English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 25 Februari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 29 Mei 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Juli 2011 (Minggu Sore)
Tema Ibadah Persekutuan di Jerman
Tema: "40"
Dalam Alkitab, angka 40 mempunyai arti yang penting, yaitu penamatan daging dengan segala keinginan...

Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang V, 29 Juli 2011 (Jumat Sore)
Tema: "Mempelai datang, songsonglah Dia"
Matius 25:6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

= satu-satunya berita...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Mei 2017 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Raya Malang, 03 Februari 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:12
8:12 Lalu malaikat yang keempat...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 06 Agustus 2009 (Kamis Malam)
Yohanes 4:23-24
Doa penyembahan yang benar harus didorong oleh kebenaran dan roh.
Kebenaran= firman Tuhan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 September 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Medan IV, 23 Juni 2010 (Rabu Sore)
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Maret 2009 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 5:38-48, merupakan hukum yang keempat dari 10 hukum...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Maret 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 24 Mei 2012 (Kamis Sore)
Matius 27 dalam susunan tabernakel terkena kepada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/ tutup...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Agustus 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Januari 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Februari 2020 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Kita sudah mempelajari Wahyu 11: 1: tentang ukuran Tuhan. Firman penggembalaan--tongkat pengukur--mengukur dan meningkatkan kehidupan rohani kita sampai memenuhi ukuran Tuhan, yaitu daging tidak bersuara lagi--tirai terobek--; sama dengan kesempurnaan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 24 Januari 2020).

Kalau memenuhi ukuran Tuhan, mulai sekarang kita akan mengalami tutupan pendamaian, artinya pemeliharaan dan perlindungan Tuhan sampai di awan-awan yang permai; kita menyatu dengan Dia selamanya; tutup dan peti menyatu selamanya, tidak terpisah lagi, kemudian masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai Yerusalem baru.

Tetapi kalau tidak memenuhi ukuran--daging masih bersuara; tidak mencapai kesempurnaan--, ia harus masuk masa antikris; aniaya antikris selama empat puluh dua bulan/tiga setengah tahun (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2020).
Wahyu 11: 2
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

Ada dua kemungkinan yang terjadi pada masa aniaya antikris:

  1. Kemungkinan terbesar adalah menyembah antikris karena tidak tahan dengan siksaan. Ia menyangkal Yesus. Ia tidak disiksa tetapi menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selamanya.


  2. Kemungkinan kecil adalah tetap menyembah Yesus sehingga mengalami siksaan yang sangat dahsyat sampai dipancung kepalanya--daging tidak bersuara lagi; berarti memenuhi ukuran dari Tuhan. Dan saat Yesus datang kembali ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan untuk mengalami tutupan pendamaian di awan-awan yang permai sampai masuk kerajaan sorga yang kekal.

Jadi kalau masuk aniaya antikris bukan berarti Tuhan jahat, tetapi masih diberi kesempatan satu kali lagi untuk bisa memenuhi ukuran Tuhan.
Kita harus sungguh-sungguh!

Siapa yang masuk aniaya antikris bahkan menjadi sama dengan antikris? Kehidupan yang berada di pelataran--'kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar'.
Dulu, Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepada Musa, lalu Ia perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel, supaya di bumi sama seperti di sorga.

Tabernakel terdiri dari tiga ruangan:

  1. Halaman/pelataran--kebenaran.
    Ini adalah kehidupan yang selamat dan diberkati Tuhan sebagai hasil dari firman penginjilan.
  2. Ruangan suci--kesucian.
  3. Ruangan maha suci--kesempurnaan.

Ruangan suci dan ruangan maha suci adalah hasil dari pekerjaan firman pengajaran yang benar.
Jadi, kehidupan yang masuk aniaya antikris bahkan menjadi sama dengan antikris adalah hamba/pelayan Tuhan yang hanya menerima firman penginjilan tetapi menolak firman pengajaran yang benar.

