English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 09 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 08 Januari 2007)
Tayang: 28 April 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 Oktober 2007)
Tayang: 10 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 09 April 2007)
Tayang: 11 November 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2014)
Tayang: 03 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 07 Oktober 2013)
Tayang: 19 Januari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 14 Oktober 2013)
Tayang: 02 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 28 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 18 Februari 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 30 September 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Februari 2008)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 12 November 2007)
Tayang: 09 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin Sore, 26 Agustus 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 29 September 2013

Kita masih tetap mempelajari ktb Wahyu dan masih dalam pendahuluan. Kitab Wahyu merupakan kitab yang ditulis oleh rasul Yohanes dan merupakan kitab yang terakhir dari alkitab. Dan di dalam susunan tabernakel, maka kitab Wahyu ini terkena pada tabut perjanjian dan juga merupakan alat terakhir dari tabernakel.

Tabut perjanjian/petinya tanpa tutup menunjuk pada gereja TUHAN yang sempurna sebagai Mempelai Wanita Surga. Kita sudah membaca tentang tutup dari tabut itu dan seluruhnya dibuat dari emas murni = kemuliaan dari ALLAH Tri Tunggal dalam Pribadi YESUS sebagai Mempelai Laki-laki Surga. Sedangkan petinya terbuat dari kayu dan ini menunjuk pada manusia yang rapuh/kayu tetapi seluruhnya disalut dengan emas murni sehingga tidak terlihat lagi kayunya = gereja TUHAN yang sempurna sebagai Mempelai Wanita Surga.

Keluaran 25 : 10, "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.

Ini masih tentang ukuran dari tabut perjanjian yaitu:
Panjang: 2,5 hasta; Lebar: 1,5 hasta; Tinggi 1,5 hasta.

Tadi malam kita sudah mempelajari proses untuk menjadi mempelai yaitu:
Panjang 2,5= 5/2= mati bersama YESUS.
Lebar 1,5= 3/2= bangkit bersama YESUS.
Tinggi 1,5= 3/2= kemuliaan bersama YESUS.

Malam ini kita akan melihat dari ukuran panjang dan lebar, maka kita akan mendapatkan luas alas. Jadi peti perjanjian memiliki alas, sedangkan bagian atasnya berongga dan ditutup dengan tutup yang terbuat dari emas murni.

Luas alas dari peti/dari Mempelai Wanita = panjang lebar ‘Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya’.

Jadi luas alas = panjang lebar --> 2,5 x 1,5= 5/2 x 3/2.

Kalau dulu, membuat peti semua ukurannya haruslah tepat, tetapi sekarang untuk kita dalam arti rohani yaitu:
4 = empat injil.
5 = lima Luka YESUS = Korban Kristus yang menyelamatkan.
3 = ALLAH Tri Tunggal dalam kemuliaan.

Jadi dasar untuk menjadi Mempelai Wanita Surga ada dua macam yaitu:

(5 x 3)/4 --> angka 4 menanggung angka 5 dan angka 4 menanggung angka 3.

  1. Angka 4 menanggung angka 5, tadi arti dari angka 4 = empat injil dan angka 5 = Korban Kristus yang menyelamatkan. Kalau digabung adalah injil keselamatan/Firman penginjilan yang dikatakan oleh rsl Paulus sebagai susu = Kabar Baik --> Efesus 1 : 13, Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Inilah dasar pertama untuk menjadi Mempelai Wanita.
    Injil keselamatan/Kabar Baik adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS pertama kali ke dunia, mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Itu sebabnya disebut dengan injil keselamatan/Kabar Baik = kegerakan Roh.Kudus hujan awal. Dari loteng di Yerusalem, setelah murid-murid menerima Roh.Kudus, kemudian mereka membawa injil keselamatan kemana-mana sampai ke ujung bumi/sampai kepada kita bangsa kafir. Semoga kita dapat mengerti.

    Kisah rasul 2 : 36-40,
    36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
    37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
    38. Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
    39. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
    40. Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

    Ay 39, sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita = ada jumlah tertentu.

    Jadi, proses untuk menerima keselamatan yaitu:


    • percaya/iman kepada YESUS sebagai Satu-satunya Juruselamat = tahu dengan pasti/yakin,
    • bertobat/berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN.

      Inilah keselamatan; jadi dasar agar dapat menjadi Mempelai Wanita harus selamat terlebih dahulu = harus menerima injil keselamatan. Kalau orang berdosa tidak dapat menjadi Mempelai Wanita, sebab harus selamat terlebih dahulu dengan proses percaya/iman kepada YESUS sebagai Satu-satunya Juruselamat.


    • Lahir baru dari air dan Roh (Yoh 3 : 5):


      • beri dirimu dibaptis/dibaptis dengan air,
      • kamu akan menerima karunia Roh.Kudus.


      Hasil dari lahir baru dari air dan Roh adalah hidup baru = hidup surgawi/hidup dalam kebenaran. Jadi, Mempelai Wanita itu harus benar/tidak boleh ada yang tidak benar. Secara pribadi harus benar seperti:


      • Perkataan harus benar.
      • Di dalam nikah rumah tangga harus benar.
      • Di dalam pelayanan juga harus benar.
      • Di kantor dan di sekolah juga harus benar.


    Kalau sebagai anak TUHAN/hamba TUHAN mempertahankan dosa, maka kehidupan itu tidak dapat menjadi Mempelai Wanita TUHAN sebab dasarnya tidak akan kuat. Seperti membangun rumah tanpa dasar/di atas pasir dan akan roboh.

    Inilah dasar untuk menjadi Mempelai Wanita yang pertama yaitu angka empat menanggung angka lima.


