English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu, 23 Juli 201420140723)
Tayang: 08 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Juni 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 04 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 15 Januari 2014)
Tayang: 12 Oktober 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Juli 2014)
Tayang: 23 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 20 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Senin, 26 Mei 2014)
Tayang: 03 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 05 Februari 2014)
Tayang: 28 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 27 Juni 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 Maret 2014)
Tayang: 03 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 19 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 08 Januari 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 31 Agustus 2014

Kita masih membaca Wahyu 1: 10-12
10. Pada hari TUHAN aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
11. katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
12. Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

Rasul Yohanes mengalami sengsara daging karena Firman ALLAH dan kesaksian YESUS di pulau Patmos, sehingga ia dapat mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring yang menjadi wujud tujuh kaki dian dari emas. Ini sama halnya kepada kita, jika kita beribadah dan melayani TUHAN dengan tanda sengsara daging/tanda darah/tanda salib, maka kita juga dapat mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring yang menjadi wujud tujuh kaki dian emas. Artinya kita dapat mendengar dan melihat Firman penggembalaan (suara sangkakala yang nyaring) yang mengandung bobot Firman pengajaran yang benar, yang keras, yang tajam, sehingga dapat menyucikan dan mengubahkan kita menjadi sempurna seperti YESUS = menjadi Mempelai Wanita Surga = menjadi pelita emas yang selalu bercahaya. Pada ibadah pendalaman alkitab yang lalu, Mempelai Wanita Surga digambarkan sebagai Perempuan dengan mahatari, bulan dan bintang.

Tugas dari gereja TUHAN (Mempelai Wanita TUHAN) adalah

  • Bersaksi.
  • Mengundang.

Bersaksi dan mengundang itu penting!
Sekarang ini kita akan mempelajari tugas dari Mempelai Wanita dalam bersaksi’. Nanti juga akan kita pelajari tugas Mempelai Wanita dalam ‘mengundang’. Kita juga harus aktif mengundang. Kalau ada kegiatan-kegiatan, mari kita mengundang, entah yang diundang datang atau tidak, itu urusan dengan TUHAN. Yang penting kita menunaikan tugas dari TUHAN. Jika sudah bersaksi, kita harus mengundang (mungkin kita ingat saudara-saudara kita yang dulu). Misalnya: lewat SMS atau lewat apa saja.

Kisah rasul 1: 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Apa yang harus disaksikan?

  1. bersaksi dari Yerusalem, ke Yudea, Samaria sampai ke ujung bumi” = bersaksi tentang injil keselamatan = kabar baik.
    Injil keselamatan (kabar baik) adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS pertama kali, mati di kayu salib untuk membawa orang-orang berdosa supaya percaya YESUS dan diselamatkan.


  2. Cahaya injil tentang kemuliaan Kristus = kabar mempelai.
    Cahaya injil tentang kemuliaan Kristus yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS ke dua kali di awan-awan dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan menyempurnakan kita semuanya = membawa orang-orang yang sudah selamat untuk disempurnakan seperti YESUS.

Dua inilah yang harus kita saksikan. Kita sudah mengenal injil keselamatan yang memberitakan tentang kedatangan YESUS pertama kali, tetapi ini bukan sampai disitu saja. Sesudah selamat, kita mau kemana? masih ada cahaya injil kemuliaan Kristus. Semoga kita dapat bersaksi.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamuartinya kalau tidak ada Roh Kudus, kita tidak dapat bersaksi, sebab daging ini suka menyangkal, bergosip, memfitnah. Jadi kekuatan untuk bersaksi adalah Roh Kudus. Oleh sebab itu kita harus memiliki kuasa Roh Kudus. Roh Kudus digambarkan sebagai minyak yang membuat pelita tetap bercahaya. Jika kita bersaksi, itu seperti pelita yang tetap bercahaya (tidak mati-mati). Kehidupan yang bisa tergembala (mendengar dan melihat firman penggembalaan) akan disucikan dan diubahkan, sehingga tampil seperti pelita yang bercahaya (sekalipun belum sempurna/menuju kesempurnaan) dan bisa bersaksi kepada yang lain. Ini harus ada minyaknya, jika minyaknya habis, pelitanya padam. Minyak ini harus tetap dijaga, supaya pelita tetap bercahaya.