Ibrani 4: 12-13
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua sama dengan firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus.
Doakan dalam setiap ibadah supaya pemberita firman berada dalam urapan Roh kudus, bukan emosi dan lain-lain, dan yang mendengar juga dalam urapan Roh Kudus.

Ayat 12= firman pengajaran= Tumim; kalau diterima akan menjadi pedang penyucian, kalau ditolak menjadi pedang penghukuman.
Ayat 13= urapan Roh Kudus--terang ('tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi'); tajam--= Urim.

Jadi firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua sama dengan URIM DAN TUMIM yang ada di atas jantung Imam Besar--dulu Harun, sekarang Tuhan Yesus sendiri.
Keluaran 28: 30
28:30. Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.

Urim dan Tumim ini tidak diketahui terbuat dari apa, tetapi bisa diterangkan di kitab Ibrani, yaitu firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus; sama dengan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai. Inilah ayat menerangkan ayat dalam alkitab.

"Satu waktu kami diundang ibadah natal di pulau lain. Walikotanya ikut mendengarkan firman, saya menerangkan: 'Firman pengajaran adalah ayat menerangkan ayat dalam alkitab.' Setelah selesai ibadah, dia pidato: 'Memang betul. Apa yang bisa menerangkan firman kecuali pasal dalam alkitab?' Itu yang nomor satu dia tertarik. Dia bisa menerima."

Di atas gunung Musa menerima sepuluh hukum Allah--kasih (pengajaran mempelai)--dan Tabernakel (pengajaran Tabernakel). Inilah firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Kalau di dalam sidang jemaat ada pemberitaan Urim dan Tumim; firman yang sungguh-sungguh menunjukkan dosa yang tersembunyi, berarti di situ ada belas kasih Tuhan kepada kita manusia berdosa, supaya kita jangan sampai binasa--Urim dan Tumim diletakkan di atas jantung Imam Besar.
Mari, tandai setiap detak jantung kita dengan penyucian--Urim dan Tumim.

Jadi, kehidupan yang berada di pelataran adalah kehidupan yang menolak penyucian, sehingga ia tidak diukur oleh Tuhan karena sorga adalah kesucian dan kesempurnaan. Tuhan tolong kita semua.
Malam ini, mari terima pedang firman untuk memenuhi ukuran Tuhan.

Ada tiga hal yang disucikan lewat Urim dan Tumim--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--:

  1. 1 Samuel 14: 40-45
    14:40. Kemudian berkatalah ia kepada seluruh orang Israel: "Kamu berdiri di sebelah yang satu dan aku serta anakku Yonatan akan berdiri di sebelah yang lain." Lalu jawab rakyat kepada Saul: "Perbuatlah apa yang kaupandang baik."
    14:41. Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, Allah Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel, tunjukkanlah kiranya Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim." Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput.
    14:42. Kata Saul: "Buanglah undi antara aku dan anakku Yonatan." Lalu didapati Yonatan.
    14:43. Kata Saul kepada Yonatan: "Beritahukanlah kepadaku apa yang telah kauperbuat." Lalu Yonatan memberitahukan kepadanya, katanya: "Memang, aku telah merasai sedikit madu dengan ujung tongkat yang ada di tanganku. Aku bersedia untuk mati."
    14:44. Kata Saul: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus mati."
    14:45. Tetapi rakyat berkata kepada Saul: "Masakan Yonatan harus mati, dia yang telah mendapat kemenangan yang besar ini di Israel? Jauhlah yang demikian! Demi TUHAN yang hidup, sehelai rambutpun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi! Sebab dengan pertolongan Allah juga dilakukannya hal itu pada hari ini." Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan, sehingga ia tidak harus mati.

    Saat perang ada ketentuan tidak boleh makan apapun, lalu Yonatan merasai madu sedikit setelah menang besar, sehingga Tuhan tidak menjawab doa Israel.

    Yang pertama: Urim dan Tumim menyucikan perbuatan dosa sampai sekecil-kecilnya yang dianggap biasa--lebih hari lebih detail lagi.

