English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Rabu Pagi, 25 Agustus 2010)
Tayang: 19 September 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 12 Maret 2008)
Tayang: 06 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 26 Mei 2011)
Tayang: 13 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 25 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Minggu, 03 Agustus 2008)
Tayang: 12 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 29 Mei 2014 (Kenaikan Tuhan))
Tayang: 03 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam III-Rabu Sore, 07 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 25 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa, 11 Maret 2008)
Tayang: 06 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam VI-Rabu Sore, 14 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 13 Maret 2008)
Tayang: 20 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 15 November 2011)
Tayang: 19 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2015
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 02 Februari 2016

Oleh kemurahan dan kebaikan TUHAN, kita mendapatkan panjang umur, kesehatan, kekuatan dari TUHAN untuk dapat mengakhiri tahun 2015 dan memasuki tahun 2016. Kita tetap bersama dengan TUHAN, bahkan sampai dengan kedatangan TUHAN YESUS yang ke dua kali di awan-awan yang permai. Sebagai Firman TUHAN untuk kebaktian tutup buka tahun ini, kita masih berada dalam Kitab Wahyu 3: 14-22. Ini Firman TUHAN yang disampaikan di GPT Kristus Kasih Malang dan Surabaya, maupun Medan. Ini berbicara tentang jemaat Laodikia, yang merupakan gambaran jemaat akhir zaman (kita semuanya). Ada tujuh jemaat dalam kitab Wahyu, yang terakhir adalah jemaat Laodikia.

Memasuki tahun 2016, jemaat akhir zaman (kita semuanya) harus memperhatikan tiga hal:

  1. Wahyu 3: 15-17,
    15. Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
    16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
    17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

    Yang pertama adalah keadaan jemaat Laodikia (keadaan jemaat akhir zaman), yaitu suam-suam kuku. Suam-suam kuku artinya secara jasmani kaya, tidak kekurangan apa-apa, semuanya ada, tetapi sayang secara rohani, mereka melarat, malang, miskin, buta dan telanjang = tidak memiliki apa-apa atau kosong. Jadi, jemaat Laodikia (jemaat akhir zaman) hanya mementingkan, mengutamakan, menggembar-gemborkan dan mencari perkara jasmani (berkat jasmani), tetapi mengabaikan perkara rohani, terutama mengabaikan Firman pengajaran yang benar (tidak mau diisi dengan Firman pengajaran yang benar).

    Mungkin masih mau beribadah, tetapi kalau pemberitaan Firman jangan banyak-banyak, yang ringan-ringan saja. Inilah tidak mau diisi dengan Firman pengajaran yang benar. Ini seperti sekam, kelihatan bagus diluarnya (kulitnya); kaya dll, tetapi di dalamnya kosong dan hanya untuk dibakar untuk selamanya. Inilah yang harus kita perhatikan dengan baik-baik sebagai hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN, sebab akhir zaman ini akan kembali seperti zaman Laodikia yang suam-suam kuku (ibadah pelayanan hanya yang jasmani saja, mencari perkara jasmani dan mengabaikan yang rohani). Terutama pemberitaan Firman sudah tidak ada lagi di gereja (sangat tidak diperhatikan). Siapapun yang memberitakan Firman, terserah saja! Yang penting Firmannya jangan banyak-banyak, jangan keras, jangan lama. Semoga kita dapat mengerti.

    Praktik dari suam-suam kuku adalah:


    • Tidak dingin dan tidak panas (ay 15).
      Tidak dingin = tidak sejuk = tidak ada damai sejahtera, yang ada hanyalah iri hati, dendam, benci tanpa alasan. Kalau tidak ada pembukaan Firman, tidak akan ada damai. Uang tidak memberikan jaminan untuk merasa damai. Kalau suku bunga turun-naik atau goyah, maka semuanya ikut goyah (pusing). Mau diletakkan dimana uangnya? Dollar naik, pusing lagi.

