English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 06 Januari 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Desember 2013 (Minggu Sore)
Disertai dengan Ibadah Doa Ucapan Syukur

Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Juni 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:37-39
14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan...

Ibadah Pendalaman Akitab Malang, 04 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 7:8
7:8...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 17 Mei 2011 (Selasa Siang)
Keluaran 14:27-31
14:27 Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi...

Ibadah Doa Malang, 27 Juni 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang sangkakala yang keenam, yaitu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Mei 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus:

Wahyu 1:13-16 merupakan 4 wujud penampilan pribadi...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Januari 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 28 Juni 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Markus 10:13-14,16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka;...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 April 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Maret 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 12-13
26:12. Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.
26:13. Aku berkata kepadamu:...

Ibadah Raya Malang, 27 September 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:11
3:11 Aku datang segera. Peganglah...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Januari 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 16 Oktober 2014 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 September 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 November 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada kitab Wahyu 2-3, tentang 7 jemaat bangsa kafir yang mengalami penyucian terakhir, supaya bisa sempurna (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita mempelajari kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015). Ini adalah jemaat yang terakhir--jemaat ketujuh. Ini menunjuk pada keadaan jemaat akhir zaman--kita semua.

Wahyu 3: 21-22
3:21.
Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
3:22. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."


JANJI TUHAN kepada jemaat Laodikia--kita semua--yang menang, yaitu duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga untuk selama-lamanya; ini merupakan tujuan utama dalam pengikutan dan pelayanan kita kepada TUHAN hari-hari ini. Bukan hanya pencapaian secara jasmani di dunia--gaji yang besar, harta banyak atau hamba TUHAN memiliki gereja besar dan jemaat banyak. Kalau hanya kaya dan pandai, orang di luar Yesus sangat kaya dan pandai; orang di luar Yesus, tempat ibadahnya juga lebih besar.

Syaratnya: 'barangsiapa menang'; kita harus menang bersama Yesus (diterangkan mulai Ibadah Raya Surabaya, 18 Oktober 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 25 Oktober 2015).

Malam ini, kita mempelajari, kita menang terhadap apa?: Menang terhadap keadaan rohani yang suam-suam kuku (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 November 2015).

Wahyu 3: 16-17
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas. Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

Jadi, keadaan rohani sidang jemaat Laodikia--sidang jemaat akhir zaman--adalah dalam keadaan suam-suam kuku, yaitu secara jasmani kaya--tidak kekurangan apa-apa, semuanya ada--, tetapi secara rohani melarat, malang, miskin, buta dan telanjang--tidak punya apa-apa. Artinya, hanya mengutamakan/menonjolkan perkara jasmani (perkara luar), tetapi kosong terhadap perkara rohani (perkara dalam); hanya puas dengan perkara jasmani/berkat-berkat jasmani, tetapi tidak mau diisi dengan firman pengajaran benar--pribadi TUHAN; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua--, sehingga benar-benar kosong.

Ini yang paling banyak ditolak. Kalau Roh Kudus dan kasih Allah, masih banyak yang membutuhkan. Tetapi kalau firman, seringkali tidak mendapat tempat di dalam rumah TUHAN--apalagi firman pengajaran yang benar.
Ini yang disebut dengan Kristen kulit--Kristen SEKAM--kulitnya tebal, tetapi dalamnya kosong.

Bagi jemaat Laodikia, terbukti dari Yesus berada di luar dan mengetok pintu, sedangkan di dalam rumah TUHAN kosong; yang ada hanya harta, kedudukan dan lain-lain; tidak ada pengajaran. Akibat menjadi Kristen sekam adalah hanya untuk dibakar, binasa selamanya.
Tidak ada gunanya kita mengikut dan melayani Yesus--menjadi pelayan TUHAN dan hamba TUHAN--, jika yang ada hanya berkat jasmani, sedangkan perkara rohani/firman pengajaran benar tidak ada.

Yeremia 13: 23-24
13:23. Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?
13:24. Aku akan menghamburkan mereka
seperti sekam yang diterbangkan angin padang gurun.

Sekam = hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang tidak mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Tetap mempertahankan manusia daging, seperti contoh di sini: orang Etiopia yang tidak bisa mengganti warna kulitnya--kulitnya hitam legam--; juga disamakan dengan macan tutul yang tidak bisa mengubah belangnya.

'Orang Etiopia' adalah gambaran bangsa kafir. Kita bangsa kafir harus hati-hati! Seringkali sulit untuk berubah.
'Macan tutul' adalah salah satu penampilan dari antikris.

Wahyu 13: 1-2
13:1. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
13:2. Binatang yang kulihat itu
serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

Jika digabungkan, Kristen sekam adalah pelayan TUHAN/hamba TUHAN bangsa kafir yang tidak bisa mengalami keubahan hidup, sehingga menjadi sama dengan antikris--dicap 666; tubuh, jiwa dan rohnya adalah daging--yang bisa dideteksi dari mulutnya.

