|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Doa Malang, 31 Januari 2012 (Selasa Sore)
PENATARAN IMAN DAN CALON IMAM II
Matius 26:57-68 tentang SAKSI... Ibadah Raya Surabaya, 18 April 2010 (Minggu Sore)
Pembicara:
Budiman Tampubolon
Matius 25: 1-13
= ada 2 pribadi disini:
Mempelai Pria,... Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 09 Februari 2010 (Selasa Siang)
Keluaran 12:5, syarat anak domba Paskah: Harus jantan. Yesaya 9:5, Matius... Ibadah Raya Malang, 01 Agustus 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:8-13 25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah... Ibadah Raya Malang, 10 Oktober 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.
Matius 25:14-15 Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa menerima talenta,... Ibadah Doa Surabaya, 24 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.
Kita harus berjaga-jaga supaya kita tidak ketinggalan... Ibadah Doa Malang, 10 November 2009 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Penataran Imam-imam dan Calon Imam
Matius 24:36-44 menunjuk pada nubuat ketujuh,... Ibadah Persekutuan Papua II, 03 Maret 2010 (Rabu Pagi)
Ibrani 4: 12-14
= makanan Firman Tuhan yang bisa dimakan sampai hidup kita bisa... Ibadah Raya Malang, 20 Desember 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:36-44 adalah nubuat tentang hukuman atas dunia saat kedatangan Tuhan... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Juli 2010 (Sabtu Sore)
Judul: SAKSI dan KESAKSIAN
Markus 14:53-55 14:53.... Ibadah Raya Surabaya, 10 Januari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 43-44 Kita harus berjaga-jaga supaya tidak
masuk hukuman bersama dunia, tetapi terangkat bersama Tuhan. ay.... Ibadah Raya Surabaya, 14 November 2010 (Minggu Sore)
Matius
25: 31-34 25:31.
"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua
malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia
akan bersemayam... Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 17 Mei 2011 (Selasa Siang)
Keluaran 14:27-31 14:27 Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi... Ibadah Doa Malang, 03 April 2012 (Selasa Sore)
Keluaran pasal 13-15 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada Bejana Pembasuhan/ baptisan air. Keluaran 13 adalah... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Maret 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu: Ayat 29, terjadi...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 26 Desember 2010 (Minggu Pagi)
Matius
25:31-34
25:31.
"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua
malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas
takhta kemuliaan-Nya.
25:32
Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan
memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala
memisahkan domba dari kambing,
25:33
dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan
kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34
Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya:
Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang
telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
Ayat
31-32: Pada saat kedatangan Yesus kedua kali, Yesus tampil sebagai
Raja segala raja dan Gembala Agung untuk memisahkan
domba dari kambing.
Tidak
semua orang Kristen, tidak semua hamba Tuhan, adalah domba Tuhan.
Ternyata ditemukan juga diantaranya kambing-kambing.
Pemisahan
ini makin hari makin tajam, sampai 2 orang di atas tempat tidur
(menunjuk pada nikah) bisa dipisahkan, satu diangkat (domba) dan satu
tertinggal (kambing).
Masalah
rohani adalah masalah yang mandiri, tidak bisa menggantungkan diri
satu dengan yang lain, masing-masing harus bertanggung jawab langsung
di hadapan Tuhan. Meneladan
pada orang lain itu boleh, namun tidak bisa bergantung.
Domba
ditempatkan di sebelah kanan dan kambing di sebelah kiri. Persoalan
yang jasmani (kekayaan, kepandaian, kedudukan) tidak ada kaitan
dengan pemisahan ini.
Dasar
pemisahannya:
- Hikmat
Surga.
Pengkhotbah
10:2 10:2
Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke
kiri.
- Tabiat/karakter.
Matius
25:35, 39-40 25:35
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus,
kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku
tumpangan; 25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam
penjara dan kami mengunjungi Engkau? 25:40 Dan Raja itu akan
menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu
yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling
hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Matius
25:41-42, 44-45 25:41
Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya:
Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke
dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan
malaikat-malaikatnya. 25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak
memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku
minum; 25:44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan,
bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang
asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak
melayani Engkau? 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk
salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya
juga untuk Aku.
