English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Kamis Sore, 13 Maret 2008)
Tayang: 20 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2015)
Tayang: 02 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Minggu, 03 Agustus 2008)
Tayang: 12 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 25 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam VI-Rabu Sore, 14 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 24 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 31 Juli 2008)
Tayang: 26 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Paskah Persekutuan-Senin Sore, 15 April 2013)
Tayang: 05 Mei 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Pagi, 20 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 19 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Kamis Sore, 17 November 2011
Tempat: Imperial Inn, Ambon
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 23 Desember 2011

Kita akan kembali kepada tema kita yang terdapat di dalam injil Yohanes 10 : 10b,
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Kalau diringkas akan menjadi 'Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dalam segala kelimpahan'.

Dalam Yoh 10, Aku = penampilan Pribadi YESUS dalam Firman pengajaran --> ini pada mulanya adalah Firman.

Sesudah itu dilanjutkan dalam injil Yoh 10, ada tiga kali penampilan dari Pribadi YESUS untuk memberikan hidup di dalam segala kelimpahan yaitu:
  1. Yohanes 10 : 9, 'Akulah Pintu' --> YESUS sebagai Pintu. Kalau Pintu tertutup, maka kita tidak dapat mencapai hidup. Itu sebabnya Pintu harus dibuka.
  2. Yohanes 10 : 11, 'Akulah Gembala Yang Baik'.
  3. Yohanes 10 : 36, 'Akulah Anak ALLAH'.
Mohon dimaafkan, oleh karena kehendak TUHAN, saya tidak dapat menyelesaikan semuanya sebab malam ini kita masih membahas bagian yang pertama yaitu 'Akulah Pintu'.

Di dalam kerajaan surga/tabernakel ada tiga macam pintu yaitu:
  1. Pintu gerbang,
  2. Pintu kemah,kita sudah mempelajari ini semua.
  3. Pintu tirai/tabir.
Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dengan tidak taat/melanggar hukum ALLAH, maka pintu firdaus/pintu surga itu sudah tertutup sehingga manusia/Adam dan Hawa diusir ke dunia ini = manusia mengalami kutukan sampai pada kebinasaan = tidak memiliki kehidupan.

Tetapi puji syukur! TUHAN YESUS datang, mati di kayu salib untuk membuka pintu-pintu itu --> Matius 27 : 50, 51,
50. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
51. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

Jadi, YESUS datang ke dunia untuk menyerahkan Nyawa = taat sampai mati di kayu salib, maka tabir bait ALLAH terbelah menjadi dua = pintu surga terbuka.

Jadi, pintu surga tertutup karena ketidak taatan = dosa, dan pintu surga terbuka karena ketaatan YESUS sampai mati di kayu salib, maka tabir bait ALLAH terbelah menjadi dua. Jadi, datang untuk membuka pintu gerbang, pintu kemah dan pintu tirai bagi kita semua.

Tadi pagi kita sudah mendengar, ada dua hasil jika tabir/pintu tirai terbuka yaitu:
  1. terbuka jalan baru dan hidup sehingga manusia dapat menerima hidup dalam kelimpahan --> Ibrani 10 : 19, 20.
  2. tabut perjanjian kelihatan.
Tadi pagi kita sudah mendengar, tabut perjanjian ini terdiri dari dua bagian yaitu ada Tutup dan juga ada peti.

Mari, kita membaca lagi ktb Kel 25, bagi yang tadi pagi tidak datang dapat mengikuti sejenak untuk kemudian kita maju lagi. Jangan bosan-bosan membaca sebab inilah sistim penggembalaan. Jadi penyampaian Firman penggembalaan itu diulang-ulang, kemudian maju lagi seperti domba yang makan rumput setelah mengunyah, masuk ke dalam pencernakan, kemudian diulang lagi, dikunyah lagi, masuk lagi demikian seterusnya sampai mendarah daging.

Berbeda dengan binatang buas seperti buaya, ular jika memangsa binatang lain, langsung masuk dan habis, tidak dapat keluar lagi. Jadi, kalau orang Kristen itu berkata mengapa Firman itu diulang-ulang, saya bosan --> ini merupakan gejala tidak tergembala = bukan domba-domba; yang dikuatirkan binatang buas sehingga gembalanya hendak dilulur.

Pertama yaitu Tutup --> Keluaran 25 : 17, 18,
17. Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.
18. Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu.

