English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Agustus 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 31-35 => Yesus harus mati di Yerusalem; keluhan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 September 2017 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran iman dan calon imam IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 16 November 2010 (Selasa Malam)
Keluaran 1: 22
1:22. Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 23 Desember 2008 (Selasa Siang)
Keluaran 3:2, malaikat Tuhan menunjuk pada pribadi Tuhan sendiri. Semak duri yang menyala...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Februari 2011 (Kamis Sore)
Dari siaran tunda ibadah di Jayapura

Ibrani 4:12
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada...

Ibadah Natal Kunjungan di Mojoagung, 27 Desember 2013 (Jumat Sore)
Tema: Mazmur 31: 16a
'Masa hidupku ada di dalam tanganMu'.
Ini pengakuan dari raja Daud.
Jadi, Daud mengakui bahwa ia...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Agustus 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 01 Maret 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22

Ibadah Kaum Muda Malang, 27 Desember 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12:35-37 ini dalam Tabernakel terkena pada petinya Tabut Perjanjian, yang menunjuk pada...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Maret 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11 tentang doa penyembahan.
Tuhan menghendaki...

Ibadah Doa Malang, 10 Maret 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:31, keadaan ketiga pada saat kedatangan Yesus kedua kali adalah...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 11 Juni 2009 (Kamis Malam)
Keluaran 28:31-35 adalah tentang gamis baju efod, yang berwarna ungu tua / biru...

Ibadah Kenaikan Tuhan Ngunut, 18 Mei 2012 (Jumat Sore)
Kita berkumpul untuk memperingati kenaikan/ keangkatan Tuhan ke Sorga. Kita berdoa supaya kita juga mengalami...

Ibadah Raya Malang, 09 November 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24: 26-31 adalah nubuat yang kelima tentang kedatangan Yesus kedua kali.
...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 15 Mei 2016 (Minggu Sore)

Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Malam ini kita memperingati hari Pentakosta. Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati, Ia berada di bumi selama 40 hari, kemudian Ia naik ke sorga. Pada hari yang ke-50--10 hari setelah Ia naik ke sorga--, Yesus mencurahkan Roh Kudus kepada kita semua. Itulah hari Pentakosta.

Wahyu 4: 5
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

Di pulau Patmos, rasul Yohanes mendengar bunyi guruh yang menderu dan melihat kilat dan tujuh obor yang menyala-nyala: itulah ketujuh Roh Allah. Ini menunjuk pada Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya/tujuh wujudnya. Ini sama dengan yang dilihat para murid di loteng Yerusalem pada waktu pencurahan Roh Kudus--hari Pentakosta.

Kisah Rasul 2: 1-4
2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu
bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3. dan tampaklah kepada mereka
lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya

Tadi, rasul Yohanes mendengar bunyi guruh yang menderu; di sini murid-murid mendengar bunyi seperti tiupan angin keras. Kemudian, rasul Yohanes melihat tujuh obor yang menyala-nyala; murid-murid melihat lidah-lidah seperti nyala api. Ini sama dengan kuasa Roh Kudus, yang dijanjikan TUHAN kepada kita.

Kisah Rasul 1: 8-11
1:8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
1:9. Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11. dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu,
akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Pada waktu Yesus naik ke sorga, Dia menjanjikan 2 hal:

  1. Pencurahan Roh Kudus.
  2. Dia akan datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai untuk mengangkat kita semua masuk kerajaan sorga yang kekal dan duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya.

Dari dua janji ini, jika dikaitkan: mengapa ada pencurahan Roh Kudus dan setelah itu Yesus datang kembali kedua kali?
Sebab manusia darah daging ini tidak kuat, penuh dengan kelemahan, kekurangan, dan cacat cela, bahkan tidak bisa mewarisi kerajaan sorga. Sebab itu, harus ditopang oleh Roh Kudus--harus dikuasai, diurapi, dan dipenuhi oleh Roh Kudus.

Jadi, supaya kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, kita mutlak membutuhkan Roh Kudus. Karena itu TUHAN beirkan dua janji kepada kita: pencurahan Roh Kudus untuk mempersiapkan kita, baru Dia datang kembali kedua kali.

Syarat untuk menerima nyala api Roh Kudus/Pentakosta:
Kisah Rasul 1: 4-5
1:4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Syaratnya adalah harus tinggal di Yerusalem--dulu kepada murid-murid, mereka harus tinggal di Yerusalem di Timur Tengah, kalau di tempat lain, tidak mendapat Roh Kudus. untuk menantikan janji Bapa.
Banyak yang diartikan secara jasmani: 'Ayo ke Yerusalem, supaya dapat urapan!' atau baru datang dari Yerusalem: 'Ayo siapa yang mau diurapi?' Seperti itu ajarannya. Kalau begitu, Roh Kudus hanya untuk orang kaya. Orang yang tidak mampu ke Yerusalem di Timur Tengah tidak dapat Roh Kudus.

