English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Februari 2014)
Tayang: 01 Februari 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 21 Oktober 2007)
Tayang: 29 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Juni 2014)
Tayang: 21 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 01 April 2007)
Tayang: 12 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 Februari 2014)
Tayang: 01 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 Februari 2007)
Tayang: 07 Juni 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 Maret 2014)
Tayang: 22 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 Juli 2014)
Tayang: 22 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 Februari 2007)
Tayang: 01 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 Mei 2014)
Tayang: 01 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 08 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 10 Juni 2007)
Tayang: 23 Maret 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 23 Desember 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 10 Maret 2010

Yudas 1: 24 - 25
24. Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
25. Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Jadi, inilah penutup dari surat Yudas yang ditutup dengan tujuh penampilan Pribadi Yesus, yaitu:
  1. bagi Dia yang berkuasa supaya jangan kamu tersandung.
    Dia = Y
    esus yang berkuasa menjaga kita supaya kita tidak tersandung.
  2. Dia berkuasa membawa kita sampai kita tidak bernoda/bercacat cela = sempurna.
  3. Dia adalah Allah Yang Esa
  4. Dia adalah Juruselamat kita
  5. Dia adalah Tuhan Yesus Kristus
  6. Dia yang layak menerima kemuliaan, kekuasaan, kekuatan, kebesaran.
  7. Dia adalah Allah yang kekal dari dulu, sekarang sampai selama-lamanya.
Inilah tujuh penampilan dari Pribadi Yesus bagaikan tujuh sinar dari pelita emas. Kalau ini disinarkan kepada sidang jemaat, maka sidang jemaat akan mendapatkan tujuh kebahagiaan. Angka tujuh adalah angka kesempurnaan =
kebahagiaan yang sempurna.

Tujuh kebahagiaan ini juga terdapat di dalam kitab Wahyu yaitu:
  1. Wahyu 1 : 3
    Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

  2. Wahyu 14 : 13
    Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."

  3. Wahyu 16 : 15
    "Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya."

  4. Wahyu 19 : 9
    Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Ini merupakan puncak/pokok kebahagiaan yaitu saat Yesus datang kembali kedua kali, kita akan bersama-sama dengan Dia selama-lamanya.

  5. Wahyu 20 : 6
    Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka,

  6. Wahyu 22 : 7
    "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"

  7. Wahyu 22 : 14
    Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.
Inilah tujuh kebahagiaan kekal/surga. Semoga menjadi praktek hidup apa yang Tuhan janjikan, yaitu Tuhan akan memberikan kebahagiaan.

Kita sudah mempelajari kebahagiaan pertama, kedua, ketiga dan kebahagiaan yang kelima. Sekarang kita akan mempelajari kebahagiaan yang ketujuh.

Wahyu 22 : 14
Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

Berbahagialah mereka yang membasuh jubah sehingga kita akan dikembalikan ke firdaus/ke taman Eden dan akan masuk ke kota Yerusalem Baru.

Kita semua sudah mengetahui bahwa semua manusia itu sudah berbuat dosa sehingga kehilangan pakaian dan jubah dan berakibat manusia itu menjadi telanjang.

Roma 3 : 23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Di bagian atas diterangkan bahwa 'berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya,' tetapi pada kenyataannya semua manusia sudah berbuat dosa sehingga kehilangan pakaian kebenaran, pakaian kesucian dan juga pakaian kemuliaan = telanjang.

Sekarang, bagaimana caranya supaya manusia mendapatkan pakaian dan jubah itu kembali? Jawabannya: dari atas kayu salib.

Yohanes 19 : 23 - 24
23. Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian - dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
24. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

Jadi dari atas kayu salib, Yesus rela ditelanjangi untuk memberikan pakaian kepada manusia yang telanjang.

Ada dua macam pakaian yang dibagi dari atas kayu salib, yaitu:
  1. pakaian keselamatan/kebenaran yang dibagi menjadi empat bagian. Empat bagian ini menunjuk pada empat penjuru bumi.
    Ini berarti semua manusia dari empat penjuru bumi mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pakaian keselamatan/pakaian kebenaran dengan proses:
    • Percaya/iman kepada Yesus.
    • Bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
    • Dibaptis air dan Roh = lahir dari air dan Roh sehingga kita dapat hidup di dalam kebenaran. Semoga kita dapat mengerti.

