English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Kartika Graha III, 29 April 2010 (Kamis Sore)
Yohanes 1:29
Tema: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Ini merupakan...

Ibadah Doa Surabaya, 04 September 2013 (Rabu Sore)
PENDAHULUAN KITAB WAHYU

Kitab Wahyu yang terdiri dari 22 pasal adalah kitab yang terakhir dari Alkitab. Dalam susunan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Oktober 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juni 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:3-44 adalah tentang 7 nubuat.
Matius 24:32-36 adalah nubuat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Desember 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 36-44
Kita harus senantiasa berjaga-jaga.
ay. 43-44= berjaga-jaga dikaitkan dengan pencuri datang.

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 November 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Agustus 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Oktober 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Malang, 16 April 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 14 Januari 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:14-15
2:14 Tetapi jawabnya: "Siapakah...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Jakarta III, 24 November 2010 (Rabu Sore)
Tema "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan...

Ibadah Raya Malang, 29 Maret 2009 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Salah satu arti dari 'Hermon' adalah mulia....

Ibadah Doa Malang, 17 Desember 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:4-8 tentang salam kepada ketujuh jemaat.

Wahyu 1:4-5
1:4 Dari...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 27 November 2013 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 27:16
27:16 tetapi untuk pintu gerbang pelataran...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Februari 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 1
4:1. Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

Bunyi sangkakala terdengar, sekarang adalah pemberitaan firman pengajaran yang keras, yang diulang-ulang; sama dengan pemberitaan firman penggembalaan.

Pada saat pemberitaan firman penggembalaan, akan terjadi 3 hal:

  1. 'Naiklah..'= peningkatan rohani,
  2. 'Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini' = kita mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi; terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali--tentang nubuatan.


  3. Pintu sorga terbuka.

Firman penggembalaan itu makanan. Jadi harus dinikmati. Kalau tidak, bukannya naik tetapi akan turun ke bawah; seperti Firaun dan Korah yang ditelan bumi. Nanti zaman antikris, bumi juga akan menelan kemarahan antikris dan orang-orang di bumi akan tersiksa--karena melawan firman penggembalaan. Tetapi kalau kita menikmati firman penggembalaan, maka kita bisa mengalami 3 hal di atas.

Sebenarnya, dalam perjanjian lama, pintu sorga sudah terbuka saat Yakub lari dari Esau--harus tinggalkan ayah ibunya--, dan dia bermimpi.

Kejadian 28: 10-12, 16-18, 22
28:10. Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
28:11. Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
28:12. Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah
tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
28:16. Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
28:17. Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini
pintu gerbang sorga."
28:18. Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
28:22. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini
akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Yakub bermimpi pintu gerbang sorga terbuka, yang ternyata sama dengan rumah Allah. Oleh sebab itu, Yakub mendirikan rumah Allah dari batu yang dituangi minyak--sederhana sekali.

Sekarang, rumah Allah ini secara rohani, itulah tubuh Kristus. Jadi, pintu gerbang sorga terbuka artinya kita harus masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
Selama masih ada pelayanan pembangunan tubuh Kristus, maka pintu gerbang sorga masih terbuka--siapapun masih bisa masuk. Luar biasa! Atau sebaliknya, untuk bisa masuk pintu gerbang sorga--masuk sorga--, maka kita harus masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--mulai dari nikah dan penggembalaan.

Kalau ada orang najis, bawa masuk ke pintu gerbang sorga, selama masih ada pembangunan tubuh Kristus. Kalau tubuh Kristus sudah selesai, pintu gerbang sorga sudah tertutup. Di luar tubuh, tidak bisa masuk pintu gerbang sorga.

Sekarang, kita belajar proses perkembangan pembangunan tubuh Kristus:

  1. Kejadian 28: 22
    28:22. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

    Proses pertama: Yakub mendirikan rumah Allah dari sebuah batu yang dituangi minyak.
    Bagi kita sekarang artinya pembangunan tubuh Kristus masih merupakan mimpi atau NUBUAT.


  2. Keluaran 25: 8
    25:8. Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

    'tempat kudus' = Kemah Suci/Tabernakel.

    Proses kedua: Musa melihat sorga di gunung Sinai dan TUHAN memerintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel/Kemah Suci.