Bukan seperti itu. Sekarang dalam arti rohani--dulu secara jasmani, sekarang penggenapannya kepada kita--yaitu:

  1. Yerusalem disebut Kota Damai.
    Jadi, syarat pertama untuk menerima nyala api Roh Kudus adalah hati kita harus mengalami damai sejahtera; kalau marah-marah, tidak bisa menerima Roh Kudus.

    Supaya bisa mengalami hati damai sejahtera, harus memperhatikan 2 hal:


    1. Yesaya 32: 17
      32:17. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

      Yang pertama: supaya mengalami damai sejahtera, kita harus hidup dalam kebenaran dan berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.
      Kalau tidak hidup dalam kebenaran, tidak ada damai sejahtera.

      Jangan mendua hati dalam pengajaran! Orang yang bimbang--mendua hati--, tidak pernah tenang hidupnya; tidak ada Roh Kudus. Orang yang mendua hati bagaikan laut yang bergelombang dan tidak bisa berbuat apa-apa.


    2. Efesus 4: 30-31
      4:30. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
      4:31. Segala
      kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

      Yang kedua: supaya mengalami damai sejahtera, kita harus membuang segala kepahitan, dendam, geram, marah, takut, dan kuatir, sampai hati mengalami damai sejahtera.


    Inilah syarat supaya bisa menerima nyala api Roh Kudus--seperti dulu murid-murid/rasul-rasul bisa menerima nyala api Roh Kudus. Mereka tinggal di Yerusalem, tetapi bagi kita sekarang, bukan berarti kita semua harus ke Yerusalem di Timur Tengah. Yang mau ke sana, silahkan, kalau tidak, tidak apa-apa.

    Yang penting adalah Yerusalam dalam ari rohani, yaitu hati damai. Artinya: kita hidup dalam kebenaran; kepahitan, dendam dan lain-lain tidak boleh ada lagi, tetapi yang ada hanya kita merasa mengasihi TUHAN lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi musuh. Kalau ada yang merugikan kita, kita doakan, dan hati kita akan damai. Kalau tidak, kita akan marah karena dia merugikan kita.

    Hari-hari ini adalah hari pencurahan Roh Kudus. Jaga hati damai!


  2. Yerusalem disebut Kota Setia.
    Zakharia 8: 3
    8:3. Beginilah firman TUHAN: Aku akan kembali ke Sion dan akan diam di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung TUHAN semesta alam akan disebut Gunung Kudus.

    Jadi, syarat kedua untuk menerima nyala api Roh Kudus adalah kita harus menjaga hati yang setia.
    Artinya:


    1. Setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sesuai jabatan masing-masing--setia kepada TUHAN.
      Kalau tidak mau beribadah melayani, kita akan kering; tidak ada Roh Kudus; yang ada hanya emosi dan lain-lain--roh daging.

      'Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah Bait Allah--tempatnya Roh Kudus--?' => kalau ada Roh Kudus, kita menjadi rumah Allah (tempat/baitnya Roh Kudus), yaitu tempat ibadah pelayanan dan penyembahan: setia dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN dan setia dalam penyembahan kepada TUHAN.


    2. Setia dalam nikah rumah tangga sesuai jabatan masing-masing: suami mengasihi isteri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar, isteri tunduk kepada suami, anak taat dengar-dengaran kepada orang tua.


    3. Sampai setia dalam segala hal = jangan berkhianat!


    Tadi, hati yang damai adalah kita harus hidup dalam kebenaran--tidak boleh ada yang tidak benar--, dan harus mengasihi--tidak boleh ada kepahitan, dendam dan sebagainya.

    Sekarang, hati yang setia adalah tidak boleh berkhianat, baik dalam pekerjaan, nikah, ibadah pelayanan dan segala hal.
    Yudas Iskariot berkhianat.

    Jangan berkhianat! Kalau berkhianat, akan kehilangan Roh Kudus dan hancur hidupnya.


  3. Yerusalem disebut Kota Terang, bahkan di Yerusalem baru tidak memerlukan lagi matahari dan lain-lain.
    Jadi, syarat ketiga untuk menerima nyala api Roh Kudus adalah hati yang jujur--terang-terangan.
    Artinya:


    1. Dimulai dari jujur soal TUHAN--firman pengajaran benar--ya katakan: ya, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.
      Kalau benar, harus kita terima dan dukung. Kalau tidak benar, harus kita tolak dan hindari.

