English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Persekutuan IV Tana Toraja, 13 Februari 2014 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, bahagia...

Ibadah Doa Surabaya, 16 September 2009 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Budi Tampubolon Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pembaharuan/keubahan hidup ini bagaikan pohon ara yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Mei 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:49-50
9:49 Yohanes berkata: "Guru, kami lihat...

Ibadah Doa Surabaya, 01 Oktober 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Juli 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 2:1-20 adalah tentang KELAHIRAN YESUS.

Lukas 2:1-7
2:1...

Ibadah Persekutuan Papua II, 03 Maret 2010 (Rabu Pagi)
Ibrani 4: 12-14
= makanan Firman Tuhan yang bisa dimakan sampai hidup kita bisa...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Maret 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Juli 2013 (Senin Sore)
Melanjutkan Tema Ibadah Kunjungan di Mangkutana

Matius 4: 19b
4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Natal Kunjungan di Mojoagung, 27 Desember 2013 (Jumat Sore)
Tema: Mazmur 31: 16a
'Masa hidupku ada di dalam tanganMu'.
Ini pengakuan dari raja Daud.
Jadi, Daud mengakui bahwa ia...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Agustus 2015 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Agustus 2016 (Senin Sore)
Dari Rekaman Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN Yesus Kristus. Selamat mendengarkan Firman TUHAN,...

Ibadah Raya Malang, 06 September 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 11 Oktober 2011 (Selasa Malam)
Yakobus 5:16-18
5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 21 Oktober 2015 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada kitab Wahyu 2-3, tentang 7 jemaat bangsa kafir yang mengalami penyucian terakhir, supaya bisa sempurna (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita mempelajari kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015). Ini adalah jemaat yang terakhir--jemaat ketujuh. Ini menunjuk pada keadaan jemaat akhir zaman.

Wahyu 3: 21-22
3:21.
Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
3:22. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."


JANJI TUHAN kepada jemaat Laodikia--kita semua--yang menang, yaitu duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selama-lamanya; ini merupakan tujuan utama dan tujuan akhir dalam pengikutan dan pelayanan kita kepada TUHAN. Bukan hanya pencapaian secara jasmani di dunia--gaji yang besar, harta banyak atau hamba TUHAN memiliki gereja besar dan jemaat banyak--, sebab semuanya akan sia-sia saat TUHAN datang kembali, jika kita tidak terangkat.

Syaratnya: 'barang siapa menang'; kita harus menang bersama Yesus.

Siapa yang menang bersama Yesus?
Amsal 21: 31
21:31 Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi
kemenangan ada di tangan TUHAN.

Kehidupan yang menang bersama Yesus adalah pelayan TUHAN/hamba TUHAN yang hidup di dalam tangan TUHAN; sebab kemenangan ada di dalam tangan TUHAN.
Artinya, bergantung sepenuh pada tangan TUHAN; tidak bergantung pada sarananya.

Kuda adalah sesuatu yang penting--berperang menggunakan kuda--, tetapi hanya sebagai sarana. Sebagai contoh: ijazah, gaji, pekerjaan, dan lain-lain memang penting, tetapi ini semua hanya sarana; yang menentukan kemenangan dan kehidupan kita adalah tangan TUHAN.

Contoh di alkitab adalah orang kaya yang mau membangun/memperbesar lumbungnya--sudah luar biasa--, tetapi TUHAN berkata: 'Malam ini engkau mati dan buat siapa semuanya ini?'
Ini artinya, harta banyak hanya sarana, tapi yang menentukan adalah tangan TUHAN.

Bagaimana supaya bisa hidup di dalam tangan TUHAN?
Seringkali hamba TUHAN seenaknya berkhotbah: Kita hidup di dalam tangan TUHAN. Padahal jangan-jangan hidup di dalam tangan setan.

"Seperti kesaksian saya dulu. Alkitab saya beri stiker di covernya bergambarkan 2 tangan, kemudian saya beri foto saya di atasnya dan bertuliskan: Hidupku dalam tangan TUHAN, padahal tidak pernah kegereja."

Oleh sebab itu, inilah kegunaan firman pengajaran yang benar, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--tidak seenaknya--, supaya memberi kepastian, sehingga hidup di dalam tangan TUHAN bukan hanya diucapkan saja tetapi tidak tahu artinya.