    Ini sama dengan pembangunan tubuh Kristus sudah lebih jelas--Musa melihat dan membuatnya--tetapi masih merupakan BAYANGAN dari yang sesungguhnya.


  3. Yohanes 1: 48-51
    1:48. Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
    1:49. Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
    1:50. Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
    1:51. Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
    engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

    'malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia'= tubuh Kristus; Anak Manusia sama dengan pribadi Yesus. Dulu Yakub bermimpi, tetapi di sini sudah lebih jelas.

    Yohanes 2: 19-21
    2:19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
    2:20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
    2:21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah
    tubuh-Nya sendiri.

    Proses ketiga: Yesus memberitakan tentang pelayanan pembangunan tubuh Kristus, sama dengan pembangunan tubuh Kristus sudah menjadi KENYATAAN. Itulah tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga.



Efesus 2: 19-22
2:19. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20. yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun,
menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Kenyataan pembangunan tubuh Kristus di akhir zaman adalah persekutuan; tidak ada yang asing lagi, tetapi semua sudah menjadi satu. Kalau ada benda asing di tubuh kita, kita akan tersiksa.

"Umpama tulang kita patah, lalu dipasang pen. Kadang-kadang saat musim hujan atau cuaca dingin, terasa sakit karena ada benda asing."

Kalau merasa asing di dalam tubuh Kristus, kita tidak akan bisa menjadi satu dan pasti akan keluar. Mulai dari dalam nikah, jangan merasa asing, merasa tidak diperhatikan dan lain-lain! Di dalam penggembalaan juga, kalau kita main perasaan--merasa diasingkan--maka kita tidak bisa bersekutu; tidak jadi satu lagi. Jangan main perasaan!

Persekutuan dimulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.
Mari kita masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna. Inilah pintu gerbang sorga terbuka.

Kalau suami kasar, isteri melawan, anak melawan, maka pintu gerbang sorga tertutup. Anak yang tidak taat, pintu gerbang sorga tertutup baginya, pintu masa depan juga tertutup. Kalau anak taat--masuk pembangunan tubuh Kristus--, sekalipun kurang pandai, tetapi TUHAN yang membuka pintu gerbang sorga.
Sara sudah mandul dan mati haid--kelemahan permanen. Tetapi ia tunduk--ia membangun tubuh Kristus di rumah tangga--, sehingga pintu rahimnya terbuka--pintu sorga terbuka.

Semakin besar pelayanan kita, semakin lebar pintu sorga terbuka. Dalam nikah pintu sorga terbuka, dalam penggembalaan pintu gerbang sorga dan pintu-pintu di dunia lebih terbuka lagi. Masuk antar penggembalaan lebih terbuka lagi, sampai Israel dan kafir menjadi satu, pintu gerbang sorga terbuka 100% dan kita masuk ke dalamnya.
Ini bukan penglihatan, tetapi praktik/kenyataannya, yaitu masuk dalam pembangunan tubuh Kristus--makin melayani, pintu makin terbuka. Kalau pintu sorga terbuka, pintu masa depan juga pasti terbuka. Mari, kita sungguh-sungguh melayani! TUHAN tolong kita semua.

Proses pembangunan tubuh Kristus:

  1. Efesus 2: 20
    2:20. yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

    Proses pertama pembangunan tubuh Kristus: harus membangun dasar; ada 2 macam dasar yaitu:


    • Kristus Yesus sebagai batu penjuru; sama dengan kurban Kristus. Yesus adalah batu yang indah, tetapi dibuang oleh tukang-tukang bangunan. Artinya: Yesus disalibkan.

      1 Petrus 2: 7
      2:7. Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.

      Kalau percaya, Yesus jadi batu penjuru; kalau tidak percaya, akan jadi batu sandungan.
      Jadi, dasar pembangunan tubuh Kristus adalah kurban Kristus.

      Yohanes 2: 19-21
      2:19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.
      2:20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "
      Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
      2:21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

      Kurban Kristus menjadi dasar untuk kita bangsa kafir. Lewat kurban Kristus, terjadi peralihan dari Bait Allah jasmani--dibangun selama 46 tahun--ke Bait Allah rohani/tubuh Kristus--dibangun selama 3 hari.

      Harus terjadi peralihan, sebab Bait Allah jasmani yang dibangun 46 tahun adalah sistem taurat--4 hukum dan 6 hukum pada 2 loh batu--yang hanya berlaku bagi bangsa Israel--keturunan Abraham secara jasmani. Bangsa kafir yang bukan keturunan Abraham secara jasmani, tidak mendapat bagian di dalamnya.