      Kalau pengajaran tidak benar, maka pelayanan juga tidak benar, karena pengajaran adalah kepala. kalau kepalanya tidak benar--pengajarannya tidak benar--bahaya! Bukan Yesus yang menjadi kepala, tetapi serigala dan burung, sehingga ibadah pelayanan dan penyembahannya juga tidak benar--palsu semua.
      Jadi, kita harus tegas!--jujur dalam soal pengajaran.

      Titus 2: 7
      2:7. dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

      Soal TUHAN ini tidak bisa diganggu gugat: ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar. Kalau berkata: 'Benar, tetapi...'; 'tidak benar, tetapi...', itu ular.

      Dalam 1 Timotius 4 disebutkan: 'Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan'; di hari-hari kemudian, banyak orang yang mengikuti ajaran palsu. Oleh karena itu, kita harus tegas. Kalau benar, kita terima dan dukung. Kalau tidak benar, kita tolak dan hindari.


    2. Jujur dalam keuangan (kitab Ibrani).
    3. Jujur dalam nikah (kitab Ibrani).
    4. Jujur dalam mengaku dosa-dosa, baik kepada TUHAN maupun sesama (tanda salib). Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    5. Jujur dalam mengaku segala ketidakberdayaan dan keadaan kita kepada TUHAN. Seperti bayi yang tidak berdaya, hanya menangis.
    6. Sampai jujur dalam segala hal; sampai tidak ada dusta sedikitpun. Inilah tempatnya Roh Kudus.

Dulu, syarat untuk menerima nyala api Roh Kudus (Pentakosta) adalah harus tinggal di Yerusalem untuk menunggu janji TUHAN. Jangan ke kota lain1
Bagi kita sekarang, JAGA HATI! Ini dasarnya, yaitu:

  1. Hati damai sejahtera: harus hidup benar--tidak boleh ada yang tidak benar--, tidak boleh ada kepahitan--mengasihi Tuhan dan sesama.
  2. Hati yang setia: tidak boleh ada pengkhianatan.
  3. Hati yang jujur: tidak boleh ada dusta sedikitpun.

Proses pencurahan Roh Kudus: Roh Kudus dicurahkan bagaikan lidah-lidah seperti nyala api untuk menyentuh dan membakar kita:
Kisah Rasul 2: 1-4
2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3. dan tampaklah kepada mereka
lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain,
seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

  1. Mulai dari perut hati kita yang seringkali berisi 7 keinginan jahat dan najis.
    Dalam kepenuhan Roh Kudus, perut ini yang digoncang.

    Matius 15: 19
    15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

    'pikiran jahat' = prasangka buruk, termasuk pikiran najis.
    'pembunuhan' = kebencian.
    'sumpah palsu'= termasuk dusta.
    'hujat'= menyalahkan firman pengajaran yang benar--menghujat/menyalahkan Tuhan--, dan mendukung ajaran yang tidak benar; menyalahkan ajaran yang benar dan membenarkan ajaran yang salah.

    Jika Roh Kudus menyentuh dan membakar perut hati kita sehingga tujuh keinginan jahat dan najis dibakar habis, maka perut hati kita akan diisi Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya--Roh Kudus bekerja dan mulai menguasai kita.

    Yesaya 11: 1-3
    11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    11:2.
    Roh TUHAN(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
    11:3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

    Saat Roh Kudus membersihkan/menempati perut hati kita, jangan melawan! Kalau melawan karena kadang-kadang terasa sakit, tidak bisa bersih. Biarkan saja Roh Kudus terus membersihkan perut hati kita.


  2. Kalau perut hati sudah dibersihkan oleh Roh Kudus, selanjutnya nyala api Roh Kudus menyentuh dan membakar mulut/lidah--sampai keluar di mulut/lidah--sehingga bisa mengucapkan bahasa Roh, sesuai yang diajarkan Roh Kudus, bukan manusia.

    Banyak kali kita salah. Bahasa Roh diajarkan oleh manusia. Tidak boleh! ('seperti yang diberikan oleh Roh itu')

Inilah proses pencurahan Roh Kudus. Bahasa Roh diajarkan langsung oleh Roh Kudus, bukan manusia. Kalau meniru bahasa Roh, itu sama dengan memalsukan Roh Kudus.
Akibatnya: mati rohani.

Dulu, dalam kitab Keluaran 30--pada zaman Tabernakel/zaman Taurat--, memang membuat minyak urapan dari minyak zaitun satu hin dicampur dengan 4 macam rempah-rempah yang ditumbuk halus. Dulu, minyak urapan dipakai untuk mengurapi imam-imam, imam besar Harun, kemah Tabernakel, dan alat-alat Tabernakel. Ini untuk perjanjian lama.

