English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 04 Maret 2007)
Tayang: 11 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 06 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 September 2013)
Tayang: 22 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 September 2013)
Tayang: 24 November 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 22 April 2007)
Tayang: 22 Desember 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 01 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 26 Januari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 28 Oktober 2007)
Tayang: 21 Juni 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 Oktober 2013)
Tayang: 19 Januari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 16 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 Februari 2007)
Tayang: 01 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 11 Februari 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 21 Mei 2007

Sekarang ini kita masuk dalam ayat yang terakhir dan juga merupakan pergumulan-pergumulan dari rasul Paulus.
Kolose 4 : 18, Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Ingatlah akan belengguku. Kasih karunia menyertai kamu.
Jadi ini adalah pergumulan yang terakhir dari rasul Paulus yaitu pergumulan dalam menyampaikan Firman ALLAH, ia menghadapi dua macam tantangan yaitu:

  • yang pertama sudah saya terangkan pada waktu yang lalu yaitu tangan rasul Paulus digigit oleh ular. Jadi kalau tangan dari rasul Paulus itu digigit ular, maksudnya adalah supaya rasul Paulus tidak dapat menulis Firman TUHAN.
  • kemudian tantangan yang kedua adalah kakinya dibelenggu dengan maksud supaya rasul Paulus tidak dapat berjalan untuk memberitakan Firman.
    Di dalam Kisah rasul sebagai contoh bahwa kaki rasul Paulus dibelenggu >>> Kisah rasul 16 : 24, Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.
    Inilah pergumulan yang dihadapi oleh rasul Paulus yaitu yang pertama tangan digigit oleh ular dan kemudian yang kedua adalah kakinya dibelenggu. Dan ini merupakan suatu penderitaan/sengsara. Inilah saudaraku! kita menghadapi penderitaan dalam pemberitaan Firman.

Ada dua macam belenggu/sengsara/penderitaan yang pertama di dalam:

  • Pengkhotbah 7 : 26, Dan aku menemukan sesuatu yang lebih pahit dari pada maut: perempuan yang adalah jala, yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah belenggu. Orang yang dikenan Allah terhindar dari padanya, tetapi orang yang berdosa ditangkapnya.
    Jadi ini adalah belenggu yang negatif yaitu perempuan Babel dengan belenggu yaitu belenggu dosa. Belenggu dosa ini tidak pasif tetapi ia berkembang sampai puncaknya adalah dosa Babel yaitu dosa sex dan dosa makan minum >>> ini yang membelenggu manusia sampai pada anak TUHAN. Belenggu dosa ini juga mengakibatkan sengsara/penderitaan; jadi dunia ini menipu dengan mengatakan bahwa berbuat dosa itu adalah pesta. Dunia/setan ini menipu dengan mengatakan ada pesta sex, ada pesta narkoba, disebut pesta, pesta, tetapi sesungguhnya hidup dalam dosa itu merupakan suatu penderitaan.
    Di dalam srt Petrus diistilahkan penderitaan karena dosa, itu adalah suatu pukulan.
    1 Petrus 2 : 20, Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
    Saudara ingat, ada orang yang turun dari Yerusalem menuju ke Yerikho, ia dirampok dan dipukul, inilah orang yang berbuat dosa, ia seperti dipukul/dirampok oleh setan sampai satu waktu ia mati rohani/binasa. Kita jangan membiarkan belenggu dosa ini sebab kalau dibiarkan, maka ia akan berkembang pada dosa Babel. Sekalipun dosa itu dikatakan dosa yang kecil, kita jangan membiarkan menjerat sebab dosa itu akan berkembang.
  • Sekarang kita akan melihat belenggu yang kedua dan ini adalah belenggu yang positif yaitu di dalam 2 Timotius 2 : 9, Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.
    Waktu yang lalu kita sudah membahas bahwa rasul Paulus di dalam pemberitaan injil, ia memberitakan injil keselamatan/Firman penginjilan dan ini penting sebab untuk menambah jumlah/kuantitas dan juga ia memberitakan injil tentang kemuliaan Kristus/Firman pengajaran untuk menambah kualitas. Belenggu yang kedua ini adalah belenggu karena Firman ALLAH.

Jadi ada dua belenggu dan kita tinggal memilih yaitu belenggu dosa atau belenggu karena Firman ALLAH. Salah satu contoh adalah karena pemberitaan Firman, maka kita harus jauh-jauh datang sekalipun hujan dan ini adalah belenggu bukan karena dosa tetapi belenggu karena pemberitaan Firman ALLAH, ini juga merupakan pemberitaan tetapi diistilahkan oleh rasul Petrus yaitu penderitaan karena kehendak ALLAH.

