English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Maret 2013 (Kamis Sore)
(Penataran II Imam dan Calon Imam)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 adalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Februari 2013 (Senin Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik kematian Yesus atau dibalik salib, ada kebangkitan dan kemuliaan Tuhan....

Ibadah Natal Surabaya, 21 Desember 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 43-44
Berjaga-jaga dikaitkan dengan pencuri yang akan datang= berjaga supaya tidak tidur rohani,...

Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:36-46 adalah tentang GETSEMANI.

Matius 26:36, 40-41
26:36....

Ibadah Doa Malang, 21 Juni 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk...

Ibadah Doa Malang, 14 Januari 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 23 Desember 2008 (Selasa Siang)
Keluaran 3:2, malaikat Tuhan menunjuk pada pribadi Tuhan sendiri. Semak duri yang menyala...

Ibadah Raya Malang, 03 Mei 2009 (Minggu Pagi)
Wahyu 22:20-21
'Ya, Aku datang segera' = kesiapan Tuhan untuk datang kedua kali dalam...

Ibadah Doa Surabaya, 18 April 2011 (Senin Sore)
Disertai puasa
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Doa Surabaya, 13 November 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Wahyu 1: 5b-6
1:5b Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 23 Oktober 2013 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Umum Surabaya, 09 November 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 26-31 -> nubuat ke-5 yaitu nubuat tentang kedatangan Tuhan yang kedua...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 26 Maret 2011 (Sabtu Sore)
Tujuh hal yang kena mengena dengan sengsara Yesus di kayu salib.

ad. 6. Sengsara...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 27 Agustus 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 menunjuk tentang kebangkitan Tuhan Yesus dalam tubuh kemuliaan. Ini juga menunjuk shekinah glory,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Mei 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:26-27
14:26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Mei 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek--karena menutup pintu sorga bagi kita--:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Januari 2018).


  2. Ayat 4-12= ketakutan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Januari 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2018).


  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2018).


  4. Ayat 22-34= kekuatiran (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2018).
  5. Ayat 35-48= kelengahan; tidak berjaga-jaga; lalai.

AD. 4. KEKUATIRAN
Lukas 12: 24-26
12:24. Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!
12:25. Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?
12:26. Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?


Kekuatiran sering melanda kaum muda. Kekuatiran sama dengan hidup tanpa iman, artinya:

  1. Tidak bisa menambah sehasta pada jalan hidupnya--sehasta sama dengan satu langkah; satu denyut jantung.
    Ini sama dengan merugikan hidup secara jasmani. Kalau kuatir, hormon akan bekerja tidak baik, sehingga menimbulkan penyakit dan lain-lain, yang memperpendek umur secara jasmani.


  2. Tidak punya ukuran hasta.
    Ukuran hasta adalah ukuran Tabernakel/kerajaan sorga.
    Dulu Musa naik ke gunung Sinai, lalu Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga dan Ia perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel/Kemah suci. Ukurannya hasta.

    Keluaran 25: 10
    25:10. "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.

    Tidak punya ukuran hasta= tidak punya ukuran Tabernakel= tidak punya ukuran sorga= tidak punya ukuran yang rohani, berarti tidak bergairah dalam perkara rohani--dalam ibadah, pelayanan--sehingga rohaninya mulai kering--kering rohani; hidupnya tidak tenang tetapi letih lesu, beban berat, air mata. Kalau dibiarkan akan binasa di neraka. Ini berarti lebih rendah dari burung gagak.

    Burung gagak, mati, tidak masuk neraka. Tetapi manusia yang tidak punya ukuran rohani, akan masuk neraka--lebih rendah dari burung gagak.

Jadi supaya hidup kita lebih tinggi dari burung gagak, kita harus hidup dari iman.
Hidup dari iman= hidup dari firman Allah. Kita harus banyak menabur dan menuai firman Allah, artinya: kita mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman Allah.

Kaum muda, banyak aktivitas lain, tetapi jangan lebih rendah dari burung gagak! Mari banyak menabur dan menuai firman, sehingga firman menjadi iman di dalam hati.
Kalau hidup dari iman, berarti kita menambah sehasta pada jalan hidup kita. Ini sama dengan langkah-langkah iman; langkah-langkah yang menentukan masa depan yang indah di dunia sampai hidup kekal selamanya, dan masuk lumbung kerajaan sorga.

Oleh sebab itu perhatikan cara mendengar firman Allah! Artinya:

  • Kita mendengarkan firman Allah yang benar; benih/makanan yang benar.
  • Kita mendengar firman dengan sungguh-sungguh; dalam urapan Roh Kudus, supaya kita memiliki ukuran kerajaan sorga, sampai masuk kerajaan sorga.