Tetapi sesudah peristiwa loteng Yerusalem--Pentakosta--Pembaptis Roh adalah Yesus--langsung dari sorga. Bukan dalam bentuk minyak urapan lagi.

"Ini juga banyak kali salah. Orang membawa minyak urapan: 'Ini dari Yerusalem.' Kalau bergantung pada minyak urapan, enak saja. Tidak usah puasa dan lain-lain, beli minyak saja yang banyak. Mau khotbah, pakai minyak saja, betul-betul urapan. Bukan begitu. Mari, kita ikuti alurnya alkitab, penggenapan dari nubuat-nubuat harus diikuti semua, ayat per ayat harus diikuti. Dalam Kisah Rasul tidak ada disebutkan murid-murid diberi minyak urapan. Mereka hanya bertekun dalam doa, lalu Roh Kudus turun."

Roh Kudus membersihkan hati dari tujuh keinginan jahat dan najis. Kalau beteul-betul bersih, kita sudah diisi Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya. Roh Kudus terus menyucikan--menyentuh dan membakar--lidah kita yang banyak salah.

Lidah ini paling banyak salah. Sampai tidurpun, masih bisa maki-maki orang. Lidah disucikan/dibakar sampai menghasikan bahasa Roh seperti yang diajarkan oleh Roh itu. Kalau meniru bahasa Roh, berarti mati.
Dulu ada juga orang yang meniru membuat minyak urapan, dan akibatnya langsung mati secara jasmani. Sekarang lebih dahsyat lagi dari kematian jasmani, yaitu mati rohani dan kering rohani yang membawa kepada kematian kedua di neraka selamanya.

Kematian rohani lebih hebat dari kematian jasmani. Orang yang meninggal dunia, jika meninggal dalam Tuhan, mereka justru berbahagia sebab mereka akan dibangkitkan dan dipermuliakan. Tetapi kalau mati rohani/kering rohani, akan habis di neraka selama-lamanya.

Mari, kita mohon kepada TUHAN supaya kita bisa menyembah TUHAN sampai berbahasa Roh.
Dulu pada ujung jubah imam besar Harun terdapat giring-giring emas. Jika dia berjalan masuk ke ruangan maha suci membawa dupa dan darah, girig-giring emas menghasilkan bunyi yang indah. Itulah bahasa Roh.
Jika kita menyembah TUHAN sampai berbahasa Roh, maka api Roh Kudus tetap menyala dalam kehidupan kita. Dilatih terus!

"Tetapi jangan sampai over juga. Nanti mau menyeberang jalan berbahasa Roh dulu. Jangan! Biasa saja! Kita berbahasa Roh dalam menyembah TUHAN. Kalau ada Roh Kudus yang membakar kita, terus saja, jangan dilawan. Tiba-tiba bisa berbhasa Roh seperti yang diajarkan oleh Roh itu. Terus kita pelihara, supaya api Roh Kudus terus menyala dalam kehidupan kita."

Kegunaan nyala api Roh Kudus:

  1. Kegunaan nyala api Roh Kudus yang pertama: nyala api Roh Kudus bagaikan 7 obor yang menyala-nyala--Musa melihat pelita emas dengan 7 lampu yang menyala--yang dibutuhkan adalah sinarnya untuk menerangi perjalanan hidup kita di padang gurun dunia--di akhir zaman yang gelap--, supaya:


    1. Tidak tersandung dan terjatuh dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu:


      1. Dosa makan-minum: merokok, mabuk, narkoba.
        Kalau kita tidak kuat, masih merokok, mabuk, atau narkoba, minta Roh Kudus malam ini. Hanya Roh Kudus yang mampu menolong kita.


      2. Dosa kawin-mengawinkan: dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri), sampai nikah yang salah--perselingkuhan, kawin cerai dan lain-lain.
        Memang tidak mampu, karena manusia daging mudah bosan. Tetapi Roh Kudus yang membakar segala yang ada di perut hati.

        Yudas tidak mau dibakar dan ia hancur.


      Kalau tidak ada Roh Kudus, manusia akan jatuh dalam dosa-dosa sampai puncaknya dsoa.
      Mari, dibakar semua, supaya kita tidak tersandung dan jatuh dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa.


    2. Tidak tersesat oleh ajaran palsu. Di padang gurun kita tidak tahu arah.
      Roh Kudus mengajarkan apa yang benar kepada kita.

      Kalau ada Roh Kudus, kita bisa peka/tegas; kita bisa membedakan mana ajaran benar dan tidak benar.
      Kalau mentolerir ajaran yang tidak benar, sama dengan bimbang/mendua hati, tidak ada Roh Kudus.