    Tetapi pakaian keselamatan/pakaian kebenaran ini masih belum cukup sebab terlalu tipis, dan manusia masih dapat telanjang. Oleh sebab itu harus dirangkap dengan jubah kesucian.

  2. jubah yang tidak berjahit dan hanya terdiri dari satu tenunan = pakaian kesucian = jubah pelayanan.
    Kalau dibandingkan dengan Yusuf, maka jubah pelayanan ini juga disebut dengan
    jubah maha indah.

    Jubah ini tidak dirobek tetapi diundi
    . Ini berarti tidak semua manusia yang mendapatkan. Hanya orang yang kena undi yang mendapatkan, artinya: hanya orang yang mendapatkan kepercayaan dan kemurahan dari Tuhan, ia bisa mendapatkan jubah maha indah/jubah pelayanan. Tetapi untuk mendapatkan jubah maha indah ini, ada prosesnya.
Proses untuk mendapatkan jubah maha indah adalah:
Kejadian 37 : 2 - 3
2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun -- jadi masih muda -- biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

Terbukti, hanya Yusuf yang mendapatkan jubah maha indah, sedangkan saudara-saudaranya yang lain tidak mendapatkan. Hanya orang yang dipercayakan dan mendapatkan kemurahan dari Tuhan yang mendapatkan.
  1. Biasa menggembalakan.
    B
    iasa di sini berarti bukanlah suatu kebiasaan tetapi ketekunan/ tekun di dalam penggembalaan.

    Kalau dikaitkan dengan tabernakel --> tekun di dalam ruangan suci = tekun di dalam tiga macam ibadah pokok. Saya yakin, bagi yang belum melayani T
    uhan, kalau saudara tekun di dalam tiga macam ibadah pokok/tekun di dalam penggembalaan, maka satu saat saudara akan menerima undi.

    Jadi,
    tidak perlu disuruh untuk melayani sebab kalau kita tekun, pasti kita akan terkena undi. Tetapi, biarlah kuasa Firman penggembalaan yang bekerja. Yang penting, bertekun dulu di dalam tiga macam ibadah.

    Urusan jubah ini bukanlah urusan dari gembala sebab gembala hanya mengarahkan/memasukkan domba ke dalam kandang, dan jubah merupakan urusan dari Tuhan Yesus dari atas kayu salib.
    Jadi, kalau kita tekun di dalam penggembalaan, maka kita akan bertemu dengan Gembala Agung --> semua urusan kita berada di dalam Tangan dari Gembala Agung.

  1. Hidup di dalam kesucian --> Yusuf menyampaikan kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya kepada ayahnya.
    Penggembalaan ini tidak dapat dipisahkan dari kesucian, karena penggembalaan itu berada di dalam ruangan suci.
    Jubah tidak berjahit =
    tidak ada campur tangan manusia.
Jadi, di dalam sistim penggembalaan kita akan mendapatkan penyucian dari Allah Tri Tunggal secara penuh, yaitu di dalam:
  • Pelita emas (http://www.gptkk.org/tabernakel_pelita+emas.html)/ibadah raya = kita mengalami penyucian dari Allah Roh Kudus.
    1 Petrus 1 : 2
    yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

    Penyucian oleh Allah Roh Kudus menjadikan kita taat sekalipun harus menderita secara daging seperti Yesus yang taat sampai harus mati disalibkan.
    Jika kita taat karena daging ini merasa enak, maka ketaatan itu belumlah teruji, tetapi
    ketaatan yang teruji adalah di saat daging itu harus menderita.
  • Meja roti sajian (http://www.gptkk.org/tabernakel_meja+roti+sajian.html)/ibadah pendalaman alkitab = kita mengalami penyucian oleh Anak Allah lewat kekuatan Firman dan perjamuan suci.
    Yohanes 15 : 3
    Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
    Penyucian oleh Firman yang dibukakan rahasianya/ayat menerangkan ayat/ Firman pengajaran yang benar = penyucian oleh 'Firman yang telah Ku katakan kepadamu.'

    Kamu memang sudah bersih = penyucian sampai ke akar-akar dosa dan ini ada kaitan dengan Yudas yang merupakan akar kejahatan. Penyucian dari dosa Yudas yang merupakan akar kejahatan.

