English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 14 April 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:31 adalah keadaan ketiga saat kedatangan Tuhan kedua kali, yaitu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Juli 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 tentang sidang jemaat di Filadelfia.

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 Agustus 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Malang, 04 April 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1
"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang...

Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2009 (Minggu Pagi)
Lukas 23: 43
"KEMBALI KE FIRDAUS"

Tuhan menciptakan manusia, Adam dan Hawa, sama mulia dengan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 September 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Doa Surabaya, 18 November 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Hardiyono

Salam damai sejahtera dalam cinta kasih TUHAN kita Yesus Kristus, biarlah kiranya damai TUHAN dilimpahkan dalam...

Ibadah Doa Malang, 17 Februari 2009 (Selasa Sore)
Kebaktian Penataran Imam-imam Malang II

Matius 24:29-31 adalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Mei 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari pada itu aku...

Ibadah Paskah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 07 Juni 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 25 November 2008 (Selasa Sore)
Matius 24: 29 -> 'Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x'
Yaitu terjadi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Mei 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 27 Desember 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat di Laodikia....

Ibadah Doa Malang, 05 Maret 2013 (Selasa Sore)
(Penataran I Imam dan Calon Imam)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20...

Ibadah Doa Malang, 05 April 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 11 Agustus 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema ibadah kunjungan di India: Lukas 5: 32
5:32. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

'supaya mereka bertobat'= supaya diselamatkan.
Jadi, kedatangan Yesus pertama kali ke dunia dan mati di kayu salib adalah untuk memanggil orang berdosa supaya bertobat; sama dengan selamat, tidak binasa di neraka, malah diberkati oleh Tuhan.

Pertanyaannya, sesudah selamat dan diberkati Tuhan--sudah DIPANGGIL Tuhan--, kita mau ke mana?
Filipi 2: 12-15
2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
2:13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

'kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar'= kita harus mengerjakan keselamatan setelah kita diselamatkan dan diberkati, sampai menjadi tidak bercacat cela seperti Dia; sempurna--'tiada beraib dan tiada bernoda'--untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sesudah itu masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9), kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan kerajaan sorga selamanya.

Kedatangan Yesus kedua kali tidak ada kena mengena dengan dosa, karena itu kita harus mengerjakan keselamatan sampai mencapai kesempurnaan. Inilah kehidupan yang DIPILIH oleh Tuhan.

Matius 22: 14
22:14. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Dari selamat sampai sempurna masih tanda tanya, karena banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih, artinya:

  1. Banyak kehidupan kristen yang selamat dan diberkati Tuhan gugur di tengah jalan sehingga tidak masuk kerajaan sorga; tidak mencapai kesempurnaan; semuanya menjadi sia-sia.
    Contoh:


    1. Isteri Lot sudah keluar dari Sodom dan Gomora--sudah selamat dan diberkati--, tetapi ia menoleh ke belakang--gugur di tengah jalan dan jadi tiang garam. Ia tidak mencapai pegunungan--gambaran dari kerajaan sorga.


    2. Bangsa Israel yang keluar dari Mesir sejumlah 603.555 orang laki-laki di atas dua puluh tahun--sudah selamat, diberkati, dan mengalami mujizat--, tetapi hanya dua orang yang sampai ke Kanaan, yang lainnya mati di tengah jalan--sia-sia.


    Kesalahan kita adalah berhenti sampai selamat dan diberkati. Salah! Keselamatan harus dikerjakan sampai mencapai kesempurnaan!
    Ini yang seringkali tidak diajarkan.

    "Salah satu kesaksian dari hamba Tuhan di India adalah: Ini yang tidak pernah diajarkan. Hanya diajarkan selamat, diberkati, Tuhan luar biasa. Memang benar, laut Kolsom dibelah. tetapi tidak masuk Kanaan, apa gunanya? Ini yang tidak diajarkan. Keselamatan harus dikerjakan sampai mencapai kesempurnaan."


  2. Sedikit kehidupan kristen yang sungguh-sungguh mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar pada Tuhan sampai dipilih oleh Tuhan.
    Rasul Paulus mengatakan: 'bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir'.

