English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Kamis Sore, 26 Agustus 2010)
Tayang: 24 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 24 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 08 Mei 2015 (Paskah Persekutuan))
Tayang: 14 Juni 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Malam, 31 Desember 2013 (Tutup Tahun))
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 25 Agustus 2010)
Tayang: 19 September 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 29 Juli 2008)
Tayang: 31 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Minggu, 03 Agustus 2008)
Tayang: 12 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 26 Mei 2011)
Tayang: 17 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2014)
Tayang: 01 Februari 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 26 Agustus 2010)
Tayang: 11 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Senin Sore, 23 Desember 2013 (Natal))
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 25 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 20 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam III-Rabu Sore, 07 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Rabu Pagi, 25 Agustus 2010
Tempat: Ambon
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 19 September 2010

Kita masih tetap membahas tema dari ibadah persekutuan di Ambon ini yang terdapat di dalam injil Markus 7 : 37, Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Kemarin kita sudah mendengar, sesungguhnya TUHAN sudah menciptakan segalanya baik, tetapi setan merusak semua ciptaan TUHAN termasuk manusia lewat dosa sehingga keadaan dari manusia yang dirusak oleh setan seperti keadaan bumi yang belum diciptakan.

Kejadian 1 : 1, 2
1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
2. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Di dalam terj.lama:
2. Maka bumi itu lagi campur baur adanya, yaitu suatu hal yang ketutupan kelam kabut; maka Roh Allah berlayang-layang di atas muka air itu.
Belum berbentuk = campur baur, kosong dan gelap gulita.

Di dalam injil Markus 7 : 1 - 37, ada tiga macam kerusakkan dari manusia yaitu:
  1. Markus 7 : 1 - 23, dengan judul perintah ALLAH dan adat istiadat Yahudi.
    Kita membaca Markus 7 : 20 - 23,
    20. Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
    21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, (1)percabulan, (2)pencurian, (3)pembunuhan,
    22. (4)perzinahan, (5)keserakahan, (6)kejahatan, (7)kelicikan, (8)hawa nafsu, (9)iri hati, (10)hujat, (11)kesombongan, (12)kebebalan.
    23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

    Jadi kerusakkan pertama adalah kerusakkan pada bangsa Israel/umat pilihan TUHAN. Jadi, setan merusak hati dan pikiran dari bangsa Israel sehingga hati dan pikiran mereka menjadi jahat dan najis.

    Di dalam tabernakel, hati dan pikiran ini = meja roti sajian dengan dua-belas susun roti yang dibagi dua, masing-masing bagian terdapat enam susun. Jadi hati dan pikiran dari bangsa Israel menjadi jahat dan najis karena berisi dua-belas perkara jahat dan najis sehingga hati dan pikiran mereka menjadi kosong dari dua-belas roti.

    Di atas meja roti sajian disusun dua belas roti yang dibagi dua sehingga terdapat dua susun yang masing-masing susun terdiri dari enam buah roti --> menjadi 6.6 = enam puluh enam kitab dari dalam alkitab/Firman ALLAH.

    Jadi, kalau hati dan pikiran dari bangsa Israel diisi dengan dua-belas keinginan jahat, maka akan kosong dari dua-belas roti = kosong dari Firman ALLAH. Dan kalau kosong dari Firman ALLAH, pasti akan kosong dari Roh Kudus, sebab pada mulanya adalah Firman dan Firman itu diurapi oleh Roh Kudus. Jadi, tidak ada Firman = tidak ada Roh Kudus = tidak ada kasih ALLAH, sebab Roh Kudus- lah yang mencurahkan kasih ALLAH.

    Jadi, kosong dari Firman ALLAH, dari Roh Kudus dan juga dari kasih ALLAH = kosong dari Pribadi TUHAN dan ini benar-benar kekosongan yang luar biasa = nol --> kehidupan itu benar- benar tidak berarti apa-apa.

    Jika kosong dari Pribadi TUHAN, akibatnya:
    • tidak ada kepuasan surgawi/kepuasan yang sejati.
      Kalau di dalam gereja TUHAN tidak ditampilkan Firman, maka gereja itu kosong sekali-pun memiliki sidang jemaat dalam jumlah yang banyak dan orang berpikir bahwa gembala mereka dipakai oleh TUHAN. Kalau ukuran dari dipakai oleh TUHAN adalah dengan memiliki sidang jemaat yang banyak dan juga gedung gereja yang besar, maka kita semua tidak akan dipakai oleh TUHAN, sebab orang di luar TUHAN, memiliki sidang jemaat yang lebih banyak. Jadi ukuran dari dipakai oleh TUHAN, bukan karena memiliki sidang jemaat yang banyak dan juga bukan karena memiliki gedung gereja yang besar, tetapi ukurannya adalah Firman TUHAN.

      Demikian juga dengan persekutuan kita sekarang ini, sekali-pun banyak atau sedikit yang datang, tidak tergantung jumlah, tetapi tergantung apakah ada pembukaan Firman atau tidak. Semoga kita dapat mengerti.