Zakharia 4: 2-6,
2. Maka berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat: tampak sebuah kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu.
3. Dan pohon zaitun ada terukir padanya, satu di sebelah kanan tempat minyak itu dan satu di sebelah kirinya."
4. Lalu berbicaralah aku, kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Apakah arti semuanya ini, tuanku?"
5. Maka berbicaralah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: "Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?" Jawabku: "Tidak,
tuanku!"
6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

Ay 2 => “tampak sebuah kandi, dari emas seluruhnya” => pelita emas.
ada tujuh corot” => selang-selang.
Ay 3 => “Dan pohon zaitun ada terukir padanya” => pada kandil ada ukiran pohon zaitun.

Roh Kudus digambarkan sebagai kandil yang memiliki tempat minyak. Gambaran yang mudah dimengerti: pada pelita emas ada selang-selang sebanyak tujuh, karena lampunya ada tujuh, kemudian ada tempat minyak yang berukir pohon zaitun. Ada tempat minyak dan ada corotnya/selangnya, jadi minyak akan mengalir terus dan pelitanya menyala terus.

Jadi supaya pelita tetap menyala, paling tidak ada dua hal yang harus diperhatikan:

  • tempat minyak yang ada ukiran pohon zaitun harus diperhatikan supaya ada minyak terus dan
  • corotnya juga harus diperhatikan. Kalau selangnya buntu, minyaknya tidak bisa mengalir dan pelita tidak bisa menyala.

Mari kita akan mempelajari, supaya kita menjadi pelita yang tetap menyala. Pelita emas/kandil merupakan gambaran kehidupan kita.

Ada dua hal yang harus diperhatikan supaya minyak tetap dalam pelita emas (pelita tetap disupply minyak terus lewat selangnya) dan pelita emas tetap bercahaya (tetap bersaksi):

  1. Tempat minyak yang terukir pohon zaitun selalu berada di bagian atas pelita emas. Tempat minyak jangan dibalik (dibawah pelita emas), kalau minyaknya dibawah akan susah dan memakai pompa. Jika tempat minyaknya diatas pelita emas, minyak akan terus mengalir dan tidak perlu memakai pompa.

    Tempat minyak = sumber minyak adalah korban Kristus bagaikan buah zaitun (ukiran pohon zaitun) yang diperas dan menghasilkan minyak urapan. Korban Kristus ini harus diatas (dihargai dan ditinggikan). Saat di taman Getsemani dan di kayu salib, YESUS bagaikan buah zait yang diperas (dagingnya diperas) dan menghasilkan minyak urapan.

    Yohanes 16: 7, Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    Ay 7 => “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi” => YESUS pergi = YESUS mati, bangkit dan naik ke surga.
    Penghibur” => Roh Kudus.
    tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” => ini seperti tempat minyak yang ada corotnya, minyaknya tinggal turun saja (diutus). Pelita emas akan terus menyala, karena minyaknya masuk dalam pelita.

    Tempat minyak diatas pelita emas artinya kita harus selalu menghargai korban Kristus, sehingga korban Kristus terukir didalam hati kita (tempat minyak diukir pohon zaitun dan diletakkan diatas), maka kita akan mengalami minyak urapan Roh Kudus. Jika tempat minyak dibawah pelita emas, minyak tidak akan bisa naik. YESUS mati dan Roh Kudus dicurahkan, itulah sumbernya minyak. Sekarang ini tugas kita sebagai pelita emas adalah bersaksi (pelita tetap menyala).

    Praktek menghargai/meninggikan korban Kristus sampai terukir dihati adalah:


    • Saling mengaku dan saling mengampuni. Kalau ada dosa, minyak tidak ada. kalau tidak ada dosa, minyak dicurahkan.

      Saling mengaku: Jika kita berbuat dosa, kita harus mengaku dosa kepada TUHAN (vertikal) dan kepada sesama (horisontal) dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Vertikal dan horisontal membentuk kayu salib.
      Saling mengampuni: mengampuni dosa orang lain dan melupakannya. YESUS mati di kayu salib adalah untuk menyelesaikan dosa. Kita menghargai/meninggikan korban Kristus itu bukan hanya memakai kalung salib, memakai gambar-gambar salib, bukan hanya itu saja! tetapi sampai dalam praktek sehari-hari yaitu saling mengaku dan saling mengampuni. Jika dosa sudah disingkirkan (mengakui dosanya sendiri dan mengampuni/melupakan dosa orang lain) = dosa sudah diselesaikan oleh Darah YESUS, maka minyak urapan dicurahkan kepada kita. Ini seperti tempat minyak diatas, maka minyak akan turun terus (minyak terus dicurahkan).


