|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Doa Malang, 14 September 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:16-30 menunjuk SIKAP TERHADAP TALENTA. Setelah kita menerima talenta, kita harus menjaganya... Ibadah Raya Malang, 09 November 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24: 26-31 adalah nubuat yang kelima tentang kedatangan Yesus
kedua kali.
... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Agustus 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:17-19 26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Februari 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:57-68 berjudul "SAKSI dan KESAKSIAN".
Ada 2... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Juli 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:43-46 14:43. Waktu Yesus masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas... Ibadah Persekutuan di Ambon II, 25 Agustus 2010 (Rabu Pagi)
Markus 7:37 7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Januari 2010 (Kamis Sore)
Tahun 2010 adalah tahun berjaga-jaga. Boleh kita berjaga-jaga dalam perkara-perkara jasmani (sekolah, pekerjaan, dll.), tetapi... Ibadah Raya Surabaya, 05 Juli 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-25 = nubuat ke-6, yaitu nubuat tentang pohon ara/Israel. Pohon ara ini ditampilkan... Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 16 November 2010 (Selasa Tengah Malam)
Keluaran 1:22 1:22 Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius
26: 26-29 26:26.
Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap
berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya
dan... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 September 2011 (Senin Sore)
Pembicara:
Pdp. Youpri Keluaran
2: 1-2 2:1.
Seorang laki-laki dari keluarga Lewi
kawin dengan seorang perempuan Lewi; 2:2. lalu mengandunglah ia
dan melahirkan... Ibadah Doa Malang, 20 Desember 2011 (Selasa Sore)
Seorang hamba Tuhan/pelayan tuhan membutuhkan 3 pengalaman utama, yaitu : Penyucian dengan api firman. Musa... Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 09 Februari 2010 (Selasa Pagi)
Permulaan umur hidup rohani kita adalah saat kita terlepas dari dosa. Kalau tidak mau terlepas... Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
= terdengar tiupan sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan
dalam kemuliaan... Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31 = keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali.
Kita masih membahas ayat 30. =...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 27 Oktober 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Matius
11: 28-30 11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang
letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan
kepadamu. 11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah
pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati
dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 11:30. Sebab kuk
yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
Yang
menyebabkan letih lesu dan beban berat adalah dosa, baik dosa
dalam perkataan, perbuatan, sampai dosa yang ada di dalam hati dan
pikiran yang terus dipertahankan/disembunyikan.
Dosa adalah
beban yang terberat dalam hidup manusia, sebab dosa ini membebani
manusia sejak manusia masih hidup sampai matipun masih dibebani dan
bisa membawa sampai ke dalam neraka (binasa untuk
selama-lamanya). Bila
Gembala ataupun Jemaat menyembunyikan/mempertahankan dosa maka akan
kering.
Cara untuk bisa mendapatkan
perhentian/kelegaan:
- ay. 29= belajar kepada Yesus
yang lemah lembut dan rendah hati.
Filipi 2: 8 2:8.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan
diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu
salib.
Yesus sebagai Manusia yang tidak berdosa, tapi Ia
mau mengakui dosa-dosa kita dan menanggung dosa kita sampai
mengampuni dosa-dosa kita. Inilah KERENDAHAN HATI dari Tuhan
Yesus.
Bagi kita sekarang, praktiknya:
- rendah hati dalam arti
kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama apapun
resikonya.
- lemah lembut dalam arti
kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
- lemah lembut dalam arti
kemampuan untuk menerima Firman sekeras apapun sampai bisa hancur
hati.
Kalau kita rendah hati dan lemah
lembut, hasilnya:
- kita mendapatkan ketenangan
yang dari Tuhan dan hati kita merasa damai sejahtera (ay.
29-30). Kalau ada ketenangan dan damai sejahtera, semuanya akan
jadi enak dan ringan.
- Yesaya 57: 15-16
57:15.
Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang
bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku
bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga
bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk
menghidupkan semangat orang-orang yang rendah
hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk. 57:16.
Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan
untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan
lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafas
kehidupan.
= Yesus bersemayam ditempat kudus bersama
orang yang remuk dan rendah hati. Artinya: kita hidup bersama
dengan Tuhan, untuk:
- menghidupkan semangat
orang-orang yang rendah hati= menghidupan apa-apa yang sudah
mati/kering.
Pelayanan
yang sudah mati bisa hidup, nikah yang sudah mati/hancur bisa
hidup, pribadi yang hancur bisa dihidupkan.
