English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu Sore, 23 Oktober 2013)
Tayang: 02 Maret 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 16 Oktober 2013)
Tayang: 09 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Februari 2014)
Tayang: 05 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 Maret 2014)
Tayang: 14 Juni 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 27 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 18 Juli 2007)
Tayang: 06 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 02 Juli 2014)
Tayang: 07 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 18 Juni 2014)
Tayang: 10 April 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 18 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 02 Apirl 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 19 Juli 2015

Kita masih berada dalam Kitab Wahyu 1: 16. Wahyu 1: 13-16, tentang penampilan Pribadi YESUS dalam empat keadaan yang sebenarnya:

  1. Ay 14, YESUS tampil dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja,
  2. Ay 15, YESUS tampil dalam kemuliaan sebagai Hakim Yang adil,
  3. Ay 16, YESUS tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga

Wahyu 1: 16, Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Inilah penampilan Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Mempelai Laki-laki Surga. Salah satu tandanya adalah ‘di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang’.

Pengertian bintang:

  1. secara khusus adalah gembala.
    Wahyu 1: 20, Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."


  2. secara umum adalah orang-orang pilihan TUHAN = hamba TUHAN, pelayan TUHAN = imam-imam dan raja-raja, yaitu


    1. orang-orang yang beribadah melayani TUHAN,
    2. orang-orang yang dipakai oleh TUHAN untuk memuliakan TUHAN. Ini semuanya sudah kita pelajari.

Sekarang ini pengertian bintang secara umum ditambah satu lagi di dalam
Kejadian 22: 15-17,
15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
16. kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
17. maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Ay 17 => inilah janji TUHAN kepada Abraham.

Jadi, pengertian bintang secara umum adalah keturunan Abraham. Keturunan Abraham secara jasmani adalah bangsa Israel, sedangkan keturunan Abraham
secara rohani itulah kita.

Sebenarnya ada tiga macam keturunan Abraham:

  1. Kejadian 13: 16, Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga.

    Keturunan Abraham pertama: keturunan Abraham seperti debu tanah, artinya hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang beribadah melayani TUHAN, tetapi hanya untuk mencari perkara jasmani, perkara daging (tanah) dan puas dengan perkara daging. Kualitasnya seperti debu tanah, karena terus mengejar perkara bumi.

    Kejadian 3: 14, Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

    Hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang bagaikan debu tanah, akibatnya adalah hanya menjadi makanan ular atau makanan setan dan binasa untuk selamanya.


  2. Kejadian 22: 17, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

    Keturunan Abraham kedua: keturunan Abraham seperti pasir di tepi laut.

    Matius 7: 26, 27,
    26. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
    27. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

    Ay 26 => ‘Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku’ => perkataan YESUS itulah pengajaran yang benar.
    yang mendirikan rumahnya di atas pasir’ => Inilah Kristen pasir.

    Keturunan Abraham seperti pasir artinya hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang beribadah dan melayani TUHAN tetapi tidak taat dengar-dengaran kepada perkataan YESUS (Firman pengajaran yang benar) = tidak sesuai dengan Firman pengajaran yang benar.

    Firman pengajaran yang benar adalah:


    • Firman yang dikatakan oleh YESUS,
    • Firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat menerangkan ayat.


    Saya selalu memberi contoh, mungkin karena pikirannya sangat tinggi, kehidupan itu disuruh mengambil ballpoint, dia malah mengambil laptop, mungkin dia memakai pikirannya sendiri ?’ah hanya ballpoint, ini murah, lebih baik saya beli laptop yang mahal’ Padahal ini hanya untuk tanda tangan, akhirnya tidak ada gunanya. Kalau tidak taat, maka tidak ada gunanya. Sekalipun orang mengatakan => ‘dahsyat, luar biasa’ Tetapi kalau tidak sesuai dengan Firman pengajaran yang benar (perkataan YESUS), maka tidak ada artinya.

    Akibatnya adalah


    • Tidak tahan uji (goyah) menghadapi pencobaan-pencobaan, sehingga banyak bersungut-sungut atau mengomel, kecewa, putus asa, sampai meninggalkan ibadah pelayanan.

