English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 25 Maret 2016 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat merayakan Jum'at Agung, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 16 Agustus 2016 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 14:3-4
14:3 Maka Firaun akan berkata tentang...

Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Maret 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:4-6
9:4 Dan kepada mereka dipesankan,...

Ibadah Raya Malang, 18 Juli 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Mei 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Juli 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:3-4
6:3 Dan ketika...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 17 Maret 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran 13-15 menunjuk tentang Kolam Pembasuhan (baptisan air), yaitu: Keluaran 13...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 13 Mei 2014 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 13 - Keluaran 15:1-21 adalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Mei 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Malang, 24 Maret 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Mei 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-6 menunjuk pada pengutusan.

Kita sudah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 November 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 6:...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada masa kedatangan Yesus yang kedua kali.Menghadapi badai dasyat, hanya bisa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Juni 2011 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih mempelajari tentang


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 09 Oktober 2016 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

Kita masih mempelajari tentang 'gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', dalam perjanjian baru menunjuk pada logos atau firman Allah yang tertulis di dalam alkitab atau Kitab Suci.
Di dalam perjanjian lama, kitab Keluaran 20-23, firman Allah ditulis pada dua tempat: (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2016)

  1. Keluaran 20: 1-17=> firman Allah ditulis oleh jari Allah pada dua loh batu. Sekarang artinya firman ditulisi pada hati dan pikiran kita, sehingga kita bisa mengalami kasih Allah--sepuluh hukum Allah sama dengan kasih--sehingga kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).


  2. Yang kedua: Keluaran 21-23=> firman Allah ditulis pada gulungan atau lembaran surat-surat. Sekarang artinya firman Allah ditulis dalam lembaran hidup kita--seluruh hidup kita/perjalanan hidup kita (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).

AD.2. FIRMAN ALLAH DITULIS PADA GULUNGAN ATAU LEMBARAN SURAT-SURAT
Kalau lembaran hidup--seluruh hidup--kita ditulisi fimran, kita akan mengalami kemerdekaan/kebebasan dari dosa-dosa (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016).

Keluaran 21: 1-2 => bicara tentang kemerdekaan
21:1. "Inilah peraturan-peraturan yang harus kaubawa ke depan mereka.
21:2. Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang
merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa.

Untuk apa kita mengalami kemerdekaan dari dosa-dosa? (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016)

  1. Keluaran 21: 1-6= kemerdekaan budak laki-laki (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016).
  2. Keluaran 21: 7-11= kemerdekaan budak perempuan.

AD. 1. kemerdekaan budak laki-laki
Dulu budak belian harus bekerja enam tahun dan pada tahun ketujuh bebas
Sekarang artinya, kita dulu adalah hamba dosa, tetapi kalau ditulisi firman, kita bebas dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Jadi, kemerdekaan budak laki-laki adalah kemerdekaan dari dosa, sehingga kita bisa menjadi hamba TUHAN/hemba kebenaran--berbuat kebenaran.
Kalau berbuat dosa, berarti hambanya setan/hamba dosa.

Roma 6: 18
6:18. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Syarat untuk bisa menjadi hamba TUHAN/hamba kebenaran adalah:

  1. Keluaran 21: 2
    21:2. Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa.

    Syarat pertama: harus bekerja selama enam tahun dan pada tahun ketujuh boleh bebas (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 05 Oktober 2016).

    Angka 6 menunjuk pada perobekan daging.
    Angka 7 menunjuk pada kesempurnaan.
    Artinya: daging dirobek--mengalami penyaliban daging--sehingga kita bisa hidup benar dan suci, sampai sempurna. Itulah syarat menjadi hamba TUHAN.

    Menjadi hamba TUHAN syaratnya bukan soal kaya atau miskin, pandai atau bodoh, tetapi bekerja enam tahun dan pada thaun ketujuh bebas.


  2. Keluaran 21: 3-4
    21:3. Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia.
    21:4. Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri.

    Syarat kedua: harus mengalami perkembangan/pertumbuhan rohani--tadi disebutkan, budak mempunyai isteri kemudian melahirkan anak-anak.


  3. Keluaran 21: 6
    21:6. maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.

    Syarat ketiga: telinga harus ditusuk--taat dengar-dengaran.

SYARAT II
Dulu budak laki-laki menikah dan punya anak, sekarang jangan diartikan secara jasmani: hamba TUHAN harus menikah dan sebagainya, tetapi artinya harus mengalami perkembangan/pertumbuhan secara rohani, yaitu pertumbuhan secara kuantitas dan kualitas.

Matius 28: 19-20
28:19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Pertumbuhan kualitas dan kuantitas ini sesuai dengan amnaat agung TUHAN Yesus sebelum Ia naik ke sorga, dan ini yang menimbulkan pertumbuhan gereja TUHAN secara kuantitas dan kualitas.

