|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Paskah Surabaya, 12 April 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu: ay. 29=... Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, 10 Maret 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:1-5 26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia... Ibadah Persekutuan Ambon V, 17 November 2011 (Kamis Sore)
Tema: Yohanes 10: 10b "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. "
=... Ibadah Doa Malang, 31 Mei 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan
dengan doa puasa session III
--
Tentang Bejana Pembasuhan (Kolam Pembasuhan) --
Keluaran
30:17-21 menunjuk
pada
perintah untuk membuat bejana pembasuhan. Keluaran... Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Februari 2012 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah.
Lukas 1:26-31 1:26 Dalam bulan yang... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Agustus 2010 (Sabtu Sore)
Judul: SAKSI dan KESAKSIAN.
Ada 2 macam saksi dan kesaksian: Markus 14:56-59, saksi... Ibadah Persekutuan Ambon II, 16 November 2011 (Rabu Pagi)
Tema: Yohanes 10: 10 "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. "
=... Ibadah Raya Surabaya, 14 Desember 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= tentang keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu:... Ibadah Doa Surabaya, 14 April 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Budiman Tampubolon
Matius 25: 1-13
= berjaga-jaga supaya pelita tetap... Ibadah Doa Malang, 09 Februari 2010 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.
Matius 24:45-51 adalah... Ibadah Doa Malang, 14 April 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:31 adalah keadaan ketiga saat kedatangan Tuhan kedua kali, yaitu... Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Desember 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:13-17 1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia,... Ibadah Doa Malang, 20 Desember 2011 (Selasa Sore)
Seorang hamba Tuhan/pelayan tuhan membutuhkan 3 pengalaman utama, yaitu : Penyucian dengan api firman. Musa... Ibadah Kaum Muda Malang, 25 Oktober 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12: 18, ajaran Saduki adalah ajaran yang mengajarkan bahwa tidak
ada kebangkitan,... Ibadah Raya Surabaya, 18 Juli 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 8-13
25:8.
Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana:
Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu,...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 September 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:26-29 adalah tentang makan Perjamuan Suci. Perjamuan Paskah yang terakhir = Perjamuan Suci yang pertama. Makan Perjamuan Paskah = makan roti tidak beragi dan daging panggang. Makan Perjamuan Suci [Matius 26:26-28] adalah makan tubuh Kristus dan minum darah Kristus.
Keluaran 12:8 12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
Makan pada malam hari menunjuk pada situasi akhir jaman, yaitu kegelapan dosa sampai puncaknya dosa, juga krisis secara jasmani. Makanan paling cocok menghadapi akhir jaman adalah makan firman pengajaran yang benar dan Perjamuan Suci.
Peraturan makan Paskah/Perjamuan Suci:
- Daging harus dipanggang dengan api.
Api secara rohani adalah Roh Kudus. Jadi, makan Perjamuan Suci harus dalam urapan Roh Kudus. Api Roh Kudus mematikan daging dengan segala hawa nafsunya, supaya kita makan Perjamuan Suci bukan untuk memuaskan daging, tetapi kita bisa merendahkan diri dan mengucap syukur kepada Tuhan. Kalau makan Perjamuan Suci tanpa urapan Roh Kudus, maka akan timbul kebanggaan dan kesombongan.
Api juga sama dengan kasih Allah. Jadi, makan Perjamuan Suci harus dengan kerinduan untuk mengasihi Tuhan lebih dari semua, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.
- [Keluaran 12:8] Dengan roti tidak beragi.
Roti = firman Allah; tidak beragi = murni. Jadi, roti tidak beragi adalah firman Allah yang murni, yang tidak enak bagi daging. Ini sama dengan firman pengajaran yang benar dan keras, firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Makan daging panggang harus disertai roti tidak beragi, jadi makan Perjamuan Suci harus disertai firman pengajaran yang benar dan keras.
2 Timotius 4:2 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Isi dari firman pengajaran yang benar:
- Menyatakan apa yang salah, menyatakan dosa-dosa yang tersembunyi, supaya kita sadar dan menyesal, mengakui dosa-dosa sehingga kita tidak dihukum.
- Menegur dengan keras supaya kita meninggalkan dosa.
Kalau mempertahankan dosa, maka firman akan menegur makin keras, sampai suatu waktu meninggalkan pengajaran yang benar dan mencari pengajaran palsu yang sesuai keinginan telinganya. Tetapi kalau mau bertobat dan meninggalkan dosa, maka firman akan menasehati.
- Menasehati.
Nasehat = tuntunan tangan Tuhan supaya kita tetap hidup benar dan suci. Nasehat akan menjadi jalan keluar dari segala masalah kita, bahkan yang mustahil sekalipun. Jalan keluar di luar firman adalah jalan buntu dan kebinasaan selama-lamanya, sekalipun mungkin kelihatannya masalah selesai.
Makan Perjamuan Suci didorong oleh firman pengajaran yang benar menunjuk pada Meja Roti Sajian. Di situ terdapat 2 susun roti masing-masing 6 tumpuk, ini menunjuk pada 66 buku dalam Alkitab, itulah firman pengajaran yang benar. Roti = tubuh Kristus. Korban curahan = darah Kristus.
