Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 17: 11-14
17:11. Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan.
17:12. Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu.
17:13. Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu.
17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka
yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

Binatang buas memiliki tujuh kepala--menunjuk pada tujuh raja yang menguasai setiap hidup manusia, yaitu lima indera, hati bodoh, dan pikiran terkutuk (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Oktober 2022).

Tujuh kepala menunjuk pada tujuh raja.
Sepuluh tanduk menunjuk pada sepuluh raja.
Binatang itu sendiri adalah raja--satu raja.
Jadi: 7 + 10 + 1= 18 raja. Ini menunjuk pada Antikris dengan cap 666.

Ayat 13= mereka seia sekata untuk menyerahkan kekuatan dunia kepada Antikris. Ini sama dengan persekutuan negara-negara dalam perekonomian dunia atau pasar bersama. Ini semua akan berada dalam satu tangan yaitu tangan Antikris.
Tujuannyaadalah untuk berperang melawan Tuhan dan pasukan-Nya (ayat 14).

Pasukan Yesus adalah 'mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia'.Kehidupan semacam pasti selalu menang:

  1. Dipanggil.
    Ketika Adam dan Hawa berbuat dosa, mereka lari saat Tuhan datang--bersembunyi. Orang berdosa tidak ada kemampuan untuk kembali pada Tuhan. Manusia berdosa diusir dari Firdaus menuju ke dunia. Dari dunia manusia tidak mungkin lagi kembali ke Firdaus. Karena itu Tuhan datang ke dunia ini lewat pribadi Yesus untuk memanggil orang berdosa.

    Jadi dipanggil artinya orang berdosa diselamatkan dan dibenarkan lewat kurban Kristus di kayu salib.
    Menerima panggilan Tuhan artinya:

    • Iman--percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.
    • Bertobat--hati percaya dan mulut mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--; mati terhadap dosa.
    • Baptisan air dan Roh Kudus--lahir baru dari air dan Roh, sehingga kita mendapatkan hidup baru; hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran. Kita selamat dan diberkati Tuhan.

    Kita menghadapi peperangan. Antikris menggunakan kekuatan ekonomi, sehingga lebih hari perekonomian akan lebih sulit--semakin dikuasai oleh Antikris. Siapa yang menang? Yang dipanggil; hidup benar. Seperti tadi dalam kesaksian: Oleh sebab itu saya mau hidup benar. Ini betul! Kalau kaya akan kalah melawan Antikris, apalagi miskin. Tetapi kalau hidup benar, tidak bisa dikalahkan.

  2. Dipilih= dari yang banyak dipilih satu untuk digembalakan dan disucikan.
    Kalau sudah benar, jangan dipakai sendiri, supaya jangan jadi kebenaran sendiri--hanya menghakimi orang lain. Kebenaran sendiri membuat kita terpisah dari Tuhan.

    Dalam kebaktian Kaum Muda, tentang perempuan yang tertangkap basah berbuat dosa. Orang yang merasa benar hanya menuduh--'ayo lempar batu!' Tuhan berkata: 'Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.' Akhirnya mereka pergi semuanya. Inilah kebenaran diri sendiri.

    Karena itu setelah hidup benar, selamat, diberkati, kita harus digembalakan supaya bisa disucikan.
    Setelah disucikan kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--jubah indah--; sama dengan kita diangkat menjadi imam dan raja.

    Jadi, kehidupan yang mengalami panggilan dan pilihan Tuhan adalah imam-imam dan raja-raja.
    Imam dan raja adalah pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan percayakan.

    Sudah menjadi imam dan raja, puji Tuhan. Yang belum mari dengarkan firman, supaya digembalakan dan disucikan. Lalu Tuhan akan berikan pakaian; jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.

  3. Setia. Ini adalah penentu.
    Imam dan raja yang menang bersama Yesus adalah imam dan raja yang setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Kalau tidak setia, akan kalah.
    Kesetiaan inilah yang menentukan kita menang atau kalah.