      Ini seperti mendirikan rumah diatas pasir, begitu datang hujan, angin, banjir, lalu rubuh. Kita harus berhati-hati! Banyak hamba TUHAN sepenuh (seperti saya) yang meninggalkan ibadah pelayanan, karena tidak tahan uji, karena beribadah melayani tidak sesuai dengan Firman pengajaran yang benar (tidak sesuai dengan Komando). Perkataan YESUS itulah Komando, misalnya: YESUS bilang A, dia mengerjakan B. Mungkin lebih hebat, dahsyat tetapi salah. Jadi harus sesuai dengan Firman pengajaran yang benar (sesuai perkataan YESUS).


    • Rubuh, artinya gugur dari iman = meninggalkan pengajaran yang benar dan mengikuti ajaran palsu sampai tidak percaya lagi kepada YESUS. Tadi akibat pertama, tidak tahan uji sampai akhirnya meninggalkan ibadah pelayanan = tidak setia atau tidak mau lagi beribadah melayani TUHAN. Jika ini diteruskan akan rubuh.


    • Hebatlah kerusakannya, artinya binasa untuk selama-lamanya.


    Kita harus berhati-hati! Keturunan Abraham (sekarang adalah orang Kristen, hamba TUHAN, pelayan TUHAN) masih dibagi lagi tiga macam tingkatan yaitu:


    • Ada yang seperti debu tanah, beribadah melayani tetapi hanya mencari berkat jasmani, padahal orang di luar TUHAN seringkali lebih kaya dll. Kalau kita ke gereja untuk mencari berkat jasmani, itu salah besar! Puas dengan berkat jasmani, tetapi menjadi santapan ular.


    • Ada yang seperti pasir, beribadah melayani tetapi tidak sesuai Firman pengajaran yang benar; pelayanannya tidak sesuai, hidupnya tidak sesuai, nikahnya tidak sesuai, semuanya tidak sesuai (tidak taat).


    Menjadi hamba TUHAN, pelayan TUHAN bukanlah seperti ‘yang penting sudah menjadi hamba TUHAN, pelayan TUHAN’ Ini masih dibagi lagi, masih ada kualitas-kualitas atau tingkatan-tingkatannya. Kalau kualitasnya debu (paling bawah) dan pasir, maka sama-sama binasa.


  3. Kejadian 22: 17, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

    Keturunan Abraham ketiga: keturunan Abraham seperti bintang di langit. Inilah kualitas yang sesungguhnya dan yang berada di Tangan Kanan TUHAN.

Daniel 12: 3,Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Ay 3 => bintang tetap bercahaya untuk selamanya.

Keturunan Abraham seperti bintang artinya:

  1. tetap bercahaya’ = setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN YESUS datang kembali ke dua kali, bahkan sampai selamanya.


  2. bijaksana’ = taat dengar-dengaran kepada Firman pengajaran yang benar (perkataan YESUS) = sesuai dengan Firman pengajaran. Contohnya seperti Maria duduk terlebih dahulu dibawah kaki TUHAN. Inilah pelayanan yang terbaik (‘Maria memilih bagian yang terbaik’). Mungkin pelayanan kita dianggap kecil oleh orang lain (‘Marta melihat Maria cuma duduk-duduk’), tetapi kalau taat kepada Firman pengajaran yang benar, maka betul-betul itu yang terbaik. Ini lain dengan => ‘kami sudah bernubuat, kami mengusir setan, kami mengadakan mujizat’ Tetapi kalau tidak sesuai dengan Firman, TUHAN bilang => ‘enyahlah engkau’ Dukun-dukun bisa mengadakan mujizat. Semoga kita bisa mengerti.


  3. menuntun banyak orang kepada kebenaran’ = menjadi saksi = menuntun orang lain untuk:


    • untuk diselamatkan. Masih banyak orang di luar YESUS. Tugas kita adalah bersaksi untuk membawa orang di luar YESUS (orang-orang berdosa) supaya bisa percaya YESUS dan diselamatkan.