      Tidak panas = tidak setia dan tidak berkobar-kobar lagi dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN; dalam jabatan pelayanan (sebagai pemain musik dll). Terutama kami sebagai gembala, sudah 'loyo' Kalau dulu semangat memberitakan Firman, sekarang istirahat dulu, digantikan dulu oleh orang lain. Inilah gejala-gejala dari suam-suam kuku. Hati-hati kalau sudah tidak setia berkobar-kobar lagi dalam ibadah pelayanan, maka akan berkobar-kobar dalam hawa nafsu daging, yaitu kebencian tanpa alasan, termasuk gosip dll. Ini berarti sudah dikuasai oleh antikris.

      Jadi, praktik dari suam-suam kuku adalah tidak berkobar-kobar lagi dalam perkara rohani (dalam ibadah, mendengarkan Firman), tetapi berkobar-kobar dalam hawa nafsu daging, yaitu kebencian tanpa alasan. Ini berarti sudah dikuasai oleh antikris. Kebencian tanpa alasan = benci tetapi tidak tahu alasannya apa (tidak mengerti). Kalau ditanya => 'mengapa saudara membenci/dendam?' Jawabannya: 'tidak tahu (tidak tahu kesalahannya apa)' Inilah yang sangat berbahaya, sebab sudah dikuasai oleh antikris.

      Waspada kebencian tanpa alasan dapat melanda:


      • nikah. Sudah tidak setia berkobar-kobar lagi dalam nikah. Dulu masih mau menikah, ditunda sedikit (2 hari saja), tidak mau, tetapi sekarang sudah 'loyo' (tidak berkobar-kobar lagi).


      • penggembalaan. Dulu baru ditahbiskan menjadi gembala, ingin terus berkhotbah. Tetapi sekarang => 'nanti kalau ada waktu.., kalau bisa ... kalau tidak bisa, digantikan orang lain dulu' Inilah sudah 'loyo' semuanya.


      • antar penggembalaan.


      Hati-hati dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan (fellowship)! Dimulai dalam nikah terlebih dahulu. Kalau dalam nikah (suami-isteri) tidak tergembala, pasti akan berkobar dalam kebencian dll (terjadi pertengkaran dalam nikah,kekerasan dalam rumah tangga, sampai perceraian). Perceraian = pembunuhan. Dalam Matius 10, banyak orang saling membenci; membenci ayah, membenci anak, dll, bahkan sampai saling membunuh (banyak terjadi yang kita dapat membacanya di koran). Hati-hati pembunuhan disini juga termasuk perceraian. Suami sebagai kepala, sedangkan isteri sebagai tubuh. Kalau bercerai berarti membunuh. Kepala terpisah dari tubuh, itu mati. Semoga kita dapat mengerti.


    • Tidak mati, tidak bangkit.
      Tidak mati terhadap hidup lama (tidak mati terhadap dosa) = tidak bertobat (tidak hidup dalam hidup yang baru). Ini berada ditengah-tengah terus (tidak surga, tidak neraka) = tidakmemiliki pendirian.

      Jadi, tidak mati tidak bangkit artinya tidak mengalami pembaharuan hidup atau keubahan hidup.

      2 Timotius 3: 1-5,
      1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      2. (1)Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan (2)menjadi hamba uang. (3)Mereka akan membual dan (4)menyombongkan diri, (5)mereka akan menjadi pemfitnah, (6)mereka akan berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih, (8)tidak mempedulikan agama,
      3. (9)tidak tahu mengasihi, (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
      4. (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
      5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      Ay 2 => 'Manusia akan mencintai dirinya sendiri' => egois.
      'tidak mempedulikan agama' => termasuk mempelajari agama lain, mencampuradukan agama. Sekarang ini pelajaran agama Kristen, diperintahkan untuk mempelajari agama lain, untuk apa? Kalau saya sebagai gembalanya, akan saya larang => 'tidak perlu belajar, kalau tidak mau menerima, panggil saya saja'

      Ay 4 => 'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah' => tidak taat.
      Ay 5 => 'Jauhilah mereka itu!' => jangan bergaul.

