English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 14 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 18 November 2007)
Tayang: 03 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 22 Juli 2007)
Tayang: 09 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 April 2008)
Tayang: 24 Februari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Mei 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Maret 2008)
Tayang: 15 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 20 April 2008)
Tayang: 21 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 04 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 Desember 2007)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 29 Juli 2007)
Tayang: 09 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 25 November 2007)
Tayang: 25 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 11 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 07 Oktober 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 15 Februari 2011

Injil Matius 24 secara keseluruhan menunjuk pada penghukuman TUHAN atas dunia ini yang lazim di sebut dengan kiamat dan terjadi pada saat kedatangan YESUS Yang ke dua kalinya. Dunia beserta isinya akan dihukum dengan api yang dari langit dan akan hancur dan lenyap, itu sebabnya kita mempersiapkan hidup kita supaya tidak hancur bersama dunia, tetapi saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya, kita justru akan terangkat bersama Dia selamanya.

Matius 24 : 3-44, berbicara tentang tujuh nubuat.

Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat --> ay 3-ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa --> ay 6-ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9-ay 14
  4. nubuat tentang antikrist --> ay 15-ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 26-ay 31
  6. nubuat tentang Israel --> ay 32-ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 36-ay 44
Yang pertama sudah kita pelajari ayat 3 - 5 nubuat tentang penyesat, kita harus berhati-hati dengan pengajaran-pengajaran sesat. Itu sebabnya kita harus tergembala dengan baik dihari-hari ini.

Sekarang kita akan mempelajari nubuat yang kedua yaitu ? nubuat tentang bangsa-bangsa --> Matius 24 : 6 - 8
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas - awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Kedatangan YESUS ke dua kali atau kiamat ditandai dengan kegoncangan-kegoncangan yang membuat ketakutan, kegelisahan dari semua bangsa- bangsa di bumi ini.

Mengapa TUHAN mengijinkan kegoncangan-kegoncangan terjadi di bumi ini?Jawabannya ada di dalam srt Ibrani. Supaya kita mengerti kalau ada goncangan, kita jangan menyalahkan TUHAN, sebab ada maksud baik dari TUHAN.

Ibrani 12 : 26-28
26. Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga."
27. Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
28. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

Jadi mengapa TUHAN mengijinkan terjadi kegoncangan di bumi ini. Maksud TUHAN adalah untuk memisahkan antara kehidupan yang goncang/binasa/lenyap bersama dunia dengan kehidupan yang tinggal tetap bersama TUHAN/kehidupan yang tidak tergoncangkan.

Orang Kristen pun dipisahkan. Sekarang masih bersama-sama di gereja, tetapi bagaimana jika menghadapi kegoncangan? Ada yang sudah menghadapi kegoncangan ikut tergoncang sampai binasa, tetapi ada yang menghadapi kegoncangan, ia tetap tinggal di dalam TUHAN/ tidak tergoncangkan.

Apa yang menjadi praktek dari tinggal tetap di dalam TUHAN?
Ibrani 12 : 28
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

Kehidupan yang tinggal tetap akan mewarisi/akan menerima kerajaan surga yang tidak tergoncang, hidup kekal bersama TUHAN dengan praktek yang pertama adalah selalu mengucap syukur dalam segala hal. Ini merupakan hal yang penting di hari-hari ini.

I Tesalonika 5 : 18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Inilah kehidupan yang tidak tergoncang, dengan praktek yang mudah yaitu selalu mengucap syukur dalam segala hal.

Dalam 'segala hal ini' sebenarnya ada banyak hal, tetapi sekarang ini kita akan mempelajari tiga hal utama yang mewakili 'segala hal' yaitu:
  1. Mazmur 107 : 1-3
    1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
    2. tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
    3. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

    Jadi mengucap syukur karena kemurahan dan kebaikan TUHAN Yang telah menebus, menyelamatkan kehidupan kita/manusia berdosa. Ini selalu mengucap syukur karena TUHAN sudah menebus kehidupan kita/manusia berdosa ini. Hal ini lebih dari uang, sebab apa gunanya memiliki banyak uang tetapi kita binasa? Jadi, penebusan ini melebihi apa-pun juga.