      Perhatikan para imam-imam dan para hamba-hamba TUHAN, kalau tidak ada/kosong dari Firman sehingga tidak ada kepuasan surgawi, maka akan mencari kepuasan di dunia seperti ke diskotik, menonton di bioskop, merokok, mengapa dapat terjadi? Sebab tidak ada kepuasan di gereja/tidak ada Firman di gereja. Yang dilakukan hanya berkumpul-kumpul. Banyak kaum muda yang merasa senang, sebab ada pesta dan juga ada kue-kue, tetapi tidak ada Firman.

      Dan celakanya, sekarang ini pendeta sudah menjadi pandai dengan membuat gereja menjadi tempat hiburan supaya kaum mudanya tidak pergi ke diskotik dlsbnya. Atau gereja juga dipakai untuk acara nonton bersama piala dunia. Ini benar-benar terjadi dan benar-benar celaka. Mari saudaraku! Kita harus berhati-hati sebab ini merupakan kerusakkan yang terjadi pada bangsa Israel/umat pilihan TUHAN/pada anak-anak TUHAN dihari-hari ini sebab kosong dari Firman.

    • Markus 7 : 6, 7
      6. Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
      7. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

      Tidak ada Firman, yang ada hanyalah perintah manusia/kebenaran diri sendiri/suara manusia dikatakan Suara TUHAN. Akibatnya, ibadah pelayanan tidak berkenan kepada TUHAN = ditolak oleh TUHAN. Akibat dari ibadah dan pelayanan tanpa Firman pengajaran yang benar akan ditolak oleh TUHAN.

      Mari saudaraku! Bisa di dalam gereja kita masing-masing, sebagai gembala dan juga sebagai sidang jemaat, harus berdoa supaya di dalam ibadah dan pelayanan kita yang ditampilkan hanyalah Firman TUHAN.

      Demikian juga di dalam kita bersekutu/ber-fellow-ship ini, yang harus ditampilkan bukan jumlah tetapi Firman TUHAN sehingga berkenan kepada TUHAN. Jika tanpa Firman, sekali-pun dihadiri oleh ribuan orang sehingga tampak dahsyat, akan menjadi sia-sia/percuma. Percuma saya datang dari jauh-jauh ke sini, kalau tidak ada Firman, demikian juga dengan saudara yang datang, bisa saling bertemu dan merasa senang, tetapi kalau tanpa Firman TUHAN akan percuma sebab akan ditolak oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

      Jadi, di saat kita beribadah dan melayani TUHAN, TUHAN melihat hati, bukan melihat yang lain seperti gedung, melihat banyak sedikit orang yang datang --> bukan ini! Tetapi di saat kita datang beribadah dan melayani TUHAN, maka TUHAN melihat hati kita --> apa yang ada di dalam hati/hati ini diisi dengan apa. Kalau hati diisi dengan Firman, maka TUHAN akan berkenan.

      Tetapi kita harus berhati-hati, sebab ada contoh di dalam ktb perj.lama yaitu Kain dan Habel. Mereka beribadah dengan mempersembahkan korban, tetapi persembahan Habel yang diterima, sedangkan persembahan Kain ditolak oleh TUHAN. Mengapa persembahan Kain ditolak oleh TUHAN? sebab hati Kain penuh dengan iri dan panas hati sehingga persembahannya ditolak oleh TUHAN.

      Di dalam ktb perj. baru adalah Yudas, ia seorang rasul, dipercaya oleh TUHAN sebagai bendahara dan ini merupakan pelayanan yang luar biasa, tetapi hati Yudas ini penuh dengan keinginan akan uang/terikat akan uang sehingga ibadah pelayanannya ditolak oleh TUHAN dan ia digantikan oleh Matias. Mari kedatangan kita ke Ambon ini dan dimulai dari saya --> kalau ada keinginan-keinginan seperti Yudas/datang ketempat ini sebab ada keinginan akan uang, maka kita akan benar-benar ditolak oleh TUHAN. Inilah kerusakkan yang pertama pada bangsa Israel. Semoga kita dapat mengerti.

  2. Markus 7 : 27
    Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

    Jadi, setan merusak bangsa kafir sampai menjadi seperti anjing. Kalau bahasanya dikasarkan --> roti untuk anak/untuk bangsa Israel, tidak patut diberikan kepada bangsa kafir/diberikan kepada anjing. Berarti bangsa kafir = anjing. Ini sangatlah dahsyat.

    Ciri/tabiat dari anjing adalah selalu kembali menjilat kepada muntahnya dan ini menunjuk setan merusak perbuatan dan karakter dari bangsa kafir sehingga selalu jatuh bangun dalam dosa = campur baur dengan dosa dan tidak dapat dipisahkan.

    Awalnya sudah dipisahkan/sudah dikeluarkan/dimuntahkan, tetapi dijilat kembali = campur baur/jatuh bangun dalam dosa, sehingga tidak mau bertobat, sampai satu waktu tidak dapat bertobat lagi = tidak memiliki bentuk kebenaran dan juga bentuk kesucian lagi sehingga tidak dapat menjadi sempurna seperti YESUS.