Kalau tidak diubahkan, mulut bisa menjadi sama dengan antikris.
Wahyu 13: 5-6
13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
13:6. Lalu ia membuka mulutnya untuk
menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

Hati-hati dengan mulut! Sebab mulut ini yang menjadi penentu.

Apa yang masuk ke dalam mulut, harus dijaga. Jangan ada unsur dosa makan-minum--merokok, mabuk, narkoba! Kalau mengikut dan melayani TUHAN dari dulu sampai sekarang, tetapi tetap merokok, mabuk dan narkoba, ini sama dengan orang Etiopia yang tidak bisa mengganti warna kulitnya; sama dengan macan tutul yang tidak bisa mengubah belangnya, sehingga menjadi sama dengan antikris.

Apa yang keluar dari mulut juga harus dijaga. Jangan ada dusta!
Mulut antikris bersifat dusta--termasuk gosip--, fitnah; bahkan sampai menghujat.
Menghujat yaitu:

  • menghujat pribadi TUHAN: menghujat pengajaran benar dan mendukung/mengikuti yang salah.
  • menghujat orang benar: mendukung orang yang salah; mulut antikris lebih dipercaya. Sebagai contoh, Yudas Iskariot; dia adalah seorang yang hebat, rasul dan bendahara--kepercayaan TUHAN. Tetapi dia lebih percaya mulut antikris dari pada Yesus.

    Di akhir zaman ini akan terjadi lagi, mulut yang salah justru lebih dipercaya dari pada mulut yang benar--yang mengajarkan ajaran benar.

    "Kalau kita mendengar sesuatu, harus diteliti. Jika tidak benar, katakan: Darah Yesus, itu tidak ada. Tetapi kalau kita terganggu, tanyakan. Kalau tidak, bahaya, sebab tanpa disadari kita sudah diseret. Mulutnya tidak bisa berubah, seperti antikris."

Efesus 2: 15-16
2:15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16. dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.


Jika tidak mengalami pembaharuan hidup, maka tidak bisa masuk dalam kesatuan tubuh Kristus--sebab tubuh Kristus adalah manusia baru.
Akibatnya: masuk dalam pembangunan tubuh Babel--pelacur besar; gereja palsu--yang akan dibinasakan.

1 Korintus 15: 50
15:50. Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Manusia darah daging yang tidak mengalami keubahan hidup, tidak dapat mewarisi kerajaan sorga. Tidak bisa duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga, sama dengan tenggelam dalam lautan api belerang/neraka selama-lamanya.

1 Korintus 15: 51-52
15:51. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52. dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.


'aku menyatakan kepadamu suatu rahasia' = rahasia TUHAN yang dinyatakan lewat rasul Paulus adalah kita tidak akan mati semua.
Berarti ada hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang meninggal dunia, tetapi ada yang hidup sampai TUHAN Yesus datang kedua kali.
Mati ataupun hidup adalah kemurahan TUHAN. Mati dan hidup tidak penting, semua bergantung pada TUHAN.
Tetapi yang penting, selama hidup di dunia kita harus mendengar bunyi sangkakala yang keras--firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua; supaya kita bisa mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

Kita tidak bisa berubah sendiri, tetapi harus lewat mendengar firman. Sekam harus diisi dengan gandum.

"Kemarin sudah saya beri tahu; padi yang masih muda, isi di dalamnya adalah susu, seperti air santan. Itulah firman penginjilan. Ini yang disukai burung. Proses pengisian sekam sudah mulai diganggu. Memang harus dimulai dengan penginjilan/susu, tetapi harus dilanjutkan sampai betul-betul mengalami keubahan. Oleh sebab itu, kita harus mendengar bunyi sangkakala yang keras, yaitu firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua."

Selama hidup, kita terus diisi dengan firman pengajaran benar dan mengalami keubahan hidup. Saat Yesus datang kedua kali, akan terdengar bunyi sangkakala terakhir, dan terjadi 2 peristiwa besar:

  • Orang yang mati dalam Yesus--selama hidup mendengar firman dan diubahkan--, akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan seperti Yesus; seperti waktu Yesus dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan.


  • Orang yang hidup sampai TUHAN Yesus datang--hidup dalam pembaharuan--, akan diubahkan dalam sekejap mata, memiliki tubuh kemuliaan seperti Yesus.

Keduanya menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna/mulia--mempelai wanita sorga--, yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai; masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba, sesudah itu masuk dalam Kerajaan 1000 Tahun Damai, sampai masuk kerajaan sorga yang kekal/Yerusalem baru. Kita duduk bersanding dengan Yesus selama-lamanya.

Hari-hari ini, kita harus mendengar bunyi sangkakala! Kalau tidak, kita hanya menjadi sekam--tidak berubah. Kita yang sudah mendengar, harus bersaksi mulai dari keluarga kita. Penginjilan memang penting, tetapi sudah kita alami. Sekarang, harus meningkat untuk menanti kedatangan Yesus kedua kali.