  2. angka empat menanggung angka tiga, di bagian atas sudah diterangkan bahwa angka tiga adalah kemuliaan ALLAH Tri Tunggal di dalam Pribadi YESUS/YESUS Yang mulia dan ini merupakan dasar yang pertama. Sedangkan dasar yang kedua, angka empat menanggung angka tiga = injil tentang kemuliaan Kristus/Firman pengajaran yang benar = Kabar Mempelai. --> 2 Korintus 4 : 3, 4,
    3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Injil tentang kemuliaan Kristus adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan sebagai Mempelai Laki-laki Surga untuk menyucikan dan menyempurnakan orang-orang yang sudah selamat menjadi sama seperti YESUS = menjadi Mempelai Wanita Surga.

    Inilah injil tentang kemuliaan Kristus yang menjadi dasar untuk menjadi Mempelai Wanita; injil keselamatan/penginjilan harus benar terlebih dahulu, sebab kalau tidak benar, tidak dapat menjadi Mempelai. Jika sudah benar, maka disucikan dan disempurnakan lewat Kabar Mempelai sampai menjadi sama dengan YESUS dan akan menjadi Mempelai Wanita Surga dan ini disebut dengan kegerakan Roh.Kudus hujan akhir = kegerakan pembangunan/persekutuan Tubuh Kristus yang sempurna.

Persekutuan Tubuh Kristus ini dimulai dari:

  • nikah --> di dalam nikah harus terjadi persekutuan/kesatuan, kemudian
  • di dalam penggembalaan, sesudah itu
  • antar penggembalaan sampai pada
  • Tubuh Kristus yang sempurna/Tubuh Kristus internasional --> Israel dengan kafir menjadi Satu Tubuh yang sempurna.

Arti dari persekutuan/fellow-ship adalah makan bersama. Persekutuan/fellow-ship ini lain dengan silahturahmi tetapi makan bersama dan salah jika diartikan untuk bertemu bersama. Seringkali kita datang di ibadah persekutuan/fellow-ship untuk bertemu dengan si A atau si B dan ini salah sebab arti sesungguhnya adalah makan bersama dan tentunya adalah makan makanan rohani.

Jadi, yang harus diutamakan dan diperhatikan di dalam fellow-ship adalah makanan rohani/Firman pengajaran yang benar. Bukan orangnya, bukan kebaikannya; fellow-ship bukanlah pertemuan dari orang-orang baik, tetapi makan bersama. Jadi yang utama dan harus diperhatikan adalah makanan rohani/Firman pengajaran yang benar.

Kalau persekutuan kita berdasarkan pengajaran yang benar --> seperti nikah, berdasarkan pengajaran yang benar, kemudian di dalam penggembalaan dan juga antar penggembalaan kalau berdasarkan pengajaran yang benar, maka ini seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar. Jadi persekutuan yang benar harus berdasarkan pengajaran yang benar seperti carang yang melekat pada Pokok

Anggur Yang Benar. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi, kita harus mengerti dengan sungguh-sungguh istilah dari persekutuan/fellow-ship adalah makan bersama, bukan bertemu/kumpul bersama tetapi makan bersama. Jadi, menikah itu makan bersama = yang diperhatikan harus makanan rohaninya itulah Firman pengajaran yang benar. Jika kita mau tergembala di manapun, yang harus diperhatikan adalah makanannya bukan yang lain-lain. Kita mau bertemu/berfellow-ship dengan sesama hamba-hamba TUHAN yang diperhatikan makanannya.

Jika persekutuan itu sudah benar yaitu seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar, jadi ada Pokok-nya/YESUS Kristus yang merupakan Sumber dari makanan sebab Dia yang menyerap zat-zat mineral dari tanah kemudian dimasak di daun, kemudian diberikan ke carang-carangnya.

Hati-hati!! sebab persekutuan tanpa pengajaran yang benar = tanpa Pokok Anggur Yang Benar akan menjadi carang yang kering sebab terlepas dari Pokok. Maafkan, saya selalu memakai istilah persekutuan itu hanyalah persekutuan yang bertemu di tempat sampah. Carang yang sudah terlepas dari Pokok, memang saling bertemu tetapi pertemuan itu di tempat sampah.

Bagi kaum muda perhatikan! Jika saudara mau menikah tetapi tidak memperhatikan pengajaran, tetapi melihat yang lain seperti wajah yang cantik atau supaya saya dapat ini dan itu = memperhatikan hal yang sifatnya jasmani, maka itu bertemu di tempat sampah sebab tidak ada Pokoknya.

Demikian juga dengan saudara masuk ke gereja dan mau digembalakan di sini atau ditempat lain, tetapi tidak ada pengajaran yang benar/Satu Pokok Yang Benar, maka itu hanya seperti di tempat sampah = menjadi carang kering yang hanya dibakar untuk selamanya. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh memperhatikan tentang fellow-ship ini supaya kita dapat mengerti dasarnya.

Kami sangat dijelaskan oleh alm bpk pdt Totaijs dan disambung oleh bpk pdt Pong alm, tetang makan bersama ini, bukan untuk sekedar bertemu dllnya tetapi untuk makan bersama supaya betul-betul ada Pokoknya.