Ad
2. DASAR PEMISAHAN II: TABIAT/KARAKTER
Domba
berada di sebelah kanan karena bertabiat
kasih.
Seperti kasih itu kekal, maka domba-domba bisa masuk dalam Kerajaan
Surga yang kekal. Kambing
berada di kiri karena bertabiat
egois
(hanya mementingkan diri sendiri) sehingga tidak mengasihi sesama
yang membutuhkan = tidak mengasihi Tuhan (tanpa
kasih).
I
Yohanes 4:20 4:20
Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia
membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa
tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi
Allah, yang tidak dilihatnya.
Tidak
mengasihi sesama yang membutuhkan = tidak mengasihi Tuhan = menolak
Tuhan.
Lukas
2:4-7 2:4
Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke
kota Daud yang bernama Betlehem, --karena ia berasal dari keluarga
dan keturunan Daud--
2:5
supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang
sedang mengandung.
2:6
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
2:7
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu
dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan,
karena tidak
ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
Orang
Betlehem egois, tidak mengasihi sesama yang membutuhkan,
yakni Maria yang sedang hamil tua dan hendak bersalin = menolak
pribadi Yesus yang akan dilahirkan.
Yohanes
1:1, 14 1:1.
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan
Firman itu adalah Allah. 1:14 Firman
itu telah menjadi manusia,
dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu
kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak
Tunggal Bapa,
penuh kasih karunia dan kebenaran.
Orang
Betlehem yang egois = kambing yang egois. =
Kehidupan yang tidak
memberi tempat
bagi Firman Pengajaran
(pribadi Yesus) = Kehidupan yang tidak
mengutamakan
Firman Pengajaran benar
/pembukaan rahasia Firman.
Matius
2:16 2:16.
Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang
majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di
Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke
bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang
majus itu.
Kalau
menolak pedang Firman, maka pasti ada akibatnya.
Akibatnya:
Di Betlehem terjadi pembunuhan anak-anak yang berumur 2 tahun ke
bawah. Artinya: kalau tidak
mau makanan keras (Firman Pengajaran benar),
maka tingkat
kerohanian tetap seperti anak kecil
dan harus
menghadapi pedang aniaya antikris.
Di masa antikris kehidupan ini harus berjuang untuk tetap memberi
tempat bagi Yesus.
Lebih
baik sejak
sekarang
kita memberi tempat untuk pembukaan rahasia Firman Tuhan.
Sikap
kita saat mendengar Firman menentukan nasib kita.
Keegoisan
orang-orang Betlehem, yang tidak mau memberi tempat bagi pribadi
Yesus, terus diwariskan. Saat Natal (kelahiran Yesus) tidak ada
tempat bagi Yesus, demikian pula saat Yesus sudah dewasa tetap tidak
ada tempat.
Berapa tahun kita mengikut Tuhan? Sudahkah
kita menyediakan tempat untuk pembukaan rahasia Firman Pengajaran
benar?
Gereja
(secara fisik) maupun pribadi kita adalah rumah Allah.
Betapa
egoisnya jika kita tidak memberi tempat untuk pribadi Yesus.
Matius
8:18-20 8:18.
Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh
bertolak ke seberang.
8:19
Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru,
aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
8:20
Yesus berkata kepadanya: "Serigala
mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak
Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Pengikutan
ahli Taurat mewarisi keegoisan orang Betlehem. Tidak
memberi tempat bagi Yesus sebagai Kepala = tidak
memberi tempat
bagi Firman Pengajaran yang benar = tidak
mengutamakan
Firman Pengajaran benar (kepala
adalah yang utama).
Banyak gereja saat ini egois, tidak
mengutamakan Firman Pengajaran tetapi hanya
menggembar-gemborkan perkara/berkat jasmani.
Jangan
sombong dengan perkara jasmani! Sebesar-besarnya
gedung gereja masih lebih kecil dari tempat parkir mall di
dunia. Sebesar-besarnya gaji kita masih lebih kecil dari bawahan
konglomerat di dunia ini.