    Jika kita selalu beradu argumen tentang kebenaran (menganggap tidak mengapa tanpa memakai helm karena menganggap jalan di kampung), maka jangan harap kita dapat menjadi sempurna seperti YESUS, bahkan dapat menjadi seperti anjing secara rohani yang selalu menjilat muntahnya kembali/campur baur dalam dosa = seperti bumi yang belum berbentuk. Inilah keadaan dari bangsa kafir yaitu seperti bumi yang campur baur, sedangkan keadaan dari bangsa Israel adalah seperti bumi yang kosong melompong/belum ada apa-apanya sebab tanpa Firman sekali-pun memiliki gereja yang besar, apalagi kalau memiliki gereja yang kecil, benar-benar kosong.

    Mari! Kita benar-benar harus serius, sebab perbuatan dan karakter dari bangsa kafir sudah dirusak sehingga menjadi seperti anjing. Itu sebabnya kita harus berhenti berbuat dosa, jangan campur baur dalam dosa. Minimal, kita pulang dari tempat ini sudah ada bentuk kebenaran --> dosa yang sudah bertahun-tahun kita jilat, mari kita tinggalkan.

    Kalau kita bercampur baur dengan dosa, maka akibatnya:
    • Markus 7 : 30
      Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

      Tidak bisa tidur. Akibat dari hidup bercampur baur dengan dosa, adalah tidak dapat berbaring/tidak dapat tidur = tidak ada perhentian/tidak ada damai sejahtera = tidak tergembala.

      Raja Daud mengatakan 'TUHAN adalah Gembala-ku, tak kan kekurangan aku, dibaringkannya aku'. Jadi, orang yang tidak tergembala = tidak berbaring = kerasukkan setan sehingga jalan kesana dan kemari. = liar. Itu sebabnya kita mohon kepada TUHAN, supaya kita jangan sampai jatuh bangun dalam dosa, tetapi kita bertobat dan hidup benar, pasti kita dapat tergembala. Orang yang tidak tergembala, pasti hidupnya tidak dapat benar.

      Di mana kita dapat tergembala? Kita dapat tergembala di dalam Firman pengajaran yang benar/Pokok Anggur Yang Benar = carang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar. Dan juga seperti keledai/bangsa kafir (Kej 49) yang tertambat pada Pokok Anggur Yang Benar/Firman pengajaran yang benar. Itu sebabnya kita harus tertambat pada Pokok Anggur Yang Benar, jangan tertambat pada manusia.

    • Matius 15 : 22
      Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."

      Kalau hidup campur baur di dalam dosa, bukan kesenangan yang di dapat, tetapi penderitaan/sangat menderita.

      Bagi kaum muda perhatikan!! Sebab setan banyak menipu dengan berkata ada pesta sex, pesta narkoba. Setan memakai istilah "pesta/kesenangan" --> tidak!!!! Campur baur dengan dosa, sangat menderita bahkan sampai binasa.

      Demikian juga sebagai seorang hamba TUHAN, hati harus semakin hari semakin peka, pada dosa sekecil apa-pun, maka sebagai seorang hamba TUHAN, akan sangat menderita. Tetapi ada juga yang hatinya kebal, berbuat dosa, masih dapat tertawa-tawa dan ini sangatlah berbahaya. Itu sebabnya dosa-dosa itu harus diselesaikan. Semoga kita dapat mengerti.

  3. Markus 7 : 31, 32
    31. Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.
    32. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.

    Daerah Dekapolis terdiri dari percampuran antara bangsa Israel dengan bangsa kafir. Jadi setan merusak pancaindera dari gereja TUHAN. Gereja TUHAN terdiri dari bangsa Israel dan bangsa kafir yang percaya kepada YESUS, tetapi dirusak oleh setan sehingga menjadi tuli dan bisu.
Jadi setan merusak manusia secara lengkap yang dimulai dari:
  • Hati dan pikiran, kemudian.
  • Karakter/sifat dan perbuatan dan
  • Pancaindera yaitu mulut dan telinga
Kita kembali pada tema bisu dan tuli.
Tuli --> 2 Timotius 4 : 2 - 4,
2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
3. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Jadi, tuli ini tidak mau sampai tidak dapat menerima dan mendengarkan Firman pengajaran yang benar. Sekarang ini banyak gereja TUHAN yang tuli.

Kemarin sudah saya sampaikan, ada Firman penginjilan yang memberitakan agar percaya kepada YESUS --> untuk ini banyak yang dapat menerima dan menjadi orang Kristen, tetapi rasul Paulus katakan ini adalah susu. Sesudah menerima Firman penginjilan, harus menerima makanan keras/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, tetapi untuk Firman pengajaran ini banyak yang tidak dapat menerima.

Apa yang menjadi ciri dari Firman pengajaran yang benar?
  • Tertulis di dalam alkitab seperti seperti Yang dikatakan oleh YESUS. Waktu menghadapi setan yang mencobai YESUS sebanyak tiga kali, YESUS selalu mengatakan 'ada tertulis'.
    • Kalau Engkau Anak ALLAH, jadikan batu ini menjadi roti, YESUS menjawab 'ada tertulis'
    • Kalau Engkau Anak ALLAH, jatuhkan diri-MU, YESUS menjawab 'ada tertulis'. Inilah Firman pengajaran yang benar, sebab tertulis di dalam alkitab. Mengapa YESUS dapat berkata 'ada tertulis'? sebab YESUS sering membaca, sebab kalau tidak, tentu IA tidak dapat mengetahui di mana ada tertulis. Itu sebabnya, bacalah alkitab, jangan membaca buku - buku yang lain. Pesan dari rasul Paulus kepada Timotius agar ia selalu bertekun membaca kitab suci.