    "Karena itu saya juga bersyukur, lewat ibadah kunjungan jemaat dilatih. Gembala tidak ada tetapi jemaat tetap datang. Inilah kehidupan yang bertanggung jawab kepada Tuhan, bukan manusia--mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, sampai dipilih Tuhan untuk menjadi bintang yang bercahaya, itulah imam dan raja (hamba/pelayan Tuhan) sampai kita mencapai kesempurnaan."



Sekarang, kita sudah selamat tetapi belum sempurna. Jadi hari-hari ini kita harus menjadi BINTANG BERCAHAYA. Itulah pengertian mengerjakan keselamatan.
1 Petrus 2: 9
2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

'imamat yang rajani'= imam dan raja/pelayan Tuhan; sama dengan bintang bercahaya yaitu

  • Seorang yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan.
  • Seorang yang suci, bukan hanya benar.
  • Seorang yang memegang jabatan pelayanan. Kalau tidak punya jabatan berarti menjadi bintang gugur seperti Yudas Iskariot. Harus punya jabatan! Kalau sudah suci, akan diberi jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.


  • Seorang yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali, bahkan sampai sempurna.

Hati-hati! YUDAS SUDAH MENJADI IMAM TETAPI BISA GUGUR; sudah menjadi bintang bercahaya, tetapi setelah itu ia gugur, binasa selamanya.

Ingat! Yesus harus mati di kayu salib dan menaikkan doa syafaat untuk mengangkat kita menjadi imam--Dia naik ke atas bukit dan berdoa untuk memanggil dua belas murid; naik ke bukit artinya mati di kayu salib. Dia sudah mati di kayu salib, tetapi masih kurang, Dia masih berdoa siang malam supaya kita bisa menerima panggilan dan pilihan. Dia begitu sungguh-sungguh untuk mengangkat kita menjadi imam dan raja.

Lukas 6: 12
6:12. Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.

Di ayat 13 Yesus mulai memanggil dan memilih murid-murid.
Jadi harga imamat/ibadah pelayanan kita adalah seharga darah Yesus, dan ditambah Dia berdoa syafaat bagi kita--Ia sebagai Imam Besar mengadakan pelayanan pendamaian setiap saat kepada kita.
Dulu Imam Besar Harun masuk ruangan maha suci setahun sekali dengan membawa darah lembu dan dupa, sekarang Yesus membawa darah-Nya sendiri dan dupa--doa--untuk bisa memanggil dan memilih kita menjadi imam dan raja--memberikan jabatan pelayanan/pakaian indah kepada kita, supaya kita layak masuk kerajaan sorga.

Oleh sebab itu kita harus berusaha sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihan--jabatan pelayanan--makin teguh sampai garis akhir bahkan sampai sempurna. Perjuangkan!
2 Petrus 1: 10-11
1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
1:11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Kita harus menjadi bintang bercahaya (menjadi imam dan raja)--hidup suci, punya jabatan pelayanan, dan beribadah melayani sampai garis akhir bahkan sempurna seperti Tuhan.
Kita harus setia berkobar-kobar dan setia bertanggung jawab kepada Tuhan dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir bahkan sempurna seperti Dia--menerima hak penuh untuk masuk kerajaan sorga yang kekal; mewarisi kerajaan sorga.

Hak waris adalah hak sulung, berarti kita memiliki hak kesulungan.
Kita ingat, hak sulung juga memiliki hak untuk menikah--menjadi mempelai.
Ini yang kita perjuangkan.
Yesus berjuang sampai mati di kayu salib, dan Dia menaikkan doa syafaat siang dan malam, ditambah gembala juga berdoa bagi kita yang belum memiliki jabatan pelayanan, supaya bisa memiliki jabatan pelayanan. Yang sudah melayani juga Dia doakan, supaya jangan gugur seperti Yudas.
Mari kembali, ini yang ditunggu Tuhan. Dari selamat sampai sempurna, mau apa lagi, mau ke mana lagi? Kita harus menjadi bintang yang bercahaya--imam dan raja.

Imam dan raja dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kalau tidak mau, akan masuk dalam pembangunan Babel. Tidak bisa di tengah-tengah.
Mari berusaha! Yang sudah diberi beban oleh Tuhan/digerakkan Tuhan untuk melayani, jangan jual mahal, tetapi layani, dan itu nanti akan menjadi jabatan dan karunia--jubah pelayanan.