    Kita harus menjadi imam dan raja yang setia sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Pertahankan! Jangan berhenti di tengah jalan!

    "Akhir zaman Tuhan izinkan pandemi. Ini menghantam semua gereja Tuhan. Ada yang khotbah: 'Sekarang sudah tiba saatnya gereja hancur. Tanpa finansial gereja-gereja tidak bisa kebaktian (tidak bisa kolekte).' Tetapi kita tetap setia sampai garis akhir. Kita tetap mengikuti peraturan pemerintah saat beribadah. Masker dipakai semuanya, datang beribadah dalam keadaan sehat. Jangan mundur semuanya!"

2 Korintus 11: 2-4

11:2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-lakiuntuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
11:3. Tetapi aku takut, kalau-kalau
pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ularitu dengan kelicikannya.
11:4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

'satu laki-laki' = Kristus.
Setia dalam hal apa gereja Tuhan?
POKOK KESETIAAN YANG SEJATI KEPADA KRISTUSadalah kesetiaan pada satu firman pengajaran yang benar dan sudah menjadi pengalaman hidup--kesetiaan pada satu Laki-laki.
Kalau kita bisa setia pada Yesus, kita akan setia dalam nikah, ibadah pelayanan, dan segala hal.

Tanpa pengajaran benar, kesetiaannya pasti palsu. Semua kesetiaan di dunia ini--dalam nikah, pelayanan, dalam segala hal--tanpa firman pengajaran yang benar adalah palsu. Ketika menghadapi ujian, akan gugur.
Kalau ada pokok yang benar, baru bisa berbunga dan berbuah; apapun yang kita hadapi kita akan tetap setia sampai garis akhir. Perhatikan pokok kesetiaan! Jangan sampai diperdayakan oleh ular!

Ayat 14= sabar di sini artinya tidak bisa menolak sekalipun beda. Rel kalau menyimpan sedikit saja, semakin jauh tidak akan pernah ketemu lagi.

Hawa diperdayakan ular atau dipagut ular, sehingga menambah kata 'raba' dan mengurangi kata 'bebas'--merubah pokok kesetiaan terhadap satu Laki-laki; merubah firman pengajaran yang benar--, berarti tidak setia dalam segala hal.

Ada tiga macam pagutan ular yang harus kita jaga:

  1. Kejadian 3: 1
    3:1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

    'jangan kamu makan buahnya, bukan?'= Tuhan berkata: 'Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,' tetapi ular berkata lain.

    Yang pertama: ular memagut telinga.
    Artinya: pelayan Tuhan membuka telinga untuk mendengarkan ajaran-ajaran lain, dan menanggapi.

    Kalau sudah mulai menanggapi berarti racun ular sudah mulai masuk di telinga.
    Tandanya:

    • 'jangan kamu makan buahnya,bukan?'= hati menjadi bimbang. Artinya: banyak pertanyaan terhadap firman pengajaran yang benar. Kalau ajaran palsu diterima, tetapi ajaran benar malah ditanya-tanya.

      Akibatnya:

      1. Hawa mulai menambah dan mengurangi--merubah--firman pengajaran yang benar.
        Istilah 'sabar saja' berarti tidak ada kemampuan untuk menolak, bisa karena sungkan dan sebagainya.
        Dalam ibadah di Malang, ketika Petrus melayani Tuhan (Kisah Para Rasul) sampai dimasukkan penjara dan sebagainya, Petrus berkata: Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.Luar biasa Petrus.

        Tetapi ketika di tengah gelombang, ditiup angin, perasaannya dihantam. Seringkali kita kalah soal perasaan apalagi menyangkut keluarga. Sudah salah--menentang firman pengajaran--, tetap diikuti--'Ini anak saya...' Hati-hati yang dihantam perasaan--merasa kasihan sampai melawan Tuhan.

