English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 11 September 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 20 November 2013 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Mei 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Februari 2014 (Kamis Sore)

Siaran langsung dari Ibadah Persekutuan di Toraja.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Oktober 2013 (Sabtu Sore)
Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Lukas 5:29-32
5:29 Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Juni 2011 (Minggu Sore)
Dari siaran tunda Ibadah Persekutuan di Jerman
Tema: "40"
Dalam Alkitab, angka 40 mempunyai arti yang penting, yaitu penamatan...

Ibadah Doa Surabaya, 17 November 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia,...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Mei 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Persekutuan di Semarang II, 21 September 2012 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:
I Korintus 3:9b
3:9b kamu adalah...

Ibadah Raya Malang, 14 Agustus 2011 (Minggu Pagi)
Bersamaan PENATARAN IMAM & CALON IMAM (I)

Matius...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Agustus 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 10 April 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 28 Februari 2010 (Minggu Pagi)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga.
Kita harus berjaga-jaga sebab kedatangan Yesus kedua...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Mei 2011 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 26:14-16

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 November 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk tentang 7 kali...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2018 (Minggu Siang)

Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Kita mempelajari kitab wahyu 7: 9-17.
Wahyu 7 terbagi menjadi dua bagian besar:

  1. Ayat 1-8= seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel menerima meterai di dahi; menjadi inti dari mempelai wanita sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018 sampai Ibadah Raya Surabaya, 08 April 2018).
    Bangsa Israel menerima meterai di dahi mereka lewat jalur janji Tuhan kepada Abraham dan keturunannya.


  2. Ayat 9-17= bangsa kafir menerima meterai Allah di dahinya; menjadi kelengkapan dari mempelai wanita sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2018).
    Bangsa kafir menerima meterai lewat jalur kasih karunia Tuhan yang seharga kurban Kristus.

Keduanya--Israel dan kafir--yang mendapatkan meterai Allah di dahinya akan menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai; masuk perjamuan kawin Anak Domba. Sesudah itu masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru--duduk di takhta sorga.

Kita sudah mempelajari:

  1. Jalur ke takhta sorga: bangsa Israel lewat jalur janji Tuhan kepada Abraham, dan bangsa kafir lewat jalur kasih karunia Tuhan.
  2. Proses ke takhta sorga (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 April 2018).
  3. Syarat ke takhta sorga (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 22 April 2018 sampai Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 10 Mei 2018).
  4. Aktivitas di sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Mei 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 18 Mei 2018).

Wahyu 7: 13-15
7:13. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
7:14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

Kita maju satu langkah. Siapa yang berdiri di hadapan takhta dan memakai jubah putih? Orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar.
Kesusahan yang besar= sengsara daging.

Praktik keluar dari sengsara daging/kesusahan yang besar--ini harus kita alami--:

  1. 1 Petrus 4: 1-2
    4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    Praktik pertama keluar dari kesusahan yang besar:


    • Sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa; sengsara daging untuk mati terhadap dosa/bertobat.
      Ini adalah kesusahan yang besar; bukan karena mencuri, tetapi untuk mati terhadap dosa.

      Setan adalah bapa pendusta dan pembunuh. Jadi pertobatan dimulai dari tidak ada dusta dan kebencian tanpa alasan, termasuk kepahitan, kenajisan. Buang semua!
      Kalau berdusta, tidak akan bisa bertobat.


    • Ayat 2: 'waktu yang sisa'= sengsara daging untuk melakukan kehendak Tuhan.
      Sudah bertobat, dilanjutkan dengan sengsara daging untuk melakukan kehendak Allah, dimulai dari baptisan air yang benar.

      Matius 3: 15-16
      3:15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
      3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka.
      Dulu dilahirkan oleh ibu, pintu dunia terbuka--hidup dunia--tetapi tidak bisa mewarisi sorga. Karena itu harus masuk baptisan yang benar, supaya langit terbuka--sorga terbuka--, kita mengalami hidup sorgawi yaitu mengalami baptisan Roh Kudus--'Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya'. Kita mengalami urapan dan kepenuhan Roh Kudus.


    Ini yang dijanjikan oleh Tuhan, setelah Ia naik ke sorga.
    Kita mengalami urapan dan kepenuhan Roh Kudus sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran.
    Ini gunanya Pentakosta. Yesus mati, bangkit, dan naik ke sorga, untuk mencurahkan Roh Kudus, supaya kita mendapatkan hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran.