1 Petrus 2 : 19,
Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Penderitaan karena kehendak ALLAH/Firman ALLAH bukanlah merupakan suatu pukulan, tetapi merupakan kasih kerunia. Sama-sama belenggu, tetapi hasilnya berbeda, kalau belenggu dosa >>> menderita/dipukul sampai luka dan pingsan bahkan sampai mati, tetapi kalau penderitaan karena kehendak ALLAH/penderitaan karena Firman ALLAH, bukanlah pukulan tetapi itu adalah kasih karunia ALLAH Terutama menderita karena Firman pengajaran. Kita akan membandingkan dengan Kisah rasul 5, kita sebagai manusia berdosa, sebenarnya tidak layak menderita untuk TUHAN, yang layak bagi kita adalah kita menderita/mendapatkan pukulan karena kita berdosa. Tetapi rasul-rasul bersyukur karena dianggap layak menderita karena Firman/layak menderita untuk TUHAN >>> Kisah rasul 5 : 41, 42,
41. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.
42. Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

Jadi ini saudaraku! sangat jelas! sebenarnya kita ini tidak layak karena penderitaan Firman, terutama Firman pengajaran. Yang layak adalah kita menderita karena dosa dan itu yang mendatangkan pukulan dan kebinasaan. Tetapi puji syukur kepada TUHAN sebab TUHAN menganggap kita layak untuk menderita dan ini bukanlah suatu pukulan tetapi itu adalah kasih karunia dan kebahagiaan. Petrus dkk meninggalkan mahkamah agama dengan gembira/bahagia. Saya ulangi, sebenarnya manusia berdosa siapapun dia, tidak layak menderita karena YESUS sebab YESUS tidak berdosa >>> bagaimana mungkin orang berdosa mau menderita untuk orang yang tidak berdosa >>> tidak mungkin bisa. Tetapi kalau kita dianggap layak oleh TUHAN, kita dianggap layak menderita karena FIRMAN, maka itu adalah suatu kebahagiaan. Kita jangan merasa terpaksa tetapi sungguh-sungguh, baik yang menyampaikan Firman maupun yang mendengarkan. Kita jangan ragu-ragu, sebab rasul Paulus sudah mengatakan >>> ‘ingatlah akan belengguku’. Dalam pelayanan kita yang dibina oleh Firman pengajaran harus ada tanda sengsara/ harus ada tanda belenggu dan ini bukan merupakan pukulan tetapi merupakan kasih karunia yang melebihi apapun.

Sekarang kegunaan dari kasih karunia/anugerah/kemurahan yaitu:

  1. Titus 2 : 11, Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. untuk menyelamatkan manusia berdosa.
    Roma 3 : 23, Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
    Semua manusia/katakan siapa saja ia sudah berbuat dosa/telanjang sehingga sudah kehilangan kemuliaan ALLAH seperti Adam dan Hawa dan ini harus dikutuk/harus dibinasakan sebab upah dosa itu adalah maut. Bagaimana jalan keluarnya supaya kita tidak dihukum? sebab hanya orang yang memiliki kasih karunia yang dapat diselamatkan >>> Roma 3 : 24, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
    Dibenarkan = diselamatkan. Jadi, kasih karunia itu seharga dengan Darah YESUS/Korban YESUS/penebusan oleh Darah YESUS. Jadi jalan keluarnya hanya melalui kasih karunia. Kalau kita tidak mau menderita karena TUHAN sehingga kita tidak mendapatkan kasih karunia, maka kita tidak akan selamat. Oleh sebab itu, biarlah sekarang ini kita menderita karena YESUS, dibelenggu karena pemberitaan Firman sebab ini untuk menyelamatkan kita. Semoga kita mengerti.
    Prosesnya supaya kita diselamatkan oleh kasih karunia, sederhana saja yaitu kita mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama dan jika sudah diampuni, jangan berbuat dosa lagi >>> hanya ini yang sudah dapat menyelamatkan/membenarkan kita.
    Sebagai contoh bagaimana kasih karunia ini menyelamatkan manusia dari hukuman dan ini sudah terjadi yaitu di jaman Nuh. Nuh diperintahkan oleh TUHAN untuk membuat bahtera dan ini merupakan suatu penderitaan sebab tidak ada hujan, tidak ada angin bahkan mungkin Nuh diejek/diolok-olok sebab membuat bahtera di atas gunung. Nuh menderita karena kehendak TUHAN, tetapi dibalik penderitaan, Nuh mendapatkan kasih karunia TUHAN.
    Inilah salah satu contoh dari penderitaan karena kehendak TUHAN >>>
    Kejadian 6 : 5 – 8,
    5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
    7. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan
    mereka."
    8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

