English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 02 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 23 Maret 2008)
Tayang: 09 Oktober 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 19 Agustus 2007)
Tayang: 12 Agustus 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 14 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 15 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 18 November 2007)
Tayang: 03 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 28 Oktober 2007)
Tayang: 04 April 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Desember 2007)
Tayang: 16 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 24 Februari 2008)
Tayang: 06 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 September 2007)
Tayang: 26 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 September 2007)
Tayang: 01 Desember 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 09 Desember 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 20 Oktober 2011

Injil Matius 24: 3-44, yang berbicara tentang tujuh nubuat/tujuh tanda tentang kedatangan YESUS Yang kedua kali atau tanda tentang kiamat. Tujuh nubuat/tujuh tanda yang harus digenapi tentang kedatangan YESUS Yang kedua kali atau tentang kiamat yang akan menimpa bumi ini.

Kita mempelajari injil Matius 24 ini, supaya kita tidak masuk kiamat tetapi kita akan masuk dalam kemuliaan bersama dengan TUHAN.

Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat--> ay 3-ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa--> ay 6-ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN--> ay 9-ay 14
  4. nubuat tentang antikrist--> ay 15-ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya--> ay 26-ay 31
  6. nubuat tentang Israel--> ay 32-ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya--> ay 36-ay 44
Matius 24: 6-8
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Inilah nubuat yang ke dua, tentang bangsa-bangsa dan akan terjadi kegoncangan-kegoncangan yang melanda bangsa-bangsa didunia yang membuat kegelisahan, ketakutan bahkan kematian/kebinasaan. Bangsa-bangsa termasuk negara adikuasa ikut tergoncang goncang.

Ada tiga macam kegoncangan yaitu:
  • peperangan,
  • kelaparan dan
  • gempa bumi.
Kita masih mempelajari tentang gempa bumi.
Wahyu 16: 17-20
17. Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
18. Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.
19. Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya.
20. Dan semua pulau hilang lenyap hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung.

Ini gempa yang dahsyat dan yang belum pernah terjadi, sebab mengakibatkan gunung-gunung, pulau-pulau lenyap tenggelam kedalam laut, dan akan menimpa bangsa-bangsa di dunia. Kalau satu pulau lenyap berarti sudah banyak manusia yang mati.

Tetapi lebih dahsyat dari itu adalah gempa secara rohani, gempa secara rohani disini dikaitkan dengan Babel = pengaruh dosa Babel, dosa yang mengakibatkan/ yang membuat anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN tenggelam dan lenyap bersama dunia ini, bahkan tenggelam dilautan api dan belerang/neraka, mengalami kebinasaan tubuh jiwa dan roh, Kalau gempa secara jasmani hanya membunuh tubuh jasmani.

Di dalam Wahyu 17, pada waktu yang lalu sudah kita baca, sasaran dari Babel adalah bangsa kafir = air yang banyak.

Wahyu 17: 1, 2, 15
1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
2. Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."
15. Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

Inilah bangsa kafir, kita harus berhati-hati, sebab wanita Babel ini/ dosa Babel ini menguasai bangsa kafir yang bagaikan air yang banyak, bagaikan lautan yang bebas dan diduduki oleh wanita Babel = dikuasai oleh dosa Babel.

Sebenarnya hanya ada dua bangsa di bumi ini yaitu: bangsa Israel yang disebut sebagai umat pilihan TUHAN, di luar itu disebut bangsa-bangsa yang banyak itulah bangsa kafir.

Mengapa bangsa kafir diduduki oleh wanita Babel?
  • karena bebas = tidak tergembala,
    Di dalam Keluaran 32 sama seperti Israel, waktu Musa naik ke gunung Sinai bangsa Israel yang merupakan umat pilihan TUHAN mulai tidak menghiraukan gembala mereka itulah Musa. Sementara Musa naik ke gunung untuk menerima pembukaan Firman/ menerima tabernakel dan dua loh batu yang merupakan pembukaan Firman, tetapi mereka mau senang-senang.

