English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 01 Juni 2010 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 25:2-4
25:2 Lima...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Februari 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah...

Ibadah Persekutuan II di Square Ballroom Surabaya, 30 Mei 2018 (Rabu Pagi)
Bersamaan dengan pembukaan Lempin-El "Kristus Ajaib" angkatan XL

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 20 November 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15 menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Markus 15:1-20a adalah permulaan penderitaan...

Ibadah Raya Malang, 18 April 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Yohanes 10:1-2,12
10:1. "Aku berkata kepadamu:...

Ibadah Persekutuan II di Tentena-Poso, 24 September 2014 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Oktober 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:12-13
3:12 Barangsiapa menang, ia akan...

Ibadah Raya Malang, 25 Oktober 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 April 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Juli 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Januari 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Jakarta.

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Wahyu 21:5: "Aku menjadikan...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Mei 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Raya Malang, 23 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:1-7 tentang penyucian terakhir bagi...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 08 Juli 2014 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita belajar tentang pintu kemah.
Keluaran...

Ibadah Raya Malang, 02 Oktober 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 17 Januari 2016 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Mulai malam ini kita maju satu langkah, yaitu dalam kitab Wahyu 4-5; dalam susunan Tabernakel terkena pada peti dari tabut perjanjian.

Tabut perjanjian terdiri dari 2 bagian:

  1. Keluaran 25: 17-18
    25:17. Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.
    25:18. Dan haruslah kaubuat
    dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu.

    Bagian pertama:
    tutup pendamaian; terbuat dari emas murni dengan 2 kerub dari emas murni di kedua ujungnya. Jika ada percikan darah, di situ akan terjadi shekinah glory--kemuliaan.
    Emas murni= zat ilahi.



    Kerub I: Allah Bapa = TUHAN.
    Tutup dengan percikan darah: Allah Anak = Yesus.
    Kerub II: Allah Roh Kudus = Kristus.

    Jadi, tutup pendamaian menunjuk pada
    TUHAN Yesus Kristus dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--kepala/suami.


  2. Keluaran 25: 10-11
    25:10. "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
    25:11. Haruslah engkau
    menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

    Bagian kedua:
    peti dari tabut perjanjian; terbuat dari kayu penaga, yang disalut dengan emas murni dari luar dan dalam, sampai tidak terlihat lagi kayunya.
    Ini menunjuk pada
    gereja TUHAN yang sempurna, sebagai mempelai wanita sorga--tubuh/isteri.

    Peti/tabut terbuat dari kayu penaga berwarna hitam.
    Kayu = manusia daging; sekalipun hebat tetapi jika terkena panas dan dingin, akan rapuh dan hancur.
    Kayu penaga berwarna
    hitam => hitam menunjuk pada dosa.
    Kayu penaga yang
    keras menunjuk pada pada keras hati. Tetapi sekeras apapun kayu, setelah beberapa tahun akan rapuh.

    Jadi, gereja TUHAN adalah manusia daging yang berdosa dan keras hati--kita semua--, yang
    harus disalut dengan emas murni/zat ilahi--TUHAN Yesus Kristus--supaya menjadi sempurna seperti Yesus; menjadi mempelai wanita sorga.

Proses penyalutan dengan emas murni:

  1. Galatia 3: 26-27
    3:26. Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
    3:27. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus,
    telah mengenakan Kristus.

    (terjemahan lama)

    3:26. Karena kamu sekalian anak-anak Allah oleh sebab iman kepada Kristus Yesus.
    3:27. Karena seberapa banyak kamu, yang dibaptiskan kepada Kristus,
    sudah bersalut dengan Kristus.

    Ayat 26 => kita bangsa kafir menjadi anak-anak Allah karena iman, sebab kita bukan keturunan Abraham secara jasmani.

    Proses penyalutan dengan emas murni yang pertama: '
    sudah bersalut dengan Kristus' = kita disalut oleh Kristus lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus--menunjuk pada halaman Tabernakel.

    Syaratnya:


    • percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat;
    • bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN--mati terhadap dosa;
    • baptisan air dan baptisan Roh Kudus.