    • untuk disempurnakan. Yang sudah selamat jangan gugur lagi, sebab itu harus ditingkatkan. Tugas kita adalah menuntun orang yang sudah selamat menuju kesempurnaan didalam TUHAN. Dulu kita berbuat dosa, lalu percaya YESUS, dibaptiskan dan diselamatkan. Ini belum cukup, sebab itu ditingkatkan lagi sampai menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti YESUS. Semoga kita bisa mengerti.


  4. tekun dalam menyembah TUHAN. Puncak ibadah pelayanan adalah penyembahan seperti pada sekarang ini. Bintang ini diambil dari dalam kitab Daniel. Contohnya adalah Daniel. Daniel tekun menyembah TUHAN, sehingga Daniel tahan uji, mau diapa-apakan juga Daniel tetap menjadi bintang.

Daniel 6: 11, Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Ay 11 => ‘seperti yang biasa dilakukannya’ = tekun dalam menyembah TUHAN = tekun dalam doa penyembahan.

Daniel adalah orang yang tahan uji = menjadi bintang yang tetap bercahaya, yang berada di dalam Tangan Kanan TUHAN. Mau diapakan saja, Daniel tetap tahan uji. Saat di perintahkan untuk menyembah raja (mengikuti ajaran palsu dan penyembahan palsu), dia tidak mau. Sekarang ini, kalau kita dapat menjadi bintang, posisi kita berada di dalam Tangan Kanan TUHAN seperti Daniel.

Jadi ada tiga macam kualitas anak Abraham:

  • jangan menjadi debu, nanti dimakan ular,
  • jangan seperti pasir, nanti rubuh dan tidak tahan uji, tetapi
  • jadilah bintang yang berada didalam Tangan Kanan TUHAN.

Kalau bintang berada di dalam Tangan Kanan TUHAN seperti Daniel, hasilnya adalah:

  1. Mazmur 138: 7, 8,
    7. Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.
    8. TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!

    Hasil pertama: Engkau mempertahankan hidupku, artinya Tangan Kanan TUHAN Yang penuh dengan kasih dan kebaikan akan mempertahankan hidup kita, sehingga kita menjadi kuat dan teguh hati. Kita dipertahankan oleh TUHAN, agar menjadi bintang yang tidak gugur, tidak rubuh seperti rumah diatas pasir dan tidak dimakan oleh ular.

    Kuat dan teguh hati artinya:


    • tidak kecewa, tidak putus asa, tidak meninggalkan TUHAN, tetapi tetap percaya dan berharap kepada TUHAN = tetap menyembah TUHAN saat menghadapi pencobaan apapun juga dll. Seperti Daniel menghadapi pencobaan; jika tidak menyembah raja, dia dimasukkan dalam gua singa. Tetapi Daniel tetap menyembah kepada TUHAN.


    • tetap berpegang teguh pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran kepada pengajaran yang benar apapun yang dihadapi. Daniel tidak mau menyembah raja sekalipun diancam dimasukkan dalam gua singa, sebab itu merupakan pengajaran palsu dan penyembahan palsu.


    • tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN apapun yang dihadapi.
    • tetap hidup dalam kebenaran dan tidak mau berbuat dosa (sekalipun dimasukkan dalam gua singa).


  2. tangan kanan-Mu menyelamatkan aku, artinya Tangan Kanan TUHAN Yang penuh kasih dan kebaikan menyelamatkan kita = mengatupkan mulut singa. Sekalipun ada singa yang lapar, tetapi kalau mulutnya dikatupkan, itu tidak ada artinya.
    Tadi hasil pertama, Tangan Kanan TUHAN menguatkan atau mempertahankan Daniel (kita), supaya jangan meninggalkan iman, jangan meninggalkan pelayanan, jangan tidak taat, jangan tidak benar, jangan rubuh dan jangan hancur. Kita terus dipertahankan oleh TUHAN.