        Sekarang pemberitaan firman juga mengurangi kata 'bebas', artinya tanpa urapan Roh Kudus, dan hanya mengandalkan perkara-perkara dunia. Benar tetapi menyalahi firman Tuhan, sehingga jemaat tetap terikat waktu dan sebagainya bahkan terikat dosa.
        Di Alkitab Rasul Paulus berkhotbah semalam-malaman Baca alkitab saja, tidak usah dicampur-campur dengan urusan dunia, dan sesuai kehendak Tuhan. Kalau harus berkhotbah yang agak panjang, terserah Tuhan, asalkan ada urapan Roh Kudus--'bebas'.

        Hawa menambah kata 'raba', artinya menambah firman dengan ilustrasi-ilustrasi yang kosong--tidak ada di alkitab--, lawakan. Yang diraba adalah emosi jemaat, tetapi tidak pernah dijamah Tuhan hatinya, sehingga hidupnya tidak pernah berubah--tetap manusia darah daging sampai binasa.

      2. Tidak taat pada firman pengajaran yang benar sama dengan melawan Tuhan. Karena sungkan, kasihan sampai melawan Tuhan. Aneh! Semestinya kalau kasihan, kita membawa ia datang kepada Tuhan.

      3. Telanjang--Hawa telanjang setelah memakan buah yang dilarang Tuhan--= hidup dalam dosa dan puncaknya dosa; dipermalukan; tidak bisa dipermuliakan saat Yesus datang kembali.

        Hati-hati! Roh tidak taat benar-benar menyebar dengan cepat--menular.
        Hawa tidak taat. Wanita hati-hati. Wanita banyak dipakai untuk mengajar dan memerintah laki-laki, sampai salah semuanya. Ini seperti hawa makan buah terlarang, langsung diberikan Adam.

        Saat Yesus mati di kayu salib, Petrus kembali menangkap ikan, dan murid-murid lain langsung ikut dia. Ini ketidaktaatan yang cepat menyebar!

    • Bilangan 21: 4-6
      21:4. Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
      21:5. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan
      akan makanan hambar ini kami telah muak."
      21:6. Lalu TUHAN menyuruh u
      lar-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

      'makanan hambar' = manna.
      Tanda kedua: hati menjadi muak terhadap manna.

      Manna menunjuk pada firman pengajaran yang diulang-ulang--firman penggembalaan.
      Akibatnya:

      1. Kering rohaninya sampai mati rohani--tidak bergairah lagi dalam perkara rohani; tidak bergairah dalam ibadah pelayanan, menyembah Tuhan.

        Mati rohani= mengkritik dan menghina firman pengajaran yang benar; lebih menghargai perkara jasmani daripada firman pengajaran yang benar sampai mengorbankan firman pengajaran yang benar untuk mendapatkan perkara dunia.

      2. Kematian kedua yaitu kebinasaan selamanya di neraka.

    Telinga ini menentukan apakah kita merasakan suasana Firdaus atau kehilangan Firdaus.

  2. Mazmur 140: 3-4
    140:3. yang merancang kejahatan di dalam hati, dan setiap hari menghasut-hasutperang!
    140:4. Mereka menajamkan lidahnya seperti ular,
    bisa ular senduk ada di bawah bibirnya. Sela

    Yang kedua: ular memagut bibir atau lidah.
    Artinya: lidah berisi racun ular/ajaran palsu, sehingga menghasilkan dusta.

    Selama masih berdusta, berarti masih ada bisa ular senduk. Kalau sudah berdusta, akan menghasut, bergosip, fitnah, dan menghujat orang benar dan Tuhan--firman pengajaran yang benar dihujat, yang tidak benar didukung.
    Ini semua adalah perkataan sia-sia yang harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman.

    Lebih baik sekarang selama kita masih bisa mendengar firman pengajaran yang benar, yang menunjukkan racun ular ada di mana saja, berhenti. Ada yang tidak sama dengan firman, jangan lanjutkan.
    Jika firman pengajaran yang benar menunjukkan bisa ular di:

    • Telinga. Kita disucikan sehingga hanya mendengar satu firman pengajaran yang benar.
    • Lidah. Kita disucikan sehingga hanya berkata benar dan baik; kita menjadi saksi Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain, bahkan kita bisa menyembah Tuhan Raja segala raja dengan kata: Haleluya.
      Kalau pengajarannya palsu, penyembahannya juga pasti akan palsu.