Dua amanat agung TUHAN adalah:

  1. Amanat agung pertama: ayat 19 ('baptislah'). Mau menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN mutlak mengikuti amanat agung Yesus sampai masuk baptisan air.
    Banyak yang menerangkan amanat agung TUHAN hanya satu, padahal dua.

    Amanat agung pertama ini sama dengan Efesus 1: 13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Amsal 25: 25
    25:25. Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Jadi, amanat agung pertama adalah injil keselamatan--kabar baik.

    TUHAN memberikan amanat agung yang pertama ini, supaya murid-murid--sekarang kita gereja TUHAN--memberitakan atau menyaksikan Injil keselamatan--firman penginjilan; kabar baik; susu--yaitu Inijil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia dan harus mati di kayu salib untuk memangil orang-orang berdosa supaya percaya dan diselamatkan. Ini amanat agung Yesus yang pertama.

    Bukti bahwa firman penginjilan menambah kuantitas: mulai dari Yesus seorang diri --> menjadi 12 murid --> menjadi 70 murid --> menjadi 120 orang di loteng Yerusalem --> menjadi 3.000 orang setelah Petrus berkhotbah --> menjadi 5.000 orang di Antiokhia --> sampai sekarang sudah sangat banyak.
    Inilah pertumbuhan gereja TUHAN secara kuantitas lewat firman penginjilan.

    Ini tugas kita. Mungkin ada keluarga yang belum percaya Yesus, mari, beritakan injil keselamatan: Yesus tidak berdosa dan sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa. Hanya Dia satu-satunya yang bisa, karena Ia satu-satunya orang tidak berdosa. Semua manusia sudah berdosa dan tidak bisa menolong dirinya sendiri, apalagi orang lain. Harta tidak bisa menyelamatkan. Hanya Yesus satu-satunya yang bisa menyelamatkan. Kalau ada yang percaya, berarti bertambah satu jiwa. Begitu seterusnya. Ini pertumbuhan secara kuantitas.

    Kalau sudah selamat, tandanya:


    1. Percaya Yesus--iman kepada Yesus--sebagai satu-satunya juruselamat ('di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya').


    2. Bertobat--orang percaya harus bertobat--= berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN; mati terhadap dsoa; lepas dari setan--setan adalah bapa pendusta dan pembunuh--, berarti kita lepas dari dosa dusta dan kebencian.


    3. Baptisan air.
      Orang mati harus dikubur bersama Yesus, sehingga ia bangkit dalam hidup baru, yaitu tanda yang keempat.


    4. Baptisan Roh Kudus= hidup yang diurapi Roh Kudus--hidup dalam kebenaran.
      Benar= selamat; tidak benar= tidak selamat.


    Inilah tugas kita, kalau kita sudah percaya Yesus, bertobat, baptisan air dan Roh Kudus, mari, kita bersaksi kepada yang lain: di rumah tangga, teman kantor dan lain-lain.
    Ini adalah hamba TUHAN, harus terjadi perumbuhan secara jasmani--secara kuantitas.

    Tetapi masih ada pertumbuhan secara kualitas.


  2. Matius 28: 20
    28:20. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

    Amanat agung kedua: 'ajarlah'= pengajaran.

    Kalau kuantitas sudah bertambah, jangan puas, karena TUHAN katakan: 'Banyak dipanggil, sedikit dipilih.' Banyak yang percaya Yesus dan selamat, tetapi sedikit yang dipilih; tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali dan tidak bisa sempurna.
    Seperti dulu, orang Israel keluar dari Mesir sebanyak 603,550 orang, sudah selamat, tetapi yang sampai Kanaan hanya dua, yang lain mati semua. Tidak ada artinya.

    Kita sudah percaya Yesus dan selamat--diberkati dan tidak dihukum--, sesudah itu mau ke mana? Ada amanat agung kedua, yaitu firman pengajaran.

    2 Koritnus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Tadi Injil keselamatan, sekarang cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus--firman pengajaran; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai.

    Matius 25: 6
    25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

    Tadi kabar baik: orang berdosa seharusnya dihukum, tetapi Yesus yang mati, sehingga orang berdosa menjadi selamat dan diberkati--tidak dihukum.
    Tetapi sekarang, saat akhir zaman--'Waktu tengah malam'--dilanjutkan dengan kabar mempelai--'Mempelai datang! Songsonglah dia!'.

    ini tugas kita yang kedua--Yesus memberikan amanat agung yang kedua--, yaitu murid-murid--sekarang kita gereja TUHAN--harus mmemberitakan dan menyaksikan tentang cahya Injil tentang kemuliaan Kristus--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; makanan keras; kabar mempelai.

    Firman pengajaran adalah Injil yang memberitakan tentang kedatangan yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai raja dan mempelai pria sorga--bukan sebagai bayi lagi--untuk memilih orang-orang yang sudah selamat untuk disucikan sampai disempurnakan seperti Dia--kita menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai

    Mempelai Pria Sorga= kepala/suami.
    Tubuh= isteri--kita adalah tubuh Kristus.