    Mengucap syukur karena kemurahan dan kebaikan TUHAN Yang sudah menebus kehidupan kita/manusia berdosa, sebab manusia yang tidak ditebus itu selama hidupnya mengalami kuasa dosa yang menyesakan. Artinya:
    • hidup di dunia dengan kesesakan, letih lesu, beban berat, penderitaan sekalipun dia kaya, pandai, tetapi kalau ada dosa/belum dilepaskan dari dosa, ia tetap berada dalam kuasa dosa yang menyesakkan sampai pada

    • kesesakan yang kekal/kesesakan selama-lamanya/ penderitaan selama-lamanya yaitu kebinasaan di neraka. Di dunia dia sudah sesak, di neraka dia juga mengalami penderitaan, kesesakan yang kekal/kebinasaan yang kekal.

    Jadi penebusan itu lebih dari apapun. Banyak kali, kita mau mengucap syukur karena mendapat uang, tetapi seringkali, kalau tidak mendapatkan uang kita sudah mulai tidak mengucap syukur, bahkan kita akan mengomel. Tetapi mari sekarang ini penebusan itu lebih dari apapun juga di dunia ini/lebih dari harta, lebih dari kedudukan, lebih dari apa-pun dan untuk ini kita patut mengucap syukur kepada TUHAN.

    Siapa yang ditebus oleh TUHAN?
    Ay 3 --> "yang dikumpulkannya dari negeri-negeri, dari timur, barat, utara, selatan". Yang ditebus adalah semua manusia di empat penjuru bumi, timur barat utara selatan, seluruh dunia, mendapatkan kesempatan yang sama untuk ditebus oleh YESUS asalkan percaya kepada YESUS. Inilah keadilan TUHAN. Jangan lepaskan iman, sebab kalau iman dilepaskan, maka penebusan juga terlepas, keselamatan terlepas, dia hidup dalam kesesakan. Bagi kaum muda perhatikan!! Iman ini jangan ditukar dengan pekerjaan, dengan jodoh, dengan apa saja, jangan!!!

    Syarat utama ini untuk mengalami penebusan yaitu percaya kepada YESUS/iman kepada YESUS. Empat penjuru bumi --> bangsa apa, suku apa saja, semuanya mendapatkan kesempatan dengan syarat percaya kepada YESUS. Jangan tukarkan iman dengan perkara apa-pun di bumi, sebab itu akan mengakibatkan kesesakan dan kebinasaan dalam hidup. Semoga kita dapat mengerti.

    Dengan apa kita ditebus? timur barat utara selatan menunjuk salib. Yaitu : Dengan salib Kristus = kemurahan dan kebaikan TUHAN lewat Korban Kristus. Dia yang tidak mengenal dosa, Dia yang tidak berbuat dosa, tetapi Dia rela mencucurkan Darah dan mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Inilah kemurahan dan kebaikan TUHAN lewat salib Kristus, Darah YESUS di kayu salib. Ini merupakan Satu-satunya Yang dapat menyelesaikan dosa. Kekayaan, kepandaian, pangkat di dunia tidak dapat menyelesaikan dosa, tidak dapat melepaskan manusia dari dosa. Semua manusia di dunia termasuk nabi, rasul dll, tidak dapat menyelesaikan dosa.

    Mengapa TUHAN menebus manusia berdosa? Seharusnya manusia berdosa itu dihukum, sebab upah dosa adalah maut. Tetapi sekarang mengapa ada manusia berdosa yang tidak dihukum bahkan ditebus? Ada alasan dari TUHAN, yaitu supaya kita tahu mengucap syukur.

    • Mazmur 103 : 8-14
      8. TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
      9. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
      10. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
      11. tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
      12. sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
      13. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
      14. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

      Sebab TUHAN ingat bahwa kita hanyalah debu tanah liat yang banyak kelemahan dan kekurangan = sangat rapuh. Kalau malaikat adalah roh, dan roh itu penurut dan kuat, roh itu penurut, tetapi begitu malaikat berbuat dosa seperti Lucifer yang sombong/berbuat dosa, langsung menjadi setan. Jadi setan tidak dapat ditebus sebab bukan darah daging. TUHAN Sendiri mengakui, kalau kita ini debu tanah liat/darah daging sehingga banyak kelemahan kekurangan, tetapi masih diberi kesempatan untuk ditebus. Inilah kemurahan dan kebaikan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    • Karena kemurahan/panjang sabar TUHAN/kasih setia TUHAN/kebaikan TUHAN mau menggantikan tempat dari manusia berdosa di atas kayu salib, sehingga segala dosa manusia ditanggung oleh TUHAN. Dia yang dihukum di atas kayu salib dan kita dibebaskan dari hukuman, kita dilepaskan dari dosa.