Jadi Tutup pendamaian bagian atas terbuat dari emas murni/tidak ada campuran perak atau tembaga atau kayu dan ini menunjuk zat Ilahi. Jadi Tutup pendamaian terdiri atas kerub (kesatu) = ALLAH Bapa = TUHAN; kemudian Tutup pendamaian dengan percikkan darah = Anak ALLAH = YESUS; kemudian kerub (kedua) semuanya terdiri dari emas = ALLAH Roh.Kudus = Kristus.

Jadi, tidak dibagi-bagi seperti ALLAH Bapa dibagi menjadi Anak ALLAH, memang ini Tiga Oknum di dalam Satu Pribadi. Itu sebabnya ada jaman ALLAH Bapa, jaman Anak ALLAH dan juga jaman Roh.Kudus --> Tiga Oknum di dalam Satu Pribadi dengan pekerjaan yang berbeda-beda.

Jadi, Tutup pendamaian adalah ALLAH Bapa, Anak dan Roh.Kudus yaitu TUHAN YESUS Kristus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga/Kepala/Suami. Semoga kita dapat mengerti.

Kedua yaitu peti/tabut --> Keluaran 25 : 10, 11,
10. "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
11. Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

Tadi pagi saya sudah menerangkan soal bingkai emas yaitu kerinduan kita untuk selalu bersekutu/menyatu/tidak terpisah dari TUHAN mulai sekarang sampai TUHAN datang.

Malam ini kita akan melihat tentang tabut/peti yang terbuat dari kayu penaga yang berwarna hitam. Sekuat-kuatnya kayu, tetapi kalau terkena panas akan rapuh, inilah manusia daging. Sehebat-hebatnya manusia daging --> memiliki gelar dlsbnya, akan rapuh dan hancur di dunia ini sebab tidak memiliki kemampuan. Itu sebabnya kayu penaga harus disalut dengan emas murni bagian luar dan bagian dalamnya sehingga kayunya tidak terlihat lagi.

Jadi arti dari kayu penaga yang disalut dengan emas murni adalah manusia daging yang berdosa yang disalut dengan zat Ilahi yaitu Firman, Roh.Kudus dan kasih sehingga menjadi sempurna seperti YESUS = menjadi Mempelai Wanita TUHAN.
Kesimpulannya: jika pintu tirai dibuka oleh kematian YESUS/terbuka oleh kematian YESUS, maka itu merupakan kesempatan bagi manusia daging/manusia berdosa untuk dapat menjadi sempurna seperti YESUS/menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Inilah pentingnya tirai itu harus dibuka oleh YESUS.

Mari, kita menggunakan kesempatan yang sudah dibuka oleh YESUS agar kita dapat menjadi sempurna seperti Dia/tabir sudah dibuka, maka terbuka kesempatan seluas-luasnya bagi manusia daging yang berdosa agar dapat menjadi sempurna seperti YESUS = menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

Dan YESUS mengupayakan/Dia yang menyalut --> YESUS harus mati untuk menyalut manusia daging ini disalut dengan emas sampai menjadi sempurna seperti Dia. Bukan kita yang menyalut sebab kita tidak memiliki kemampuan untuk menyalut, tetapi YESUS Yang menyalut kita dengan membuka kesempatan dengan membuka tirai, dan YESUS juga Yang menyalut dengan emas.

Efesus 5 : 25-27
25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus, jadi Kristus adalah Suami/Mempelai Pria Surga.

Jadi, YESUS sebagai Suami menyerahkan Nyawa/mati di kayu salib untuk menyucikan dan memandikan/membaharui sidang jemaat = menyalut sidang jemaat luar dan dalam = menghiasi sidang jemaat luar dan dalam sampai menjadi sempurna seperti YESUS/menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Ini yang dilakukan oleh TUHAN.

Yesaya 52 : 13, 14
13. Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
14. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia -- begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi --

Sebenarnya YESUS adalah Hamba TUHAN Yang berhasil, Yang mulia, Sempurna, tetapi di atas kayu salib Ia rela menjadi buruk sampai tampaknya bukan seperti anak manusia lagi. Jadi, YESUS adalah Hamba TUHAN Yang berhasil, Yang mulia tetapi rela menjadi buruk di kayu salib sampai bukan lagi seperti manusia untuk menyucikan dan mengubahkan sidang jemaat = untuk menyalut luar dalam = untuk menghiasi sidang jemaat luar dalam supaya sidang jemaat menjadi indah dan sama mulia dengan Dia. Inilah yang YESUS kerjakan di atas kayu salib, itu sebabnya kita harus menghargai penyalutan. Semoga kita dapat mengerti.