    Dosa apa yang dianggap biasa?


    • Dosa tidak beribadah. Malah hamba Tuhan juga biasa saja kalau tidak berkhotbah/beribadah.
      Ibrani 10: 25
      10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

      "Setelah selesai ibadah natal di luar pulau yang tadi, saya memberikan majalah manna kepada walikotanya, dia baca, lalu dalam sambutannya dia berkata bahwa dia baru mengerti setelah membaca majalah manna: 'Tidak beribadah itu berdosa lho, saudara.' Di situ daerah kristen. Saya senang."

      Karena gembala sudah tidak merasa berdosa kalau tidak beribadah, maka jemaat juga otomatis mengikuti.


    • Dusta.
      Amsal 12: 19
      12:19. Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.

      Kalau berdusta, seperti ada perlindungan dari Setan, tetapi setelah itu binasa dalam sekejap mata. Tidak boleh main-main!


    Inilah 'ujung tongkat'--'aku telah merasai sedikit madu dengan ujung tongkat yang ada di tanganku'--, yaitu dosa-dosa kebiasaan.

    Dulu waktu Urim dan Tumim bekerja, Yonatan mengaku.
    Sekarang, jika pedang firman bekerja untuk menunjuk dosa-dosa kita, maka kita harus mengaku dosa-dosa kita kepada Tuhan dan sesama apapun resikonya--Yonatan sampai rela mati. Ini yang penting!
    Setelah Yonatan mengaku, ternyata dituliskan: 'sehelai rambutpun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi', karena Urim dan Tumim ada di atas jantung Imam Besar, berarti kita mendapat belas kasih Yesus Imam Besar sehingga segala dosa diampuni, dan kita tidak dihukum, malah dibela--dilindungi dan dipelihara.

    Penyucian dosa sampai sekecil-kecilnya dimulai dari nikah--tadi Saul dan anaknya--, mungkin suami merasa biasa kalau membentak istri atau berdusta kepada istri soal uang dianggap biasa, jangan, semua harus disucikan, begitu juga antara anak dan orang tua, kakak adik, kemudian dalam penggembalaan dan antar penggembalaan juga disucikan, sampai tubuh Kristus yang sempurna. Kita bagaikan beralih dari anggur asam yang pahit--akibat dosa--menjadi makan madu yang manis--kemanisan dalam rumah tangga, penggembalaan, dan fellowship, sampai yang termanis kita menyambut kedatangan Yesus di awan-awan yang permai.

    Kalau mempertahankan yang pahit, tidak mungkin kuat, pasti ke sana ke mari dalam nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan.


  2. Nehemia 7: 64-65
    7:64. Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.
    7:65. Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim.

    Yang kedua: Urim dan Tumim menyucikan ibadah pelayanan.

    Tadi penyucian secara pribadi dari perbuatan dosa, sekarang penyucian dalam ibadah pelayanan--jabatan imam; tahbisan.
    Istilah 'tidak tahir' ini untuk penyakit kusta.

    Penyucian kusta sama dengan penyucian dari kebenaran sendiri--putih tetapi kusta.
    Kebenaran sendiri adalah


    • Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan.
    • Menutupi dosa dengan pura-pura berbuat baik.
      Hati-hati, kalau orang tidak benar tetapi berbuat baik, berarti pura-pura baik untuk menutupi yang tidak benar. Harus benar dulu, baru baik, itu yang dari Tuhan.


    Kalau ada kebenaran sendiri akan ada kepentingan sendiri--egois--dan kehendak sendiri sehingga tidak taat pada kehendak Tuhan yaitu alkitab/pengajaran yang benar.

    Kalau belajar dari Petrus dan kawan-kawan, kehendak Tuhan adalah dari penjala ikan mereka diangkat menjadi penjala manusia, tetapi setelah Yesus mati mereka kembali lagi menjadi penjala ikan. Jelas ini merupakan kebenaran, kepentingan, dan kehendak sendiri.
    Yohanes 21: 3
    21:3. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

    (terjemahan lama)
    21:3. Maka kata Simon Petrus kepada mereka itu, "
    Aku hendak pergi menangkap ikan." Maka sahut mereka itu kepadanya, "Kami pun hendak pergi besertamu." Maka pergilah mereka itu berperahu; maka pada malam itu suatu pun tiada yang didapatinya.

