, waktu bekerja sebagai seorang hamba TUHAN/pelayan TUHAN di dunia ini adalah enam ribu tahun--peta zaman--:


    • Dari Adam sampai Abraham: 2000 tahun--sudah lewat; zaman permulaan; zaman Allah Bapa.
    • Dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali= 2000 tahun--sudah lewat; zaman pertengahan; zaman anak Allah.
    • Dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali= 2000 tahun--zaman akhir; zaman Allah Roh Kudus.
      Kalendar kita tahun 2016, berarti kita sudah di akhir zaman. Kalau sampai sekarang TUHAN belum datang, inilah perpanjangan sabar TUHAN.

      2 Petrus 3: 9
      3:9. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.


    Jadi, zaman kita bekerja di ladang TUHAN sebagai hamba TUHAN/pelayan TUHAN adalah zaman akhir/waktu perpanjangan sabar TUHAN.

    Mengapa TUHAN masih berikan perpanjangan sabar? Supaya kita bisa bertobat; MERDEKA dari dosa--sempurna--, sehingga kita menjadi hamba TUHAN/hamba kebenaran--beribadah melayani TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita sampai bisa menantikan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--kita benar-benar merdeka; sempurna; keluar dari dunia.

    Kuliah atau kerja keras, betul, tetapi kalau tidak bertobat, salah.
    Perpanjangan sabar TUHAN adalah TUHAN belum datang dan kita diberi perpanjangan umur. Tujuan utamanya adalah untuk bertobat.

    "Saya selalu berdoa: Semoga bertobat, baptisan air. Baik, tetapi juga semoga menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang melayani sesuai dengan jabatan pelayanan dari TUHAN. Di penyingkiran--saat antikris berkuasa 3,5 tahun--, kita semua akan jadi fulltimer."

    Mari, sungguh-sungguh. Yang belum bertobat, bertobat! Yang belum baptisan, baptisan! Gunakan perpanjangan sabar TUHAN! Yang sudah aman--bebas dari dosa, hidup benar--, jadi hamba kebenaran--senjata kebenaran--layani TUHAN sesuai jabatan pelayanan, sampai menantikan kedatnagan TUHAN kedua kali! Kita merdeka--sepenuhnya sempurna--seperti Dia.

    Jadi, menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN bukan terikat, tetapi justru bebas. Yang di dunia itu yang terikat. Jangan dibalik!

    Apa yang dibutuhkan di akhir zaman ini untuk menantikan kedatangan TUHAN kedua kali?


    • Roma 8: 25
      8:25. Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

      'apa yang tidak kita lihat'= termasuk kedatangan TUHAN belum kita lihat.
      Yang pertama: untuk menantikan kedatangan TUHAN kedua kali kita membutuhkan ketekunan.

      Kisah Rasul 2: 41-42
      2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
      2:42. Mereka bertekun dalam
      pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

      Ayat 41 = yang penting, setelah baptisan mau ke mana?
      Ayat 42= bertekun dalam: pengajaran rasul dan pemecahan roti--meja roti sajian--, persekutuan--pelita emas--, berdoa--mezbah dupa emas.

      Setelah baptisan air--bebas dari dosa, menjadi hamba kebenaran--, gereja hujan awal ada ketekunan. Sekarang adalah ketekunanan dalam tiga macam ibadah pokok--kandang penggembalaan; ruangan suci. Sudah masuk halaman--percaya Yesus, bertobat, baptisan air--, kita masuk ruangan suci:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya, termasuk fellowship; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karunia-Nya--karunia ditambahkan, ada nyanyian, kesaksian.
        Dalam ibadah raya, kita diberi minum.

        "Dalam fellowhship, karunia juga ditambah. Dulu tugas saya bersih-bersih, menata panggung, kursi, lalu ditambah pimpin pujian, ditambah lagi menyampaikan firman di kaum muda, sampai sekarang. Pemain musik, juga akan ditambahkan karunianya. Seorang gembala, karunianya ditambahkan, setelah pulang dari fellowship jemaat kaget: kok sudah lain."

        Kalau kita tekun dalam karunia Roh Kudus, satu waktu akan jadi mahkota dua belas bintang.


      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Alalh di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus sehingga kita mengalami penebusan--penyucian--dari dosa-dosa.
        Dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, kita diberi makan.

        Kalau kita tekun, satu waktu kita mengalami penebusan sempurna--bulan di bawah kaki.