    Yohanes 13 : 10 - 11
    10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
    11. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

    Ada banyak akar-akar yaitu:
    1. akar kepahitan = dendam, iri dan sebagainya, seperti Esau.
    2. akar kenajisan = dosa sex, kawin mengawinkan.
    3. akar kejahatan = cinta akan uang.

    Semua akar ini hanya bisa disucikan lewat Firman yang dibukakan rahasianya/ayat menerangkan ayat. Kita harus berhati-hati, sebab sekarang ini banyak pemberitaan Firman menggunakan ilmu pengetahuan, logika maupun dengan ilustrasi-ilustrasi yang terlihat bagus dan menarik, tetapi tidak memiliki kuasa untuk menyucikan. Kalau Firman bukan merupakan perkataan Tuhan, maka tidak memiliki kuasa untuk menyucikan; sebab pengetahuan, logika maupun ilustrasi-ilustrasi berasal dari manusia sehingga tidak dapat menyucikan. Inilah yang harus kita waspadai di hari-hari ini.

    Saya melihat banyak orang di gereja, kalau membaca ayat satu kali, mereka masih mau membaca. Kemudian dua, tiga, empat kali, sudah tidak mau membaca dan hanya memandang pada pendeta yang berkhotbah. Pada akhirnya Alkitab ditutup sebab sudah tidak mau membaca alkitab lagi. Ini sangat berbahaya tetapi banyak terjadi di dalam gereja Tuhan di kalangan hamba-hamba Tuhan.

    Inilah pandainya setan
    . Kita dihalangi dengan membuat kita menjadi mengantuk dan sebagainya. Tetapi kalau tidak dapat dihalangi, maka ada juga yang menerima Firman, tetapi diselewengkan oleh setan ? bukan lagi perkataan dari Tuhan Yesus, tetapi perkataan dari manusia yang tidak dapat menyucikan.
    Itu sebabnya saudara harus mendoakan saya, supaya jangan otak/logika saya yang berjalan, tetapi ayat menerangkan ayat sebab ini yang memiliki kuasa penyucian. Semoga kita dapat mengerti.


  • Mezbah dupa emas (http://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+dupa+emas.html)/ibadah doa penyembahan = kita mengalami penyucian oleh Allah Bapa di dalam kasih.
    Inilah penyucian secara lengkap dari ALLAH Tri Tunggal di dalam sistim penggembalaan, yaitu:
    1. kita tekun di dalam penggembalaan/di dalam kandang penggembalaan = kita tekun di dalam tiga macam ibadah pokok seperti Yusuf yang biasa menggembalakan kambing domba.

    2. Hidup di dalam kesucian = Yusuf memberitahu kejahatan dari kakak-kakaknya.
      Sesungguhnya kakak-kakaknya itu sudah membenci Yusuf, apalagi Yusuf memberitahu kejahatan mereka kepada ayahnya, maka ia semakin dibenci. Tetapi Yusuf tidak takut untuk menanggung risikonya. Seandainya Yusuf tidak menceritakan kejahatan kakak-kakaknya itu, mungkin ia akan disayang oleh mereka
      . Tetapi disayang oleh daging = kehilangan jubah yang indah. Dipuji oleh manusia, tetapi kehilangan jubah yang indah/kehilangan karunia sehingga akan menderita kerugian. Kalau ia seorang hamba Tuhan, maka pelayanannya akan merosot.
Penyucian Allah Bapa --> 1 Tesalonika 5 : 23
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Di dalam tiga macam ibadah, Allah Tri Tunggal secara lengkap menyucikan kita, maka kita juga disucikan secara lengkap, yaitu tubuh, jiwa dan roh.

Jadi, Tuhan tidak pernah menipu kita.
Penyucian = pemeliharaan Tuhan. Siswa/i Lempin-El harus memperhatikan, sebab kebutuhan sehari-hari dari seorang hamba Tuhan bukanlah dari beras, uang dan dari sidang jemaat, tetapi hidup kita dari Tuhan lewat penyucian. Semakin kita disucikan, semakin jelas pemeliharaan Tuhan/Gembala Agung. Semoga kita dapat mengerti.

Banyak kami sebagai hamba Tuhan salah, sebab merasa hidup dari sidang jemaat karena memiliki jemaat yang banyak. Bukan! Saya pribadi sudah mengalami. Dengan meninggalkan semuanya, tidak ada sponsor dan saya masuk sekolah Lempin-El sendiri, tetapi saya dapat hidup. Saya juga heran sampai hari ini. Darimana semuanya itu? Ini adalah kesaksian yang sebenarnya.