    Bukan orang kaya, orang pandai yang dapat lolos dari hukuman TUHAN tetapi hanya orang yang mendapatkan kasih karunia yang dapat lolos dari penghukuman dan ini adalah fakta yang benar-benar sudah terjadi bagaimana TUHAN menyelamatkan Nuh sekeluarga karena Nuh mendapatkan kasih karunia. Bukan karena Nuh seorang yang pandai atau seorang yang kaya. Jadi Tuhan bekerja dimulai dari awal dengan kasih karunia, IA tidak bekerja dengan memberi uang. Begitu juga sekarang dengan kita, kalau kita menerima kasih karunia, maka kita akan bebas dari hukuman y.a.d yaitu api yang akan membakar dunia ini sampaipun api neraka. Oleh sebab itu kita harus tetap berpegang pada kasih karunia TUHAN walaupun harus menderita.
    Semoga apa yang terjadi di jaman Nuh ini membuat kita yakin, sebab ini bukanlah main-main tetapi sudah terjadi, dunia ini sudah pernah dihukum, hanya kasih karunia yang dapat menyelamatkan, bukan uang dolar dsbnya. Demikian juga nanti diakhir jaman, dunia nanti akan dihukum dengan api dari langit dan hanya orang yang mendapat kasih karunia yang diselamatkan sampai pada api neraka. Semoga kita dapat mengerti.
    Praktek dari orang yang dibenarkan/mendapat kasih karunia >>> Titus 2 : 12,
    Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini yaitu:
    • tinggalkan dosa/hidup dalam kebenaran, menjauhi dosa. Sebab begitu kita berbuat dosa, maka kasih karunia itu akan hilang. Oleh sebab itu kita jangan main-main dengan dosa sebab sekalipun kecil tetapi dosa itu membelenggu sampai kita akan diseret ke dosa Babel. Lebih baik jika kita sudah diselamatkan dari api yang akan menghukum dunia, maka prakteknya harus jelas yaitu hidup di dalam kebenaran/menjauhi dosa.
    • supaya kita hidup bijaksana = taat dan dengar-dengaran kepada Firman. Ini yang akan selamat (Mat 7 >>> orang yang bijaksana, seperti mendirikan rumah di atas batu).
    • adil = tidak memihak = tidak pilih kasih
    • beribadah dan melayani TUHAN di dalam dunia sekarang ini. Beribadah itu satu paket dengan pelayanan.
    Beribadah di dunia ini mengarah kepada ibadah di Tahta ALLAH >>>
    Wahyu 22 : 3, Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    Jadi, ibadah di dunia ini adalah latihan/adaptasi untuk nanti beribadah di Tahta ALLAH. Jadi kalau di dunia ini kita tidak senang beribadah/tidak setia dalam ibadah karena sangat lama, bagaimana kalau di surga yang siang malam harus beribadah? Oleh sebab itu sekarang ini kita dilatih di dalam tiga macam ibadah pokok sampai nanti di dalam Kisah rasul 2 : 46, >>> tiap-tiap hari beribadah dan ini suatu peningkatan, dari tiga macam ibadah pokok menjadi tiap-tiap hari beribadah di dalam bait ALLAH dan satu waktu nanti, siang malam kita beribadah di surga menyembah TUHAN. Inilah orang yang mendapatkan kasih karunia, ia akan bebas dari hukuman sampai dengan hukuman api neraka. Semoga kita mengerti.
  2. 1 Petrus 1 : 13 – 16,
    13. Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
    14. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
    15. tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
    16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