Keluaran 25:29 25:29 Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau membuat semuanya itu dari emas murni.
Keluaran 30:9 30:9 Di atas mezbah itu janganlah kamu persembahkan ukupan yang lain ataupun korban bakaran ataupun korban sajian, juga korban curahan janganlah kamu curahkan di atasnya.
Meja Roti Sajian sekarang menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci. Tekun ini artinya sesuatu yang terus-menerus dan tidak bisa dihalangi oleh apapun juga.
Mazmur 15:1-5 15:1. Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? 15:2 Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, 15:3 yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; 15:4 yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi; 15:5 yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.
Lewat ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, kita akan mengalami penyucian terus-menerus, mulai dari hati (ay. 5), perbuatan (ay. 2), perkataan (ay. 3), pandangan (ay. 4), sampai seluruh hidup tidak bercela seperti Yesus.
Jika kita mau disucikan terus-menerus, maka kita akan mengalami peningkatan rohani bagaikan naik gunung penyembahan, sampai berada di puncak gunung bersama Yesus. Kalau mau disucikan, kita akan gemar menyembah Tuhan.
Hasilnya:
- Kuat dan teguh hati menghadapi apapun juga.
- Mengalami hujan berkat Tuhan, berkat dari Sorga.
Mazmur 24:3-5 24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" 24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Tetapi jika makan Perjamuan Suci tanpa firman pengajaran yang benar, maka akan menjadi kebiasaan dan tidak layak, sehingga hujan kutukan yang datang.
- [Keluaran 12:8] Dimakan dengan sayur pahit.
Artinya makan Perjamuan Suci harus dengan pengalaman salib bersama Tuhan. Prakteknya:
- Sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa.
1 Petrus 4:1 4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
Yudas makan Perjamuan Suci dengan mempertahankan dosa, maka dosa itu akan mendarah daging dan menjadi permanen. Akhirnya Yudas terpisah dari Tuhan dan binasa selamanya.
- Sengsara daging untuk menurut kehendak Tuhan, taat dengar-dengaran pada pengajaran yang benar.
1 Petrus 4:2 4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Posisi kehidupan semacam ini adalah seperti Yohanes yang bersandar di dada Tuhan, mati hidupnya dalam tangan Tuhan.
- Sengsara daging tanpa dosa.
1 Petrus 4:12-14 4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. 4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. 4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Ini sama dengan kita menghadapi ujian atau percikan darah. Bentuknya antara lain:
- Menderita karena harus beribadah melayani.
- Menderita karena mempertahankan firman pengajaran yang benar.
- Menderita karena tidak salah tetapi disalahkan.
- Difitnah, dinista, disalah-salahkan.
- Diijinkan menghadapi masalah-masalah sampai yang mustahil, dll.
Saat menghadapi sengsara tanpa dosa ini bagaikan menghadapi mendung yang gelap, seperti Maria dan Marta menghadapi Lazarus yang mati. Dalam keadaan seperti ini, yang menentukan bukan masalahnya, tetapi bagaimana sikap kita.
- Meratap, putus asa, kecewa, melemparkan kesalahan pada orang lain, menyalahkan Tuhan. Kehidupan semacam ini akan semakin hancur dan busuk.
Yohanes 11:31 11:31 Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
- Tersungkur di bawah kaki Tuhan, menyembah dengan hancur hati.
Yohanes 11:32 11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
Kita mengaku hanya tanah liat yang tidak layak apa-apa, untuk ditolong pun tidak layak.
Yehezkiel 1:28 1:28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.
Kalau kehidupan kita sudah bisa tersungkur, tidak berharap siapa-siapa dan hanya memandang wajah Tuhan, maka akan muncul sinar kemuliaan Tuhan yang menembusi segala awan gelap, sehingga muncul pelangi kemuliaan Tuhan. Lazarus menjadi bangkit kembali, artinya:
- Pelangi kemuliaan Tuhan mampu memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan dan kemustahilan di dunia.
- Pelangi kemuliaan Tuhan mampu menolong kita menyelesaikan segala masalah kita sampai yang mustahil sekalipun, tepat pada waktunya.
- Pelangi kemuliaan Tuhan memberikan masa depan yang indah dan bahagia.
- Pelangi kemuliaan Tuhan mengubahkan hidup kita dari kemuliaan menuju kemuliaan yang semakin besar, sampai menjadi sama mulia dengan Tuhan.
2 Korintus 3:18 3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Malam ini, dimulai dengan percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan, jangan bimbang pada Tuhan, jangan bimbang pada pengajaran yang benar. Ini sudah merupakan pelangi kemuliaan Tuhan. Juga diubahkan menjadi sabar menanti waktunya Tuhan.
Saat belum ditolong, biar kita banyak tersungkur. Jangan menuntut pelangi yang jasmani, tetapi biar pelangi yang rohani lebih dulu, yaitu keubahan hidup. Sampai kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Tuhan.
Tuhan memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|