    Hasil kedua, Tangan Kanan TUHAN menyelamatkan kita (mengatupkan mulut singa) artinya:


    • Tangan Kanan TUHAN Yang penuh dengan belas kasih dan kebaikan sanggup melindungi dan memelihara kita dalam kesulitan, kemustahilan sampai pada zaman antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun, bahkan sampai hidup kekal kita akan tetap dipelihara oleh TUHAN. Singa itu juga gambaran dari antikris yang akan menguasai dunia. Bayangkan saja jika kita dimasukkan dalam lubang singa dan singanya lapar, tetapi mulut singa sudah dikatupkan, ini berarti kita tetap dilindungi, dipelihara ditengah kesulitan. Mungkin menghadapi satu ekor singa saja, kita sudah mati, apalagi kalau singanya banyak. Nanti orang-orang yang memusuhi Daniel, dimasukkan dalam lubang singa, belum sampai didasar sudah habis. Ini buktinya, kalau Tangan TUHAN tidak mengatupkan mulut singa, pasti kita sudah habis. Mungkin bagi kita sulit, mustahil, apalagi nanti pada zaman antikris, tetapi kalau berada dalam Tangan Kanan TUHAN Yang penuh kasih dan kebaikan, maka kita akan dilindungi dan dipelihara.


    • Saat mau dimasukkan dalam gua singa dengan singa yang lapar, pasti dalam ketakutan. Tetapi begitu melihat mulut singa tidak terbuka, akhirnya menjadi tenang. Jadi Tangan Kasih dan kebaikan TUHAN sanggup memberikan damai sejahtera, ketenangan ditengah angin ribut dan gelombang (pencobaan apapun juga) yang menimpa kita, sehingga kita merasa enak dan ringan. Mari kita tenang, sebab ada Tangan Kanan TUHAN Yang meneduhkan angin gelombang. Damai = teduh. Kalau laut teduh (kapal pakai dayung biasa sudah bisa), maka enak dan ringan.


    Posisi kita sekarang seperti apa? Debu, pasir atau bintang. Kalau sudah menjadi bintang, apakah sudah berada di dalam Tangan Kanan TUHAN? Waktu saya belajar menjadi hamba TUHAN dan di ijinkan tidak dapat makan dan minum, dan juga tidak memiliki uang, tidak ada siapapun yang membantu, tetapi TUHAN dapat mendatangkan langsung. Saya tidak malu bersaksi dimanapun dan dengan keyakinan bahwa TUHAN dapat melakukan semuanya. Tadinya saya mengamuk, tetapi TUHAN juga memberikan damai sejahtera, ketenangan, sehingga semuanya menjadi enak dan ringan.

    Mari, lebih baik sekarang ini banyak membuka hati dan membuka mulut (untuk bersaksi, mengundang orang lain datang kepada TUHAN dan untuk menyembah TUHAN), supaya Tangan Kanan TUHAN mengatupkan mulut singa. Kalau kita mengatupkan mulut (tidak mau bersaksi, tidak mau menyembah, tidak mau mengundang), maka mulut singa yang terbuka. Semoga kita dapat mengerti.


  3. TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Tangan Kanan TUHAN menyelesaikan = mengangkat Daniel dari lubang singa, artinya bagi kita:


    • Tangan Kanan Yang penuh dengan kasih dan kebaikan sanggup menyelesaikan semua masalah kita, sampai masalah yang mustahil tepat pada waktu-Nya. Tidak mungkin dapat hidup dalam gua singa dengan singa yang lapar. Tetapi Dia mampu menyelesaikan semua masalah kita.


    • Daniel diangkat dari gua singa, semua masalahnya selesai. Lalu diberikan bonus kedudukan yang tinggi. Jadi dari lubang yang dalam dapat diangkat tinggi. Jangan ragu-ragu, kalau kita di berikan pengalaman kematian! Semakin dalam pengalaman kematian (salib), maka semakin tinggi pengangkatan dari TUHAN. Saya mengajar murid-murid Lempin-El begitu. Kalau mengepel gereja ada yang malas-malas, saya ambil dan semuanya saya kerjakan sendiri. Biasanya di bagi tiga orang, akhirnya saya kerjakan sendiri. Kurang apa lagi ? sudah mengepel, disuruh jaga malam. Saya juga melakukan jaga malam. Sebab saya yakin semakin dalam kita mengikuti salib TUHAN, semakin tinggi kita diangkat. Mari, jangan ragu-ragu sedikitpun! Saudara beribadah melayani sampai harus menderita, tetapi kalau benar-benar kita berada di dalam Tangan Kanan TUHAN, semakin dalam salib yang kita alami, maka semakin tinggi pengangkatan dari TUHAN. Jadi Tangan Kanan TUHAN Yang penuh kasih dan kebaikan sanggup memberikan masa depan yang berhasil, indah dan bahagia.