Penginjilan berkaitan dengan kedatangan Yesus pertama kali. Tetapi firman pengajaran--bunyi sangkakala--berkaitan dengan kedatangan Yesus kedua kali.

Jadi, menang atas suam-suam kuku adalah kita harus mengalami PEMBAHARUAN/KEUBAHAN HIDUP dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Jangan menjadi sekam!

Roma 12: 1-2
12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
12:2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Bagaimana kita mengalami proses pembaharuan?
Proses pembaharuan terjadi lewat pengajaran benar dan ibadah yang sejati--ibadah yang benar.

Pengajaran yang benar menuntun kita kepada ibadah yang benar/ibadah yang sejati. Pengajaran adalah Yesus sebagai kepala/komando.

"Jika kepala/komandonya benar, maka semua gerak kita juga benar. Tetapi maaf, jika keoalanya tidak benar--ada satu titik darah di otak--maka gerak tangan, kaki, mulutnya tidak benar. Mau apa saja, tidak benar. Maaf, ini hanya sebagai contoh."

Dalam alkitab ada dua kali perbedaan tentang ibadah:

  • Perbedaan yang pertama: perbedaan antara orang beribadah dengan orang tidak beribadah.
    Maleakhi 3: 18
    3:18. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

    'orang yang beribadah' = orang benar.
    'orang yang tidak beribadah' = orang fasik/orang jahat.

    Nanti saat TUHAN datang kedua kali, orang benar dan orang fasik akan dibedakan.

    Maleakhi 4: 1
    4:1. Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.

    Sehebat apapun manusia di dunia, jika tidak beribadah nasibnya hanya seperti jerami, yaitu tidak berguna dan hanya untuk dibakar dan binasa.
    Mari, harus saling menasihati, supaya kita semua setia dalam ibadah pelayanan.


  • Perbedaan yang kedua: perbedaan antara orang beribadah dengan orang beribadah.
    Sama-sama beribadah, tetapi berbeda; sebab ada ibadah yang benar dan ada ibadah yang tidak benar.

    Contohnya:
    mulai dari kitab Kejadian, yaitu Kain dan Habel. Mereka sama-sama beribadah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN. Tetapi yang diterima hanya satu, yaitu korban persembahan Habel; sedangkan Kain tidak diterima.

    "Ini yang namanya pengajaran. Kalau penginjilan, seperti tadi yaitu ada perbedaan antara orang beribadah dengan orang tidak beribadah. Kita menasihati: 'Ayo, ibadah!' Itu penginjilan. Tetapi kalau pengajaran, masuk lebih dalam lagi. Sudah sama-sama beribadah tetapi masih dibedakan lagi. Banyak orang tidak bisa menerima ini--dianggap sombong, kebenaran diri sendiri--, karena tidak mau menerima pengajaran yang benar. Menganggap semua pengajaran sama. Orang Kristen yang lama tidak beribadah, kalau dinasihati supaya kembali beribadah lagi, mereka masih bisa menerima dan tidak marah; sekalipun jawabannya: 'Nantilah, ya, saya masih sibuk, masih ini itu.' Tetapi orang yang beribadah jika dinasihati: 'Hati-hati, ibadah itu tidak benar', pasti marah. Karena tidak bisa menerima kenyataan pengajaran yang benar. Sekalipun sudah diberi contoh Kain dan Habel, tetapi dijawab: 'Oh, itu dulu. Sekarang sama saja.' Jadi, alkitab bisa dibuat berlaku untuk dulu dan sekarang. Kalau soal wanita tidak boleh mengajar, hanya berlaku di Korintus--ada wanita berkuasa di Korintus--; tetapi kalau berkat berlaku di mana-mana. Itu namanya tidak adil, hanya mengambil cuplikan-cuplikan alkitab; bukan pengajaran. Kalau pengajaran, maka berlaku untuk semua. Seringkali kita begitu, penyampaian firman hanya menurut logika, perasaan daging, dongeng, lawak, pendapat manusia; supaya orang senang. Tetapi kalau pembukaan firman/pedang firman, tidak peduli. Raja Salomo saat menghadapi 2 perempuan sundal yang memperebutkan anak, ia hanya menggunakan pedang. Sekalipun dianggap kejam--tidak punya kasih--tetapi semuanya selesai. Ini kesalahan kita, hanya main perasaan, bukan pembukaan firman. Kalau menyetujui yang tidak benar, dikatakan: 'Oh, pendeta ini baik, diurapi.' Tetapi kalau menggunakan pedang, dikatakan: 'Pendeta tidak punya kasih, tidak boleh!' Pembukaan firman tidak peduli isteri dan anak. Seperti Musa berkata: 'Siapa yang memihak TUHAN, sandang pedang. Bunuh siapapun juga yang menyembah berhala.' Tidak peduli itu isteri, anak, tetangga. Ini kekuatan pedang firman, tidak pilih kasih."