Kuliah, pekerjaan harus diperhatikan, tetapi jangan lupa puncaknya yaitu perhatikan cara mendengar firman! Itu yang menentukan masa depan kita sampai masuk kerajaan sorga.

Jika kita memiliki ukuran hasta yaitu iman, kita akan dipakai dalam pembangunan Tabernakel secara rohani--dulu secara jasmani, satu hasta sama dengan satu tangan (kira-kira empat puluh lima sentimeter).
Tabernakel rohani= kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah, kaum muda harus melayani, kemudian dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, untuk masuk kerajaan sorga yang kekal--lebih dari burung gagak; kita masuk lumbung kerajaan sorga.
Karena itu harus punya ukuran hasta! Layani mulai dari nikah! Jangan jadi sandungan dalam nikah!

Lebih dipakai, hidup kita lebih terangkat. Jangan takut! Sungguh-sungguh! Yang jasmani sungguh-sungguh, yang rohani juga sungguh-sungguh! Semakin dipakai Tuhan, hidup kita semakin terangkat. Tuhan tidak pernah menipu kita semua.
Kita mau dipakai Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Di dalam Matius 21: 1-5, kegerakan Roh Kudus hujan akhir digambarkan dengan perjalanan Yesus yang terakhir ke Yerusalem.
Matius 21: 1-5
21:1. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
21:2. dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.
21:3. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."
21:4. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi:
21:5. "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor
keledai beban yang muda."

'keledai beban yang muda'= kaum muda.
Kegerakan Roh Kudus hujan akhir mengarah ke Yerusalam baru--dulu Yerusalem jasmani.
Sasaran Tuhan adalah kaum muda bangsa kafir--kaum muda bisa juga berarti orang tua yang selalu mau dibaharui oleh firman; seperti rajawali yang selalu membaharui bulu-bulunya.

Keledai muda ditunggangi Yesus menunjuk pada penyerahan diri sepenuh. Kalau tidak, jangankan ditunggangi, baru dipegang sudah marah.
Jadi langkah-langkah keledai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna adalah langkah penyerahan diri sepenuh.
Tanpa penyerahan diri sepenuh, tidak akan bisa dipakai Tuhan.

Contoh penyerahan diri sepenuh: Yesus.
Ada tiga tahap penyerahan diri sepenuh dari Yesus:

  1. Baptisan air.
    Penyerahan diri dimulai dari baptisan air.
    Matius 3: 13-17
    3:13. Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
    3:14. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
    3:15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
    3:16. Sesudah
    dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
    3:17. lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

    Yohanes Pembaptis tahu diri bahwa Yesus lebih tinggi dari dia.
    Di dalam baptisan air, Yesus MENYERAHKAN HARGA DIRI/GENGSI. Kalau mau melayani, tidak boleh ada gengsi.

    Yesus mau dibaptis oleh Yohanes Pembaptis sekalipun Ia lebih tinggi dari Yohanes.
    Praktik penyerahan harga diri/gengsi:


    • Mau mengaku dosa dan segala kekurangan kepada Tuhan dan sesama.
      Kepada Tuhan mungkin masih agak gampang karena tidak ada yang tahu. Tetapi kalau kepada sesama, gengsi.
      Mari, mulai belajar mengaku dosa pada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.


    • Mau mengakui pemakaian Tuhan terhadap orang lain. Jangan ada iri, persaingan dalam melayani Tuhan!
      Yesus mengakui bahwa Yohanes Pembaptis dipakai untuk membaptis, karena itu Ia mau dibaptis olehnya.


    • Berani menerima kenyataan yang ada di dalam hidupnya. Cita-cita A, tetapi dapatnya hanya B. Tetapi Tuhan bisa menolong kita. Tuhan tahu kita bisa jatuh kalau di A tersebut. Sungguh-sungguh!

      Jangan sombong! Ada yang sombong.

      "Ada hamba Tuhan ditanya: Berapa jemaat di sana, om? Waktu itu saya masih pengerja, juga sedikit secara jumlah. Tetapi dia jawab: Di tempat kami susah mendapatkan jiwa, kalau di Jawa gampang. Aneh jawabannya. Tidak sesuai dengan pertanyaannya."

      Seringkali kita tidak mau menerima kenyataan yang ada.


    Kalau ada penyerahan diri, hasilnya: langit terbuka, Roh Kudus turun bagaikan burung merpati.
    Artinya, Roh Kudus mengurapi kita sehingga kita bisa menuruti kehendak Tuhan yaitu hidup dalam kebenaran, ketulusan hati, dan kita dipakai menjadi senjata kebenaran--hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani dengan setia dan benar, dan kita berkenan pada Tuhan.

    Hari-hari ini kita menunggu pencurahan Roh Kudus--Pentakosta; salah satu hari raya.
    Roh Kudus dicurahkan supaya kita bisa hidup benar. Tanpa Roh Kudus kita tidak akan bisa hidup benar.