Yohanes 10: 27-28
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

'tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'= berada di dalam tangan TUHAN.
Jadi, supaya kita hidup di dalam tangan TUHAN, kita HARUS menjadi domba-domba yang tergembala dengan benar dan baik; sebab hanya domba-domba yang ada di dalam tangan TUHAN.
Artinya: selalu berada di kandang penggembalaan/ruangan suci--ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok--dan kita harus selalu mendengar dan taat dengar-dengaran pada suara Gembala--firman penggembalaan yang benar; firman pengajaran yang benar; ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

Jangan mendengar suara asing, sebab kita akan tersesat dan terhilang selamanya--terlepas dari tangan TUHAN; seperti dialami oleh Hawa yang mendengar suara asing, semakin hari semakin jauh dari TUHAN, sampai diusir ke dalam dunia.

Proses untuk taat dengar-dengaran pada firman TUHAN:

  1. Yakobus 1: 19-20
    1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
    1:20
    sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

    Perikop: pendengar atau pelaku firman.

    Proses pertama untuk taat dengar-dengaran pada TUHAN: cepat untuk mendengar, artinya:


    • Ibrani 5: 11-12
      5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
      5:12
      Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

      Yang pertama: harus bisa mendengar firman pengajaran yang benar dan yang keras--makanan keras--; mengalami peningkatan dari susu--firman penginjilan--menjadi makanan keras; jangan lamban.

      Kalau mendengar firman masih mengantuk, bermain-main, itu berarti masih lamban.

      Firman penginjilan memang penting, tetapi itu sudah kita lampaui. Sekarang jangan lamban. Kita harus cepat untuk meningkat dari susu--firman penginjilan--ke makanan keras--firman pengajaran yang keras dan lebih tajam dari pedang bermata dua.


    • Yang kedua: mendengar dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan.


    Jika digabungkan, cepat untuk mendengar artinya kita harus sungguh-sungguh--dalam urapan Roh Kudus--untuk mendengar firman pengajaran yang keras dan lebih tajam dari pedang bermata dua, dengan suatu kebutuhan sampai bisa mengerti. Anak kecilpun, kalau mendengar dengan sungguh-sungguh, bisa mengerti, karena Roh Kudus yang menolong.

    Bukti kita mengerti firman, yaitu:


    • 'lambat untuk berkata-kata', artinya banyak berdiam diri; mengoreksi diri; tidak bergosip, tidak berkata yang tidak baik, dan lain-lain. Kalau masih banyak bicara, berarti belum mengerti firman.
    • 'lambat untuk marah', artinya bisa mengendalikan diri dan emosi; supaya tetap dalam ketenangan.


    Kita belajar, supaya pengertian bertambah-tambah; buktinya lambat untuk berkata-kata dan lambat untuk marah.


  2. Yakobus 1: 21
    1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

    Proses kedua untuk taat dengar-dengaran pada TUHAN: setelah mengerti firman, kita percaya pada firman pengajaran yang benar dan yang keras, sehingga menjadi iman di dalam hati; tertanam pada hati yang lembut, sehingga bisa berbuah.

    Buktinya: saat firman disampaikan--sekalipun keras--, tidak keras seperti Herodes yang marah saat ditegor nikahnya; tetapi hati bisa terharu, artinya sadar akan dosa-dosa, menyesal akan dosa-dosa, dan mengaku kepada TUHAN dan sesama ('buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak'). Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi; menghasilkan buah pertobatan, buah kebenaran dan buah keselamatan; hidup benar sama dengan selamat.

    Siapapun kita. Sekalipun sudah najis dan sebagainya, tetapi kalau masih mau mendengar firman, kita masih bisa ditolong TUHAN.
    Sebaliknya, sekaliun sudah suci dan hebat, tetapi kalau tidak mau mendengar firman yang benar, maka ia tidak akan tertolong. Sama seperti Herodes. Sudah najis, tetapi tidak mau mendengar firman pengajaran yang benar, sehingga ia tidak tertolong.

    Kita harus mendengar firman pengjaran yang benar, sampai tertanam dalam hati kita, dan pasti akan berbuah.
    Saat-saat mendengar firman adalah saat-saat kita dibawa ke takhta TUHAN dan hidup dalam tangan TUHAN.


  3. Yakobus 1: 22a
    1:22a Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman.

    Proses ketiga untuk taat dengar-dengaran pada TUHAN: 'menjadi pelaku firman'= taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
    Sebagai contoh, Abraham taat saat disuruh menyembelih anaknya.

    Kehidupan yang taat sama dengan mengulurkan tangan kepada TUHAN: 'Terserah Engkau, TUHAN.'; percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN; dan TUHAN juga akan mengulurkan tangan-Nya kepada kita, sehingga kita hidup di dalam tangan belas kasih TUHAN Gembala Agung dan Imam Besar.