    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Pelaksanaan baptisan air yang benar: orang yang sudah bertobat--mati terhadap dosa--harus
    dikubur bersama Yesus di dalam air, supaya bangkit/keluar dari dalam air bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru.

    1 Petrus 3: 20-21
    3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
    baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Hidup baru adalah mengalami baptisan/urapan Roh Kudus, yaitu memiliki
    HATI NURANI YANG BAIK seperti Yesus--setelah Yesus dibaptis dan keluar dari air, Roh bagaikan burung merpati turun ke atas-Nya. Inilah emas yang murni--perhiasan yang rohani--, yaitu hatinya yang disalut.

    1 Petrus 3: 3-5
    3:3. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
    3:4. tetapi perhiasanmu ialah
    manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka
    tunduk kepada suaminya,

    '
    manusia batiniah' = hati nurani.

    Praktik hati nurani yang baik adalah:


    • Tunduk/taat dengar-dengaran.
      Pada zaman Nuh hanya 8 orang yang taat sehingga selamat; sedangkan yang lain tidak mau masuk bahtera sehingga binasa.


    • Lemah lembut:


      • Bisa menerima firman Allah sekeras apapun, untuk mengoreksi diri kita--pedang menusuk.
        Jika ada dosa, harus mengaku kepada TUHAN dan sesama, dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau sudah diperiksa dengan firman tetapi tidak ada dosa, kita harus berdiam diri.


      • Bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.


    • Tenteram/pendiam: damai sejahtera, tidak banyak berkomentar yang negatif.


    1 Petrus 3: 21-22
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,
    3:22. yang
    duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

    Hati nurani yang baik adalah
    landasan yang kuat:


    • untuk menerima berkat-berkat dari sorga--berkat rohani, berkat jasmani, berkat rumah tangga.
    • untuk mengorbitkan kita sampai ke takhta TUHAN.

      "
      Seperti landasan pesawat, selain untuk landing--berkat turun--tetapi juga untuk naik ke atas--mengorbitkan kita. Kita diorbitkan dan tidak akan pernah turun."

      Mengorbitkan kita sampai ke takhta TUHAN artinya
      kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--kegerakan kuda putih--sampai kita menjadi mempelai wanita yang sempurna, yang layak untuk duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga.


    Inilah proses penyalutan yang pertama. Sekeras apapun manusia berdosa, kalau mau masuk baptisan air dan baptisan Roh Kudus, maka bisa dipakai oleh TUHAN sampai menjadi sempurna--tidak pernah berhenti di tengah jalan. Tinggal mau atau tidak!


  2. Roma 13: 12-14
    13:12. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
    13:13. Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam
    pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
    13:14. Tetapi
    kenakanlah TUHAN Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

    Proses penyalutan dengan emas murni yang kedua: '
    kenakanlah TUHAN Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang' = kita bersalut dengan terangnya TUHAN Yesus Kristus.

    Di mana kita bisa bersalut dengan terang TUHAN Yesus Kristus? Di dalam ruangan suci--
    kandang penggembalaan. Kita TERGEMBALA sungguh-sungguh.

    Di dalam ruangan suci ada 3 macam alat, sama dengan ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya= persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya--bersalut terang bintang.


    • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci = persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran benar dan kurban Kristus--bersalut dengan terang penebusan/terang bulan.
      Dalam kebaktian pendalaman alkitab dan perjamuan suci, dosa-dosa disingkirkan. Setiap kita mengaku dosa, kita ditebus dan dilepaskan dari dosa sehingga semakin terang.


    • Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--bersalut dengan terang matahari; kasih Allah bagaikan matahari.


    Apa yang harus disalut dengan terang TUHAN Yesus Kristus?:
    Roma 13:13
    13:13. Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.


    • Pesta pora dan kemabukan= dosa makan minum--merokok, mabuk, narkoba.
      Ini harus disalut dengan terang. Jangan tetap dalam kegelapan! Kalau gelap, itu setan.


    • Percabulan = dosa kawin-mengawinkan, yaitu:


      • dosa seks dengan berbagai ragamnya: penyimpangan seks--lesbian, homoseks, seks pada diri sendiri.
      • Nikah yang salah: kawin campur, kawin-cerai, kawin-mengawinkan/seks bebas.