    Menyucikan kita sampai menjadi sama suci dengan TUHAN YSESUS = tidak bercacat cela.
    Tadi di bagian yang pertama, kita mendapatkan kasih karunia dengan kita diselamatkan, dengan bukti-bukti kita hidup benar, taat dan dengar-dengaran serta adil dan melayani TUHAN terutama di dalam tiga macam ibadah pokok yang nanti akan meningkat menjadi setiap hari beribadah dan akan lebih meningkat lagi dengan beribadah siang malam di bait ALLAH. Sekarang bagian yang kedua ini kita mendapatkan kasih karunia dengan kita disucikan sampai kita menjadi sama suci seperti TUHAN YESUS = tidak bercacat cela = sempurna. Semoga kita mengerti.
    Siapa yang menyucikan kita? yaitu ALLAH Tri Tunggal menyucikan tubuh, jiwa , dan roh kita. Dan ini sudah cocok sebab di dalam ruangan suci, kita beribadah kepada ALLAH Tri Tunggal yaitu:
    • kebaktian Minggu/ibadah raya, tekanannya itu kita beribadah kepada ALLAH Roh.Kudus / pelita emas >>> ada karunia dan urapan Roh. Kudus >>> kita bersekutu dengan ALLAH Roh.Kudus.
    • kebaktian pendalaman alkitab/ meja roti sajian kita bersekutu dengan ANAK ALLAH di dalam Firman pengajaran dan perjamuan suci.
    • kebaktian doa penyembahan/ mezbah dupa emas >>> persekutuan dengan ALLAH BAPA di dalam kasih.
      Jadi jelas! Di dalam ibadah sistim penggembalaan, kita beribadah kepada ALLAH Tri Tunggal, mengapa? Seperti ALLAH, Satu Pribadi dengan Tiga Oknum yaitu ALLAH BAPA, ALLAH ANAK dan ALLAH Roh.Kudus. Kita juga, memiliki tiga oknum yaitu ada tubuh, jiwa dan roh dan ini sudah cocok, jangan hanya sepertiga saja, tetapi kita sungguh-sungguh beribadah kepada ALLAH Tri Tunggal dengan tubuh, jiwa dan roh kita/seluruh hidup kita. Seluruh tubuh ini berarti tubuh, jiwa dan roh.
    Mari! kita teliti satu persatu dan dimulai dari:
    • ANAK ALLAH Yang menyucikan kita lewat Firman dan perjamuan suci/meja roti sajian >>> Yohanes 15 : 3, Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
      Ini sangat jelas! Bahwa kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan = Firman yang dibukakan/ayat menerangkan ayat/Firman pengajaran.
      Disucikan dari dosa apa? ini memang sudah berulang-ulang saya katakan,tetapi tidak mengapa saya katakan lagi yaitu disucikan dari dosa Yudas >>> Yohanes 13 : 10,11
      10.Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
      11. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

      Ini adalah penyucian oleh ANAK ALLAH terutama dari dosa Yudas. Apa dosa Yudas itu? yaitu:
      • mencuri milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus karena Yudas itu memiliki keinginan jahat/ingin akan uang.
      • Yudas juga ditulis sebagai seorang pengkhianat. Waktu YESUS memanggil/memilih keduabelas rasul, maka yang terakhir adalah Yudas Iskariot yang mendapatkan gelar: yang mengkhianati YESUS. Dosa pengkhianatan ini berarti tidak setia didalam ibadah pelayanan dan ini yang harus disucikan oleh ANAK ALLAH lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci. Tidak setia dan jahat itu satu paket. Dalam Matius 25 >>> hamba yang memiliki satu talenta >>> hei hamba yang jahat dan malas >>> ini adalah dosa Yudas, kalau jahat/pencuri, pasti tidak setia/malas.
      Matius 25 : 25, 26, 30
      25. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
      26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
      30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