Yang sudah punya jabatan pelayanan, jangan ditinggalkan!
Kalau sudah malas melayani, ingat Yesus yang naik ke bukit Golgota dan berdoa bagi kita siang dan malam.
Mari berjuang sampai mendapatkan hak kesulungan--hak untuk mewarisi kerajaan sorga dan menikah dengan Yesus, masuk perjamuan kawin Anak Domba.

Tadi soal jabatan kita harus hati-hati karena Yudas meninggalkan jabatan sehingga ia ditelanjangi, ditambah lagi perutnya dirobek setan. Cakar antikris tidak ada belas kasih, begitu dahsyat. Hati-hati!
Sebaliknya, kehebatan Tuhan adalah orang telanjang--seperti anjing dan babi--bisa berpakaian indah sampai berpakaian putih berkilau-kilauan. Kita berjuang semuanya sampai memiliki hak kesulungan.

Waspada! JANGAN SAMPAI DI TENGAH JALAN KEHILANGAN HAK KESULUNGAN SEPERTI ESAU! Jangan merasa hidup ini sudah aman--banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. Ini keistimewaan kabar mempelai, tidak pernah diajarkan: Kita hebat, tetapi: Kita masih terlalu kurang, sehingga butuh pedang firman terus bekerja. Kalau sudah merasa hebat, kita akan jatuh. Yudas saja bisa jatuh, siapa kita. Harus ada pedang!

Mengapa Esau kehilangan hak kesulungan?

  1. Kejadian 25: 27, 29
    25:27. Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
    25:29. Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.

    'datanglah Esau dengan lelah'= Yakub hanya makan kacang merah, sedangkan Esau makan daging buruan, tetapi akhirnya ia lelah. Mungkin Yakub dihina karena hanya makan kacang merah, tetapi ia kuat. Itulah penggembalaan. Hati-hati! Firman di dalam penggembalaan memang diulang-ulang, tetapi itu adalah makanan dan kekuatan kita.

    Yang pertama: Esau kehilangan hak kesulungan karena ia suka berburu daging di padang.

    Waspada! Pada akhir zaman dunia termasuk gereja Tuhan/penggembalaan dikuasai oleh roh perburuan.

    Dua perburuan yang terhebat di dunia:


    • Perburuan dolar/rupiah--uang--, bukan dinar lagi, sampai menghalalkan segala cara.
      Seharusnya di kebun anggur hanya butuh satu dinar, itulah kemurahan Tuhan. Sekarang diganti menjadi uang, sampai ibadahpun dihitung dengan uang.

      "Saya nomor satu dikoreksi oleh Tuhan. Saya melayani apakah untuk mencari uang? Kalau mencari uang berarti sama seperti Esau."


    • Perburuan hiburan yang mengarah pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan.


    Dua perburuan ini yang paling laris, seharusnya hanya di dalam dunia, tetapi sekarang masuk dalam gereja Tuhan juga.
    Banyak gereja Tuhan yang berburu kemakmuran dan hiburan jasmani tetapi tanpa firman penyucian--termasuk kita diperiksa.
    Mau berkhotbah atau main musik sekalipun mabuk, boleh, yang penting orang tertarik.

    "Saya tidak mau menuduh orang. Satu jemaat bersaksi, dia di perusahaan besar lalu ada persekutuan dan mendatangkan doktor theologia. Dia hanya iseng bertanya karena dia ragu kenapa diajarkan boleh berdemo. Dia bertanya: 'Pak, permisi, isterinya kok tidak diajak?': 'Isteri pertama sudah saya pecat, isteri kedua lagi sakit.' Bayangkan! Dia diundang ke aman-aman, dipakai di mana-mana. Karena itu penggembalaan paling murni, saudara bisa lihat isterinya, dan uangnya ke mana saja."

    Kalau tidak ada penyucian, akibatnya: hamba Tuhan dan sidang jemaat menjadi sama seperti anjing dan babi, artinya telanjang dan tidak tahu malu. Mungkin telanjang dalam dosa seks, dosa keuangan dan sebagainya. Banyak yang demikian.
    Dulu Adam dan Hawa telanjang masih malu dan menyemat daun pohon ara untuk dibuat cawat, tetapi sekarang tidak tahu malu lagi. Tuhan tolong kita semua.