  • Diwahyukan/diilhamkan oleh TUHAN/dibukakan rahasianya yaitu ayat menerangkan ayat dari alkitab. Saya bertanya kepada bapak, ibu dan saudara sekalian, apakah alkitab ini merupakan perkataan YESUS? Ya/benar. Sebab kalau tidak benar, tidak perlu kita baca. Jika saya/kita menerangkan ayat yang merupakan perkataan TUHAN, kemudian diterangkan dengan ayat lain yang juga merupakan perkataan TUHAN, diterangkan lagi dengan ayat yang lain, maka seluruh Firman itu adalah perkataan TUHAN. Kalau Firman TUHAN/ayat diterangkan dengan lawakan, dengan ilustrasi, maka itu bukanlah perkataan TUHAN tetapi dongeng (membuka telinga bagi dongeng-dongeng). Jika pemberitaan Firman itu bertentangan dengan ayat, maka itu bukanlah Suara TUHAN tetapi suara manusia/suara herodes --> jangan didengar!!! Sebab nanti akan ditampar oleh malaikat.

  • Dipraktekkan/menjadi praktek di dalam hidup = mendarah daging di dalam kehidupan kita sehingga tidak dapat diganggu gugat lagi. Jadi, orang/gereja TUHAN yang tuli sekarang ini, menolak Firman pengajaran yang benar, tetapi lebih senang mendengar dongeng-dongeng. Siapa yang senang mendengarkan dongeng-dongeng? Tentunya anak-anak kecil = kehidupan yang kerohaniannya masih kecil sehingga dapat diombang-ambingkan. Tetapi kalau orang dewasa, tentunya tidak akan mau/akan menolak mendengar.

  • Diberitakan secara murni --> tidak ada maksud-maksud tertentu --> 2 Korintus 2 : 17, Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

    Diberitakan secara murni = sedikitpun tidak mencari keuntungan secara jasmani. Saya berterima kasih kepada gembala-gembala/guru-guru kami yang memberitakan Firman secara cuma-cuma sebab mendapatkan secara cuma-cuma dari TUHAN. Secara cuma-cuma ini, bukan berarti murahan, tetapi tidak dapat dibeli dengan apa-pun juga. Air kehidupan itu tidak dapat dibeli dengan apa-pun. Harus diberitakan secara murni, ini juga merupakan ajaran dari gembala-gembala dan guru-guru kami, yaitu alm bpk.pdt In Juwono dan juga alm.bpk.pdt Pong supaya kita tidak bergantung pada uang. Semoga kita dapat mengerti.

  • Disebut juga dengan cahaya injil tentang kemuliaan Kristus yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya dalam kemuliaan sebagai Raja diatas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga untuk menyempurnakan sidang jemaat. Ini sudah tidak kena mengena dengan dosa lagi --> 2 Korintus 4 : 3, 4,
    3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Karena Firman pengajaran ini menampilkan YESUS sebagai Mempelai Pria Surga dan juga sebagai Raja diatas segala raja, maka disebut dengan Kabar Mempelai. Jadi Kabar Mempelai ini bukanlah milik satu gereja atau milik saya atau kelompok kita, tetapi Kabar Mempelai ini milik kita semua sebab ada di dalam alkitab.

    Mengapa disebut dengan kabar? Sebab sesuai dengan alkitab. Kalau Firman penginjilan memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang pertama kali untuk menebus dosa kita dan ini disebut dengan Kabar Baik --> Amsal 25 : 25, Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Dan Firman pengajaran disebut dengan Kabar Mempelai dan di dalam ktb Ibrani disebut dengan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Tadi di bagian atas sudah diterangkan bahwa orang tuli, tidak mau menerima Firman pengajaran yang benar (2 Korintus 4 : 3, 4) = tidak dapat melihat Kabar Mempelai/cahaya injil tentang kemuliaan Kristus = hidupnya seperti bumi sebelum diciptakan = hidupnya gelap gulita.

Setelah kita percaya YESUS oleh Firman penginjilan, tetapi kalau tidak ada sinar kemuliaan/sinar pengajaran, maka hidup kita menjadi gelap dulita dan ini sangat berbahaya sebab dapat membabi buta yaitu jatuh dalam puncak dosa/dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Jika kita tidak memiliki pedang, maka daging tidak akan kuat.

Bangsa Israel --> hati dan pikiran mereka dirusak oleh setan sehingga menjadi kosong dari Firman.
Bangsa kafir --> karakter dan perbuatannya dirusak oleh setan sehingga menjadi seperti anjing
Gereja TUHAN --> yang terdiri dari bangsa Israel dan kafir dirusak oleh setan sehingga pancainderanya menjadi bisu dan tuli. Tuli terhadap Firman pengajaran sehingga hidupnya menjadi gelap gulita seperti bumi sebelum diciptakan.