    Keluaran 32: 25, Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan merekaŚ

    Inilah penyebab yang pertama mengapa bangsa kafir yang bagaikan air banyak diduduki/dikuasai oleh Babel/oleh dosa Babel, sebab mereka bebas seperti air laut yang bebas = tidak tergembala, sehingga mereka menjadi sama dengan kuda terlepas.
    Bangsa kafir yang tidak tergembala = kuda terlepas dari kandang = kuda liar. Kuda itu gambaran daging liar yang dibatasi di dalam sistim penggembalaan. Saya sudah pernah mengatakan banyak orang salah paham, sehingga mereka berkata supaya jangan tergembala, sebab nanti tidak bisa melayani, tidak boleh ini, tidak boleh itu. Dalam penggembalaan bukan dibatasi pelayanannya, tetapi yang dibatasi itu kudanya itu, daging yang liar itu yang dibatasi dalam sistem penggembalaan. Itu sebabnya jangan salah paham.

  • Amsal 29: 18, Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat.

    Yang kedua mengapa bangsa kafir ini menjadi liar sehingga diduduki oleh perempuan Babel karena tidak ada wahyu/tidak ada ilham dari TUHAN/tidak ada pembukaan rahasia Firman.
    Kalau hanya pengetahuan, tidak akan mampu membendung daging, yang mampu itu adalah wahyu, ilham dari TUHAN/pembukaan rahasia Firman itu. Saya sudah terangkan kepada siswa-siswi Lempin-El, kalau datang ke sini untuk mencari pengetahuan, saudara salah alamat. Lembaga Pendidikan Elkitab Kristus Ajaib itu bukan menekankan pengetahuan tetapi pembukaan Firman/wahyu yang bisa membendung daging kita, membentuk hidup kita menjadi hamba TUHAN.

    Kalau tidak ada wahyu, sekuat-kuatnya manusia, sehebat-hebatnya pengetahuan tentang alkitab, ia tidak mampu untuk membendung daging hanya wahyu, ilham dari TUHAN/pembukaan rahasia Firman itu yang mampu, jadi kalau tidak ada Firman, pasti menjadi liar, sekalipun di gereja itu ada aturan ini, aturan itu, tetapi kalau tidak ada wahyu, tidak bisa dan akan menjadi liar.

    Ini yang harus di doakan untuk saya sebagai seorang gembala, dalam satu jemaat hanya ada satu gembala. Bagaimana saya dapat mengatur jemaat yang banyak? Tentunya lewat pembukaan Firman/ lewat wahyu.

    Itu sebabnya, doakan saya sebagai gembala di tempat ini supaya ada wahyu yang bisa membuat kita tidak liar, tetapi teratur. Kalau ada wahyu, maka sidang jemaat akan teratur, tertata rapi dalam ibadah pelayanan.

    Kalau ibadah pelayanan sudah tertata rapi, maka nanti nikah saudara tertata rapi. Firman pengajaran ini praktis, pembukaan Firman itu praktis coba ikuti dengan sungguh-sungguh, kaum muda ikutilah, jangan menolak, jangan melawan, sebab kalau kita melawan, maka ibadah pelayanan kita seenaknya sendiri, nikahnya nanti juga seenaknya sendiri, masa depannya seenaknya sendiri = tidak bisa teratur rapi. Semoga kita bisa mengerti.
Ini saudaraku, mengapa bangsa kafir itu bagaikan lautan bebas, dagingnya menjadi liar sehingga diduduki oleh wanita Babel? sebab:
  • tidak tergembala = tidak mau tinggal di dalam kandang penggembalaan/ tidak mau tekun dalam kandang penggembalaan
  • tidak ada wahyu, tidak ada ilham, tidak ada pembukaan rahasia Firman. Kalau orang tidak tergembala, tidak ada pembukaan Firman, menolak pembukaan Firman--> ada pembukaan Firman tapi ditolak itu sama dengan tidak ada pembukaan Firman, prakteknya nanti benar-benar seperti kuda.
Praktek dari orang yang tidak tergembala adalah:
  1. Yesaya 31: 1, Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.

    Jadi praktek pertama dari kuda liar/tidak tergembala/tidak ada wahyu/menolak pembukaan Firman/ wahyu adalah mengandalkan kemampuan daging, bukan mengandalkan TUHAN.

    Mengandalkan hidupnya/mengandalkan kemampuan daging seperti kepandaian, kekayaan, kekuatan dan lain-lainnya sehingga terhalang untuk mencari TUHAN. Saudara boleh pandai, tetapi jangan kepandaian kepandaian itu menghalangi saudara untuk mencari TUHAN = jangan menghalangi ibadah pelayanan. Semoga kita bisa mengerti.

  2. Yeremia 5: 8 Mereka adalah kuda-kuda jantan yang gemuk dan gasang, masing-masing meringkik menginginkan isteri sesamanya.