Pertanyaannya siapa yang disalut? Dibagian atas disebutkan YESUS menjadi buruk di kayu salib sampai bukan seperti manusia lagi. Maafkan! Kalau bukan seperti manusia lagi, bukan seperti malaikat sebab malaikat juga mulia tetapi seperti anjing dan babi/seperti binatang dan juga seperti setan. Inilah istilah dari YESUS menjadi buruk di kayu salib bukan seperti manusia lagi, tetapi (maaf) seperti anjing dan babi dan juga seperti setan.

Anjing dan babi merupakan gambaran dari manusia daging yang hidupnya campur baur di dalam dosa. Babi yang sudah dimandikan sampai bersih, masuk lagi ke dalam perbuatan-perbuatan dosa. Sedangkan anjing yang sudah muntah, dijilat lagi = perkataan-perkataan dosa. Anjing dan babi gambaran dari manusia kafir yang berkecimpung dalam dosa = jatuh bangun dalam dosa, baik perbuatan dosa mau-pun perkataan dosa.

Perkataan-perkataan dosa/kata-kata dosa ini termasuk:
  • Berdusta,
  • Menjelekan orang,
  • Memfitnah orang, yang benar menjadi salah sedangkan yang salah menjadi benar.
Itu sebabnya kita jangan menjadi seperti anjing dan babi, sebab ini merupakan tabiat kafir. Dan juga seperti setan yaitu manusia daging yang betul-betul hidup di dalam dosa.

Contoh di dalam alkitab, maka setan ini adalah Petrus. Jadi bukan orang yang di luar YESUS yang kelakuannya itu seperti setan --> ini bisa saja. Tetapi yang harus kita waspadai adalah kita jangan terus membicarakan orang luar, sebab kalau kita terus membicarakan orang luar, maka kita tidak dapat selamat.

Kita merasa sudah hebat, Petrus hebat --> siapa yang tidak mengaku bahwa Petrus itu orang yang hebat? Petrus hebat!! Tetapi satu waktu --> enyahlah iblis!!!! Orang hebat seperti Petrus/pelayan TUHAN yang hebat dapat menjadi iblis, siapa saya? Jadi inilah istilah 'buruk' bukan seperti manusia lagi, tetapi seperti anjing dan babi dan juga seperti setan/iblis dan ini juga pernah dialami oleh Petrus.

Jadi siapa yang disalut? Yang disalut adalah manusia yang seperti anjing dan babi sampai manusia yang seperti setan/iblis (Petrus). Mari! malam ini saya tantang --> hidup saya/hidup kita mungkin masih seperti anjing dan babi bahkan mungkin sudah seperti setan/iblis = sudah sangat jahat dan sangat najis, tetapi masih ada kesempatan untuk disalut.

Tidak ada alasan dengan berkata bahwa saya sudah seperti setan dan juga seperti anjing dan babi --> tidak ada alasan!! Sebab ini yang hendak disalut oleh TUHAN. Bukan seperti manusia daging berdosa biasa, tetapi sudah seperti anjing dan babi dan juga sudah seperti setan/iblis. Tetapi TUHAN masih mau menyalut kita, tinggal kita mau atau tidak.

Kecuali kalau YESUS mengatakan bahwa Ia hanya mau menyalut orang berbuat dosa kecil-kecil saja, maka kita ada alasan untuk berkata bahwa saya sudah seperti setan/garang seperti setan sehingga tidak perlu lagi ke gereja sebab tidak ada gunanya lagi. Tidak!! Justru YESUS Yang mulia menjadi lebih buruk, sudah tidak seperti manusia lagi, tetapi sudah seperti setan, anjing dan babi untuk menolong manusia daging yang sudah terperosok seperti setan, anjing dan babi masih diberi kesempatan untuk disalut menjadi tabut perjanjian.

Saya berbahagia menyampaikan Firman ini, untuk diriku. Siapa yang tidak berbuat dosa dan siapa yang tidak pernah jatuh dalam dosa? Tetapi ini bukan untuk menutup-tutupi, tetapi ini untuk menghargai kemurahan TUHAN, bahwa sekali-pun malam ini kita sudah seperti anjing dan babi dan juga seperti setan, masih diberi kesempatan untuk disalut dengan emas murni sampai menjadi sempurna.