Di dalam ktb 2 Raja-raja 4 diceritakan justru ada orang-orang baik/nabi-nabi yang berkumpul, justru di situ ada pengajaran palsu --> 2 Raja-raja 4 : 38-40,
38. Elisa kembali ke Gilgal pada waktu ada kelaparan di negeri itu. Dan ketika pada suatu kali rombongan nabi duduk di depannya, berkatalah ia kepada bujangnya: "Taruhlah kuali yang paling besar di atas api dan masaklah sesuatu makanan bagi rombongan nabi itu."
39. Lalu keluarlah seorang dari mereka ke ladang untuk mengumpulkan sayur-sayuran; ia menemui pohon sulur-suluran liar dan memetik dari padanya labu liar, serangkul penuh dalam jubahnya. Sesudah ia pulang, teruslah ia mengiris-irisnya ke dalam kuali masakan tadi, sebab mereka tidak mengenalnya.
40. Kemudian dicedoklah dari masakan tadi bagi orang-orang itu untuk dimakan dan segera sesudah mereka memakannya, berteriaklah mereka serta berkata: "Maut ada dalam kuali itu, hai abdi Allah!" Dan tidak tahan mereka memakannya.

Ay 38, rombongan nabi = fellow-ship dari hamba-hamba TUHAN dan sebagai nabi mereka semuanya baik sebab mereka ini begini, mereka itu begitu. Tetapi ini bukan menjadi ukuran, tetapi ukurannya ada pada makanan. Jika mau masuk dalam pernikahan, jangan diukur dari kebaikannya, tetapi dari makanannya --> memiliki Pokok atau tidak? Itu sebabnya kita jangan terkecoh oleh kebaikan sebab seringkali kemunafikan itu menutupi dosa/kesalahan dengan berpura-pura berbuat baik; sebenarnya kehidupan itu tidak mau berbuat itu, tetapi demi agar dikatakan bahwa
ia baik, maka ia berpura-pura dan kami sebagai hamba TUHAN ini jagonya. Sekali-pun kita berbuat baik tetapi tidak benar = tidak memiliki Pokok. Semoga kita dapat mengerti.

Ay 39, liar = tidak dikenal. Makanan liar ini yang berbahaya sebab tidak dikenal.

Ay 40, justru di dalam persekutuan dari hamba-hamba TUHAN, maka maut bekerja lewat makanan yang tidak dikenal/makanan asing. Mengapa terjadi hal ini? kalau hamba-hamba TUHAN yang datang itu ada seribu orang, berapa jumlah sidang jemaat yang ada di baliknya itu/yang mengalami maut? Luar biasa banyaknya.

Guru saya selalu mengatakan --> kalau seorang pendeta/gembala/pembicara berbuat najis, maka hanya dirinya-lah sendiri yang berdosa, tetapi kalau gembala/pembicara mengajarkan ajaran palsu, maka semua gembala yang hadir akan terkena maut dan binasa. Dan jika gembala-gembala itu mengajarkan lagi kepada sidang jemaatnya, tambah berlipat-lipat ganda yang terkena maut sebab ini merupakan kesempatan dari setan untuk menaburkan makanan yang liar. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab di dalam persekutuan nabi-nabi/hamba TUHAN, justru sangat riskan sebab ada labu liar. Semoga kita dapat mengerti dengan sungguh-sungguh.

Labu liar adalah:

  • Pengajaran yang tidak dikenal, artinya pengajaran/makanan yang lain dengan pengajaran yang sudah kita terima dan yang sudah kita alami.
  • Tidak dikenal di dalam alkitab = tidak sesuai dengan alkitab. Contoh seperti suara ular. Padahal TUHAN berFirman ‘semua pohon boleh kau makan buahnya’, tetapi suara ular berkata ‘semua pohon tidak boleh kau makan buahnya ya? Apa yang boleh, menjadi tidak boleh dan apa yang tidak boleh menjadi boleh. Pengajaran yang tidak dikenal dan juga yang tidak di kenal/tidak sesuai dengan alkitab mengandung maut yang membuat kerohanian menjadi mati sampai binasa untuk selama-lamanya. Kalau ikut makan/makan racun, akan mati. Semoga kita dapat mengerti.

Kuasa Firman itu = sepatah kata Firman, YESUS dapat bekerja. Demikian, beda sepatah kata saja, maka maut juga bekerja. Di dalam alkitab, tertulis ‘katakan sepatah kata saja, maka hambaku akan sembuh. Dengan sepatah kata Firman pengajaran yang benar, maka YESUS dapat bekerja untuk menyucikan dan menyempurnakan, tetapi, dengan sepatah kata saja yang berbeda, maut juga dapat bekerja untuk membinasakan. Itu sebabnya, ini merupakan hal yang serius. Semoga kita dapat mengerti.

Itu sebabnya:

  • Jika kita mau menikah, kita harus teliti.
  • Mau masuk ke gereja, harus teliti dan ini bukan berarti meneliti orang-orangnya, tetapi meneliti pengajarannya. Semoga kita dapat mengerti.

Untuk menghadapi labu liar yang mendatangkan maut, diperlukan tepung -->
2 Raja-raja 4 : 41, Tetapi berkatalah Elisa: "Ambillah tepung!" Dilemparkannyalah itu
ke dalam kuali serta berkata: "Cedoklah sekarang bagi orang-orang ini, supaya mereka makan!" Maka tidak ada lagi sesuatu bahaya dalam kuali itu.

Jadi untuk menghadapi labu liar/ajaran palsu, maka dibutuhkan tepung yang tidak boleh dicampur dengan apa-pun juga.

Tepung=

  • Firman pengajaran yang benar yang sesuai dengan alkitab dan juga
  • yang tertulis di dalam alkitab dan
  • yang diwahyukan oleh TUHAN/dibukakan rahasianya oleh TUHAN yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

Jadi menghadapi labu liar/ajaran palsu yang mengandung maut yang dibutuhkan hanyalah tepung. Tidak dibutuhkan uang dlsbnya, tetapi tepung/pengajaran yang benar yang tertulis dalam alkitab sehingga betul-betul maut itu ditiadakan.