      Oleh sebab itu berpindah pada Bait Allah rohani yang dibangun 3 hari--Yesus mati dan bangkit; kurban Kristus. Ini adalah sistem kemurahan, di mana bangsa kafir bisa masuk di dalamnya.
      Kalau hanya bertahan pada Taurat, kita bangsa kafir akan binasa semuanya. Karena itu, Yesus rela mengorbankan diri-Nya supaya kita bangsa kafir bisa masuk di dalamnya.

      Jadi, dengan dasar kurban Kristus, baik bangsa Israel dan bangsa kafir bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus.

      Matius 3: 7-9, 11
      3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
      3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
      3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham
      dari batu-batu ini!
      3:11. Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

      'orang Farisi dan orang Saduki'= orang Israel asli.
      Bangsa Israel adalah umat pilihan TUHAN--keturunan Abraham secara jasmani--, tetapi kalau tidak bertobat dan lahir baru, akan menjadi keturunan ular beludak yang akan dibinasakan/terkena murka Allah.
      Kalau bangsa kafir, memang batu keras, bukan umat pilihan Tuhan; keturunan ular beludak, artinya keras hati dan enjoy dalam dosa--mengulang-ulangi dosa--sampai puncaknya dosa.
      Puncaknya dosa: dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.

      Proses bangsa kafir--batu keras--bisa masuk dalam tubuh Kristus:


      • Harus percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat, sebab hanya Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa yang bisa menyelamatkan manusia berdosa. Yang lainnya adalah manusia berdosa dan tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, apalagi menyelamatkan orang lain.


      • Bertobat--hati percaya, mulut mengaku dosa, jika diampuni, jangan berbuat lagi--; berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN; mati terhadap dosa.


      • Lahir baru dari air dan Roh= baptisan air dan baptisan Roh kudus, sehingga kita mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran. Inilah keturunan Abraham--menjadi Israel rohani.

        Galatia 3: 7
        3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

        Hidup dari iman= hidup dalam kebenaran; menjadi keturunan Abraham.
        Israel juga, kalau tetap percaya Yesus, bertobat dan lahir baru, akan tetap jadi keturunan Abraham; atau dari keturunan ular beludak bisa kembali menjadi keturunan Abraham.


      Inilah kegunaan kurban Kristus, yaitu baik Israel dan kafir sama-sama menjadi keturunan Abraham.
      Efesus 2: 13-16
      2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
      2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
      2:15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
      2:16. dan untuk
      memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

      'Yang jauh'= bangsa kafir.
      'Yang dekat'= bangsa Israel.

      Kurban Kristus sanggup menyatukan Israel dan kafir untuk masuk dalam persekutuan/kesatuan tubuh Kristus. Dasarnya hanya kurban Kristus!
      Yesus sudah berkorban segala-galanya sampai nyawa-Nya, demi terlaksananya pembangunan tubuh Kristus; kesatuan tubuh Kristus.

      Kita juga. Untuk masuk pembangunan, persekutuan atau kesatuan tubuh Kristus diperlukan pengorbanan-pengorbanan, mulai dari nikah.
      Mulai dari zaman Yakub sudah berkorban. Kita hanya mencontoh saja.

      "Masuk nikah juga berkorban, yang perempuan diambil dari orang tuanya. Contohnya seperti isteri saya, pertama ikut saya setelah menikah, menangis juga dia, karena hanya kita berdua, padahal di Johor ada banyak pengerjanya, keluarganya banyak."

      Contoh pengorbanan-pengorbanan, sebagai berikut:


      • Kejadian 28: 5
        28:5. Demikianlah Ishak melepas Yakub, lalu berangkatlah Yakub ke Padan-Aram, kepada Laban anak Betuel, orang Aram itu, saudara Ribka ibu Yakub dan Esau.

        Yang pertama: zaman Yakub. Yakub harus meninggalkan rumah orang tuanya, supaya ia bisa membangun rumah Allah; sama dengan mengorbankan rumah tangga. Artinya: kita harus mengasihi TUHAN lebih dari keluarga; tidak mau dihalangi oleh rumah tangga.
        Kalau mau beribadah melayani, kita tidak mau dihalangi dan tidak bisa dihalangi oleh keluarga kita, sebab ke sorga merupakan urusan kita masing-masing. Tidak bisa ikut-ikutan, harus berusaha masing-masing.

