English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Januari 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 29-31= keadaan pada masa kedatangan Tuhan Yesus kedua kali:1. ay. 29
2. ay. 30
3....

Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Doa Malang, 07 September 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Oktober 2010 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Matius 6: 16-18
6:16. "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya...

Ibadah Doa Malang, 25 Maret 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus:

Wahyu 1:10,...

Ibadah Doa Malang, 11 November 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah di depan tabut perjanjian, sama...

Ibadah Raya Malang, 09 Maret 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 adalah penglihatan Yohanes di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Maret 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 6-9 => perumpamaan tentang pohon ara...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 September 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Maret 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 26 Desember 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Oktober 2012 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat malam. Selamat bersekutu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Keluaran 12: 15
12:15. Kamu makanlah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 Maret 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 16 Oktober 2014 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 13 Januari 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 13

8:13. Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: "Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya."

Ini adalah keadaan sesudah peniupan keempat sangkakala yang pertama, yaitu burung nasar membawa berita tentang penghukuman tiga sangkakala yang lain.

Ada dua kemungkinan tentang burung nasar:

  1. Yang pertama: kehidupan hamba/pelayan/anak Tuhan yang menolak bunyi sangkakala sekarang ini; sama dengan menolak penyucian; mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa.
    Bunyi sangkakala yang ditiup oleh malaikat--malaikat menunjuk pada gembala--= firman penggembalaan--firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang diulang-ulang dan dalam urapan Roh Kudus, untuk menyucikan dan mengubahkan sidang jemaat secara terus menerus sampai sempurna seperti Yesus--; tujuh malaikat memegang tujuh sangkakala, jadi tidak berebutan/bergantian; masing-masing menerima karunia dari Tuhan.
    Jadi firman penggembalaan itu tidak rebutan atau bergantian. Ada juga yang rebutan sampai gembalanya tidak dapat-dapat.

    Akibat menolak bunyi sangkakala: akan menghadapi burung nasar yang membawa berita penghukuman: sangkakala kelima, keenam, dan ketujuh; mengalami penghukuman yang kelima, keenam, dan ketujuh dari Anak Allah--celaka yang akan menimpa bumi.


  2. Yang kedua: kehidupan hamba/pelayan/anak Tuhan yang mau mendengar dan dengar-dengaran pada bunyi sangkakala sekarang ini, sehingga mengalami penyucian dan pembaharuan secara terus menerus, sampai ditampilkan sebagai burung nasar, itulah orang yang menantikan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--sebelum terbang ke awan-awan, burung nasar terbang dulu ke gunung.

Jadi kalau menolak bunyi sangkakala kita tidak akan bisa menjadi burung nasar, tetapi kalau mau mendengar dan dengar-dengaran--sakit bagi daging--, kita akan ditampilkan sebagai burung nasar yang terbang ke atas gunung untuk menantikan kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.

Ayub 39: 30-33
39:30. Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?
39:31. Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi.
39:32. Dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati;
39:33. anak-anaknya menghirup darah, dan di mana ada yang tewas, di situlah dia."

Inilah tanda-tanda burung nasar--kehidupan yang disucikan dan diubahkan terus menerus--sehingga bisa menantikan Tuhan.
Ada beberapa tanda yang nanti akan kita pelajari, tetapi siang ini kita belajar dari ayat 32: 'Dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati'=> bicara tentang PANDANGAN.
Artinya: kita harus memiliki pandangan yang jauh ke depan, sampai hidup kekal. Jangan hanya melihat yang di bawah, terlalu kecil. Burung nasar naik gunung sehingga pandangannya jauh ke depan.

Gunung bicara tentang penyembahan. Kita harus banyak menyembah. Kalau banyak menyembah, pandangan kita akan berbeda.
Kalau dulu saat tidak banyak menyembah, yang dipandang hanya yang di bawah terus: Puji Tuhan, dahsyat. Begitu ada pencobaan, langsung lemah.
Mari banyak menyembah, supaya pandangan lebih jauh lagi, sampai hidup kekal selamanya.

"Pesawat lebih tinggi, lebih jauh lagi pandangannya. Kalau hamba/pelayan Tuhan hanya berkata: Luar biasa, dahsyat, itu sama dengan pesawat yang lagi parkir. Bandara kelihatan bagus, dibangun lagi, sampai terkagum-kagum. Yang dibicarakan hanya itu. Tetapi kalau sudah terbang tinggi, semua hanya terlihat seperti mainan; terlihat tidak berguna. Itulah gambaran dari pandangan rohani yang jauh ke depan sampai hidup kekal."

