English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 06 April 2008)
Tayang: 08 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 04 November 2007)
Tayang: 15 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 08 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 02 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 April 2008)
Tayang: 24 Februari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 11 November 2007)
Tayang: 30 Mei 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 07 Oktober 2007)
Tayang: 15 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 14 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 September 2007)
Tayang: 07 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 Desember 2007)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 29 Juli 2007)
Tayang: 13 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 25 November 2007)
Tayang: 25 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 09 Maret 2008
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 05 Agustus 2012

Kita masih membahas nubuat keempat yaitu nubuat tentang antikrist
Matius 24: 15, "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel—para pembaca hendaklah memperhatikannya--

Antikrist tampil sebagai pembinasa keji untuk memburu, membunuh dan membinasakan anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN/pelayan-pelayan TUHAN yang ketinggalan pada saat itu.

Itu sebabnya sikap kita/sikap dari gereja TUHAN/anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN di hari-hari ini adalah menyingkir. Mulai sekarang kita menyingkir sampai satu waktu kita akan mengalami penyingkiran besar-besaran/penyingkiran secara massal/secara bersama yaitu pada saat antikrist berkuasa dibumi dan kita akan dikarunia dua sayap burung nazar yang besar, yang akan menerbangkan/menyingkirkan kita ke padang belantara jauh dari mata ular/dari mata antikrist. Kita dipelihara, dilindungi secara langsung oleh TUHAN selama tiga setengah tahun.

Jadi, penyingkiran itu dimulai dari sekarang, bukannya nanti, tetapi mulai sekarang menyingkir secara pribadi sampai satu waktu jika betul-betul antikrist berkuasa tiga setengah tahun, kita betul-betul mengalami penyingkiran besar-besaran secara massal, dengan dua sayap burung nazar yang besar.

Mari saudaraku, kita banyak berpikir mungkin tentang bisnis kita, tentang usaha, masa depan, kuliah, sekolah --> silahkan! ini memang perlu untuk hidup di dunia ini, tetapi kita juga jangan lupa untuk memikirkan apakah saya dapat termasuk saat penyingkiran besar-besaran nanti, apakah kita dapat masuk saat penyingkiran atau malah tertinggal di zaman antikrist? Ini betul-betul ngeri kalau tertinggal di zaman itu.

Ada tiga macam tindakan penyingkiran.

Tindakan penyingkiran --> Matius 24: 16-18,
  1. ay 16 --> “orang di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan”.
  2. ay 17 --> “orang yang sedang diperanginan, jangan turun untuk mengambil barang dirumah.
  3. ay18 --> “orang yang sedang diladang, jangan kembali untuk mengambil pakaiannya”.
Inilah tiga macam tindakan penyingkiran yaitu:
  • mulai sekarang kita naik ke pegunungan = tingkatkan kerohanian, jangan tetap, apalagi turun, tingkatkan keselamatan menjadi kesempurnaan,
  • kemudian tinggal di peranginan, dan tetap
  • tinggal di ladang TUHAN, jangan lupakan ladang TUHAN/jangan lupakan pelayanan, tetapi tetap tinggal di ladang.
Sekarang kita akan membahas yang kedua “orang yang sedang diperanginan, jangan turun untuk mengambil barang dirumah.

Jadi rumah-rumah orang Israel itu memiliki sotoh/peranginan/tempat yang sejuk, sebab berada diatas dan sekarang secara rohani menunjuk pada tempat damai sejahtera/hidup dalam damai sejahtera dihari-hari ini. Inilah tindakan penyingkiran, tetap tinggal di peranginan/tempat yang banyak anginnya, tempat yang sejuk, tempat damai sejahtera artinya sekarang kita harus hidup dalam damai sejahtera. Semoga kita dapat mengerti.

Waktu yang lalu kita sudah mendengar tentang bagaimana proses supaya kita hidup dalam damai sejahtera di dalam nikah, di penggembalaan, di pekerjaan dan juga di mana-pun kita berada yaitu: berdamai dengan TUHAN/mengaku segala dosa kepada TUHAN/vertikal dengan sejujur-jujurnya kalau diampuni jangan berbuat dosa lagi.
  • berdamai dengan sesama/saling mengaku dan juga saling mengampuni, kalau diampuni jangan berbuat lagi.
  • mengampuni dosa sesama dan melupakannya itu sama dengan lari ke kayu salib.
Berdamai dengan TUHAN, dan juga dengan sesama = lari ke kayu salib/kepada salib TUHAN; disitulah kita mengalami penyelesaian dari segala dosa seperti yang diucapkan oleh TUHAN --> ‘sudah selesai’ = segala dosa sudah diselesaikan dan kita hidup dalam damai sejahtera. Semoga kita dapat mengerti.