    Inilah saudaraku, kuda meringkik menginginkan istri sesamanya. Artinya, hidup dalam hawa nafsu daging mengarah kepada dosa seks dan makan minum hidup dalam hawa nafsu daging, hidup dalam hawa nafsu daging yang mengarah ke Babel.

    Perhatikan nikah! tadi di dikaitkan dengan istri sesama, jadi perhatikan permulaan nikah seperti:
    Permulaan nikah harus sungguh-sungguh dalam kesucian. Mengapa nikah hancur? sebab permulaan nikah sudah salah dan tidak pernah diakui = akar tidak pernah dicabut sehingga akar itu akan terus bertumbuh.

    Kaum muda perhatikan masa-masa perkenalan, masa pacaran dan juga jaga masa pertunangan. Kemudian masuk dalam nikah, permulaan nikah itu jangan sampai sudah tidak suci lagi, sudah cemar.

    Dasar dari nikah itu adalah kasih dan ini harus dijaga, sebab ini merupakan permulaan dari semuanya. Kalau dasarnya bukan kasih, tetapi karena dia kaya, dia cantik, dia ganteng--> ini merupakan dasar yang salah dan nanti nikah itu akan hancur. Kalau sudah terlanjur menikah sebab memilih dia karena ganteng, harus minta ampun kepada TUHAN, supaya akar itu dicabut, dan tidak akan tumbuh lagi.

    Selanjutnya perjalanan nikah, sesudah permulaan nikah itu berjalan, perjalanan nikah harus tetap menjaga kesucian, menjaga kasih, menjaga kesetiaan, karena ini dikaitkan dengan kuda yang meringkik = menginginkan istri sesamanya.

    Mari! saudaraku, jaga kesucian, kasih tetap dijaga ditambah dengan kesetiaan dalam nikah sehingga akan sampai pada akhir nikah yaitu masuk dalam pesta nikah Anak Domba saat YESUS datang kembali ke dua kali.
    Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh menjaga permulaan nikah yang merupakan akar, kemudian jaga perjalanan nikah yang merupakan tunas, kemudian pertumbuhannya harus dijaga sampai nanti berbuah anggur yang manis = pesta nikah Anak Domba ALLAH itu akhir nikah dan kita akan bersama-sama dengan TUHAN untuk selama-lamanya.

    Agar supaya bangsa kafir ini tidak masuk ke dalam kegerakan kuda liar = tidak binasa di neraka. Sebab kuda liar = mempelai wanita setan/Babel akan dibinasakan dilautan api belerang, maka kita harus masuk kegerakan kuda putih yaitu kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
Jadi kegerakan Roh Kudus itu ada dua:
  • kegerakan hujan awal
  • dan kegerakan hujan akhir.
Wahyu 6: 1, 2
1. Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota

Masuk kegerakan kuda putih/kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus = mempelai wanita TUHAN.

Kita tinggal memilih--> mau menjadi kuda atau mau tergembala/mau ada pembukaan Firman, atau mau liar? Sebab yang menentukan kita sendiri, TUHAN sudah memberi jalan, sejak di taman Eden, TUHAN memberi jalan kepada Hawa dan Adam--> kamu boleh makan semua buah pohon dengan bebas (jika tidak dimakan, maka kamu akan berbahagia), tetapi kalau kamu makan, kamu akan mati. Kita tinggal memilih sendiri.

Firman sudah jelas! kalau tergembala mari masuk gerakkan kuda putih, kalau tidak, akan masuk kuda liar. Saya sebagai gembala menganjurkan untuk jangan masuk kegerakkan kuda liar tetapi masuk kegerakkan kuda putih. Kita lihat siapa penunggang kuda putih itu?

Wahyu 19: 11, Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

"dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar"--> itulah TUHAN YESUS sendiri.

Dijelaskan lagi di dalam Habakuk 3: 8, 9, 11,
8. Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan kereta kemenangan-Mu?
9. Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah. Sela. Engkau membelah bumi menjadi sungai-sungai;
11. Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat

Dua ayat ini sudah jelas yaitu ayat menerangkan ayat--> disini Engkau itu huruf besar itulah TUHAN atau "terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan kereta kemenangan MU" (ay 8). TUHAN mengendarai kuda dengan membawa busur dan anak panah.