Ada dua macam pandangan hamba/pelayan Tuhan:

  1. Pandangan jasmani.
    Ini yang umum terjadi. Tetapi kita jangan pilih yang umum, tetapi harus menjadi hamba Tuhan yang khusus--'banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih'.
    Pandangan jasmani artinya beribadah melayani hanya untuk mencari perkara jasmani, sampai berani mengorbankan perkara rohani (kebenaran, keselamatan) untuk mendapatkan perkara daging. Ini sama dengan menghalalkan segala cara. Katanya beribadah melayani Tuhan, padahal ia melayani diri sendiri.
    Esau mengorbankan hak kesulungan, tidak peduli, yang penting dapat yang jasmani.

    Ini banyak terjadi hari-hari ini. Hamba Tuhan juga menghalalkan segala cara untuk dapat gereja, jemaat dan lain-lain. Begitu juga sidang jemaat, untuk dapat uang dan keuntungan sampai berdusta, menipu dan sebagainya.
    Akibatnya: sama seperti perempuan bungkuk delapan belas tahun di Bait Allah, artinya: bercacat cela dan tidak bisa sempurna; tidak bisa menantikan dan melihat kedatangan Tuhan tetapi hanya mendengar burung nasar berkata: Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi.

    Lukas 13: 10-11
    13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
    13:11. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

    Kalau hanya punya pandangan jasmani, kita akan menjadi hamba/pelayan/anak Tuhan yang bungkuk rohaninya. Memang ada di Bait Allah; masih beribadah melayani, tetapi bungkuk rohaninya delapan belas tahun--angka 18 sama dengan dicap 666--; hanya menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selamanya, bukan menjadi sama dengan Yesus--burung nasar adalah kehidupan yang menantikan kedatangan Tuhan, dan akan menjadi sama dengan Tuhan dalam sekejap mata.

    'Yesus sedang mengajar'= begitu Yesus mengajar, perempuan ini sembuh.
    Tanpa pengajaran, semua akan bungkuk.

    "Tadi pagi di Malang: ada dua penebaran pukat. Penebaran pertama: penginjilan, sudah selamat dan diberkati, tetapi lama kelamaan koyak, tidak kuat. Begitu ada pengajaran, tidak koyak lagi sekalipun menangkap ikan-ikan besar sebanyak seratus lima puluh tiga ekor. Penginjilan penting, kalau tidak, saya tidak ada di sini, tetapi tidak cukup, harus ada pengajaran."

    Kalau hanya penginjilan, akan bungkuk. Mari lihat ke depan--pengajaran.
    Karena itu dalam Bait Allah/penggembalaan harus ada firman pengajaran, supaya pandangan kita lebih jauh kepada pandangan rohani.


  2. Pandangan rohani=


    1. Pandangan yang jauh ke depan; pandangan kepada perkara yang kekal, sampai berani mengorbankan yang jasmani untuk mendapatkan yang rohani.
      2 Korintus 4: 18
      4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

      'Lebih baik tidak.......dari pada tidak benar,' ini orang yang berpandangan rohani. Misalnya: 'Lebih baik tidak makan dari pada tidak benar, tidak selamat, tidak melayani Tuhan, atau tidak.....(dalam hal yang rohani)'.


    2. Pandangan yang hanya tertuju kepada Yesus, yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa sebagai Imam Besar dan Mempelai Pria Sorga--pandangan yang terjauh.
      Ibrani 12: 2
      12:2. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

      Kita tidak memandang manusia siapapun, tetapi hanya tertuju kepada Yesus. Kita tidak berharap pada yang lain. Punya orang tua yang baik, bagus, tetapi jangan berharap orang tua, nanti akan kecewa. Punya anak pintar, bisa cari uang, bagus, tetapi jangan berharap anak, nanti akan kecewa. Pandang Yesus, tidak akan pernah kecewa selamanya.

Ada tiga pengertian pandangan rohani:

  1. 2 Korintus 5: 6-9
    5:6. Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,
    5:7. --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat--
    5:8. tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
    5:9. Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.

    Pengertian pertama pandangan rohani: pandangan iman, bukan pandangan mata.

    Sekarang banyak ajaran yang salah: Lihat mobil putih, pegang, nanti kita akan mendapatkannya. Ini ajaran-ajaran yang salah. Yesus seringkali menegor orang yang mengikut Dia: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Iman tidak seperti itu!