  2. Di Taman Getsemani.
    Markus 14: 32-36
    14:32. Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."
    14:33. Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,
    14:34. lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."
    14:35. Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
    14:36. Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki,
    melainkan apa yang Engkau kehendaki."

    Yesus bergumul supaya salib lalu dari pada-Nya, karena Ia tidak bersalah; Dia tunjukkan kehendak-Nya. Tetapi Dia menyerah.
    Ini adalah PENYERAHAN KEHENDAK DAN KEPENTINGAN DIRI SENDIRI LEWAT DOA PENYEMBAHAN.

    Tadi penyerahan gengsi/harga diri lewat baptisan air. Banyak orang yang tidak mau dibaptis. Sekarang menyerahkan kehendak sendiri lewat doa penyembahan.

    Ayat 34= selama kita masih mempertahankan kehendak dan kepentingan diri sendiri, yang timbul adalah perasaan kuatir, takut, susah, sedih, stres. Ini sama dengan memelihara duri-duri; selalu tertusuk duri, sampai kepalanya tertusuk duri. Di mana enaknya? Sebenarnya sudah cukup Yesus yang tertusuk duri.

    Contoh: Marta sibuk melayani dengan kehendak sendiri; tanpa iman.
    Lukas 10: 39-42
    10:39. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
    10:40. sedang
    Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
    10:41. Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan
    menyusahkan diri dengan banyak perkara,
    10:42. tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

    Karena itu dengar firman dulu, baru melayani.
    Marta sibuk melayani tetapi dengan kehendak dan kepentingan sendiri, tanpa firman Allah. Akibatnya: kuatir, susah, dan sedih. Kalau dibiarkan, akan binasa--lebih rendah dari burung gagak. Tuhan tidak lihat kesibukan dalam pelayanannya dulu, tetapi imannya dulu, supaya tidak lebih rendah dari burung gagak.

    Maria menyerahkan kehendak sendiri sehingga bisa menerima kehendak Tuhan/firman Allah; taat dengar-dengaran pada firman Tuhan. Berarti Maria melayani dengan iman.
    Karena itu perhatikan cara kita mendengar firman, itu yang menentukan semuanya di dunia ini! Bagaimana bisa?

    Dunia ini diciptakan oleh firman. Jadi hidup di dunia ditentukan oleh firman. Sangat salah kalau kita semangat melayani tetapi loyo saat firman disampaikan. Bahaya! Itu hanya melayani dalam duri-duri. Baru soal uang sudah kuatir, mana ada benarnya? Bukan dengan iman!
    Mulai dengan mendengar firman! Perhatikan cara mendengar firman!

    "Dari dulu saat saya tidak punya apa-apa, tinggalkan pekerjaan, disuruh ke mana-mana tidak diberi uang, tetapi harus bisa dengan iman. Tuhan yang bekerja."

    Hasilnya: ayat 42=


    • Menerima bagian yang terbaik. Bagian terbaik dalam hidup adalah firman. Firman mampu menjadikan semua baik dalam hidup kita. Percayalah! Ibadah baik, tetapi yang terbaik adalah saat mendengarkan firman.


    • 'tidak dapat diambil dari padanya'= kekal. Firman adalah kekal.


    Jadi firman adalah yang terbaik dan kekal.
    Lukas 22: 42-43
    22:42. "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
    22:43. Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

    Tadi lewat baptisan air, langit terbuka dan Roh Kudus turun atas kita, sehingga kita bisa hidup dalam ketulusan, dan dipakai menjadi senjata kebenaran.
    Sekarang lewat doa penyembahan, malaikat datang.
    Dulu malaikat turun, sekarang Roh Kudus dicurahkan kepada kita, untuk memberikan kekuatan kepada kita.

    Untuk apa Roh Kudus dicurahkan? Memberi kekuatan untuk meratakan gunung-gunung; mengalahkan segala rintangan dan halangan, sehingga kita tetap dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.
    Zakharia 4: 6-9
    4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
    4:7. Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau
    menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"
    4:8. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, demikian:
    4:9. "Tangan Zerubabel telah meletakkan dasar Rumah ini, dan tangannya juga akan menyelesaikannya. Maka kamu akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

    Mari banyak menyembah! Jangan menyerah kalah, tetapi menyerahkan kehendak diri kita kepada Tuhan.

    "Ada yang mau ibadah tetapi kena jadwal kuliah, jadi hanya bisa sedikit mengikuti ibadah. Saya suruh tetap datang, sambil berdoa supaya Tuhan buka jalan."

    Biar Tuhan menyelesaikan semua yang mustahil sehingga kita bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Ayat 7= 'indah'= kalau dipakai Tuhan hidup kita menjadi indah.

