English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 25 Januari 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Oktober 2008 (Senin Sore)
Pembicara: Sdr. Yakub

Matius 24: 26-27
= tanda...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Agustus 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 Februari 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28
9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran...

Ibadah Doa Surabaya, 11 April 2012 (Rabu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...

Ibadah Doa Malang, 30 Agustus 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Markus 12:1-12
12:1 Lalu Yesus mulai berbicara...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Maret 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11 berbicara tentang doa penyembahan.
Tuhan...

Ibadah Raya Malang, 30 Mei 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Doa Malang, 03 Mei 2018 (Kamis Sore)
Rekaman dari Ibadah di Melaka

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 4:23-24
4:23 Tetapi saatnya...

Ibadah Persekutuan di Semarang III, 21 September 2012 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:
I Korintus 3:9b
3:9b kamu adalah ladang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Oktober 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Maret 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 29 Agustus 2012 (Rabu Dini Hari)
Tema: Tersungkur di bawah kaki Tuhan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 11:3-5
11:3...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 26 Maret 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12:3-4
12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah...

Ibadah Raya Malang, 24 Maret 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang peniupan sangkakala yang kelima/...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Februari 2012 (Senin Sore)

Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
  1. ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea= menyangkal panggilan dan pilihan Tuhan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Januari 2012).

  2. ay. 71-72= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Nazaret= menyangkal Firman pengajaran yang benar dan menyangkal penggembalaan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 05 Februari 2012).

  3. ay. 73-74= Petrus menyangkal Yesus sampai mengutuk dan bersumpah.
Malam ini, kita membahas bagian III: PETRUS MENYANGKAL YESUS SAMPAI MENGUTUK DAN BERSUMPAH
Matius 26: 73-75
26:73. Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: "Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu."
26:74. Maka mulailah
Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Dan pada saat itu berkokoklah ayam.
26:75. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Petrus mengutuk, artinya, ia juga berada dalam suasana kutukan.

Galatia 3: 13
3:13. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Yesus sudah berkorban dan mati dikayu salib untuk meleapskan kita dari suasana kutukan dosa menjadi berkat Abraham.

Jadi, Petrus menyangkal Yesus sampai mengutuk dan bersumpah, artinya PETRUS MENOLAK SALIB (menghina korban Kristus).

Matius 16: 21-23
16:21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22. Tetapi
Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.
16:23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "
Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

= Yesus mau ke Yerusalem untuk disalibkan, tetapi Petrus menarik Yesus ke samping. Akibatnya, menjadi sama dengan iblis.
Jadi, TANPA SALIB, manusia siapapun sama seperti iblis dan hanya akan dibinasakan.

Yohanes 8: 44
8:44. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Iblis adalah bapa pembunuh dan pendusta.

Malam ini, kita pelajari IBLIS SEBAGAI BAPA PEMBUNUH.
1 Yohanes 3: 15
3:15. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

Membunuh= kebencian. Artinya: orang yang menolak salib= iblis= pembunuh= hidup dalam kebencian.

3 tempat dimana kebencian berada:
  1. tempat kebencian yang pertama: di dalam dunia.
    Yohanes 15: 18, 19, 23, 25
    15:18. "Jikalau dunia membenci(1) kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci(2) Aku dari pada kamu.
    15:19. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia
    membenci(3) kamu.
    15:23. Barangsiapa
    membenci(4) Aku, ia membenci(5) juga Bapa-Ku.
    15:24. Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka
    membenci(6) baik Aku maupun Bapa-Ku.
    15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi:
    Mereka membenci(7) Aku tanpa alasan.

    = 7x disebut tentang kebencian= 7 tingkatan kebencian sampai membenci tanpa alasan.

    Angka 7= pelita emas dengan 7 lampu yang menyala.
    Kalau ada 7 tingkat kebencian, artinya 7 lampu pada pelita emas padam= kegelapan yang sempurna.

    MENGHADAPI KEBENCIAN DALAM DUNIA, GEREJA TUHAN HARUS TAMPIL SEBAGAI PELITA EMAS YANG MENYALA DENGAN 7 LAMPUNYA (sebagai saksi).