2 Raja-raja 4 : 42,43, Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa: "Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan."
43. Tetapi pelayannya itu berkata: "Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?" Jawabnya: "Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya."

Duapuluh roti untuk seratus orang --> tidak bisa! tetapi kalau ada tepung/pembukaan Firman = duapuluh roti untuk seratus orang, bahkan ada sisa. Jadi, kalau ada pembukaan Firman pengajaran yang benar maka:

  • maut ditiadakan, kemudian
  • terjadi pemecahan roti secara rohani = ada pembukaan Firman/ada makanan Firman yang benar dan juga ada pemecahan roti secara jasmani/pemeliharaan secara jasmani sampai berkelimpahan. Kita harus ingat! Berkelimpahan itu bukan berarti berapa juta atau berapa miliar, tetapi berkelimpahan itu sampai kita mengucap syukur kepada TUHAN. Kita dipelihara sampai kita mengucap syukur kepada TUHAN; kalau kita tidak mengucap syukur, apalagi sampai kita mengomel, maka itu berarti kita berada di dalam kekurangan. Dengan adanya ucapan syukur, maka hati kita menjadi tenang dan damai sebab jasmani menjadi sehat. Berkelimpahan itu sampai mengucap syukur --> terima kasih TUHAN, semuanya ini hanya karena Engkau. Jumlahnya terserah!

Memang untuk mendapatkan Pokok/pengajaran yang benar --> berat, sebab ada ujiannya. Kemarin ada seorang ibu yang bersaksi, karena mau mengikuti pengajaran yang benar, tiba-tiba suaminya dicopot dari jabatannya di kantor, rumah dan mobil dinas dicopot tanpa membuat kesalahan, sekali-pun sudah ada asuransi premi ratusan miliaran rupiah yang mau masuk dan sudah ditanda tangani. Setelah dicopot, keluar sungguh uang ratusan miliar, dan pihak kantor hanya meminta maaf.

Memang begitu, sebab ada ujiannya untuk berpegang/melekat pada Pokok yang benar, tetapi kalau kita lolos, maka sebentar lagi terjadi pemecahan roti. Yang rohani kita dipelihara oleh Firman sehingga kita merasa puas dan jiwa kita tidak loyo sebab kita merasa kenyang dan juga yang jasmani, kita dipelihara sampai kita dapat mengucap syukur. Jasmani dan rohani kita sehat dan dikaitkan dengan Pokok anggur, akan ada anggur yang manis; kalau carang melekat pada Pokok anggur, mau tidak mau sebentar lagi akan berbuah yang manis/ada air anggur yang manis/kebahagiaan surga dan urapan Roh.Kudus ditengah-tengah kita sehingga kita tidak menjadi kering. Itu sebabnya kita harus bertahan pada Pokok.

Saya sudah pernah bersaksi, waktu pdt Pong Dongalemba meninggal dunia, maka untuk bertahan pada Pokok, saya merasa seperti mau mati sebab diterjang dari dalam, dari sini sana sampai istri saya keguguran sebab sebenarnya kami berdua tidak merasa kuat untuk bertahan pada Pokok tetapi harus dihadapi. Kalau kita menang, maka sebentar lagi terjadi pemecahan roti/pembukaan Firman yang akan mengeyang kita secara jasmani/mengucap syukur dan secara rohani ada air anggur yang manis akan mulai mengalir. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah arti dari berfellowship/persekutuan yang benar yaitu makan bersama. Kita harus berhati-hati, sebab ada fellow-ship tetapi juga ada maut yang menghadang. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang kita akan melihat di dalam injil Matius 8 : 18-27, ini merupakan gambaran dari kegerakan hujan akhir = pembangunan Tubuh Kristus/persekutuan Tubuh Kristus. Kita membaca terlebih dahulu ay 18 dan ay 19
18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
19. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."

Ay 19, kemana saja Engkau pergi = pengikutan tubuh kepada Kepala/YESUS = pembangunan Tubuh Kristus. Jadi, kegerakan Roh.Kudus hujan akhir/pembangunan Tubuh Kristus ini bagaikan perahu yang bertolak keseberang lautan. Dan istilah bertolak keseberang ini membutuhkan pengorbanan-pengorbanan seperti waktu, tenaga, uang, pikiran, perasaan dllnya.

Orang-orang yang hendak bertolak keseberang ini harus menghadapi beberapa hal seperti harus menghadapi angin dan gelombang. Semuanya harus dikorbankan untuk pembangunan Tubuh Kristus seperti YESUS sampai mengorbankan Nyawa.

Apa yang sudah saudara korbankan? Seperti saya yang dari Malang harus datang ke Surabaya --> YESUS berkorban Nyawa; jadi pengorabanan saya ini masih belum berarti apa-apa. Jadi, kalau sudah merasa tidak kuat, sebab harus berkorban, maka kita pandang Korban Kristus sebab hal ini sudah menjadi pengalaman hidup saya.

Saya pernah TUHAN ijinkan tidak makan dan minum dan saya sudah merasa hebat dan berkata bahwa mulai besok aku mau bekerja, tidak mau menjadi hamba TUHAN lagi, tetapi begitu TUHAN berkata --> ‘siapa yang lebih menderita dari Aku di kayu salib’? langsung saya menjadi mengecil dan hanya menangis sebab saya tidak dapat menjawab.

Memang bertolak ke seberang/kegerakan pembangunan Tubuh Kristus membutuhkan pengorbanan dan semuanya itu harus dikorbankan bagi pembangunan Tubuh Kristus/Mempelai Wanita kecuali satu yang tidak boleh dikorbankan yaitu pengajaran yang benar jangan dikorbankan sebab itu adalah Pribadi YESUS. Cukup satu kali YESUS dikorbankan, jangan dikorbankan lagi.