      Kalau kepala/pengajarannya tidak benar, maka ibadah pelayanannya pasti tidak benar, mulutnya juga tidak benar dalam menyembah.

      "Seperti kepala kita. Kalau ada satu titik di otak, geraknya sudah tidak benar. Maaf, ini untuk memberikan gambaran. Tidak mungkin kita mengatakan: 'Tidak apa-apa, Om, sekalipun pelayanan dan penyembahannya berbeda, tetapi kita satu pengajaran.' Tidak mungkin! Pengajaran itu kepala."

      Harus satu pengajaran, baru bisa satu pelayanan, satu gerakan,dan satu suara. Dalam Wahyu 19 disebutkan, sekalipun dari berbagai suku bangsa, jika pengajarannya sama--jangan ditambah atau dikurangi--, pasti menjadi satu dan hanya satu suara: 'Haleluya'. Kalau tidak, kita akan terpisah. Dua orang di tempat tidur bisa terpisah, satu terangkat, satu tertinggal.
      Jangan sampai disesatkan oleh ajaran sesat!


    Roh Kudus menerangi supaya kita tidak tersandung, terjatuh, terhilang, dan tersesat oleh ajaran palsu, sehingga perjalanan pengikutan dan pelayanan kita kepada TUHAN mencapai arah yang benar, yaitu Yerusalem baru--Kanaan samawi.


  2. 2 Raja-raja 6: 15-17
    6:15. Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?"
    6:16. Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka."
    6:17. Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan
    kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

    Ini adalah peperangan melawan Aram. Aram menggunakan tentara yang besar, serta kuda dan kereta biasa. Ini menunjuk pada kekuatan manusia daging--kekayaan, kepandaian dan lain-lain. Tetapi Elisa berperang lewat doa, sehingga Tuhan berperang lewat 'kuda dan kereta berapi', itulah kuasa Roh Kudus--manusia daging tetapi sudah diurapi Roh Kudus.

    Kegunaan nyala api Roh Kudus yang kedua: nyala api Roh Kudus bagaikan kuda dan kereta berapi yang mengelilingi Elisa. Sekarang artinya pagar nyala api Roh Kudus mengelilingi kita semua--memagari kita. Dosa-dosa dan musuh-musuh mau masuk, sudah hangus lebih dulu. Luar biasa!

    Pagar nyala api Roh Kudus artinya:


    1. Roma 15: 16
      15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

      'bangsa-bangsa bukan Yahudi'= kita semua bangsa kafir.
      Sehebat apapun bangsa kafir, keadaannya hanya seperti anjing dan babi di hadapan Tuhan.
      Anjing menjilat muntah = perkataan sia-sia, dusta.
      Babi yang sudah dimandikan kembali ke kubangan = berkubang dalam dosa sampai puncaknya dosa.

      Anjing dan babi adalah binatang haram yang tidak boleh dipersembahkan kepada TUHAN, tidak boleh beribadah dan melayani Tuhan, tidak berkenan kepada TUHAN. Bangsa kafir tidak boleh semuanya, hanya bangsa Israel yang menjadi dombanya TUHAN.
      Tetapi bersyukur, rasul Paulus bisa melayani bangsa kafir.

      Arti pagar nyala api Roh Kudus yang pertama: nyala api Roh Kudus membakar/menyucikan bangsa kafir yang bagaikan anjing dan babi, supaya tidak kembali lagi pada dosa-dosa, sehingga menjadi persembahan yang berbau harum di hadapan TUHAN TUHAN. Kita berkenan pada TUHAN dan dipakai oleh TUHAN sebagai imam-imam dan raja-raja--hamba dan pelayan TUHAN yang berkenan kepada TUHAN.

      Tadinya tidak boleh dipersembahkan, tetapi kalau sudah dibakar oleh nyala api Roh Kudus--dipagari--, kita benar-benar dibakar/disucikan dari tabiat kekafiran--anjing dan babi--, sehingga kita menjadi persembahan yang berbau harum di hadapan TUHAN. Kita diangkat menjadi dombanya Tuhan; menjadi imam dan raja yang dipakai oleh TUHAN dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir sampai sempurna--pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--, sampai Yesus datang kembali.

      Mari, malam ini kita mohon supaya diurapi, dipenuhi, dan dipagari nyala api Roh Kudus. Kita tidak bisa kembali lagi ke kubangan dan muntah. Semua dibakar habis oleh api Roh Kudus sehingga kita menjadi persembahan yang berbau harum dan berkenan di hadapan Tuhan. Kita diangkat menjadi imam-imam yang dipakai dalam kegerakan hujan akhir.

      Kalau ada bau harum yang dinaikkan, ada Imam Besar yang hadir, sehingga yang datang beribadah bisa merasakan hadirat Imam Besar. Kalau ada hadirat Imam Besar,ada shekina glory. Luar biasa. Segala dosa dan masalah diselesaikan oleh Yesus Imam Besar.

