English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Senin, 26 Mei 2014)
Tayang: 03 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Februari 2014)
Tayang: 05 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 13 Juni 2007)
Tayang:
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 Maret 2014)
Tayang: 03 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 03 Juli 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 21 Mei 2014)
Tayang: 06 Desember 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Oktober 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (RAbu, 26 Februari 2014)
Tayang: 15 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 02 Oktober 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 27 November 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 11 Mei 2014

Kita melanjutkan membaca kitab Wahyu 1, sekarang ini kita membahas ayat yang ke 8.

Wahyu 1: 8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

Ini merupakan penampilan TUHAN YESUS sebagai Alfa dan Omega.

Aku adalah Alfa
Alfa artinya Yang awal:

  • Dulu dalam tabernakel ini menunjuk alat medzbah korban bakaran. Medzbah korban bakaran merupakan alat yang awal/yang pertama kita jumpai dalam tabernakel. Mezbah = “altare” = tempat yang ditinggikan.


  • Sekarang ini menunjuk salib Kristus.

Dalam perjanjian lama, bangsa Israel membawa lembu, domba, burung tekukur dikorbankan diatas medzbah korban bakaran, untuk menghapus dosa bangsa Israel. Sekarang, kita tidak usah lagi membawa lembu, domba, kambing untuk dikorbankan, sebab dalam perjanjian baru segala korban binatang sudah digenapkan oleh korban Kristus di kayu salib.

Yohanes 19: 30, Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Ayat 30 --> “Sudah selesai” --> sudah genap.

“Sudah selesai” artinya semua dosa (segala macam dosa) sudah diselesaikan oleh YESUS di kayu salib, supaya manusia berdosa tidak binasa = manusia berdosa diselamatkan oleh YESUS. Jadi semua dosa/dosa apa saja sudah diselesaikan oleh YESUS, misalnya: dosa najis, dosa jahat, tidak terkecuali. Hanya ada satu dosa yang tidak bisa diampuni yaitu dosa tidak percaya kepada YESUS. Jika tidak percaya YESUS = tidak mendapatkan pengampunan dan tetap berada didalam penghukuman. Semoga kita bisa mengerti.

Dari pihak TUHAN: pekerjaan pengampunan dosa sudah selesai/sudah genap/sudah terlaksana, sehingga siapapun manusia bisa diampuni, tidak dihukum dan bisa diselamatkan. YESUS mati di kayu salib, YESUS minum anggur asam bercampur empedu, ini berarti semua dosa-dosa sudah ditanggung oleh YESUS.

Sekarang, dari pihak kita bagaimana?
Roma 10: 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan
mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Dari pihak kita adalah

  • Hati percaya kepada YESUS.
  • Mulut mengaku dosa. Jika hati sudah percaya kepada YESUS, maka mulut mengaku YESUS = mulut mengaku dosa. Kita mengaku dosa kepada TUHAN (vertikal) dan kepada sesama (horisontal) = membawa dosa kepada kayu salib, sebab disitulah tempat penyelesaian dosa. YESUS berteriak --> “Sudah selesai” diatas kayu salib.

Dulu bangsa Israel membawa dosanya ke medzbah korban bakaran dengan korban binatang. Sekarang, kita membawa dosa kita kepada kayu salib dengan Korban Kristus (Korban Anak Domba ALLAH).

1 Yohanes 1: 7, 9,
7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Ayat 7 --> harus mengaku = terang.

Jika kita mengaku dosa kita, maka darah YESUS aktif untuk:

  • Mengampuni segala dosa-dosa kita. Dosa najis, jahat, dosa apa saja ditutupi oleh darah YESUS. Darah YESUS mengampuni/menutupi dosa-dosa kita sampai tidak berbekas lagi/seperti tidak pernah berbuat dosa.


  • Mencabut akar-akar dosa (menyucikan), sehingga kita tidak berbuat dosa lagi = hidup dalam kebenaran = selamat dan diberkati oleh TUHAN.

Yang penting adalah dari dua pihak bertemu. Dari pihak TUHAN sudah selesai --> semua dosa sudah diselesaikan/ditanggung oleh YESUS di atas kayu salib. Sekarang, dari pihak kita, apakah kita mau atau tidak mau? Kalau mau, maka hati percaya YESUS dan mulut mengaku dosa.

Itulah tentang Alfa. Manusia berdosa yang seharusnya terkutuk dan binasa bertemu “Aku lah Yang awal” di medzbah korban bakaran = bertemu di kayu salib, sehingga manusia terkutuk akan diampuni/dilepaskan dari dosa, hidup benar dan diberkati oleh TUHAN. Inilah kekuatan nama YESUS “Aku adalah Alfa”.