- memberikan semangat atau
memulihkan apa yang sudah terkulai.
Matius 12: 20
12:20. Buluh yang patah terkulai tidak akan
diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak
akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu
menang.
Seperti
buluh terkulai yang tidak dipatahkan, maka Tuhan akan berikan
semangat dan memberi kekuatan bagi kita semua.
- Matius 11: 28
11:28.
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan
berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
=
'marilah kepadaKu'= artinya disuruh datang= Yesus ingin kita datang
padaNya. Jadi, cara kedua adalah datang kepada Yesus
dengan jalan:
- datang dalam ibadah
pelayanan untuk mendengar firman pengajaran yang benar sampai
dengar-dengaran.
- datang dalam doa
penyembahan, banyak tersungkur di bawah kaki Tuhan.
Markus
5: 21-23, 25-29,33-34 5:21. Sesudah Yesus menyeberang
lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu
mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, 5:22. datanglah
seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat
Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya 5:23.
dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku
perempuan sedang sakit, hampir mati,
datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia
selamat dan tetap hidup." 5:25. Adalah di situ seorang
perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya
menderita pendarahan. 5:26.
Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah
dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada
faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin
memburuk. 5:27.
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di
tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan
menjamah jubah-Nya. 5:28.
Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan
sembuh." 5:29. Seketika itu juga berhentilah pendarahannya
dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 5:33
Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa
yang telah terjadi atas dirinya, tampil
dan tersungkur di depan Yesus
dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 5:34
Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah
menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari
penyakitmu!"
Kehidupan
yang letih lesu dan berbeban berat disini adalah:
- Yarius yang anaknya sakit
sampai mati. Ini menunjuk penyakit-penyakit secara rohani.
- perempuan yang pendarahan 12
tahun. Ini menunjuk pada kehidupan yang busuk, najis dan
keadaannya makin memburuk.
Yarius dan perempuan
pendarahan 12 tahun ini tersungkur di kaki Yesus. Dalam
kondisi tubuh yang lemah, wanita ini mendekati Yesus sekalipun
ditengah-tengah banyak orang.
Ini menunjukkan USAHA
dan KERINDUAN dari perempuan ini sekalipun ia letih
lesu dan tidak berdaya. tidak
hanya mendengar tentang Yesus, tetapi untuk bisa menjamah jubah
Yesus artinya praktek Firman Tuhan dan juga sampai bisa menyembah
kepada Tuhan. Menjamah jubah Yesus= praktik
Firman.
Apapun yang kita alami, biarlah kita
tidak menyerah dengan halangan-halangan yang ada. Tapi kita
tetap berusaha untuk bisa menjamah ujung jubah Yesus.
Hasil kalau menjamah ujung Yesus:
- ay. 29= 'seketika itu juga berhenti pendarahannya'=
mengalami perhentian dari Tuhan, ada kelegaan dalam hidup
kita. sama dengan masalah
diselesaikan baik secara pribadi dalam nikah, dalam Ibadah.
- Markus 5: 41-42
5:41.
Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum,"
yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu,
bangunlah!" 5:42. Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri
dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang
hadir sangat takjub.
= Tangan Yesus diulurkan
kepada kita untuk memberikan mujizat kepada kita, baik mujizat
secara jasmani maupun mujizat secara rohani, kita mengalami keubahan
hidup. Tersungkur/menyembah
Tuhan artinya mengulurkan ke dua tangan kepada Tuhan dan Tuhan
mengulurkan Tangan kepada kita, tangan kita ketemu tangan Tuhan,
maka akan menghasilkan mujizat.
Markus 5:
33 5:33. Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar
ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan
tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan
segala sesuatu kepada-Nya.
ay. 33= contoh
keubahan hidup, yaitu:
- Hati diubahkan
menjadi hati yang tulus murni
seperti merpati. Tidak ada kepahitan, kemunafikan, dan diubahkan
menjadi hati yang taat.
- Perkataan
diubahkan menjadi perkataan yang jujur kepada Tuhan
(jujur mengakui segala kegagalan kita, berani mengakui
kenajisan/kebusukan/kekotoran kita), sampai tidak salah dalam
perkataan (“ya di atas ya, tidak diatas tidak”).
Wahyu
19: 6-7 19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan
besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh
yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena
Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. 19:7.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia!
Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya
telah siap sedia.
Bila
hati dan mulut disucikan maka sampai puncaknya kita bisa menyembah
Tuhan dan menjadi bahagia selama-lamanya.
Tuhan memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|