Proses penyalutan. Kita sudah mengetahui siapa yang disalut? Termasuk kita semua, apa-pun keadaan kita, kita masih dapat disalut malam ini oleh TUHAN. Bagaimana manusia daging berdosa yang sudah seperti anjing dan babi dan juga seperti setan mau disalut oleh TUHAN?

Efesus 5 : 26, untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

Inilah proses penyalutan/proses penyucian/pembaharuan/proses menghiasi kita yang sudah seperti anjing, babi dan juga sudah seperti setan yaitu:
  1. lewat baptisan air, Ia menyucikan dan memandikan kita dengan air Firman.

    Galatia 3 : 27, Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.

    Terj.lama: Karena seberapa banyak kamu, yang dibaptiskan kepada Kristus, sudah bersalut dengan Kristus.

    Bersalut = disalut dengan emas murni lewat baptisan air yang benar. Sebab ada baptisan air yang tidak benar --> seperti jaman Nuh, ada banyak bahtera tetapi tidak menyelamatkan, hanya satu bahtera yang menyelamatkan.

    Jadi saya tekankan, bukan sembarang baptisan air, tetapi baptisan air yang benar. Kalau dulu ada bidan-bidan yang dipakai oleh firaun untuk membunuh bayi laki-laki dari orang Israel yang baru dilahirkan; hanya Puah dan Sifra yang benar. Sekarang, ini (maafkan saya) banyak hamba-hamba TUHAN/bidan-bidan yang dipakai oleh setan untuk menghalangi kelahiran baru lewat menciptakan banyak cara baptisan = bagaikan mencekik bayi yang baru lahir.

    Itu sebabnya, kita harus berhati-hati, sebab justru hamba TUHAN/bidan yang menciptakan banyak macam baptisan, tetapi yang menyelamatkan hanya satu baptisan.

    Apa arti dari baptisan yang benar itu? Kita membaca dengan perlahan-lahan, supaya kita diyakinkan bahwa baptisan air itu harus benar sebab baptisan air itu bukanlah lambang, tetapi ini yang menentukan manusia darah daging/kayu penaga hitam/manusia yang seperti anjing, babi dan juga sudah seperti setan dapat menjadi sempurna atau tidak, dimulai dari baptisan air sebab ini merupakan dasar dari penyalutan.

    Roma 6 : 2, 4
    2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Jadi syarat baptisan air yang benar adalah mati terhadap dosa = bertobat.

    Pelaksanaan dari baptisan air yang benar adalah kita dibaptis dalam Nama Bapa, Anak Laki-laki dan Roh.Kudus yaitu TUHAN YESUS Kristus. Untuk mengarah kepada kesempurnaan seperti TUHAN YESUS --> peti ditutup oleh TUHAN YESUS Kristus dan lewat baptisan air kita mendapatkan Nama TUHAN YESUS Kristus = mengarah kepada Tutup pendamaian = mengarah kepada kesempurnaan.

    Itu sebabnya Nama TUHAN YESUS Kristus harus jelas, jangan dengan nama yang lain. Di dalam injil Mat 28 dan saya kira kita sudah mengetahuinya dan juga di dalam Kis.rsl --> dalam Nama Bapa, Anak Laki-laki dan Roh.Kudus yaitu TUHAN YESUS Kristus.
    Dan pelaksanaan dari baptisan air selanjutnya adalah orang yang sudah mati terhadap dosa harus ??dikuburkan bersama YESUS di dalam air/di dalam baptisan air dan ia bangkit bersama YESUS dalam hidup yang baru/hidup yang bersalut Kristus/bersalut emas murni.

    Apa yang dimaksud dengan bersalut emas murni?
    1 Petrus 3 : 20, 21
    20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Kita bangkit di dalam hidup baru, bersalut Kristus dimulai dari dalam --> peti disalut bagian luar dan juga bagian dalam. Jadi, bagian dalam terlebih dahulu yang disalut itulah hati menjadi hati nurani yang baik/taat dengar-dengaran.

