Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 14 terkena pada tujuh percikan darah di depan Tabut Perjanjian. Ini menunjuk pada sengsara daging gereja Tuhan bersama dengan Yesus, yang merupakan penyucian terakhir bagi gereja Tuhan untuk mencapai kualitas tidak bercela, kesempurnaan.

Wahyu 14 terbagi menjadi tiga bagian:
  1. Ayat 1-5 = pengikutan gereja Tuhan terhadap Yesus sebagai Anak Domba Allah (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 15 Agustus 2021).
  2. Ayat 6-13 = penghakiman.
  3. Ayat 14-20 = penuaian di bumi.

ad. 1.
Wahyu 14:1,4
14:1.Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
14:4. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan.
Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Dombaitu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

Ada percikan darah, dan ada pengikutan.
Jadi pengikutan gereja Tuhan terhadap Yesus adalah pengikutan yang ditandai dengan percikan darah, sehingga mengalami peningkatan penyucian sampai mencapai bukit Sion (kualitas kesempurnaan sebagai kualitas mempelai wanita Sorga).
'seratus empat puluh empat ribu orang' = inti dari mempelai wanita sorga.

Pengikutan kita kepada Tuhan di akhir zaman harus ditekankan pada segi kualitas, bukan hanya kuantitas seperti yang terjadi sekarang. Karena tanpa kualitas kesempurnaan, gereja Tuhan akan ketinggalan saat Yesus datang kembali.

Kita sudah mendengar bahwa untuk mencapai bukit Sion harus melewati tiga bukit (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 22 Agustus 2021).

Malam ini kita belajar tentang bukit Sion.
1 Petrus 2:6-7
2:6.Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sionsebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
2:7.Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

Di Sion ada batu penjuru.
Jadi, batu penjuru adalah dasar dari pengikutan gereja Tuhan kepada Yesus sebagai Anak Domba Allah sampai pada kesempurnaan.
Batu penjuru yang mahal menunjuk pada korban Kristus di kayu salib.

Gereja Tuhan harus percaya pada korban Kristus atau berdiri tegak di atas korban Kristus untuk mencapai bukit Sion.
Kalau dasarnya kuat, kita akan diorbitkan sampai ke bukit Sion.

Praktik sehari-hari berdiri di atas korban Kristus adalah:
  1. Percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat. Batu penjuru dikaitkan dengan pintu gerbang keselamatan/ kebenaran/ iman (halaman Tabernakel).
    Mazmur 118:19-23
    118:19.Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
    118:20.Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
    118:21.Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
    118:22.Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
    118:23. Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

    Dari mana keyakinan bahwa Yesus adalah pintu gerbang Sorga? Dari perkataan Yesus sendiri.
    Yohanes 14: 3-6
    14:3.Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
    14:4.Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
    14:5.Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
    14:6.Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

    Lewat pembukaan firman, Yesus meyakinkan bahwa Dia adalah satu-satunya jalan ke Sorga.
    Markus 1:14-15
    1:14.Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
    1:15.kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"

    'percayalah kepada Injil!' = 'percayalah pada Yesus!'. Artinya lewat firman-Nya, Yesus meyakinkan kita supaya percaya kepada Dia dan bertobat, sehingga bisa masuk pintu gerbang Sorga.

    Sikap dari gereja Tuhan supaya pintu gerbang Sorga terbuka adalah 'Bukakanlah aku pintu'. Artinya merindukan pembukaan firman Allah, karena ada waktunya pintu Sorga tertutup, berarti tidak ada lagi pembukaan firman Allah.

    'aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN' = jika bisa mendengar firman Allah yang dibukakan, kita mengucap syukur, bukan bosan, sehingga kita bisa mendengar firman dengan sungguh-sungguh, mengerti, dan percaya (iman yang tertanam di dalam hati, yang menyelamatkan kita). Ini sama dengan iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat.

    Iman yang benar adalah iman yang menyelamatkan.
    Ada iman yang salah, yaitu iman dari melihat, sehingga tidak menyelamatkan.
    Iman yang benar mendorong kita untuk bertobat.

    Bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan, mati terhadap dosa. Dalam Tabernakel menunjuk pada mezbah korban bakaran.
    Kita mati terhadap dosa mulai dari membuang lima dosa.