    Pelita emas ini dibuat dari emas yang ditempa (harus menerima salib).

    Sudah ada pelita emasnya, masih ada sumbunya lagi. Dan sumbu ini harus dibakar (juga merupakan proses salib).

    Jadi, MENGHADAPI KEBENCIAN HANYA BISA DENGAN KESAKSIAN.

    Yohanes 15: 26-27
    15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
    15:27.
    Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

    Bersaksi= memancarkan terang bagi dunia yang gelap= membawa orang lain untuk masuk pintu gerbang kerajaan Surga (untuk percaya Tuhan dan masuk dalam pengajaran yang benar/pembangunan tubuh Kristus).

    Isi kesaksian, yaitu:

    • Markus 5: 19
      5:19. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"

      Isi kesaksian yang pertama: menceritakan segala sesuatu yang Tuhan lakukan pada kita (bukan yang kita lakukan buat Tuhan) lewat pekerjaan Firman pengajaran yang benar dan belas kasih Tuhan= kesaksian lewat perkataan.

    • Efesus 5: 8-19
      5:8. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
      5:9. karena terang hanya berbuahkan
      kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

      Isi kesaksian yang kedua: kesaksian lewat perbuatan terang.

      Terang hanya berbuah:

      1. kebaikan= tidak pernah merugikan orang dan menolong orang lain, bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan.
      2. keadilan= tidak memihak dan hanya memihak Tuhan.

    Kalau menjadi kesaksian, hidup kita akan terang dan kita memiliki masa depan yang indah.

    Kalau tidak menjadi kesaksian, kehidupan itu akan menjadi sandungan. Dan ini sama dengan dosa babel, hidupnya tidak indah, bahkan masuk dalam dosa babel.

    Matius 18: 6
    18:6. "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

    'menyesatkan'= menyandung (dalam bahasa aslinya).

    Wahyu 18: 21
    18:21. Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

  2. tempat kebencian yang kedua: di dalam pengggembalaan.
    Seharusnya kebencian tidak terjadi dalam penggembalaan. Tetapi kalau tidak hati-hati, kebencian juga bisa masuk dalam penggembalaan.

    Kejadian 37: 2-5, 9
    37:2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
    37:3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
    37:4. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka
    bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
    37:5. Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah
    mereka lebih benci lagi kepadanya.
    37:9. Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak
    matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."

    Kebencian dalam penggembalaan/ladang Tuhan, karena:

    • jubah maha indah= karunia-karunia Roh Kudus,
    • mimpi= pembukaan rahasia Firman, terutama tentang mempelai (ay. 9: 'matahari, bulan dan bintang'= dimiliki oleh mempelai wanita).

    Kejadian 37: 31-33
    37:31. Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.
    37:32. Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan kepada ayah mereka dengan pesan: "Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak bapa atau tidak?"
    37:33. Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: "Ini jubah anakku;
    binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam."

    Kalau dalam penggembalaan ada kebencian, maka yang ada bukan domba, tetapi binatang buas.

    MENGHADAPI KEBENCIAN DALAM PENGGEMBALAAN, JUBAH HARUS DICELUP DALAM DARAH= menghargai korban Kristus= rela mengalami salib (sengsara daging bersama Yesus).

    JANGAN MENANGGALKAN JUBAH MAHA INDAH!
    Selama kita menghargai korban Kristus, kita tidak akan menukarkan jubah yang indah dengan apapun dan kita tidak akan melepas jubah karena apapun.

    Kalau menanggalkan jubah, kita akan telanjang dan akan dimangsa oleh binatang buas (dalam bentuk dosa sampai puncaknya dosa dan ajaran palsu).

    Proses jubah dicelup dalam darah Yesus:

    • Darah penebusan (mezbah korban bakaran).
      1 Petrus 4: 1-2
      4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
      4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi
      menurut kehendak Allah.

      = kita sengsara daging untuk BERHENTI berbuat dosa dan hidup dalam kebenaran (hidup menurut kehendak Tuhan).

      Kalau kita hidup dalam kebenaran, binatang buas tidak bisa menerkam kita.