Markus 9: 49, 50,
49. Karena setiap orang akan digarami dengan api.
50. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."

Inilah saudaraku, kalau kita mau berdamai dengan TUHAN dan juga berdamai dengan sesama = hidup damai sejahtera = garam yang asin = garam yang digarami oleh api. Tetapi sebaliknya saudaraku, ada garam yang tawar --> garam memang baik, kalau asin itu baik, tapi jika garam menjadi hambar dengan apakah mengasinkan, ada garam yang hambar itulah kehidupan yang tidak mau berdamai/tidak hidup dalam damai sejahtera = tidak mau berdamai dengan TUHAN dan juga berdamai dengan sesama.

Mengapa tidak mau berdamai?
  • karena kebenaran sendiri/mempertahankan kebenaran sendiri --> suami merasa benar, istri merasa benar sehingga tidak dapat berdamai. Mempertahankan kebenaran sendiri yaitu kebenaran dari orang berdosa dengan cara menyalahkan orang lain, dia sendiri yang salah, tidak mau mengaku tapi menyalahkan orang lain. Inilah garam yang tawar, sedikit-pun tidak memiliki kekuatan.

  • 1 Korintus 3: 3, Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

    “jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi”
    --> manusia daging itu bagaikan garam yang tawar, yang bisa digerogoti oleh ulat-ulat, oleh virus-virus = bakteri-bakteri yang masuk. Misalnya ikan yang digarami, tetapi garamnya garam yang tawar, maka bakteri-bakteri dapat masuk. Inilah orang yang suka iri hati, mempertahankan iri hati dan perselisihan = manusia daging. Garam yang tawar mengakibatkan daging menjadi betul-betul busuk karena tidak mampu menghadapi bakteri, dan juga menghadapi ulat-ulat.
Di dalam 2 Korintus 12 --> tentang kekuatiran dari rasul Paulus.Yang dikuatirkan oleh rasul Paulus di akhir zaman, bukan kekurangan beras, kekurangan listrik dan lain-lainnya --> bukan! tetapi yang dikuatirkan adalah iri hati, perselisihan, yang akan terus berkembang sehingga kehidupan itu menjadi busuk bagaikan garam yang tawar.

2 Korintus 12: 20, Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

Bagaimana nasib dari garam yang tawar? Matius 5: 13, "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Garam yang tawar itu adalah kebenaran diri sendiri = menyalahkan orang, iri, perselisihan, amarah, fitnah, bisik, tetapi akibatnya dahsyat yaitu:
  1. diinjak-injak oleh antikrist, tidak bisa menyingkir dari antikrist, mengalami aniaya antikrist selama tiga setengah tahun.
  2. menjadi sama dengan antikrist, antikrist itu garam yang tawar dan juga naga merah yang marah. Semoga kita dapat mengerti.
Jadi, kekuatiran dari rsl Paulus, bukan kuatir kalau jemaat tidak mempunyai beras, tidak punya ini dan itu --> bukan!! Tetapi ketakutan dari Paulus itu, adalah kalau jemaat menjadi garam yang tawar. Sekali-pun dia kaya, pintar, hebat, tetapi kalau menjadi garam yang tawar akan dahsyat akibatnya, apalagi kalau dia miskin dan bodoh. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi mari saudaraku, tindakan menyingkir adalah kita harus tetap menjadi garam yang asin yaitu kehidupan yang digarami oleh api Roh Kudus --> Markus 9: 49 Karena setiap orang akan digarami dengan api.

Karena setiap orang akan digarami dengan api --> kehidupan yang digarami oleh api Roh Kudus atau istilah lain diurapi oleh api Roh Kudus adalah dibaptiskan dengan api Roh Kudus.