Apa arti dari bisu? Tidak dapat menyembah Raja dan Sang Mempelai Pria Surga. Mulut bisu sehingga penyembahannya juga palsu/salah. Sedangkan buta/gelap gulita = tidak dapat melihat YESUS/tidak dapat menyembah YESUS seperti orang buta sejak lahir.

Penyembahan yang benar ini, tidak dapat diikuti oleh orang yang tuli karena menolak Firman pengajaran yang benar dan juga orang yang buta/kehidupannya berada di dalam kegelapan/gelap gulita.

Bagaimana penyembahan yang benar?
Wahyu 19 : 1,2,4,6
1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
2. sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu."
4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

Jadi, penyembahan yang benar, dimulai di surga dengan Haleluyah
Ay 6 --> ini merupakan penyembahan di bumi yang dimulai dari sekarang sampai nanti diawan-awan. Jadi penyembahan yang benar di bumi harus merupakan pantulan dari penyembahan yang besar di surga.

Itu sebabnya, mulut ini jangan bisu, tetapi menyebut Haleluyah = menyembah YESUS Sang Raja dan Mempelai Pria Surga dan dimulai di bumi sampai kekal selama-lamanya. Jadi, kalau kita tuli terhadap Firman pengajaran yang benar, pasti akan bisu terhadap penyembahan yang benar. Sebab pengajaran yang benar akan
membawa kita kepada penyembahan yang benar. Tidaklah mungkin pengajaran yang berbeda tetapi penyembahanannya sama. Inilah Suara ALLAH/ayat menerangkan ayat dan merupakan satu-satunya, di luar ini, bukanlah Suara TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah kerusakkan yang dilakukan oleh setan yang merusak gereja TUHAN sampai tidak dapat menyembah TUHAN sebab buta/gelap.
Hidup dalam dosa = gelap, tetapi tidak menyembah TUHAN = kegelapan yang paling gelap dan akan ketinggalan saat YESUS datang kembali dan merupakan suatu kengerian. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

Inilah tiga macam kerusakkan, yang sebenarnya pada awalnya TUHAN menciptakan segala-galanya baik, tetapi dirusak oleh setan, termasuk manusia juga dirusak yaitu:
  • Bangsa Israel hati dan pikiran mereka dirusak oleh setan sehingga tidak ada roti, yang ada hanyalah keinginan jahat dan najis. Karena tidak ada kepuasan di dalam ibadah, maka ibadah mereka ditolak oleh TUHAN.

  • Bangsa kafir karakter/sifat dan perbuatan mereka dirusak oleh setan sampai menjadi seperti anjing. Hidupnya menderita sehingga tidak ada perhentian.

    Gereja TUHAN juga dirusak sampai menjadi tuli/tidak mau mendengarkan Firman pengajaran yang benar, hanya senang mendengarkan dongeng-dongeng dan juga bisu/tidak dapat menyembah TUHAN sehingga hidupnya menjadi gelap/hidup dalam kegelapan sebab tidak dapat melihat cahaya injil/tidak dapat melihat TUHAN = hidup di dalam kegelapan yang paling gelap. Semoga kita dapat mengerti.
Jadi, keadaan dari gereja TUHAN yang gelap, campur baur dan kosong, akan menjadi tempat dari serigala dan burung. = di kepalai oleh serigala dan burung.

Kerusakkan dari bangsa Israel --> kosong
Kerusakkan dari bangsa kafir --> campur baur
Dan kerusakkan dari gereja TUHAN/bangsa Israel dan bangsa kafir --> gelap gulita. Jika saya satukan, akan menjadi keadaan dari gereja TUHAN diakhir jaman = kosong, campur baur dan gelap gulita seperti bumi sebelum diciptakan sehingga menjadi liang bagi serigala dan sarang bagi burung = di kepalai oleh serigala dan burung.

Kearah mana serigala dan burung? Ke arah pembangunan tubuh Babel/pelacur besar/mempelai perempuan setan/anti krist yang akan dibinasakan.

Wahyu 18 : 2
Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

Roh jahat = serigala dan roh najis = burung. Inilah arah dari gereja TUHAN yang dirusak oleh setan supaya masuk dalam dosa Babel yang akan dibinasakan. Mempelai perempuan setan ini sempurna di dalam dosa kejahatan dan juga sempurna di dalam dosa kenajisan yang akan dibinasakan untuk selama-lamanya.

Sekarang ini ada yang menjadi keluhan dari TUHAN --> Matius 8 : 18 - 20,
18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
19. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
20. Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Ini yang menjadi kerinduan dari TUHAN, sebab tubuh Babel sudah terbentuk yaitu serigala sudah memiliki liangnya dan burung sudah memiliki sarangnya, sedangkan Anak Manusia belum memiliki tempat untuk meletakkan Kepala-Nya.

Sekarang ini anak-anak TUHAN:
  • Banyak yang dirusak hati dan pikirannya sebab hanya diisi dengan uang dllnya.
  • Banyak yang karakter dan perkataannya dirusak oleh setan sehingga menjadi seperti anjing yang selalu terus menerus berbuat dosa dan juga tidak mau bertobat.
  • Banyak anak-anak TUHAN menjadi bisu dan tuli sehingga tidak mau menerima Firman pengajaran yang benar dan juga penyembahan yang benar sehingga hidup di dalam kegelapan dan menjadi sarang dari burung dan juga liang dari serigala --> dibangun menjadi tubuh Babel
Ini yang menjadi keluhan dan kerinduan TUHAN yaitu TUHAN merindu untuk meletakkan Kepala-Nya di atas gereja-Nya, itu sebabnya gereja TUHAN harus masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus. Untuk ini YESUS harus berkorban agar dapat terbentuknya pembangunan Tubuh Kristus.