Waktu pelajaran tentang manna satu gomer selama lima hari, ini adalah penyucian panca indera yang merupakan makanan kita sehari-hari. Saudara memiliki pekerjaan, ijazah, silahkan! Tetapi mari kita belajar, bahwa hidup kita bukan dari semua ini, tetapi hidup kita berasal dari penyucian, sebab penyucian = pemeliharaan Tuhan. Semakin kita disucikan, semakin jelas pemeliharaan dari Gembala Agung.
Kita terus menerus disucikan:
  1. Oleh Allah Roh Kudus --> kita menjadi taat.
  2. Oleh Anak Allah --> Firman dibukakan sehingga akar-akar dosa disucikan.
  3. Oleh Allah Bapa --> tubuh, jiwa dan roh disucikan terus menerus sampai satu waktu di saat kedatangan Yesus kedua kali tubuh, jiwa dan roh kita sudah tidak bercacat cela/sempurna.
Inilah rumusnya: semakin kita disucikan, maka semakin jelas pemeliharaan Tuhan.

Jika sudah tergembala dan kita mengalami penyucian, barulah kita boleh menerima jubah. Kita sudah menerima pakaian keselamatan dari percaya kepada Yesus, bertobat, dibaptis air dan Roh Kudus. Tetapi pakaian ini masih terlalu tipis.
Ada cerita dari seorang rasul yang paling muda yaitu rasul Yohanes. Waktu Yesus ditangkap di Getsemani, ia melarikan diri dengan telanjang/meninggalkan Tuhan karena kainnya tipis. Sangat tipis kalau hanya memakai pakaian keselamatan dan pakaian kebenaran. Harus ditambah dengan jubah yang memiliki syarat yaitu harus tergembala dan disucikan, barulah kita mendapatkan jubah.

Efesus 4 : 11 - 12
11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Ay 11
= jubah pelayanan = jabatan-jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus = jubah maha indah.
Ay 12 = orang-orang kudus = orang-orang yang tergembala dan hidup di dalam kesucian.

Bukan orang yang pandai atau yang memiliki pengalaman yang mendapatkan jubah, tetapi orang kudus. Kakak-kakak Yusuf lebih berpengalaman, apalagi kakak yang tertua Ruben, tetapi ia tidak mendapatkan jubah.
Jangan kita melihat usia tua/muda, kaya/miskin apalagi pandai/bodohnya. Seringkali kami para hamba-hamba Tuhan dan juga bagi para siswa/i Lempin-El, mengejar ijazah dan lain-lain sampai harus berbohong --> sekolah hanya dua minggu, sudah menjadi sarjana. Mengejar sesuatu dari dunia sampai harus berbohong. Yang harus saudara kejar adalah kesucian. Semakin jelas kesucian itu, maka jabatan menjadi semakin jelas dan semakin indah jubah yang berwarna-warni itu.

Waktu di atas kayu salib, jubah dari Tuhan hanya satu tenunan saja = untuk pembangunan satu tubuh Kristus yang sempurna. Tenunan itu tidak dua/tiga. Jadi, kalau kita semua mengikuti proses yang sama, maka kita tidak perlu menjadi bingung karena kita:
  • Menerima pakaian = percaya, dibaptis air dan Roh Kudus = hidup benar.
  • tergembala = suci sehingga diberi jabatan dan karunia.
Pasti kita dapat bekerja sama untuk pembangunan satu tenunan yaitu pembangunan satu Tubuh Kristus yang sempurna. Karena prosesnya berbeda-beda, otomatis pekerjaannya juga berbeda.

Mari! sekarang ini kita mengikuti satu proses untuk menerima pakaian dengan menerima pakaian keselamatan yang ada prosesnya dan juga menerima jubah yang juga ada prosesnya. Pasti kita semuanya dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita Tuhan. Semoga kita dapat mengerti.

Sesudah mendapatkan pakaian dan jubah, barulah dibasuh dan kita mendapatkan kebahagiaan surga. Sebab kebahagiaan itu didapat dari jubah yang dibasuh.