    Tanpa Roh Kudus, tidak akan bisa benar.
    Tuhan curahkan Roh Kudus, supaya kita bisa hidup benar. Buang yang tidak benar! Kita tidak jatuh lagi dalam dosa, kita berpegang pada firman pengajaran yang benar, supaya kita tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu.

    Inilah gunanya pencurahan Roh Kudus, dimulai dari baptisan air. Hari ini kita dibaharui. Mungkin baptisan air kita sudah lama, mari dibaharui.

    Dosa dengan ajaran palsu sama-sama racun/ragi, yang merusak dan membinasakan.
    Karena itu penting ada Roh Kudus.

    1 Yohanes 2: 27
    2:27. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

    Urapan Roh Kudus membuat kita mengerti dan berpegang teguh pada pengajaran yang benar.

    Kalau sudah hidup benar dan berpegang teguh pengajaran yang benar, kita akan dipercaya untuk menjadi senjata kebenaran--imam dan raja.
    Imam dan raja adalah seorang yang memangku jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.

    Senjata kebenaran= imam-imam dan raja-raja yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan, dengan setia dan benar. Jabatan dan karunianya dari Tuhan, sesudah itu kita beribadah melayani sesuai dengan jabatan pelayanan kita, dengan setia dan benar.
    Ini yang disebut orang benar.

    Tanpa Roh Kudus tidak ada orang benar. Biar manusia pintar,, tanpa Roh Kudus tidak akan bisa benar; daging ini tidak bisa benar.
    Karena itu harus ada Pentakosta--pencurahan Roh Kudus. Mulai dari baptisan air kita sudah diurapi, tetapi di hari Pentakosta ini, dibaharui lagi oleh Tuhan--seperti murid-murid di loteng Yerusalem--, supaya kita mantap untuk hidup dalam benar, berpegang teguh pada pengajaran yang benar, dan menjadi senjata kebenaran. Layani dengan setia dan benar, sesuai dengan jabatan pelayanan kita! Mantap semuanya; mantap menjadi orang benar! Sungguh-sungguh pulang dari tempat ini kita menjadi orang benar. Kaum muda, cita-cita menjadi dokter, silakan, tetapi cita-cita tertinggi adalah menjadi orang benar. Itu yang menerima jaminan dari Tuhan.

    Hasilnya: orang benar dijamin oleh Tuhan. Kita dipagari dengan berkat dan anugerah Tuhan.
    Mazmur 5: 13
    5:13. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Dunia berada dalam suasana kutukan. Kalau dipagari, berarti kutukan tidak bisa masuk, tetapi kita dipindahkan dari suasana kutukan ke suasana berkat dan anugerah--suasana Firdaus.
    Dulu manusia diciptakan dan ditempatkan di Firdaus, tetapi karena berbuat dosa, manusia dibuang ke dunia--dalam kutukan. Dan lewat Pentakosta, kita dipindah ulang dari kutukan ke Firdaus. Itulah kekuatan Roh Kudus.
    Karena itu penting ada Roh Kudus.

    Suasana Firdaus= SUASANA MEMPELAI--setelah Adam dan Hawa diciptakan, mereka ditempatkan di Firdaus--= suasana takhta sorga. Nanti kita duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga, tidak terpisah lagi.
    Tuhan tolong kita semua.

    Mari kembali pada suasana mempelai! Kalau mau ke takhta sorga kita harus mengalami suasana mempelai, bukan suasana kutukan. Di sana benar-benar ada jaminan berkat, pemeliharaan Tuhan secara berlimpah, dan kebahagiaan sorga.
    Di Firdaus berlimpah, mau makan kapanpun, ada.

    Berlimpah artinya tidak kekurangan, tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Jika kita butuh sesuatu, Tuhan sediakan.

    Ini yang pertama, keluar dari kesusahan yang besar untuk bertobat dan melakukan kehendak Allah. Kita melakukan kehendak Tuhan dengan kekuatan Roh Kudus, sampai kita menjadi orang benar. Di sana ada jaminan dari Tuhan dan suasana mempelai/suasana takhta sorga.