    Di jaman Nuh, hati nurani manusia cenderung jahat (Kej 6) --> hati nurani anak TUHAN = orang dunia/anak manusia. Cenderung jahat, najis lewat pandangan, melihat siapa saja, pokok kawin sehingga terjadi kawin campur, kawin cerai. Inilah hati yang cenderung jahat. Tetapi masuk dalam baptisan air, maka hati yang cenderung jahat disalut menjadi hati nurani yang baik/hati nurani yang taat dengar-dengaran. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita harus berhati-hati, sebab pada jaman Nuh, tidak ada seorang anak-pun yang selamat, berarti anak kecil juga tidak ada yang taat. Mari! jika anak kecil kita tidak taat, harus dinasihati --> di saat ibadah, mengganggu = tidak taat. Tetapi kalau anak kita yang masih kecil mau ikut ke gereja, saudara jangan menolak, sebab seringkali kita tidak mau repot dengan membawa anak yang masih kecil ke gereja. Sehingga sampai besar ucapan orang tuanya itu terus terngiang-ngiang yang menolaknya ketika ia ingin ikut ke gereja; ketika sudah besar, ia diajak untuk beribadah di gereja, si anak sudah tidak mau ke gereja. Ini akibat dari dulu si anak ini selalu ditolak. Kita harus berhati-hati, sebab anak itu merupakan berkat dari TUHAN, bukanlah penghalang; mari dididik dengan baik untuk dibawa kepada TUHAN.

    Sebaliknya, orang tua jangan menghalangi anak untuk datang kepada TUHAN seperti yang dilakukan oleh murid-murid yang melarang anak-anak datang kepada YESUS. Sebaliknya, anak-anak juga jangan menghalangi orang tua untuk datang ke gereja dan ini berarti sama-sama tidak taat. Inilah hati nurani yang baik = disalut bagian dalam. Hati yang cenderung jahat, menjadi hati nurani yang baik.

    Jika bagian dalam baik sebab disalut bagian dalamnya, maka akan memancar keluar dan menghasilkan perbuatan dan perkataan yang juga menjadi baik = disalut bagian luar.

    Perkataan yang baik:
    • perkataan yang membangun,
    • bukan gosip-gosip yang tidak dapat dipertanggung jawabkan,
    • perkataan yang berguna,
    • perkataan yang benar.

    Perbuatan baik
    :
    • tidak merugikan orang,
    • tidak membalas kejahatan dengan kejahatan sebab kalau membalas kejahatan dengan kejahatan = hukum rimba. Kalau membalas kebaikan dengan kebaikan, maka ini merupakan hal yang biasa = hukum alam.

    • sampai dapat membalas kejahatan dengan kebaikan = hukum TUHAN. Daging sama sekali tidak kelihatan sebab sudah disalut.

    Kalau daging, bisa perbuatan baik, kita balas dengan kejahatan; tetapi kalau jahat, dibalas dengan perbuatan baik, hanya YESUS Yang dapat berbuat demikian = emas.
    Biar-pun kita ini tadinya manusia anjing dan babi/hati yang jahat, dan juga seperti setan tetapi kalau kita dibaptis, hati kita disalut oleh TUHAN sehingga menjadi hati yang baik dan menghasilkan perbuatan dan perkataan yang baik sampai menjadi seperti YESUS yaitu membalas kejahatan dengan kebaikan. Semoga kita dapat mengerti.

    Saya pernah mendengar khotbah atau kesaksian dari alm bpk pdt Totaijs --> saya lupa; beliau berkata bahwa salah satu dari cucu-cucunya itu pemakai narkoba. Cucu ini tinggal di Amerika, dia datang berlibur di negeri Belanda. Si cucu ini tidak keluar dari kamar, ketika dipanggil, ternyata anak itu sedang fly dan ketika ditanya, maka anak itu mengaku: opa, saya ini pemakai narkoba. Oom Totaijs diam, kemudian oom Totaijs bertanya --> 'apakah engkau percaya dengan kuasa baptisan, sebab kuasa baptisan yang mampu menolongmu'. Dia percaya, kemudian didoakan dan terlepas dari narkoba itu.

    Mari, malam ini sekali-pun sudah seperti anjing, babi dan juga sudah seperti setan, kuasa baptisan air mampu menjadikan kita menjadi sama seperti YESUS yaitu berbuat baik sampai membalas kejahatan dengan kebaikan. Kalau daging tidak dapat melakukan, mau membalas kebaikan dengan kebaikan saja, masih pikir-pikir; tetapi kalau jahat dibalas dengan kebaikan = sudah tidak ada daging lagi = sudah emas = luar dan dalam sudah disalut dengan emas. Semoga kita dapat mengerti.