Penting dihari-hari ini, dan salah satu tindakan menyingkir, di mulai dari sekarang sedikit demi sedikit, sampai dijumlahkan nanti, betul-betul penyingkiran secara besar-besaran. Seperti kita sekolah harus dimulai dari taman kanak-kanak, kemudian sekolah dasar dan mendapatkan ijazah ditambah ijazah sekolah menengah pertama, kemudian ditambah ijazah sekolah menengah atas baru sarjana/S1. Bukan langsung S1. Begitu juga dengan penyingkiran yang di-mulai dari sekarang, sedikit demi sedikit --> kumpulkan dua sayap burung nasar yang besar sampai penyingkiran secara massal. Semoga kita dapat mengerti.

Matius 3: 11, Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Ada tiga tingkatan baptisan yaitu:
  1. baptisan darah, itulah pertobatan/bertobat = berhenti berbuat dosa kembali kepada TUHAN.
  2. baptisan air, orang mati harus dikuburkan, tadi bertobat baptisan darah = bertobat itu berhenti berbuat dosa kembali kepada TUHAN atau mati terhadap dosa. Harus ditingkatkan yaitu orang mati harus dikubur/baptisan air --> kita dikuburkan bersama YESUS dalam baptisan air/dalam kematiannya dan kita bangkit dalam hidup yang baru --> Roma 6. Hidup dalam kebenaran = hidup yang baru = hidup dalam kebenaran --> sudah mati terhadap dosa/bertobat/ baptisan darah.

  3. aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tapi Ia yang datang kemudian dari padaku/YESUS lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya, Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api” = baptisan api.

    Baptisan api = kepenuhan atau urapan Roh Kudus/digarami oleh api Roh Kudus dan ini harus, supaya kita menjadi garam yang asin = kehidupan yang disingkirkan dari antikrist/kehidupan yang tidak bisa dijamah oleh antikrist. Kalau garam tawar diinjak-injak, tetapi garam yang asin betul-betul mengalami penyingkiran dari antikrist sehingga dia bisa menjadi garam dunia.
Garam asin ini adalah kehidupan yang dibaptis dengan api, mengalami kepenuhan atau urapan Roh Kudus = digarami oleh Roh Kudus, sehingga tampil sebagai garam yang asin, kehidupan yang tidak bisa dijamah oleh antikrist, disingkirkan dari antikrist, sehingga dia bisa menjadi garam dunia = kehidupan
yang sempurna, “Akulah terang dunia” TUHAN katakan “kamulah terang dunia” kita adalah terang dunia, tetapi juga di Matius 5 disebut garam dunia itu
= kehidupan yang sempurna seperti TUHAN YESUS. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang syarat agar dapat mengalami baptisan api/baptisan Roh Kudus adalah:
  1. Kisah Para Rasul 1: 4, 5,
    4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
    5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

    Syarat pertama tinggal di Yerusalem, dan arti rohani tinggal di Yerusalem/ kota damai, adalah hidup dalam damai sejahtera, dan kalau hati damai akan menjadi tempat dari Roh Kudus. Kalau hati tidak damai maka Roh Kudus tidak mau tinggal sebab bertentangan --> ada amarah, ada dendam, iri, pahit. Dulu, harus tinggal di kota Yerusalem, sekarang Yerusalem kota damai itulah hati yang damai sejahtera dan Roh Kudus ada disitu untuk membaptiskan kehidupan yang damai sejahtera.

  2. Kejadian 1: 2, Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

    Roh Kudus melayang-layang diatas permukaan air; permukaan air itu titik nol. Jadi, Roh Kudus melayang-layang bukan di tempat yang tinggi, tetapi di titik nol = kehidupan yang merendahkan diri/rendah hati. Rendah hati itu kemampuan untuk mengaku dosa-dosa bukan untuk menyalahkan orang, kalau kita menyalahkan orang = merasa hebat = kita sudah berada pada titik nol.

    Titik nol itu merendahkan diri, artinya/prakteknya:

    • Mengaku dosa-dosa dan kesalahan/kemampuan untuk mengaku dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan sehingga disitu ada Roh Kudus.
    • Mengaku bahwa kita tidak berdaya, tidak mampu berbuat apa-apa, tetapi kita hanya berharap kepada TUHAN saja.