Akibatnya: Yang
menjadi kepala bukan Yesus, tetapi serigala dan burung yang menjadi
kepala.
Jangan main-main! Tubuh Kristus mulai dari pribadi
kita, nikah, penggembalaan, persekutuan/fellowship
antar penggembalaan, dst. Kalau
menolak Firman Pengajaran, maka serigala dan burung yang menjadi
kepala.
>>
Serigala = roh jahat, cinta uang.
I
Timotius 6:10 6:10
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu
uanglah
beberapa orang telah menyimpang
dari iman
dan menyiksa
dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Prakteknya:
- Kikir
= tidak bisa memberi.
Sebaliknya, bukti jika Yesus yang menjadi
Kepala atas kehidupan kita: lebih berbahagia memberi daripada
menerima.
- Serakah;
=
Mencari uang dengan cara tidak halal (menyimpang dari kebenaran
Firman). = Meninggalkan ibadah-pelayanan hanya untuk mendapat
uang. Tidak segan, tidak merasa menyesal lagi untuk meninggalkan
ibadah. = Mencuri/merampas perpuluhan dan persembahan khusus yang
adalah milik Tuhan. = Merampas hak orang lain, contohnya: hutang
tidak bayar, korupsi, dsb.
Kehidupan
yang kikir dan serakah = menyiksa diri dengan berbagai-bagai duka,
bahkan terus meningkat sampai menyiksa diri selama-lamanya di
neraka.
>>
Burung = roh najis yang
mengarah
pada
dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.
Hanya
ketajaman pedang Firman yang mampu menjaga kita dari roh jahat dan
roh najis.
Kalau
menolak Firman Pengajaran benar sehingga serigala dan burung menjadi
kepala, maka akibat
selanjutnya:
kehidupan itu mengarah pada pembangunan Babel yang akan dibinasakan
selamanya. Babel
= gereja palsu = mempelai wanita setan = kesempurnaan dalam kejahatan
dan kenajisan, yang akan dibinasakan Tuhan seperti
kambing-kambing.
Wahyu
17:1, 5-6, 15 17:1.
Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh
cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan
menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur
besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:5
Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel
besar,
ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
17:6
Dan aku melihat perempuan
itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus.
Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.
17:15
Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di
mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa
dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.
Waspada!
Jangan hanya berpatokan dengan melihat jumlah yang banyak! Perempuan
Babel menduduki
air yang banyak, menunjuk pada banyak
orang
bahkan termasuk
anak-anak Tuhan.
Bukan
tidak boleh diberkati Tuhan, tapi jangan itu yang
diutamakan/digembar-gemborkan. Yang utama adalah Yesus (pembukaan
rahasia Firman Pengajaran benar) menjadi Kepala (yang terutama dalam
hidup kita).
SIKAP
YANG BENAR: Matius
8:18-19 8:18.
Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh
bertolak ke seberang.
8:19
Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru,
aku akan mengikut
Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
Penggunaan
istilah "Guru"
menunjukkan kaitan dengan Pengajaran.
Pengikutan
yang benar = mengikut Tuhan ke mana saja Ia pergi = pengikutan tubuh
terhadap Kepala = pengikutan mempelai wanita terhadap Mempelai Pria =
Tahbisan Mempelai.
Pengikutan
anak kepada Bapa masih terbatas, sebab ada anak yang
terhilang. Namun, pengikutan tubuh kepada kepala tidak bisa
dipisahkan/melawan sedikitpun.
Teladan
dalam nikah jasmani:
- Suami
adalah kepala dalam nikah, memimpin sesuai dengan Firman Pengajaran
benar.
- Istri
sebagai tubuh mengikut suami (sesuai Firman). Jangan bertentangan
terus!
Kalau terus bertentangan, maka lama-kelamaan bisa terpisah
antara kepala dan tubuh, akibatnya: terjadi patah dalam ekonomi,
atau mungkin anak menjadi korban.
- Anak-anak
juga dalam tahbisan mempelai, taat.
Demikian
pula, pengikutan
kita terhadap Yesus:
kita mengikuti pembukaan Firman Pengajaran yang benar.