  2. lewat pekerjaan Firman pengajaran yang benar/air hujan, kemarin kita sudah mendengar bahwa ada dua macam pemberitaan Firman yaitu Firman penginjilan/injil keselamatan untuk memanggil orang berdosa agar dapat percaya kepada YESUS dan diselamatkan. Tetapi untuk menyalut dan menjadikan kita sempurna, penginjilan tidaklah cukup, itu sebabnya harus dengan Firman pengajaran/cahaya injil tentang kemuliaan Kristus.

    2 Korintus 4 : 3, 4
    3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Gambaran ALLAH =Wujud ALLAH, kita kembali ke Gambar ALLAH. Ini juga merupakan pengajaran yang benar. Di dalam alkitab, juga dikatakan ada pengajaran yang lain/ajaran sesat, bahkan jika saudara membaca di dalam injil Matius 24, ketika murid-murid bertanya 'apa yang menjadi tanda dari kedatangan-Mu yang kedua kali?' kalau ada pendeta yang menerangkan bahwa tandanya adalah peperangan --> ini salah!! Sebab tanda nomor satu adalah penyesatan. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan pengajaran lain yang tidak cocok dengan alkitab.

    Sekali-pun perbedaannya hanya sedikit; guru saya mengatakan sekali-pun perbedaannya hanya sedikit seperti rel kereta api, yang beda sedikit saja, maka satu akan mengarah kearah yang lain dan jika terus dibiarkan, akan semakin jauh dan tidak akan pernah ketemu.

    Tanda dari Firman pengajaran yang benar adalah:
    • tertulis di dalam alkitab, bukan yang tertulis di dalam buku-buku yang lain.
    • diwahyukan/diilhamkan (bukan diilmiahkan) oleh TUHAN, dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain di dalam alkitab.

    Diluar ini, tidaklah benar. Semoga kita dapat mengerti.
    Firman pengajaran yang benar/injil tentang kemuliaan Kristus = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua --> tajam pertama untuk menyucikan/memotong apa yang tidak benar/memotong dosa dan tajam yang kedua untuk menumbuhkan/membaharui/mengubahkan menjadi baru/menyalut luar dan dalam/menghiasi luar dalam.
Apa arti dari perhiasan? 1 Petrus 3 : 3-6,
3. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

Ay 4, manusia batiniah = bagian dalam.

Ay 5, berdandan = bagian luar --> berdandan bagi suami. Jika istri berdandan tetapi tidak disukai oleh suami, tetapi istri membantah dengan berkata bahwa model begini lagi digemari dan banyak dijual di plaza --> ini berarti berdandan bagi orang lain, bukan berdandan untuk suami. Kita harus berhati-hati; berdandan bagi suami = tunduk kepada suami seperti Sara.

Inilah pekerjaan dari Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yaitu menyalut kita bagian luar dan dalam/menghiasi kita bagian dalam dan luar.

Perhiasan dalam, itulah lemah lembut dan tenteram/pendiam.

Lemah lembut =
  • kemampuan untuk menerima Firman ALLAH sekeras apa- pun/setajam apa-pun dan juga selama apa-pun --> Yakobus 1 : 21.
  • kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
Pendiam/tenteram =
  • berdiam diri = banyak mengoreksi diri sendiri. Jika ditemukan kesalahan, maka kita harus mengaku dosa kepada TUHAN (vertikal) dan juga kepada sesama (horizontal) dan jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi = dosa dipaku di atas kayu salib sehingga tidak berkuasa lagi.

  • tidak suka memberi komentar,
  • dan banyak menyembah TUHAN --> inilah perhiasan bagian dalam yang tidak diketahui oleh orang. Jika bagian dalam dihiasi/disalut, akan berkilau keluar/memancar keluar = tunduk taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara --> perhiasan bagian luar = dari dalam memancar keluar. Kalau TUHAN YESUS, tunduk taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib = tirai terobek.
Kalau dalam tabernakel di mulai dari halaman, ruangan suci dan ruangan maha suci= penundukan.
Halaman = selalu berkata 'ya' untuk orang tua jasmani.
Ruangan suci = 'ya' untuk orang tua rohani.
Ruangan maha suci = Orang Tua Surgawi/Firman --> 'ya Abba, ya Bapa'.