    Dalam perjanjian baru, contohnya yaitu Yudas Iskariot dengan 11 murid yang lain. Sama-sama beribadah dan melayani, tetapi terpisah. Sebab ada ibadah yang benar dan ibadah yang tidak benar. Kita harus berhati-hati!

Tanda ibadah yang sejati/ibadah yang benar:

  1. Roma 12: 1
    12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

    Dulu, orang Israel yang miskin membawa burung tekukur; yang kalangan menengah membawa domba; yang kaya membawa lembu.

    Tanda ibadah sejati yang pertama: ditandai dengan membawa persembahan kepada TUHAN; bukan meminta, bukan mencari berkat.

    Tetapi sekarang diajarkan, datang ke gereja, supaya diberkati TUHAN. Itu namanya bertapa, bukan beribadah. Sama seperti orang datang ke gua, supaya mendapat kekayaan.

    Ibadah yang benar/sejati adalah membawa persembahan kepada TUHAN, mulai dari persembahan milik TUHAN yang terkecil, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

    "Mungkin bapak/ibu ada yang salah paham, pada waktu mengisi formulir imam-imam ada pertanyaan: apakah bersedia memberi perpuluhan? Kalau ada yang mengira saya cari uang, terserah; yang penting sesuai firman. Bagi saya, kalau menjadi hamba TUHAN tujuannya untuk mencari uang, saya tidak akan berhenti dari pekerjaan. Ini untuk ibadah yang benar; dimulai dari persepuluhan. Bagaimana kita menyanyi: Bapa kupersembahkan tubuhku? Di sorga, TUHAN bisa geleng-geleng kepala: 'Kamu bohong, yang terkecil saja tidak berani, apalagi yang terbesar.' Terutama kita para gembala. Kita sudah berkhotbah begini-begitu, tetapi TUHAN geleng-geleng kepala. Semakin kita semangat berkhotbah, dustanya semakin tinggi."

    Mari, kita sungguh-sungguh membawa persembahan kepada TUHAN, mulai dari yang terkecil yaitu persepuluhan dan persembahan khusus; sampai bisa mempersembahkan seluruh hidup kita kepada TUHAN. Ini yang benar.
    Yang penting adalah persepuluhan dan persembahan khusus. Tidak peduli, sekalipun persepuluhannya hanya Rp 5,-. TUHAN bukan kekurangan uang!

    Saya selalu mengatakan: Yang dibutuhkan TUHAN adalah PENGAKUAN bahwa kita diberkati oleh TUHAN. Sebab kalau tidak mengaku hidup dari TUHAN, berarti hidupnya dari dunia--dari setan--sehingga binasa bersama setan; kalau hidupnya dari setan, berarti mengikut setan.
    Tetapi jika hidupnya dari TUHAN, berarti kita mengikut TUHAN.

    Roma 12: 1
    12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

    'persembahan yang hidup' = bukan tubuh yang mati.

    Zaman dahulu, bangsa Israel tidak diperbolehkan membawa binatang korban yang sudah hampir mati, atau yang ada panu/kudisnya.
    Oleh sebab itu, kita jangan sombong jika sudah bisa mempersembahkan sesuatu kepada TUHAN! Harus ditimbang, apakah sudah memenuhi syarat atau belum.

    Syarat persembahan tubuh/kehidupan kepada TUHAN adalah:


    • TUBUH YANG HIDUP.
      Yohanes 6: 63
      6:63. Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

      Syarat pertama: tubuh yang hidup, yaitu dikuasai oleh Roh Kudus; lewat ketekunan dalam ibadah raya/kebaktian umum, termasuk ibadah persekutuan/ibadah kunjungan.

      Dalam Tabernakel, ditunjukkan oleh alat pelita emas = persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karunia-Nya.

      Praktik tubuh yang hidup:


      1. Roh Kudus mematikan dosa-dosa sehingga kita hidup benar.
        Kalau berbuat dosa, berarti mati.


      2. Roh Kudus mendorong kita untuk setia dan berkobar-kobar dalam ibadah dan pelayanan kepada TUHAN.
        Roh Kudus tidak bisa dibatasi oleh apapun juga di dunia.

        Sekalipun usia sudah tua, tetapi Roh Kudus bisa mendorong kita untuk setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.


    • TUBUH YANG KUDUS/SUCI.
      Roma 12: 1
      12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

      Yohanes 15: 3
      15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

      Dengan apa kita dibersihkan? Dengan 'firman yang telah Kukatakan kepadamu', yaitu firman yang dibukakan rahasianya; ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Itulah firman pengajaran.

      Syarat kedua: tubuh yang kudus/suci, yaitu dikuasai oleh firman pengajaran yang benar; lewat ketekunan dalam kebaktian pendalaman alkitab dan perjamuan suci.