Orang berdosa itu dalam keadaan sengsara, kutukan, kegagalan. Apa saja keadaan kita sekarang ini, mari kita datang kepada “Aku adalah Alfa” = YESUS sebagai Alfa.

Setelah kita percaya kepada YESUS dan mengaku dosa, maka:

  • Hidup benar = selamat.
  • Raja Daud mengatakan --> “dari muda sampai tua, belum pernah aku melihat orang benar ditinggalkan oleh TUHAN, tetapi malah diberkati sampai ke anak cucu” = diberkati sampai anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain.
  • Raja Daud mengatakan --> “berbahagialah orang yang diampuni dosanya” = kita berbahagia didalam TUHAN.

1 Yohanes 1: 8, Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

Jika kita tidak mau mengaku dosa = menipu diri sendiri = tidak benar (tidak ada kebenaran). Ini berarti kita hidup dalam dosa, hidup dalam suasana kutukan dosa (letih lesu, beban berat, penderitaan, air mata) sampai binasa selama-lamanya (tidak selamat).

Jadi “Aku lah Alfa (Yang awal)” adalah:

  • kasih mula-mula yang dinyatakan untuk pengampunan dosa =
  • untuk menyelamatkan,
  • memberkati, membahagiakan manusia berdosa. Ini harus kita terima lewat mengaku dosa. Semoga kita dapat mengerti.

Aku adalah Omega
Wahyu 1: 8, "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

Omega artinya Yang akhir. Dalam tabernakel ini menunjuk tabut perjanjian (alat yang terakhir dalam tabernakel). Jadi “Aku lah Omega (Yang akhir)” = puncaknya kasih = kasih yang sempurna. Kasih yang mula-mula (medzbah korban bakaran) akan terus meningkat sampai yang terakhir mencapai tabut perjanjian (puncaknya kasih).

Kolose 3: 14,Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Kasih sempurna menyatukan dan menyempurnakan kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Ini dilambangkan dengan tabut perjanjian. Tabut perjanjian terdiri dari dua bagian:

  1. Tabut/Petinya (bagian bawah), terbuat dari kayu penaga yang disalut dengan emas murni luar dan dalam (tidak kelihatan lagi kayunya). Kayu itu menunjuk manusia daging yang berdosa, tetapi sudah disalut dengan emas sehingga menjadi seperti YESUS.

    Peti/tabutnya ini menunjuk gereja yang sempurna sebagai Mempelai Wanita (sidang jemat) = manusia tetapi disalut dengan emas.


  2. Tutupnya, terbuat dari emas murni. Tutup ini menunjuk YESUS sebagai Mempelai Pria Surga.

Tutup dengan peti ini tidak boleh bergeser/tidak boleh terlepas. Jadi kasih yang sempurna menyatukan kita (Mempelai Wanita) dengan YESUS sebagai Mempelai Pria untuk selama-lamanya. Inilah kekuatan kasih yang sempurna. Kasih yang mula-mula menyelamatkan kita (kayu salib), tapi kasih ini akan terus berkembang sampai kasih yang sempurna menyatukan kita dengan YESUS untuk selamanya.

Kita memang belum bertemu dengan YESUS di awan-awan (belum bersatu dengan YESUS), tetapi sekarang harus sudah ada hubungan antara Mempelai Pria (suami) dan Mempelai Wanita (istri) = hubungan Kepala dengan tubuh yaitu didalam doa penyembahan (leher). Hubungan kepala dengan tubuh yang paling erat adalah leher.

Sekarang ini kita datang kepada YESUS sebagai Alfa, dengan mengaku dosa-dosa. Kita jangan minum anggur asam/anggur pahit terus setiap hari, tetapi kita harus berubah (mencicipi anggur manis). Setiap kita mengaku dosa dan meninggalkannya itu bagaikan: kita mencicipi/meminum anggur manis semakin banyak lagi dan anggur pahitnya akan semakin dibuang (anggur pahit diminum oleh YESUS). Itu belum cukup sampai disitu saja? sebab itu kita datang kepada YESUS sebagai Omega (kasih yang sempurna). Kasih yang sempurna inilah yang membawa kita kepada hubungan Kepala dengan tubuh didalam doa penyembahan. Malam ini didorong kasih yang sempurna, kita menyembah TUHAN sebagai Kepala. Semoga kita dapat mengerti.

Dalam doa penyembahan yang berkenan kepada TUHAN, tutup pendamaian menutupi peti/tabut (tidak boleh bergeser = erat), saat itulah hadirat TUHAN nyata (TUHAN hadir) dan kita menjadi tahta TUHAN.

Keluaran 25: 21, 22 --> ini berbicara tentang tabut perjanjian
21. Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.
22. Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel."

