|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah KKR Palangkaraya IV, 26 Februari 2009 (Kamis Pagi)
(digabung dengan Pentahbisan Gedung GPT Kristus Raja, Palangkaraya, dibawah penggembalaan Pdt Mikha Sandatoding dan pentahbisan... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2011 (Senin Sore)
Pembicara:
Pdt. Mikha Sanda Toding
Matius
7: 15-23 7:15.
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan
menyamar seperti domba, tetapi... Ibadah Raya Malang, 18 Oktober 2009 (Minggu Pagi)
Lukas 6:12-16 adalah tentang PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN.
Mengapa harus... Ibadah Doa Malang, 07 Juni 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III
Matius 26:14-16
Ibadah Raya Malang, 29 April 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.
Tiga kali Petrus menyangkal Yesus: Ayat... Ibadah Natal GPT seJatim, 21 Januari 2010 (Kamis Sore)
Tema: Yohanes 10:10b.
Mengapa Yesus harus datang ke dunia untuk memberi hidup dalam kelimpahan?
Ibadah Doa Malang, 24 November 2009 (Selasa Sore)
Pelayan Tuhan harus tergembala dalam Ruangan Suci (3 macam ibadah) supaya: Mengalami penyucian Mendapat... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Oktober 2010 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding
Matius 6:
25-34 6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu:
Janganlah kuatir akan hidupmu, akan... Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:39-45 adalah tentang Pertemuan Maria dan Elisabet.
Saat Maria bertemu Elisabet, anak yang di dalam... Ibadah Doa Surabaya, 26 Mei 2010 (Rabu Sore)
Matius
25: 2-4
25:2. Lima di antaranya bodoh dan lima
bijaksana.
25:3. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya,
tetapi tidak... Ibadah Raya Malang, 01 Mei 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK Yesaya 49:14-16 49:14 Sion berkata: "TUHAN... Ibadah Doa Malang, 26 Januari 2010 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding
Matius 6:9-10, doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan kepada... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 29-31 = keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali.
Kita membahas ayat. 31 (keadaan... Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 10 Juni 2010 (Kamis Malam)
Korban domba jantan pertama = korban penyerahan diri sepenuh.
Ibadah Doa Malang, 09 Agustus 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:20-25 26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 13 Februari 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: 6-7 26:6.
Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, 26:7.
datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli
pualam
berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas
kepala Yesus, yang sedang duduk makan.
Kehidupan
manusia di bumi ini hanya seperti buli-buli tanah liat yang rapuh,
hancur, dan binasa untuk selamanya.
Disini
ada istilah buli-buli
pualam
(lebih bagus dari tanah liat). Jika buli-buli pualam diisi
dengan perkara dunia, maka akan bernilai lebih tinggi dari tanah liat
(bernilai tinggi di dunia), tetapi HANYA
senilai buli-buli
pualam
yang juga akan rapuh dan hancur, bahkan binasa untuk selama-lamanya.
Sebab
itu, buli-buli
tanah liat HARUS
diisi dengan minyak
urapan Roh Kudus/air kehidupan Roh Kudus.
Wahyu
22: 1 22:1.
Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai
air kehidupan,
yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir
ke luar dari takhta Allah
dan takhta Anak Domba itu.
=
Roh
Kudus mengalir dari tahta Alalh/tahta
Surga, bagaikan sungai air kehidupan.
Yehezkiel
47: 1-2 47:1.
Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada
air keluar
dari bawah ambang pintu Bait Suci
itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke
timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait
Suci itu, sebelah selatan mezbah. 47:2. Lalu diiringnya aku ke
luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari
luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air
itu membual dari sebelah selatan.
Disini,
sungai yang keluar dari bait Suci= sungai air kehidupan dari tahta
Allah.
Proses
air kehidupan mengisi buli-buli tanah liat:
- Yehezkiel
47: 3
47:3.
Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di
tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air
itu, maka dalamnya
sampai di pergelangan kaki.
Proses
pertama: Roh
Kudus/air kehidupan sampai di pergelangan mata kaki.
Kisah
Rasul 3: 1-8 3:1.
Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang,
naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. 3:2. Di situ ada
seorang
laki-laki, yang lumpuh
sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu
diletakkan
dekat pintu gerbang Bait Allah,
yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang
masuk ke dalam Bait Allah. 3:3. Ketika orang itu melihat, bahwa
Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta
sedekah. 3:4. Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah
kepada kami." 3:5. Lalu orang itu menatap mereka dengan
harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 3:6. Tetapi Petrus
berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang
kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret
itu, berjalanlah!" 3:7. Lalu ia memegang tangan kanan orang
itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah
kaki dan mata kaki
orang itu. 3:8. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari
dan mengikuti
mereka ke dalam Bait Allah,
berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.