    Dia datang sebagai kepala. Kalau datang sebagai tabib, masih bisa terpisah, sebagai penolong, bisa terpisah, tetapi kalau sebagai mempelai, kepala dan tubuh tidak bisa terpisah lagi. Dia sebagai mempelai pria--kepala--dan kita tubuh-Nya--mempelai wanita--menyatu di awan-awan yang permai dan masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9).

    Firman pengajaran= makanan keras, bukan susu. Kalau sudah lama ikut TUHAN tetapi minum susu terus, akan jadi bayi terus. Harus ditingkatkan, yaitu makan makanan keras yang menyucikan dan mengubahkan sampai sempurna seperti Yesus--kita menjadi mempelai wanita yang tidak bercacat cela dan siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan masuk perjamuan kawin Anak Domba.

    Wahyu 19: 9
    19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Perjamuan kawin Anak Domba= pernikahan antara Yesus sebagai kepala--mempelai pria--dengan kita sebagai tubuh--mempelai wanita--di awan-awan yang permai; pertemuan antara kita gereja TUHAN yang sempurna dengan Yesus Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai untuk masuk kerajaan sorga yang kekal.

    Jadi, lewat firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, terjadi pertumbuhan secara kualitas.

Kuantitas penting--jumlah bertambah banyak--, tetapi kualitas juga penting, sampai sermpuan--tidak bercacat cela. Kita terus mengalami penyucian sampai sempurna.

"Saya selalu kasih contoh seperti jari. Mohon maaf, kalau jari tidak sampai lima, berarti kurang. Kuantitas harus ada, baru sempurna. Tetapi sekalipun sudah lima, kalau cacat, kualitasnya juga kurang. Tidak boleh cacat juga."

Jadi, penginjilan untuk menambah jumlah, dan pengajaran untuk menambah kualitas sampai sempurna dan menjadi mempelai wanita TUHAN.
Ada Injil--kita sudah percaya Yesus, bertobat dan baptisan--, sudah baik, tetapi harus dilanjutkan dengan makanan keras--firman pengajaran untuk menyucikan terus menerus sampai tidak bercacat cela.

Inilah syarat menjadi hamba TUHAH: harus mengalami perkembangan baik secara kuantitas--ada firman penginjilan; selamat--maupun kualitas--ada penyucian pedang sampai smepurna, tidak bercacat cela untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba.

Ini awasan bagi kita! Orang kristen menikah bukan hanya sampai di dunia saja--suami, isteri, anak-anak perhatikan!--, tetapi sampai di awan-awan. Perjamuan kawin Anak Domba adalah pintu ke sorga--pertemuan dengan Yesus.
Jadi nikah jasmani harus mengaarah pada nikah rohani--nikah sempurna di awan-awan--, supaya pintu sorga terbuka bagi kita semua.
Pertahankan! Yang masih lajang, pertahankan kebenaran dan kesucian, supaya nikah selamat. Yang sudah menikah juga tetap bertahan dalam kebenaran, kesucian dan kesatuan nikah, sampai kalau TUHAN datang kembali, kita semua bersama suami, isteri, dan anak-anak kita bisa terangkat ke sorga.

Nanti, banyak gereja TUHAN yang bertumbuh tanpa firman pengajaran; hanya karena penginjilan terus: Ayo, percaya Yesus, bertobat, kita diberkati. Terus seperti itu. Ini yang bahaya! Susu terus yang dikasih, tidak pernah makanan keras. Bahaya! Ini yang kita pelajari.

Pertumbuhan gereja TUHAN tanpa firman pengajaran yang benar--makanan keras--ada dua:

  1. Ibrani 5: 11-14
    5:11. Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
    5:12. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu,
    bukan makanan keras.
    5:13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
    5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk
    membedakan yang baik dari pada yang jahat.

    Banyak yang tidak mau pengajaran karena terlalu lama, terlalu kerasa dan sebagainya, padahal sebenarnya yang terlalu itu dagingnya. Kalau dengar firman satu jama sudah berkata:: terlalu lama. Tetapi coba kalau kita bicara dengan teman, empat jam tmasih kurang. Dagingnya yang terlalu!

    'lamban dalam hal mendengarkan'= tidak mau mendengar firman pengajaran, tetapi penginjilan terus: Saudara hebat! Padahal isterinya dua. Hebat terus, tidak ada pedangnya untuk menyucikan!

    Pertumbuhan pertama gereja TUHAN tanpa firman pengajaran yang benar: lamban--tumbuhnya lamban; seperti anak kecil--, sehingga tetap dalam kualitas rohani seperti anak kecil--tidak dewasa; minum susu terus.
    Kualiitas rohaninya tidak dewasa, berarti tidak sempurna dan tidak bisa masuk dalam nikah--perjamuan kawin Anak Domba--(tertinggal saat Yesus datang kembali dan binasa bersama dunia).