    'Aku hendak'= kehendak sendiri.
    Orang yang egois hanya menggunakan logika, tidak pernah menggunakan iman, sampai melawan kehendak Tuhan.

    Hati-hati, banyak kali manusia susah untuk mengikuti roh taat, tetapi kalau roh tidak taat cepat sekali--'Kami pergi juga dengan engkau'. Bahaya! Mengapa demikian? Karena ada kebenaran, kepentingan, dan kehendak sendiri. Tidak sadar sudah jauh dari Tuhan.
    Sebenarnya kalau ada pelanggaran, kita minta ampun, selesaikan, baru bisa kembali pada kehendak Tuhan.

    Yohanes 21: 3, 7
    21:3. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
    21:7. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

    Kalau tidak taat, akibatnya: gagal--tidak bisa menangkap apa-apa; tidak berubah hidupnya; tidak berbuah--, dan telanjang--dagingnya kelihatan, artinya hanya mengikuti keinginan dan hawa nafsu daging; hanya berbuat dosa sampai dipermalukan, tidak dipermuliakan. Binatang buas suka dengan daging, berarti kalau dagingnya kelihatan ia akan diterkam antikris, karena itu ia harus berhadapan dengan antikris. Kita harus hati-hati.

    Tetapi secepatnya kita taat, kita akan berhasil.
    Yohanes 21: 4-6, 11
    21:4. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
    21:5. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "
    Tidak ada."
    21:6. Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu
    mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
    21:11. Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar:
    seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

    Ayat 5= jujur mengaku kalau sudah gagal.
    Biar kita disucikan dengan Urim dan Tumim dari tahbisan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, yang membuat gagal dan telanjang--tidak taat. Kita mengaku dosa, diampuni, jangan berbuat dosa lagi, dan taat dengar-dengaran apapun resikonya--siang hari di pinggir pantai disuruh menebarkan jala. Tidak masuk akal, tetapi kalau taat bisa menangkap 153 ekor ikan.

    153 ekor ikan= 1+5+3= 9= tangan belas kasih dan anugerah Tuhan yang menolong kita.
    Dalam kegagalan mari mengaku dosa, diampuni, tinggalkan dosa, kemudian belajar taat dengar-dengaran apapun resikonya sampai daging tidak bersuara.

    Hasilnya: tangan belas kasih Tuhan Imam Besar sanggup menjadikan hidup kita berhasil dan indah pada waktunya.

    Inilah penyucian oleh Urim dan Tumim: penyucian secara pribadi dan rumah tangga dari dosa kecil-kecil. Selesaikan semua, supaya sehelai rambut tidak jatuh, artinya ada pembelaan Tuhan dan kemanisan dalam rumah tangga.
    Kemudian penyucian tahbisan sehingga ada keberhasilan dalam pelayanan; hidup kita berhasil dan indah, bukan gagal dan telanjang. Tidak boleh ada lagi kebenaran, kepentingan, dan kehendak sendiri! Ikuti kehendak Tuhan! Tangan kasih karunia yang besar akan membela kita dan membuat semua berhasil dan indah pada waktunya.


  3. Yosua 7: 11, 16-21
    7:11. Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya.
    7:16. Keesokan harinya bangunlah Yosua pagi-pagi, lalu menyuruh orang Israel tampil ke muka suku demi suku, maka didapatilah suku Yehuda.
    7:17. Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum-kaum Yehuda, maka didapatinya kaum Zerah. Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum Zerah, seorang demi seorang, maka didapatilah Zabdi.
    7:18. Ketika disuruhnya keluarga orang itu tampil ke muka, seorang demi seorang, maka didapatilah Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda.
    7:19. Berkatalah Yosua kepada Akhan: "Anakku, hormatilah TUHAN, Allah Israel, dan mengakulah di hadapan-Nya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku."
    7:20. Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
    7:21. aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."