    • 1 Petrus 4: 12-14,
      12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Praktek menghargai korban Kristus: kita rela mengalami sengsara daging bersama YESUS (sengsara tanpa dosa) = percikan darah. Mari kita mengalami percikan darah agar kita mendapatkan minyak urapan.

      Bentuk lain dari percikan darah: selain kita berpuasa, doa malam dan doa semalam suntuk, mungkin kita tidak salah, tetapi disalahkan, difitnah, inilah bagian dari salib/percikan darah. Jangan takut, kalau benar-benar tidak berdosa dan kita difitnah, justru urapan akan semakin kuat. Semoga kita dapat mengerti.
      Saat kita mengalami sengsara daging tanpa dosa, ini seperti daging diperas (seperti buah zait diperas) dan akan menghasilkan minyak urapan Roh Kudus. Inilah yang pertama harus diperhatikan supaya pelita tetap menyala, kita tetap menjadi saksi TUHAN, bukan menjadi sandungan, bukan menyangkal.


  2. Corot harus selalu terpasang dengan baik.
    Kalau corotnya lepas, minyaknya tidak akan sampai masuk di pelita dan percuma saja. Istilah corot/selang harus selalu terpasang dengan baik ini sudah mencakup semuanya (corot tidak buntu dll). Corot harus selalu terpasang dengan baik artinya hubungan kita dengan YESUS harus tetap baik sampai dengan permanen (tidak bisa lepas lagi), lewat ketekunan dalam kandang penggembalaan/ruangan suci/ ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya (hari Minggu).
    • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
    • Medzbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.


    Mari kita saling berdoa. Yang belum tekun dalam kandang penggembalaan, mari didoakan supaya tekun. Yang sudah tekun, jangan seperti Yudas ada keinginan-keinginan, jangan ! tetapi yang baik saja. Semuanya harus tekun dalam penggembalaan. Mari masing-masing pribadi corot harus dipasang dengan baik = hubungan dengan TUHAN harus selalu baik sampai permanen, jangan dilepas-lepas supaya minyak mengalir terus. Kalau selangnya lepas satu kali, nanti akan lepas lagi, lama-lama tidak sadar sudah menjadi kering. Mari ketekunan dalam penggembalaan harus dijaga.

    Imamat 21: 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Ay 12 => “ia” => imam-imam.
    tempat kudus” => ruangan suci.
    karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya” => dalam ruangan suci, minyak akan terus dicurahkan diatas kepala.

    Jika kita tekun dalam kandang penggembalaan (tekun dalam tiga macam ibadah pokok), kita mengalami penyucian demi penyucian, sehingga minyak urapan Roh Kudus selalu/semakin mengalir dalam kehidupan kita (tidak pernah kering). Semoga kita bisa mengerti.

Inilah dua hal yang harus dijaga supaya pelita tetap menyala (tempat minyak harus ditinggikan dan corot harus dipasang dengan baik). Jika minyak selalu ada, maka pelita pasti tetap menyala. Sekarang ini mungkin banyak kebutuhan kita, tetapi kalau pelita tetap menyala (ada minyak urapan Roh Kudus), maka semuanya sudah tercakup. Minyak urapan Roh Kudus yang membuat pelita tetap menyala yang akan menyelesaikan semuanya. Dunia ini gelap, yang bisa bertahan dalam kegelapan hanyalah pelita yang tetap menyala. Jika pelita tetap menyala (ada minyak urapan), mau menghadapi kegelapan apa saja pasti selesai. Semoga kita dapat mengerti.

Kegunaan minyak urapan Roh Kudus adalah

  1. Roma 5: 5, Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Yang pertama: Roh Kudus mencurahkan kasih Allah yang memberikan kekuata ekstra kepada kita, sehingga kita tidak putus asa, tidak kecewa dalam menghadapi apapun juga = tahan uji untuk:


    • Tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.
    • Tetap bersaksi (pelita tetap menyala) apapun yang kita hadapi. Semoga kita mengerti.