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--kita bernafas.
        Kita terus disinari dengan kasih Allah.
        Waktu Yesus naik ke atas gunung, wajahnya bercahaya bagaikan matahari; pakaiannya bercahaya.

        Kalau kita tekun, kita mendapatkan selubung matahari.


      Inilah ketekunan untuk menanti kedatangan TUHAN di dalam kandang penggembalaan. Bukan main-main apa yang kita lakukan ini. Harus datang ibadah, bukan main-main, tetapi kekteunan untuk menanti kedatangan Yesus kedua kali sampai mendapatkan mahkota dua belas bintang, bulan, dan selubung matahari--menjadi mempelai wanita TUHAN yang sempurna; terang dunia. Yesus terang dunia, kita juga menjadi terang dunia.

      Hasil ketekunan dimulai dari sekarang, yaitu kita bisa menjadi terang dalam rumah tangga, di penggembalaan, kantor, sekolah, di depan semua orang, sampai jadi terang dunia--sama seperti Yesus.

      Wahyu 12: 1, 14
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan
      kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
      Ayat 12= terang dunia; mempelai wanita TUHAN
      Ayat 14= kita diberi dua sayap burung nasar yang besar, benar-benar bebas.

      Kalau kita tekun dalam kandang penggembalaan--terang semakin bertambah, sayap makin besar--, kita bisa melintasi apa saja--sandungan, tambah besar lagi: lautan dunia, sampai antikris. Kita bebas dari sandungan, kejatuhan, badai lautan dunia, sampai antikris. Dan saat TUHAN datang, kita naik ke atas sehingga bebas dari dunia.

      Jadi, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok bukan terikat!

      "Saya sering bersaksi tentang kaum muda, kalau bekerja minta izin untuk ibadah, justru diolok: Kristen macam apa, fanatik, terikat. Padahal ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok merupakan kebebasan, menunjukkan bahwa kita orang merdeka; punya sayap. Banyak yang terikat--tidak mau tekun dalam ibadah. Jangan dibalik!"


    • Mazmur 27: 14
      27:14. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

      Yang kedua: untuk menantikan kedatangan TUHAN kedua kali kita membutuhkan kuat teguh hati.
      Artinya:


      1. Tidak putus asa, kecewa dan tinggalkan TUHAN dalam menghadapi apapun, tetapi tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang. Banyak yang berhenti di tengah jalan.


      2. Tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar sekalipun digoncang oleh ajaran-ajaran palsu, dosa-dosa, puncaknya dosa--dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.


      3. Tetap hidup dalam kebenaran. Di manapun kita berada, pertahankan kebenaran! TUHAN tolong kita. Kalau kita digoda oleh sesuatu, ingatlah: aku menantikan TUHAN. Kalau berbuat dosa--digoda korupsi, dosa percabulan--, tidak akan bisa menantikan TUHAN--ketinggalan. Tetap hidup benar!


      4. Tekun menyembah TUHAN dengan 'Haleluya' apapun yang kita hadapi. Inilah penyembahan sorga.
        Sadrakh, Mesakh dan Abednego diuji--disuruh menyembah patung--soal pengajaran palsu dan penyembahan palsu. Kalau ajaran benar, penyembahannya benar.


      5. Tetap percaya dan berharap kepada TUHAN, sampai TUHAN datang kembali kedua kali.


    Inilah jika ditinjau waktu: 6000 tahun; kita menantikan kedatangan TUHAN. Dalam waktu yang terakhir, apa yang dibutuhkan untuk menantikan kedatangan TUHAN? Tekun dan kuat teguh hati. Jangan goyah!


  3. Arti ketiga bekerja selama enam tahun dan pada tahun ketujuuh bebas: bebas pada tahun ketujuh.

    Tadi, arti yang pertama, harus ada angka 6 dan 7: perobekan daging dengan enam dosa lahir-batin, sehingga ada angka 7--kesempurnaan; manusia rohani yang sempurna.
    Yang kedua: dikaitkan dengan waktunya: 6000 tahun masa bekerja; kita harus tekun dalam penggembalaan dan kuat teguh hati untuk menanti kedatangan Yesus.

    Yang ketiga, tahun ketujuh bebas. Tahun ketujuh adalah tahun Sabat--perhentian. Dulu bangsa Israel ada hari ketujuh--hari perhentian; hari Sabat. Kalau tahun ke-50--Yobel--merupakan Sabat yang besar.