Sebab
itu, utamakan
selalu Firman Pengajaran yang benar,
jangan yang lain apalagi perkara jasmani. Kalau kita tidak
mengikuti Firman = tubuh tidak mengikut Kepala, pasti hancur lebur
dan binasa.
TANDA
PENGIKUTAN MEMPELAI:
- Efesus
5:25-27
5:25
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi
jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 5:26 untuk
menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan
air dan firman, 5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan
jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut
atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Tanda
I:
Kita
mengalami penyucian
secara double
oleh Mempelai Pria Surga lewat Baptisan
air
dan air hujan Firman
Pengajaran yang benar.
Yesus,
Mempelai Pria, sudah rela mati untuk memandikan (menyucikan) kita,
mempelai wanitaNya. Demikian begitu besarnya kasih Tuhan kepada
sidang jemaatNya.
Orang berdosa = orang yang haus di tengah
padang gurun dunia. Awalnya, jiwa baru memang membutuhkan segelas
air sejuk = Firman Penginjilan, supaya segar dan tidak mati. Namun,
kalau tidak mandi, lama-lama di padang pasir tentu menjadi bau.
Sebab itu, kita perlu air hujan Firman Pengajaran benar.
Pemandian
double
terutama untuk pentahiran kusta.
Imamat
14:8-9 14:8
Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur
seluruh rambutnya dan membasuh
tubuhnya dengan air,
maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam
perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari
lamanya. 14:9 Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur
seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala
bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya
dibasuh dengan air;
maka ia menjadi tahir.
Pengertian
kusta:
- Kenajisan
(burung).
Dalam Imamat 13 dituliskan orang kusta harus menutupi
muka dan berseru "Najis! Najis!". Dosa kenajisan apapun yang
ada pada kita, pagi ini ada kekuatan dari sang Kepala (kalau kita
mengutamakan Firman Pengajaran) untuk menyucikan kita.
- Kejahatan
= cinta akan uang, keinginan akan uang (serigala).
II
Raja-raja 5:25-27 5:25
Baru saja Gehazi masuk dan tampil ke depan tuannya, berkatalah
Elisa kepadanya: "Dari mana, Gehazi?" Jawabnya: "Hambamu
ini tidak pergi ke mana-mana!" 5:26 Tetapi kata Elisa
kepadanya: "Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun
dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah
menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun
zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki
dan budak perempuan, 5:27 tetapi penyakit kusta Naaman akan
melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya."
Maka keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih
seperti salju.
- Kebenaran
diri sendiri
= menutupi kesalahan diri dengan menyalahkan orang lain.
Kebenaran
diri sendiri menyebabkan perpisahan tubuh Kristus mulai dari nikah
yang jasmani, memisahkan istri dari suami, juga memisahkan kita
dari Yesus. Akibatnya: kering, mati rohani.
Kalau
kebenaran diri sendiri disucikan maka kita bisa mengaku dosa pada
Tuhan dan sesama, kita diampuni, tinggalkan dosa. Demikian
kita terus disucikan, mengaku dosa>diampuni>tinggalkan dosa,
sampai
tidak ada dosa lagi.
- Kalau
ada kebenaran diri sendiri, pasti ada kepentingan
diri sendiri (egois).
Kalau
kita mau disucikan, kita bisa sempurna dan tidak bercacat cela.
- Filipi
2:5-8
2:5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan
yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam
rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai
milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan
diri-Nya sendiri,
dan mengambil
rupa seorang hamba,
dan menjadi sama dengan manusia. 2:8 Dan dalam keadaan sebagai
manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat
sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Tanda
II:
Memiliki pikiran
dan perasaan seperti Yesus,
yakni
menghampakan diri seperti angin:
- Ada
namun merasa tidak ada
= tidak
mengandalkan sesuatu di dunia
(kepandaian, dsb.), sekalipun kita mempunyai.
Yesus memiliki
Surga dan segala sesuatu namun merasa tidak memiliki apa-apa.