    Inilah minyak persediaan yang berlimpah-limpah. Roh Kudus dicurahkan dan Dia mencurahkan lagi, inilah berlimpah-limpah. Daging ini rapuh, cepat kecewa, cepat bangga bagaikan pelita yang padam, tetapi kalau ada minyak Roh Kudus yang mencurahkan kasih ALLAH, kita akan tahan uji. Misalnya: saat dipuji kita tidak akan bangga, dihantam kita tidak kecewa, tetapi tetap tahan uji untuk setia berkobar dalam ibadah pelayanan dan tetap tahan uji untuk bersaksi. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Minyak urapan Roh Kudus membuat kita ‘dikhususkan (Imamat 21: 12). Istilah ‘dikhususkanartinya


    • Kita dipakai dalam tugas khusus.
      Kisah Para Rasul 13: 2, 5, 7, 12
      2. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada TUHAN dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
      5. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka
      7. Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah.
      12. Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran TUHAN.

      Inilah tugas khusus. Jadi orang yang diurapi akan dikhususkan (dipakai dalam tugas khusus) yaitu dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus di akhir zaman. Memberitakan Firman ‘di rumah-rumah ibadat’ artinya memberitakan Firman kepada orang Kristen yang sudah selamat, untuk dibawa masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Semoga kita dapat mengerti.


    • Kita menjadi biji mata TUHAN. Dari semua anggota tubuh, yang ditulis di Alkitab ‘khusus’ adalah biji mata. Coba bandingkan, jantung ini organ yang lemah juga, tetapi masih dilindungi oleh tulang rusuk secara langsung. Kalau mata, tidak ada tulang yang melindungi.

      Menjadi biji mata TUHAN artinya


      1. Kita dipelihara dan dilindungi secara langsung (secara ajaib) oleh TUHAN, satu butir pasir pun tidak boleh masuk.
      2. Kita ditolong secara langsung (secara ajaib) oleh TUHAN, sehingga semua masalah, bahkan masalah yang mustahil diselesaikan oleh TUHAN tepat pada waktu-Nya.


      Biji mata itu lemah, tidak berdaya, tetapi TUHAN (Roh Kudus) lah yang bekerja. Jka menjadi biji mata TUHAN, kita tidak akan dibiarkan oleh TUHAN.


  3. Keluaran 15: 23-25,
    23. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
    24. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
    25. Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,

    Ay 25 => “TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu” => itulah salib/Korban Kristus.
    Yang ketiga: Roh Kudus memiliki kuasa untuk membaharui/mengubahkan kehidupan kita:


    • Dari pahit diubahkan menjadi manis.
    • Yang hancur diubahkan menjadi baik.
    • Yang gagal diubahkan menjadi berhasil.
    • Yang daging diubahkan menjadi rohani = manusia daging diubahkan menjadi manusia rohani seperti YESUS. Inilah kekuatan Roh Kudus yang sanggup membaharui kita dan ini merupakan mujizat.


    Roh Kudus memiliki kuasa pembaharuan (kuasa keubahan hidup) = mujizat terbesar. Manusia daging itu selalu bersungut-sungut. Oleh sebab itu mulut harus diubahkan dari bersungut-sungut, menjadi mengucap syukur kepada TUHAN, sampai bisa menyembah kepada TUHAN. Menyembah TUHAN itu hanya berkata “Haleluya YESUS” = tidak salah dalam perkataan.

    Jika YESUS datang kembali ke dua kali akan terdengar bunyi sangkakala yang terakhir dan terjadi keubahan yang terakhir yaitu kita diubahkan menjadi sempurna, sama mulia dengan Dia, untuk layak menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali di awan-awan permai. Hanya terdengar suara “Haleluya YESUS” sampai selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Memang banyak kebutuhan-kebutuhan kita, tetapi untuk menghadapi dunia yang sudah gelap (‘pada hari TUHAN’) hanya dibutuhkan pelita yang tetap menyala yaitu kehidupan yang bersaksi.

Apa rahasianya supaya pelita tetap menyala? harus ada minyak =

  • Tempat minyak harus berada diatas/hargailah Korban Kristus (lepaskan dosa dengan saling mengaku dan mengampuni dan rela mengalami percikan darah).
  • corot juga harus diperhatikan/hubungan dengan TUHAN harus diperhatikan (ketekunan dalam kandang penggembalaan). Mari kita mohon supaya Roh Kudus dicurahkan kepada kita sekalian dan terjadi mujizat di tengah-tengah kita.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 06 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top