    • kita diangkat bukan cuma di dunia ini saja, terakhir, Tangan Kanan TUHAN yang penuh kasih dan kebaikan sanggup mengangkat kita sampai di awan-awan permai saat YESUS datang kembali ke dua kali = kita disucikan, diubahkan sedikit demi sedikit sampai sempurna seperti YESUS dan kita terangkat bersama dengan Dia untuk selama-lamanya. Sampai kita masuk tempat tertinggi di takhta kerajaan surga dan kita duduk bersanding dengan Dia.

TUHAN tidak pernah menipu kita. Yang penting, kita berada di dalam Tangan Kanan TUHAN, maka kita akan menjadi bintang yang sungguh-sungguh. Jangan ada prasangka buruk, jangan kecewa, jika masih berada di dalam gua singa. Mungkin TUHAN ijinkan kita dilempar ke gua singa seperti Daniel, yang penting kita berada di dalam Tangan Kanan TUHAN. Biarpun gua singa ada singa yang lapar, tetapi di dalam Tangan Kanan TUHAN, maka semua mulut singa akan dikatupkan. Kita harus bertahan, satu waktu kalau sudah waktu-Nya TUHAN/ Tangan Kanan itu bukan hanya mengatupkan mulut singa, tetapi akan mengangkat kita keluar, bahkan sampai di awan-awan permai. Peganglah hal ini!

Sekali lagi jangan ada prasangka buruk, apalagi kita yang baru beralih dari Firman penginjilan kepada Firman pengajaran => ‘dulu gampang, sekarang menjadi sulit’ Jangan putus asa, memang kita sedang diuji didalam gua singa, supaya kita tidak berharap kepada siapa-siapa, tetapi hanya berharap kepada Tangan Kanan TUHAN saja. Nanti akan ada waktunya, TUHAN mengeluarkan kita dari gua singa dan tidak ada kekuatan apa-pun yang menghalanginya, bahkan setan-pun tidak akan dapat menghalangi. Biarlah sekarang ini, letakkan bintang di dalam Tangan Kanan TUHAN. Sebab urusan kita adalah menjadi bintang yang hanya berada di dalam Tangan Kanan TUHAN. Mau di gua singa, mau di manapun juga, terserah TUHAN, yang penting kita berada Tangan Kanan TUHAN Yang mampu mengangkat kita setinggi-tingginya; di dunia kita diangkat, sampai diangkat di takhta kerajaan surga untuk selama-lamanya.

TUHAN memberkati kita.

Ibadah Doa Malam Surabaya, 02 April 2014 (Rabu Malam)

Puji TUHAN, mari kita menggunakan waktu untuk bertelut di bawah Kaki TUHAN sekarang ini dan menaikkan doa (doa penyembahan dan doa sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing) bersama-sama kepada TUHAN.

Lukas 6: 12-16,
12. Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
13. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
14. Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
16. Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Jadi sebagai contoh kepada kita; YESUS naik ke bukit untuk berdoa semalam-malaman. Kita hanya doa malam. Bukit ini gambaran dari bukit Golgota (salib). Malam ini kita juga naik ke bukit untuk mengalami salib TUHAN itulah sengsara daging untuk berdoa. Semestinya malam ini kita sudah pulang dan beristirahat, tetapi kita memilih naik ke bukit Golgota untuk mengalami salib TUHAN (mengalami sengsara daging bersama YESUS), berdoa menyembah Dia, menyerahkan semuanya ke dalam Tangan TUHAN.

Ada tiga hal yang bisa kita terima lewat doa malam:

  1. kita menerima panggilan pilihan TUHAN untuk mengangkat kita menjadi imam-imam dan raja-raja.

    Imam dan raja adalah:


    • kehidupan yang memiliki jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus (jubah indah).
    • kehidupan yang beribadah dan melayani TUHAN.