Angin dan gelombang yang tidak memiliki daging, tetapi dapat taat ketika YESUS perintahkan untuk diam dan tenang. Ikan besar yang tentunya memiliki banyak daging dan menelan Yunus, dapat taat ketika TUHAN perintahkan untuk memuntahkan Yunus. Kita manusia/hamba TUHAN yang sekali-pun kurus seperti saya, tidak taat sebab selalu berkata 'ya tetapi'. Marilah malam ini kita belajar sehingga disalut bagian dalam dan juga disalut bagian luar. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau kita taat seperti YESUS taat sampai mati, maka kepada-Nya dikaruniakan Nama di atas segala nama --> Filipi 2 : 8, 9,
8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Kalau kepada YESUS diberikan Nama di atas segala nama.

Kepada kita, kalau kita taat, maka hasilnya adalah:
  1. kepada kita dipercayakan Nama di atas segala nama yaitu Nama YESUS Yang berkuasa sehingga kita mendapatkan kuasa kemenangan.

    Ay 10 --> segala yang ada di langit = setan/naga merah yang ada di atas bumi = nabi palsu/binatang buas di bumi yang ada di bawah bumi/dari dalam laut = antikrist.
    Kita mendapatkan kuasa kemenangan atas setan tri tunggal yang menjadi sumber dosa; jadi kalau kita taat/ada kuasa Nama YESUS, kita menang atas dosa sehingga kita dapat hidup benar/hidup suci.
    Setan juga merupakan sumber masalah seperti penyakit dllnya. Kalau kita menyeru Nama YESUS di dalam ketaatan, segala masalah diselesaikan sampai pada hal yang mustahil/segala penyakit disembuhkan = kuasa kemenangan dalam Nama YESUS.

    Kita menang terutama atas dosa, kita tidak lagi menjadi anjing dan babi yang berkecimpung dalam dosa sehingga kita dapat hidup benar.
    Setan juga merupakan sumber masalah/sumber penyakit, semua masalah selesai dan penyakit disembuhkan.
    Kemudian setan juga merupakan sumber dari kegagalan. Kegagalan dikalahkan, kita menjadi berhasil. Inilah kuasa dari Nama YESUS.

    Kita bukan hanya berseru seperti ketujuh anak dari imam Skewa yang menyeru-nyeru Nama TUHAN, mereka justru digagahi oleh setan, mengapa? Sebab mereka tidak memiliki perhiasan di dalam. Kalau mereka/kita memiliki perhiasan di dalam yaitu lemah lembut, tenteram, pendiam, kemudian perhiasan di luar yaitu tunduk/taat, jika kita menyeru Nama YESUS, maka kita memiliki kuasa kemenangan.

    Mari malam ini, yang berbuat dosa/berkata dosa termasuk saya, kita hidup benar/menang. Ada masalah, ada penyakit, kita menang, semuanya selesai. Bagi yang gagal/yang hancur, semuanya menjadi berhasil dan indah pada waktunya. Kita harus menyerukan Nama YESUS dengan yakin.

  2. Nama YESUS dimeteraikan di dalam hidup kita, sehingga kita mendapatkan kuasa perlindungan.

    Wahyu 9 : 3-5
    3. Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
    4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
    5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

    Kalau Nama YESUS dimeteraikan di dahi kita, maka ada kuasa perlindungan atas segala celaka mara bahaya di dunia yang sekarang ini tidak dapat diprediksi/tidak dapat disangka-sangka, sebab tiba-tiba tsunami terjadi, gempa bumi terjadi. Itu sebabnya kita memerlukan perlindungan yaitu Nama YESUS dimeteraikan di dalam hidup kita.

    Kuasa perlindungan atas hukuman TUHAN. Salah satu hukaman dalam bentuk demon-demon keluar dan akan menyiksa manusia selama lima bulan. Kita masih ingat bahtera Nuh, air menguasai bumi selama lima bulan. Dulu dihukum dengan air bah, nanti kalajengking-kalajengking menyengat manusia --> tidak untuk membunuh, tetapi hanya untuk menyiksa. Hanya orang yang memiliki meterai Nama TUHAN akan dilindungi dari penghukuman TUHAN.

    Mulai sekarang kita dilindungi dari celaka dan marabahaya yang terjadi di darat, di laut, di udara, bencana-bencana alam --> kita dilindungi kalau kita memiliki meterai, asal kita taat dan di mulai dari:
    • Baptisan air --> hati nurani yang baik dan juga perbuatan yang baik, kita sudah memiliki Nama TUHAN.
    • Disalut dengan Firman --> ada lemah lembut, pendiam, penundukan = taat seperti YESUS dan ini jelas ada Nama YESUS.
    • Dipercayakan Nama YESUS sehingga ada kuasa kemenangan.
    • Nama YESUS dimeteraikan, sehingga ada kuasa perlindungan.