Membawa busur, busur itu dalam arti rohani adalah alkitab dengan 66 kitab buku, 66 buku. Jadi busur adalah alkitab.

Anak panah adalah ayat-ayat dalam Alkitab.

Kemudian anak panah ini dipanahkan. Ayat yang ke 11 "matahari bulan berhenti ditempat kediamannya karena cahaya anak-anak panah Mu yang melayang laju". Anak-anak panah ini dipanahkan = pembukaan rahasia Firman.

Banyak kali kita membaca ayat tetapi kita tidak mengerti apa-apa karena tidak dibukakan rahasianya. Semoga kita bisa mengerti.

Ayat menerangkan ayat yang menghasilkan cahaya kemuliaan--> karena cahaya anak panah Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak Mu, matahari, bulan berhenti di tempat kediaman--> ini yang disebut Firman Pengajaran Mempelai. YESUS sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga.

2 Korintus 4: 3, 4
3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Ayat menerangkan ayat menghasilkan cahaya kemuliaan, kalau ayat diterangkan yang dengan logika, maka tidak ada lagi kemuliaan, sebab logika hanya menghasilkan logika sehingga tidak ada nilai rohani, tidak ada kemuliaan. Sekali-pun kita hebat, dan memang logis, tetapi tidak ada keubahan dan juga tidak ada kemuliaan, yang ada, kita menjadi semakin keras. Ini bedanya--> antara wahyu/ilham dengan ilmiah, kalau wahyu menghasilkan cahaya kemuliaan, kalau ilmiah logika, logis tapi tidak ada nilai rohani. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi kalau disimpulkan, kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus adalah kegerakan yang dipimpin oleh YESUS lewat Firman Pengajaran Mempelai/ Kabar Mempelai.

Mengapa disebut dengan Firman Pengajaran Mempelai? karena kemuliaan YESUS sebagai Raja diatas segala raja, dan juga sebagai Mempelai Laki-laki dari surga jadi disebutlah Kabar Mempelai/Firman Pengajaran.

Jadi dua kali tadi saya sebutkan, ada kegerakan hujan awal yang dimulai di loteng Yerusalem, untuk:
  • memberitakan Firman penginjilan kita yang di timur ini tidak mengenal YESUS, siapa Dia, dan bagaimana kita dapat mengenal-Nya?
    lewat injil yang memberitakan bahwa TUHAN YESUS datang danmati buat kita, ini sudah terjadi
  • menabur sehingga banyak yang tumbuh, tetapi kalau hanya bertumbuh saja dan tidak berbuah, maka nanti akan menjadi ilalang sehingga tidak ada buahnya. Ilalang ini akan mati sebab akan dibakar. Itu sebabnya perlu kegerakan hujan akhir itulah Firman pengajaran untuk menuai gandum yang matang = kesempurnaan. Ada pertumbuhan dan juga ada pembuahan/ kesempurnaan.
Harus ada Firman penginjilan, tetapi Firman penginjilan ini bagaikan susu yang diperuntukan bagi anak kecil. Jadi ka;au gereja TUHAN hanya sampai pada penginjilan, maka nanti kualitas rohaninya hanya seperti anak kecil sehingga tidak dapat menjadi Mempelai. Itu sebabnya diperlukan Firman pengajaran/ makanan keras untuk mendewasakan rohani sampai menjadi sempurna = menjadi Mempelai Wanita. Semoga saudara dapat mengerti.

Hasil dari kegerakan kuda putih/hujan Firman pengajaran adalah:
  1. penyucian, kalau ada anak panah menembus, maka akan keluar darah, sebab penyucian ini memang sakit bagi daging.

    Ulangan 32: 42, Aku akan memabukkan anak panah-Ku dengan darah, dan pedang-Ku akan memakan daging: darah orang-orang yang mati tertikam dan orang-orang yang tertawan dari kepala-kepala musuh yang berambut panjang.

    "
    dan pedang-Ku akan memakan daging"--> Firman itu bagaikan anak panah, Firman pengajaran bagaikan pedang, pedang ini untuk jarak dekat = untuk jarak dekat maka Firman itu bagaikan pedang yang tajam bermata dua. Tetapi Firman pengajaran itu juga sama dengan anak panah yang bercahaya, pedang yang berkilau, anak panah yang berkilau/bercahaya.

    "
    dan orang-orang yang tertawan" --> orang tertawan oleh dosa.