Ay 21 --> Tutup menutupi peti inilah doa penyembahan. Jadi doa penyembahan meletakkan tutup diatas peti, sehingga ada hubungan antara Mempelai pria dan Mempelai Wanita.

Ayat 22 --> “Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau” --> TUHAN hadir. Kita menjadi tahta TUHAN.

Tempat hadirat TUHAN adalah tahta TUHAN. Kalau kita sudah berbicara tentang tahta, ini luar biasa (seperti tahta kerajaan pada zaman dulu) --> orang diluar tahta bisa saja miskin, tidak bisa makan, bahaya kelaparan, tetapi orang yang berada didalam tahta akan aman.

Mari kita berusaha sekarang ini, kita datang kepada Yang awal (selesaikan dosa), kemudian baru bisa datang kepada Yang akhir = mengalami kasih mula-mula, setelah itu baru bisa datang ke puncak kasih (kasih yang sempurna). Kasih yang sempurna itulah yang mendorong kita menyembah TUHAN bagaikan meletakkan tutup diatas peti sehingga hadirat TUHAN nyata ditengah kita dan kita menjadi tahta TUHAN.

Bukti kita menjadi tahta TUHAN (ada hadirat TUHAN ditengah kita) adalah

  1. Keluaran 25: 22, Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel."

    Bukti pertama adalah ada pembukaan Firman ALLAH/Firman pengajaran yang benar (ayat yang satu menerangkan ayat yang lain). Pedang Firman pengajaran yang benar untuk menyucikan kehidupan kita. Tahta itu suci. Bukti kita menjadi tahta TUHAN, bukanlah gereja yang besar sehingga yang datang puluhan ribu, bukan itu! atau gereja kecil yang datang sepuluh orang, bukan itu! bukan dari jumlah dll.

    Pedang Firman menyucikan kita:


    • Mulai dari hati kita sebagai sumbernya dosa dan menyucikan pikiran.
    • Menyucikan perbuatan dan menyucikan perkataan kita.


    Jika sudah disucikan maka seluruh hidup kita suci = tubuh, jiwa, roh kita suci. Jadi didalam tahta itu ada Firman dan juga ada kesucian. Inilah yang kita doakan, baik secara pribadi kita sebagai tahta TUHAN dan biarlah gereja ini juga menjadi tahta TUHAN. Jika menjadi tahta TUHAN, maka ada pembukaan Firman/pedang Firman yang menyucikan, sehingga jemaat yang datang akan selalu disucikan. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Wahyu 22: 1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Tadi, dari tahta TUHAN berbicara, sehingga ada pembukaan Firman. Dalam Wahyu 22: 1 --> dari tahta ada sungai air kehidupan yang jernih = urapan Roh Kudus.

    Bukti kedua adalah ada urapan Roh Kudus. Jadi suasana tahta TUHAN yaitu ada Firman yang menyucikan dan ada urapan Roh Kudus.

Kegunaan Roh Kudus adalah:

  1. Roma 12: 11, Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Kegunaan pertama adalah Roh Kudus membuat kita setia dan berkobar-kobar (menyala-nyala) dalam ibadah pelayanan. Kalau kita belajar dalam Wahyu 4 ada api (obor), dalam kitab Yehezkiel dilihatkan surga dan makhluk yang secepat kilat, itulah tahta TUHAN.

    Secara perhitungan di dunia ini usia yang semakin tua membuat kita semakin lemah (“loyo”) --> (maafkan) mulai dari sekolah, sampai menjadi profesor, akhirnya pensiun. Kita tidak seperti ini, sekalipun usia semakin tua, tetapi penyucian dan urapan semakin meningkat, maka akan semakin setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Jangan takut dengan usia --> nanti kalau saya sudah tua, saya akan malas, tidak! Jadi ini tidak tergantung usia dan kesehatan dll, bukan! melainkan tergantung pada kesucian dan urapan. Kalau tidak ada kesucian dan urapan, sekalipun orang itu gagah dll, maka akan malas beribadah dan melayani TUHAN. Semoga kita mengerti.

    Pelayan TUHAN yang suci dan setia berkobar-kobar adalah pelayan TUHAN bagaikan nyala api. Wahyu 1: 14 --> biji mata TUHAN bagaikan nyala api. Jadi pelayan TUHAN yang suci dan setia berkobar-kobar = Biji Mata TUHAN sendiri, sehingga akan dinaungi oleh sayap burung nasar. Firman dan Roh Kudus nanti akan menjadi dua sayap burung nasar.