      Kalau kita bertengkar, najis, kotor, tidak ada hadirat Imam Besar, tetapi yang ada hanya pelayanan kita. Kalau kita yang melayani, semua tidak puas. Kalau bukan Imam Besar yang melayani, tidak ada kepuasan. Tetapi kalau Imam Besar yang melayani, semua dipuaskan. Itu bedanya. Ada shekina glori, semua puas dan bahagia, semua masalah, dosa, dan apapun juga bisa diselesaikan.

      "Satu waktu saat saya melayani di Medan. Mulainya selasa pagi. Dulu masih sederhana. Masih awal sekitar tahun 2005. Masih sederhana, belum menggunakan hotel. Alas yang digunakan hanya kasur, kalau tidak cukup menggunakan tikar saja. Ada seorang pendeta datang dari jauh, mobilnya baru seharga ratusan juta, dia menempuh perjalanan sekitar 22 jam, tetapi dia dapat yang tikar. Dia sudah tua juga. Dia berkata kepada yang muda: 'Nanti siang cari hotel, saya yang bayar.' Tetapi setelah mendengar firman, dia berkata: 'Tidak usah cari hotel, saya di sini saja, tidak apa-apa.' Itulah kalau ada pelayanan Imam Besar, semua beres. Kalau tidak ada, sekalipun sudah di hotel, masih dibilang: Kurang empuk dan mencari yang lain, banyak keluh kesah."

      Mari, kita berbau harum. Semakin disucikan, kita semakin berbau harum dan semakin terasa hadirat Imam Besar; semakin terasa shekina glory yang bisa kita bawa--bukan mereka saja, tetapi kita juga menikmati--di dalam rumah tangga dan penggembalaan. Di dalam penggembalaan, shekina glory terjadi lebih besar lagi.
      Kita lebih berbahagia lagi di dalam rumah tangga dan ibadah. Itu maksudnya.

      "Jadi, persekutuan atau KKR bukan hanya terjadi pada saat KKR berlangsung, tetapi sesudah itu. Terus terjadi kegerakan. Hasilnya di jemaat. Kalau kita terus KKR tetapi jemaat terus menurun, percuma. Jemaat yang dibangun juga. Mereka yang datang, jemaat pergi ke rumah tangga, ada api kemuliaan. Api kemuliaan dibawa ke mana-mana untuk menggairahkan yang lain."


    2. Roma 12: 11
      12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

      Sudah diangkat jadi imam-imam, mari setia dan berkobar-kobar.

      Arti pagar nyala api Roh Kudus yang kedua: Roh Kudus membuat kita setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali kedua kali.

      Dulu kita tidak boleh melayani, tetapi sekarang boleh melayani, seharusnya kita setia dan berkobar-kobar, tidak mau kehilangan kesempatan.
      Seperti ibunya Musa, dulu menyusui bayi Musa sambil sembunyi-sembunyi, karena takut Musa menangis. Sesudah Musa dibuang ke sungai Nil, lalu diambil kembali dan ibunya boleh menyusui bayi Musa lagi dengan bebas. Tentunya ia merasa bahagia.
      Begitu juga ktia dalam pelayanan!

      "Mulai dari saya sebagai gembala harus setia berkobar-kobar. Fellowship adalah kelimpahan dari penggembalaan. Kalau dalam penggembalaan saja, saya tidak mau berkhotbah, bagaimana mau KKR? Pendeta In Juwono dan pendeta Pong selalu mengatakan: Seperti gelas diisi air, pasti meluber ke luar. Kalau gelas kita sendiri tidak penuh, mau keluar bagaimana? Pasti kering. Harus sampai meluber.Tidak usah kita telepon ke sana sini minta khotbah, pasti kita dipakai ke mana-mana menjadi saksi Tuhan."

      Tadi, nyala api Ro hKudus menyucikan kita; sekarang, nyala api Roh Kudus membuat kita stia berkobar-kobar.
      Hamba TUHAN dan pelayan TUHAN yang suci, setia dan berkobar-kobar = nyala api.
      Biji mata TUHAN = nyala api.

      Jadi, hamba TUHAN dan pelayan TUHAN yang melayani dengan suci, setia dan berkobar-kobar sama dengan biji mata TUHAN, kesayangan Tuhan.

      Kalau suam-suam, bahaya! Seperti Laodikia yang tidak panas dan tidak dingin, akibatnya dimuntahkan--hanya seperti muntah.