    Tanda kualitas rohani seperti anak kecil:


    • Hatinya tdak baik--tidak bisa membedakan yang baik dari pada jahat; tidak bisa membedakan pengajaran yang benar dari pada tidak benar, sehingga ia berbuat dosa--hidupnya tidak benar. Nanti terbalik: yang benar bisa jadi tidak benar, dan sebaliknya--seperti anak kecil tidak bisa membedakan tangan kiri dan kanan.
      Tidak bisa membedakan pengajaran yang benar dan tidak benar, malah yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan--menghujat.

      Akibatnya: kita banyak berbuat yang tidak benar. Yang dipilih adalah yang tidak benar.


    • Panca inderanya tidak baik.
      Ibrani 5: 14
      5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

      kalau ada makanan keras, panca inderanya baik. Kalau dewasa rohani, bisa membedakan yang baik dari pada yang jahat, bisa membedakan yang benar dari pada yang tidak benar. Kalau anak kecil, tidak bisa.

      Kalau dewasa, panca indaranya terlatih--baik.
      Kalau anak kecil, panca inderanya tidak baik, terutama mulutnya.
      Hati-hati! Mulutnya berdusta dan lain-lain.


    Ini menunjukkan kualitas rohani seperti anak kecil. Kalau Yesus datang, sekalipun sudah betahun-tahun jadi orang kristen, ia akan ketinggalan. Rohaninya masih seperti anak kecil: tidak bisa membedakan segala sesuatu yang benar dari pada yang salah, malah ia memilih yang tidak benar.

    Kemudian panca inderanya tidak terlatih, terutama mulutnya sering berdusta, bergosip, fitnah dan sebagainya. Itu tanda kalau masih kecil, belum dewasa.
    Kalau anak kecil, banyak bicara, tetapi orang dewasa banyak diam.

    Kualitas rohani seperti anak kecil ini akan ketinggalan saat Yesus datang kembali.

    Inilah pertumbuhan perama gereja TUHAN kalau tidak ada firman pengajaran yang benar--makanan keras--, yaitu lamban terus--dari dulu masih anak kecil, karena minum susu terus.


  2. Pertumbuhan kedua gereja TUHAN tanpa firman pengajaran yang benar: kualitas rohaninya tetap dalam cacat cela. Kalau tidak ada pedang firman, akan bercacat cela.

    Amsal 7: 2
    7:2. Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.

    Firman pengajaran itu seperti biji mata. Jadi, kalau tidak mau atau tidak punya firman penajaran--karena dianggap terlalu lama, terlalu keras dan sebagainya--, itu seperti tidak punya biji mata--buta rohani. Ini salah satu cacat rohani. Kalau buta rohani, nanti hidupnya bisa membabi buta. Bahaya!

    Kalau dicocokkan dengan Yohanes 5 ini: ada buta, timpang, dan lumpuh. Ini cacat cela semua. Ini ada di llima serambi--lima benua. Artinya: cacat cela pada hamba/pelayan TUHAN sudah mendunia karena menolak firman pengajaran yang benar. Kita harus hatii-hati!

    Yohanes 5: 2-5
    5:2. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
    5:3. dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang
    buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
    5:4. Sebab sewaktu-waktu
    turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
    5:5. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.

    Pintu Gerbang Domba= ibadah penggembalaan dan ada kegerakan ('goncangan air kolam'), tetapi tanpa pengajaran.
    'turun malaikat Tuhan'= bukan TUHAN yang turun. Nanti di ayat-ayat berikutnya, baru Yesus datang di situ dan bisa menyembuhkan. Tetapi selama ini malaikat TUHAN yang turun ke kolam.

    Kita harus hati-hati! Banyak ibadah, penggembalaan, dan kegerakan rohani yang tidak menampilkan dan mengutamakan pribadi TUHAN--pengajaran yang benar--, tetapi yang lain: artis, keuangan, apa saja, datang dapat doorprize dan sebagainya; tidak ada firmannya. Malah firman tidak boleh bnayak-banyak. Ini yang baaya di akhir zaman!

    Akibatnya: banyak yang mengalami cacat cela dan ini sudah mendunia, sehingga jemaat tetap dalam keadaan cacat cela: buta, lumpuh, dan timpang. Kita harus hati-hati! Kejadian ini sudah melanda seluruh dunia. Namanya kegerakan rohani, tetapi yang ditampilkan perkara jasmani, bukan TUHAN/firman. Senang-senang, dibuat sama dnegan dunia--cara nyanyinya dan sebagainya. Ini berat sekali, sehingga banyak yang tetap dalam dosa--tetap bercacat cela.
    Kita sungguh-sungguh!

    Pengertian buta, timpang dan lumpuh:


    • Buta.
      2 Korintus 4: 3-4
      4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
      4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

      Buta sedara rohani= HATI YANG KERAS--ilah zaman ini. Orang tidak mau menerima firman karena keras hati, sehingga menolak firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang bisa menyucikan dia. Dia tolak--tidak mau diisi firman--, sehingga hatinya diisi dengan roh jahat dan roh najis.