        Karena itu, jangan saling menghalangi dan jangan mau dihalangi! Kita berdoa sungguh-sungguh. Kalau mereka belum mau, doakan, supaya satu waktu kita bisa bersama-sama naik ke sorga. Indah sekali!

        Yesus saja dicaci-maki oleh saudara-saudara-Nya. Biar saja. Kita doakan.


      • Zaman Musa.
        Keluaran 25: 2
        25:2. "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.

        'terdorong hatinya'= yang bisa mendorong hati hanya TUHAN/firman. Jangan mau didorong oleh manusia!

        Yang kedua: untuk pembangunan tubuh Kristus harus ada persembahan khusus, sesuai dengan dorongan firman, kasih Allah dan Roh Kudus, sehingga kita bisa memberi dengan kerelaan hati--tidak terpaksa, tidak dipaksa dan tidak memaksa.

        Karena itu, sistem kita bukan anggota gereja, tetapi anggota tubuh Kristus. Yang ada adalah sistem penggembalaan. Pemilik domba adalah TUHAN.
        Kalau sudah didorong oleh TUHAN, jangan lambat-lambat, karena satu waktu kalau mau mempersembahkan, tidak akan diterima lagi. Selagi ada dorongan dari Tuhan, kita harus cepat bertindak.

        Keluaran 36: 6
        36:6. Lalu Musa memerintahkan, supaya dimaklumkan di mana-mana di perkemahan itu, demikian: "Tidak usah lagi ada orang laki-laki atau perempuan yang membuat sesuatu menjadi persembahan khusus bagi tempat kudus." Demikianlah rakyat itu dicegah membawa persembahan lagi.

        Satu waktu, waktunya tidak ada lagi. Kita mau bertobat, mau melayani, mau mempersembahkan korban, tidak bisa lagi. Jangan tunda-tunda! Apalagi hanya berkorban dosa. Kalau tidak mau, satu waktu tidak bisa bertobat dan menjadi sama seperti setan.

        Kalau sudah digerakan oleh TUHAN, cepat lakukan. Kalau terus menolak, satu waktu tidak bisa lagi dan itu artinya berada di luar tubuh Kristus; di luar pintu gerbang sorga; kebinasaan.

        "Karena itu saya takut juga kalau mau kurangi ibadah kunjungan. Tetapi juga tidak asal-asalan. Karena itu, saudara juga berdoa: 'Kalau bukan dari TUHAN, batalkan.' Saya senang, supaya semua sesuai kehendak TUHAN. Tetapi kalau semua sudah berpuasa--mungkin sampai 40 hari 40 malam--supaya ibadah kunjungannya dibatalkan, tetapi akhirnya jadi, itu berarti dari Tuhan. Harus didukung."

        Kalau kita mau berkorban tetapi hitung-hitung, betapa malunya kita. Sebab kurban Kristus di Golgota jauh lebih mahal. Yudas selalu menghitung-hitung, akhirnya ia sendiri tidak dihitung oleh TUHAN.

        Kalau mau hitung-hitung, ingat Yesus dan kita akan sadar bahwa pengorbanan kita tidak sebanding dengan kurban Kristus.


      • Yohanes 1: 50-51
        1:50. Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
        1:51. Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan
        malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.

        Kalau terus berada di bawah pohon ara, tidak akan bisa melihat langit. Apalagi ketika pohon ara sedang dalam masa-masa akan berbuah, daunnya pasti lebat sekali.

        Yang ketiga: untuk pembangunan tubuh Kristus, kita harus keluar dari bawah pohon ara, yang rindang dan sejuk.

        "Ini yang saya katakan. Kalau penggembalaan Malang dan Surabaya, bagi saya sudah cukup. Tetapi kalau di bawah pohon ara terus, tidak akan pernah melihat sorga. Berkat-berkat yang berkelimpahan harus dibawa ke luar. Seperti gelas yang diisi air terus, harus tumpah ke luar, kalau tidak, gelasnya akan meledak. Jadi, berkat jasmani dan rohani harus disalurkan ke luar."