    • percikan darah.
      2 Korintus 4: 16-17
      4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
      4:17. Sebab
      penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

      = sengsara daging TANPA dosa,sehingga kita mengalami keubahan hidup/kemuliaan Tuhan (buli-buli tanah liat menjadi buli-buli emas berisi manna).

      Keubahan hidup dimulai dengan tidak tawar hati, tetapi kita menjadi kuat dan teguh hati (selalu taat dengar-dengaran pada Tuhan apapun resiko yang kita hadapi).

      Kalau taat dengar-dengaran, ada kuasa Nama Yesus untuk mengalahkan setan tritunggal.

    Kalau mempertahankan yang tidak benar (jubah tidak mau dicelup dalam darah), benih kebencian akan ada dalam kehidupan itu, bahkan sampai kebencian tanpa alasan.

    Wahyu 21: 5-6
    21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
    21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "
    Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

    Kalau taat dengar-dengaran, kita akn terus diubahkan sampai menjadi sama dengan Tuhan.
    'Semuanya telah terjadi'= pembaharuan sudah selesai.

    Wahyu 22: 3-4
    22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    22:4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.


    = kita melayani di tahta Tuhan selama-lamanya dan kita memandang wajahNya dan namaNya tertulis di dahi kita. Kita menjadi milik Tuhan untuk selama-lamanya dan Tuhan menjadi milik kita selama-lamanya. Tidak ada yang bisa mengganggu gugat.

  3. tempat kebencian yang ketiga: di dalam nikah rumah tangga.

    Markus 13: 12-13
    13:12. Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
    13:13.
    Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

    Matius 24: 12-13
    24:12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
    24:13. Tetapi
    orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

    'bertahan'= bertahan dalam kasih, supaya kasihnya tidak merosot.

    MENGHADAPI KEBENCIAN DALAM NIKAH RUMAH TANGGA, HARUS BERTAHAN DALAM KASIH ALLAH.

    1 Korintus 13: 1-4, 6-8
    13:1. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
    13:2. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku
    tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
    13:3. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku
    tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
    13:4. Kasih itu
    sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
    13:6. Ia
    tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
    13:7. Ia
    menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
    13:8.
    Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

    ay. 1-3= kasih itu yang terutama.
    'sabar'= sabar menunggu waktu Tuhan.
    'murah hati'= selalu berbuat baik.

    Kasih Allah Bapa= sabar dan murah hati.

    Kasih Anak Allah= bersukacita karena kebenaran, menutupi segala sesuatu (tidak menyebarkan kesalahan orang dan membeberkan kehebatan sendiri), dan percaya segala sesuatu.

    Kasih Allah Roh Kudus= mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu dan kekal.

    Kalau ada buah kasih, rumah tangga akan bahagia sampai kekal.
Sumber dan kegunaan kasih:
  1. Matius 26: 75
    26:75. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

    Sumber yang pertama: dari Firman Allah.
    Petrus menyesal dan menerima kasih Allah (tidak mau berbuat dosa lagi).

    Mazmur 97: 10
    97:10. Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.

    Mestinya Petrus binasa, tetapi karena ada kokok ayam (Firman penggembalaan), ia masih bisa diselamatkan.

    Kalau membenci dosa, berarti kita mengasihi Tuhan. Dan kasih Allah mampu menyelamatkan nyawa kita. Kalau nyawa diselamatkan, kehidupan kita juga pasti dipelihara sekalipun ditengah kesulitan dunia dan memberi masa depan yang indah.

    JAUHI DOSA DAN BENCI DOSA!

  2. Roma 5: 5
    5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Sumber kedua: dari Roh Kudus, sehingga kita tidak putus asa/kecewa, tetapi kita selalu damai sejahtera.
    Kalau hati damai, setan akan dikalahkan.

    JAGA HATI DAMAI!

    Roma 16: 20
    16:20. Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

    Kalau setan dikalahkan, segala masalah diselesaikan sampai masalah yang mustahil.

  3. sumber ketiga: dari korban Kristus.
    Kolose 3: 14
    3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    = kita masuk dalam kesatuan nikah (kesempurnaan tubuh Kristus) untuk menyambut kedatangan Yesus di awan-awan yang permai.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top