Wahyu 22 : 14
Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

Kalau jubah itu belum dibasuh = kita belum berbahagia.
Inilah proses mengikuti Tuhan. Jangan menggampangkan ikut Tuhan dengan berkata: yang penting kita sudah melayani, sebab ini berbahaya. Di dalam ayat ini sudah jelas, yaitu setelah kita sudah menerima pakaian dan jubah maka kita mendapatkan kebahagiaan kalau jubah itu mau dibasuh.

Jubah itu dibasuh dengan 2 hal, yaitu:
  1. dengan sabun tukang penatu
    Maleakhi 3 : 1 - 2
    1.
    Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman Tuhan semesta alam.
    2. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.

    Sabun tukang penatu = api pemurni logam = Firman yang keras = Firman pengajaran yang disampaikan secara terus menerus dan diulang-ulang = Firman penggembalaan untuk membersihkan noda.
    Jika Firman masih terus menerus diulang-ulang, bukan untuk membosankan, sebab
    kalau Firman diulang-ulang, maka itu berarti masih ada noda yang tersembunyi. Noda di dalam jubah pelayanan yang sering muncul adalah malas dan jika sudah malas, akan menjadi jahat dan najis.

    Matius 25 : 25 - 26, 30
    25. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
    26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
    30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Inilah noda pada jubah pelayanan yaitu noda malas = tidak setia, sebab ia mengecilkan satu talenta/pekerjaan Tuhan, padahal pekerjaan Tuhan itu mulia. Tidak setia = tidak berguna. Sekalipun ia pandai berkhotbah, pandai bermain musik, pandai menyanyi tetapi kalau ia tidak setia, maka ia tidak berguna. Kalau sudah malas, pasti tidak setia dan juga pasti jahat.

    Sedangkan jahat ini dimulai dari memukul hamba-hamba Tuhan yang lain:
    • memukul lewat perkataan.
    • menghakimi hamba-hamba Tuhan yang lain.
    • Menjadi najis sehingga dicampakkan ke tempat yang paling gelap/neraka dan benar-benar tidak mendapatkan kebahagiaan karena penuh dengan tetesan air mata untuk selama-lamanya.

    Jika lampu di dalam ruangan ini dimatikan semuanya, paling sedikit dari suara sudah dapat diketahui bahwa saudara tidak senang. Jika lampu dinyalakan, maka pasti kita menjadi senang. Dari suara kita sudah dapat mengetahui apakah kita senang atau tidak. Tetapi jika noda mau dibasuh berarti kita menjadi pelayan T
    uhan yang setia dan baik, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan.

    Matius 25 : 21
    Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Jelas, bagi orang yang mau membasuh jubahnya, akan berbahagia. Kita jangan biasa-biasa saja memakai jubah, sebab nanti akan menjadi jubah yang kumal sebab tidak dibasuh dengan sabun, apalagi bagi yang bekerja dengan keras, sehingga keringatnya bertambah banyak. Tetapi jika jubah itu tidak mau dibasuh dengan sabun/tidak mau mendengarkan Firman terutama di dalam ibadah pendalaman alkitab, maka jubah itu akan cepat menjadi kumal = menjadi tidak bahagia bahkan bertambah tidak berbahagia sebab berada di dalam kegelapan.

  2. dengan darah.
    Ini lebih tinggi lagi.
    Wahyu 7 : 13 - 14
    13. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
    14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

    Mari! sebenarnya kita semua ini telanjang/dipermalukan, tetapi Yesus sudah rela ditelanjangi dan ini merupakan kesempatan kita untuk mengambil pakaian keselamatan/pakaian kebenaran. Tetapi pakaian ini masih terlalu tipis. Mari kita mengambil jubah! Bagaimana caranya? Tekun di dalam penggembalaan/kesucian, maka cepat atau lambat, kita akan mendapatkan jubah dari Tuhan.

    Jika ingin berbahagia dengan memakai jubah, maka jubah itu harus dibasuh dengan sabun tukang penatu terutama di dalam ibadah pendalaman alkitab
    . Kita dikucak terus menerus supaya noda-noda itu hilang. Kita setia dan benar di dalam pelayanan = kita berbahagia.
    Tetapi masih ada satu lagi, yaitu kita harus dibasuh dengan Darah Anak Domba = Percikan darah = sengsara tanpa berbuat dosa seperti yang dialami oleh Yusuf.