    Inilah dua jawaban, yang akan mendorong kita untuk mengucap syukur kepada TUHAN sebab kita dapat menjadi anak TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Bagaimana prosesnya supaya kita dapat ditebus, dan dilepaskan dari dosa?
    I Yohanes 1 : 7, 9
    7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Jadi proses penebusan yaitu kita mengaku dosa, dan untuk ini, tidaklah sulit kalau kita merasa debu tanah liat. Tadi YESUS di atas kayu salib menebus dosa, jadi pengakuan dosa juga harus di kayu salib. Kita mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya oleh dorongan Firman kepada TUHAN dan juga kepada sesama.

    Saat kita mengaku dosa, maka saat itu juga Darah YESUS aktif dalam dua hal yaitu:
    • Darah YESUS mengampuni segala dosa kita, dosa apa saja.
      Mengampuni = menutupi dosa kita sehingga tidak berbekas lagi, seperti kita tidak pernah berbuat dosa itu = menjadikan kita seperti tidak pernah berbuat dosa itu. Begitu ketat, ditutup begitu rapat oleh Darah YESUS, ini satu-satunya.

      Banyak orang yang mungkin merasa sesak oleh dosa/kesesakan oleh dosa, lalu dia datang kepada ahli jiwa. Mungkin diberitahu untuk melupakan semuanya itu, sebab kejadiannya sudah lama --> tidak bisa seperti ini, harus ada penebusan! Dosa yang kita perbuat, kita katakan beberapa tahun yang lalu, tidak bisa dilupakan begitu saja, tidak bisa! Itu ada tuntutannya, ada hukumannya, ini yang menyesakkan hidup kita. Harus ada penebusan. Kita mengaku, maka Darah YESUS akan mengampuni segala dosa kita, menutupi segala dosa kita sampai tidak berbekas lagi/kelihatan seperti tidak pernah berbuat dosa itu. Begitu hebatnya Darah YESUS. Mari, lewat Firman sekarang ini, mari kita mengucap syukur dengan mau mengaku dosa.

    • Menyucikan kita dari segala dosa kita/dari kejahatan = mencabut akar-akar dosa sehingga kita tidak berbuat dosa itu lagi/tidak mengulangi dosa itu lagi. Inilah kekuatan dari penebusan. Kalau dosa itu datang, kita sudah diampuni, tetapi selain diampuni, Darah YESUS juga mencabut akar-akar dosa sehingga kita terlepas dari dosa, tidak melakukan dosa itu lagi dan tidak mengulangi dosa itu lagi = terlepas dari dosa. Semoga kita dapat mengerti.

      Tetapi kalau dosa itu diulangi lagi, maka pengampunannya batal = tetap sesak bahkan kita binasa oleh dosa. Itu sebabnya kita harus berhati-hati. Kalau kita ingat bahwa kita ini hanyalah tanah liat, kita pasti terdorong oleh Firman untuk mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama, maka selesailah dosa itu.

      Dan kekuatan dari penebusan ini, selain menolak dosa yang akan datang --> ini kekuatan Darah penebusan yang menolak dosa yang sama yang menggoda dan memaksa kita. Misalnya dosa mencuri, kita sudah mengaku dan meminta ampun, kita diampuni, kita tidak berbuat dosa mencuri itu lagi, tetapi dosa mencuri itu datang lagi, maka ada kekuatan untuk menolak. Mungkin dalam keadaan terdesak, maka dosa itu datang lagi, tetapi kalau ada Darah penebusan, maka akan ada kuasa untuk menolak dosa yang sama yang datang pada kita kembali, sehingga kita tidak melakukan dosa itu lagi. Ini kekuatan Darah penebusan.

      Tetapi Darah penebusan juga membuat kita tidak menghakimi orang lain yang berbuat dosa yang sama. Misalnya kita dilepaskan dari dosa mencuri, kemudian ada orang yang mencuri di dalam gereja, kita tidak akan menghakimi, justru kita berbelas kasihan dan mendoakan dia. Ini kekuatan Darah penebusan/ orang yang mengucap syukur/mau mengaku kita hanyalah tanah liat.

      Ada kehidupan Kristen/hamba TUHAN yang tidak ingat bahwa dia hanyalah tanah liat, sehingga ia menaikkan harga diri/memberi harga yang tinggi kepada kita sebab merasa hebat --> 1 Yohanes 1 : 8, 10,
      8. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
      10. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

      Kita harus memperhatikan baik-baik, sebab ada orang yang memberi harga yang tinggi pada diri kita, meningkatkan harga diri/gengsi sehingga dia merasa bukan tanah liat. Dia tidak ingat bahwa dia debu tanah liat sehingga dia tidak mau mengaku dosa bahkan cenderung menyalahkan orang lain = kebenaran diri sendiri = orang yang tidak mengucap syukur dalam penebusan. Kalau kita mengucap syukur, maka kita tetap ingat, bahwa kita ini hanyalah debu tanah.