  3. 1 Petrus 4: 12-14,
    12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Jadi syarat yang ketiga adalah kita harus mengalami ujian/percikan darah/sengsara daging tanpa dosa. Di saat mengalami sengsara daging tanpa dosa, kita jangan mengomel dengan mengatakan bahwa TUHAN tidak adil. Saya sudah berbuat baik, saya sudah setia, tetapi masih ada ujian, ada pencobaan dan ini menyebabkan Roh Kudus tidak dapat turun.
Mari saudaraku!! Di saat ujian datang, saat pencobaan datang, sengsara daging tanpa dosa datang, maka kita harus tabah/kuat hati sehingga Roh Kudus akan turun.

Jadi syarat agar di baptis dengan Roh.Kudus adalah:
  • hati damai,
  • rendah hati/hati yang rendah,
  • kuat hati, tabah hati, jangan mengomel, jangan bersungut-sungut, sehingga disitu (ay 14) “berbahagialah kamu jika kamu dinista karena nama Kristus sebab Roh Kemuliaan, Roh Allah ada padamu” = Roh Kudus turun, mengurapi, memenuhi kita. Kita bukan saja menjadi kuat, tetapi kita merasa bahagia. Ini buktinya, saat saudara dan saya mengalami penderitaan tanpa salah, tanpa dosa lalu dapat tersenyum dan dapat merasa bahagia, maka itu berarti ada Roh Kudus. Puji TUHAN.
Kalau kita difitnah, kita mengamuk, itu berarti tidak ada Roh Kudus, yang ada hanyalah daging. Tetapi kalau saat kita mengalami fitnahan dan lain, sengsara tanpa dosa, lalu kita dapat sabar kuat hati dan merasa bahagia, maka TUHAN akan menolong sehingga Roh Kudus turun atas kita.

Kalau ada Roh Kudus kita merasa bahagia ditengah sengsara, maka ini saya istilahkan permanensi dari Roh Kudus/Roh Kudus dipermanenkan. Lewat ujian, bukannya TUHAN hendak menghancurkan kita, tetapi lewat ujian justru TUHAN hendak mempermanenkan Roh Kudus dalam hidup kita.


Inilah saudaraku syarat-syaratnya, mari sekarang ini keluh kesah atau kekuatiran Paulus, jangan sampai jemaat menjadi garam yang tawar, demikian juga mulai dari diri saya, jangan menjadi garam yang tawar, sebab akibatnya terlalu dahsyat yaitu akan diinjak-injak, bahkan bisa menjadi sama dengan antikrist = tidak bisa menyingkir lagi dari antikrist.

TUHAN Yang berjanji akan membaptiskan Roh, janji Nya tidak pernah berubah. Sekarang ini juga kerinduan rasul Paulus merupakan cetusan kerinduan hati TUHAN agar jemaat jangan menjadi garam yang tawar, tetapi menjadi garam asin, lewat apa? lewat digarami dengan api Roh Kudus/dibaptis dengan Roh Kudus dengan syarat hati damai, rendah hati --> merasa tidak layak dan tidak mampu. Semoga kita dapat mengerti.

Kegunaan dari api Roh Kudus adalah:
  1. Markus 9: 49, Karena setiap orang akan digarami dengan api.

    Jadi kepenuhan Roh Kudus ini untuk pribadi/untuk setiap orang dan alkitab tidak salah sebab pribadi itu bergantung dari hati kita, bukan bergantung siapa pendeta-nya, siapa yang akan berdoa untuk kepenuhan Roh Kudus --> bukan bergantung itu!! tetapi bergantung pada hati.

    Kalau kita menunggu pendeta agar dapat dipenuhkan dengan Roh Kudus, berapa tahun sekali ada kepenuhan Roh. Kudus? Saat TUHAN datang, sedangkan pendetanya belum datang, maka celaka-lah kita. Jadi kepenuhan Roh Kudus bagi setiap orang pada setiap saat asalkan hati kita damai, rendah hati, kuat hati pasti ada Roh Kudus disana.

    Ini nomor satu kegunaan api Roh Kudus yaitu untuk menggarami/ mengurapi/memenuhi kehidupan kita sehingga kita menjadi garam yang asin. Kepenuhan Roh Kudus itu menyangkut setiap orang/secara pribadi sehingga tidak bisa tergantung pada yang lain/tidak dapat mengikuti yang lain, dan juga tidak dapat dipelajari. Asal keadaan hati kita minimal memenuhi tiga syarat di atas tadi.