        Keluar dari bawah pohon ara artinya:


        1. Mengorbankan kepentingan diri sendiri.
          Kalau egois, kita tetap berada di bawah pohon ara yang sejuk; semakin panas, di bawah pohon semakin sejuk. Kita tidak peduli yang lain terkena panas dan lain-lain.

          "Jangan dipikir kita jalan-jalan saat ibadah kunjungan. Kadang-kadang saya takut juga kalau ikut penerbangan malam, karena pesawat terus berguncang. Sampai di sana, tidak bisa tidur, sedangkan besok masih harus naik bus lagi beberapa jam. Tidak enak. Masih lebih enak di sini, berkhotbah di Malang dan Surabaya. Nanti pulang, saya masih bisa tidur di mobil. Tetapi harus, supaya bisa melihat langit terbuka."

          Memang di bawah pohon ara sungguh enak, semua terpelihara, tetapi lebih enak lagi kalau melihat langit terbuka bagi kita. Bukan berarti semua harus ikut, tetapi biarlah sesuai gerakan dari Tuhan. Tidak ada yang terpaksa dan dipaksa.


        2. Mengorbankan kebenaran sendiri. Kebenaran sendir ini seperti Adam dan Hawa yang menyemat daun pohon ara untuk menutupi ketelanjangan; artinya menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain dan TUHAN.

          Suami berbuat dosa--berselingkuh--tetapi isteri yang disalahkan, akibatnya tidak akan pernah bisa masuk kesatuan tubuh Kristus.

          Kebenaran dari TUHAN adalah saling mengaku dan mengampuni.


        3. Mengorbankan kehendak sendiri--taat dengar-dengaran.
          Seperti saat di taman Getsemani, Yesus berkata: 'Ya Bapa, kalau bisa lalukan cawan ini. Tetapi bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang jadi.' Kalau kehendak diri Yesus memang benar, sebab Ia tidak berdosa; Ia tidak boleh dihukum.

          "Kalau kehendak saya, lebih enak di sini, tidak usah ke mana-mana. Uangnya bisa ditabung, tetapi tidak bisa melihat sorga terbuka."

          Kalau di taman Getsemani, Yesus tetap bertahan pada kehendak diri-Nya supaya tidak disalib, bisa terjadi, tetapi Dia tidak akan pernah naik ke sorga. Pintu sorga tidak terbuka bagi Dia.


      Jadi, semua harus dikorbankan untuk pembangunan tubuh Kristus, kecuali pengajaran yang benar tidak boleh dikorbankan. Pengajaran benar adalah pribadi Yesus.
      Mau menikah, lihat pengajarannya. Kalau lihat mobilnya dan lain-lain, sebentar lagi bertengkar dan bercerai. Mau tergembala, juga lihat pengajarannya. Begitu juga kalau mau berfellowship, jangan hanya melihat orangnya. Kalau hanya melihat orang, sebentar lagi akan kecewa.
      Kalau tidak ada pengajaran benar, lebih baik jangan menikah! TUHAN tolong kita semua.


    • Efesus 2: 20
      2:20. yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

      Dasar kedua: para rasul dan para nabi.
      Para nabi = perjanjian lama.
      Para rasul= perjanjian baru.
      Jika digabung, sama dengan alkitab--firman pengajaran benar.

      Mau menikah, tergembala atau berfellowship, harus baca alkitab--sesuai dengan pengajaran benar. Sudah ada semua. Tinggal kita mau punya dasar atau tidak. Kalau tidak ada dasar, semakin hebat bangunannya, justru semakin hebat ambruknya.

      "Seumpama pondasinya hanya untuk setengah lantai, tetapi bangunannya sampai lantai sepuluh. Mungkin orang akan berkata: 'Dahsyat, ya!' Tetapi sebentar lagi akan ambruk."

      Dasar ini harus kita perhatikan sungguh-sungguh!

      Dasar kedua ini artinya kita harus taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. Sekalipun ada angin, hujan, dan banjir, kita tidak akan pernah rubuh sebab dasarnya kuat (Matius 7: 24) dan bisa mencapai pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kalau tidak taat, akan ambruk.


    Hati-hati! Dasar ini tidak kelihatan, tetapi bisa dirasakan. Yang tahu hanya kita, TUHAN, dan setan. Kita mohon pada TUHAN, supaya diberi dasar kurban Kristus--rela berkorban apapun dan taat dengar-dengaran--, sehingga kita menjadi bangunan yang kokoh, supaya setan tritunggal tidak menemukan celah untuk merubuhkan kita.