    • Iri hati dan perselisihan--iri hati sampai menimbulkan kebencian tanpa alasan, seperti Kain terhadap Habel dan kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf.
      Habel tidak salah, persembahannya diterima oleh TUHAN tetapi Kain iri hati terhadap Habel, sehingga Kain membunuh Habel.

      Yusuf, dia yang dipilih oleh Yakub dan mendapat jubah maha indah. TUHAN memilih dia, tetapi kakak-kakaknya marah, iri, benci, dan berusaha membunuh Yusuf.

      Ini merupakan kegelapan.
      Kalau sudah iri dan benci, pasti berselisih. Sebab terang--yang benar--dengan gelap--yang tidak benar--tidak bisa bersatu.

      "
      Dalam suatu perselisihan bisa dilihat. Salah satu cirinya, orang yang benar akan diam--tidak membela diri--sedangkan orang yang tidak benar akan banyak mencari dukungan, banyak bergosip, banyak memfitnah dan sebagainya."


    Hati-hati! Dosa makan minum, kawin-mengawinkan dan iri hati nilainya sama; membuat gereja TUHAN berada dalam kegelapan dan kertak gigi.
    Mari, dalam kandang penggembalaan, kita disinari oleh terang bintang, bulan, dan matahari. Kita disinari sedikit demi sedikit, sampai kita memiliki 100% terang matahari, bulan, dan bintang. Itulah terang dunia--mempelai wanita TUHAN yang sempurna.

    Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Hasil jika kita sudah disalut dengan terang TUHAN Yesus Kristus--terang matahari, bulan dan bintang: kita ditampilkan sebagai terang dunia seperti Yesus--mempelai wanita sorga yang sempurna seperti Yesus--, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Sebelum Yesus datang kedua kali, kita harus menghadapi antikris yang berkuasa 3,5 tahun di bumi. Ijazah, deposito dan lain-lain tidak laku. Tetapi kekuatan kita adalah
    2 sayap burung nasar yang besar.

    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Kita sebagai terang dunia--mempelai wanita--dikaruniai 2 sayap burung nasar yang besar untuk:


    • menyingkirkan kita ke padang belantara, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.
      Kita dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh TUHAN lewat firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci.

      Ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci itu penting, sebab merupakan latihan menyingkir ke padang gurun; latihan untuk lepas dari dunia dengan segala pengaruhnya.

      Bukan berarti kita berhenti bekerja dan kuliah. Kita tetap kuliah dan bekerja dengan keras, tetapi sudah tidak terikat lagi. Kita mengutamakan TUHAN lebih dari segala perkara di dunia.

      Dulu, bangsa Israel makan manna di padang gurun, tetapi nanti kita makan firman pengajaran benar dan perjamuan suci.


    • Sesudah itu, 2 sayap burung nasar mengangkat kita ke awan-awan yang permai saat Yesus datang kedua kali dan kita bersama dengan Dia selama-lamanya.


    Inilah proses penyalutan yang kedua. Sehebat apapun manusia darah daging, hanyalah kayu penaga berwarna hitam--manusia berdosa; hanya dihukum; rapuh; hancur; dan dibinasakan. Tetapi kalau mau disalut dengan terang TUHAN Yesus Kristus--disalut emas dari luar dan dalam--, maka akan menjadi tabut perjanjian--mempelai wanita TUHAN--kehidupan yang sempurna seperti Yesus.

    Dalam kandang penggembalaan, kita disinari terus. Sementara kegelapan terus menghantam kehidupan kita, kita terus disinari sampai menjadi terang dunia. Nanti kegelapan yang paling gelap di dunia adalah saat antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Sudah 100% gelap, tidak ada kasih dan lain-lain. Tetapi kita sebagai terang dunia akan disingkirkan ke padang belantara sampai diangkat untuk bersama Dia selama-lamanya.


  3. Kolose 3: 14
    3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Proses penyalutan dengan emas murni yang ketiga: '
    kenakanlah kasih' = kita harus bersalut kasih Allah/kasih Yesus--kasih yang sempurna.