      Hamba yang jahat dan malas = hamba yang tidak berguna sekalipun ia adalah seorang yang hebat. TUHAN tidak melihat kehebatan seseorang, tetapi Yang IA lihat adalah kesetiaannya dan ini baru berguna.
      Kalau dosa kejahatan dan tidak setia ini disucikan, maka kita akan menjadi hamba yang setia dan baik >>> Matius 25 : 21, Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
      Perhatikan! Kesetiaan dan kebaikan itu akan menutupi segala kekurangan dan kelemahan kita sehingga kita akan dipercaya perkara/pelayanan yang lebih besar. Belum tentu orang yang khotbahnya hebat, ia akan dipercayakan perkara/pelayanan yang lebih besar.
      Hasil dari kebaikan dan kesetiaan adalah turut di dalam kebahagiaan Tuanmu. Kita akan mengalami kebahagiaan surga yang tidak dapat dipengaruhi oleh keadaan apapun, sekalipun tidak memiliki uang yang banyak, tetapi kita merasa berbahagia karena kita setia dan baik. Daripada pengkhianat dan pencuri, sekalipun memiliki banyak uang, tetapi hidupnya tidak berbahagia, yang ada hanyalah ratapan dan kertak gigi, setiap hari ada tangisan. Mari! ANAK ALLAH mau menyucikan kita di dalam ruangan suci dalam sistim penggembalaan >>> ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.
    • ALLAH Roh.Kudus menyucikan kita di dalam ibadah raya/pelita emas >>>
      1 Petrus 1 : 2, yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.
      Roh. Kudus menyucikan kita supaya kita taat dan dengar-dengaran = setia sekalipun harus menderita. Seperti YESUS Yang taat sampai mati. Banyak kali kehendak daging ini ‘A’ tetapi kehendak TUHAN itu ‘B’ dan ini bertentangan. Jadi ALLAH Roh.Kudus menyucikan kita sampai kita menjadi taat dan dengar-dengaran sekalipun bertentangan dengan kehendak kita/sengsara bagi daging. Semoga kita dapat mengerti.
    • ALLAH BAPA menyucikan kita lewat penyembahan/mezbah dupa emas >>>
      1 Tesalonika 5 : 23, 24
      23.Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
      24.Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.
    *ALLAH BAPA menyucikan dengan kasihNYA, tubuh, jiwa dan roh kita sampai tidak bercacat cela. Oleh sebab itu kita harus intensif di dalam tiga macam ibadah sebab kita juga mengalami penyucian yang intensif dari ALLAH Tri Tunggal.
    *selain menguduskan, disebut juga sebagai Pemelihara, penyucian itu satu tingkat dengan pemeliharaan, sebab seperti Pokok Anggur >>> AKUlah Pokok Anggur Yang Benar, BAPAKUlah Pemeliharanya. Kemudian di ayat tiga dikatakan: ‘kamu memang sudah bersih’ >>> pemeliharaan dan penyucian itu satu tingkat, artinya kalau hidup kita disucikan, maka pasti dipelihara oleh TUHAN. Semakin kita disucikan, semakin jelas pemeliharaan TUHAN itu.
    Di dalam Keluaran 16, tentang manna yang turun dari surga, saya ajarkan di Lempin-El: kebutuhan pokok seorang hamba TUHAN itu bukannya beras, bukan uang tetapi kebutuhan sehari-hari dari seorang hamba TUHAN itu adalah penyucian. Sebab kalau disucikan, maka urusan pemeliharaan adalah urusan Bapa di surga sebab DIA adalah ALLAH Yang Setia dan akan menggenapi janjiNYA. Mari! kita bersungguh-sungguh dihari-hari ini dengan beribadah kepada TUHAN dalam sistim seperti Yakub, jangan seperti Esau. Semoga kita mengerti.
  3. 1 Petrus 5 : 10, Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.
    Melengkapi ini di dalam terj.lama = menyempurnakan, dalam arti menjadi sama mulia. Tadi sudah diterangkan, menjadi sempurna, dalam arti tidak bercela. Menderita karena TUHAN/Firman, maka disitulah kasih karunia TUHAN sedang bekerja untuk:
    1. menjadikan kita sama mulia dengan TUHAN.
    2. membuat kita teguh, kuat dan kokoh = kuat hati.
      *Kasih karunia ini melebihi uang karena dapat menyelamatkan kita. Apa buktinya kita hidup selamat sampai dapat beribadah, hidup benar sampai melayani dalam sistim penggembalaan, sekarang ini kita tekun di dalam tiga macam ibadah, kemudian setiap hari beribadah dan akan meningkat menjadi beribadah siang dan malam di dalam surga >>> Kisah rasul 2 : 42, 46
      42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
      46. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

      *Kasih karunia ini selain menyucikan/ALLAH Tri Tunggal menyucikan tubuh, jiwa dan roh, juga memelihara asal kita mau disucikan. Kalau kita hidup suci, maka pasti ada jalan TUHAN untuk memelihara kita sekalipun kita tidak memiliki ijazah/memiliki ijazah, tidak memiliki toko/memiliki toko >>> ini sama di hadapan TUHAN asal kita hidup suci, maka TUHAN dapat memelihara dengan caraNYA Yang ajaib. Bangsa Israel tidak dapat menabur dan menuai, TUHAN memelihara mereka dengan memberi manna dari surga.
    *Kasih karunia untuk:
    1. menyempurnakan = menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS.
    2. menjadikan kita kuat hati >>> ini penting, sekalipun kita sudah mengarah kepada kesempurnaan, tetapi kalau tidak kuat hati, maka tidak akan gunanya.
    Mari sekarang kita bahas terlebih dahulu bagian a yaitu kasih karunia itu menyempurnakan/menjadikan kita sama mulia dengan TUHAN YESUS. Penderitaan yang kita alami karena Firman/karena YESUS/belenggu, TUHAN ibaratkan seperti penderitaan dari seorang ibu yang akan melahirkan.
    Yohanes 16 : 21, Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
    Jadi, belenggu karena Firman/penderitaan karena Firman/penderitaan karena YESUS, bukanlah penderitaan yang terus menerus/tidak berhenti, tetapi penderitaan seperti perempuan yang akan melahirkan >>> selama sembilan bulan sepuluh hari,ia menderita dan pada saat proses melahirkan, ada yang sakit selama satu jam ada yang lebih lama lagi, tetapi setelah bayinya lahir, maka siibu akan lupa semua penderitaannya. Rasul Paulus mengistilahkan penderitaan itu sama seperti penderitaan bersalin >>> Galatia 4 : 19, Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.
    Rupa Kristus/sifat Kristus menjadi nyata di dalam kamu.