      "Hari-hari ini mari bersaksi. Jika sekian orang bersaksi mengajak satu orang untuk ikut ibadah persekutuan di Malang tanggal 8 dan 9, nanti gedungnya penuh. Daripada dipagut ular lebih baik bersaksi."

  3. Kisah Rasul 28: 2-3
    28:2. Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.
    28:3. Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor
    ular beludakkarena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.

    Yang ketiga: ular memagut tanganrasul Paulus--imam-imam; kehidupan yang dipanggil, dipilih, dan setia. Ini mau dibuat menjadi tidak setia. Sudah dipanggil dan dipilih--diberi pakaian--tetapi kalau tidak setia pakaiannya akan dilepas.
    Di akhir zaman, kesetiaan inilah yang dihantam. Saat mau menjadi imam-imam, dihalangi. Kalau tidak bisa dihalangi, tinggal kesetiaannya yang dihantam

    'hawanya dingin'= ular menggigit tangan supaya masuk dingin rohani--tanpa kasih.

    Praktiknya:

    • Kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan--tidak ada perbuatan baik.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus--perbuatan jahat. Mencuri milik sesama yaitu hutang tidak bayar, korupsi. Ini juga perbuatan jahat.

      Jadi tangan dipagut ular artinya tidak bisa berbuat baik, malah berbuat jahat.

      Kalau firman menyucikan kita dari racun ular di tangan, kita akan menjadi pelayan Tuhan yang suka memberi. kita bisa mengembalikan milik Tuhan, memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan--perbuatan kebajikan.
      Satu waktu perbuatan kebajikan akan menjadi jubah putih yang berkilau-kilauan--jubah mempelai. Kalau kikir dan serakah, telanjang.

    • Perbuatan daging= perbuatan dosa dan puncak dosa yang memilukan hati Tuhan, membuat keluh kesah gembala, dan memedihkan hati orang tua.
      Galatia 5: 19-21
      5:19. Perbuatan dagingtelah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
      5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
      5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--
      seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

      'seperti yang telah kubuat dahulu'= firman diulang-ulang supaya menjadi iman yang teguh--ingat akan firman di saat apapun--dan dipraktikkan.

      Satu waktu mengenai seteru salib rasul Paulus berkata: 'Karena, seperti yang telah kerap kalikukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.'Rasul Paulus tidak tahan hatinya, bahkan sampai menangis--diberitahu sampai diulang-ulang supaya jangan menjadi seteru salib.

      Kalau ada perbuatan daging tidak akan bisa melakukan perbuatan benar dan baik yang memuliakan Tuhan, tidak bisa membuat gembala gembira untuk menaikkan doa penyahutan, dan tidak bisa membuat orang tua bahagia.
      Bahkan, ia menyetujui dan mendukung orang yang berbuat dosa.

    • Tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan--tangan dipagut sehingga tidak bisa bekerja.
      Atau tidak setia dalam jabatan pelayanan sampai meninggalkan jabatan pelayanan--tangan rasul Paulus digunakan untuk menulis surat-surat berisi firman.

      Sekarang banyak gembala yang tidak setia dalam jabatan sebagai gembala, sehingga tidak ada makanan bagi sidang jemaat, berarti tidak ada doa penyahutan.

      Kalau tidak ada jabatan, tidak akan bisa dipakai pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, tetapi hanya dipakai dalam pembangunan Babel.

    • Tidak bisa mengangkat dua tangan kepada Tuhan; tidak bisa menyembah Tuhan. Ini puncak kekeringan rohani.

Kalau telinga tidak benar, lidah dan tangan juga tidak akan benar
. Inilah peristiwa taman Eden. Akhirnya manusia diusir ke dunia, hidup dalam kutukan. Sekarang di dunia saat Tuhan mau mengembalikan manusia ke taman Eden, cara ini dipakai lagi oleh Setan. Cara ular tetap, yaitu telinga dipagut untuk mendengarkan ajaran palsu, sehingga mulut sudah tidak benar dan tangan tidak bisa menyembah Tuhan. Tidak ada lagi hubungan dengan Tuhan.