      Dalam Tabernakel, menunjuk pada alat meja roti sajian = persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.

      Kita disucikan dari apa?:


      1. Yohanes 13: 10-11
        13:10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
        13:11. Sebab Ia tahu,
        siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

        Yang pertama: disucikan dari dosa Yudas, yaitu dosa kejahatan/cinta akan uang--terikat akan uang--; sehingga menjadi kikir dan serakah.

        Dosa Yudas merupakan perjalanan hidup/kaki yang paling kotor dari seorang hamba TUHAN/pelayan TUHAN.


      2. Mazmur 119: 9
        119:9. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

        Yang kedua: disucikan dari dosa orang muda, yaitu puncaknya dosa--dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.


    • TUBUH YANG BERKENAN KEPADA TUHAN.
      Matius 17: 5
      17:5. Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

      Syarat ketiga: tubuh yang berkenan, yaitu dikuasai oleh kasih Allah; lewat ketekunan dalam kebaktian doa penyembahan.

      Dalam Tabernakel, menunjuk pada alat mezbah dupa emas = persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
      Saat kita menyembah TUHAN, maka kita disinari kasih Allah sehingga kita mengasihi TUHAN, artinya: taat dengar-dengaran kepada Dia.
      Taat dengar-dengaran = mengasihi TUHAN dan dikasihi TUHAN.


    Jadi, ibadah yang sejati/ibadah yang benar adalah:


    • Ibadah dalam pola Tabernakel/pola kerajaan sorga.
      Bukan pola yang lain. Dulu, Musa melihat kerajaan sorga; lalu TUHAN perintahkan supaya membuat sorga di bumi, itulah Tabernakel.

      Itulah pola ibadah kita. Jangan mencontoh yang lain, tetapi mencontoh sorga!


    • Ibadah dalam sistem penggembalaan. Dalam ruangan suci ada 3 macam alat; menunjuk pada ketekunan dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

      "Kita semua bisa cek. Mulai dari kitab Kejadian, semua tokoh dalam alkitab selalu ada kaitan dengan penggembalaan. Mulai dari Habel, dia sebagai seorang gembala. Sampai saat Yesus lahir ke dunia, juga masih dikaitkan dengan kandang."

      Inilah pola sorga, yaitu sistem penggembalan, bukan sistem yang lain. Oleh sebab itu dalam penggembalan, TUHAN mengangkat para gembala.

      Dalam sistem penggembalaan, kita bisa memberi persembahan yang berkenan kepada TUHAN. Seperti Habel--sebagai seorang gembala--yang mempersembahkan anak dombanya yang sulung, sehingga persembahannya diterima oleh TUHAN.

      Kain sebagai petani, tetapi persembahannya tidak diterima oleh TUHAN. Bukan karena Kain sebagai petani, maka persembahannya tidak diterima, sedangkan Habel sebagai gembala, persembahannya diterima; bukan dari profesinya, tetapi dari tergembala atau tidak.

      Maksud yang ditekankan dari Habel sebagai seorang gembala adalah hanya lewat ibadah dalam sistem penggembalaan, maka persembahan kita berkenan kepada TUHAN; seperti domba yang disembelih, dikuliti dan dipotong-potong menurut bagian-bagiannya.

      "Memang untuk masuk dalam 3 macam ibadah seperti domba disembelih.Saya juga mengalami; bukan hanya saya tetapi bapak/ibu/saudara juga mengalami. Ada yang sesudah pulang ibadah, masih harus belajar karena besok ulangan. Begitulah sistem penggembalaan, seperti domba yang disembelih,dikuliti dan dipotong-potong--disucikan. Itu yang berkenan kepada TUHAN. Ibadah sistem yang lain tidak diterima oleh TUHAN. Kalau kita bersaksi, biarkan orang lain mengatakan: Sok suci, sok benar itu. Biarkan saja, yang penting ada ayat-ayatnya."


    Untuk masuk dalam penggembalan memang berat bagi daging, tetapi hasilnya luar biasa.
    Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Perikop: Kudusnya Para Imam.
    'tempat kudus' = ruangan suci dalam Tabernakel.
    'Janganlah ia keluar dari tempat kudus' = imam-imam tidak boleh meninggalkan ruangan suci.

    Hasilnya:


    • Hasil yang pertama: kita bisa menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang diurapi oleh TUHAN, sehingga kita melayani dengan setia dan berkobar-kobar.

      Mungkin masih datang ke gereja karena masih punya kedudukan dan lain-lain, tetapi sudah tidak berkobar-kobar lagi.
      Kalau kering, sudah tidak berkobar-kobar lagi, lalu tidak setia, maka akhirnya meninggalkan jabatan pelayanan.

      Mari, selama masih di ruangan suci, kita mengalami urapan dari TUHAN, sehingga kita bisa melayani TUHAN dengan setia dan berkobar-kobar; dan kita bisa menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang hidup suci.