      Kehidupan yang tidak mati tidak bangkit, siapa mereka? Mereka adalah orang yang beribadah, termasuk hamba TUHAN, pelayan TUHAN. Sudah beribadah, tetapi tidak mengalami pembaharuan hidup (tetap manusia daging), mengapa begitu? Sekalipun beribadah, tetapi menolak kuasa ibadah, yaitu:


      • menolak Firman pengajaran yang benar (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua). Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua inilah yang dapat membaharui; tajam pertama untuk memotong dosa dan tajam kedua untuk membaharui. Misalnya: dosa mencuri, tajam pertama memotong tangan yang mencuri, lalu tajam ke dua membaharui menjadi tangan yang memberi. Kalau hanya mau yang lawak-lawak, dongeng, tidak mau pedang, tidak mau yang menunjukkan dosa => pemberitaan Firman terlalu lama, terlalu tajam dll', maka tidak akan dapat berubah. Padahal yang keterlaluan itu dagingnya. Seringkali saya mengatakan => 'mendengar Firman selama satu setengah jam saja, berkata: ini sudah terlalu'. Tetapi kalau bergosip, sudah empat jam saja masih santai dan berkata => 'belum selesai ini, masih ada kacangnya' Inilah keterlaluan dagingnya.


      • menolak kuasa ibadah, berarti juga menolak salib. Salib itu juga kuasa ibadah. Kalau saya sebagai hamba TUHAN sampai menderita secara daging karena memberitakan Firman, itulah salib! Inilah yang dapat mengubah jemaat. Kalau menolak salib, yaitu beribadah memilih yang enak bagi daging (yang cepat dll). Padahal kita sedang ditipu. Kalau beribadah memilih yang enak bagi daging (tanpa salib), maka tidak akan mengalami keubahan hidup.

        Kalau menolak kuasa ibadah (menolak pedang Firman dan salib), maka tidak dapat berubah =


        • tetap mempertahankan kedelapan belas sifat tabiat daging = manusia egois.
        • dicap atau dikuasai oleh antikris (angka 18 = 6-6-6).


      Tadi, tidak dingin tidak panas, terus ada kebencian, tidak ada damai dan tidak berkobar-kobar dalam perkara rohani, ini akan dikuasai oleh antikris. Tidak mati tidak bangkit; tidak berubah juga dikuasai oleh antikris. Semoga kita dapat mengerti.

      Jadi, kehidupan yang suam-suam kuku (tidak dingin tidak panas dan tidak mati tidak bangkit), akan dikuasai oleh antikris = mengalami krisis kasih. Tadi, ada kebencian (antara anak dengan orang tua, kakak dengan adik), suami isteri bercerai (membunuh), itulah tanpa kasih (krisis kasih). Lalu, manusia egois (ada delapan belas macam), itu juga tanpa kasih (krisis kasih). Antikris menimbulkan krisis kasih. Pada tahun yang mendatang, kita akan menghadapi krisis kasih. Nanti, banyak hamba TUHAN, pelayan TUHAN dikuasai oleh antikris (ada kebencian tanpa alasan dan egois).

      Krisis kasih ini melanda nikah, penggembalaan, dan juga antar gereja. Krisis kasih merupakan krisis terbesar. Kalau sudah krisis kasih, maka akan terjadi juga krisis ekonomi. Di dalam kitab Keluaran, krisis kasih itu bagaikan hujan es (es batu) dan api yang menyambar (api kebencian, api egois, tidak mempedulikan yang lain). Hujan es ini melanda padang (ladang), sehingga tanaman rami (untuk baju) dan jelai (untuk makanan) hilang semuanya.