    Dosa itu bagaikan rambut yang licin, apakah ada sekolah yang mengajarkan untuk menghitung berapa jumlah rambut? banyak sekali jumlah dari rambut itu--> itulah dosa dengan banyak macamnya. Rambut ini kan licin, apalagi rambut yang kecil--> dosa yang dianggap kecil-kecil, justru sangat berbahaya sebab akan terus berkelit. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh berhati-hati.

    Apa yang harus disucikan?
    Ibrani 4: 12, 13
    12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    • Jadi hati dan pikiran yang nomor satu harus disucikan sebab merupakan gudangnya dosa--> Matius 15: 18-20,
      18. Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
      19. Karena dari hati timbul segala (1)pikiran jahat, (2)pembunuhan, (3)perzinahan, (4)percabulan, (5)pencurian, (6)sumpah palsu dan (7)hujat.
      20. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

      Ketujuh dosa ini yang tersembunyi di dalam hati dan pikiran dan harus disucikan dengan pedang Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman pengajaran. Kalau tidak, akan berbahaya, sebab dosa yang disembunyikan itu akan mengarah kearah tujuh kesempurnaan dalam kenajisan dan kejahatan itulah Babel/perempuan Babel yang akan dibinasakan.

      Itu sebabnya kita harus ditusuk, akar-akar di dalam hati harus diputus/harus disucikan. kalau dosa-dosa ini disembunyikan dalam hati maka hadirat TUHAN juga akan tersembunyi bagi kita = kita tidak akan pernah dijamah oleh TUHAN seperti Yudas dia menyembunyikan dosa pencurian di dalam hati dengan perbuatan baik, bukan dengan mencabut akar dosa.

      Menyembunyikan dosa, akan berkembang menjadi dosa Babel, sehingga hadirat TUHAN tidak pernah mengalami jamahan TUHAN, sehingga hati bertambah keras, dan satu waktu perut hatinya akan meledak seperti Yudas dan dia tidak tertolong lagi--> apa yang disembunyikan akan dibukakan oleh TUHAN tetapi sudah tidak ada pengampunan lagi.

      Itu sebabnya, lebih baik hari ini saya dan saudara, kalau ada sesuatu yang disembunyikan lebih baik ditusuk oleh pedang dan kita mengaku kepada TUHAN dan juga kepada sesama sehingga kita akan mengalami penyucian--> Babel tidak dapat menjamah kita tetapi TUHAN yang menjamah kita/ada hadirat TUHAN, sehingga kita akan merasa bahagia.

    • Ayub 16: 13
      13. Aku dihujani anak panah, ginjalku ditembus-Nya dengan tak kenal belas kasihan, empeduku ditumpahkan-Nya ke tanah.

      Empedu ditumpahkan-Nya ke tanah. Pedang itu bukan hanya menusuk hati pikiran, tetapi pedang itu juga menusuk empedu. Empedu ini kepahitan, dendam seperti Esau dendam kepada Yakub.

      Mari, saudaraku! suami istri, anak orang tua, kakak adik jangan ada kepahitan hati, dendam harus diselesaikan/ditumpahkan = diakui kepada TUHAN dan juga kepada sesama sehingga kepahitan dan dendam itu dicabut oleh TUHAN. Semoga kita mengerti.

      Ginjal = perasaan terdalam yang sering tertusuk-tusuk.

      Mazmur 73: 21, Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,

      Ginjal ini batin yang terdalam dan sering kali peka sekali ini, dan jika tertusuk, maka akan terasa pedih, perih. Mari! kalau ada sekarang ini ada kekuatan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan juga kekuatan anak panah yang dipanahkan sanggup menembusi sampai ginjal sampai ada perasaan damai sejahtera dan suka cita. Semoga kita bisa mengerti.

      Sampai satu waktu, kalau hati pikiran, empedu, ginjal sudah disucikan maka perbuatan, dan perkataan akan disucikan terus menerus sampai satu waktu tidak bercacat cela = tidak ada dosa itulah Mempelai Wanita yang sempurna. Memang kalau terkena pedang akan berdarah, kalau kena panah, juga berdarah dan sakit bagi daging, tetapi akan menghasilkan kesempurnaan.