    Kasih yang sempurna digambarkan sebagai kasih matahari, yang dipancarkan kepada orang baik dan orang jahat; orang benar dan orang tidak benar.

    Matius 5: 43-45, 48
    5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
    5:44. Tetapi Aku berkata kepadamu:
    Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
    5:45. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang
    menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
    5:48. Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

    Ini yang harus kita miliki. Kasih yang sempurna sama dengan kasih dari kayu salib--
    kasih yang sekuat maut. Yesus sampai mati di kayu salib untuk mengasihi kita.

    Mengapa kita membutuhkan kasih Yesus?:


    • Roma 8: 35-36
      8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
      8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai
      domba-domba sembelihan."

      Yang pertama: kita butuh kasih Yesus sebab sehebat apapun kita di dunia, kita hanya seperti
      domba sembelihan yang diancam maut.

      Raja Daud mengatakan: '
      Hanya satu langkah jaraknya antara aku dan maut.'
      Yang kita butuhkan hanya kasih Yesus yang sempurna--kasih sekuat maut, untuk melepaskan kita dari maut.
      Satu langkah = satu denyut jantung.

      Maut bermacam-macam bentuknya:


      • maut secara tubuh.

        "
        Seperti yang baru terjadi. Tiba-tiba terkena bom dan mati. Tidak ada yang tahu bagaimana terjadinya. Ditilang, lalu hendak mengurus tiba-tiba terkena bom dan mati."


      • maut rohani/kematian rohani; karena dosa-dosa dan puncaknya dosa, juga ajaran-ajaran palsu.
        Kita juga tidak tahu, tiba-tiba sudah berbuat dosa/jatuh dalam dosa. Raja Daud ketika sedang berjalan-jalan, tiba-tiba jatuh dalam dosa.

        "
        Saya bersaksi tentang adik saya. Dulu selalu beribadah dan mendengar ajaran ini. Lalu, dia mendengar ajaran lain. Awalnya dia mengadu kepada saya: 'Kok begini, ya?': 'Tidak usah didengar': 'Oh, saya diajak boss saya. Sungkan': 'Tidak usah sungkan.' Lama-lama, setelah beberapa kali, akhirnya tidak mau beribadah lagi. Bahkan kalau datang ke Malang, sengaja datang 5-10 menit menjelang ibadah selesai. Maksudnya untuk menunjukkan kalau dia saja tidak beribadah. Tetapi untunglah, dia ikut kunjungan ke Papua. Mendengar firman lagi, kemudian dia sadar. Sekarang dia kembali beribadah. Saya juga kaget, sebab dulu waktu saya belum menikah, dia yang mendampingi saya ke mana-mana. Tiba-tiba berbalik, tidak mau sama sekali. Ini namanya satu langkah jaraknya dengan maut. Saya tidak menduga, tetapi TUHAN tolong untuk kembali sampai hari ini."


      • maut di neraka: kematian yang kedua.


    • Roma 8: 35
      8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

      Yang kedua: kita butuh kasih Yesus,
      supaya kita tidak terpisah dari Yesus selama-lamanya, sekalipun kita harus menghadapi penindasan, kesesakan, aniaya, dan kelaparan. Ini kekuatan kasih sekuat maut.

      Banyak orang meninggalkan jabatan pelayanan di tengah jalan. Tidak terduga, itulah maut yang mengintai kita; mau memisahkan kita dari Yesus.

      "
      Saya sudah bercerita. Ketika saya baru menghadapi tidak bisa makan dan minum, saya sudah mau meinggalkan Yesus. Siapa sangka? Dulu waktu masih bekerja, ingin menjadi hamba TUHAN. Sampai saya jatuh dari tempat tidur, karena saya melawan terus. Akhirnya saya tersungkur dan mau mengikuti panggilan TUHAN. Waktu mau masuk ke Lempin-El, saya takut sekali, karena tidak bekerja lagi dan lain-lain. Begitu masuk, saya senang. Tetapi ketika diizinkan tidak makan dan minum, saya marah: 'Lebih baik saya pergi, besok saya kerja lagi.' Saya mau lari. Kita butuh kasih matahari--kasih sekuat maut."