    Praktik pandangan iman:


    • 'hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat'= percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan dengan keyakinan bahwa Tuhan pasti menggenapi janji-Nya; firman Tuhan mampu menciptakan dari tidak ada menjadi ada; yang mustahil menjadi tidak mustahil, sehingga kita tidak pernah berharap pada yang lain--telinga mendengar firman dan kita percaya sekalipun mata belum melihat.

      Roma 4: 16-17
      4:16. Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, --
      4:17. seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

      Abraham adalah bapa secara jasmani bagi bangsa Israel, tetapi secara rohani bapa dari kita bangsa kafir lewat iman.

      Abraham menantikan janji Tuhan selama dua puluh lima tahun. Tubuhnya tambah lemah, ditambah Sarah sudah mati haid; sudah tidak mungkin mempunyai anak. Tetapi Abraham tetap percaya Tuhan mampu menjadikan dari yang tidak ada menjadi ada--'yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada'. Inilah pandangan iman.

      Kemudian saat Ishak sudah besar, Tuhan perintahkan Abraham untuk mempersembahkan anaknya. Abraham taat karena ia yakin Tuhan mampu menghidupkan yang sudah mati--'Allah yang menghidupkan orang mati'.


    • 2 Korintus 5: 8
      5:8. tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

      Praktik kedua pandangan iman: tabah; tidak bimbang/ragu terhadap janji Allah; tidak kecewa, putus asa sekalipun pencobaan dan masalah bertambah berat, juga tidak bangga akan sesuatu tetapi hanya mengucap syukur. Masalah dan pencobaan yang bertambah berat hanya merupakan ujian, bagaimana iman kita.

      Roma 4: 19
      4:19. Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.

      Biar pencobaan makin kuat, hebat, dan mustahil, iman jangan menjadi lemah, tetapi semakin kuat.
      Kita ingat dulu pernah ditolong Tuhan. Karena itu saksikan pertolongan Tuhan sebagai inventarisasi kita. Mungkin ditolong soal nilai, saksikan, nanti akan ada tangga berikutnya, lebih besar lagi,, saksikan lagi, begitu seterusnya sampai sempurna. Kalau baru ditolong lalu tidak bersaksi, akan datar, terus, tidak ditolong Tuhan. Saksikan mulai dari yang kecil-kecil, biarpun orang mencela.
      Kalau dulu Tuhan sudah menolong kita, kita yakin sekarang Tuhan juga pasti menolong kita. Itu gunanya inventarisasi pertolongan Tuhan lewat kesaksian.


    • 2 Korintus 5: 9
      5:9. Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.

      Praktik ketiga pandangan iman: 'supaya kami berkenan kepada-Nya'= hidup benar; kita selalu berusaha untuk hidup dalam kebenaran apapun resikonya sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
      Kalau diizinkan Tuhan seperti Musa, sampai matipun tetap dalam kebenaran; tetap sesuai dengan firman Tuhan.

      Kalau tidak benar, berarti tubuh, jiwa, dan roh sudah lebih dulu mati. Biar hebat, kalau tidak benar, ia sudah mati, dan menuju kebinasaan selamanya.
      Sebaliknya, kalau hidup benar lalu diizinkan meninggal dunia, ia akan dibangkitkan dalam kemuliaan selamanya.
      Pertahankan kebenaran, dan kita akan ditinggikan pada waktunya!


    Inilah pandangan iman. Semoga pandangan kita berubah, jangan bungkuk terus. Orang bungkuk tidak bisa jadi burung nasar, tetapi hanya mendengar suara burung nasar: Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi.

    Kalau kita mau disucikan, kita akan terbang dengan kedua sayap burung nasar, itulah firman dan Roh Kudus--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Semakin disucikan, sayap akan semakin besar. Kita naik ke atas gunung penyembahan lebih dulu, setelah itu menuju gunung Yerusalem baru.

    Naik ke gunung penyembahan sehingga pandangan kita berubah. Kita bukan lagi bungkuk, tetapi pandangan jauh ke depan. Pandangan kita hanya kepada Yesus.
    Buktinya: yakin bahwa janji Tuhan tidak berubah--hanya berharap pada janji Tuhan--, tabah--tidak pernah kecewa, putus asa, termasuk tidak bangga dengan sesuatu tetapi hanya mengucap syukur kepada Tuhan--, dan berusaha hidup benar.