Saat ini kita masih bisa mendengar firman pengajaran yang benar, biarlah firman pengajaran yang benar menyucikan dan membebaskan kita dari racun ular pada telinga, lidah, dan tangan:

  1.   Telinga yang suka mendengar ajaran lain dan gosip disucikan, sehingga telinga hanya mendengar firman pengajaran yang benar.
  2. Lidah yang berkata sia-sia disucikan, sehingga lidah berkata benar dan baik.
  3. Tangan yang tidak bisa menyembah Tuhan--malas, ngantuk saat menyembah--disucikan, sehingga tangan bisa menyembah Tuhan. Kita bisa melayani dengan sungguh-sungguh sampai menyembah Tuhan.

Mazmur 141: 1-4

141:1. Mazmur Daud. Ya TUHAN, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, berilah telingakepada suaraku, waktu aku berserukepada-Mu!
141:2. Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan
tangankuyang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.
141:3. Awasilah
mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!
141:4. Jangan condongkan
hatikukepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka.

Saat mendengar firman pengajaran yang benar, telinga, lidah, dan tangan kita disucikan dari racun ular, sehingga kita bisa mengangkat dua tangan kepada Tuhan; menyembah Dia.
Saat kita menyembah Tuhan, telinga, hati, mulut, dan tangan diisi dengan kasih Allah. Ini yang penting. Apapun yang terjadi kita selalu ingat kasih Tuhan.

"Saya selalu ingat perkataan Pdt Totajis: Widjaja, jangan ragukan kasih Allah! Apapun yang terjadi masih ada kasih Allah."

Kita sehat secara jasmani dan rohani--segala racun ular sudah dikeluarkan. Dan saat kita mengangkat dua tangan, Tuhan juga mengulurkan tangan kasih-Nya. Kita hidup dalam tangan kasih-Nya.

Hasilnya:
Zefanya 3: 16-18
3:16. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
3:17. TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan
yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharuiengkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
3:18. seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

  1. Tangan kasih Tuhan menguatkan kita, sama dengan membuat kita kuat teguh hati.
    Artinya: tetap pegang teguh firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran; tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan dari Tuhan; tetap menyembah Tuhan apapun yang dihadapi.

    Saat ada apa-apa kita menyeru nama Yesus: 'Yesus tolong saya.'Tangan kasih-Nya akan diulurkan kepada kita.

  2. Tangan kasih Tuhan memberikan kemenanganatas musuh-musuh kepada kita--kemenangan atas Setan tritunggal.
    Setan adalah sumber dosa dan puncaknya dosa. Kita menang sehingga kita tetap hidup benar dan suci.

    Setan adalah sumber masalah yang mustahil. Kita menang, sehingga masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan. Masalah ekonomi, penyakit, studi, Tuhan akan tolong kita semuanya.

    Kalau musuh dikalahkan kita akan merasakan damai sejahtera. Semua enak dan ringan.

  3. Ayat 17= tangan kasih Tuhan membaharui kitadari manusia daging menjadi manusia rohani, mulai dari telinga yang hanya mendengar dan taat pada firman pengajaran yang benar. Ini adalah modal hidup kita, dan menentukan nasib hidup kita.

    Hati-hati, sasaran Tuhan telinga dan sasaran Setan juga telinga.
    Sekalipun sudah bersuasana taman Eden--diberkati jasmani rohani--, tetapi kalau membuka telinga untuk ular, habis semuanya.
    Telinga ini yang harus dibaharui hari-hari ini.