  2. Proses kedua pembangunan tubuh Kristus: pembangunan di atas dasar sampai selesai.
    Yaitu: tahbisan yang benar--ibadah pelayanan yang berkenan kepada TUHAN.

    Ada ibadah pelayanan yang tidak berkenan pada TUHAN. Kain dan Habel sama-sama beribadah--mempersembahkan korban--, tetapi hanya ibadah Habel yang diterima oleh TUHAN, sedangkan ibadah Kain ditolak.

    1 Petrus 2: 5
    2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah

    Siapa yang bisa membangun tubuh Kristus sampai selesai--ibadah pelayanan yang berkenan pada TUHAN?:
    'imamat kudus' = imamat rajani--imam-imam dan raja-raja--, yaitu hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang hidup dalam kesucian.
    Kalau bekerja di di dunia, ada syaratnya. Kalau mau masuk kerajaan sorga, syaratnya harus suci.
    Kalau tidak suci, justru merusak.

    Kalau sudah menjadi imam dan raja yang hidup suci, kita akan diberi 3 hal:


    • jabatan pelayanan.
      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk
      memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus

      "Banyak hamba TUHAN salah. Karena ada orang kaya datang, sudah disuruh khotbah supaya tetap di situ. Ini namanya 'memperlengkapi orang kaya'. Gawat. Orang kaya boleh saja, asalkan suci. Orang miskin juga boleh, asalkan suci. Orang pandai boleh, asalkan suci. Orang tidak pandai boleh, asalkan suci. Yang penting adalah suci; bukan soal pandai atau tidak pandai, kaya atau miskinnya."

      Jabatan pelayanan adalah tempat kita di dalam tubuh Kristus.


    • Efesus 4: 7
      4:7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus

      'kasih karunia'= karunia Roh Kusus.

      Yang kedua: selain diberi jabatan, kita juga diberi karunia-karunia Roh Kudus--kemampuan ajaib dari Roh Kudus untuk bisa melakukan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan pada kita.

      Jangan takut! Kalau TUHAN sudah berikan jabatan, maka Ia juga memberikan karunia kepada kita.
      Seperti kalau kita membangun tembok gedung ini. Yang boleh membangun hanya tukang kayu dan tukang batu, bukan tukang sayur.

      Kita banyak salah, bukan gembala, tetapi mau jadi gembala. Akhirnya tidak bisa menunaikan tugas sebagai gembala: tidak bisa memberi makan jemaat; yang memberi makan orang lain sehingga jemaat menjadi lemah. Diberi karunia menyanyi, tetapi ingin jadi gembala. Akhirnya tidak bisa memberi makan. Ini yang merusak tubuh Kristus, bukan membangun tubuh Kristus. Sekalipun kelihatanya bagus, tetapi kalau tidak sesuai jabatannya, akan hancur.

      "Jangan takut! Dulu saya paling takut menjadi gembala. Dulu saya tinggal di gereja dan membantu, sambil saya sekolah. Gembala saya jarang keluar dari kamar, beliau hanya membaca alkitab. Satu waktu jam 1 malam didatangi seorang jemaat dan dimaki-maki. Beliau memanggil saya: 'Bantu saya bicara.' Sejak itu saya katakan pada Tuhan: 'Saya memang ada panggilan jadi hamba TUHAN, tetapi tidak mau jadi gembala.' Saya sudah tersandung. Sudah susah-susah memeriksa firman dan berdoa, tetapi dicaci-maki. Berat. Tetapi kalau ada karunia, bisa. Ada kemampuan ajaib dari TUHAN."


    • Yang ketiga: kita diberi kasih Allah.
      1 Korintus 12: 4-6
      12:4. Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
      12:5. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
      12:6. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

      Ada jabatan dan karunia, tetapi motor penggeraknya adalah kasih Allah, sehingga kita bisa melayani dengan bertanggung jawab dan nama TUHAN dipermuliakan.
      Kasih itu kekal, sehingga pelayanan kita juga kekal.