Bagi kaum muda, jika saudara mau menikah, jangan mengorbankan YESUS/pengajaran yang benar sebab itu berarti menyalibkan YESUS untuk kedua kalinya. Mau tergembala, mau berfellow-ship/bersekutu --> jangan mengorbankan pengajaran yang benar. Yang lainnya boleh dikorbankan, tetapi kalau pengajarannya berbeda --> jangan!! Sebab itu berarti tidak mempunyai Pokok, sehingga tidak mungkin terasa manis sebab kering. Mau dipaksakan bagaimana-pun, carang yang kering terasa pahit dan tinggal dibakar. Semoga kita dapat mengerti.

Di dalam injil Matius 8 : 18 -27 untuk masuk ke dalam pembangunan Tubuh, sudah ada maut yang menghadang.

Ada tiga macam kuasa maut yang menghalangi kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yaitu:

  1. Matius 8 : 18-20,
    18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
    19. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
    20. Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

    Yang menghadang adalah serigala dan burung = tubuh Babel --> Wahyu 18 : 2,
    Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

    Dosa Babel yang mengarahkan hamba/pelayan TUHAN menuju pembangunan tubuh Babel/mempelai wanita setan yang akan dibinasakan:


    • Serigala = roh jahat.
    • Burung = roh najis.


    Inilah nomor satu yang menghadang yaitu:


    • Roh jahat --> keinginan/ikatan akan uang sehingga menjadi kikir dan serakah seperti Yudas. Kita harus berhati-hati, sebab kita seringkali terikat akan uang. Yudas terlalu membuat perhitungan --> ada seorang wanita yang mengurapi YESUS untuk penguburan (ini juga merupakan gambaran dari pembangunan Tubuh = pelayanan terakhir dari Tubuh Kristus, sebab sudah mati sehingga tidak dapat lagi melayani). Yudas terlalu membuat perhitungan dan ini berbahaya. Kikir = terlalu membuat perhitungan dengan TUHAN sampai akhirnya Yudas tidak dihitung oleh TUHAN. Sebaliknya perempuan yang berdosa --> ia tidak dihitung sebab berdosa, tetapi karena ia melibatkan diri dengan masuk ke dalam pembangunan Tubuh --> apa-pun ia korbankan = harta dan harga dirinya ia korbankan, sehingga ia dihitung oleh TUHAN. Dimana injil diberitakan, maka perbuatan wanita ini diberitakan = dihitung oleh TUHAN. Itu sebabnya jangan ada keinginan jahat dan najis sebab ini merupakan dosa Babel yang mengarahkan hamba TUHAN/pelayan TUHAN dan anak-anak TUHAN kearah pembangunan tubuh Babel/mempelai wanita setan yanga akan dibinasakan.


    • Roh najis --> keinginan najis/dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Semoga kita dapat mengerti. Inilah maut yang pertama itulah Babel.


    Seringkali serigala dan burung menjadi kepala di dalam hidup kita = menguasai/bercokol di dalam hati kita yang merupakan pusat dari kehidupan rohani kita sehingga tidak ada tempat bagi TUHAN sehingga TUHAN mengeluh --> serigala sudah ada liangnya, burung sudah ada sarangnya, tetapi Anak Manusia tidak punya tempat untuk meletakan Kepala-Nya. Tidak punya tempat di hati --> Matius 15 : 19, Karena dari hati timbul segala (1)pikiran jahat, (2)pembunuhan, (3)perzinahan, (4)percabulan, (5)pencurian, (6)sumpah palsu dan (7)hujat.

    Pembunuhan= kebencian.
    Sumpah palsu = berdusta.
    Hujat ini dimulai dari menjelekan dan memfitnah orang (yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar) sampai menghujat TUHAN =


    • Menghujat pengajaran-Nya yang benar/menghujat tabernakel,
    • Menghujat orang-orang kudus/orang-orang benar (Wahyu 13/antikrist yang mulutnya penuh dengan hujat).


    Jadi, serigala dan burung menjadi kepala, artinya menguasai hati manusia dengan tujuh roh jahat dan roh najis. Dimulai dari pikiran jahat sampai pada menghujat sehingga YESUS tidak bisa menjadi Kepala.
    Angka tujuh ini berarti kesempurnaan = serigala dan burung membawa hamba/pelayan TUHAN dan juga anak-anak TUHAN masuk dalam kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan menjadi tubuh Babel/mempelai wanita setan yang akan dibinasakan untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

    Bagaimana caranya supaya yang menjadi kepala bukan serigala dan burung tetapi YESUS? Yohanes 1 : 1, 14,
    1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Ay 1, Pada mulanya = Kepala = Logos = Firman pengajaran.
    Ay 14, Firman pengajaran lahir menjadi Manusia di dalam Pribadi YESUS --> YESUS tampil (Yoh 1 : 1), pada mulanya = Kepala Yang mula-mula = YESUS tampil sebagai Kepala di dalam wujud Firman pengajaran yang benar bagi kita semua. Jadi, kita harus mengutamakan pengajaran yang benar supaya YESUS tampil sebagai Kepala atas hidup kita.

    Di dalam nikah, di dalam ibadah dan berfellow-ship/ibadah persekutuan, kita harus mengutamakan Firman pengajaran supaya YESUS Yang menjadi Kepala.