    Akibatnya: Rumah Tuhan menjadi sarang penyamun untuk dibinasakan selamanya.
    Kita harus hati-hati. Jaga, jangan sampai membuat pribadi dan rumah Tuhan/penggembalaan menjadi sarang penyamun! Apa yang dijaga? Kesuciannya, bukan kehebatannya.

    Roh perburuan ini membuat ibadah pelayanan kita beredar-edar; tidak mau tergembala, tidak pernah mau masuk kendang penggembalaan karena sibuk beredar-edar, sampai gembala juga tidak pernah masuk pintu kandang penggembalaan.

    Akibatnya: lelah, letih lesu, dan berbeban berat, tidak pernah puas sehingga mencari kepuasan di dunia sampai jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
    Hati-hati! Kehidupan pribadi, nikah, dan penggembalaan harus puas di dalam Tuhan--kita tidak akan lelah; di dalam penggembalaan ada segala-galanya.


  2. Ibrani 12: 16
    12:16. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

    Esau lebih dulu dipanggil--anak sulung--tetapi memiliki nafsu cabul yaitu rela mengorbankan perkara sorga--pengajaran benar dan ibadah pelayanan kepada Tuhan; hak kesulungan--hanya untuk mendapatkan perkara jasmani yang sepele (sepiring makanan), sampai perkara yang tidak berarti (keuangan)--banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih.

    Kejadian 25: 30-32
    25:30. Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
    25:31. Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
    25:32. Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"

    Yang kedua: Esau kehilangan hak kesulungan karena ia memiliki nafsu cabul.

    Perkara dunia sangat sepele dibandingkan perkara sorga, tetapi seringkali sudah membuat kita mata gelap sehingga kita mengorbankan iman, kebenaran, pengajaran yang benar, dan ibadah pelayanan.

    Akibatnya: Esau kehilangan hak kesulungan, dan ia meraung-raung seumur hidupnya, berarti tidak masuk kerajaan sorga yang di dalamnya tidak ada setetespun air mata. Hati-hati!
    Ibrani 12: 17
    12:17. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

    Hati-hati! Kalau meremehkan ibadah pelayanan dan perkara rohani sudah menjadi tabiat, ia akan terus mencucurkan air mata sampai selama-lamanya; di luar sorga. Sungguh-sungguh!

    "Kalau saya boleh berteriak: 'Serius! Silakan bekerja yang benar, sekolah yang baik, tetapi jangan lupa perkara rohani; jangan korbankan sedikitpun, nanti hanya akan mencucurkan air mata.' Ngeri. Ini bukan ancaman atau dongeng, tetapi sungguh-sungguh sudah terjadi, dan sekarang diulangi lagi. Ini peringatan bagi kita semua."

Yang benar adalah kita mencontoh sistem ibadah Yakub
.
Kejadian 25: 27
25:27. Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.

'kemah'= sistem penggembalaan.
Yakub beribadah dengan sistem penggembalaan--tergembala dengan benar dan baik--, artinya:

  1. Tergembala pada pribadi Yesus/firman pengajaran yang benar--Yesus adalah pokok anggur yang benar dan kita ranting-rantingnya.
    Kalau manusia yang menjadi pokok, matilah kita baik secara jasmani maupun rohani.
    Kalau Yesus yang menjadi popok, kita bebas tetapi sesuai dengan firman pengajaran yang benar.

    Contoh: kalau di rumah tangga suami bertindak seperti diktator, matilah isteri secara jasmani dan rohani.

    Inilah penggembalaan yang benar, yaitu tergembala pada pribadi Yesus/pengajaran yang benar. kalau tidak sesuai, tidak usah dipaksa, dia akan menolak dengan sendiri. Kalau benar, tidak usah dipaksa juga, kita pasti melekat.


  2. Tekun dalam kandang penggembalaan--ruangan suci; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Kita diberi minum oleh Roh kudus untuk menghadapi kekeringan di padang gurun dunia; kita segar terus mulai dari gembalanya. Kita sendiri harus segar dulu, baru bisa menyegarkan orang lain; orang mendengarkan firman Tuhan juga kembali segar.