Penderitaan kita ini:

  • seperti ibu yang akan melahirkan/bersalin supaya lahir seorang bayi.
  • supaya Rupa Kristus menjadi nyata di dalam hidup kita.
    Apa artinya ini? supaya kita mengalami keubahan hidup/kelahiran baru. Jadi, TUHAN ijinkan kita menderita secara daging ini/penderitaan seperti seorang ibu yang akan melahirkan/supaya lahir seorang bayi dan juga supaya Rupa Kristus menjadi nyata, dan kalau keduanya itu digabungkan, maka akan menjadi kelahiran baru/keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani/manusia mulia seperti YESUS.

Jadi menurut injil Yohanes, penderitaan kita ini seperti perempuan yang hendak melahirkan seorang anak.
Sedangkan menurut srt Galatia, aku menderita sakit bersalin lagi, supaya rupa Kristus/hidup Kristus menjadi nyata di dalam hidup kita, artinya suatu proses kelahiran baru

Kalau tanpa penderitaan/tanpa salib, kita tidak dapat berubah. TUHAN YESUS juga, jika tanpa salib/tanpa penderitaan, maka IA tidak dapat menjadi mulia dan naik ke surga. IA masih tetap menjadi Manusia Yang masih membutuhkan makan. Tetapi begitu IA mati disalib dan kemudian bangkit dalam Tubuh Yang Mulia, demikian juga dengan kita, kalau kita mau menderita karena Firman/karena Kristus, menderita daging karena kehendak TUHAN, maka kita akan mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani dan satu waktu jika YESUS datang kembali, maka kita akan diubahkan menjadi sama mulia dengan YESUS.

Sekarang apakah kita ini sudah diubahkan? Kita belajar dari bayi yang akan lahir >>> sebelum bayi itu lahir, maka siibu akan terus merasa sakit, tetapi begitu bayi itu lahir, maka selesailah penderitaan itu. Juga bagi siswa/i, sebelum saudara berubah, maka saudara akan terus merasa sakit dan ini merupakan kesalahan kita. Kalau TUHAN ijinkan kita menderita, kita tidak mau berubah >>> kita difitnah, kita membalas dengan juga memfitnah, maka kita akan terus menerus difitnah. Seandainya kita difitnah, tetapi kita diam saja, maka itu berarti bayi itu sudah lahir dan selesailah penderitaan itu.

Mari saudaraku! sekarang ini kita biarkan bayi itu lahir/terjadilah pembaharuan. Awal dari pembaharuan adalah seperti bayi yang baru lahir. Apa kelebihan dari seorang bayi sehinggga ia dipuji oleh TUHAN? TUHAN berbicara soal mulut bayi. Mulut ini menentukan apakah masa depan kita menjadi baik atau tidak >>>

Matius 21 : 16,
lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

Kesukaan dari mulut bayi ini ada dua yaitu:

  1. suka minum susu/suka makan Firman TUHAN. Inilah sifat dari bayi yang merindukan air susu yang murni dan yang rohani/Firman penggembalaan lebih dari segala sesuatu >>> 1 Petrus 2, kita diubahkan menjadi seperti bayi yang suka minum susu. Air susu yang murni ialah air susu Ibu dan jika ditambah dengan yang rohani/Firman dari Ibu = Gembala, maka akan menjadi Firman penggembalaan. Saya sudah pernah memberi contoh: kalau ada seorang bayi yang menangis karena ia lapar, maka orang tuanya memberikan kunci kontak mobil yang harganya mahal, maka bayi itu akan tetap menangis karena yang ia butuhkan adalah susu, bukan kunci kontak mobil.
  2. Inilah orang yang lahir baru >>> menderita, kemudian ia berubah seperti bayi yang baru lahir dan (ke dalam) mulutnya selalu merindukan air susu Ibu/Firman penggembalaan dan (ke luar) hanya keluar puji-pujian >>> ‘Engkau telah menyediakan puji-pujian’. Yang keluar hanya memuji dan menyembah TUHAN, bukan dusta, bukan gosip. Kalau hanya dusta, gosip dllnya yang kita keluarkan dari mulut ini, maka kita akan terus menerus menderita sebab bayi itu belum lahir. Bayi itu tidak boleh lahir lewat operasi/jalan pintas. YESUS juga tidak melakukan jalan pintas, tetapi IA harus disalib. Apakah kita mau terus menderita? Sebelum kita merindu akan Firman penggembalaan, maka kita akan terus menderita karena bayi itu belum lahir, sampai rasul Paulus pun menderita sakit bersalin karena sidang jemaat tidak mau menerima Firman penggembalaan karena merasa bosan, terlalu lama sehingga mengantuk sehingga keluarnya juga masih memfitnah, masih berdusta masih berkata yang sia-sia dlsbnya.
    Mari! sekarang ini kita menjadi bayi. Sebab kalau mulut ini baik, maka hari depan menjadi baik >>> 1 Petrus 3 : 10, "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
    Jaga mulut kita sebab ini adalah hari depan kita. Mari! bagi rekan-rekan hamba TUHAN, jika saudara menginginkan pelayanan yang baik dan juga bagi kaum muda, jika saudara menginginkan masa depan yang baik, maka saudara harus menjaga mulut ini. Sebagai contoh adalah kakak saya yang tertua, pada waktu masih bayi, ia tidak minum Asi tetapi minum susu kaleng, tetapi suatu hari susu yang diminum itu kehabisan stock/persediaan karena pada waktu itu kita tinggal di desa, sehingga diganti dengan susu yang lain, tetapi karena tidak cocok, maka kakak saya itu mau mati. Oleh sebab itu kita harus satu pengajaran, jangan banyak-banyak, sebab banyak orang yang mengatakan:’kalau hanya gembala yang memberitakan Firman, maka akan menjadi bosan >>> saudara mau memilih bosan atau mati’. Tidak boleh bosan, sebab kalau bosan juga akan mati.
    Paling murni adalah air susu ibu dan saudara dapat melihat, jika gembala itu berbicara tentang nikah, apakah nikah dari gembala itu sudah benar atau tidak. Gembala berbicara tentang persepuluhan, apakah gembala itu juga sudah benar tentang persepuluhan itu? Saudara dapat melihat, sehingga kita semua dapat menjadi yakin tentang Firman yang paling murni itu. Firman penggembalaan itu juga adalah Firman yang paling murni sebab tidak mencomot sini maupun mencomot dari sana sebab hal ini akan berbahaya. Sebagai contoh: semalam saya mendapatkan telepon yang mengatakan bahwa si A itu begini dan begitu, dan yang dimaksud adalah tentang telinganya, maka saya akan membawakan Firman tentang telinga. Tetapi kalau Firman TUHAN disampaikan berurutan, maka akan kelihatan, sebab gembala menyinggung soal telinga, padahal Firman TUHAN sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan telinga dan ini berarti gembala itu menembak seseorang. Semoga kita dapat mengerti.

Kasih karunia itu membuat kita:

  • sama mulia dengan YESUS >>> ini terus menerus kita diubahkan sampai satu waktu jika YESUS datang yang keduakalinya, maka kita menjadi sama mulia/sempurna dengan YESUS. Dan ini dimulai dari mulut seperti mulut bayi yaitu ke dalam merindukan Firman yang murni/Firman penggembalaan, sedangkan keluar, hanya mengeluarkan puji-pujian dan menyembah TUHAN, bukan perkataan yang sia-sia.
  • kuat hati >>> 1 Petrus 5 : 10, selain melengkapi (terj.lama adalah menyempurnakan), meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan = kuat hati. Ini penting, sebab kalau tidak berubah, maka tidak dapat naik ke surga sebab kita masih menjadi manusia daging. Demikian juga kalau kita tidak kuat hati, maka kita tidak akan bisa menantikan kedatangan YESUS Yang keduakalinya.

Sekarang kita akan membahas bagian b yaitu kuatkan dan teguhkan = kuat hati.
Mazmur 27 : 14, Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Kuat hati itu diperlukan untuk menghadapi apa? Kita belajar dari Yozua, waktu Yozua mau masuk ke Kanaan dan ini adalah gambaran dari kegerakan hujan akhir/kedatangan dari YESUS Yang keduakalinya, maka TUHAN sebanyak empat kali berpesan kepada Yozua agar menguatkan hatinya. Yozua 1 : 6, 7, 9, 18,
6. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
7. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah
hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.
9. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."
18. Setiap orang yang menentang perintahmu dan tidak mendengarkan perkataanmu, apapun yang kauperintahkan kepadanya, dia akan dihukum mati. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu!"

Untuk memasuki Kanaan/kedatangan YESUS Yang keduakalinya/kegerakan hujan akhir maka TUHAN berpesan untuk kuatkan dan teguhkan hati dan mengapa sampai empat kali disebutkan? Sebab untuk menghadapi pengajaran-pengajaran sesat.