Ibadah persekutuan tubuh ini mudah untuk dicetak, tetapi pelaksanaannya tidaklah semudah itu sebab persekutuan tubuh itu harus ada pengorbanan --> Yohanes 2 : 19, 20,
19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"

Untuk terjadinya pembangunan Tubuh Kristus, maka harus ada tiga hari yaitu YESUS harus rela mati di atas kayu salib dan dalam tiga hari, IA bangkit --> ini yang menjadi dasar dari pembangunan Tubuh Kristus yaitu harus ada Korban Kristus dan juga harus ada pengorbanan-pengorbanan dari kita semua/dari gereja TUHAN.
Juga dikatakan 'bertolak keseberang/menyeberang'. Jika kedatangan saudara dari mana saja menuju Ambon ini, tetapi hanya untuk mencari sesuatu yang bersifat jasmani, maka arah saudara menuju kepada pembangunan tubuh Babel.

Tetapi kedatangan saudara dan juga saya ke Ambon ini, haruslah berkorban, barulah kita dapat masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus. Demikian juga dengan panitia, saudara jangan mencari keuntungan secara jasmani, tetapi harus berkorban seperti YESUS berkorban.

Apa yang harus dikorbankan? Waktu, tenaga, uang, pikiran dllnya, harus dikorbankan. Sedangkan YESUS berkorban sampai berkorban nyawa. Semua harus dikorbankan, kecuali satu yang tidak boleh dikorbankan yaitu Firman pengajaran yang benar, jangan dikorbankan, sebab itu adalah Pribadi YESUS dan kalau kita korbankan, berarti kita menyalibkan YESUS untuk kedua kalinya.

Demikian juga kita jangan asal bersekutu, tetapi kita harus melihat Pokok Anggur/pengajaran yang benar. Kalau kita sudah mengetahui bahwa itu bukanlah pengajaran yang benar dan kita masih memaksa = kita mengorbankan Firman pengajaran yang benar = mengorbankan Pribadi YESUS = menyalibkan Dia untuk ke dua kalinya.

Itu sebabnya, kita mohon kepada TUHAN, supaya persekutuan Tubuh Kristus ini berdasarkan Firman pengajaran. Kita ingat di dalam ktb perj.lama tentang Yusuf --> kesebelas saudaranya dapat kembali bertemu dan berkumpul dengan Yusuf karena gandum. Jadi, kalau ada orang yang berkata bahwa kami bersekutu/berkumpul dan ini dahsyat, tetapi kalau tidak ada gandum, itu bukanlah persekutuan tetapi hanya silaturahmi/hanya kumpul-kumpul. Kalau ada gandum/pembukaan Firman, maka ini benar-benar menuju pada kesatuan Tubuh Kristus.

Misalnya Yusuf menjadi perdana menteri tetapi ia tidak memiliki gandum, maka kakak-kakaknya tidak dapat datang, sebab orang lapar tidak memerlukan tahta, tetapi membutuhkan gandum sebab ini Pokok/Firman pengajaran yang benar --> jangan dikorbankan.

Pembangunan Tubuh Kristus ini dimulai dari nikah, itu sebabnya jangan asal menikah/menikah sembarangan, kemudian di dalam penggembalaan dan antar penggembalaan semacam ini sampai pada pembangunan Tubuh yang sempurna. Semoga kita dapat mengerti.

Proses dari pembangunan Tubuh Kristus yaitu:
Efesus 2 : 20 - 22
20. yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
21. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
22
. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Jika kita ingin membangun Tubuh Kristus, dapat di ibaratkan seperti membangun gedung gereja/bait ALLAH yang jasmani, maka harus dimulai dari dasar/fondasi.

Ada dua dasar/fondasi yaitu:
  1. Batu Penjuru, batu yang indah dan dibuang oleh tukang bangunan menjadi Batu Penjuru --> YESUS Yang disalib/Batu Penjuru yang dibuang = Korban Kristus = Korban pendamaian.

    Prakteknya adalah memiliki hati yang damai (tidak boleh ada kepahitan, iri hati, dengki, dendam, paksaan, mencaci maki).

  2. para rasul dan para nabi para rasul/perj. baru dan para nabi/perj.lama = alkitab = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan hati kita dari keinginan jahat dan keinginan najis (Ibrani 4 ; 12, 13) barulah kita dapat masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus.

    Keinginan jahat = keinginan akan uang yang akan membuat:
    • Kita menjadi kikir/tidak dapat memberi --> ini yang harus disucikan, sebab kalau tidak disucikan, maka tidak dapat masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus. Sebab pembangunan tabernakel, dimulai dari memberikan persembahan.

    • Kita menjadi serakah = merampas hak orang lain terutama hak dari TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Ini juga yang membuat kita tidak dapat masuk dalam pembangunan tubuh, sebab tidak memiliki dasar.
      Jadi praktek dari pembangunan Tubuh Kristus, juga harus dimulai dari hati yang suci.