    Tahun Sabat adalah kepenuhan Roh Kudus.
    Jadi, kita harus melayani TUHAN dengan perhentian oleh Roh Kudus--dalam urapan Roh Kudus; kepenuhan Roh Kudus.

    Perhentian oleh Roh Kudus, praktiknya:


    • Hati damai sejahtera, yaitu tidak ada ketakutan, kekuatiran, kebimbangan, kepahitan--iri, dendam--, kenajisan, kejahatan, dan sebagainya, tetapi yang ada hanya hati yang mengasihi TUHAN. Kalau mengasihi TUHAN, pasti mengasihi sesama juga.

      Hati damai itu hati yang penuh dengan kasih.
      Kalau dulu, bekerja dulu enam hari, baru berhenti pada hari ketujuh (perjanjian lama). Kalau sekarang, berhenti dulu--damai dulu--baru bisa bekerja.

      Dalam Matius 5 dikatakan: Kalau mau mempersembahkan korban, tetapi hatimu ingat pada saudaramu dan ada sesuatu di hatimu, tingalkan dulu persembahanmu.
      Artinya selesaikan dosa dulu, bukan tinggalkan pelayanannya. Kalau ada masalah, lalu mengundurkan diri dari pelayanan, itu kalah perang--bukan bergumul.

      Kalau bergumul, apapun tantangannya tetap melayani TUHAN, kita selesaikan masalah-masalah yang ada. Kalau soal dosa, mari saling mengaku dan mengampuni. Jangan buang pelayanannya, tetapi buang dosanya yang tidak layak itu! Jangan dibalik!

      "Saya juga masih ada dosa. Seringkali saya bentak pengerja. Kalau ingat, saya minta ampun (sekalipun ini salahnya mereka yang sudah diulang-ulang). Selesaikan dulu--tidak peduli kepada siapa saja--, baru bisa melayani."


    • Praktik bekerja dengan perhentian dari Roh Kudus: diam dan tenang.
      Mau melayani TUHAN, diam dan tenang dulu!

      Yesus naik keledai, kalau keledainya tidak mau diam, bagaimana mau naik?
      Keledainya diam dulu, baru dinaiki Yesus dan bisa jalan. Kita juga.
      Kalau tidak diam dan tenang, justru kita yang dibanting-banting, bagaimana mau melayani?

      Diam= berdiam diri; koreksi diri oleh ketajaman pedang firman. Jika ditemukan dosa, kita harus mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi--bertobat.

      Diam itu sama dengan bertobat, ada tanda darah Yesus--dosa sudah diselesaikan. Kalau tidak menemukan dosa, berdiam diri, jangan membalas atau menghakimi orang lain atau membela diri! Kalau tidak salah, disalahkan, berdiam diri! Di situ ada tanda darah dan pembelaan TUHAN.

      "Seperti saya, karena tidak mau diam (sekalipun memang tidak salah), akhirnya dituduh di mana-mana, karena tidak ada tanda darah. Tetapi kalau diam (tidak membela diri), ada tanda darah Yesus, jangankan manusia, setanpun tidak bisa mendakwa kita. Sekarang semua dibalik-balik, ini kesalahan saya."

      Kalau berbuat dosa--kita adalah bejana tanah liat--, akan tambah hancur, bagaimana bisa dipakai? Kalau sudah bertobat, stop kehancuran, mulai ada pemulihan dan bisa dipakai--ada tanda darah.

      Tenang= menguasai diri (1 Petrus 4), supaya tidak berharap dan mengandalkan sesuatu di dunia, tetapi hanya berharap kepada Yesus. Biar di tengah gelombang, bisa tenang--seperti Yesus yang tertidur. Kita hanya percaya dan berharap Yesus saja, sehingga kita bisa berdoa--ada tanda dupa.

      Berarti, kalau kita diam dan tenang--ada tanda darah dan dupa--, kita berada di dalam tangan Yesus Imam Besar yang sedang melakukan pelayanan pendamaian.
      Dulu di dalam perjanjian lama, imam besar Harun mengadakan pelayanan pendamaian satu kali setahun. Ia masuk ruangan maha suci dengan membawa darah--darah binatang--dan dupa. Di percikkan darah, terjadi shekina glory, sehingga semua dosa diampuni dan masalah diselesaikan.

      Sekarang (perjanjian baru), Imam Besar Yesus masuk ke ruangan maha suci--Dia mati, bangkit dan naik ke sorga untuk duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, dengan membawa dupa--Dia berdoa syafaat--dan darah pendamaian.