      Ini terjadi. Kami hamba TUHAN dan jemaat, kalau ibadah, penggembalaan, dan kegerakan rohaninya tidak menampilkan firman pengajaran yang benar--hanya menampilkan perkara jasmani--, memang senang, tetapi tetap cacat.
      Akhirnya, hatinya bukan diisi firman, tetapi roh jahat dan roh najis.

      Roh jahat= mengarah pada keinginan akan uang, sehingga menjadi kikir dan serakah. Ini orang yang membabi buta.
      Kirkir= tidak bisa memberi.
      Serakah=- merampas milik orang lain, terutama milik TUHAN, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Termasuk kami hamba TUHAN juga diperiksa. Banyak kali membabi buta. Bayangkan, milik TUHAN kita curi, seperti Yudas Iskariot. Sudah membabi buta karena menolak firman pengajaran yang benar. Yudas selalu menolak, sampai terakhir TUHAN katakan: 'Siapa yang mencelupkan roti bersama Aku, dialah itu.' Ini pedang firman, seharusnya dia menjawab: 'Ampun, TUHAN.' Beres. Tetapi Yudas menjawab: 'Bukan aku.' Menolak terus. Akibatnya, yang mengisi hatinya bukan firman/pribadi TUHAN, tetapi roh jahat dan roh najis.
      Kita hati-hati! Belum lagi merampas milik orang lain, yaitu korupsi, hutang tidak bayar. Sudah membabi buta.

      Roh najis= mengarah pada:


      1. Dosa makan-minum: merokok, mabuk, dan narkoba.
        Sudah ditulis: merokok dapat membunuh, tetapi terus merokok. Sudah buta rohaninya.


      2. Dosa kawin-mengawinkan--dosa percabulan.
        Hati-hati! Kalau suka menonton yang tidak baik, ia sedang buta rohaninya. Hati-hati! Kalau dengar firman--melihat pribadi TUHAN--, ia tidak mau, malah marah, tetapi melihat yang aneh-aneh, sampai dipanggil makanpun tidak mau, sampai tidak belajar. Itu buta!

        Hati-hati dengan dosa percabulan lewat tontonan dan sebagainya! Jaga pergaulan, sekalipun sudah menikah, atau dengan sesama hamba TUHAN! Di perjanjian lama, Hofni dan Pinehas tidur dengan permepuan-perempuan yang juga melayani. Sekarang banyak perselingkuhan sesama pelayan TUHAN terjadi di geraja.

        "Maaf, saya bersaksi seorang hamba TUHAN yang hebat berkata: 'Doakan, supaya saya jangan berselingkuh. Doakan saya juga."

        Ini jelas. Orang-orang hebat, tetapi bisa terjadi, karena tidak ada pedang.


      Sudah membabi buta.
      Banyak kebutaan di dalam gereja TUHAN yang sudah mendunia. Jangans ampai terjadi pada kita semua. Biar pedang firman pada siang ini menyucikan ktia.

      Jangan terjadi! Kalau gembalanya buta, akan jadi orang buta menuntun orang buta, mau ke mana? Jatuh di lobang. Biar kita disucikan.

      Ini yang akan tejradi di akhir zaman. Kita hanya ditipu: Oh..hebat, padahal di belakang kita tidak tahu, sudah membabi buta: dalam keuangan, jahat, dan dalam kenajisan. TUHAN tolong kita. Ini semua melanda rumah tangga.

      Kalau sudah kawin-mengawinkan, ini sudah seperti anjing dan babi--telanjang, tetapi tidak tahu malu. Di rumah tangga, suami-isteri berselignkuh, lewat di depan anaknya santai saja--tidak tahu malu. Hamba TUHAN juga, di mimbar santai saja, padahal telanjang--tidak tahu malu. Kitabanyak ditipu. Mohon kekuatan pedang bermata dua untuk menyelesaikan smeuanya.


    • Timpang= HATI YANG BIMBANG--bercabang hati.

      Siang ini TUHAN tunjuk hati kita masing-masing. Sudah bertumbuh secara kuantitas, bagus. Kita bersaksi kepada orang-orang yang belum percaya Yesus di sekitar kita. Tetapi jangan lupa, kualitas juga harus bertumbuh, yaitu penyucian oleh pedang firman. jangan sampai bercacat cela.

      Ini sudah mendunia dan dianggap lumrah di dunia. Hamba TUHANpun juga makan-minun dan kawin-mengawinkan. Membela diri dengan alasan ini-itu. Sudah dianggap lumrah semuanya. Kita harus hati-hati!

      Sekarang, cacat timpang.
      1 Raja-raja 18: 21
      18:21. Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun.