Orang
lumpuh ini ada di depan pintu gerbang indah, tetapi tidak pernah
masuk ke dalamnya, sehingga hidupnya tidak pernah indah.
Roh Kudus
sampai ke pergelangan mata kaki, artinya ROH
KUDUS MENGUATKAN MATA KAKI/IMAN KITA
supaya tidak goyah, tidak gugur, tidak bimbang, tidak lumpuh rohani.
Lumpuh
rohani:
- iman
yang goyah/gugur
dari iman= bimbang, putus asa dan kecewa waktu menghadapi berbagai
masalah,
- 'sejak
dulu di depan pintu gerbang bait Allah'=
selalu
terhalang/banyak terhalang
untuk bisa beribadah melayani Tuhan,
- 'orang
lumpuh ini hanya meminta sedekah'=
mengikut
Yesus hanya berharap/mencari perkara dunia.
Sebab
itu, Roh Kudus perlu sampai ke pergelangan mata kaki kita.
1
Korintus 15: 19 15:19.
Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada
Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling
malang dari
segala manusia.
Kalau
kita lumpuh
rohani, akibatnya:
hidupnya
tidak indah,
bahkan paling malang dari antara manusia (binasa untuk selamanya,
bagaikan buli-buli
tanah liat yang pecah).
1
Petrus 1: 6-7 1:6.
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika
harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 1:7. Maksud
semuanya itu ialah untuk membuktikan
kemurnian imanmu--yang
jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji
kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan
kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan
diri-Nya.
Kalau
Roh
Kudus menguatkan iman kita
(mata kaki kita), maka kita
bisa tahan uji
menghadapi berbagai pencobaan/masalah, sehingga iman kita menjadi
iman yang murni, yang sempurna (buli-buli
emas berisi manna).
BUKTI
KALAU IMAN KITA TERUJI ADALAH ada kerinduan untuk masuk Bait Allah = SETIA DALAM IBADAH PELAYANAN
(seperti orang lumpuh tadi, setelah sembuh, ia lari masuk ke dalam
bait Allah).
- Yehezkiel
47: 4a
47:4a.
Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi
dalam air itu, sekarang sudah
sampai di lutut;
Proses
kedua: Roh
Kudus/air kehidupan sampai di lutut. Lutut
ini digunakan untuk berlutut. Jadi, ROH
KUDUS MEMBUAT KITA UNTUK BISA BERTEKUK LUTUT/BERLUTUT.
Artinya: merendahkan diri= rendah
hati dan lemah lembut.
Kisah
Rasul 7: 60 7:60.
Sambil
berlutut
ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah
tanggungkan dosa ini kepada mereka!"
Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
Stefanus
menghadapi lemparan batu dengan berlutut, bukan marah= lemah
lembut,
dalam bentuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
Rendah
hati=
kemampuan untuk mengaku dosa sejujur-jujurnya dan kalau diampuni,
jangan berbuat dosa lagi. Jadi, dengan
bertekuk lutut, dosa-dosa diselesaikan= Roh
Kudus membuat kita bisa bertobat.
2
Petrus 3: 9 3:9.
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang
menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia
sabar terhadap kamu,
karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan
supaya semua
orang berbalik dan bertobat.
Jika
sampai hari ini Tuhan belum datang kembali dan kita masih diberi
panjang umur, itu merupakan PERPANJANGAN
SABAR TUHAN
untuk memberikan kesempatan
pada kita supaya bertobat.
Jadi,
tujuan
utama kita hidup di dunia adalah BERTOBAT
lewat banyak bertekuk lutut. Kalau bisa bertobat, kita sudah
mencapai tujuan utama hidup kita. Dan kalau Tuhan datang atau kita
meninggal dunia, kita sudah siap untuk bertemu dengan Tuhan.
- Yehezkiel
47: 4b
47:4b.
kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga
kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai
di pinggang.
Proses
ketiga: Roh
Kudus/air kehidupan sampai di pinggang. Pinggang=
pinggul dari wanita. Disitu ada kandungan yang ada kaitan dengan
kelahiran.
Bagi gereja Tuhan, ini berarti KELAHIRAN
BARU.
Yohanes
3: 5-8 3:5.
Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang
tidak dilahirkan
dari air dan Roh,
ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 3:6. Apa yang
dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari
Roh, adalah roh. 3:7. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata
kepadamu: Kamu harus dilahirkan
kembali. 3:8.
Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi
engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi.
Demikianlah halnya dengan tiap-tiap
orang yang lahir dari Roh."
Secara
jasmani, kita hanya mewarisi hidup
darah daging=
buli-buli
tanah liat yang hancur,
yang tidak mewarisi kerajaan Surga. Oleh sebab itu, kita
harus mengalami kelahiran baru lewat baptisan air dan baptisan Roh
Kudus.
Kalau
belum dilahirkan baru, kita tidak bisa mewarisi kerajaan Surga.
ay.