      "Mulai dari saya sebagai gembala, jangan sampai melanggar kesucian! Oleh sebab itu, saya terus memberi makan dalam 3 macam ibadah, supaya jangan melanggar kesucian."

      Hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang suci, setia dan berkobar-kobar adalah biji mata TUHAN yang dikhususkan oleh TUHAN--mata TUHAN bagaikan nyala api.
      Kita dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN mulai sekarang di zaman yang sulit, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Sebutir pasirpun tidak diizinkan masuk, kita betul-betul dipelihara dan dilindungi.

      Inilah, jika kita berada dalam sistem penggembalaan, maka persembahan kita berkenan kepada TUHAN, sehingga kita bisa menjadi biji mata TUHAN.


    • Imamat 10: 7
      10:7. Janganlah kamu pergi dari depan pintu Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati, karena minyak urapan TUHAN ada di atasmu." Mereka melakukan sesuai dengan perkataan Musa.

      Hasil yang kedua: kita menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang hidup; sebab itu, kita harus berada di ruangan suci.

      Seperti Daniel, sekalipun berada di dalam gua singa, tetap bisa hidup sebab memiliki kuasa TUHAN untuk mengatupkan mulut singa--menang atas setan.

      Daniel 6: 20-23
      6:20. Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa;
      6:21. dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "
      Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?"
      6:22. Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu!
      6:23. Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk
      mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."

      Menang atas setan, yaitu:


      1. Menang atas ajaran palsu = tetap berpegang teguh pada pengajaran benar.
        Hamba TUHAN juga dihantam dengan ajaran palsu termasuk gosip-gosip.


      2. Menang atas dosa sampai puncaknya dosa = tetap hidup benar dan suci.
        Dosa-dosa dan puncaknya dosa bagaikan singa yang mengaum, tetapi kalau menang atas setan, kita tetap hidup benar dan suci.


      3. Menang atas masalah-masalah yang mustahil = semua masalah diselesaikan.
        Urusan kita sekarang ini adalah mengalami pembaharuan--jangan suam-suam--lewat ibadah yang sejati, yaitu ibadah dalam sistem Tabernakel/kerajaan sorga--penggembalaan. Urusan kita hanya berada di kandang, maka urusan kita yang lain adalah urusan TUHAN.


      4. Menang atas halangan dan rintangan = kita tidak bisa dihalangi dan dirintangi oleh apapun dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Kita tidak bisa disandung oleh apapun juga, tetapi kita tetap melayani TUHAN sampai garis akhir.

        Garis akhir yaitu sampai meninggal dunia dan sampai TUHAN Yesus datang kedua kali.


    • Hasil yang ketiga: 'TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku' = sampai kita sempurna seperti Dia.


    Inilah tanda ibadah yang benar/yang sejati yang pertama, yaitu bisa mempersembahkan tubuh yang hidup--mulai dari yang terkecil yaitu persepuluhan dan persembahan khusus--; sampai bisa mempersembahkan tubuh yang kudus dan berkenan kepada TUHAN lewat sistem penggembalaan.


  2. Roma 12: 2
    12:2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

    Tanda ibadah sejati yang kedua: mengalami pembaharuan/keubahan hidup.

    Dalam perjanjian lama, binatang korban yang sudah disembelih, dikuliti, dan dipotong-potong; harus dibakar supaya menjadi asap berbau harum. Kalau daging tidak dibakar, maka akan berulat dan berbau busuk.

    Dalam perjanjian baru, kita harus mengalami proses pembaharuan = percikan darah/salib.
    Jika tidak mengalami percikan darah/salib, maka kita tidak bisa berkenan kepada TUHAN.

    1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kita mengalami pembaharuan hidup lewat nyala api siksaan = sengsara daging bersama Yesus--salib.
    Bentuknya bermacam-macam, yaitu kita tidak salah tetapi disalahkan, difitnah dan lain-lain.

    Saat kita mengalami nyala api siksaan/salib--pembakaran--, jangan takut! Sebab Roh kemuliaan dicurahkan kepada kita, sehingga kita mengalami 2 hal:


    • 'Berbahagialah kamu, jika kamu dinista' = kita mengalami kebahagiaan dalam penderitaan.
      Kita menjadi kuat dan tahan uji. Bukan hanya tidak mengomel, tetapi bisa bahagia dan mengucap syukur dalam penderitaan. Ini tidak bisa diterangkan, semoga menjadi pengalaman kita semua.

      Tidak ada omelan atau menyalahkan orang lain. Ini tandanya ada Roh kemuliaan--shekinah glory.

      Sebagai contoh adalah Yesus. Saat Dia memecah-mecahkan roti, Dia tahu roti adalah tubuh-Nya. Tetapi Yesus berkata: 'Bapa, Aku mengucap syukur'. Kita juga demikian.
      Tetapi kalau ada omelan, berarti itu roh daging--belum diubahkan--daging belum dibakar; bahkan dagingnya bertambah besar.