    Jadi, supaya bukan serigala dan burung tetapi YESUS Yang menjadi Kepala atas hidup kita, maka kita harus mengutamakan Firman pengajaran yang benar, artinya/prakteknya: kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua supaya kita mengalami:


    • penyucian hati dari tujuh keinginan dari roh jahat dan roh najis,
    • perbuatan juga disucikan,
    • perkataan disucikan,
    • seluruh hidup disucikan sampai kita menjadi sempurna seperti YESUS dan kita menjadi Mempelai Wanita Surga. Angka tujuh = angka sempurna.


  2. Matius 8 : 21, 22,
    21. Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."
    22. Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

    Jadi yang kedua adalah tubuh yang mati. Di bagian atas disebutkan tubuh Babel/ najis, tetapi ini tubuh yang mati; sementara ada kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, sudah dihadang oleh maut yaitu oleh:


    • tubuh Babel --> serigala dan burung,
    • tubuh yang mati.
      Tanda dari tubuh yang mati adalah:


      1. suka meminta ijin = tidak setia di dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Tubuh yang mati itu tidak bergerak/tidak aktif yang di dalam injil Mat 25, disebut sebagai hamba yang malas dan jahat --> Matius 25 : 26, 30,
        26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
        30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

        Malas = tidak setia dan pasti jahat sehingga:


        • tidak berguna,
        • tidak dapat berbuat apa-apa sampai
        • dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap = maut/binasa untuk selama-lamanya.


        Kalau setia --> Matius 25 : 21, Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

        Jika kita beribadah dengan setia dan baik = setia dan benar, maka kita akan mengalami kebahagiaan surga. Bukan maut tetapi kebahagiaan surga. Semoga kita dapat mengerti.

        Jadi, yang dinilai oleh TUHAN bukanlah bentuk dari pelayanan seperti berkhotbah --> bukan!! Tetapi setia dan baik = setia dan benar.

        Kita melayani jangan seperti ada orang yang datang kepada TUHAN dan berkata:


        • aku bernubuat = menyampaikan Firman,
        • aku mengusir setan,
        • aku mengadakan mujizat.


        Tetapi Tuhan katakan 'enyahlah!!!'.
        Kalau melihat pelayanannya --> hebat!! Tetapi kalau tidak benar, sebab tidak sesuai Firman pengajaran --> enyahlah! enyahlah! enyahlah! Semoga kita dapat mengerti.


      2. tidak berubah, tubuh/orang yang mati itu tidak berubah dari posisi semula, kecuali ada orang yang merubahnya --> 2 Timotius 3 : 1-5,
        1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
        2. Manusia akan (1)mencintai dirinya sendiri dan (2)menjadi hamba uang. Mereka akan (3)membual dan (4)menyombongkan diri, mereka akan menjadi (5)pemfitnah, mereka akan (6)berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih, (8)tidak mempedulikan agama,
        3. (9)tidak tahu mengasihi, (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
        4. (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
        5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

        Tidak mempedulikan agama:


        • mencampur adukan agama,
        • mempelajari agama lain.


        Lebih menuruti hawa nafsu/daging dari pada menuruti ALLAH/Firman = tidak taat dengar-dengaran.
        Di akhir jaman, banyak hamba TUHAN/anak TUHAN yang beribadah melayani TUHAN, tetapi tidak mengutamakan Firman pengajaran yang benar, dan ini yang berbahaya sebab tidak mengalami keubahan hidup = tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat daging sehingga dicap dengan angka 6.6.6 dan menjadi sama dengan antikrist dan dibinasakan. Jadi tubuh yang mati = antikrist.

        Antikrist ini memang berasal dari dalam kita, tetapi ia keluar = tidak setia dan juga tidak berubah. Kita jangan mengatakan bahwa antikrist itu berasal dari negara ini, negara itu dan karena negara Indonesia tidak sebut sehingga merasa bahwa kita merupakan negara yang hebat. Kalau alkitab mengatakan, bahwa antikrist itu berasal dari dalam kita tetapi tidak sungguh-sungguh seperti Yudas sekali-pun ia selalu bersama dengan YESUS.

        Tidak sungguh-sungguh (tubuh yang mati= antikrist)=


        • tidak setia dan juga
        • tidak berubah.


    Itu sebabnya, ibadah pelayanan ini:


    • harus diutamakan,
    • harus ada Pokok dan juga
    • harus mengutamakan Firman pengajaran yang benar. Semoga kita dapat mengerti.


    Jika di dalam ibadah kita mengutamakan Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, maka kita mengalami pekerjaan dari pedang bermata dua yaitu tajam pertama, kita disucikan/memotong yang lama dan tajam ke dua, kita diubahkan/membaharui --> Kolose 3 : 5-9,
    5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu (1)percabulan, (2)kenajisan, (3)hawa nafsu, (4)nafsu jahat dan juga (5)keserakahan, yang sama dengan (6)penyembahan berhala,
    6. semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka].
    7. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
    8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu (1)marah, (2)geram, (3)kejahatan, (4)fitnah dan (5)kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
    9. Jangan lagi kamu saling (6)mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

    Ay 5-ay 9 --> tajam pertama yaitu memotong dosa-dosa = menyucikan lahir dan batin kita.
    Melakukan = lahir = bagian luar --> menyucikan enam dosa secara lahir.
    Disucikan dari manusia lama = enam dosa secara batin. Jadi tajam yang pertama itu menyucikan kita dari enam dosa lahir dan batin = enam dosa yang mendarah daging. Inilah tajam yang pertama.