      Mengucap syukur, bukan hanya 'Ooo terimakasih TUHAN, sudah menolong saya, dan sudah menebus saya' --> bukan!! Harus dilanjutkan mengucap syukur dengan selalu ingat bahwa kita tanah liat --> ini yang akan mendorong kita untuk mengaku dosa, bukan menghakimi.

      Tetapi kalau orang memberi harga diri terlalu tinggi, mempertahankan harga diri sehingga dia tidak ingat bahwa dia tanah liat, dia tidak akan pernah mau mengaku dosa bahkan dia cenderung untuk menyalahkan orang lain = kebenaran sendiri dan itu berarti kosong/Kristen yang kosong dari kebenaran/kosong dari Firman bagaikan sekam yang akan dibakar habis bersama dunia. Semoga kita dapat mengerti.

  2. 1 Timotius 1 : 12-15
    12. Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku -
    13. aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
    14. Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
    15. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.

    Inilah mengucap syukur karena dianggap setia dan dapat dipercaya dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Kita harus mengucap syukur, sebab tidak semua orang dapat beribadah dan melayani TUHAN, tidak! Itu sebabnya rasul Paulus mengucap syukur karena dianggap setia dan dapat dipercaya dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

    Kita harus mengucap syukur kepada TUHAN, Sebab apa? Sebab Paulus mengaku 'diantara mereka akulah yang paling berdosa' = rasul Paulus mengaku hanya semata-mata tanah liat/orang yang paling berdosa/tidak layak untuk melayani TUHAN Yang suci.

    Lain kali kita beribadah dan merasa berjasa dengan berkata --> 'Ooo kalau aku tidak datang, gawat gereja itu' --> salah! Kalau kita mengaku bahwa kita hanyalah tanah liat, seharusnya kita mengucap syukur dapat beribadah melayani TUHAN karena dianggap setia dan dapat dipercaya dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti ini.

    Mari, sekarang ini, kita jangan mengomel, sebab ini merupakan penyakit dalam ibadah pelayanan yaitu mengomel/bersungut-sungut = orang yang tidak tahu diri/ini orang yang mempertahankan harga diri. Kalau dalam ibadah pelayanan sampai bersungut-sungut/ mengomel = tidak tahu diri/mempertahankan harga diri/ tidak merasa bahwa dia hanyalah tanah liat.

    Hanya tanah liat, tetapi dia bilang emas --> Ooo...aku hebat' = tidak tahu diri. Kalau orang memberi harga diri, pada akhirnya ia menjadi tidak tahu diri. Orang tidak mau mengaku dosa = tidak tahu diri. Dia yang berdosa tetapi tidak mau mengaku, bahkan menyalahkan orang lain = ini orang memberi harga diri = tidak tahu diri. Begitu juga dalam pelayanan, kalau bersungut-sungut dalam ibadah pelayanan = orang yang memberi harga terlalu tinggi/dia tidak merasa tanah liat/dia orang yang tidak tahu diri termasuk saya. Seharusnya, kita dapat datang beribadah, kita sudah harus mengucap syukur.

    Jadi, mengucap syukur dalam segala yaitu:
    • karena penebusan/karena Korban Kristus.
    • karena dapat beribadah melayani TUHAN.

    Kita jangan bersungut dan menuntut hak, menuntut pangkat, menuntut makan minum, sebab ini persungutan yang menuntut kepentingan daging seperti Korah.

    Dalam kitab Bilangan sering kita baca Korah bersungut menuntut hak -->Bilangan 16 : 8-11,
    8. Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi!
    9. Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka,
    10. dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
    11. Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

    Ay 8 --> dulu itu adalah orang Lewi, sekarang kita bangsa kafir boleh mendekat, boleh beribadah sudah luar biasa, sudah kemurahan dan kebaikan TUHAN.

    Ay 10 --> menuntut lagi = menuntut pangkat, menuntut kedudukan, menuntut uang, menuntut macam-macam; menuntut hak = menuntut kepentingan daging. Keinginan daging itu menuntut hak sehingga menjadi bersungut-sungut./mengomel sampai tersandung, Ini yang harus dijaga, sebab ini merupakan penyakit dalam pelayanan, karena menuntut hak, keinginan dan kepentingan daging.