Di dalam perjanjian baru, TUHAN YESUS juga menasihatkan kepada murid-murid untuk berhati-hati dalam menghadapi pengajaran sesat >>> Matius 24 : 4, 5, 11, 24,
4. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
11. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
24. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

Ini adalah khotbah akhir jaman.
Ay 23, istilah ini banyak dikatakan oleh banyak orang bahwa ada Mesias di sini, hadirat TUHAN ada di sini, luar biasa, bukan semuanya salah tetapi kita harus berhati-hati agar kita jangan disesatkan.

Menyesatkan orang pilihan = orang yang sudah menerima Firman pengajaran/sudah menerima pengajaran/Kabar Mempelai, bisa disesatkan dan ini yang dikatakan oleh alm.bpk.pdt Totaijs.
Empatkali dikatakan untuk kuatkan dan teguhkan hati:

  • empatkali = melanda empat penjuru bumi.
  • empatkali kuatkan dan teguhkan hati = tidak goyah dalam menghadapi banyak pengajaran tetapi tetap teguh pada satu pengajaran yang benar.
  • empatkali = penyembahan yang benar.

Kalau pengajaran kita benar, maka penyembahan kita juga benar. Kalau pengajaran kita palsu, maka penyembahan kita juga palsu. Wahyu 19 : 1, 3, 4, 6
1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan
menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

Ay 6 di surga Haleluyah, maka di bumi juga harus sama yaitu Haleluyah.
Empatkali disebutkan ‘Haleluyah’ dan ini adalah penyembahan yang benar.
Mari!

  • empatkali kuatkan dan teguh hati, supaya kita tidak goyah oleh pengajaran yang sesat yang melanda empat penjuru dunia.
  • empatkali kuatkan dan teguhkan hati untuk melawan empatkali pengajaran sesat supaya kita tetap berpegang pada satu pengajaran yang benar dan mendorong kita untuk menyembah dengan benar >>> ‘Haleluyah’. Penyembahan yang benar didorong oleh pengajaran yang benar dan merupakan pantulan dari surga ke bumi untuk menyambut kedatangan YESUS.

Wahyu 19 : 8, 9,
8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)
9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Kuat dan teguhkan hati dalam menghadapi pengajaran sesat >>> kita tetap menyembah TUHAN >>> Haleluyah.
Menghadapi pencobaan kita jangan mengomel tetapi kuatkan dan teguhkan hati >>> kita tetap menyembah TUHAN >>> Haleluyah.
Satu waktu, jika YESUS datang kembali yang keduakalinya, kita akan terangkat dengan suara yang besar, Satu Tubuh, Satu suara >>> Haleluyah, untuk menyambut kedatangan YESUS yang keduakalinya dan kita masuk ke dalam Pesta Nikah Anak Domba. Semoga kita mengerti.
Saya sudah pernah menerangkan, dulu, manusia itu diciptakan dengan memakai satu bahasa, tetapi karena manusia itu mau membangun menara Babel, bukannya membangun Tubuh Kristus, maka bahasa itu diserakan oleh TUHAN. Sekarang lewat satu pengajaran yang benar, TUHAN mau membangun Satu Tubuh Kristus yang sempurna dengan satu suara lagi yaitu Haleluyah, untuk menyambut kedatangan YESUS yang keduakalinya. Kita bersama dengan TUHAN selamanya.

Inilah kasih karunia >>> menyelamatkan kita, menyucikan kita sampai menyempurnakan kita dan kita bertemu dengan YESUS saat DIA datang kembali.

Kitab Kejadian diawali dengan kasih karunia yang diwakili pada waktu jaman Nuh dan juga di dalam kitab Wahyu diakhiri dengan kasih karunia >>> Wahyu 22: 20, 21
20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

Tadi di dalam srt Kolose 4 : 18, Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Ingatlah akan belengguku. Kasih karunia menyertai kamu.
juga dituliskan tentang kasih karunia. ‘Ingatlah belengguku’ kalau kita berada di dalam belenggu/penderitaan karena YESUS, maka kita memiliki kasih karunia untuk menyelamatkan, menyucikan sampai menyempurnakan untuk menyambut kedatangan YESUS yang keduakalinya. Dari awal kitab Kejadian sampai dengan akhir di dalam kitab Wahyu, kasih karunia/anugerah TUHAN menyertai kita sampai kita bersama DIA selama-lamanya.
Mari! apa yang tidak baik/apa yang sulit/apa yang tidak mungkin >>> kasih karunia/anugerah TUHAN Yang akan menolong kita. TUHAN memberkati.

TAMAT UNTUK KITAB KOLOSE
Dilanjutkan berikutnya dengan KITAB YUDAS



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top