  2. kemenangan, di Wahyu 6 itu, mahkotanya cuma satu, sebab ada yang mengatakan, bahwa Wahyu 6 tidak sama dengan Wahyu 19. Wahyu 6 itu mahkotanya hanya satu dan itu adalah antikrist. Kalau Wahyu 19 mahkotanya ada banyak, dan itu adalah YESUS. bukan begitu saudaraku, kalau menang dapat mahkota, menang lagi, dapat mahkota lagi, jadi bertambah banyak.

    Wahyu 6: 2, Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

    Ayat 2 --> "dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota"--> itu kemenangan.

    Sudah menang dapat mahkota, maju, menang lagi, menang lagi sehingga mahkota nya bertambah--> Wahyu 19: 12, Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri.

    1 Tesalonika 2: 19, Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?

    Kita bandingkan dengan Kidung Agung 3: 11, puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

    Mahkota suka cita untuk pesta nikah Anak Domba saat YESUS datang kembali kedua kalinya. Inilah kegerakan hujan akhir, kita jangan menjadi kuda liar sebab arahnya akan ke Babel.

    Tetapi kegerakan kuda putih, sekalipun berdarah, tetapi ada:
    • penyucian,
    • mahkota sampai TUHAN YESUS datang, kita masuk pesta Nikah Anak Domba bersama dengan Dia selama-lamanya. Semoga kita bisa mengerti.
Tinggal pilih mau yang enak-enak bagi daging sehingga daging menjadi liar--> tidak berdarah, bahkan bebas, ibadah pelayanan bisa begini bisa begitu bisa tetapi ke arah Babel.

Sasaran dari gerakan hujan akhir, adalah keledai/bangsa kafir, sasaran dari Babel adalah air yang banyak/bangsa kafir. TUHAN mengimbangi kuda liar/bangsa kafir dan kuda putih sasarannya juga bangsa kafir.

Markus 11: 1, 2
1.Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
2. dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.

Ayat 1 --> "Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem"

Sasaran dari kegerakan hujan akhir mengarah ke Yerusalem Baru, seperti perjalanan YESUS menuju Yerusalem. Kalau kegerakan kuda liar menuju kota Babel/perempuan Babel. Keledai/bangsa kafir ini yang mau dipakai oleh TUHAN, tetapi ada syaratnya keledai yaitu keledai itu harus tertambat, jangan liar, jangan seperti air laut, seperti kuda liar sehingga tidak dapat dipakai oleh TUHAN, tetapi dipakai oleh Babel. Sekalipun mengaku kalau ia dipakai TUHAN, tetapi sesungguhnya ia dipakai oleh Babel.

Syarat dipakai oleh TUHAN adalah
  • Kejadian 49: 11, Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

    Ayat 11--> mencuci = penyucian darah buah anggur--> Darah, ada tanda darah = disucikan oleh pedang.

    Jadi syarat jika keledai mau dipakai adalah tergembala = tertambat pada Pokok Anggur = tergembala pada satu Firman Pengajaran yang benar--> jangan bimbang sehingga pergi kesana dan kesini.

  • Matius 6: 31, 32
    31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
    32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

    Ayat 32 --> "Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah"--> yang tidak mengenal TUHAN, sehingga merasa kuatir akan hidup sekarang, masa depan. Ini yang menghambat untuk dipakai oleh TUHAN.

    Kekuatiran dan kebimbangan ini yang harus disucikan, sebab menjadi tabiat dari bangsa kafir sehingga tidak dapat dipakai oleh TUHAN.
Kekuatiran ini karena:
  • terikat oleh kebutuhan-kebutuhan di dunia,
  • sibuk mencari kebutuhan didunia sampai masa depan sehingga tidak bisa ditunggangi oleh TUHAN/tidak bisa dipakai oleh TUHAN.
  • menjadi liar kesana kemari untuk mencari kebutuhan didunia. Karena kekuatiran dan kebimbangan, maka bangsa kafir menjadi liar kesana kemari mencari kebutuhan didunia ini, kebutuhan sekarang sampai pada masa depan. Bukan tidak boleh, tetapi jangan sampai mengganggu pemakaian TUHAN kepada kita, dan juga ibadah pelayanan kepada TUHAN. Sebab akan berbahaya. Menjadi keledai liar sama dengan keledai jalang yang nanti akan menuju ke Babel. Semoga kita bisa mengerti.
Sekarang kalau kita benar-benar tergembala, benar-benar disucikan dari tabiat kekuatiran dan kebimbangan akan ditunggangi dan dipakai oleh TUHAN dalam kegerakan hujan akhir dengan praktek--> Markus 11: 7, 8,
7. Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.
8. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau

Ayat 7 --> "Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka"--> bukan mencari, kalau bangsa kafir banyak kekuatiran sehingga mencari pakaian, makanan. Bukan pakaian mereka dibuka untuk dijadikan alas pada keledai.