    1 Petrus 2:1
    2:1.Karena itu buanglah segala kejahatan(1), segala tipu muslihat(2)dan segala macam kemunafikan(3), kedengkian(4)dan fitnah(5).

    Mazmur 118:22
    118:22.Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

    Tukang bangunan membuang batu yang indah, artinya:
    • Kemurahan bagi bangsa kafir. Kalau bangsa kafir bisa mendengar firman dan percaya Yesus, itu adalah kemurahan dan kesempatan dari Tuhan, karena sebenarnya keselamatan hanya untuk bangsa Israel asli.

    • Kesengajaan. Jangan sengaja tidak mau mendengar firman pengajaran yang benar sekalipun ada kesempatan. Jangan sengaja mengulang-ulangi dosa, karena pintu Sorga akan terutup bagi kita, dan tidak ada pengampunan.

    Kemudian batu yang dibuang menjadi batu penjuru.
    Batu penjuru artinya tidak tergantikan.
    Jadi, kalau mau masuk Sorga hanya bisa lewat percaya dan bertobat, tidak bisa digantikan dengan yang lainnya.

  2. Masuk dalam baptisan air yang benar. Batu penjuru dikaitkan dengan nama Yesus yang menyelamatkan.
    Kisah Rasul 4:11-12
    4:11.Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru.
    4:12.Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lainyang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

    Bagaimana kita mendapatkan nama Yesus yang menyelamatkan? Lewat dibaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Dalam Tabernakel menunjuk pada bejana pembasuhan.
    Matius 28:19
    28:19.Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

    Kisah Rasul 2: 38
    2:38.Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristusuntuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

    Kisah Rasul 19: 5
    19:5.Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus di dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Lanjut bangkit, keluar dari dalam air, bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi, pintu sorga terbuka, yaitu baptisan Roh Kudus (pintu kemah terbuka). Ini artinya kita lahir baru dari air dan Roh.

    Hidup baru adalah menjadi sama seperti bayi yang baru lahir. Kita menjadi anak-anak Allah, yaitu hidup dalam kebenaran.

    1 Petrus 2:2
    2:2.Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

    'air susu yang murni dan yang rohani' = firman pengajaran yang benar.
    Menjadi anak-anak Allah, artinya:
    • Hanya merindukan firman pengajaran yang benar, dan menolak yang tidak benar.

    • Selalu merindukan berada di Bait Allah (ketekunan dalam tiga macam ibadah di dalam kandang penggembalaan).
      Kisah Rasul 2:41-42
      2:41.Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
      2:42.Mereka bertekundalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

      Dalam Tabernakel menunjuk pada masuk ruangan suci.
      Dalam ruangan suci terdapat 3 macam alat yang menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
      1. Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      2. Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan korban Kristus.
      3. Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

      Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijatuhkan oleh setan. Kita tidak berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Kita tidak tersesat oleh ajaran palsu termasuk gosip dan fitnah.

      Kita tidak jatuh dan tersesat, tetapi disucikan sehingga diangkat menjadi imam dan raja.
      Kerluaran 29:1a
      29:1a."Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku:

      Jadi, tukang bangunan membuang batu yang indah artinya kemurahan dan kesempatan Tuhan bagi bangsa kafir untuk menjadi imam dan raja, karena sebenarnya imam dan raja hanya dari bangsa Israel asli.
      Kita harus menjaga, jangan sengaja tidak beribadah dan melayani.

  3. Kita harus menjadi imam dan raja yang berkenan pada Tuhan. Batu penjuru dikaitkan dengan pembangunan rumah rohani (tubuh Kristus).
    1 Petrus 2:5-7
    2:5.Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
    2:6.Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
    2:7.Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

    Siapa yang boleh aktif dalam pembangunan rumah rohani? Imam dan raja, yaitu pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepada kita.

    Imamat 21:12
    21:12.Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    'tempat kudus' = ruangan suci = kandang penggembalaan.
    Seorang imam harus berada di dalam kandang penggembalaan (ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok) seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar atau keledai tertambat pada pokok anggur. Supaya kita tidak jatuh dan tersesat tetapi mengalami penyucian terus-menerus. Kita selalu diurapi Roh Kudus, sehingga kita bisa setia berkobar-kobar dalam jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.