    Sesudah dosa yang lama hilang, baru tajam yang kedua --> Kolose 3 : 10-14,
    10. dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
    11. dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
    12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah (1)belas kasihan, (2)kemurahan, (3)kerendahan hati, (4)kelemahlembutan dan (5)kesabaran.
    13. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, (6)kamu perbuat jugalah demikian.
    14. Dan di atas semuanya itu: (7)kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Ada tujuh --> dari enam menjadi tujuh = kasih mengikat = mempersatukan dan menyempurnakan sampai masuk dalam kesatuan Tubuh Kristus = sempurna menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

    Jadi, di dalam ibadah pelayanan, kita jangan melihat kita sudah melayani, tetapi yang harus dilihat adalah pengajarannya/Komandonya itu benar atau tidak. Kalau tidak benar --> sekalipun berkata “aku sudah bernubuat dlsbnya” = merasa dipakai tetapi TUHAN berkata ‘enyahlah’!!!.
    Sebaliknya, jika yang diutamakan adalah pengajaran dan kita merasa kita tidak dipakai seperti Maria yang hanya duduk di bawah Kaki TUHAN untuk mendengar Firman. Sedangkan Marta yang sibuk kesana kemari untuk melayani, sedangkan Maria yang hanya duduk sehingga dikatakan bahwa Maria tidak dipakai, tetapi TUHAN berkata ‘ia memilih bagian yang terbaik’.

    Itu sebabnya jangan dilihat pelayanannya, tetapi kita harus melihat pengajaran-Nya/Kepala-Nya terlebih dahulu, sebab kalau kepalanya agak tidak beres/salah, mau apa tubuh ini? bahkan menjadi bahan tertawaan. Kita ingin minum, tetapi diperintah agar tubuh mengambil buku --> inilah kalau kepala tidak beres. Jadi pengajarannya terlebih dahulu, barulah pelayanannya. Jangan tertipu sebab dikatakan hebat, tiba-tiba ‘enyahlah’.

    Sekali-pun tidak dipakai sebab hanya duduk-duduk, tetapi karena ada pengajaran --> ia memilih yang terbaik. Itu sebabnya kita serahkan semuanya kepada TUHAN dan TUHAN Yang akan menolong/Firman pengajaran yang mengatur/mengomandoi kehidupan kita, bukan manusia. Inilah maut yang kedua yaitu tubuh yang mati.
    Maut yang pertama adalah tubuh Babel yang najis dan jahat sedangkan maut yang kedua adalah antikrist =


    • tidak setia,
    • tidak berubah dan
    • tidak berubah.


  3. Matius 8 : 23-27,
    23. Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya.
    24. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
    25. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
    26. Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
    27. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

    Jadi maut yang ketiga adalah angin dan gelombang ditengah lautan.
    Angin = ajaran-ajaran palsu = labu liar.
    Gelombang = pencobaan-pencobaan di segala bidang.

    Angin dan gelombang ini datangnya sekonyong-konyong --> awalnya semuanya enak, santai, sekonyong-konyong, artinya tidak dapat diperkirakan datangnya untuk menenggelamkan perahu kehidupan kita sampai binasa untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

    Di lautan, kita pasti akan menghadapi angin dan gelombang tidak mungkin tidak. Itu sebabnya supaya tidak tenggelam, maka YESUS harus selalu ada di dalam perahu. Jadi, kita harus selalu setia dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN = YESUS selalu ada di dalam perahu kehidupan kita sebab angin dan gelombang ini datangnya sekonyong-konyong = kita tidak tahu kapan datangnya.

    Tenggelam dan tidaknya perahu kehidupan kita (nikah kita, ekonomi kita), bukan ditentukan dari besar kecilnya angin dan gelombang, tetapi:


    • ditentukan ada tidaknya YESUS di dalam perahu kehidupan kita. Sekali-pun ada tsunami, tetapi kalau ada YESUS, maka perahu kehidupan kita tidak akan tenggelam dan juga
    • keadaan dari hati kita. Harus ada ketenangan, jangan bimbang, sebab bimbang ini merupakan gelombang yang terbesar/yang terdahsyat dan yang akan menenggelamkan perahu kehidupan kita sampai kita tenggelam di dalam lautan api dan belerang. Bukan hanya tenggelam di dunia ini, tetapi tenggelam sampai di lautan api dan belerang.


    Kalau saudara membaca di dalam Wahyu 21 : 8, ada delapan dosa salah satunya adalah penakut dan ini termasuk bimbang/tidak percaya merupakan gelombang yang terdahsyat untuk menenggelamkan perahu kehidupan kita sampai tenggelam di lautan api dan belerang.

Jadi ada dua yaitu:

  • YESUS harus selalu ada di dalam perahu kehidupan kita dan juga
  • Keadaan dari hati kita yang tidak boleh bimbang, sebab kalau bimbang akan tenggelam. Kita harus mantap di dalam pengajaran yang benar dan juga mantap di dalam penggembalaan yang benar. Semoga kita dapat mengerti.

Mari! bersungguh-sungguh. Bagi rekan-rekan hamba TUHAN harus mantap, jangan ini dan itu sebab akan tenggelam. Semoga kita dapat mengerti.

YESUS tidur artinya:

  • YESUS mati di kayu salib untuk menolong kita, dengan mengalahkan kuasa maut, dan juga supaya dapat menjangkau kita semua, sebab angin dan gelombang ini ditiupkan oleh setan.
  • YESUS belum tergairah untuk menolong kita, mengapa? sebab murid-murid/kita sedang bimbang --> ‘mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?’ tidak mantap dalam pengajaran yang benar, tidak mantap dalam penggembalaan yang benar dan juga tidak mantap dalam kuasa TUHAN, masih berharap orang/masih berharap pada yang lain, tidak berharap TUHAN sehingga belum ditolong oleh TUHAN.