      Tetapi, jika saat menderita kita bisa berbahagia dan mengucap syukur kepada TUHAN, itu tandanya kita sudah mengalami pembaharuan.
      Mungkin kita masih sering gagal, tetapi malam ini kita mohon kepada TUHAN, supaya kita bisa tahan menghadapi nyala api siksaan/salib; yaitu kita bisa bahagia dan mengucap syukur kepada TUHAN--kita sudah meningkat, dari ruangan suci--penggembalaan--ke ruangan maha suci di mana ada percikan darah dan shekinah glory.

      "Memang kadang-kadang badan terasa lelah, itu bisa mempengaruhi juga. Tetapi kita mohon kepada TUHAN, supaya jangan kalah! Dalam kedaan lelah lalu godaan datang, seringkali kita langsung marah. Di mana-mana itu terjadi. Kita harus belajar, kalau masih kalah, jangan putus asa! Tetapi juga jangan mau tinggal dalam kelemahan."


    • Kita mengalami keubahan hidup/pembakaran, yang menghasilkan asap berbau harum di hadapan TUHAN.
      Praktiknya:


      1. Praktik yang pertama: pembaharuan hati.
        Semua tabiat daging adalah keras, tetapi yang paling keras adalah hati. Makanya ada istilah keras hati.

        Roma 12: 2
        12:2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

        Hati yang keras menjadi hati yang taat dengar-dengaran--hati hamba. Yang dibutuhkan seorang hamba adalah ketaatan; disuruh apa saja bisa.

        Hati yang taat peka untuk membedakan yang benar dan yang tidak benar.
        Mulai dari pengajaran benar dengan pengajaran yang tidak benar--TUHAN yang benar dan tuhan yang salah. Jangan terus mengatakan semua pengajaran sama saja!

        Kalau tidak sama, jangan dikatakan sama! Sebab kita akan menjadi orang munafik dan berdusta. Kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah.

        Kita belajar dari bangsa Israel, lembu emas dikatakan: Allah. Semua mau, tetapi hanya Musa yang hatinya taat sehingga bisa tegas. Harun pun tidak bisa membedakan.

        Demikian juga Elia saat menghadapi nabi-nabi Baal: 'Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia'. Tidak boleh di tengah-tengah, sebab kalau berada di tengah-tengah sama dengan kita terkatung-katung. Tidak bisa kita mengatakan semua sama. Hidup itu pilihan dan dibutuhkan ketegasan.
        Sorga dan neraka? tidak bisa kita memilih kedua-duanya; harus salah satu.

        Jika sudah bisa membedakan pengajaran benar dengan pengajaran tidak benar, maka akan bisa membedakan ibadah yang benar dengan ibadah yang tidak benar; penyembahan yang benar dengan penyembahan yang tidak benar. Kita bisa peka.
        Kemudian bisa membedakan nikah yang benar dengan nikah yang tidak benar; baru bisa membedakan semua yang benar dengan yang tidak benar.
        Di dalam pekerjaan, tidak usah lagi bertanya. Sekalipun untungnya banyak, hatinya langsung bergetar, 'Aduh, ini salah.'

        Hati yang taat dengar-dengaran adalah hati seperti Yesus (Filipi 2: 8). Yesus taat sampai mati di kayu salib.
        Efesus 5: 1-2
        5:1. Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
        5:2. dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita
        sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

        Jika sudah memiliki hati taat seperti hati Yesus--Yesus taat sampai mati di kayu salib, kalau kita taat sampai daging tidak bersuara--, maka kita bisa mempersembahakan persembahan yang berbau harum di hadapan TUHAN; yang menyenangkan hati TUHAN.

        Mulai di dalam rumah tangga, kita harus mengalami pembaharuan hati, yaitu hati yang taat dengar-dengaran. Suami bisa mengasihi isteri, isteri tunduk kepada suami, anak-anak taat kepada orang tua. Ini persembahan yang berbau harum di hadapan TUHAN. Kalau tidak taat, sama dengan berbau busuk.

        Di dalam penggembalaan, gembala harus taat, jemaat taat, para pelayan juga taat. Maka sidang jemaat berbau harum.
        Di dalam ibadah persekutuan/antar penggembalaan, mari kita taat semua.


      2. Praktik yang kedua: pembaharuan perbuatan.
        Filipi 4: 17-18
        4:17. Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.
        4:18. Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum,
        suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.

        Mulai dari perbuatan-perbuatan benar. Benar dahulu, baru baik. Kalau baik saja, belum tentu benar.
        Secara pribadi, di mana pun harus ada perbuatan benar. Di dalam rumah tangga, harus benar dahulu, pasti bisa baik.

        "Seringkali saya mengatakan, mencuri tetapi bisa memberi orang lain. Terlihat baik bisa memberi, padahal mencuri."