    Rasul Paulus mengucap syukur sebab dia merasa tanah liat, paling berdosa. Hanya oleh kemurahan dan kebaikan TUHAN lewat Korban Kristus dia bisa melayani. Ingat! kalau bisa datang di tempat ini, saya nomor satu hanya karena kemurahan kebaikan TUHAN. Dijaga! jangan bersungut-sungut. Ini penyakit dalam pelayanan yaitu bersungut-sungut.

    Akibatnya apa? Kalau banyak bersungut-sungut dalam ibadah, bukan mengucap syukur --> mendengar Firman bersungut, pemberitaan Firman pendek bersungut, pemberitaan Firman panjang bersungut, pemberitaan Firman keras juga bersungut, Firmannya biasa- biasa/Firman penginjilan, bersungut. Akibatnya --> Bilangan 16 : 31, 32, 35,
    31. Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka,
    32.
    dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka.
    35. Lagi keluarlah api, berasal dari pada TUHAN, lalu memakan habis kedua ratus lima puluh orang yang mempersembahkan ukupan itu.

    Orang bersungut-sungut di dalam ibadah pelayanan = merosot kerohaniannya = bumi membuka mulutnya dan dia turun ke bawah, kesuciannya juga merosot, pelayanannya merosot, jasmaninya juga merosot sampai tempat terakhir yaitu alam maut/kebinasaan selama-lamanya.

    Saya ulangi, ini untuk saya nomor satu, kalau kita bisa beribadah melayani seharusnya mengucap syukur karena kita hanya debu tanah liat, manusia berdosa bahkan rasul Paulus mengatakan bahwa ia yang paling berdosa, hanya karena kemurahan kebaikan TUHAN kita bisa beribadah melayani TUHAN.

    Itu sebabnya kita jangan bersungut, kalau bersungut, maka semuanya akan merosot, jasmani merosot, rohani merosot sampai kebinasaan. Kalau dalam ibadah pelayanan kita mengucap syukur, kita tidak mendapatkan apa-apa, tidak mendapat hak bahkan mendapatkan kewajiban, selalu berkorban, tetapi kalau kita mengucap syukur, kita bukannya merosot/turun ke bawah, tetapi naik ke atas.

    Filipi 2 : 14, 15
    14. Kerjakanlah segala sesuatu dengan tiada bersungut-sungut dan berbantah-bantah,
    15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

    Bintang itu berada di atas. Kalau tidak bersungut, tidak berbantah tetapi selalu mengucap syukur dalam ibadah pelayanan = kita sedang naik/kita diangkat menjadi bintang-bintang bercahaya di langit. Semuanya naik, rohani naik, kesucian naik, pelayanan naik, yang jasmani juga ikut naik.

    Ayo kaum muda, baru ditegor sedikit, sudah tidak mau melayani. Apalagi bukan hanya bersungut, tetapi melawan, kemudian tidak mau melayani = sudah langsung terjun bebas ditempatnya Korah. Sungguh-sungguh serius.

    Jangan main-main, sebab kalau kita bisa melayani, seperti kata rasul Paulus yang merasa hanya kemurahan kebaikan TUHAN lewat Korban Kristus, kita bisa melayani, dan kalau kita macam-macam, dengan memberi harga diri/ mempertahankan harga diri = merasa bukan tanah liat sehingga tidak dapat ditegor, hanya bersungut --> kurang ini, kurang itu, maka akan turun! Saya tidak mengutuk, tetapi hanya memberitahu kepada saya nomor satu, kepada saudara sekalian dan juga kepada kaum muda, jangan turun/jangan merosot sebab akan rugi.

    Tetapi mari, kalau kita dapat melayani dengan mengucap syukur sekalipun tidak mendapatkan hak, tetapi hanya melakukan kewajiban, maka kita mulai terangkat ke atas menjadi bintang-bintang bercahaya = kehidupan yang dipakai oleh TUHAN/kehidupan yang diberkati oleh TUHAN dan berada di Tangan Kanan TUHAN.

    Kalau kita rela kehilangan hak, tidak menuntut, tetapi kita hanya mengucap syukur dalam pelayanan kepada TUHAN, sekalipun sepertinya kita kehilangan hak tetapi hanya melakukan kewajiban saja, banyak pengorbanan seperti YESUS, maka hak dan upah kita di jamin/ berada di Tangan TUHAN.