    Sebaliknya, sekalipun kita hancur dalam hal apapun, kalau mau dengar firman pengajaran yang benar, pintu Firdaus masih terbuka bagi kita seperti yang dialami oleh penjahat yang disalib bersama Yesus: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.'Masih ada pertolongan untuk bisa jadi sempurna seperti Yesus.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Persekutuan di Kartika Graha IV Malang, 24 September 2015 (Kamis Pagi)
    ... dia Yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk memilih orang-orang yang sudah selamat untuk disucikan sampai sempurna seperti Yesus. Kita menjadi tubuh Kristus yang sempurna yaitu mempelai wanita Surga. Kita harus mengenal Yesus ...
  • Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 10 Mei 2018 (Kamis Sore)
    ... kepada anak sulungnya itu sebab katanya Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku. Manasye anak sulung Yusuf lahir di tanah Mesir atau di daerah Kafir. Artinya bangsa Kafir juga mendapat kesempatan untuk menjadi anak sulung sehingga mendapat hak kesulungan dari Tuhan. Apakah hak kesulungan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Februari 2021 (Selasa Sore)
    ... - Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya demikian pula isteri terhadap suaminya. Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri tetapi suaminya demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri tetapi isterinya. Bentuknya hubungan persundalan dalam masa berkenalan pacaran tunangan. Kalau sudah menikah bentuknya perselingkuhan. Juga termasuk dalam tontonan pandangan pikiran perkataan yang ...
  • Ibadah Kunjungan di Ngawi, 31 Mei 2013 (Jumat Sore)
    ... memilih dunia ini sebagai tempat untuk bekerja dengan kemurahanNya. Dan ini juga merupakan kemurahan Tuhan. Sebab itu selama kita hidup di dunia ini biarlah kita menggunakan kesempatan untuk sungguh-sungguh. Apa yang dikerjakan Ada macam pekerjaan rohani yang besar Yohanes a Aku berkata kepadamu Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan ...
  • Ibadah Raya Malang, 25 November 2012 (Minggu Pagi)
    ... membuka pintu-pintu di dunia sampai membuka pintu Surga. IBADAH RAYASalam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Matius menunjuk tentang 'Shekinah Glory' yaitu pengalaman kebangkitan dan kemuliaan. Di balik kematian pasti ada kebangkitan dan kemuliaan. Matius - adalah tentang kebangkitan Yesus. Matius - Setelah hari Sabat lewat menjelang menyingsingnya fajar pada hari ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 April 2013 (Kamis Sore)
    ... untuk menempatkan diri-Nya sebagai Kepala atas tubuh-Nya. Jika Yesus tidak menjadi Kepala maka serigala dan burung roh jahat dan najis yang akan menjadi kepala atas kita. Oleh sebab itu kita juga harus rindu masuk dalam pembangunan tubuh Kristus. Praktek menempatkan Yesus sebagai Kepala Harus menyingkirkan serigala dan burung. Artinya kita harus ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 27 November 2010 (Sabtu Sore)
    ... Wanita Sorga. Tuhan selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa bekerja di kebun anggur dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus karena Supaya kita tidak menganggur. Matius Maka jawab tuannya itu Hai kamu hamba yang jahat dan malas jadi kamu sudah tahu bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 September 2022 (Sabtu Sore)
    ... di situ dan setelah itu baru kembali. . Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka katanya Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. . Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 02 September 2014 (Selasa Malam)
    ... Kayu penaga keras menunjuk keras hati. Kayu penaga bergetah menunjuk tabiat dosa. Tuhan memanggil dan memilih manusia berdosa yang keras hati untuk dijadikan mempelai wanitaNya. Pertama kali Tuhan memanggil Abraham dari tengah-tengah bangsa yang keras hati di Ur-Kasdim Sinear. Di Ur-Kasdim Sinear pernah didirikan menara Babel sebagai bukti kekerasan hati ...
  • Ibadah Raya Malang, 12 Juli 2020 (Minggu Pagi)
    ... Roh Kudus datang untuk memberi kuasa kepada kita supaya kita bisa menjadi saksi Tuhan tidak memilukan memalukan dan memedihkan Tuhan tetapi bisa memuliakan Tuhan. Pada sangkakala ketujuh Yesus Anak Allah pasti datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga ditandai ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.