Perjamuan suci menjadi bukti kalau YESUS sudah mati untuk mengalahkan maut dan juga dapat menolong kita. Apa saja dapat ditolong, angin dan gelombang sudah ditaklukan dan keadaan menjadi teduh sehingga semua orang menjadi heran.

Bagaimana sikap kita yang harus membangunkan/menggairahkan YESUS? Yaitu:

  1. Yohanes 15 : 7, Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

    Firman ALLAH/Firman pengajaran yang benar harus tinggal di dalam kehidupan kita = mantap di dalam kita. Kita harus yakin/mantap di dalam Satu Pokok.
    Jika kita sudah mantap dalam pengajaran/dalam kehendak TUHAN, barulah kita dapat berdoa sehingga doa yang sesuai dengan pengajaran yang benar/dengan kehendak TUHAN, maka akan ada kuasa kebangkitan dan ini yang menggairahkan/membangunkan YESUS/kuasa kebangkitan YESUS = YESUS benar-benar bangun untuk menolong kita dan meneduhkan angin dan gelombang.

    Sebaliknya, jika doa tanpa pengajaran yang benar/tanpa Firman, ibadah pelayanan dan doa tanpa Firman = kekejian --> Amsal 28 : 9, Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.

    Ibadah pelayanan dan doa penyembahan tanpa Firman pengajaran = keji --> enyahlah engkau pembuat kejahatan.!! Kita harus terlebih dahulu menentukan/mantap di dalam Pokok, barulah kita beribadah melayani dan sampai pada puncak ibadah adalah berdoa dan TUHAN bangun/ada kuasa kebangkitan untuk menolong kita dan meneduhkan angin dan gelombang.


  2. Amsal 15 : 8, Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

    Doa dengan kejujuran.
    Jujur ini dimulai dengan:


    • Mengaku yang salah --> mana yang salah, mana yang benar, jangan berkata ‘ya tetapi ini, tetapi itu’ harus mengatakan ya dan juga harus mengatakan tidak --> ya saya yang salah, bukan dia yang bersalah. Seperti perempuan Firo-Fenisia berkata ‘tolonglah aku, bukan tolonglah anakku’ = aku yang bersalah. Jujur mengaku keadaan kita sehingga doa kita akan dijawab dan menjadi rumah doa dan juga jujur dalam


    • Hal TUHAN/dalam hal pengajaran yang benar.


  3. Matius 8 : 25, Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."

    Menyeru Nama YESUS dengan iman yang teguh, maka TUHAN akan mengulurkan Tangan-Nya kepada kita. Kita percaya dan tidak menyeru nama yang lain tetapi menyeru Nama YESUS dengan iman yang teguh.

    Jadi yang menggairahkan TUHAN adalah:


    • Mantap dalam pengajaran,
    • Jujur. Ini doa dan TUHAN bangun/bergairah untuk terus menolong kita. Ada banyak pengalaman-pengalaman yang ditolong oleh TUHAN. Demikian juga dengan saudara dapat berada di tempat ini, kalau bukan karena pertolongan TUHAN, maka saudara tidak akan berada di sini. Saya mencari tempat di Surabaya ini untuk beribadah hanya ruangan yang dipakai untuk ibadah sekolah Minggu sebab waktu itu hanya ada tiga keluarga. Tetapi tidak dikehendaki oleh TUHAN. Tiba-tiba saya menerima telepon dari seseorang yang mengatakan ada tempat di jalan WR. Supratman yang dilengkapi dengan alat pendingin ruangan dan saya hanya tertawa tetapi tertawa saya ini maksudnya ‘berapa harga sewanya?’. Tetapi inilah, pertolongan TUHAN Yang luar biasa.

Mari, mengapa kalau kita belum ditolong oleh TUHAN? sebab TUHAN masih tidur/belum bergairah. Mari! kita gairahkan TUHAN dengan:

  • mantap di dalam pengajaran yang benar --> jangan menoleh kesana dan kesini. Kita tetap berdoa kepada TUHAN sekali-pun mata memandang perahu kita akan tenggelam --> biarkan saja! Kita tetap berpegang/mantap pada satu pengajaran yang benar, kemudian kita.


  • jujur dengan berkata bahwa ini yang benar yaitu ini kesalahan saya, ini kegagalan saya.
  • berseru Nama TUHAN dengan iman --> sepatah kata saja --> haleluyah YESUS dan YESUS segera mengulurkan Tangan dengan kuasa kebangkitan meneduhkan angin dan gelombang dan memberikan kita rasa damai sejahtera sehingga semuanya menjadi enak dan ringan. Jika kita sudah merasa damai = YESUS sudah bangun/sudah tergairah untuk meneduhkan lautan dan TUHAN juga menyelesaikan segala masalah sampai pada masalah yang mustahil. Tetapi tidak cukup sampai di sini.


  • TUHAN menuntun kita kepelabuhan damai sejahtera Yerusalem Baru. Kita dibaharui/kita mengalami pembaharuan terus menerus dan air mata dihapus; semakin kita dibaharui, semakin air mata kita dihapuskan --> kita menjadi semakin berbahagia sampai satu waktu jika YESUS datang kembali kedua kalinya kita benar-benar menjadi sempurna seperti Dia. Tidak ada lagi setetes-pun air mata sebab kita sudah tiba di Yerusalem Baru bersama dengan Dia selama-lamanya.

Untuk pembangunan Tubuh Kristus ini, kita sudah berhadapan dengan maut seperti:

  • Tubuh Babel = kenajisan.
  • Tubuh yang mati = antikrist.
  • Angin dan gelombang = kebimbangan.

Mari, kita mantap, berseru Nama YESUS dan TUHAN akan menolong kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top