    • Yang ketiga: kita butuh kasih Yesus, supaya bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh--orang yang merugikan, berbuat, dan berkata jahat kepada kita.

      Kalau membenci sesama, berarti tetap di dalam maut (1 Yohanes 3: 15:
      Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia).
      Mari, kita membalas kejahatan dengan kebaikan. Inilah kasih matahari; kasih yang sempurna; kasih dari kayu salib.
      Di kayu salib, sebelum Yesus mati, Dia berkata: '
      Bapa, ampunilah mereka.'--Yesus membalas kejahatan dengan kebaikan.

      Kolose 3: 14
      3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

      Kalau sudah bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi musuh, berarti sudah menjadi
      satu tubuh/masuk dalam kesatuan tubuh Kristus. Jika TUHAN datang kedua kali, kita menjadi satu tubuh yang sempurna--mempelai wanita sorga.

      "Seringkali saya beri contoh. Coba lihat tubuh kita sendiri. Tidak ada yang kita benci dari tubuh kita. Malah kalau ada yang sakit, kita perhatikan. Kalau tangan kanan tidak sengaja menutup pintu, sehingga tangan kiri terjepit, tidak mungkin kita berkata pada tangan kanan: 'Awas kamu.' Itulah mengasihi musuh--orang yang merugikan kita/menyakiti hati kita. Mari, kita balas kejahatan dengan kebaikan."


    Bagaimana kita bisa menerima kasih Yesus yang sempurna--kasih sekuat maut? Lewat PERCIKAN DARAH--sengsara daging bersama Yesus dan keadaan tidak berdaya karena Yesus. Di saat itulah kita disinari kasih Yesus. Tidak usah takut!
    Domba sembelihan memang tidak berdaya. Rasul Paulus menuliskan bahwa dia adalah domba sembelihan karena Yesus. Karena dia memberitakan injil, dia diancam, dipukuli, dipenjara dan lain-lain.

    Di saat kita tidak berdaya, saat kita sengsara, maka kasih Yesus/kasih yang sekuat maut kita terima dari TUHAN. Kita tidak akan terpisah dari TUHAN; kita tidak akan membalas kejahatan dengan kejahtatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Kegunaan kasih matahari:


    • Mazmur 23: 4-6
      23:4. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
      23:5. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
      23:6.
      Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

      Kasih Yesus yang sempurna/kasih dari kayu salib--kasih sekuat maut--juga merupakan kemurahan dan kebajikan TUHAN, yang selalu dialami oleh raja Daud.

      Kegunaan kasih matahari yang pertama:
      menyinari lembah kekelaman, yaitu:


      • Lembah kenajisan.
        Seperti raja Daud pernah jatuh di lembah kekelaman. Dia jatuh dengan Batsyeba--berselingkuh. Lalu Daud ditegor oleh nabi Natan, tetapi Daud sadar dan mengaku.

        Berbeda dengan Herodes. Ketika dia ditegor oleh Yohanes Pembaptis, Herodes marah. Dia memenjarakan dan memenggal kepala Yohanes Pembaptis.

        Seharusnya Daud sudah binasa--dirajam batu--, terlebih lagi dia sebagai raja. Pasti dipermalukan, tetapi masih ada secercah sinar matahari--kemurahan dan kebajikan TUHAN--yang mengangkat Daud dari lembah kenajisan; bisa
        dipulihkan kembali oleh TUHAN.


      • Lembah kegagalan.
        Mungkin kita dalam lembah kegagalan, masih bisa disinari; dijadikan
        berhasil dan indah pada waktunya.

        Lembah kekelaman sangat dalam, siapapun tidak bisa menuruninya, tetapi hanya sinar matahari yang bisa menembus ke dalamnya. Yesus sudah turun ke dunia paling bawah, sampai ke lembah kekelaman.


      • Lembah penderitaan--kesusahan, kepedihan dan air mata--; dijadikan bahagia oleh TUHAN. Air mata kita dihapus; ada penghiburan dan kebahagiaan jika kasih-Nya disinarkan kepada kita; wajah muram, susah, sedih dan sebagainya, akan menjadi wajah berseri.