    Tadi, hati yang damai = Korban Kristus.
    Sekarang, hati yang suci = Firman pengajaran yang benar.
    Hati damai dan suci, dapat melihat TUHAN (Ibr 12).
    Jika kita datang ke tempat ini dengan hati yang damai dan suci, maka hadirat TUHAN hadir di sini dan hasilnya akan luar biasa.

    Hagai 2 : 19, 20
    19. Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya -- mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah
    20. apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!"

    Hasilnya, TUHAN akan memberkati kita secara jasmani maupun secara rohani.
    Mungkin secara rohani --> tidak ada pembukaan Firman dan juga tidak ada urapan Roh Kudus, saudara jangan berputus asa, sebab kalau sekarang ini ada dasar/hati damai dan hati suci, maka saudara akan diberkati TUHAN dengan pembukaan Firman dan juga berkat secara jasmani akan TUHAN limpahkan kepada saudara.
Bagi yang sudah diberkati, jangan sombong, tetap pertahankan dasar, sebab begitu dasar menjadi goyah, maka TUHAN akan mengambil berkat itu kembali.

Bagi hamba TUHAN yang ingin memiliki dasar dan juga merindu agar di dalam sidang jemaat ada dasar, maka saudara harus menggalakkan ibadah pendalaman alkitab, sekali-pun yang hadir hanya isteri dan anak. Sebab di dalam ibadah pendalaman alkitab, kita membuat/membentuk dasar yang kuat lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci.

Demikian juga dengan sidang jemaat, sekali-pun saudara harus berkorban, tetap datang di dalam ibadah pendalaman alkitab, sebab di dalam ibadah pendalaman alkitab ini, saudara sedang dibuat dasar untuk tempat mendarat/landing/berkat yang dilimpahkan oleh TUHAN. Kalau dasar tidak kuat, maka pesawat tidak boleh mendarat.

Jika hamba TUHAN bergemar akan ibadah pendalaman alkitab, sidang jemaat juga bergemar akan ibadah pendalaman alkitab, maka TUHAN akan mencurahkan berkat rohani dan juga berkat secara jasmani.

Jika dasar sudah selesai dibangun/hati sudah selesai dibangun, barulah dibangun bangunan di atas dasar itu = tahbisan yang benar --> Markus 6 : 30, Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.

Jadi, TUHAN mengutus murid-murid, kemudian mereka datang kembali kepada TUHAN.

Yang TUHAN tanyakan --> berapa ribu jiwa-jiwa --> tidak!! Tetapi yang TUHAN tanyakan/yang harus kita pertanggung jawabkan kepada TUHAN di akhir jaman ini adalah 'apa yang diajarkan' = pengajaran, dan apa yang dikerjakan = tahbisan. Jika pengajaran benar, pasti tahbisan juga benar. Ini yang harus dipertanggung jawabkan, kita jangan terkecoh dengan jumlah, walau-pun saya juga senang dan berdoa supaya sidang jemaat di Malang dan di Surabaya bertambah, tetapi ini bukanlah akhir, yang harus dipertanggung jawabkan adalah pengajaran yang benar, tahbisan yang benar dan juga penyembahan yang benar. Semoga kita dapat mengerti.

SIAPA YANG BOLEH MEMBANGUN PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS?
Sebab orang yang tidak mengerti tentang bangunan, tidak boleh membangun.

1 Petrus 2 : 5
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Imamat yang rajani
= imam-imam dan raja-raja yang boleh membangun pembangunan Tubuh Kristus.
Imam = seorang yang suci dan yang memiliki jabatan dan pelayanan.

DI MANA TEMPAT UNTUK MELAYANI TUHAN?
Imamat 21 : 12
Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Harus ada di tempat kudus/suci. Di dalam tabernakel menunjuk ruangan suci.

Tabernakel ini adalah kerajaan surga yang dilihat oleh Musa di atas gunung Sinai dan dibuat di bumi. Tabernakel ini memiliki tiga ruangan yaitu: halaman, ruangan suci dan ruangan maha suci.
Kita semua sudah selamat --> halaman.
Tetapi belum sempurna --> ruangan maha suci.
Jadi, kita berada di ruangan suci yang memiliki tiga macam alat yaitu:
Jadi, kalau imam-imam mau melayani, harus tekun di dalam tiga macam ibadah pokok = tekun di dalam penggembalaan. Gembala juga seorang imam, jadi gembala juga harus tekun, sebab di situ-lah tempat bekerja dari seorang gembala.

Dasarnya sudah ada/TUHAN sudah memberkati --> sudah baik! Tetapi sering kali tempatnya yang salah. Contoh:
  • Seorang pemain musik hari ini bermain di sini, besok bermain di sana karena mendapat uang --> salah tempat.
  • Demikian juga dengan gembala yang seharusnya berada di gerejanya, tetapi karena di gerejanya, sidang jemaat hanya berjumlah lima orang, maka ia pergi melayani ke tempat lain yang berjumlah lima ribu, tiga ribu, seribu dan lima ratus orang, hanya untuk mendapatkan uang --> salah tempat lagi.
Tempat dari pembangunan Tubuh Kristus adalah di ruangan suci/kandang penggembalaan = ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok. Semoga kita dapat mengerti.