      1 Yohanes 2: 1-2
      2:1. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
      2:2. Dan
      Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

      (terjemahan lama)
      2:1. Hai anak-anakku, inilah kusuratkan kepadamu supaya jangan kamu berbuat dosa. Dan jikalau barang seorang berbuat dosa, maka
      kita ada seorang Juru Syafaat kepada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang benar itu,

      'kita ada seorang Juru Syafaat' = Yesus sedang menaikkan doa syafaat = dupa.
      '
      Ia adalah pendamaian' = darah pendamaian. Dia membawa darah-Nya sendiri sebagai pendamaian segala dosa seluruh dunia.

      Jadi, kalau kita ada tanda darah dan dupa, kita ada dalam tangan Yesus Imam Besar yang melakukan pelayanan pendamaian. Tetapi di dunia ini, TUHAN tambahkan gembala manusia untuk menaikkan doa penyahutan. TUHAN berkata: Simon adakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-dombaku. Luar biasa orang yang tergembala: ada doa penyahutan dari gembala manusia dan doa syafaat dari Gembala Agung.
      Jika kita diam dan tenang--bertobat dan berdoa--kita hidup di dalam tangan Yesus Imam Besar yang setia dan berbelas kasih untuk melakukan pelayanan pendamaian.

      Hasilnya:


      1. Ibrani 2: 16-17
        2:16. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
        2:17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk
        mendamaikan dosa seluruh bangsa.

        'Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya' = Ia harus menjadi manusia.

        Hasil pertama: kita mengalami pelayanan pendamaian, yaitu bisa saling mengaku dan mengampuni, sehingga dosa-dosa dihapus oleh darah Yesus. Kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.

        Di dalam nikah rumah tangga, mari, saling mengaku dan mengampuni, sehingga enak ringan; laut menjadi teduh. Yang membuat gelombang adalah dosa-dosa--dosa bimbang, najis. Kalau saling mengaku dan mengampuni mulai dari dalam nikah, akan teduh, damai, semua enak dan ringan. Kalau tidak--ada dosa tersembunyi--, akan letih lesu, beban berat sekalipun hebat.

        Enak dan ringan terjadi karena dosa diselesaikan--bukan karena banyak uang dan sebagainya. Itu saja.


      2. Matius 14: 22-24
        14:22. Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
        14:23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus
        naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
        14:24. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

        'bukit'= bukti Joljuta--darah.
        'berdoa'= dupa.

        Keadaan kita di dunia seperti diombang-ambingkan gelombang. Tetapi Yesus naik ke bukit untuk berdoa--membawa darah dan dupa. Sekarang Dia berada di sebelah kanan takhta Allah Bapa dengan membawa darah dan dupa,

        Dia sedang memonitor perjalanan hidup kita, pelayanan kita di dalam dunia yang tidak ada tenangnya. Secara jasmani: ada kesulitan, secara rohani: ada kenajisan, angin pengajaran palsu, gosip menghantam kita.

        Dia memandang kita dengan pandangan belas kasih. Jangan takut! Pelayan TUHAN yang diam dan tenang adalah biji mata TUHAN dan Dia duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa selalu memonitor kita, sebab Dia tahu kedaan kita--kita biji mata yang kecil, seperti perahu di tengah lautan yang besar dan bergelombang. Karena itu Dia mengawasi, melindungi, membela kita ditengah lautan yang bergelombang. Dan kalau mau tenggelam-Petrus mau tenggelam--, Dia ulurkan tangan.

        Ibrani 2: 18
        2:18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

        Ibrani 2: 18= Ia dapat menolong.

        Ibrani 4: 16
        4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

        Ibrani 4: 14 = tentang Imam Besar.
        Ibrani 4: 16= Ia tepat menolong.

        Hasil kedua: Dia memandang kita dengan pandangan belas kasihan, untuk memelihara,melindungi, dan membela kita yang kecil di tengah lautan yang besar dan bergelombang. Dan Dia ulurkan tangan-Nya yang setia dan berbelaskasihan untuk dapat dan tepat menolong kita pada waktunya. Kalau tenggelam, tidak ditolong tepat waktu, akan hilang.

        Memang, kapal kita terlalu kecil dibanding lautan dunia yang bergelombang--terjadi persaingan, kesulitan, kejahatan, kenajisan. Tetapi Dia membela kita. Dan satu waktu kalau ada yang tenggelam; ada masalah, Dia selesaikan tepat pada waktunya.