- Mengambil
rupa seorang hamba = melayani
dengan setia dan tanggung jawab,
menjadi seperti angin yang berhembus.
Yesus adalah Raja namun
mengambil rupa seorang hamba yang melayani.
- Taat
dengar-dengaran
sampai mati di kayu salib (sampai daging tidak
bersuara).
Hasilnya:
- Kita
dipakai sebagai pelayan Tuhan bagaikan angin
yang membawa kesejukan, kedamaian, keharuman Kristus di
tengah dunia yang pengap dan panas, sehingga banyak orang-orang
berdosa diselamatkan dalam Kristus lewat Penginjilan, jiwa-jiwa
yang sudah selamat dituai dalam Firman Pengajaran benar.
- Kita
bisa menembusi
pintu-pintu terkunci.
Kita
tidak
terhalangi
dan bisa
mengatasi segala halangan bersama Yesus. Jangan
mudah terhalangi!
- Tanda
III:
Ada doa penyembahan,
hubungan paling erat antara tubuh dengan Kepala.
Di dalam doa
penyembahan, kita
bisa mengalami kasih matahari/cahaya kemuliaan/kasih Allah yang
sempurna.
Apapun
keadaan kita, kalau pagi ini kita menyembah Tuhan, kita disinari
dengan matahari kasih Allah.
Jangan
abaikan doa penyembahan secara pribadi maupun berjemaah di
gereja!
Hasilnya: Kejadian
19:21-23 19:21
Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal inipun
permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau
sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan. 19:22 Cepatlah, larilah
ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau
sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut
Zoar. 19:23 Matahari
telah terbit
menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.
Kita
membutuhkan kasih Allah untuk menghadapi keadaan dunia akhir zaman
yang seperti Sodom dan Gomora. Kekayaan dan kepandaian tidak mampu
melawan hujan api dan belerang.
- Kasih
matahari sanggup memelihara
kita di tengah kemustahilan.
Sodom
dan Gomora = laut mati, tempat yang mustahil untuk kehidupan.
- Kasih
matahari melindungi
kita dari kegoncangan dunia
sehingga kita tetap tenang dan damai sejahtera bersama Tuhan.
- Kasih
matahari melindungi
kita dari puncak dosa
sehingga kita bisa hidup benar dan suci.
Keadaan dunia akhir
zaman kembali menjadi seperti keadaan Sodom dan Gomora dalam puncak
dosa.
- Kasih
matahari memberi
kemenangan dalam pergumulan-pergumulan kita.
Tuhan bergumul bersama kita dan memberi kemenangan.
Kejadian
32:28, 30-31 32:28
Lalu kata orang itu: "Namamu
tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah
bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." 32:30
Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah
melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!" 32:31
Lalu tampaklah kepadanya matahari
terbit,
ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal
pahanya.
- Pergumulan
melawan ketakutan/kekuatiran/kebimbangan
karena penyakit, masa depan, ekonomi, dll.
Yakub takut bertemu
dan dibunuh oleh Esau karena Esau merasa ditipu dan diambil hak
kesulungannya.
Bukti kemenangan dalam pergumulan: Kita
bisa percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan. Kita
berada dalam ketenangan dan damai sejahtera.
- Pergumulan
untuk keluarga.
Yakub takut istri dan anaknya dibunuh Esau juga.
Kita bergumul
untuk seluruh keluarga (nikah dan buah nikah) supaya dimenangkan,
diselamatkan, sampai mencapai nikah yang sempurna. Terutama suami
(Yakub) harus bergumul untuk seluruh keluarga. Nikah jangan
sampai terpecah-pecah. Jangan ada yang jadi korban!
- Pergumulan
untuk mendapat nama baru = keubahan hidup.
Keubahan hidup mulai dari tidak
ada lagi dusta,
kita harus jujur. Nama
Yakub yang berarti penipu diganti dengan Israel yang berarti
pemenang. Orang jujur pasti ditolong Tuhan. Doa orang jujur
dijawab Tuhan.
Sampai suatu waktu, saat Tuhan datang kedua
kali, pergumulan terakhir sampai kita diubahkan menjadi sama
sempurna seperti Dia.
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|