Makanan, ranting untuk makanan keledai--> bukan sibuk mencari makanan. Inilah bangsa kafir yang disucikan dari kekuatiran, dari kebimbangan, sehingga dapat ditunggangi/dipakai oleh TUHAN prakteknya:
  • kegerakan iman, bukan kuatir, tetapi iman, bukan bimbang, tetapi iman, Kegerakan iman yaitu :
    • melepas pakaian, bukan mencari tetapi memberi,
    • mengambil ranting, bukan mencari makan minum lagi tetapi bisa memberi.

    Banyak kali kita salah, kita datang ke gereja hanya untuk mencari berkat, ini belum kegerakan hujan akhir, sebab masih ada kekuatiran dan kebimbangan.
    Memberi itu berarti pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh TUHAN, Kegerakan memberi--> memberi waktu, tenaga, uang, pikiran.

  • kegerakan penyerahan diri sepenuh = mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN. Kalau kita bisa memberi sampai bisa menyerahkan diri kepada TUHAN, maka ini untuk melatih kita, bukan TUHAN kekurangan uang, bukan!!
Mungkin saudara bertanya-tanya apa isi dari kegerakan hujan akhir?Isinya adalah:
  • tergembala, jangan bagaikan laut bebas,
  • disucikan mulai dari jeroan sampai tabiat, disucikan,
  • jangan ada kekuatiran, dengan praktek memberi waktu, tenaga, uang sampai menyerahkan hidup kepada TUHAN.
Yohanes 7: 6, Maka jawab Yesus kepada mereka: "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.

Sering kali TUHAN mengijinkan kita mengalami masalah dan TUHAN belum menolong "waktu Ku belum tiba" supaya apa? supaya banyak waktu bagi kita untuk menyerahkan diri kepada TUHAN.

Sebab kalau segera di tolong, lama kelamaan, kita tidak akan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN. Tetapi waktu Ku belum tiba, kita jangan kecewa, sebab justru TUHAN sedang menunggu untuk mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN, tidak kepada orang lain.

Seperti keluarga Bethania yaitu Marta dan Maria; mereka mengasihi TUHAN, dan juga dikasihi oleh TUHAN. Tetapi TUHAN ijinkan Lazarus sakit, mereka sudah berdoa/mengirim kabar tetapi TUHAN sengaja tinggal dan bermalam sampai Lazarus mati dan menjadi bangkai.
Waktu-Ku belum tiba, waktu untuk apa, untuk mengajar Maria dan Marta.

Yohanes 11: 39, 40
39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

Ayat 39--> merasa kuatir, kalau batu diangkat akan bau sekali ini. Hati yang keras/ hati yang kuatir dan bimbang ini yang mau di buka oleh TUHAN, bagaikan kuburan yang dibuka. Mari! kalau TUHAN belum menolong kita, karena didalam hati kita masih ada kekuatiran, kebimbangan = belum seratus persen menyerah dan percaya kepada TUHAN seperti Martha.

Ayat 40 --> "Jikalau engkau percaya"--> engkau percaya = mempercayakan diri dan menyerah sepenuh kepada TUHAN.

Sehingga ada sinar kemuliaan TUHAN kita dipulihkan secara jasmani, ditolong segala masalah-masalah yang sudah mustahil, seperti Lazarus yang sudah menjadi bangkai, tetapi ia dapat bangkit.

Kemudian dipulihkan secara rohani, kita dapat percaya dan mempercayakan diri seperti rasul Yohanes yang besandar di Dada YESUS.

Yohanes 21: 20-22
20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
21. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
22. Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.

Ayat 20 --> "yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus"--> duduk dekat = bersandar di Dada YESUS (terj.lama)

Sampai kita bersandar di Dada TUHAN:
  • seperti keledai ditungangi = sudah tidak bisa dipisahkan,
  • hidup mati kita di dalam Tangan Gembala.
Mari! pelajaran iman/percaya = memberi sampai kita dapat memberikan diri;
kemudian kita bersandar = hidup mati saya di dalam Tangan kemurahan TUHAN
dan TUHAN akan menunjukkan sinar kemuliaan-Nya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top