  2. Ibrani 12: 2
    12:2. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

    Pengertian kedua pandangan rohani: pandangan salib--Yesus memiliki pandangan salib sampai Ia dipermuliakan di sebelah kanan Allah Bapa; Abraham juga memiliki pandangan salib.
    Kejadian 13: 14-15
    13:14. Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
    13:15. sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

    'timur dan barat, utara dan selatan'= salib.
    Waktu itu gembala-gembala Abraham dan Lot bertengkar karena tempatnya sudah tidak cukup, lalu mereka berpisah. Abraham menyuruh Lot untuk memilih lebih dulu, dan Lot menggunakan pandangan daging, lalu memilih yang terlihat seperti taman sorga, padahal itulah Sodom dan Gomora. Ini akibatnya.
    Seharusnya Lot membiarkan Abraham yang memilih lebih dulu karena ia dulu yang menolong Lot dan Abraham lebih tua. Anak-anak pada orang tua jangan begitu! Ingat, kebaikan harus dibalas dengan kebaikan, bahkan kejahatan dibalas dengan kebaikan. Jangan membalas kebaikan dengan kejahatan!

    Abraham menggunakan pandangan salib, maka negeri perjanjian diberikan oleh Tuhan.

    Praktik pandangan salib: rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa, dan kembali pada Tuhan--bertobat; mati terhadap dosa--, dan rela sengsara daging untuk melakukan kehendak Allah sekalipun bertentangan dengan kehendak daging.
    1 Petrus 4: 1-2
    4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    Kalau berbuat dosa, kita akan jauh dari Tuhan; kalau berhenti berbuat dosa, kita kembali kepada Tuhan.
    Tadi Abraham sudah punya anak, lalu Tuhan minta untuk dipersembahkan, dan ia melakukan kehendak Allah sekalipun bertentangan dengan kehendak daging.

    Apa itu sengsara daging untuk melakukan kehendak Allah?


    • Yang paling ringan adalah masuk baptisan air yang benar. Kalau menolak baptisan air, tidak tahu mau sengsara apa lagi.
      Matius 3: 14-16
      3:14. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
      3:15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
      3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu mengalami baptisan Roh Kudus; kita mengalami urapan dan kepenuhan Roh Kudus, sehingga kita bisa taat dengar-dengaran--kita hanya berseru: Ya Abba, ya Bapa.

      Yang sudah baptisan, periksa bagaimana baptisannya. Kalau belum dikubur, berarti belum dibaptis. Kalau sudah dikubur, periksa hasilnya, apakah kita sudah taat dengar-dengaran atau belum.


    • Beribadah melayani.

    • Berdoa dan berpuasa.
      Matius 17: 15, 21
      17:15. katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
      17:21. (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan
      berdoa dan berpuasa.)"

      Berdoa dan berpuasa sangat ampuh untuk mengatasi penyakit ayan rohani/gila babi, yaitu dosa yang diulang-ulang, itulah dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
      Dosa sama dengan masalah. Kalau dosa diulang-ulang, masalah akan bertambah-tambah. Tetapi lewat doa puasa kita menghentikan dosa yang diulang-ulang, masalah juga akan berhenti.


    Inilah pandangan salib, yaitu rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan melakukan kehendak Bapa. Mulai dari masuk baptisan air yang benar, melayani Tuhan, sampai doa puasa. Jangan ragu-ragu!


  3. Pengertian ketiga pandangan rohani: pandangan hanya tertuju kepada Yesus sebagai Imam Besar, yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.
    Praktiknya:


    • Kolose 3: 1
      3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

      Praktik pertama: mencari perkara di atas di mana Yesus duduk, yaitu mengutamakan ibadah pelayanan kepada Tuhan lebih dari segala perkara di bumi.


    • Banyak menyembah Tuhan; mata memandang wajah Tuhan yang bagaikan matahari terik, mulut berkata-kata apa adanya kepada Dia, dan tangan diulurkan kepada-Nya--berserah berseru kepada-Nya.


    Hasilnya: kita akan mengalami cahaya matahari dari wajah Yesus. Selama kita masih melihat matahari, masih ada harapan. Kalau sudah tidak bisa apa-apa, mari utamakan Tuhan; pandangan hanya kepada Yesus saja. Bagaimana memandang Yesus? Lewat mengutamakan ibadah dan menyembah Tuhan, tidak usah cerita pada orang lain. Kalau tidak beribadah saat pencobaan bertambah berat, salah, itu bukan memandang Tuhan.

    Waktu Petrus menyangkal Yesus, Yesus sudah tidak memandang dia. Tetapi untung ada kokok ayam. Begitu ada kokok ayam, Yesus langsung berpaling, dan Petrus mendapat kesempatan untuk menerima sinar matahari.
    Kokok ayam sama dengan bunyi sangkakala--firman penggembalaan. Ini sangat penting. Sekalipun orang sudah ditolak oleh Tuhan--sudah jadi bangkai; tubuh, jiwa, dan rohnya hancur--kalau masih ada kokok ayam, Yesus masih berpaling untuk memberikan kesempatan bisa memandang Dia.
    Doakan saya untuk bisa menerima dari Tuhan, benar-benar kokok ayam, mungkin sederhana, tidak apa-apa, asalkan dibutuhkan jemaat.