Janji TUHAN sudah pasti, yaitu kita duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga.
Syaratnya: kita harus menang.

Siapa yang menang? Orang yang hidup di dalam tangan TUHAN; bergantung sepenuh pada tangan belas kasih TUHAN.
Bagaimana caranya bergantung pada tangan TUAHN? Tergembala dengan benar dan baik, sampai taat dengar-dengaran; makan firman penggembalaan.

Prosesnya: cepat mendengar, percaya pada firman--firman ada di dalam hati dan tumbuh untuk menyelamatkan kita--, dan kita menjadi pelaku firman--taat dengar-dengaran.
Taat dengar-dengaran sama dengan mengulurkan tangan kepada TUHAN dan TUHAN mengulurkan tangan kepada kita; kita hidup di dalam tangan belas kasih TUHAN Gembala Agung dan Imam Besar.

Hasilnya:

  1. Yohanes 10: 27-28
    10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
    10:28
    dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

    Hasil pertama:


    1. tangan belas kasih TUHAN sanggup memberi jaminan kepastian untuk memelihara kehidupan kita mulai dari sekarang di zaman yang sudah sulit.

      "Tahun ini adalah tahun kemuliaan/pelangi kemuliaan. Ingat, tinggal beberapa bulan lagi. Mari manfaatkan waktu yang masih ada. Janji TUHAN tidak akan pernah diingkari! Dia pasti menepati janji-Nya kepada kita!
      Yang belum meraih, mari sungguh-sungguh berusaha sampai bisa meraih pelangi kemuliaan. Banyak kesaksian dari mahasiswa-mahasiswa yang macet tugas akhirnya, tetapi bisa dipanggil oleh dosen untuk maju test. Sudah mulai nyata. Ada juga yang mengalami problem bertahun-tahun; sudah berakar dan berkarat, tetapi mulai ada titik terang; ada pertemuan keluarga dan ada kedamaian.
      Seseorang bersaksi kepada saya--waktu bulan berapa saya juga pernah mengatakan--'Ayo, tinggal berapa bulan pelangi kemuliaan, jangan putus asa.' Orang ini adalah orang kaya dan hebat, tetapi sudah putus asa, karena terlalu berat yang harus ia tanggung. Dan karena kata-kata ini: Tahun ini adalah tahun kemuliaan, jangan putus asa, dia kembali dikuatkan dan yakin kembali. Sekarang pelangi sudah mulai nampak--memang belum full---, ada jalan keluar. Saya yakin TUHAN tolong kita semua. Saya tetap berdoa sebagai gembala.
      "

      TUHAN juga memberi jaminan kepastian untuk memberikan masa depan yang berhasil dan indah, sampai hidup kekal.


    2. 'seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.' = tangan belas kasih TUHAN sanggup memberi kemenangan kepada kita atas musuh-musuh, yaitu:


      1. menang atas dosa-dosa sampai puncaknya dosa (makan minum dan kawin mengawinkan); kita tetap hidup benar.
      2. Menang atas dunia dengan pengaruhnya, yaitu kesukaan dunia, kesukaran, kekayaan, dan sebagainya yang membuat kita tidak setia di dalam ibadah pelayanan; kita tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, sampai TUHAN datang.


      3. Menang atas daging yang seringkali kecewa, bangga, putus asa, dan tinggalkan TUHAN; kita tidak kecewa, putus asa dan bangga, tetapi selalu mengucap syukur kepada TUHAN.


  2. Yohanes 14: 15-17, 21, 23
    14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan
    menuruti segala perintah-Ku.
    14:16
    Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
    14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab
    Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
    14:21
    Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
    14:23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan
    menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

    'Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu'= kalau kita taat, maka Roh Kudus akan diam di dalam kita. Sebaliknya, kalau tidak taat, roh setan, roh daging, dan roh dunia yang ada di dalam kita.

    'Ia menyertai kamu selama-lamanya'= kalau kita taat, Roh Kudus beserta kita.
    'akan menyatakan diri-Ku kepadanya'= kalau kita taat, Anak Allah ada bersama kita.
    'Kami akan datang kepadanya'= kalau kita taat, Allah Bapa juga bersama kita.

    Hasil kedua: Allah Tritunggal ada di dalam kita, artinya kita mengalami mujizat rohani, yaitu kita mengalami keubahan hidup; kita kembali pada ciptaan semula, menjadi satu gambar dengan Allah Tritunggal.