      "Kalau motor penggeraknya uang, akan seperti dulu waktu saya masih menjadi guru. Ada guru yang tidak masuk, per jamnya berapa. Kalau tidak, lebih baik saya tinggalkan. Kalau gembala mencari uang, khotbah selama satu jam dengan dua jam hasilnya sama, untuk apa? Lebih baik khotbah selama dua menit saja. Beres. Itu kalau motor penggeraknya uang. Tetapi kalau motor penggeraknya kasih, kita melayani dengan bertanggung jawab. Menyanyi, kalau motor penggeraknya kasih, akan lain. Kita mengasihi Tuhan, mengasihi jemaat/jiwa-jiwa: 'Biarlah dengan saya menyanyi, mereka juga mendapat berkat, nama Tuhan dipermuliakan.' Saya juga sebagai gembala, rela tidak istirahat dan lain-lain, supaya bisa berkenan pada Tuhan dan jemaat juga diberi makanan rohani yang sesungguhnya."

      Kasih Allah juga menyatukan dan menyempurnakan; berarti pembangunan tubuh Kristus sudah selesai.
      Kolose 3: 14
      3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.


    Inilah pembangunan di atas dasar. Harus suci dulu, baru ada jabatan, karunia Roh Kudus, dan kasih Allah. Kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai mengasihi musuh--membalas kejahatan dengan kebaikan. Berarti pembangunan tubuh Kristus sudah selesai.

    Kita perhatikan dasar, setelah itu hidup suci. Dan TUHAN yang atur semua sampai selesai dan kita tinggal memetik hasilnya. Kita yang bekerja di dunia saja, ada hasilnya, apalagi kalau kita bekerja dalam pembangunan tubuh Kristus. Tuhan pasti memberikan hasilnya.

    Hasil pembangunan tubuh Kristus:


    • Kejadian 28: 20-22
      28:20. Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
      28:21. sehingga aku selamat kembali ke
      rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
      28:22. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan
      sepersepuluh kepada-Mu.

      Masih mimpi, tetapi hasilnya sudah luar biasa.

      Hasil yang pertama: zaman Yakub, sekalipun masih mimpi, tetapi hasilnya sudah nyata, yaitu: ada sandang, pangan, papan, perlindungan/penyertaaan TUHAN, dan kebahagiaan sorga.

      Kalau sudah menerima ini semua, jangan lupa persepuluhan--pengakuan bahwa semua yang kita terima adalah dari TUHAN. Yang penting adalah pengakuannya, bukan uangnya. Kalau bukan dari Tuhan, berarti dari setan/dunia dan akan habis.

      Semua dari Tuhan. Hasilnya, langit akan terbuka lagi, firman dicurahkan, kita diberkati lagi dan kembali lagi pada persepuluhan. Siklus perpuluhan tidak bisa diputus oleh apapun di dunia.

      Mulai dari gembala, kalau tidak mengembalikan persepuluhan, berarti gembala menjadi penipu ulung.


    • Keluaran 40: 33-34
      40:33. Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.
      40:34. Lalu
      awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,

      Hasil kedua: zaman Musa, sekalipun masih bayangan, tetapi sudah ada hasilnya, yaitu ada awan kemuliaan--ada pelayanan pendamaian dari Imam Besar.

      Semua dosa diselesaikan oleh TUHAN. Kalau dosa diselesaikan, maka semua masalah diselesaikan dan air mata dihapus. Jangan berbuat dosa lagi! Dosa adalah masalah terberat yang membebani manusia mulai di dunia sampai di neraka.


    • Wahyu 12: 1
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya

      Hasil ketiga: zaman kita sekarang, yaitu kita disempurnakan sampai sama mulia dengan Yesus; kita ditampilkan sebagai mempelai wanita Tuhan. Dia terang dunia; kita terang dunia. Dia mempelai pria sorga --kepala/suami--dan kita mempelai wanita sorga --tubuh/isteri. Ini kenyataan yang terakhir. Terang semua, tidak ada cacat cela dan gelap sedikitpun.

      Wahyu 12: 14
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Setelah itu kita diberikan dua sayap burung nasar yang besar.

      Tadi, Yakub sudah tinggalkan keluarganya, tetapi TUHAN janjikan pemeliharaan. Mungkin dari kita tidak ada yang diharapkan, seorang diri seperti Yakub. Asalkan mau masuk pembangunan tubuh Kristus, maka ada pemeliharaan dari Tuhan. Jangan lupa persepuluhan, supaya siklus berjalan terus.