    Siang ini, sudah hancur, sudah tidak mungkin, tetapi selama masih ada kokok ayam--bunyi sangkakala yang diulang-ulang--masih ada kesempatan untuk memandang wajah Tuhan yang bersinar bagaikan matahari terik dan menyembah Dia.

    Kegunaan matahari--kasih dan kuasa Tuhan--:


    • Untuk menghadapi mendung yang gelap; hujan pencobaan. Kasih kemurahan menyinari untuk menghasilkan pelangi kemuliaan Tuhan yang mampu menyelesaikan semua masalah yang mustahil bagi kita.

      "Dulu saya pernah dua kali mau lari; yang terakhir setelah om Pong meninggal, saya tidak kuat lagi di Malang. Saat itu saya diundang ke desa untuk menghadiri pernikahan pengerja, saya berdoa: 'Tuhan, pindahkan aku di sini, aku tidak mau lagi ke Malang, tidak kuat.' Isteri saya tidak tahu. Tetapi saya merasa bersalah, saya mengaku, dan saat itu saya bisa memandang matahari, semua selesai. Orang sudah berteriak-teriak: Hancur gereja ini. Saya takut sekali. Tetapi begitu bisa memandang kemuliaan dari wajah Tuhan, langsung terbungkam semua; sampai hari ini bisa melanjutkan bangunan gereja. Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya. Jangan main-main! Lazarus mati empat hari, tetapi kalau Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya, bangkai bisa dibangkitkan."

      Bangkai jasmani atau bangkai rohani seperti Petrus, bisa dibangkitkan.


    • Mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani, mulai dari wajah--yang sama dengan hati:


      1. Wajah muram menjadi berseri-seri.
        Wajah Kain muram karena melihat Habel berhasil. Ada yang muram karena iri, kebencian, kepahitan hati? Pandang sinar matahari, kita bisa berseri kembali, tidak ada benci lagi, tetapi mengasihi.

        Wajah ibu Hana yang muram bisa berseri. Tuhan tolong, dan dia bisa melahirkan anak.

        Wajah muram apa? Soal nikah dan buah nikah--Hana--, pelayanan--Kain--, bisa berseri kembali.

        Dua orang ke Emaus, wajahnya muram karena Yesus sudah mati--kecewa, putus asa karena belum ditolong--, bisa berseri kembali, ada pertolongan Tuhan tepat pada waktunya.


      2. Wajah pucat--ketakutan, kekuatiran--berseri kembali; percaya kepada Tuhan, menyerah sepenuh pada Tuhan.
        Kaum muda mungkin dihantui ketakutan, kekuatiran, bisa berseri kembali.


      3. Terakhir wajah buruk--jatuh bangun dalam dosa--sampai wajah seperti setan masih bisa diubahkan menjadi indah di hadapan Tuhan.
        Wajah Petrus sempat sama seperti setan saat ia menolak salib--Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "enyahlah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."


    • Sampai kalau Tuhan datang kita diubahkan jadi sempurna, burung nasar terbang untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali. Kita memandang Dia muka dengan muka selama-lamanya.

Selama ada matahari, pandang wajah-Nya.
Tuhan menolong kita semua.
Kesempatan ini, pandang Yesus saja! Tidak ada masa depan, hidup kacau, pandang Yesus. Yang sudah berhasil juga tetap pandang Yesus.

Dia rela wajah-Nya menjadi buruk di kayu salib untuk menolong kita semua; Dia hancur untuk menolong kita.
Yang berhasil, mengucap syukur, mengaku: Kalau bukan Engkau yang hancur dan buruk di kayu salib, aku tidak bisa begini.
Yang masih gagal/terpuruk--bangkai-bangkai secara jasmani dan rohani--, pandang Yesus. Kalau tidak mampu, sebut: Yesus.

Jangan berharap kepada siapapun sekalipun mereka baik, tetapi hanya berharap Tuhan. Kaum muda, kesempatan, serap semua sinar matahari, kita akan berseri, tidak akan pernah kecewa.
Kembali kepada Tuhan, kembali mengandalkan Dia, sungguh-sungguh mengutamakan Dia, mau disucikan, sampai pelangi kemuliaan Tuhan turun di tengah-tengah kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top