        Lalu perbuatan-perbuatan baik = pemberian-pemberian untuk pekerjaan TUHAN dan untuk sesama yang membutuhkan; sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.

        Ini merupakan persembahan yang berbau harum di hadapan TUHAN.


      3. Praktik yang ketiga: pembaharuan mulut.
        Ibrani 13: 15
        13:15. Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

        'ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya' = perkataan berbau harum. Mulai dari perkataan benar dan baik, yaitu menjadi berkat bagi orang lain; jujur mengakui yang benar dan jujur mengakui yang salah.

        Hati-hati dengan mulut! Kalau ada dusta, itu sama dengan pahit; berbau busuk. Tidak boleh ada dalam rumah tangga dan penggembalaan.

        Jangan saling memaki dan saling menyalahkan! Tetapi harus ada perkataan yang saling menguatkan satu sama lain dan saling bersaksi.

Keluaran 29: 22, 24-25
29:22. Dari domba jantan itu haruslah kauambil lemaknya, ekornya yang berlemak, lemak yang menutupi isi perutnya, umbai hatinya, kedua buah pinggangnya, lemak yang melekat padanya, paha kanannya--sebab itulah domba jantan persembahan pentahbisan--
29:24. Haruslah kautaruh seluruhnya ke atas telapak tangan Harun dan ke atas telapak tangan anak-anaknya dan haruslah kaupersembahkan semuanya sebagai
persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
29:25. Kemudian haruslah kauambil semuanya dari tangan mereka dan kaubakar di atas mezbah, yaitu di atas korban bakaran, sebagai persembahan yang harum di hadapan TUHAN; itulah suatu korban api-apian bagi TUHAN.


Dulu dalam perjanjian lama, ada persembahan unjukan/korban timangan--ditimang oleh tangan imam besar Harun. Ini adalah persembahan berbau harum, yang terbaik bagi TUHAN. Domba jantan diambil lemaknya, kemudian ditaruh di tangan imam besar Harun dan ditimang-timang. Kemudian dibakar sehingga berbau harum.

Sekarang, kehidupan yang bisa tergembala dengan baik sama dengan bisa mempersembahkan korban timangan kepada TUHAN/persembahan yang terbaik bagi TUHAN.

Posisi orang yang mempersembahkan korban timangan adalah ditimang oleh tangan Imam Besar, yaitu TUHAN Yesus Kristus.

Ditimang dalam tangan kasih setia TUHAN, artinya:

  • Kita digerakkan/dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
  • Kita digendong/disayang.
    Yesaya 46: 3-4
    46:3. "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
    46:4. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu
    Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

    Artinya: TUHAN sebagai Imam Besar bertanggung jawab atas hidup dan mati kita--hidup dan mati kita ada di dalam tangan TUHAN--; Imam Besar memikul segala letih lesu dan beban berat kita, sehingga kita menjadi enak dan ringan; semua masalah ditolong/diselesaikan oleh TUHAN.

    Inilah pelayan TUHAN/hamba TUHAN yang berbau harum; yang mempersembahkan korban timangan kepada TUHAN.


  • Lemak adalah korban persembahan yang terbaik. Jika kita mempersembahkan yang terbaik kepada TUHAN maka TUHAN juga memberikan yang terbaik kepada kita.
    Ada masa depan yang terbaik, berhasil dan indah pada waktunya. Jangan ragu sedikitpun!

    Sampai yang terbaik adalah nama kita ditulis dalam kerajaan sorga, kita bisa duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga.

    Lukas 10: 17-20
    10:17. Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
    10:18. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
    10:19. Sesungguhnya
    Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
    10:20. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi
    bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

    Ayat 19 = kita sudah diberikan kuasa kemenangan, mengalami mujizat dan lain-lain, tetapi itu semua belum yang terbaik. Yang terbaik adalah sampai nama kita tertulis di dalam kerajaan sorga. Berarti kita duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selama-lamanya; kita menjadi kehidupan yang sempurna.

Mari, kita harus menang terhadap keadaan suam-suam secara rohani--tidak mengalami keubahan, tetap manusia daging, dan mulutnya seperti antikris.

Kita harus berubah lewat ibadah yang sejati/ibadah yang benar, yaitu masuk sistem penggembalaan--kita seperti disembelih, dikuliti dan dipotong-potong--, dan masih harus dibakar supaya menjadi persembahan berbau harum.

Posisi kita berada dalam timangan/gendongan tangan TUHAN. Ini posisi yang paling aman bagi kita. Kita digerakkan, digendong dan diberi yang terbaik oleh TUHAN.
Dia mau menggendong dan melakukan segala sesuatu untuk kita, sampai nama kita tertulis di kerajaan sorga. Apa keadaan kita malam ini, serahkan kepada Dia dan biarlah kita digendong oleh TUHAN. Jangan ragu-ragu!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top