    Kejadian 37 : 31
    Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

    Jubah Yusuf dicelupkan ke dalam darah = ia mengalami percikan darah/ sengsara tanpa dosa = mengalami ujian. Ujian ini berbeda dengan pencobaan, sebab kalau pencobaan itu terjadi karena keinginan sedangkan ujian bukan karena kehendak kita tetapi terjadi karena kehendak Tuhan.
Ada tiga bentuk ujian yang dialami oleh Yusuf yang sekarang dialami oleh kita yaitu:
  1. Kejadian 37 : 33 - 34
    33.Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: "Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam."
    34. Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu.

    Menghadapi kakak-kakaknya yang bagaikan binatang buas, maka Yusuf mengalami ujian kebenaran, artinya Kisah rasul 20 : 28 - 30
    28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
    29. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.
    30. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

    Menghadapi serigala-serigala/binatang buas yang memiliki dua pengertian, yaitu:
    • antikris dengan kekuatan mammon/uang yang merupakan akar kejahatan. Ini merupakan ujian keuangan.
      Jadi, supaya kita tahan uji, maka kita harus hidup benar terutama benar di dalam hal keuangan
      , yaitu milik Tuhan, milik dari sesama kita juga harus benar --> kalau kita berhutang, maka kita harus membayar; jangan kalau ditagih, kita menjadi marah.

      Jika di tempat bekerja kita menjadi bendahara, maka juga harus benar, sebab ini merupakan ujian kebenaran. Serigala selalu mau menerkam supaya kita menjadi tidak benar di dalam keuangan dan juga uang milik sesama yang membutuhkan. Semua ini harus dipertanggungjawabkan. Sebab kalau kita sudah tidak benar di dalam hal keuangan, maka itu berarti jubah kita sudah tidak putih lagi.

      Demikian juga bagi kaum muda. Jika saudara mendapatkan uang untuk kuliah, maka saudara harus bertanggung jawab, jangan seenaknya.
      Selain milik T
      uhan dan juga milik sesama, maka juga ada milik sesama yang membutuhkan dan ini juga harus dipertanggung jawabkan: 'waktu Aku lapar, kamu tidak memberikan Aku makan'. Jadi, di dalam berkat Tuhan ada milik sesama yang membutuhkan. Untuk ini, selain kita harus benar, kita juga harus bertanggung jawab.

      Bagi siswa/i Lempin-El, saudara harus memperhatikan! Untuk kolekte, saudara mengatakan tidak ada uang. Tetapi untuk hal yang lain, misalnya membeli foto pada saat pemotretan pada penutupan Lempin-El, saudara memborong foto-foto itu. Ini sungguh-sungguh tidak benar.

    • ajaran-ajaran sesat/binatang buas lewat pengajaran-pengajaran sesat. Mari! kita jangan goyah, tetapi lewat ujian kebenaran, kita tetap berpegang teguh pada satu Firman pengajaran yang benar.

      Ajaran-ajaran sesat banyak menarik anak-anak Tuhan untuk keluar dari sistim penggembalaan.
      'bahkan di antara kamu' = dari dalam muncul untuk menarik anak-anak T
      uhan keluar dari penggembalaan.
      Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan persekutuan-persekutuan, sebab persekutuan-persekutuan itu harus mengarah kepada penggembalaan.


      Misalnya: ada orang yang malu masuk ke gereja, jadi ia datang ke persekutuan-persekutuan yang ada di kantor atau di mana saja, tetapi persekutuan itu harus diarahkan kepada penggembalaan.
      Kita jangan salah dengan membawa orang yang sudah tergembala dibawa ke persekutuan sehingga kehidupan itu menjadi tidak tergembala lagi. Ini merupakan kesalahan yang besar, sebab
      ajaran yang benar adalah mengarahkan jiwa-jiwa untuk masuk ke dalam kandang penggembalaan. Sedangkan ajaran-ajaran palsu, justru menarik orang keluar dari penggembalaan sehingga kehidupan itu akan beredar-edar/tidak tergembala.

      Inilah ujian kebenaran supaya kita tetap berpegang pada Firman pengajaran yang benar dan kalau kita lulus, maka jubah kita menjadi putih.

  2. Kejadian 39 : 7, 10 - 12
    7. Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."
    10. Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.
    11. Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorang pun tidak ada di rumah.
    12. Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.

    Ujian selanjutnya yang dihadapi Yusuf adalah ujian kesucian. Ujian kesucian ini menghadapi perempuan Babel dengan dosa makan minum dan juga dosa sex/kawin mengawinkan. Untuk hal ini kita harus extra hati-hati sebab sifat dari perempuan Babel itu membujuk untuk kemudian memaksa.