      "Tuhan tidak pernah menipu kita. Seperti kesaksian tadi, segala pengeluaran malah diperingan oleh Tuhan. Dulu naik bus, lalu naik penyeberangan. Say a juga pernah ke Madura, harus naik bus, ada jam-jam tertentu. Kalau tidak, harus menunggu 2-3 jam. Mau pulang masih harus menunggu lagi. Akhirnya Tuhan beri kemudahan, diberi mobil, sesuai kebutuhan, diberi jembatan dan didiskon 50%. Enak sekali. Waktu kami memutuskan untuk ke Medan setiap Jumat, lalu Sabtunya ke Jakarta, ada jemaat yang bertanya: 'Pak Wi, uangnya tidak habis ya?' Tetapi dia jawab sendiri: 'Tuhan tolong'. Tidak ada masalah kalau itu suruhan Tuhan. Kalau mau jalan-jalan sendiri, habis. Saya pergi berdua. Mungkin ada yang di dalam hati bertanya: 'Kok tidak efisiensi, seorang saja yang berangkat?' Saya tidak mau. Ini kabar mempelai, jadi berdua. Bukan masalah kaya atau miskin, tetapi menjadi biji mata TUHAN."


    3. Arti pagar nyala api Roh Kudus yang ketiga: Roh Kudus mampu memelihara dan melindungi kita di tengah padang gurun dunia yang sulit, sampai nanti antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.

      Dunia ini bagaikan padang pasir. Sudah tandus, banyak angin, masalah-masalah bagaikan pasir yang bertebaran. Karena itu, tadi disebutkan: Roh Kudus bertebaran. Ini berguna untuk mengimbangi pasir yang bertebaran.

      Lautan bergelombang di pasir atau air sama-sama dihembuskan oleh setan. Sangat banyak. Tetapi kalau menjadi biji mata, satu pasirpun tidak boleh masuk. Itulah kehidupan yang dipagari Roh Kudus yang juga bertebaran untuk mengimbangi pasir yang bertebaran.
      TUHAN tiup Roh Kudus bertebaran kepada kita. Setan tiup pasir bertebaran, tetapi tidak bisa masuk satu butirpun. Luar biasa!

      "Tuhan tidak pernah menipu. Sejak saya masih menjadi pengerja. Saya tidak punya apa-apa dan disuruh ke Malang untuk khotbah. Pesannya hanya satu: Tidak boleh ambil kolekte, tapi saya tidak diberi ongkos. Tetapi bisa terus, sampai ke Kalimantan, saya disuruh oleh Om Pong untuk berkhotbah di kebaktian kaum muda; juga tidak diberi ongkos. Hotelnya di mana juga tidak tahu. Kalau Tuhan yang suruh, semua beres. Roh Kudus bisa memagari kita. Bukan pelit. Satu waktu saya dipanggil, Om Pong bertanya pada saya dan beliau kaget: 'Pak Wi, sudah lakukan tugasnya?': 'Sudah beres, Om': 'Dari mana?' Tetapi beliau jawab sendiri: 'Dari iman ya?': 'Iya.' Akhirnya saya diberi uang. Bukan pelit, tetapi memang dari TUHAN untuk menguji."


  3. 2 Raja-raja 2: 9-11
    2:9. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu."
    2:10. Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."
    2:11. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah
    kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

    Elia = Roh Kudus hujan awal.
    Elisa = Roh Kudus hujan akhir, itulah kita. Butuh dobel ('dua bagian dari rohmu'). Loteng Yerusalem sudah hebat, tetapi bagi kita Roh Kudus lebih lagi dicurahkan.

    Tadi, nyala api Roh Kudus memagari kita, sekarang mengangkat kita.

    Kegunaan nyala api Roh Kudus yang ketiga: kuda dan kereta berapi mengangkat Elia ke sorga. Sekarang, nyala api Roh Kudus sanggup mengangkat kita ke awan-awan yang permai pada saat kedatangan Yesus kedua kali sampai kita masuk ke dalam kerajaan sorga yang kekal, bersama Dia selama-lamanya.

    Tidak langsung terangkat, tetapi sedikit demi sedikit. Artinya: nyala api Roh Kudus sanggup mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini mujizat terbesar yang tidak bisa ditiru dan dialami oleh setan. Hanya Roh Kudus yang mampu menolong dan mengubahkan kita.

    Kita terangkat mulai dari kuat dan teguh hati.
    Efesus 3: 16
    3:16. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,

    Kita harus kuat dan teguh hati hari-hari ini untuk menghadapi 2 hal:


    1. Untuk menghadapi kedatangan Yesus kedua kali.
      Mazmur 27: 14
      27:14. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

      Banyak yang letih lesu, berbeban berat, tersandung, putus asa, dan kecewa.
      Akibatnya tertinggal saat Yesus datang kedua kali.