'Dikhususkan' = pelayan yang dikhususkan (Imamat 21 : 12). Kalau kita berada di dalam ruangan suci, maka kita dikhususkan bagai Biji Mata TUHAN. Saudara lihat tubuh kita ini, semua anggauta tubuh yang lemah seperti jantung ada rusuk yang melindungi, otak juga ada tengkorak kepala yang melindungi, demikian juga mata dilindungi dan dipelihara oleh TUHAN Sendiri. Saya sebagai gembala tidak tergantung pada sidang jemaat, demikian juga dengan sidang jemaat, tidak tergantung pada apa-pun juga, sebab kita dikhususkan seperti Biji Mata TUHAN = dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN secara khusus/Gembala Agung Yang melindungi. Semoga kita dapat mengerti.

Itu sebabnya di padang gurun/padang pasir, amatlah penting menjadi Biji Mata, sebab sekali-pun ada badai di padang pasir itu, TUHAN tidak akan pernah mengijinkan sebutir pasir-pun masuk = kita benar-benar dilindungi dan dipelihara oleh TUHAN.

Bagi rekan-rekan gembala dan hamba TUHAN, saudara jangan ragu untuk bertekun di dalam ruangan suci, demikian juga bagi pelayan-pelayan TUHAN dan sidang jemaat untuk bertekun di dalam ruangan suci, sebab kita akan dikhususkan oleh TUHAN seperti Biji Mata yang sebutir pasir tidak TUHAN ijinkan untuk masuk.

PENYELESAIAN PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS
Kolose 3 : 14
Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Kasih
.
Kasih ini di dapat lewat:
  • Doa penyembahan --> kita menyembah Raja dan Mempelai Pria Surga dengan berkata 'Haleluyah', maka kita akan mendapatkah kasih.
  • Ketaatan/taat dengar-dengaran --> 'siapa yang mengasihi Aku, dia akan menuruti perintah-Ku.
Mengapa kita membutuhkan kasih?
Roma 8 : 35 - 37
35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
37. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Karena kedudukkan kita bagaikan domba sembelihan. Sekali-pun kita memiliki gereja yang besar/kecil, anak-anak TUHAN yang kaya/miskin --> semua yang ada di dunia ini memiliki posisi yang sama yaitu seperti domba sembelihan.

Saya waktu kecil pernah melihat ada kambing yang akan disembelih, keempat kakinya sudah diikat sehingga tidak dapat bergerak/tidak berdaya, yang hanya dapat dilakukan hanyalah mengeluarkan suara mengembik. Seperti suara manusia yang berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang menolong. Tetapi saya melihat dari kedua matanya mengeluarkan air mata. Suara kambing yang mengembik = suara manusia yang berseru minta tolong, tetapi tidak ada yang menolong, yang ada hanyalah bahasa air mata dan ini yang menarik kasih ALLAH di tengah kita.

Sekali-pun kaya/miskin, hebat/tidak hebat --> hanyalah domba sembelihan yang tidak dapat berbuat apa-apa, selain hanya bergantung pada kasih ALLAH. YESUS rela mati demi pembangunan Tubuh Kristus --> ini yang menjadi dasar dari kasih ALLAH yang akan kita terima lewat perjamuan suci.

Apa kegunaan dari kasih ALLAH?
  1. untuk memberikan daya tahan kepada kita semua, supaya kita tidak berputus asa, tidak kecewa menghadapi apa saja, tetapi kita tetap percaya dan hanya berharap kepada TUHAN.

    Mari! Bagi rekan-rekan gembala dan hamba-hamba TUHAN, mungkin di dalam pelayanan, sudah hancur lebur. Bagi sidang jemaat, ekonomi sudah hancur lebur bagaikan domba yang tidak berdaya sebab mau mencari sudah tidak dapat lagi. Untuk ini semua, daya tahan terlebih dahulu yaitu jangan berputus asa, kecewa tetapi tetap percaya dan berharap hanya kepada TUHAN.

  2. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
    Kasih ALLAH, membuat kita lebih dari pemenang, artinya kita tidak berdaya/tidak dapat melakukan apa-apa, tetapi kita menang atas segala masalah yang besar dan yang mustahil oleh karena kasih ALLAH Yang berperang ganti kita.

  3. kasih ALLAH mempersatukan/menyempurnakan kita menjadi satu Tubuh yang sempurna. Inilah penyelesaian pembangunan Tubuh Kristus untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya di awan-awan.
Apa-pun keadaan kita sekarang ini, mungkin hanya seperti domba sembelihan yang tidak berdaya, tetapi ada kasih ALLAH yang dicurahkan di tengah kita sekarang ini. Sekali-pun kita tidak mampu --> tetap bertahan! Sebab kita tinggal menunggu waktu untuk menang. Semuanya menjadi selesai, semua menjadi baik dan kita akan menang atas segala masalah, semua yang buruk/yang hancur menjadi baik, sampai satu waktu menjadi satu kesatuan Tubuh yang sempurna/Mempelai Wanita TUHAN yang siap menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top