    Wahyu 1 : 16 a
    Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua,

    Sekali lagi, bintang ini secara khusus menunjuk pada gembala, tetapi secara umum adalah orang yang dipakai oleh TUHAN/melayani TUHAN tanpa bersungut-sungut, tetapi selalu mengucap syukur. Dan bintang yang bercahaya = memuliakan TUHAN. Kalau bersungut-sungut, maka bintang itu akan berbenturan.

    Kita bandingkan dengan membaca Yesaya 49 : 3, 4,
    3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
    4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

    Mari kita mengucap syukur dalam pelayanan tanpa menuntut hak tetapi hanya melakukan kewajiban = memuliakan TUHAN. Bintang-bintang bercahaya, dia dipegang oleh Tangan Kanan TUHAN.

    Apa artinya? Hak dan upahku terjamin di Tangan TUHAN dan tidak bisa direbut oleh siapapun. Banyak kali kita menuntut hak, mau memegang hak, kalau kita yang pegang --> jangankan melawan setan, melawan orang lain sudah terlepas, sebab di rebut orang; tetapi kalau di Tangan TUHAN, manusia siapapun tidak dapat merebut, sampai setan-pun tidak dapat merebut. Hak ada di Tangan TUHAN, baik untuk hidup sekarang mau-pun untuk hidup yang akan datang. TUHAN tidak pernah menipu kita. Semoga kita dapat mengerti.

    Mari, kita tinggal memilih:
    • kalau mengucap syukur, maka kita akan naik sampai hak dan upah berada di Tangan TUHAN = hidup di Tangan TUHAN.
    • tetapi kalau banyak ngomel, bersungut, mengkritik akan turun/sedang turun, semua turun sampai kebinasaan. Semoga kita dapat mengerti.

    Apa yang menjadi praktek dari orang yang tidak goncang? Sementara TUHAN mengijinkan terjadi kegoncangan, ini untuk memisahkan yang goncang dan ini akan kelihatan, demikian juga yang tidak goncang juga akan kelihatan. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab yang goncang terlebih dahulu yang akan kelihatan.

    Apa prakteknya? Mengucap syukur. Dalam penebusan, kita mengucap syukur, banyak mengaku dosa 'saya tanah liat' = mengucap syukur, banyak mengaku dosa! Mengucap syukur dalam pelayanan, tidak menuntut hak hanya melakukan kewajiban-kewajiban hari-hari ini, sehingga hak dan upah ada di Tangan TUHAN = bintang berada di Tangan Kanan TUHAN.

  3. Yohanes 11 : 14, 15
    14. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;
    15. tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."

    Mengucap syukur dalam penderitaan/dalam pencobaan/dalam ujian. Lazarus mati, ucapkan syukur. Memang sulit! Ini yang harus kita belajar sendiri dari YESUS, contohnya YESUS.

    Tadi mengucap syukur dalam penebusan, contohnya Daud. Daud sampai jatuh dalam dosa dengan Betsyeba, dia mengaku, dia mengucap syukur --> mengaku bahwa 'saya hanyalah tanah liat'. Mengaku, tetapi tidak di ulangi lagi, ini yang penting.

    Contohnya rasul Paulus yang melayani, ia mengaku 'aku manusia paling berdosa, tetapi oleh kemurahan TUHAN dapat melayani'.

    Contoh penderitaan adalah YESUS Sendiri. Mengajarkan pada kita, menghadapi pencobaan, penderitaan, ujian tetapi mengucap syukur kepada TUHAN. Waktu memecah roti = perjamuan suci --> 'inilah Tubuh-Ku, YESUS mengucap syukur dalam penderitaan. Ini pelajaran bagi kita yaitu selalu mengucap syukur dalam segala hal.
Kalau kita dapat mengucap syukur karena penebusan, mengucap syukur karena pelayanan, mengucap syukur karena penderitaan itu berarti kita dapat mengucap syukur dalam segala hal.

Mengapa TUHAN ijinkan kita mengalami ujian? Ujian ini merupakan kemurahan dan kebaikan TUHAN untuk meningkatkan kerohanian kita. Kalau kita diuji, maka itu adalah kemurahan dan kebaikan TUHAN. Jadi kemurahan kebaikan TUHAN itu bukan kalau kita membutuhkan beras, kemudian beras datang --> bukan hanya itu! Tetapi kemurahan kebaikan TUHAN adalah sampai pada saat kita di uji.

Saya mengatakan di kebaktian kaum muda kepada anak-anak muda, seandainya di sekolah, kemudian gurunya baik dan berkata --> 'anak-anak tidak ada ulangan dan juga tidak ada ujian', pasti semuanya akan merasa senang, tetapi anak-anak akan terus di kelas itu sampai tua, sebab tidak naik-naik, sebab tidak ada ujian.