    Kalau kecewa, putus asa, maka tidak dapat dipenuhkan dengan Roh.Kudus tetapi harus kuat hati, tabah, sekalipun masih menghadapi penyakit --> harus kuat hati, saya hidup dari TUHAN, bukan dari penyakit dan Roh Kudus ada disitu dan kita menjadi garam yang asin. Kalau kita ragu-ragu, maka tidak akan ada garam yang menggarami kita.

    Fungsi dari garam yang asin untuk:

    • mencegah kebusukan, seperti ikan itu ditangkap pada malam hari, kemudian diberi garam agar tidak menjadi busuk --> Roma 8: 13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

      Ayat 13:“tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu” --> oleh Roh kamu mematikan = mencegah kebusukan, bahkan mematikan.

      Perbuatan-perbuatan tubuh itu dosa, dan perbuatan dosa itu bagaikan bakteri-bakteri yang tidak kelihatan, seperti virus yang lebih kecil dari bakteri. Virus-virus dosa/bakteri-bakteri dosa sampai kepada di Markus 9 berupa ulat-ulat bangkai = dosa yang membawa ke neraka di mana ulat-ulat bangkainya tidak mati dan akan menggerogoti daging kita.

      Tetapi kalau daging kita diurapi oleh Roh Kudus yang akan mematikan perbuatan-perbuatan daging/perbuatan dosa/virus dosa/bakteri dosa. Ulat bangkai/dosa yang membawa ke neraka itu dimatikan oleh Roh Kudus, sehingga kita tidak dapat membusuk.
      Kalau tanpa Roh, biar-pun kita berwajah ganteng/cantik, dan juga biar kita hebat = ini bagaikan bangkai yang akan selalu digerogoti oleh ulat-ulat. Memang tanpa Roh Kudus, maka daging itu sama dengan bangkai yang merupakan sarang virus dosa, bakteri dosa dan ulat-ulat bangkai dosa yang membawa ke neraka.

      Uang, ijazah tidak dapat mematikan dosa = tidak dapat melawan virus dosa, bakteri dosa, dan juga melawan ulat-ulat bangkai, hanya Roh Kudus yang mampu mematikan dosa. Itu sebabnya, mohon Roh.Kudus sekarang ini mengurapi, memenuhi dan menggarami hidup kita untuk mencegah kebusukan.

    • untuk memberi rasa enak, masakan kalau diberi garam akan memberikan rasa enak, sekali-pun orang sudah menderita penyakit darah tinggi dan dokter sudah melarang agar makanan jangan diberi garam, masih ada yang menolak makanan tanpa garam. Tanpa garam, maka semua makanan tidak akan terasa enak.

      Seperti jika kita bersaksi --> inilah Roh Kudus yang mendorong kita untuk bersaksi dalam situasi dan kondisi apapun, kita dapat bersaksi untuk memuliakan TUHAN, bukan melemahkan orang lain, tetapi dapat memberikan rasa enak kepada orang lain.

      Yohanes 15: 26, 27,
      26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
      27. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

      Yohanes 16: 1, 2,
      1. "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
      2. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

      Ya, kita akan menghadapi suasana ini, yaitu suasana kebencian, pembunuhan sampai antikrist. Mulai sekarang setiap anak TUHAN, hamba TUHAN akan menghadapi suasana kebencian, pembunuhan sampai jaman antikrist yang akan terus meningkat seperti yang sudah pernah dikatakan oleh Firman TUHAN.

    Mari, selagi belum ada larangan untuk beribadah, gunakan kesempatan itu, sebab satu waktu kita betul-betul akan menghadapi kebencian, pembunuhan sampai zaman antikrist dan ini akan terus meningkat sampai pada siksaan yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi.
    Bukan saya menakut-nakuti, tetapi ini merupakan kebenaran Firman, kita bukan saja akan menghadapi kelaparan, bukan hanya menghadapi kesulitan ekonomi, tetapi lebih dari itu, nanti kita akan menghadapi kebencian, pembunuhan sampai puncaknya jaman antikrist. Tetapi ditengah penderitaan, api Roh Kudus memberikan penghiburan kepada kita sehingga kita tidak kecewa, tidak putus asa menghadapi apapun. Sebab kecewa, putus asa = garam yang tawar, tidak punya kekuatan apa-apa, dan sebentar lagi virus dosa masuk.