      Mungkin ada yang kekurangan uang, lalu ada yang bersaksi: Saya tidak ada punya uang, tetapi Tuhan bisa menyediakan. Dia akan segar kembali.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
      Kita diberi makan sehingga kita kuat untuk melayani Tuhan sampai Dia datang, dan menumbuhkan kesucian kita secara lahir dan batin.

      Kalau tidak ada ibadah pendalaman alkitab bagaimana bisa suci? Tidak akan bisa!
      Disuruh kerja tetapi tidak makan, pasti jatuh, beribadah tetapi tidak bisa makan, pasti jatuh, lama-lama pingsan dan mati. Karena itu perlu diberi makan.

      Jangan sampai segar tetapi tidak suci. Bahaya!
      Segar harus diikuti dengan kesucian.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
      Kita bernapas dengan kasih Allah sampai hidup kekal.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal, sebutir pasirpun tidak bisa menyakiti kita.
    Buktinya: ada damai sejahtera, ketenangan, semua menjadi enak dan ringan.
    Apapun keadaan kita, mungkin ekonomi masih merintis tetapi enak dan ringan, begitu juga yang masih bersekolah.

    Inilah sistem Yakub. Dia tidak punya apa-apa--tidak punya hak kesulungan, sekarang tidak punya biaya dan sebagainya--, tidak masalah. Yang penting tergembala dalam kandang penggembalaan.


  3. Ketaatan sampai daging tidak bersuara--domba hanya mendengar suara Gembala--; mengulurkan tangan kepada Tuhan.
    Ketaatan merupakan sikap menyembah. Tuhan berkata kepada orang yang mati tangan kanannya: Ulurkan tanganmu! Dia taat, dan ia sembuh. Kalau pakai logika, tidak akan mau.

    Seringkali kita mau lebih pintar dari pada firman. Firman perintahkan sesuatu tetapi kita jawab: Mana bisa? Ya sungguh-sungguh tidak bisa.
    Jawab dengan ketaatan, dan Tuhan yang bekerja. Itu saja.

    "Saya berterima kasih ada doa puasa dan doa semalam suntuk sebelum kami berangkat ke India. Saat berangkat kami sudah mengalami mujizat. Ada tiga orang dari Sulawesi sudah hampir ditinggal. Kami empat orang menunggu di pintu masuk sudah terus dimarahi, karena pesawat mereka sudah terlambat dari Sulawesi. Saya lari ke pesawat, masih antre, lari lagi, ternyata masih bisa lolos. Ini semua karena menyerah kepada Tuhan, dan Dia yang mengatur semuanya. Kita bergumul bersama Tuhan seperti Yakub, sampai kita merasa seperti cacing. Ini adalah rahasia dari Pdt van Gessel. Saya ingat saat berbicara dengan Pdt Totaijs sebelum beliau pulang. Lalu beliau bercerita: Ada seorang kaum muda bertanya kepada opa van Gessel: Opa, apa rahasianya sampai opa dapat pembukaan firman dan orang tertarik datang.: Jam dua sampai jam enam pagi aku hanya berada di bawah kaki Tuhan, aku hanya merasa seperti cacing belaka."

    Yakub hanya seperti cacing, tidak punya apa-apa, tidak ada harapan, tetapi untunglah dia mau tergembala sampai dia mengulurkan tangan kepada Tuhan--menyembah dan bergumul bersama Tuhan.
    Yesaya 41: 13-14
    41:13. Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."
    41:14. Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.

    Kita bergumul terutama seperti Yakub bergumul untuk menghadapi Esau--dulu Yakub harus pulang ke Kanaan, dan ia menghadapi Esau yang hendak membunuh dia karena dendam.

    Kita mengaku seperti cacing yang hanya punya kelemahan dan kekurangan, tidak ada kelebihan. Menghadapi suami bengis, jangan keras, tetapi hadapi dengan rumus cacing: Saya yang banyak kelemahan, Tuhan, kurang berdoa sebagai isteri. Jangan keras dan jangan sok!