Inilah kemurahan TUHAN kalau kita di uji, maka itu adalah kemurahan kebaikan TUHAN, sebab ini untuk meningkatkan kerohanian kita. Sebab kalau rohani meningkat, apa yang meningkat lagi? Jasmani! Pasti! Itu sebabnya kita tidak perlu merasa bingung ditengah goncangan.

Mari! Kita mengucap syukur, sebab itu adalah orang yang teguh. Ada ujian/ goncangan tetapi selalu mengucap syukur. Ini ujian, untuk meningkatkan kerohanian kita, supaya kamu belajar percaya. Arti dari meningkatkan rohani adalah supaya kita belajar percaya dan berharap hanya kepada TUHAN/ kepada kemurahan dan kebaikan TUHAN.

Seringkali kalau tidak diuji dan semuanya lancar, kita mulai lengah, sebab merasa bisa. Semua lancar, pekerjaan lancar, keuangan lancar, toko lancar sehingga ke gereja sudah mulai datang terlambat. Tetapi begitu ada ujian, mulai kita tercelik --> jangan bersungut, tetapi tetap mengucap syukur untuk meningkatkan kerohanian, artinya:
  • supaya kita belajar percaya dan berharap sepenuh pada TUHAN/berharap sepenuh pada kemurahan dan kebaikan TUHAN.
  • supaya mata kita hanya memandang TUHAN. Ini di uji, seringkali mata kita memandang ijazah dllnya --> mari! lewat ujian ini, maka mata hanya tertuju pada TUHAN seperti apa yang dikatakan oleh raja Daud di dalam --> Mazmur 26 : 1-3,
    1. Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.
    2. Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.
    3. Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.
Inilah mata tertuju kepada kasih setia, kemurahan kebaikan TUHAN. Hanya ini kerinduan TUHAN lewat ujian apa-pun bentuknya kita tetap mengucap syukur untuk meningkatkan kerohanian kita. Kalau bersungut, maka kerohanian akan turun! Kalau mengucap syukur, kerohanian kita akan naik/meningkat sampai dapat percaya kepada TUHAN = berharap hanya pada kemurahan, dan mata hanya memandang TUHAN = tidak memandang pada yang lain.

Seringkali dalam penderitaan ada sikap salah atau sikap yang umum di dunia ini --> Yohanes 11 : 31, Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.

Pergi ke kubur dan meratap di sana --> Inilah sikap yang seringkali salah yaitu di saat menghadapi ujian, pencobaan, penderitaan, maka kita akan meratap. Ini merupakan sikap dari orang dunia yang menyangka Maria pastilah meratap di kuburan.

Arti dari meratap ini adalah:
  • meratapi persoalan-persoalan sampai menjadi putus asa,
  • memikirkan sesuatu sampai kecewa.
  • Bersungut-sungut,
  • menyalahkan orang lain.
Biasanya saat ujian datang, ada dua keadaan yaitu:
  • meratapi persoalan, memikirkan persoalan itu sampai kecewa, putus asa.
  • bersungut-sungut, dan menyalahkan yang lain.
Saya pernah mengatakan --> ada orang mati, sampai orang matinya disalahkan dengan mengatakan:
  • 'mengapa kamu mati, kamu tidak bertanggung jawab'
  • 'kamu tidak mengasihi saya ya, sebab mati duluan'. Inilah, orang yang sudah mati, tetapi masih disalahkan. Meratap, menyalahkan orang lain, sampai menyalahkan TUHAN dengan mengatakan bahwa TUHAN itu tidak adil.
Jadi sikap pertama yang salah adalah bersungut-sungut. Sehingga tidak menyelesaikan masalah, bahkan menambah masalah.

Sikap kedua, merupakan sikap umum di dunia yang sering di contoh oleh anak TUHAN asli yaitu Marta.

Yohanes 11 : 39, 40
39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

Kalau engkau percaya --> sikap ragu-ragu dari anak-anak TUHAN sehingga menjadi tidak percaya, ragu-ragu dalam ujian dan tidak jarang lari ke dukun/orang pandai.

Tadi sikap dunia yang banyak di contoh oleh anak-anak TUHAN --> begitu menghadapi pencobaan-pencobaan, langsung meratap dan menjadi putus asa sehingga menyalahkan ini, menyalahkan itu.