    Orang kalau kecewa dan putus asa, maka virus dosanya paling cepat untuk:

    • menyangkal TUHAN,
    • mengamuk kepada TUHAN,
    • menyalahkan TUHAN sampai ulat bangkai itu datang yang akan membawa dia ke neraka. Semoga kita bisa mengerti ini.

    Inilah kegunaan api Roh Kudus yang pertama yaitu untuk:

    • menggarami,
    • mengurapi/memenuhi hidup kita sehingga kita menjadi garam yang asin yang dapat mencegah kebusukan, dan juga
    • memberikan rasa enak. Semoga kita dapat mengerti.

  2. Roma 8: 26, Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Kalau saya singkatkan, daging yang lemah ini tidak dapat berdoa = tanpa Roh Kudus, maka daging yang lemah itu tidak berguna, sebab tidak memiliki hubungan dengan TUHAN = tidak bisa menaikkan doa dan penyembahan kepada TUHAN, tetapi kalau Roh Kudus menggarami, mengurapi, memenuhi, maka Roh Kudus menolong kita untuk menaikkan doa dan penyembahan kepada TUHAN dengan keluhan yang tak terucapkan, keluhan tak terucapkan sampai dapat berbahasa Roh = tak terucapkan oleh kata-kata manusia = bahasa Roh, dan sampai pada klimaksnya yaitu menyembah TUHAN dengan bahasa Roh/bahasa surga.

    Kalau di transfer ke perjanjian lama, dulu saudaraku, imam besar Harun memakai jubah seperti rok panjang sampai dikaki; diujung rok/jubah itu, terdapat buah delima dari kain dan diselang –seling dengan bel/lonceng dari emas --> delima, lonceng, delima, lonceng, delima, lonceng sehingga kalau imam besar Harun berjalan, dan masuk ke ruangan maha suci, maka bel dari emas itu akan memberikan suara yang indah, itulah suara penyembahan dalam urapan Roh Kudus. Bahasa Roh itu, bagaikan bel yang berbunyi. Jika kita dapat menyembah TUHAN sampai berbahasa Roh/bel berbunyi berarti hadirat Imam Besar ada ditengah kita untuk menjawab segala doa kita.

    Di dalam 1 Raja-raja 18 --> Elia di gunung Karmel, waktu itu bangsa Israel mengalami kekeringan, (sebelumnya cerita janda Sarfat, mengalami kekeringan selama tiga setengah tahun) kita dapat membayangkan tidak pernah hujan selama tiga setengah dan ini berarti betul-betul padang gurun. Waktu kami ke Israel, saya bertanya kepada pemandu wisatanya --> di gunung Sinai ini kapan hujan turun? Dan dijawab paling banyak dalam setahun turun hujan sebanyak tiga kali. Bayangkan kalau di Malang juga seperti itu, maka akan betul-betul menjadi padang gurun.

    Waktu itu Israel mengalami kekeringan selama tiga setengah tahun karena tidak ada hujan, sehingga raja menyalahkan Elia. Tetapi Elia berkata agar nabi Baal dikumpulkan sebanyak empat ratus lima puluh orang di gunung Karmel untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, begitu Elia mempersembahkan korban, sementara nabi Baal sudah beryanyi-nyanyi, menari-nari, dan juga memakai pisau untuk menoreh tubuh sampai berdarah, tetapi hujan tidak turun. Tetapi begitu Elia menaikan doa, api menyambar/api Roh Kudus turun = jawaban dari doa kita/doa dijawab oleh Imam Besar.

    1 Raja-raja 18: 37-39,
    37. Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."
    38. Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.
    39. Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

    Inilah memperbaiki mezbah terlebih dahulu, Elia langsung memperbaiki mezbah yang sudah runtuh. Mezbah itulah hati kita --> 1 Raja-raja 18: 30, Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.