    Dulu, menusia diciptakan menurut gambar Allah Tritunggal, tetapi karena manusia tidak taat, maka manusia kehilangan gambar dan rupa Allah Tritunggal; menjadi gambar dan rupa setan. Tapi puji syukur, lewat ketaatan, kita bisa kembali pada gambar Allah Tritunggal.

    Gambar Allah Tritunggal adalah 9 buah-buah roh:
    Galatia 5: 22-23
    5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23
    kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.


    1. kasih--bukan kebencian--, sukacita--tidak ada kesusahan atau kepahitan--, dan damai sejahtera: gambar Allah Bapa.
    2. kesabaran, kemurahan, dan kebaikan--tidak merugikan orang lain, malah membalas kejahatan dengan kebaikan--: gambar Anak Allah.
    3. Kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri: gambar Allah Roh Kudus.


    Kalau kita taat, maka Allah Tritunggal diam di dalam kita, sehingga kita mulai diubahkan sedikit demi sedikit. Semakin taat, kita semakin diubahkan; buah-buah Roh makin nyata; gambar Allah Tritunggal makin nyata dalam hidup kita.

    Kalau mujizat rohani terjadi, maka mujizat jasmani juga terjadi.
    Waktu Musa mau keluar dari Mesir--sekarang gambaran kita mau keluar dari dunia--Musa menghadapi jalan buntu--kita juga pasti menghadapi--, yaitu di depan laut Kolsom, di belakang Firaun mengejar, dan kiri kanan padang gurun. Hanya ada satu kata: 'Mati!'

    Saat itu mereka berseru-seru, tetapi TUHAN berkata: 'Mengapa kamu berseru-seru? Berangkat!' Ini menunjuk pada firman pengajaran yang keras dan tidak masuk di logika; di depan laut tapi disuruh berangkat.

    Oleh sebab itu, firman pengajaran yang benar--yang merupakan perintah TUHAN--tidak boleh didiskusikan, tetapi ditaati!
    Jika didiskusikan, pasti tidak mentaati firman; kalau saat itu orang Israel diskusi dulu, tidak mungkin ada yang mau berangkat.

    Firman pengajaran yang keras hanya bisa diterima dengan iman dan dipraktikkan. Berangkat saja dan Allah Tritunggal akan menyertai.
    Rugi sekali kalau kita datang ibadah hanya untuk diskusi. Kalau firman didiskusikan, tidak akan menghasilkan iman, tetapi hanya akan menimbulkan kebimbangan sampai tidak punya iman.

    Keluaran 14: 15-19
    14:15 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka
    berangkat.
    14:16
    Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
    14:17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda,
    Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.
    14:18 Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda."
    14:19 Kemudian bergeraklah
    Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka.

    'engkau, angkatlah tongkatmu'= Musa dengan tongkat; menunjuk pada Yesus, Anak Allah dengan salib-Nya menyertai kita.
    'Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku' = pribadi Allah Bapa di dalam kemuliaan.
    'Malaikat Allah' = kuasa Roh Kudus.

    Begitu Israel taat, Allah Tritunggal beserta dan Laut Kolsom terbelah; mujizat jasmani terjadi, semua tertolong.

    Kita juga. Tahun ini adalah tahun kemuliaan. Mari, kita taat. Kalau pelangi kemuliaan belum nampak, berarti ketaatan kita masih kurang; ada yang belum taat atau taat, tetapi masih pilih-pilih.

    Jangan pilih-pilih soal ketaatan!
    Sebagai contoh: kalau disuruh makan, sekalipun pedas langsung makan, tapi kalau disuruh puasa, berkata: 'Nanti dulu, saya sakit maag.'
    Kita harus taat sampai daging tidak bresuara--tirai terobek--dan Allah Tritunggal akan menyertai kita.

    Malam ini, mungkin keadaan kita seperti Musa yang sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Asal kita mau taat dengar-dengaran dan ulurkan tangan pada TUHAN, Dia akan menolong kita.

    Sampai pada langkah terakhir, saat kedatangan Yesus kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna; kembali pada ciptaan semula--satu gambar dengan Allah Tritunggal; sama mulia dengan Allah Tritunggal--dan kita terangkat di awan-awan yang permai, bertemu Dia di perjamuan kawin Anak Domba; sesudah itu kita masuk Firdaus; sesudah itu duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selama-lamanya.

Mari hidup di dalam tangan TUHAN; kita taat dengar-dengaran, kita mengulurkan tangan pada TUHAN. Jangan banyak mengomel dan protes, tetapi ulurkan tangan saja, dan Allah Tritunggal akan beserta dengan kita; kita dipegang tangan TUHAN dan ada jaminan kepastian bagi kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top