  3. Nama YESUS dilekatkan kepada kita dan ini berarti kita sudah menjadi Mempelai.

    Yesaya 4 : 1, Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

    Tujuh orang perempuan adalah gambaran dari tujuh sidang jemaat bangsa kafir (ktb Wahyu, jemaat Efesus dstnya sampai jemaat Laodikia), sedangkan satu laki-laki adalah TUHAN YESUS.

    Nama YESUS dilekatkan pada nama kita = nama yang baru/nama Mempelai --> Nama Suami dilekatkan kepada istri. Kalau Nama dilekatkan, maka kita menjadi Mempelai Wanita. Luar biasa!! Seperti Tutup dengan peti tidak terpisahkan. Semoga kita dapat mengerti.

    Apa kuasanya:
    Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami. Kepada bangsa kafir TUHAN mengatakan --> 'jangan kamu kuatir apa yang kamu makan dan apa yang kamu pakai, sebab itu dicari oleh bangsa yang tidak mengenal TUHAN/bangsa kafir. Sifat dari bangsa kafir selalu merasa kuatir, tetapi kalau Nama dilekatkan, maka akan ada kuasa pemeliharaan TUHAN yang nyata. Makanan, pakaian, masa depan --> hidup sehari-hari sampai tidak ada kekuatiran lagi.

    Maafkan bagi para gadis-gadis, kalau makanan dan pakaian untuk para gadis-gadis tidak terlalu kuatir, tetapi bagi para kaum muda yang paling dikuatirkan adalah j o d o h. Karena sering merasa kuatir, maka akan menabrak sini, menabrak sana dan ini pertanda tidak memiliki Nama YESUS.
    Seperti pada jaman Nuh, bahkan laki-laki memandang anak-anak manusia yang cantik-cantik sehingga mereka memilih siapa saja yang mereka suka. Ini pertanda tidak memiliki Nama YESUS.
    Kalau kita masih memiliki kekuatiran, maka itu berarti kita tidak memiliki Nama YESUS. Tetapi kalau kita memiliki Nama YESUS, maka kita akan merasa mantap --> tidak sibuk dengan urusan makanan dan pakaian, sebab yang terpenting adalah lekatkan Nama-Mu, ambillah aib-ku.

    Kuasa penyucian dan pembaharuan = semua aib --> aib semasa remaja, aib masa kini dan juga aib yang akan datang, semuanya dihapus sampai kita menjadi sempurna/menjadi Mempelai Wanita yang siap terangkat diawan-awan yang permai.

    Tutup bertemu dengan peti --> tidak terpisah lagi. Tadi pagi kita sudah mendengar di dalam Wahyu 19 : 9,
    • Pertemuan di udara, sesudah itu
    • Masuk kerajaan seribu tahun/firdaus y.a.d (Wahyu 20), sesudah itu
    • Wahyu 21 dan Wahyu 22, nama baru dan masuk ke Yerusalem Baru.
Inilah oleh-oleh untuk:
  • Pribadiku,
  • Rumah tangga kita masing-masing,
  • Pelayanan kita, ada kuasa Nama YESUS.
Siapa saja, asalkan kita mau disalut sekali-pun sudah seperti anjing dan babi bahkan sudah menjadi seperti setan. Mungkin di rumah, seringkali orang tua kita sampai berkata: 'aduh! kamu sudah seperti setan', tetapi malam ini masih bisa disalut asal kita mau:
  • Lewat baptisan air --> bagi yang sudah dibaptis, tidak perlu dibaptis lagi jika baptisannya sudah benar. Yang baptisannya belum benar = belum dibaptis. Mari, kita berbuat baik, hati juga baik = ada Nama YESUS.
  • Sesudah baptisan, maka air Firman/pedang --> ada lemah lembut, pendiam dan juga ada penurutan, sehingga benar-benar ada Nama YESUS = ada kuasa kemenangan, ada kuasa perlindungan, ada kuasa pemeliharaan dan juga ada kuasa penyucian sehingga kita menjadi sempurna seperti YESUS.
Mari, malam ini apa yang menjadi keadaan kita --> serukan Nama YESUS. Kalau saudara sudah tidak mampu, berseru YESUS, YESUS, maka kuasa TUHAN akan turun ditengah kita sekalian.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top