      Kemudian ada pengampunan dosa, air mata mulai dihapus, sampai menjadi terang dunia dan menerima dua sayap burung nasar.

      Kegunaan dua sayap burung nasar:


      • Tangan kemurahan dan kebaikan TUHAN memeluk kita untuk menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris. Nanti dunia akan dikuasai antikris selama 3,5 tahun; ijazah, uang, deposito tidak bisa kita gunakan pada saat itu. Hanya dua sayap burung nasar yang menolong kita.
        Jadi, kegunaan dua sayap burung nasar adalah untuk membangun tubuh Kristus.

        "Memang kita mungkin dihina saat ini: 'Hari senin seharusnya di rumah, tapi malah kebaktian. Nanti hari rabu datang lagi.' Ini pembangunan tubuh Kristus, memang dihina, tetapi nanti kita akan diterbangkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris."

        Dan orang yang tertinggal pada saat itu--tidak punya dua sayap burung nasar--, akan mengalami siksaan yang dahsyat--belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi lagi--sampai dipancung kepalanya. Kalau tidak tahan, akan menyembah antikris dan saat TUHAN datang akan dibinasakan.

        Kejahatan, kesulitan, kenajisan, dan kesesatan makin besar. Karena itu anugerah, kemurahan dan kebaikan TUHAN juga harus makin besar. Caranya adalah makin sungguh-sungguh masuk dalam ibadah pelayanan, supaya pelukan tangan kasih anugerah TUHAN makin erat--sayap makin besar--dan antikris tidak bisa apa-apa.


      • Yesaya 40: 29-31
        40:29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
        40:30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
        40:31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN
        mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

        Kegunaan kedua: dua sayap burung nasar memberikan kekuatan baru, sehingga kita tetap kuat teguh hati untuk menanti kedatangan TUHAN yang kedua kali.

        Banyak yang tersandung dan jatuh. Kita butuh dua sayap burung nasar--tangan anugerah TUHAN yang memeluk kita.

        Kuat teguh hati menanti kedatangan TUHAN, artinya:


        1. Yang letih lesu beban berat, minta kekuatan pada TUHAN supaya kita tetap setia berkobar-kobar sampai TUHAN datang dan tetap dalam damai sejahtera--semua enak dan ringan.


        2. Yang tersandung pada ajaran-ajaran palsu, tetap pegang teguh pengajaran yang benar apapun resikonya.


        3. Yang sudah jatuh bangun dalam dosa, mari kuat lagi--tetap hidup benar dan suci apapun resikonya. Ini kekuatan sayap burung nasar/pelukan tangan anugerah TUHAN di tengah keadaan dunia yang semakin sulit dan najis.


        4. Tetap percaya dan berharap TUHAN; tetap menyembah TUHAN, apapun yang kita hadapi hari-hari ini. Seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego: 'Kalau TUHAN yang kami sembah tidak menolong, kami tetap tidak mau menyembah patung.'

          Sampai TUHAN mengulurkan tangan anugerah-Nya menolong kita, kita tetap menyembah TUHAN.


        Kalau kita tetap kuat teguh hati, saat TUHAN datang kembali, dua sayap burung nasar akan mengangkat kita ke awan-awan yang permai. Kita bertemu TUHAN untuk selama-lamanya. Pintu perjamuan kawin Anak Domba terbuka; pintu Firdaus terbuka; pintu sorga terbuka bagi kita semua.

Ini yang kita butuhkan malam ini, yaitu dua sayap burung nasar yang besar. Kita menjadi kuat, tidak loyo lagi. Jangan putus asa, kecewa dan tinggalkan TUHAN! Serahkan hidup sepenuhnya kepada TUHAN! Jika Tuhan datang kembali yang kedua kalinya, dua sayap burung nasar akan mengangkat kita dan pintu-pintu terbuka bagi kita semua.

Kalau sudah loyo, burung nasar hanya makan bangkai--perjamuan suci adalah kekuatan kita. Yesus sudah jadi bangkai di atas kayu salib, untuk memberi kekuatan kepada burung nasar. Biar TUHAN berikan kekuatan kepada kita malam ini untuk kuat teguh hati sampai Dia datang kembali. Apa yang kita hadapi malam ini, serahkan kepada TUHAN!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 27-28 Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Manokwari)

  • Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top