  2. 2 Korintus 6: 3-10
    6:3. Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.
    6:4. Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
    6:5. dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;
    6:6. dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;
    6:7. dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela
    6:8. ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,
    6:9. sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;
    6:10. sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

    Untuk berdiri di hadapan takhta, kita harus keluar dulu dari kesusahan yang besar.

    Praktik kedua keluar dari kesusahan yang besar: sengsara daging karena ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Tadi sengsara daging untuk menjadi orang benar dan pelayan Tuhan, sekarang sengsara daging karena ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Mungkin harus ada pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, tidak salah disalahkan dan sebagainya. Sudah benar!

    Ini sama dengan jubah dicelup dalam darah. Tadi kita sudah diangkat menjadi pelayan Tuhan, sudah ada jubah pelayanan. Sekarang jubah dicelup dalam darah--sengsara daging karena ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Mengapa jubah harus dicelup dalam darah?


    • Supaya tidak ditelanjangi oleh setan sehingga kita bisa mempertahankan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
      Kalau ada tanda darah, setan takut.

      Setan tidak takut pada ijazah atau kekayaan, tetapi darah.
      Jangan sampai berhenti di tengah jalan!
      Sekarang, gembalapun berhenti di tengah jalan. Mari kuat teguh hati! Memang harus masuk kesusahan yang besar, tidak bisa tidak.
      Dengan adanya sengsara, Roh Kudus dicurahkan.

      Di balik salib ada Pentakosta. Kalau tidak ada salib, tidak akan ada Pentakosta/Roh Kudus. Yesus disalib, mati, bangkit, dan naik ke sorga, baru ada Roh Kudus. Kalau Ia tidak disalib, tidak akan ada Roh Kudus; Roh Kudus tetap dalam bentuk minyak zaitun dan diberi rempah-rempah--bersifat jasmani. Tidak akan mampu menghadapi keadaan akhir zaman.

      Dulu pada zaman Taurat memang minyak urapan dibuat dari minyak zaitun dan diberi rempah-rempah. Tetapi sekarang di zaman akhir, Tuhan tahu urapan secara jasmani--buatan manusia--sudah tidak mampu lagi. Karena itu Ia harus mati, bangkit, dan naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus langsung dari sorga, sehingga kita bisa menghadapi keadaan dunia akhir zaman.

      Di mana ada salib, di situ ada urapan Roh Kudus. Bukan beli minyak. Enak saja kalau kita beli minyak lalu sudah diurapi. Tidak begitu! Harus ada salib, baru ada pencurahan Roh Kudus. Pertahankan jubah pelayanan sampai garis akhir!


    • 2 Timotius 1: 6-7
      1:6. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
      1:7. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

      'mengobarkan'= sekarang banyak yang mengorbankan; banyak yang berhenti melayani. Salah!
      Roh Kudus bukan roh ketakutan tetapi roh kekuatan.

      Yang kedua:
      jubah dicelup dalam darah, supaya kita menerima Roh Kudus, sehingga kita tidak takut dan lemah menghadapi segala tantangan dan rintangan dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; Roh Kudus memberikan kekuatan ekstra sehingga kita lebih setia dan berkobar-kobar dalam jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus/ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      Semakin banyak tantangan dan rintangan, kita semakin setia berkobar-kobar. Itu bukti terjadi Pentakosta; Roh Kudus dicurahkan kepada kita.
      Kalau tidak ada tantangan saja sudah tidak setia, tidak mungkin ada Roh Kudus, sekalipun ia berbahasa roh.

      Salah satu tanda dipenuhi Roh Kudus adalah berbahasa roh, tetapi tanda selanjutnya adalah setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan. Semakin setia dan berkobar, jubah semakin indah, dan hidup semakin indah. Tuhan tolong kita semua.

      2 Korintus 6: 3-10
      6:3. Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.

      Roh Kudus juga menolong kita selalu berkenan kepada Tuhan dan sesama; tidak menjadi sandungan dan tidak tersandung, tetapi menjadi berkat bagi orang lain.


    • Wahyu 19: 8
      19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

      Yang ketiga; jubah dicelup dalam darah, supaya menjadi jubah putih berkilau-kilauan--PAKAIAN MEMPELAI.