      • Lembah kemustahilan.
        Mungkin ada masalah mustahil yang tidak bisa ditanggulangi. Kebajikan dan kemurahan TUHAN sanggup
        menyelesaikan segala masalah kita sampai yang mustahil. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN.


      • Lembah maut/kebinasaan.
        Jemaat Laodikia yang keadannya seperti muntah, seharusnya binasa, tetapi bisa
        diangkat sampai ke takhta TUHAN.


      Malam hari ini, di lembah apapun kita, masih ada pertolongan TUHAN, asalkan kita mau disalut, yaitu:


      • disalut dengan baptisan air untuk menerima hati nurani yang baik--sumbernya berkat dan pemakaian TUHAN; landasan yang kuat.
      • disalut dengan terang untuk menerima sayap--kita disingkirkan saat antikris berkuasa dan diangkat waktu TUHAN datang.
      • disalut dengan kasih yang sempurna lewat percikan darah. Kasih yang sempurna sama dengan kemurahan dan kebajikan TUHAN. Kita butuh kasih yang sempurna, sebab kita adalah domba sembelihan yang tidak mampu apa-apa, supaya kita tidak terpisah dari TUHAN dan bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh, sampai menjadi satu tubuh yang sempurna.


    • Matius 13: 43
      13:43. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

      Kegunaan yang kedua: kasih matahari--kemurahan dan kebajikan TUHAN--sanggup untuk
      mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

      Dimulai dari
      jujur dan percaya; di situ ada kemuliaan TUHAN.
      Terang/bercahaya = jujur mengaku dosa dan kegagalan kita; ya katakan: Ya, tidak katakan: Tidak.
      Percaya = tidak bimbang.

      Kalau tidak jujur, pasti bimbang. Mengapa orang berdusta? Sebab tidak percaya TUHAN.
      Kalau jujur, pasti percaya.
      Ketika Yesus akan ditangkap, Ia bertanya kepada prajurit: '
      Siapa yang kau cari?': 'Yesus, orang Nazaret': 'Akulah, Dia.'--Yesus jujur. Saat Yesus menjawab: 'Akulah, Dia,' jatuh semua. Seharusnya, Yesus bisa saja memanggil malaikat untuk menolong, tetapi Dia menuruti kehendak Bapa. Ini buktinya, kalau jujur dan percaya, maka ada kemuliaan TUHAN.

      Amsal 15: 8
      15:8. Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

      Jujur dan percaya = menjadi
      rumah doa. Ada kemuliaan TUHAN/shekinah glory di sana.
      Jika tutup pendamaian menutupi peti tabut perjanjian, maka terjadi
      shekinah glory dan kita juga ikut mengalami shekinah glory--kemuliaan TUHAN.

      Kemuliaan secara rohani yaitu kita terus diubahkan.
      Kemuliaan TUHAN secara jasmani juga kita alami; kita ditolong oleh TUHAN.

      Ketika Lazarus sudah mati selama 4 hari, Yesus berkata: '
      Angkat batu itu!' Tetapi Marta menjawab: 'Jangan!'--tidak jujur, mau menutup-nutupi kebusukan, supaya terlihat baik. Kuburan dari luar terlihat bagus, dicat putih; tetapi di dalamnya busuk. Tetapi TUHAN mengatakan: 'Jika engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah.'

      Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN. Sampai nanti, jika TUHAN datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna, sama mulia dengan Dia dan kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selama-lamanya.


Mari, biarlah malam ini kita mau disalut. Yang belum masuk baptisan, berdoa, supaya TUHAN tolong, bisa masuk baptisan air.
Yang sudah, masuk dalam penggembalaan--ruangan suci--; disalut dengan terang.
Sesudah itu masuk percikan darah--sengsara daging dan tidak berdaya karena Yesus--; kita sedang disinari oleh kemurahan dan kebajikan TUHAN--disalut kasih Allah.

Dia menyinari sampai ke lembah-lembah, sampai kita terangkat ke awan-awan yang permai.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top