    Mengapa kita harus menjadi imam dan raja?


    • supaya hidup kita indah (menerima jubah indah) = TUHAN sedang memperindah kehidupan kita, menata rapi kehidupan kita. Kita melayani TUHAN bukanlah untuk disiksa, dibuat berat,tidak!! Tetapi untuk menerima jubah indah (kehidupan kita diperindah). Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus itu seperti jubahnya Yusuf (jubah yang indah). Tidak semua menerima jubah indah, hanya orang yang dipanggil dan dipilih oleh TUHAN. Dari saudara-saudara Yusuf hanya Yusuf yang memakai jubah indah.


    • supaya kita diutus oleh TUHAN dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (mempelai wanita surga yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS ke dua kali). Kalau kita tidak mau menjadi imam dan raja, kita akan diutus oleh setan dalam pembangunan tubuh babel = perempuan babel = pelacur besar = mempelai wanita setan = gereja palsu yang akan dibinasakan. Hidup ini tinggal memilih, mau diutus oleh TUHAN dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna atau diutus oleh setan dalam pembangunan babel (kenajisan, kejahatan, sampai menjadi mempelai wanita setan yang akan dibinasakan).


    • Menjadi penghuni kerajaan seribu tahun damai (Firdaus) dan kerajaan surga.
      Wahyu 20: 6, Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

      Kerajaan seribu tahun adalah firdaus yang akan datang. Saat YESUS datang ke dua kali, kita terangkat di awan-awan untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba, setelah itu masuk Firdaus (kerajaan seribu tahun). Jadi penghuni firdaus adalah imam-imam dan raja-raja. Kalau bukan imam dan raja, tidak boleh masuk firdaus.

      Wahyu 22: 3, 5,
      3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
      5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab TUHAN Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

      Ay 3 => ‘hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya’ => imam-imam beribadah kepada-Nya.


    Jadi penghuni Yerusalem Baru (takhta surga) adalah imam-imam dan raja-raja. Biarlah malam ini lewat doa malam, kita mendengar dan menerima panggilan pilihan TUHAN untuk mengangkat kita menjadi imam dan raja. Tetapi kita juga menerima panggilan pilihan TUHAN untuk masuk di dalam nikah. Statusnya bisa apa saja, sesuai jabatan dalam nikah. Mungkin dipanggil sebagai suami, isteri, anak, orang tua, (maaf) bisa juga sebagai janda, duda dll. Inilah panggilan dan pilihan TUHAN, selain menjadi imam dan raja, nikah juga merupakan panggilan pilihan TUHAN. Ada orang yang dipanggil menikah dan harus menikah. Ada juga orang yang dipanggil tidak menikah dan jangan menikah. Biarlah TUHAN yang menolong kita pada malam hari ini.

    Kita menerima panggilan pilihan TUHAN tidak dengan terpaksa atau dipaksa. Yang sudah melayani, kalau memang benar-benar panggilan dari TUHAN (termasuk juga dalam nikah),maka tidak akan merasa terpaksa atau dipaksa. Yang belum melayani, semoga malam ini juga menerima panggilan pilihan TUHAN.


  2. TUHAN sedang menetapkan atau memantapkan panggilan dan pilihan-Nya atas kehidupan kita. Sesudah kita menerima panggilan pilihan dari TUHAN, maka kita akan ditetapkan oleh TUHAN.

    Markus 3: 13, 14,
    13. Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.
    14. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

    Ini cerita yang sama didalam Lukas 6: 12-16, TUHAN menetapkan panggilan dan pilihannya atas kita (dalam pelayanan), supaya:


    • Supaya tidak menjadi pengkhianat seperti Yudas (tidak setia sampai meninggalkan pelayanan). Ini kecuali mutasi dari TUHAN. Dulu saya menjadi gembala di Gending, tetapi mendapat mutasi dari TUHAN dan dipindahkan ke Malang sesuai rencana TUHAN. Kalau mendapatkan mutasi dari TUHAN akan meningkat pelayanannya. Saudara-saudara juga banyak yang dari daerah, lalu harus kuliah ke kota (dulu saya juga mengalami hal ini) dan mutasi. Ini bukan berarti meninggalkan pelayanan, tetapi karena mutasi dari TUHAN (dipindahkan sesuai rencana TUHAN).