    Jadi, mau ke takhta harus sudah siap. Mulai dari suasananya yaitu suasana mempelai, bukan kutukan (letih lesu, berbeban berat). Kita menjadi orang benar dan senjata kebenaran, supaya ada suasana Firdaus-- kita dipindahkan dari dunia ke Firdaus (suasana mempelai).
    Kemudian siapkan pakaian mempelai! Lewat sengsara kita bukan hancur.
    Ini yang salah, dianggap sengsara membuat hancur. Malah puasa dibuat ringan: boleh minum air. Tidak mau salib semuanya. Padahal di balik salib ada suasana mempelai dan pakaian mempelai; kita tidak pernah telanjang. Hidup kita indah.

    Inilah persiapan kita untuk keluar dari kesusahan yang besar Siapa yang berdiri di hadapan takhta dan memakai jubah putih? Orang yang keluar dari kesusahan yang besar. Bukan gereja hebat. Jangan salah menilai!

    Ada suasana mempelai--orang benar--, kita dipelihara oleh Tuhan, dan ada kebahagiaan sorga.
    Kemudian jubah dicelup dalam darah--sengsara dalam ibadah. Nikmati saat jubah dicelup dalam darah! Sebentar lagi Tuhan akan tunjukkan bahwa Roh-Nya menguasai kita--Pentakosta. Luar biasa.


  3. 1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    'pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya'= dikaitkan dengan kedatangan Tuhan kedua kali, berarti dikaitkan dengan suasana akhir zaman.
    'Roh kemuliaan'= Pentakosta.

    Praktik ketiga keluar dari kesusahan yang besar: sengsara daging untuk menghadapi kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai. Ini sengsara daging yang paling tinggi; sama dengan sengsara daging untuk menghadapi dunia akhir zaman. Yang di awan-awan dalam kemuliaan, tetapi yang di bumi hancur-hancuran--perbedaan mencolok/pemisahan yang kita hadapi.

    Bagaimana keadaan dunia akhir zaman?
    Yohanes 16: 1-2
    16:1. "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
    16:2. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

    'membunuh kamu'= mati syahid.
    'menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah'= kalau doktrin ini sudah menguasai dunia, mau di mana kita? Ini yang kita hadapi.

    "Baru beberapa terjadi saja, sudah banyak yang takut. Padahal negara tidak takut. Negara sorga lebih tidak takut lagi. Jangan takut! Memang itu yang harus kita hadapi. Saya salut, negara tidak takut dengan apapun, bagus. Sekarang saya tambah: negara sorga lebih tidak takut lagi. Jangan mundur!"

    Sebenarnya yang diganggu adalah ibadahnya. Kalau hanya menghancurkan ekonomi, tetapi orang kristen tetap ibadah, iblis menangis. Ekonomi dipersulit, ada aniaya, itu semua hanya sarana, tetapi tujuannya adalah supaya tidak beribadah. Kalau sudah tidak beribadah, iblis senang.

    "Yang mendengar siaran ini kalau takut beribadah, hati-hati. Ini baru permulaan, nanti sungguh dikejar-kejar. Saya bukan menakut-nakuti, tetapi ada ayatnya. Sekarang antikris masih kecil-kecilan, tetapi nanti besar-besaran mencari orang kristen.
    Surabaya ini latihan dengan adanya bom di beberapa gereja, di lain tempat masih agak jauh, masih tenang. Tuhan tolong. Nanti besar-besaran. Di surat 1 Yohanes dituliskan: sekarang banyak antikris kecil, nanti besar-besaran akan mencari kita. Saya tidak menakut-nakuti, tetapi sungguh-sungguh.
    "

    Inilah sengsara daging untuk menghadapi kedatangan Tuhan kedua kali; sengsara daging untuk menghadapi dunia akhir zaman.
    Keadaan dunia akhir zaman adalah:


    • Kesibukan, tambah sibuk, sampai rasanya tidak ada kesempatan untuk beribadah. Hati-hati! Sama seperti saat Israel mau keluar dari Mesir. Semula jerami disediakan dan mereka hanya mencetak batu bata, tetapi begitu Musa berkata bahwa mereka mau keluar untuk beribadah, jerami tidak disediakan, sehingga tambah sibuk dan tidak bisa beribadah. Hati-hati! Yang sibuk, silakan, dunia memang sibuk, kalau tidak sibuk berarti malas atau mati, tetapi jangan sampai menjauhkan kita dari Tuhan. Jangan kalah!