    Tadi, semakin dipakai semakin meningkat. Sekarang, dipakai Tuhan itu indah, bagus. Kalau terhalang, tidak bagus lagi. Berjuang lewat doa penyembahan, ditambah doa puasa. Jangan takut dan kuatir! Tuhan beserta kita. Kita dipakai dan hidup kita menjadi indah. Roh Kudus adalah janji Tuhan. Saat baptisan dan penyembahan ada Roh Kudus.


  3. Di kayu salib.
    Tadi lewat baptisan air, ada langit terbuka, Roh Kudus dicurahkan dan kita dipakai.
    Kemudian menyembah, kita menerima firman, dan ada kekuatan Roh Kudus untuk meratakan gunung. Ada halangan dan rintangan kita tetap dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, dan hidup kita semakin indah--'Bagus! Bagus sekali batu itu!'; ada peningkatan, terus indah sampai sempurna. Ada halangan dalam melayani, sulit untuk hidup benar dan tulus, biar Roh Kudus yang menolong.

    Filipi 2: 8-9
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    Tahap terakhir penyerahan Yesus adalah di kayu salib. Yesus taat sampai mati di kayu salib--PENYERAHAN DIRI SEPENUH.
    Ayat 9= langit terbuka dan Yesus naik ke takhta sorga untuk:


    • Menyediakan tempat bagi kita di sorga. Sesudah itu Dia akan datang kembali dan membawa kita ke tempat di mana Dia berada.
    • Mencurahkan Roh Kudus kepada kita, karena Ia tahu kelemahan kita.


    Kita harus taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Contoh: Abraham yang taat untuk mempersembahkan anaknya.
    Kalau pacar tidak sesuai firman, apa bisa diserahkan? Taat sampai daging tidak bersuara.

    Taat dengar-dengaran adalah tempatnya Roh Kudus.
    Kisah Rasul 5: 32
    5:32. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."

    Kalau taat, langit akan terbuka dan Roh Kudus dicurahkan.
    Apa yang Tuhan minta untuk kita sembelih? Sembelih menyonteknya, mungkin nilai jadi jelek, tapi taat.

    Kegunaan Roh Kudus: Roh Kudus mengadakan mujizat secara rohani yaitu membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari kuat teguh hati.
    Titus 3: 5
    3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Untuk menantikan kedatangan Tuhan kita harus kuat teguh hati.
    Kuat teguh hati artinya:


    • Tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar; mempertahankan iman, sehingga kita tetap hidup benar dan suci.
      Kita sering kalah melawan dosa. Kita sering ingin mendengar yang lain. Kita tidak sadar, tahu-tahu sudah jatuh karena pikiran diperdaya ular--seperti Hawa.

      Jangan mendengar yang tidak benar! Kalau tidak benar, apa gunanya? Jangan dibodohi! Kuat teguh hati hari-hari ini!
      Ajaran palsu dan dosa adalah satu. Kalau sudah kena ajaran palsu, kita akan diseret dalam dosa sampai puncaknya dosa.


    • Tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir; tetap percaya dan berharap Tuhan, seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.


    Kalau kuat teguh hati, hasilnya: mujizat jasmani juga terjadi, yaitu:
    1 Tawarikh 19: 13
    19:13. Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."


    • Roh Kudus berperang ganti kita, sehingga kita menang; semua masalah selesai.
    • Roh Kudus sanggup menjadikan semua baik, berhasil, dan indah, bahkan terbaik. Yakin!
      Mata masih melihat yang sulit, jangan takut, yang penting ikuti langkah penyerahan diri:


      1. Penyerahan gengsi, kita hidup benar dan jadi senjata kebenaran.
      2. Banyak menyembah Tuhan.
      3. Taat supaya Roh Kudus menjadikan kita kuat teguh hati.


    • Yohanes 16: 33
      16:33. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

      Yang ketiga
      : damai sejahtera. Roh Kudus memberi kemenangan atas dunia dengan segala pengaruhnya, sehingga kita tetap mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan, wajah berseri.


    • 1 Tesalonika 3: 13
      3:13. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

      Yang keempat: saat Yesus datang kembali Roh Kudus mengubahkan kita jadi sama mulia dengan Yesus; mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, sampai masuk lumbung kerajaan sorga/Yerusalem baru.

Sadari kelemahan kita! Siapa yang bisa menolong? Hanya Roh Kudus. Ini janji Tuhan. Mungkin tidak ada nilai rohani, sudah jatuh, mari, Roh Kudus yang menolong. Mungkin perkara jasmani, Roh Kudus yang menolong. Tidak tahu masa depan, biar Roh Kudus yang menolong.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 27-28 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palopo)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • 05 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Sore))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • 26 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top