      Ayo, kuat tegu hati! Tidak ada kecewa, putus asa, tersandung. Mari, nantikanlah Tuhan!


    2. Untuk menghadapi api pencobaan yang dipanaskan 7 kali--angka 7 sama dengan sempurna--seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

      Pencobaan apa? Yaitu pencobaan di bidang jasmani menyangkut pekerjaan, ekonomi, kuliah. Semua akan dipersulit sampai mustahil.

      "Dalam berdagang, nanti akan aneh-aneh, khusus untuk anak-anak Tuhan. Bukan saya menakut-nakuti, tetapi pasti terjadi. Sadrakh, Mesakh dan Abednego pekerjaannya bagus, tetapi dimasukkan api. Tadi pagi di Malang, soal Daniel. Dituduh pekerjaannya, tidak bisa. Nanti kamarnya--nikahnya--dimasuki. Seperti Daniel, saat berdoa di kamar, ia digerebek. Sekarang, saat berbuat tidak baik, digerebek. Sudah tidak minta izin lagi. Dulu, jangan main-main masuk kamarnya orang."

      Juga pencobaan dalam nikah rumah tangga, bagaikan dimasukkan ke dalam api. Akan terjadi banyak perselingkuhan, kehancuran nikah dan buah nikah. Hati-hati kaum muda! Jaga betul, supaya dipagari nyala api. Kuat dan teguh hati, jangan lepas dari nyala api Roh Kudus, supaya diterangi--tidak bisa jatuh--, dipagari--mau diserang, TUHAN pagari--, dan diangkat--masuk kamar dan sebagai tidak perlu izin lagi, saat itu TUHAN angkat kita.

      Pencobaan terakhir: menyangkut kerohanian, yaitu kita dipaksa untuk menerima pengajaran, ibadah, dan penyembahan palsu--menyembah patung yang dibuat oleh raja. Seharusnya menyembah Yesus sang Raja dengan 'Haleluya'. Hati-hati! TUHAN tolong kita semua, tetap kuat teguh hati.

      Kuat dan teguh hati artinya:


      1. Tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan Tuhan.
      2. Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.
      3. Tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir.
      4. Tetap menyembah Tuhan.
        Sadrakh, Mesakh dan Abednego tetap menyambah TUHAN; tetap percaya TUHAN dan saat itu Roh kemuliaan/Roh Kudus akan dicurahkan untuk menghancurkan api pencobaan.

        Daniel 3: 16-18, 24-25
        3:16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
        3:17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
        3:18. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan
        tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
        3:24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
        3:25. Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

        Nyala api Roh kemuliaan menyertai kita semua.
        Nyala api Roh kemuliaan mengalahkan api yang dipanaskan tujuh kali--sampai masa antikris--; Roh kemuliaan mengalahkan penyembahan palsu sampai penyembahan antikris.

        Semua dikalahkan oleh Roh Kudus. Semua masalah diselesaikan, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
        Dan jika TUHAN datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Sudah tidak salah dalam perkataan, hanya berseru: 'Haleluya' di awan-awan yang permai.

        2 Tesalonika 1: 5-7
        1:5. suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.
        1:6. Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu
        1:7. dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam
        api yang bernyala-nyala,

        Tuhan datang dalam api yang bernyala-nyala dan kita dalam nyala api Roh Kudus. Kita mempelai wanita TUHAN bertemu dengan TUHAN di awan-awan dalam nyala api kemuliaan TUHAN untuk duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya.

Mari, kita butuh nyala api Roh Kudus. Dulu sudah terjadi di loteng Yerusalem. Malam ini terjadi di tengah-tengah kita semua.
Periksa hati, yaitu hati damai sejahtera, hati yang setia dan hati yang jujur.

Prosesnya: perut hati digoncang sampai mulut berbahasa Roh.

Kegunaannya: menerangi, memagari dan mengangkat kita.
Mujizat rohani terjadi, semua selesai; mujizat jasmani juga terjadi, sampai kita sempurna, terangkat dalam nyala api kemuliaan bersama Tuhan selama-lamanya.

Mari, kuat dan teguh hati hari-hari ini! Jangan putus asa, jangan kecewa! Kuat dan teguh hati apapun yang terjadi, seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego.

Kita mohon nyala api Roh Kudus membuat kita kuat dan teguh hati untuk menghadapi dosa, pencobaan dan apapun juga.
Jangan kalah oleh api pencobaan, dosa-dosa, kesulitan dan lain-lain! Tetap menyembah Dia! Roh Kudus menolong kita. Yang sudah berhasil, tetapi di dalam Roh Kudus. Yang masih kurang, tetap kuat teguh hati. TUHAN tolong kita semua.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 06 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top