    • Serba sulit, apalagi di satu bulan ini.
      Yang berjualan kasihan.

      "Kemarin naik pesawat pagi, penumpangnya lima puluh orang. Siang kembali ke Malang, penumpangnya juga lima puluh. Lalu saat pulang, pramugarinya bertanya: Berapa pak?: Dua puluh satu. Bulan-bulan ini sulit untuk mencari uang."

      Memang harus kita hadapi. Karena itu ada Pentakosta. Dunia tidak bisa menolong, karena itu dari sorga yang menolong. Ini gunanya kita memperingati Pentakosta. Kita tahu kenapa harus ada Pentakosta. Kita tahu kenapa Yesus harus mati untuk naik ke sorga dan mencurahkan Roh Kudus--salah satunya.


    • Penuh dengan penderitaan dan aniaya, sampai antikris berkuasa di dunia.


    Ini yang kita hadapi, yaitu kedatangan Yesus dan keadaan dunia di akhir zaman.
    1 Petrus 4: 14
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Semua ini Tuhan izinkan terjadi, supaya terjadi Pentakosta, Roh kemuliaan dicurahkan kepada kita manusia darah daging yang hina dan lemah. Kita perlu Roh kemuliaan karena kita menyambut kemuliaan Tuhan, bukan Yesus yang mati untuk menyelamatkan manusia berdosa; tidak ada kaitan dengan dosa lagi.
    Karena itu kita butuh Roh kemuliaan, supaya kita bisa menyambut Yesus dalam kemuliaan.

    Kesempatan ini, kita merayakan Pentakosta, biar Roh kemuliaan dicurahkan, sehingga terjadi mujizat secara rohani, yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--'Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus'.

    Kita diubahkan mulai dari kuat teguh hati; tidak stres. Belajar! Menghadapi apapun tetap kuat teguh hati, artinya:


    • Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar apapun resikonya, supaya kita tetap hidup benar dan suci apapun yang kita hadapi. Jangan diombang-ambingkan ajaran lain!
      Ada godaan atau paksaan tetap hidup benar, jangan pilih yang salah! Kita tetap menang.

      Orang kuat teguh hati ini yang dicari Tuhan.


    • Tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan Tuhan, tetapi tetap setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan apapun yang kita hadapi. Jangan mundur sedikitpun!
      Ini adalah manusia mulia; ada Roh kemuliaan.

      Biasanya orang setia ibadah kalau lagi banyak berkat. Setelah berkatnya berkurang, berkurang juga ibadahnya. Tetap setia dan berkobar apapun yang dihadapi!


    • Tetap menyembah Tuhan; percaya dan berharap Tuhan sepenuhnya. Kita banyak tersungkur di kaki Tuhan.
      Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berkata: Sekalipun aku tidak ditolong, aku tidak mau menyembah patung tuanku, aku tetap menyembah Tuhan--percaya dan berharap sepenuh kepada Tuhan.


    Inilah orang yang kuat teguh hati.
    Ada Pentakosta, supaya kita menjadi orang yang kuat teguh hati untuk menghadapi kedatangan Tuhan dan keadaan dunia yang hancur-hancuran.

    Inilah arti Pentakosta bagi kita:


    • Jadi orang benar. Stop dosa! Lakukan kehendak Tuhan, masuk baptisan, dan menjadi senjata kebenaran. Kita akan dipagari, ada suasana mempelai.
    • Sengsara demi pelayanan/jubah pelayanan, supaya hidup itu indah, dan menjadi pakaian mempelai.
    • Sengsara untuk menghadapi kedatangan Tuhan kedua kali, tetapi harus melalui dunia akhir zaman yang benar-benar ngeri--seperti saat Israel mau keluar dari Mesir--, benar-benar ngeri, hukuman datang, semua datang.


    Hadapi dengan Pentakosta, yaitu kuat teguh hati.
    Mujizat rohani terjadi, dan mujizat-mujizat lainnya juga terjadi.