    Sementara ada kegerakan besar--mengalahkan Yerikho--, sekarang artinya kegerakan Roh Kudus hujan akhir, Akhan muncul. Hati-hati!

    Yang ketiga: Urim dan Tumim menyucikan hati yang penuh dengan keinginan jahat dan najis.

    Keinginan jahat= keinginan akan uang, sehingga manusia mencuri. Apa yang dicuri? Emas dan perak, itulah milik Tuhan.
    Yosua 6: 24
    6:24. Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.

    Akhan mencuri milik Tuhan--sekarang persepuluhan dan persembahan khusus. Hati-hati! Justru dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--dulu perjalanan terakhir bangsa Israel ke Kanaan--terjadi pencurian, yaitu mencuri milik Tuhan (persepuluhan dan persembahan khusus).

    Akibatnya: tidak ada lagi kesempatan, karena ini merupakan etape terakhir--bersalah di zaman Allah Bapa masih ada zaman Anak Allah, zaman Anak Allah masih ada zaman Allah Roh Kudus, kalau di zaman Allah Roh Kudus berbuat dosa, sudah tidak ada kesempatan lagi. Hati-hati!

    Keinginan najis= percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan.
    Ini semua harus disucikan. Di zaman akhir sudah tidak ada pengampunan lagi!

    Setan menyerang kegerakan hujan akhir karena ia tahu tidak ada kesempatan untuk memperbaiki diri lagi, sampai binasa selamanya. Ini yang harus kita pikirkan sungguh-sungguh!
    Jangan ikuti pikiran daging--egois/kepentingan daging dan lain-lain! Tuhan tolong kita semua.

    Saat Urim dan Tumim bekerja, saat itulah kedua sayap burung nasar mulai bertumbuh.
    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Firman dan Roh Kudus--Urim dan Tumim--adalah kedua sayap dari burung nasar yang besar.

    Setiap kali kita disucikan dari tiga hal di atas: pribadi, tahbisan, dan keinginan jahat/najis, kita akan mengalami naungan sayap burung nasar yang semakin besar sampai maksimal untuk menyingkirkan kita ke padang gurun selama tiga setengah tahun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Di sana kita menantikan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Kedua sayap dari burung nasar yang besar sama dengan uluran tangan belas kasih Tuhan yang memeluk kita. Jangankan dijamah antikris, dilihatpun tidak bisa. Sementara yang tidak memenuhi ukuran; tidak mau mengalami penyucian harus berjuang lewat masa antikris.

    Lebih baik sekarang kita berjuang. Penginjilan sangat penting, tetapi tingkatkan pada pengajaran. Kita sudah selamat dan diberkati, lalu mau apa? Harus terus menyeberang lewat pengajaran, supaya kerohanian kita terus bertumbuh sampai dewasa rohani/sempurna. Sayap harus berkembang!

Proses perkembangan kedua sayap burung nasar:

  1. Harus mengalami penyucian oleh Urim dan Tumim yang semakin meningkat, sampai tidak ada lagi keinginan jahat dan najis; berarti kita sempurna seperti Yesus.
    Praktik sehari-hari:


    1. Kisah Rasul 20: 33, 35
      20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
      20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

      Praktik pertama: lebih bahagia memberi dari pada menerima.


    2. Mazmur 84: 11
      84:11. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

      Praktik kedua: mengutamakan Tuhan/ibadah pelayanan lebih dari semua.

      Kita tetap bekerja dan sekolah yang keras, tetapi tetap mengutamakan Tuhan/ibadah pelayanan lebih dari semua.

      Inilah bukti penyucian oleh Urim dan Tumim sampai tidak ada keinginan lagi. Mau beribadah, semangat.


    3. 1 Petrus 3: 17
      3:17. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

      Praktik ketiga: lebih baik menderita karena kehendak Tuhan untuk tidak berbuat dosa, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.