8= jika kita dilahirkan
baru oleh Roh Kudus,
kita menjadi manusia rohani yang tampil
seperti angin.
Mazmur
104: 4 104:4.
yang membuat
angin sebagai suruhan-suruhan-Mu,
dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,
Angin=
pelayan-pelayan Tuhan yang membawa keharuman nama Tuhan dan
memuliakan Tuhan. Darah
dan daging=
sumber kebusukan.
Yesaya
49: 3-4 49:3.
Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan
olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." 49:4.
Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma,
dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna;
namun, hakku
terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."
Kalau
kita menjadi
pelayan Tuhan bagaikan angin
yang menghembuskan bau harum, hasilnya:
- HAK
DAN UPAH KITA TERJAMIN PADA TUHAN DAN TUHAN TIDAK PERNAH MENIPU
KITA.
- 2
Korintus 2: 14-15
2:14.
Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa
kami di jalan kemenangan-Nya.
Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan
Dia di mana-mana. 2:15. Sebab bagi Allah kami adalah bau
yang harum
dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di
antara mereka yang binasa.
Hasil
kedua: kita selalu MENGALAMI
KUASA KEMENANGAN BERSAMA TUHAN,
yaitu menang atas segala rintangan dan halangan, sehingga kita bisa
tetap setia dalam ibadah pelayanan. Bahkan ada kemenangan atas segala masalah
yang kita hadapi.
- Yehezkiel
47: 5
47:5.
Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang
air itu sudah menjadi sungai,
di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi
sehingga orang dapat berenang, suatu sungai
yang tidak dapat diseberangi
lagi.
Proses
keempat: Roh
Kudus/air kehidupan sudah menjadi sungai,
dimana kita bisa berenang/menyelam= Roh Kudus
menguasai seluruh hidup kita
(tenggelam dalam air kehidupan). Ini menunjuk pada KEPENUHAN
ROH KUDUS SAMPAI MELIMPAH-LIMPAH DALAM ROH KUDUS.
Kepenuhan
Roh Kudus= pintu kemah= membawa kita masuk ke ruangan suci. Ini
merupakan bukti
kalau kita memiliki Roh Kudus,
yaitu kita masuk
dalam ruangan suci
(kandang penggembalaan= ketekunan dalam 3 macam ibadah
pokok).
Disitulah
kita mengalami kepuasan
(Roh Kudus sudah menjadi sungai), kebajikan
dan kemurahan Tuhan Gembala Agung, sampai kita merasa nikmat dalam penggembalaan seperti Raja Daud.
Dan kita tidak akan pernah keluar dari situ. Kita tidak menjadi kristen
jalanan!
Mazmur
23: 6 23:6.
Kebajikan dan kemurahan
belaka akan mengikuti aku,
seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang
masa.
Kalau
airnya
sudah menjadi sungai,
kita tidak bisa berjalan-jalan lagi. Artinya: kalau kita tergembala,
daging
dan keinginannya ini akan dibendung/dirobek sampai tidak berkuasa
lagi.
Kalau
kita tekun
dalam penggembalaan,
maka Roh Kudus akan melimpah-limpah dalam hidup kita bagaikan
sungai yang tidak bisa diseberangi lagi. Artinya:
DAGING
TIDAK BERSUARA LAGI=
pintu
tirai SUDAH terobek.
Kalau
sudah tidak bisa berenang, biarlah
kita mengikuti arus sungai itu
(mengikuti aliran sungai kehidupan). Artinya taat
dengar-dengaran
sampai daging tidak bersuara lagi.
Hasil dari ketaatan:
- Yehezkiel
47: 8-9
47:8.
Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur,
dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang
mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, 47:9. sehingga
ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang
berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat
banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi
tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya
di sana hidup.
Hasil
pertama: yang
mati jadi hidup=
air
kehidupan mampu menghidupkan apa yang sudah mati
(ALIRAN
KEHIDUPAN),
artinya:
- Roh
Kudus mampu memelihara hidup kita di tengah kemustahilan,
- Roh
Kudus mampu menghapus segala kemustahilan untuk menolong kita.
- Wahyu
22: 1
22:1.
Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih
bagaikan kristal,
dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba
itu.
Hasil
kedua: air
kehidupan jernih seperti kristal.
Artinya: Roh
Kudus sanggup menyucikan dan mengubahkan kita
sampai jadi sama mulia dengan Tuhan saat Tuhan datang kembali
(ALIRAN
KESUCIAN).
Jernih
seperti kristal dimulai dengan JUJUR.
- Wahyu
19: 6-7
19:6.
Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak,
seperti
desau air bah
dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya!
Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. 19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
Hasil
ketiga: aliran
Roh Kudus akan menjadi desau air bah
= ALIRAN
PENYEMBAHAN.
Kita terangkat di awan-awan dalam penyembahan untuk menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali, sampai kita masuk ke Yerusalem baru.
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|