    Mazmur 17: 8, Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Jika kita menjadi pelayan TUHAN yang bagaikan biji mata TUHAN, kita akan dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN secara langsung:


    • Mulai sekarang di zaman yang sulit ini.
    • Sampai zaman antikrist yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Dengan kekuatan dua sayap burung nasar kita akan menyingkir ke padang gurun, jauh dari mata antikrist selama tiga setengah tahun, kita akan tetap dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    Kasih yang sempurna menyatukan, menyempurnakan kita menjadi Mempelai wanita TUHAN dan mendorong kita untuk menyembah TUHAN = hubungan penyembahan --> meletakan tutup pendamaian diatas peti, sehingga ada hadirat TUHAN. Jika peti tidak ada tutupnya, akan terkena hujan dan ular, semuanya dapat masuk, sebab itu menyembah TUHAN itu penting!


  2. Wahyu 22: 1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Kegunaan kedua adalah Roh Kudus merupakan air sungai kehidupan yang sanggup memandikan kita. Kalau dulu zaman Pantekosta (sekarang Pentakosta) istilah baptisan air itu “pemandian air”. Roh Kudus memandikan kita artinya membaharui kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Inilah mujizat rohani = mujizat terbesar dan setan tidak dapat memalsukan/meniru. Saya selalu mengatakan --> kalau setan dapat meniru/dapat dibaharui, maka sudah lama setan bertobat dan dibaharui, sebab setan tahu bagaimana dahsyatnya neraka itu. Apa daya setan itu, sebab setan tidak mempunyai tubuh dan hanya punya roh, sehingga setan tidak dapat dimandikan/dibaharui. Kalau punya tubuh baru bisa dimandikan/dibaharui.

    Hasilnya jika dibaharui adalah “sungai air kehidupan itu jernih seperti kristal” = jujur. Jadi manusia baru itu jujur:


    • Jujur dalam pengajaran yang benar. Kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah. Jangan? “benar, tetapi ... atau salah, tetapi...” Jika bimbang maka akan tenggelam. Jangan ragu dalam pengajaran dan jangan mendua. Jika tidak jujur soal TUHAN /pengajaran, tidak mungkin bisa jujur terhadap manusia.


    • Jujur dalam keuangan (perkara kecil). Uangnya TUHAN, milik sesama (milik sesama yang membutuhkan, mungkin kita kerja sama dengan orang lain, hutang-hutang harus diselesaikan).


    • Jujur dalam nikah rumah tangga (soal tempat tidur dll).


    Tiga hal ini merupakan tolak ukur kejujuran seseorang. Jika kita jujur dalam ketiga hal ini, baru kita bisa jujur dalam segala hal, ini bagaikan sungai air kehidupan yang jernih seperti kristal.

    Doa orang jujur itu dikenan oleh TUHAN, sehingga terjadi mujizat jasmani. Jika kita sudah jujur maka kita menjadi rumah doa. Rumah doa (tempat berdoa) itulah tahta-Nya TUHAN.

    Amsal 15: 8, Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

    Tadi, tahta TUHAN adalah pembukaan Firman (kesucian), pelayanan (setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan). Doa saya sebagai gembala --> setelah didoakan semua, tinggal “TUHAN naungi kami dengan dua sayap burung nasar”. Itu saja doa saya dan semua sudah tercakup didalamnya.

    Tahta TUHAN itu juga rumah doa (tempat menyembah). Jadi jika kita jujur, kita menjadi tahta TUHAN. Jika tidak jujur, kita tidak dapat berdoa. Saat kita jujur dan menjadi rumah doa, maka terjadi mujizat jasmani yaitu yang mustahil menjadi tidak mustahil. Soal penyakit, soal keuangan yang mustahil menjadi tidak mustahil. TUHAN sanggup menolong kita semuanya. Semoga kita dapat mengerti.

    Sampai jika TUHAN YESUS datang kembali ke dua kali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia yaitu menjadi Mempelai Wanita yang sungguh-sungguh terangkat di awan-awan yang permai, kita bertemu dengan Dia untuk selama-lamanya, tidak terpisah lagi dan tidak ada air mata lagi.

Mari, sekarang ini kita datang kepada Alfa (kasih mula-mula), kita mengakui dosa-dosa, sehingga kita dibenarkan, diberkati, diselamatkan dan bahagia. Banyak orang Kristen yang sampai disitu (diberkati), tetapi itu belum cukup! sebab itu harus datang kepada Omega (puncaknya kasih), kita menyembah Dia sampai tercipta tahta TUHAN.

Kita adalah peti, jika tidak ada tutupnya, ular dan semuanya akan masuk. Dalam Doa penyembahan, kita berdoa --> TUHAN tutupi saya/tudungi saya (hubungan Kepala dengan tubuh = hubungan penyembahan) dan kita menjadi tahta TUHAN =

  • ada Firman (kesucian),
  • ada ibadah pelayanan (setia berkobar-kobar),
  • ada rumah doa (kejujuran).

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top