    Mungkin mezbah kita sudah runtuh = sudah tidak dapat lagi. Tidak mengapa!! Sebab masih ada kemurahan TUHAN, itu sebabnya kita harus memperbaiki mezbah/ hati kita, mungkin hati tidak merasa damai sebab masih ada kebencian. Seperti saya dulu, merasa benci kepada jemaat sebab mendengar suara-suara sumbang dan itu terjadi di tahun ‘95 sehingga saya berada dalam keadaan kritis/betul-betul kering. Tetapi untung bpk.pdt Totaijs alm datang di YWI Batu dan saya tertolong karena memperbaiki mezbah.

    Saya memiliki banyak kekurangan, demikian juga saudara belum tahu apakah mezbah saudara sudah runtuh atau tidak sekarang ini, saya juga tidak tahu, hanya TUHAN Yang tahu. Yang penting perbaiki hati menjadi hati yang damai = mezbah yang diperbaiki.

    Kalau hati tidak damai:

    • jadikan damai,
    • jadikan hati yang rendah, jangan sombong, jangan menghakimi orang,
    • hati yang sombong menjadi rendah hati dan juga menjadi hati yang kuat. Kalau sudah kecewa dan putus asa --> mari menjadi kuat kembali. Sekali-pun sudah tidak ada harapan, kuat lagi, dan hanya berharap kepada TUHAN saja.

    Inilah mezbah yang diperbaiki, sehingga api/Roh.Kudus akan segera turun ditengah-tengah kita dan kita dapat menyembah --> Dialah TUHAN. Diantara pilihan-pilihan, hanya Dia TUHAN sehingga kita dapat menyembah dan doa kita dijawab oleh Imam Besar = mencurahkan hujan kemurahan, mencurahkan kuasa dan kemurahan-Nya kepada kita. Tadinya sudah kering selama tiga setengah tahun, tetapi TUHAN mencurahkan hujan kuasa dan kemurahan ditengah kita.

    1 Raja-raja 18: 41-45,
    41. Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: "Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.
    42. Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.
    43. Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali.
    44. Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan."
    45. Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.

    Tujuh kali itu = penyerahan sepenuh. Awalnya mereka bingung untuk memilih antara Baal atau TUHAN. Mari!! sampai kita percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN. Percaya dan menyerah sepenuh tujuh kali kepada TUHAN. Sekarang ini, mari kita berdoa dengan iman, percaya dan menyerah sepenuh kepada TUHAN tujuh kali = penyerahan sempurna, tidak ada yang lain lagi, hanya TUHAN disitu dan TUHAN akan menurunkan hujan kuasa dan kemurahan untuk menghapus tiga setengah tahun kekeringan.

    Ada hati yang kering/rohani kering akan dihujani oleh TUHAN sehingga menjadi segar kembali, akan menjadi bergairah kembali, akan berkobar-kobar kembali --> segar dan berkobar-kobar kembali untuk melayani dan untuk menyembah kepada TUHAN = untuk mendengar Firman/untuk perkara rohani.
    Bagi jasmani yang kering --> ekonomi kering dan lain-lain, kekeringan selama tiga setengah tahun sebab hujan tidak turun sehingga betul-betul menjadi kering kerontang. Saya juga tidak dapat menolong, tetapi kalau kita satukan hati, percaya dan menyerah sepenuh = penyerahan yang sempurna kepada TUHAN, maka hujan kuasa dan kemurahan akan diturunkan untuk apa yang kering secara jasmani, akan diberkati oleh TUHAN/dipulihkan oleh TUHAN dan juga secara rohani akan dipulihkan oleh TUHAN.

    Tidak hujan selama tiga setengah = kering selama tiga setengah tahun dan ini juga menunjuk pada antikrist yang berkuasa selama tiga setengah tahun. Tetapi kita akan dilepaskan dari antikrist/disingkirkan pada masa antikrist yang berkuasa dibumi. Kita akan diangkat bersama TUHAN untuk selamanya.

    Hujan kuasa sekarang adalah turun dari atas kebawah, tetapi nanti waktu YESUS datang, maka dari bawah keatas. Hujan kuasa dan kemurahan untuk mengangkat kita bertemu dengan YESUS untuk selama-lamanya.

    Ini yang dapat saya sampaikan, jangan putus asa kalau kering, tetapi merendah dihadapan TUHAN, sehingga api Roh Kudus menyambar ditengah-tengah kita sekarang ini. Saya berdoa agar TUHAN memberikan api Roh Kudus, dan jangan membiarkan kami menjadi kering.
TUHAN menolong kami semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top