    Bagi kaum muda/i, harus berhati-hati, sebab kalau dengan cara membujuk, tidak bisa, maka akan dipaksa sehingga berapa banyak terjadi perkosaan. Yusuf lulus dari ujian kesucian ini.

  3. Kejadian 39 : 20
    Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.

    Ujian selanjutnya adalah ujian kemuliaan/ujian hikmat, yaitu Yusuf dimasukkan ke dalam penjara, sekalipun ia tidak bersalah.
    Penjara
    = dunia dengan segala kesusahan, kesulitan dan keterbatasan.
    I
    ni yang nanti juga harus kita hadapi.

    Misalnya: orang Kristen kalau di kantor, tidak boleh menjadi ini dan itu sekalipun kita jujur dan pandai. Juga di sekolah, anak-anak Kristen akan dibatasi. Dan ini benar-benar akan kita hadapi. Saudara mengetahui bahwa penjara itu memiliki keterbatasan, hanya 2 x 2, jadi berarti tidak dapat menjadi 2x 3. Inilah ujian kemuliaan.
Jika kita lolos dari tiga macam ujian/percikan darah ini, maka pakaian itu akan menjadi pakaian yang putih berkilau-kilauan = keubahan hidup. Itu sebabnya mengapa jubah itu harus dicelup di dalam darah, yaitu supaya menghasilkan pakaian putih yang berkilau-kilauan = keubahan hidup, sebab keubahan hidup = kemuliaan.

2 Korintus 4 : 16 - 17
16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
  1. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

Ay 16 = manusia batiniah ini semakin merosot ? sakit, menderita tetapi manusia batiniah akan dihiasi dan diperbaharui menjadi manusia rohani.

1 Petrus 3 : 3 - 5
3. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

Pakaian kemuliaan ini dimulai dari lemah lembut, pendiam dan penurut ?ini berasal dari dalam hati dan berarti sudah memiliki pakaian putih dan menjadi perhiasan bagi calon isteri sampai Yesus datang kembali. Kita menjadi Mempelai yang siap sedia atau kehidupan yang sama mulia dan siap menantikan kedatangan Yesus kedua kali. Inilah kebahagiaan yang tertinggi, yaitu 'berbahagia orang yang membasuh jubahnya'.
Sebelumnya sudah diterangkan bahwa dibasuh dengan sabun (=setia), kita sudah merasakan kebahagiaan.

Kemudian dibasuh dengan darah = kita memakai pakaian putih yang berkilau-kilauan ? 'berbahagialah yang diundang ke pesta kawin Anak Domba. Ini merupakan puncak kebahagiaan.

Wahyu 19 : 6 - 9
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Kembali ke Firdaus (Wahyu 22 : 14) dan kemudian masuk ke dalam Yerusalem Baru = benar-benar kebahagiaan karena tidak ada air mata lagi.

Jika jubah mau dibasuh maka di dunia juga akan berbahagia seperti Yusuf yang menjadi perdana menteri = di dunia dipermuliakan sampai di surga.

Ujian ini memang berat, tetapi raja Daud mengatakan kepada Tuhan ? 'ujilah aku' sebab ia tahu, dibalik ujian terdapat pengangkatan, kebahagiaan dan juga kemuliaan serta pertolongan dari Tuhan.

Untuk bertahan di dalam ujian maka diperlukan dua hal, yaitu:
  • Harus banyak menyembah Tuhan sehingga daging dirobek sampai tidak bersuara lagi.
  • Harus selalu mengingat akan korban Kristus.
    S
    ebab di atas kayu salib, Yesus selain sudah menanggung segala dosa, Ia juga sudah menanggung apa yang kita derita dan juga ujian. Apa yang kita alami, tidak sebanding dengan Korban Kristus yang merupakan kekuatan kita.
Mari sekarang kita siap! Sebab tidak bisa tidak, kita harus mengalami ujian dengan proses jubah harus dicelup di dalam darah.
Tetapi kita memiliki kekuatan di dalam menghadapi ujian, yaitu di dalam penyembahan dan juga kekuatan di dalam Korban Kristus, sampai kita dipermuliakan. Di dunia, kita dipermuliakan sampai kita dipermuliakan di surga.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top