    Kalau ada urapan Roh Kudus, akan ada kasih Allah.
    Kalau ada kasih Allah, maka kita bisa saling mengasihi sampai mengasihi orang yang memusuhi kita. Kita hanya berbuat baik sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Suci, setia berkobar, dan saling mengasihi sama dengan menjadi biji mata Tuhan atau batu hidup, sama dengan bejana kemuliaan Tuhan.

    Roma 9:20-24,33

    9:20.Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"
    9:21.Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?
    9:22.Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan--
    9:23.justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,
    9:24.yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,
    9:33.seperti ada tertulis: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sionsebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."

    Di sini batu penjuru dikaitkan dengan bejana kemuliaan.
    Bejana kemuliaan artinya pelayan Tuhan yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi tubuh sempurna.

    Batu hidup artinya:
    • Kita hidup oleh kemurahan Tuhan di mana saja, kapan saja, dan situasi apa saja.
    • Hidup menjadi teratur, rapi, dan indah pada waktunya, bahkan yang mati bisa hidup.

    Tukang bangunan membuang batu yang indah, artinya kemurahan dan kesempatan dari Tuhan bagi bangsa kafir untuk bisa menjadi batu hidup dan bejana kemuliaan.
    Jangan sengaja tidak tergembala dan tidak melayani selagi ada kesempatan.
    Kalau sengaja, apa yang indah akan hancur.

  4. Kita harus mengalami percikan darah. Batu penjuru dikaitkan dengan percikan darah.
    Matius 21:42-44
    21:42.Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
    21:43.Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
    21:44.(Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.)"

    Matius 21 dalam Tabernakel terkena pada percikan darah, berarti sudah masuk ruangan maha suci (kualitas sempurna).

    Apa yang dipercik darah? Kekerasan hati dan kebimbangan. Ini harus dipercik supaya kita jatuh ke atas batu, artinya melembut/ hancur hati, tersungkur di hadapan Tuhan.

    Tadi, dari halaman sampai ruangan suci, kita berdiri di atas batu penjuru.
    Sekarang setelah di ruangan suci, kita jatuh di atas batu.

    Ada tiga hal di mana pelayan Tuhan yang keras hati bisa dipercik darah menjadi hancur hati:
    • Imam-imam dikuasai roh jual beli.
      Matius 21:12-13
      21:12.Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
      21:13. dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."

      Sehingga:
      1. Beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari kepentingan daging: keuangan, kedudukan, dan sebagainya.
      2. Meninggalkan ibadah pelayanan untuk mencari uang.
      3. Mencari uang dengan cara tidak halal.
      4. Kikir dan serakah, menyembah uang.
        Kikir = tidak bisa memberi.
        serakah = mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
      Hidupnya bergantung pada uang, bukan Tuhan.

      Ini semua harus dipercik darah menjadi hancur hati, artinya kita menjadi pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan untuk kepentingan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, dan memuliakan Tuhan lewat lebih bahagia memberi dari pada menerima.

    • Imam-imam yang buta dan timpang.
      Matius 21:13
      21:13.dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."

      Buta = menolak cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus (firman pengajaran yang benar), sehingga tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiatnya (hidup dalam kegelapan).

      2 Korintus 4:4

      4:4.yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakanoleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

      Timpang = bimbang terhadap pribadi Tuhan karena ajaran palsu, dan bimbang terhadap kuasa Tuhan, sehingga berharap pada yang lain.
      Akibatnya adalah gugur dari iman.

      Ini harus dipercik darah menjadi tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar, dan tetap percaya dan berharap Tuhan.

    • Imam-imam memiliki roh jengkel.
      Matius 21:15-17
      21:15.Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,
      21:16. lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"
      21:17. Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.

      Roh jengkel artinya marah pada sesama sampai meledak-ledak, terutama jengkel pada Tuhan (kecewa) yang membuat tidak bisa berdoa.

      Ini harus dipercik darah menjadi damai sejahtera, artinya tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan tetapi hanya merasakan kasih Tuhan.
      Kita mengakui kekurangan dan kelemahan kita secara jasmani dan rohani, dan tidak bimbang, sehingga kita hanya memohon belas kasih Tuhan. Kita hanya percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan.

      Contoh:
      1. Abraham, gambaran bapak-bapak.
        Abraham tidak bimbang terhadap janji Tuhan.