      Timpang= bercabang hati atau hati yang bimbang; mendua hati.
      Kalau mendua hati, hidupnya tidak akan pernah tenang. Elia katakan: 'Plihlah salah satu. Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia.'
      Jadi tidak ada pemaksaan.

      Itulah pekerjaan pedang firman, yaitu hanya menunjukkan yang benar: TUHAN itu yang benar, sembahlah Dia! Tetapi kalau masih ngotot memilih baal, silahkan saja. Tinggal memilih! Seperti dulu di taman Eden, TUHAN katakan: 'Kalau makan buah ini, kamu mati!' Kalau TUHAN memaksa bisa saja, tetapi Dia tidak begitu. Bebas memilih. Kalau menurut firman: kamu tidak makan, kamu bahagia, tetapi kalau kamu makan makan, kamu mati. Bukan dipaksa dan lain-lain, tetapi hanya memilih.

      Mari, kalau hati bimbang, pasti pilih yang salah! Hati-hati! Kesempatan siang ini, jangan mendua hait, sehingga tidak tenang hidupnya, kuatir, takut, gelisah sampai nanti salah pilih, yaitu memilih yang salah.
      Contoh: Hawa mendengar suara ular dan TUHAN, akhirnya memilih suara ular; Salomo mendengar suara TUAHN dan isterinya, akhirnya memilih isterinya. Itu akibat kalau sudah bimbang. Bahaya! Hidupnya pasti tidak tenang, dalam ketakutan, kekuatiran, stres, dan gelisah.
      Ini juga melanda gereja TUHAN. Kita diperika!

      Tadi, hati keras: hidupnya membabi buta, semua diterjang. Sekarnag, hati bimbang: takut, stres, sampai salah pilih dan menin ggalkan TUHAN; tidak akan pernah memilih pengajaran yang benar/TUHAN.


    • Lumpuh= HATI YANG LEMAH.
      Hati mau ditusuk dengan pedang siang ini.

      Pertumbuhan kuantitas sudah kita alami--percaya Yesus, bertobat, baptisan air sampai hidup benar--, sudah baik. Mari bagikan pada yang lain! Tetapi setelah tiu jangan lupa kualitas--ada pedang. Kalau tidak ada pedang, kit asendiri yang cacat: buta, timpang, sampai lumpuh.

      Yohaens 5: 6-7
      5:6. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
      5:7. Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "
      Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."

      Kalau ditanya: 'Maukah engkau sembuh?' seharusnya menjawab: 'Mau.' Tetapi perempuan ini menjawab: 'Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku.'
      Inilah hati yang lemah, yaitu selalu berharap manusia; tidak berharap TUHAN.

      Pengertian lumpuh:


      1. Yang pertama: lumpuh artinya tidak bisa maju--tidak setia dalam ibadah pelayanan. Sekarang, justru gembala yang banyak tidak setia. Jemaat disuruh datang, tetapi gembalanya jarang ada. Kalau gembalanya lumpuh, mau ke mana jemaat? Saya yang dikoreksi.

        Kelumpuhan justru dimulai dari seroang gembala--tidak mau memberi makan jemaat, tidak mau setia dalam tugas sebagai gembala. Bagaimana jemaat? Doakan kami gembala-gembala, jangan sampai lumpuh!

        Jangan gembala yang lmpuh! Nanti akan ikut lumpuh juga.


      2. Yohanes 5: 8
        5:8. Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."

        Orang lumpuh ini ada di atas tilam--tempat tidur.
        Jadi, yang kedua: lumpuh artinya ada masalah tempat tidur= kehancuran nikah dan buah nikah--entah pertengkaran, perselingkuhan, perceraian, kawin-cerai, anak-anak tidak tahu di mana--, sehingga membuat hati putus asa dan kecewa di dalam nikah. Ini kelumpuhan.

        Kecewa dalam nikah dan menghadapi masalah yang mustahil--lumpuh 38 tahun, tidak mungkin sembuh lagi. Masalah yang mustahil juga membuat ktia kecewa dan putus asa.

        Inilah hati yang lemah/hati yang bimbang--berharap pada orang lain.


    Bagaiikana cara menolong kelumpuhan di gereja? Yesus tampil pada hari Sabat--bukan malaikat yang tampil.
    Yohaens 5: 8-9
    5:8. Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
    5:9. Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu
    hari Sabat.

    Cara menghadapi cacat cela dari gereja TUHAN adalah Yesus harus melayani pada hari Sabat untuk memberitakan firman pengajaran.
    Lukas 13: 10
    13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

    Cara Yesus menolong: menyampaikan firman pengajaran yang keras.
    Bukti firman yang keras adalah TUHAN katakan: 'Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.' Kalau sakit kepala, bisa disuruh berjalan, tetapi ini orang lumpuh disuruh jalan. Keras ini--firman pengajaran yang keras. Bisa marah orangnya. Itu cara TUHAN menolong.

