English Language | Form Penggembalaan
ALAT TABERNAKEL: UKUPAN WANGI-WANGIAN
ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Keluaran 30: 7-8, 34-38
Keluaran 37: 29

Ayat 34 : Ukupan wangi-wangian atau rempah-rempah berbau harum terdiri dari:

  1. getah damar (getah mur)
  2. kulit lokan (lawang)
  3. getah rasamala
  4. kemenyan asli (warnanya putih)

1. Getah damar (getah mur)
Arti haraviah dari perkataan tersebut di dalam bahasa Gerika/Yunani adalah “segala sesuatu yang menetes”, dan memang getah damar yang murni keluar dari batang pohonnya bagaikan air mata yang menetes.

Sedangkan arti perkataan damar atau mur dalam bahasa Ibrani adalah “pahit”.

Memang damar atau mur memiliki rasa pahit.

Sifat atau pekerjaannya menghentikan dan digunakan sebagai alat perangsang; memiliki bau harum yang kuat dan sangat berharga.

Kejadian 37:25 = merupakan barang dagangan yang berharga.

Matius 2:11 = merupakan hadiah yang berharga.

PENGERTIAN ROHANINYA
Menunjuk pada darah Kristus, yang menetes dari luka-lukanya (menunjuk MUR) jika dihubungkan dengan dosa-dosa kita, maka darahNya yang menetes ini adalah hasil dari penderitaan atau sengsara yang pahit, tetapi berbau harum jika menyangkut kelepasan dan penyucian kita, juga berkuasa menghentikan dosa-dosa kita serta melenyapkan rasa derita yang disebabkan oleh dosa.

I Petrus 1:18-19 = Ia berharga atau mahal.

Kelepasan atau ketebusan kita oleh darahNya adalah sangat berharga atau sangat mahal.

Korban Kristus harus menjadi dasar/alasan dari penyembahan kita!

2. Kulit lokan (lawang).
Ini merupakan sejenis kulit kerang, yang jika dibakar menyebabkan bau harum yang kuat, selain digunakan sebagai obat.

Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

  • digiling atau ditumbuk sampai halus (ayat 36)
  • dibakar
  • setelah digiling/ditumbuk dan dibakar, baru mengeluarkan bau yang harum.

PENGERTIAN ROHANINYA
Ini menunjuk pada wujud Kristus yang dihancurkan pada kayu salib, dihabiskan oleh api penghukuman Allah, namun berbau harum bagi Allah (Efesus 5:1-2).

Kita harus ada hubungan = persekutuan dengan Kristus yang sudah menderita sedemikian di dalam doa kita, ini membawa kita pada pengalaman untuk memandang dan menyembahNya, sebagai korban persembahan kita yang dituntut oleh Allah (Roma 12:1-2).

Hal ini merupakan obat untuk menyembuhkan penyakit “egoisme” (mengutamakan kepentingan diri) dan melawan watak tabiat lama yang menuruti kemauan sendiri.

3. Getah rasamala
Ini adalah tumbuh-tumbuhan semak belukar, yang mengandung damar berwarna putih dan memiliki kuasa menyembuhkan; memiliki rasa pahit, namun berbau harum.

(Rasamala artinya : “diperuntukkan bagi bau yang harum”).

Demikian pula doa:

  • pahit rasanya bagi daging
  • berbau harum bagi jiwa
  • berkuasa (sehat) bagi roh

4. Kemenyan
Artinya “putih”.
Kemenyan yang berwarna putih adalah yang “terbaik”.
Dipakai untuk mempersembahkan korban atau untuk minyak wangi (parfum).

I K H T I S A R :

Ukupan wangi-wangian berbicara tentang Kristus di dalam penyerahanNya yang sepenuh sampai dihancurkan dan dihabiskan (dalam deritanya), namun bagi Allah sekaligus merupakan bau harum kemenyan yang murni dan mahal (berharga)!

Penyembahan adalah persekutuan dengan Kristus yang sudah menderita sedemikian di dalam dosa, sehingga kita diserap oleh wujudNya dan tenggelam sepenuhnya didalam kasihNya!

Keluaran 30:35 Ukupan yang dicampur (digarami), murni dan suci artinya penyembahan yang tepat itu memberi semangat dan menyedapkan bagi kehidupan rohani serta menolak pekerjaan dosa dan menjadikan rohani kita murni baik batiniah maupun lahiriah!

Keluaran 30:7-8 Membakar ukupan wangi-wangian tiap-tiap pagi dan tiap-tiap senja.

Tiap pagi untuk sepanjang hari dan tiap senja untuk sepanjang malam, dengan lain kata, doa itu harus selalu/senantiasa dipanjatkan kepada Allah, baik doa pribadi setiap anak Tuhan maupun doa segenap sidang jemaat.

Ayat 9a : Jangan ada ukupan lain atau ukupan asing!

Tidak diperbolehkan menggunakan api asing, atau membakar ukupan asing = DOA itu harus bermotif (berpangkal tolak) yang murni.

Bacalah : Yohanes 4:23; Yesaya 1:13; Wahyu 18:13, yaitu ukupan dan kemenyan dari Babil.

Jadi dalam penyembahan tidak boleh berlaku:

  • keinginan daging
  • hal yang tidak benar (dusta, tipu dan dosa)
  • nafsu kepentingan diri
  • kehormatan dan kebanggaan diri
  • api (semangat) dan kemampuan diri
  • tradisi dan kebiasaan
  • api setan!

Melainkan penyembahan harus merupakan doa yang murni dan hasil dari penyucian dan hanya terarah kepada Allah! (Wahyu 19:10 – Sembahlah Allah!

Ayat 9 : Jangan ada persembahan korban dan korban sajian.

Ini artinya ketentuan-ketentuan dasar hukum Taurat tidak harus berlaku, karena hal ini melemahkan (mematikan) kehidupan doa!

Doa itu tidak harus terikat, melainkan Roh Elkudus harus sepenuhnya dan leluasa bekerja. Doa itu bukan suatu keharusan, bukan suatu kewajiban yang berat, melainkan suatu penyembahan yang suka rela!



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 31 Oktober 2017 - 01 November 2017
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 22-23 November 2017
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top