        'Dapat' itu tidak bisa dibatasi. TUHAN tolong kita.


      3. 2 Korintus 5: 17-18
        5:17. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
        5:18. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah
        mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

        Hasil ketiga: ada damai, baru mengalami pembaharuan.

        Ada pelayanan pendamaian dari Imam Besar, ada shekinah glory; kemuliaan; kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia baru seperti Yesus.

        Pembaharuan mulai dari jujur--jernih seperti kristal-- dan percaya kepada Dia--iman yang tulus ikhlas. Jujur apa adanya, dan percaya, sampai kita mendapatkan nama baru untuk ditulis di Yerusalem baru.

        Keluaran 32: 30, 32-33
        32:30. Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."
        32:32. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak,
        hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
        32:33. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

        Musa, gembala manusia benar-benar berjuang untuk jemaat. Ini pelajaran bagi kita. Jangan membenci jemaat apapun yang dia lakukan pada kita. Kalau jemaat sampai menghujat gembalanya--itu dosa besar--tetap mohon supaya diampuni dan namanya tetap tertulis.

        Tetapi TUHAN katakan: Orang yang berdosa, yang dihapus namanya.
        Kalau darah Yesus menghapus dosa yang besar--dosa najis, dosa apa saja--, nama kita tertulis di kitab kehidupan; ditulis di Yerusalem baru. Tandanya: hati damai sejahtera.

        Hari-hari ini jaga hati damai! Tidak ada marah, tetapi mengasihi. Kalau marah, cepat selesaikan!

        Diam dan tenang, serahkan semua pada TUHAN.
        Bertobat dan berdoa, bagaikan mengulurkan dua tangan kepada TUHAN dan TUHAN mengulurkan dua tangan-Nya kepada kita. Semua masalah selesai; teduh, enak dan ringan, dan semua indah pada waktunya, sampai nama kita tertulis dalam kitab kehidupan.

Memang kita adalah kapal yang kecil di tengah lautan bebas, lautan besar, dan penuh badai. Mungkin ada yang terombang-ambing atau sudah hampir tenggelam seperti Petrus, mari berseru kepada TUHAN malam ini. Diam dan tenang malam ini--bertobat dan berdoa, apapun keadaan kita.

Yang sudah berhasil dan lain-lain, jangan sombong, tetapi tetap dalam tangan Imam Besar!
Mungkin tidak ada yang tahu keadaan kita, tetapi Yesus tahu, Dia memonitor kita. Kita berseru kepada Dia.

Hati kita adalah sumber semuanya. Kalau hati damai sejahtera, kita ada di dalam tangan Imam Besar, kita dimonitor oleh Imam Besar.

Kaum muda, jangan takut! Memang perjalanan di tengah laut yang bergelombang, kita terlalu kecil secara jasmani dan rohani, kita tidak mampu; nikah dan buah nikah kita tidak mampu, masa depan tidak mampu. Tetapi kalau hati damai--bebaas dari semua--Dia sedang memonitor kita dan mengulurkan tangan-Nya yang setia dan berbelas kasih kepada kita. Dia menyelesaikan semua, menjadikan semua indah, dan Dia juga sedang mengukir nama kita di dalam kerajaan sorga yang kekal. Jangan pulang sebelum hati menjadi damai!

Apapun yang hati kita rasakan hari-hari ini: takut, susah, kuatir, najis, jahat, pahit getir, biar semuanya disedot oleh kurban Kristus. Kita pulang dengan hati damai sejahtera: 'Terserah Engkau, TUHAN, saya tidak bisa.'
Kaum muda, serahkan semua, supaya hati damai, bahagia, dan indah.

Tubuh-Nya menyedot segala dosa, kepahitan, kegagalan dan lain-lain. Serahkan semua pada Dia, Dia sudah menanggung semua di kayu salib.
Darah-Nya menolong kita semua sampai menyempurnakan kita. Serahkan semua pada TUHAN sampai hati damai, di manapun kita berada!

Bukan hanya di lautan dunia, tetapi Dia juga mengangkat kita sampai di awan-awan. Jangan puas hanya sampai diangkat dari lautan dunia--semua normal, teduh, dan enak, boleh saja. Tetapi masih lanjut satu kali lagi, yaitu diangkat di awan-awan yang permai. Itu yang terpenting dalam hidup kita. Ingat keluarga kita, doakan semua, jangan ada yang ketinggalan!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top