        Roma 4:19-21

        4:19.Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
        4:20.Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
        4:21.dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

      2. Perempuan Kanaan, gambaran dari wanita, yang anaknya dirasuk setan.
        Ia tidak jengkel sampai doanya dijawab Tuhan, dan mujizat terjadi. Ada kebahagiaan dan kedamaian di dalam rumah tangga.

      3. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, gambaran kaum muda.
        Mereka tidak jengkel menghadapi api yang dipanaskan tujuh kali (pencobaan).

      4. Maria, gambaran kaum muda.
        Ia tidak jengkel sekalipun Lazarus mati, tetapi hancur hati, dan mujizat terjadi.

      Kita menjadi rumah doa. Ada mujizat dan kemuliaan di balik percikan darah.

      Jika Yesus datang kembali, kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya dan masuk Yerusalem baru.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 November 2013 (Kamis Sore)
    ... Dan bagaimanakah jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Bersungut-sungut sama dengan tidak bisa menerima firman pengajaran yang benar sebab menganggap firman terlalu keras menunjuk dosa terlalu lama dll. Akibatnya Mengundurkan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Februari 2020 (Rabu Sore)
    ... mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir lalu mengikuti allah lain dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka dan sujud menyembah kepadanya sehingga mereka menyakiti hati TUHAN. . Demikianlah mereka meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret. Asytoret adalah berhala yang membuat bangsa Israel bercabang hati sampai ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Februari 2017 (Sabtu Sore)
    ... kita akan menerima firman Allah atau tidak. Proses menerima firman Allah adalah mendengar firman Allah dengan sungguh-sungguh sampai mengerti percaya dan yakin akan firman sehingga firman Allah menjadi iman di dalam hati sampai praktik firman. Hidup kita sesuai kehendak Tuhan. Maka jika kita berdoa sesuai kehendak Tuhan kita akan menerima ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Agustus 2015 (Sabtu Sore)
    ... pengakuan dan pengenalan secara jasmani terutama mengenal Yesus karena aktivitas dan mujizat secara jasmani. Wahyu - Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya ...
  • Ibadah Doa Malang, 21 Februari 2017 (Selasa Sore)
    ... tahun lamanya tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka dengan tidak membayar tebusan apa-apa. Hasilnya adalah kita mengalami kemerdekaan kebebasan dari dosa. Untuk apa kita dimerdekakan Kemerdekaan budak laki-laki artinya kemerdekaan dari dosa untuk menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan hamba kebenaran. Kemerdekaan budak perempuan. Keluaran - Apabila ada ...
  • Ibadah Doa Malang, 27 September 2018 (Kamis Sore)
    ... menentang hal-hal itu. Jika memiliki kekayaan Sorga x akan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus kegerakan Roh Kudus hujan akhir mulai dari nikah penggembalan antar penggembalaan sampai tubuh Kristus sempurna Israel dan Kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna . Yosua Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 23 Maret 2014 (Minggu Sore)
    ... berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya para nabi. 'tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya' Firman Nubuat. Ini merupakan KEADILAN Tuhan dimana Tuhan tidak berbuat sesuatu sebelum Tuhan menyampaikan Firman nubuat. Demikian juga sekarang sebelum menghukum dunia ini Tuhan sebagai Hakim yang adil lebih dahulu menyatakan keputusannya lewat Firman nubuat ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 November 2018 (Jumat Sore)
    ... pandangan daging duniawi tidak memandang Tuhan mengandalkan sesuatu di dunia lebih dari Tuhan. Lidah dusta--'lidah bercabang' terjemahan lama -- suka berubah-ubah dalam perkataan terutama dalam hal pengajaran. 'Tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah' perbuatan yang tidak adil--tangan. Tidak adil berarti tidak mewarisi sorga. Contoh kebun anggur Nabot yang diminta raja ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 08 Desember 2019 (Minggu Siang)
    ... penggembalaan sanggup untuk menyucikan kita secara dobel--'ia akan membuat perutmu terasa pahit tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu'--yaitu penyucian lahir perbuatan dan perkataan --'mulut'--dan batin--'perut'-- sama dengan seluruh hidup kita. Kolose - . Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi yaitu percabulan kenajisan hawa nafsu ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 24 Juni 2018 (Minggu Siang)
    ... Sidon dan diamlah di sana. Ketahuilah Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan. . Sesudah itu ia bersiap lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu katanya Cobalah ambil bagiku ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.