    Hasilnya:


    • Kita akan dipercaya untuk membawa--menyaksikan dan memberitakan--cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai.
      2 Korintus 4: 3-4
      4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
      4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

      Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Mari jadi saksi Tuhan!
      Mulai dari dalam nikah. Ingat keluarga yang belum menerima kabar mempelai! Lewat kehidupan kita orang benar, yang punya suasana mempelai dan pakaian mempelai--ibadah pelayanan yang sungguh-sungguh kepada Tuhan--, serta kuat teguh hati
      kita bersaksi tentang kabar mempelai. Kemudian penggembalaan, antar penggembalaan, sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna, untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Tuhan menyertai kita.

      Sama seperti saat Yosua mau masuk Kanaan, Tuhan katakan: Kuatkan teguhkan hatimu!
      Yosua 1: 9
      1:9. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."

      'TUHAN, Allahmu, menyertai engkau'= kalau kita dipakai menyaksikan kabar mempelai dengan kuat teguh hati, kita akan disertai Tuhan. Inilah nilai tambah.
      Kalau disertai Tuhan, siapa lawan kita? Biarpun hebat, tanpa penyertaan Tuhan, tidak akan bisa apa-apa.

      Kalau kuat teguh hati kita akan disertai Tuhan; kalau ragu-ragu, tidak akan disertai Tuhan.


    • Keluaran 14: 17, 21
      14:17. Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.
      14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

      Hasil kedua: Tuhan sanggup membelah laut Kolsom, artinya memberikan jalan keluar dari segala masalah yang mustahil. Ini secara jasmani; mungkin ekonomi susah, masalah penyakit dan lain-lain.

      Kuat teguh hati dulu, selanjutnya percayakan hidup kepada Tuhan, yang lainnya terserah Tuhan. Yang penting kita setia berkobar-kobar, hidup benar, menyerah dan menyembah Tuhan Dia akan memakai kita, dan Roh kemuliaan memberikan masa depan yang berhasil dan indah. Percayalah! Tuhan tolong kita semua.


    • Yohanes 11: 39-40
      11:39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
      11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan
      melihat kemuliaan Allah?"

      Secara rohani, mungkin kita seperti menghadapi Lazarus yang sudah mati empat hari. Roh kemuliaan menolong kita.

      Ini yang kita hadapi hari-hari ini yaitu laut Kolsom dan Lazarus yang mati empat hari--kebusukan dosa sampai puncaknya dosa yang memengaruhi pikiran, perbuatan, dan pandangan, kehancuran nikah dan buah nikah, sampai penyimpangan-penyimpangan seks: laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan.

      "Sekarang malah ada ibadah kristen khusus LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender). Bukan hanya pestanya saja, tetapi ibadahnya juga ada. Saya membaca satu artikel, tempatnya mengerikan, yaitu di tempat percetakan alkitab. Malah ada yang bersaksi: Saya senang sekali di sini, semoga Tuhan berbaik hati/berkemurahan untuk memberikan jodoh yang tepat bagi saya. Saya sampai merinding membacanya. Jodoh di sini maksudnya laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan. Bayangkan! Benar-benar kiamat. Perlu Roh kemuliaan. Kita perlu Injil kemuliaan, tidak ada yang lain. Pentakosta harus ada. Tuhan tolong kita."

      Hasil ketiga: Roh kemuliaan sanggup membangkitkan Lazarus, artinya: mengubahkan kita sampai sempurna saat Yesus datang kembali--mujizat terakhir. Kita siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, masuk Firdaus, dan berdiri di hadapan takhta sorga.

      Inilah orang yang memakai jubah putih dan berdiri di hadapan takhta Allah; orang yang keluar dari kesusahan yang besar.

Jangan takut salib! Ada Roh kemuliaan/Pentakosta pada saat ini. Kegagalan, kehancuran, kebusukan serahkan pada Tuhan! Ada Roh Kudus di tengah kita. Ini janji Tuhan kepada kita.

Tidak kuat menghadapi apapun, kita memang manusia daging, tetapi Roh Kudus yang menolong kita. Tanpa Roh Kudus kita tidak akan mampu menghadapi salib, dosa, daging, dunia, ekonomi, masa depan, sekolah, penyakit dan lain-lain.
Tuhan berjanji, dan Dia akan menggenapi janji-Nya. Tuhan tidak pernah menipu kita. Dia tahu kelemahan dan kekurangan manusia daging. Roh Kudus/Roh kemuliaan yang menolong. Janji Tuhan tidak berubah.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 15-16 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top