    Hasilnya: tangan belas kasih Tuhan yang besar sanggup menjadikan semua baik dalam hidup kita.


  2. Ulangan 32: 11-12
    32:11. Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
    32:12. demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

    Proses kedua: harus mengalami ujian yang Tuhan izinkan yaitu sengsara daging karena Yesus; sengsara daging tanpa dosa--mengalami salib.
    Bentuknya: doa semalam suntuk, doa puasa, difitnah, ibadah dan sebagainya.

    Apa maksudnya ada ujian-ujian sekalipun kita sudah disucikan? Supaya kita hanya berharap sepenuh kepada Tuhan; tidak berharap pada yang lain; kita hanya mengandalkan Tuhan--sayap sudah besar. Biar Dia yang bekerja. Kita hanya menyerah sepenuh.


  3. Matius 24: 28
    24:28. Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."

    Bangkai adalah makanan burung nasar.

    Proses ketiga: kita harus makan bangkai, yang menunjuk pada kurban Kristus, artinya: kita harus menghargai kurban Kristus sehingga kita mendapatkan kekuatan baru yaitu menjadi kuat teguh hati: tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan menghadapi apapun tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, dan tetap menyembah Tuhan.

    Ini adalah tahun penyembahan. Kalau kita terpaksa menyembah Tuhan, nanti akan dipaksa pada zaman antikris. Lebih baik sekarang banyak menyembah Tuhan apapun yang kita hadapi baik saat diberkati terutama dalam pencobaan.

    Contoh dan hasilnya:


    1. Kisah Rasul 27: 22, 34
      27:22. Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.
      27:34. Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."

      Waktu itu kapal rasul Paulus dihantam gelombang dan baru makan pada hari keempat belas, itulah makanan Paskah/perjamuan suci.

      Yang pertama: saat menghadapi gelombang di tengah lautan kita makan perjamuan suci sehingga hanya menyembah Tuhan, dan Dia mengulurkan tangan kasih karunia-Nya yang besar.

      Hasilnya: tidak kehilangan sehelai rambutpun.
      Artinya: kita kecil tidak berdaya tetapi selalu dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan mulai dari sekarang sampai nanti zaman antikris berkuasa.

      Malam ini kalau sudah mulai lemah, masih ada perjamuan suci, kuat lagi, tetap menyembah apapun yang dihadapi. Percayalah, uluran tangan Tuhan mampu menolong kita.


    2. Daniel 3: 16-18, 24-25
      3:16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
      3:17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
      3:18. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
      3:24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
      3:25. Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

      Yang kedua: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap kuat teguh hati untuk menyembah Tuhan.
      Mereka menghadapi api yang dipanaskan tujuh kali--pencobaan yang semakin meningkat sampai zaman antikris berkuasa di bumi.

      Hasilnya: tangan kasih Tuhan sanggup untuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil tepat pada waktunya, memberikan masa depan yang berhasil dan indah, memakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, dan sanggup untuk menyempurnakan kita--menyucikan dan mengubahkan sampai sempurna seperti Yesus. Kita tidak salah dalam perkataan, kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya.

Apapun yang kita hadapi tetap kuat teguh hati. Kita hanya mengulurkan tangan dan Dia akan mengulurkan tangan-Nya kepada kita; sayap burung nasar akan menolong kita semua.
Mungkin kita bertanya-tanya: Kenapa tidak ditolong? Tetap kuat teguh hati. Yang sudah diberkati, jangan terlena dalam berkat tetapi tetap menyembah Tuhan sampai Dia mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.

Menghadapi godaan, pencobaan, kemustahilan, berkat Tuhan, tetap kuat teguh hati. Kita hanya mengandalkan kedua sayap burung nasar--tangan kasih Tuhan yang besar.
Janji kepada Tuhan dan diri sendiri: Saya tidak akan mundur setapakpun; saya hanya menyembah Engkau sampai waktunya Tuhan tiba bagiku.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top