    Yesus harus tampil pada hari Sabat untuk menyampaikan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Harus ada di dalam jemaat. Kalau tidak ada, gembala dan sidang jemaat akan cacat semua: lumpuh--tidak pernah datang, tidak pernah memberi makan--, belum lagi buta--membabi buta.

    Di dalam Tabernakel ada alat meja roti sajian yang berisi 12 roti, masing-masing enam roti sesusun--6-6= alkitab. Tugas gembala adalah menyajikan roti. Kalau gembal tidak mau menyajikan roti, hati-hati! Di Bait Allah, meja roti menjadi meja penukar uang. Gembala hanya menghitung uang. Karena itu ada disebut: kerja Yesus. Paling enak sekarang kerja Yesus, tinggal hitung uang, karena meja hatinya hanya diisi uang. Kita hanya ditipu!

    Sungguh-sungguh hari-hari ini. Satu-satunya cara adalah lewat firman pengajaran.
    Kalau ada pengajaran, hati yang keras--buta--, bimbang--timpang--dan lemah--lumpuh--disucikan dan diubahkan menjadi hati nurani yang baik, yaitu kuat dan teguh hati. Kita diubahkan.

    Mari, ada pembaharuan pada siang hari ini. Hati yagn lemah, bimbang, dan keras, diubahkan menjadi kuat teguh hati--hati sejernih kristal. ini pembaharuan.

    Wahyu 21: 11
    21:11. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

    'Kota itu'= kota Yeruaelm baru; namanya Yerusalem baru, berarti terjadi pembaharuan.
    'penuh dengan kemuliaan Allah'= pembaharuan terjadi dari firman pengajaran--cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.
    'Jernih'= JUJUR DAN PERCAYA kepada TUHAN.

    Mari, pada kesempatan ini, jangan berharap siapapun, tetapi jujur dan percaya, terutama kita bangsa kafir, harus jujur dan percaya--kuat teguh hati.
    Jujur dan percaya= mengulurkan tangan kepada TUHAN; hanya menyembah TUHAN; hanya menyerah sepenuh pada TUHAN. Dan Dia mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besar, yang sanggup mengadakan mujizat bagi ktia semua.

    Terutama kita bangsa kafir tidak dianggap; bukan bangsa Israel; kecil dan tidak berharga. Tetapi kalau kita bisa jujru dan percaya--mengulurkan tangan pada TUHAN; tidak lemah, bimbang, dan keras--, TUHAN akan mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besar untuk menolong kita semua.

    Hasilnya:


    • Yohaens 4: 46-50, 53 => bangsa kafir.
      4:46. Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
      4:47. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
      4:48. Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
      4:49. Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum
      anakku mati."
      4:50. Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
      4:53. Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu
      iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.

      'pegawai istana'= pegawai istana Herodes--bangsa kafir.
      Orang ini jujur: 'Anakku mau mati', dan percaya--TUHAN katakan: 'Pergilah, anakmu hidup!', ia pergi.
      Akhirnya, anaknya sembuh dan seluruh keluarga percaya Yesus (ayat 53).

      Waktu ia pulang, ia bertanya pada pegawainya jam berapa anaknya sembuh, dijawab: Jam satu, dan itu adalah waktu yang sama di mana Yesus bicara. Jadi, firman TUHAN tidak bisa dibatasi jarak dan waktu. Yesus bicara di sini, tetapi di sana kuasa bisa terjadi. Yang penting adalah kita jujur dan percaya--ulurkan tangan. Dan TUHAN akan mengulurkan tangan anugerah-Nya.

      Hasil pertama: yang mati atau hampir mati, jadi bangkit; yang mushail jadi tidak mustahil; tidak ada masa depan, TUHAN berikan masa depan yang berhasil dan indah; TUHAN berikan kebahagiaan.

      Inilah mujizat. Jujur dan percaya di hadapan TUHAN! Jangan keras, bimbang, dan lemah! Jangan ada cacat cela!

      Ini tadi ayah--laki-laki. Jujur dan percaya menghadapi apapun. Biasanya laki-laki mau kuat sendiri, tetapi kali ini tidak mampu. Masalah nikah dan buah nikah bisa TUHAN tolong, kalau jujur dan percaya.


    • 1 Raja-raja 17: 11-13 => perempuan bangsa kafir yang menghadapi kelaparan.
      17:11. Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
      17:12. Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya
      tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
      17:13. Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi
      buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.

      'kami akan mati'= kalau pakai logika, memang mati sungguhan. Karena itu pakai iman--jujur dan percaya.
      Dia jujur: 'tidak ada roti padaku sedikitpun'. Sekarang diuji percayanya.

      'buatlah lebih dahulu bagiku'= 'buat untuk TUHAN udlu!' Biasanya marah, tetapi untunglah ia jujur dan percaya. Jujur mengaku: 'Tidak bisa TUHAN, mati kami. Ekonomi sulit, belum menghadapi antikris.' Kalau pakai logika, mati sungguhan.