Sedangkan sikap yang kedua merupakan sikap yang asli yaitu iman menjadi goyah sehingga mulai tidak percaya, bimbang, ragu terhadap kuasa TUHAN sebab membesarkan pencobaan daripada kuasa TUHAN seperti kesepuluh pengintai. "Memang negeri ini berlimpah susu madunya hanya ada orang Enak/raksasa, sedangkan kita hanyalah belalang, pasti akan kalah.

Mari berubah sekarang ini, menjadi sikap yang benar seperti Maria yang tersungkur dan mengucap syukur = menyembah TUHAN --> Yohanes 11 : 32,
Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

Di tempat YESUS berada, bukan pergi ke kuburan, bukan pusing dengan persoalannya, bukan pikirkan persoalan, bukan! Tetapi Maria memikirkan YESUS/ datang pada YESUS = ini sikap yang benar. Melihat Dia, sikap yang benar dari Maria ia tersungkur mengucap syukur dan menyembah TUHAN = hanya percaya dan melihat TUHAN = hanya percaya dan berharap pada kemurahan belas kasih TUHAN = mengaku hanya tanah liat.

Tersungkur itu di tanah:
  • hanya debu tanah liat tidak mampu berbuat apa-apa,
  • tidak layak untuk di tolong.
Kita ini sesungguhnya untuk di tolong-pun, kita tidak layak, sudah tidak mampu, ditolongpun tidak layak! Kita hanya tanah liat, banyak salah. Jadi, seharusnya kita itu menyembah TUHAN, mengucap syukur dan melihat TUHAN = hanya percaya dan berharap pada kemurahan kebaikan dan kemuliaan TUHAN. Kemuliaan TUHAN = matahari yang juga merupakan kemurahan kebaikan TUHAN.

Dan di saat itu terjadi mujizat, Lazarus bangkit kembali. Apa artinya itu? Lazarus yang merupakan tulang punggung dari rumah tangga, sebab ia laki-laki satu-satunya di dalam keluarga itu. Ekonomi sudah busuk, karena ada kemu-
liaan dan kemurahan TUHAN Yang mampu menolong kita, membangkitkan ekonomi yang sudah busuk, yang sudah hancur.

Mungkin itu suami, istri, anak/buah nikah sudah busuk dalam dosa. Jangan bertengkar, jangan! Tetapi mengucap syukur, banyak menyembah TUHAN --> saya tidak bisa TUHAN, sehingga TUHAN Yang akan bekerja dengan Tangan kemurahan dan kemuliaan TUHAN.

Sesuatu yang mustahil, sebab sudah empat hari mati/sudah busuk mau di apakan lagi? Sudah menghadapi sesuatu yang mustahil secara jasmani, tetapi dapat ditolong, dan Lazarus-pun bangkit.

Secara jasmani mungkin sudah mustahil, penyakit sudah mustahil, dapat ditolong asal kita percaya, memandang Dia dengan berharap pada kemurahan TUHAN.

Secara rohani terjadi keubahan dari bangkai/mayat menjadi kehidupan yang utuh. Sudah empat hari mati, mungkin sudah keluar ulatnya, daging-dagingnya, sudah banyak yang terlepas/tidak utuh lagi, tetapi dapat bangkit dalam keadaan yang utuh. Ini keubahan hidup secara rohani terjadi kemurahan, mujizat oleh kemuliaan kemurahan dan kebaikan TUHAN. Keubahan hidup sampai menjadi manusia yang sama mulia, manusia yang utuh sempurna = sama mulia dengan TUHAN YESUS untuk kita terangkat bersama Dia selama-lamanya. Kita tidak binasa bersama dunia.

Dan di atas sana, kita hanya mengucap syukur dan menyembah TUHAN --> Wahyu 19 : 6, 7,
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba bertemu dengan TUHAN untuk masuk firdaus, kemudian masuk kerajaan surga selama-lamanya.

Inilah yang dapat saya sampaikan. Orang yang tidak goncang adalah orang yang mengucap syukur.
  • Mengucap syukur karena penebusan. Mari! kalau ada kesalahan, mengakulah, sebab itu = mengucap syukur. Jangan mempertahankan harga diri, memberi harga diri yang lebih pada diri sendiri, sebab nanti akan menyalahkan orang. Itu tidak boleh.

  • Mengucap syukur karena pelayanan, jangan bersungut-sungut. Mengucap syukur apa-pun bentuknya, karena ada jaminan dan hak kita ada di Tangan TUHAN.
  • Mengucap syukur dalam penderitaan, ada kuasa kemuliaan TUHAN, kemurahan kebaikan TUHAN mampu melakukan mujizat-mujizat dalam hidup kita.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top