    Yang ada pada kita hanya kelemahan rohani--dosa-dosa--, biar Tuhan ampuni, dan urapan Tuhan yang menolong. Secara jasmani juga lemah, biarlah selebihnya tangan Tuhan yang bekerja.

Kita hanya mengulurkan tangan, dan Tuhan akan mengulurkan tangan kanan-Nya yang kuat dan teruji di kayu salib untuk:

  1. Mazmur 16: 19
    16:11. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

    Yang pertama: tangan Tuhan memberikan nikmat senantiasa, artinya perlindungan dan pemeliharaan.

    Menghadapi antikris kita mati semua--seperti dulu Yakub menghadapi Esau--, semua diblokir, tidak bisa apa-apa. Ini yang kita hadapi.
    Dunia akan bertambah sulit sampai zaman antikris, tetapi kalau ada di tangan kanan Tuhan, Dia akan melindungi dan memelihara kita yang lemah tak berdaya di tengah kesulitan, celaka marabahaya, ketandusan dunia, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, bahkan sampai hidup kekal.

    Secara rohani kita dipelihara sehingga bisa hidup benar dan suci--mengalami sukacita dari sorga yang tidak bisa dibatasi oleh apapun di dunia--sukacita bukan dari kaya atau miskin tetapi benar dan suci. Tuhan mau menolong di tengah kelemahan kita.


  2. Mazmur 118: 15-16
    118:15. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
    118:16. tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

    Yang kedua: tangan kanan Tuhan memberikan kemenangan atas segala musuh/masalah yang mustahil--'tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan'.

    Kalau kita bergumul, Dia juga bergumul bagi kita untuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil bagi kita. Yang tidak ada menjadi ada; mustahil menjadi tidak mustahil. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

    "Saat ibadah kunjungan ke India, sulit sekali mengurus tiket kepulangan untuk sembilan orang begitu juga dengan refundnya, karena tiket pesawatnya terpisah dari India ke Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur Surabaya. Biasanya sulit untuk mengurus refundnya. Saya suruh berdoa, terus menghubungi maskapainya, dan akhirnya bisa dapat refund. Makanan saja kami tidak dapat saat di India karena pesawat tidak terbang disebabkan bencana alam. Pesawatnya saja sudah rugi, airpun tidak dapat, apalagi mau minta refund. Susah sekali."

    Masalah apa yang kita hadapi? Banyak bergumul; kita hanya merasa seperti cacing melawan gajah. Biarlah Tuhan yang menolong.


  3. Yang ketiga: 'TUHAN berkuasa meninggikan'= tangan kanan Tuhan akan meninggikan kita pada waktunya, artinya:


    1. Terjadi keselamatan keluarga. Doakan untuk keselamatan keluarga kita sekalipun dia menyakiti kita. Siapa tahu bisa tertolong.

      Hati-hati, Yudas bisa terpelanting, dan sebaliknya pemungut cukai, penjahat di sebelah Yesus bisa jadi baik dan masuk sorga.
      Jangan menghakimi orang lain tetapi doakan keselamatan keluarga.

      Ketakutan/stres serahkan kepada Tuhan sampai hati merasa damai sejahtera.


    2. Kegagalan menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
    3. Diubahkan jadi manusia daging menjadi manusia rohani.
      Yakub menjadi Israel, artinya tidak boleh ada dusta. Selama berdusta, akan terus turun. Tetapi kalau jujur, akan mulai naik. Percayalah!

      Kita jujur mulai dari soal pengajaran, dan semuanya akan mulai naik. Percayalah, Tuhan mampu melakukan semua bagi kita.

      Jujur, dan kita akan menjadi rumah doa--naikkan doa--, dan Tuhan akan mengadakan mujizat, sampai nanti kita sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Jangan batasi kuasa Tuhan! Dia akan menolong. Kaum muda, ada pertanyaan-pertanyaan, letih lesu, biar Tuhan yang menolong. Yang sudah berhasil jangan sombong tetapi tetap merasa seperti cacing.
Jangan ada merasa lebih sedikitpun sekalipun ada.

Mungkin pandai, kaya, orang tua diberkati, puji Tuhan, tetapi tetap merasa seperti cacing. Yang dalam kekurangan secara jasmani, terutama yang rohani juga merasa seperti cacing. Serahkan kepada Dia!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top