      Tetapi kalau jujur dan percaya, hasil kedua: TUHAN ulurkan tangan anugerah yang besar untuk memelihara keihidupan kita di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa, sekalipun kita terbatas--hanya ada sedikit tepung dan minyak. Sangat terbatas, tetapi tangan anugerah TUHAN yang besar tidak terbatas oleh apapun.

      Buat untuk TUHAN dulu--jujur dan percaya! Ulurkan tangan kepada TUHAN! Dia tolong ktia semua.


    • Dua penjahat di sebelah Yesus. Yang satu menghujat karena pakai logika: 'Yesus..turun! Selamatkan!' Tetpai yang satu: 'Jangan begitu, kita ini yang berdosa, kita yang layak dihukum, tetapi Dia tidak berdoa. Yesus kalau Engkau datang sebagai raja, ingatlah aku.'
      Dan TUHAN katakan: 'Hari ini engkau bersama Aku di Fridaus.'

      Tadi, laki-laki--ayat--sekalipun sudah mau mati, tidak bisa apa-apa lagi, tetap jujur dan percaya, jangan andalkan logika dan kekuatan sendiri! Tangan anugerah TUHAN yang besar bisa menolong.
      ibu-biu--wannita yang lemah--juga jujur dan percaya untuk menghadapi keadaan sulit di dunia. Tangan anugerah TUHAN yang menolong kita.

      Terkahir, sudah penjahat--tidak ada harapan secara jasmani dan rohani; hancur-hancuran--, tetapi kalau siang ini mau menerima pedang firman--mau jujur dan perdaya---hasil ketiga: TUHAN ulurkan tangan untuk membawa kita ke suasana Firdaus.

      Lukas 23: 39-43
      23:39. Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
      23:40. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
      23:41.
      Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
      23:42. Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
      23:43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
      hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

      Ayat 39= penjahat yang menghujat Yesus.
      Ayat 41: 'Kita memang slayaknya dihukum'= jujur mengaku dosa.

      Orang jjur dan percaya selalu mengingat TUHAN dan dinigat TUHAN. TUHAN selalu ingat kita. TUHAN memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita, supaya (1)masalah sampai yang mustahil selesai, (2)memelihara ktia menghadpai kesulitan dunia, dan (3)membawa kita ke Firdaus.

      Ini pergumulan TUHAN. Tidak selesai hanya memberi makan dan menyelesaikan masalah, tetapi lebih lagi, Dia mau menyempurnakan kita untuk membawa kita ke perjamuan kawin Anak Domba, sampai ke Firdaus dan takhta sorga selamanya.

Sungguh-sungguh Dia mempedulikan, memperhatikan, dan mengingat kita. Orang jujur dan percaya, ia menginat TUHAN dan ia diingat oleh TUHAN. TUHAN akan melakukan segalanya bagi dia.
Apapun yang terjadi, hadapi dengan jujur dan percaya! Jangan bimbang, keras, lemah, dan putus asa! Kuat teguh hati--jujur dan percaya!

Dia mengingat kita kalau kita jujur dan percaya. Jangan ragu atau bimbang! Kita mengingat TUHAN dan Dia mengingat kita.
Ada kesulitan utnuk pemeliharaan sehari-hari, TUHAN tolong. Ada penyakit atau masalah apa saja yang sudah mustahil, jujur dna percaya! Tetapi lebih dari itu, apakah sudah siap kalau TUHAN datang kedua kali? Apakah sudah siap untuk terangkat bersama Dia dan masuk Firdaus sampai ke Yerusalem baru? Ini pertanyaan untuk pribadi kita masing-masing, dan untuk rumah tangga masing-masing--suami, isteri, anak, orang tua. Apakah siap? Mari, mulai sekarang, jujur dan percaya! Serahkan hidup pada TUHAN apapun yang terjadi.

Mungkin masalah sudah selesai, tetapi untuk menyambut kedatangan TUHAN kedua kali, apakah kita semua sudah siap? Kalau belum, jujur dan percaya! Sebutkan apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan kita! Apa masalah kita, serahkan semua! Dia mengingat kita selalu. Biar kita semua hidup dalam tangan anugerah yang besar.

Apa yang sekarang mau diandalkan di dunia? Makan sudah cukup, masa depan cukup, tetapi kalau TUHAN datang, apakah kita bisa terangkat? Kalau tidak, semua sia-sia, tidak ada artinya. Sebaliknya, penjahat yang sudah hancur-hancuran, tetapi kalau jujur dan percaya, TUHAN katakan: 'Hari ini engkau bersama Aku di Firdaus.' Hati-hati! Yang terdahulu menjadi terkemudian, yang terkemudian menjadi terdahulu. Tetap kuliah dan kerja yang keras, tetapi jangan lupa ibadah pelayanan dan firman yang keras. Kerjanya keras, sekolahnya keras, makanannya juga harus keras. Jangan susu terus. TUHAN tolong kita.

TUAHN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top