    • Supaya kita melayani sesuai jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus.
    • Supaya kita setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.


    Malam ini kita berdoa, supaya tidak mundur seperti Yudas, tetapi kita tetap melayani TUHAN sesuai jabatan dan karunia Roh Kudus, kita bisa setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Selain dalam pelayanan, mari kita berdoa supaya TUHAN juga menetapkan atau memantapkan panggilan pilihannya dalam nikah jasmani kita, sampai mencapai nikah yang rohani = nikah yang sempurna dalam TUHAN = pesta nikah Anak Domba ALLAH = kesatuan nikah yang sempurna antara Kristus dengan sidang jemaat. Memang banyak halangan dalam pelayanan (seperti Yudas) dan dalam nikah, tetapi biarlah malam ini kita berdoa kepada TUHAN, supaya ada penetapan (pemantapan) dari TUHAN dan tidak goyah sedikitpun. Dalam ibadah pelayanan dan dalam nikah jangan goyah!


  3. Markus 3: 15, dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.

    Kita menerima kuasa TUHAN untuk mengusir setan = mengadakan mujizat ditengah-tengah kita. Kalau kita menerima panggilan pilihan TUHAN dengan tidak terpaksa atau dipaksa (dalam pelayanan dan nikah), kita mantap dalam pelayanan dan nikah, maka TUHAN akan memberi kuasa.

    Kita menerima kuasa untuk mengusir setan, antara lain:


    • Kita menerima kuasa penyucian terhadap dosa-dosa sampai puncaknya dosa (setan sumbernya dosa), sehingga kita hidup benar, dan berkenan kepada TUHAN.
      Puncak dosa adalah:


      1. Dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba.
      2. Dosa kawin mengawinkan: (maaf) dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks, nikah yang salah (kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan).


    • Kita menerima kuasa keubahan hidup atau pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Antikrist = mempertahankan manusia daging. Ini juga harus diusir
      Keubahan hidup dimulai dengan taat dengar-dengaran. Awal keberhasilan adalah taat dengar-dengaran. Semuanya sesuaikan dengan Firman TUHAN. Kalau sudah taat, maka akan berhasil dan mujizat terjadi.


    • Kita menerima kuasa pertolongan TUHAN (mujizat jasmani) = kuasa TUHAN sanggup menghapus kemustahilan (menyelesaikan masalah yang mustahil) dan menghapus air mata kita.

Malam ini:

  1. terimalah panggilan pilihan TUHAN. Jangan terpaksa, dipaksa dalam melayani TUHAN dan masuk dalam nikah, tetapi harus sesuai panggilan pilihan TUHAN sebagai apa saja. Maksud TUHAN bukanlah untuk menyiksa, tetapi menjadikan hidup kita indah, supaya kita tidak dipakai oleh setan dan bisa masuk Firdaus. Setelah dipanggil dan dipilih,


  2. mantapkan ibadah pelayanan, nikah rumah tangga, supaya jangan berkhianat seperti Yudas, tetapi setia berkobar dalam ibadah pelayanan. Sampai masuk kesatuan nikah yang sempurna.


  3. kita menerima kuasa TUHAN (mujizat TUHAN). Jika saudara sudah tidak dapat berbuat apa-apa, tinggal berdoa saja pada malam hari ini. Di saat kita tidak berdaya, tinggal berseru kepada TUHAN sampai mujizat nyata ditengah-tengah kita. Pembaruan dimulai dengan taat. Taat itu mengandung arti percaya kepada Firman. Jangan ragu-ragu, tetapi harus percaya dan taat, sampai mujizat terjadi dalam kehidupan kita. Sampai terjadi mujizat yang terakhir; jika YESUS datang kembali ke dua kali di awan-awan yang permai, dalam sekejap mata kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia dan kita terangkat di awan-awan bersama dengan Dia untuk selama-lamanya. Mari malam ini kita menerima mujizat dari TUHAN.

Mujizat itu nyata, bukan teori atau abstrak.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top