      Dulu di dalam kitab Keluaran, menjelang bangsa Israel keluar dari Mesir terjadi hujan es. Sekarang menjelang kita keluar dari dunia akan kembali terjadi hujan es atau krisis kasih. Inilah tidak dingin tidak panas; tidak ada damai, hati ini hanya berisi iri hati, dendam dan benci (tidak berkobar dalam perkara rohani, tetapi berkobar dalam hawa nafsu dan kebencian). Selanjutnya, egois = tidak berubah hidupnya, tidak mau mendengarkan Firman. Kebaktian tidak mau Firman dan tidak mau salib, lalu maunya apa? YESUS yang disalibkan, kita mau yang enak-enak. Ikutilah jejak YESUS! Krisis kasih bagaikan hujan es yang turun, ini juga melanda bidang ekonomi.

      Keluaran 9: 31, --Tanaman rami dan jelai telah tertimpa binasa, sebab jelai itu sedang berbulir dan rami itu sedang berbunga.

      Tanaman rami untuk pakaian dan jelai untuk makanan, ini menunjuk ekonomi. Kita akan menghadapi krisis ekonomi. Antikris menimbulkan krisis kasih (kebencian dan egois) dan juga menimbulkan krisis ekonomi dihari-hari ini. Antikris akan lebih berkuasa lagi mulai tahun depan. Kalau tadinya antikris berkuasa 40%, kita masih ada 60%, kalau antikris berkuasa 60%, kita masih ada 40%, kalau antikris berkuasa 80%, kita masih ada 20%, kalau antikris berkuasa 100%, kita habis. Inilah kesulitan yang semakin bertambah (krisis kasih dan krisis ekonomi). Semoga kita dapat mengerti.


    • Tidak kalah tidak menang.
      Keluaran 32: 18, 19, 25
      18. Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan--bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."
      19. Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.
      25. Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka--

      Ay 18 => mereka bernyanyi-nyanyi, menari-nari, seperti apa mereka? Bukan menjadi domba lagi, tetapi seperti kuda. Tidak kalah tidak menang, berarti seperti kuda terlepas dari kandang = liar dan rusak lakunya.

      Liar artinya:


      • tidak tergembala lagi. Kalau sudah suam, pasti tidak akan dapat tergembala. Seorang gembala yang suam-suam, tidak akan dapat menggembalakan (tidak dapat memberi makan jemaat) dan tidak dapat tergembala. Jadi, mulai kita sebagai gembala. Kalau gembala tidak dapat memberi makan, bukan karena => 'jemaat sudah dewasa' Bukan! Tetapi karena suam-suam.Tidak tergembala ini dimulai dari gembala tidak setia memberi makan jemaat. Kalau sudah suam, maka tidak setia dan tidak ada makanan. Saya bersaksi, dulu kalau mau berkhotbah harus mengepel gereja terlebih dahulu, besuk dulu (mencari orang dulu) berjalan kaki atau naik sepeda, setelah ada lima enam orang, lalu berkhotbah. Waktu itu setiap hari Minggu, Rabu, Kamis di Gending. Sekarang sudah seperti ini, tidak mau berkhotbah lagi, mengapa? Kalau saya tidak berkhotbah, saya rugi sekali (sangat rugi sebagai gembala). Tetapi sekarang banyak yang tidak mau berkhotbah (sudah memiliki banyak jemaat, tetapi tidak mau berkotbah). Ini karena suam-suam (tidak dapat memberi makan). Seperti kita terhadap anak, seandainya ada banyak makanan, tidak mungkin berkata => 'tidak perlu diberi makan, biarkan lapar' Ini tidak mungkin! Tetapi kalau tidak ada makanan, kita akan berkata => 'sabar ya nak'. Itu sebabnya kita jangan mau ditipu! Keadaan suam-suam ini mulai dari gembala. Kalau gembala suam, maka jemaat hampir mati semuanya, karena gembala tidak setia memberi makan sidang jemaat. Mungkin ada juga pemain musik yang suam, dan kalau tidak ada makanan, banyak yang akan berhenti dan mati semuanya. Bahkan gembalanya terlebih dahulu yang berhenti. Tahun depan kita menghadapi kesuaman, sebab itu kita harus berhati-hati. Semoga kita dapat mengerti.


      • tadi, ada nyanyi-nyanyi (menyanyi berbalas-balas, yel-yel), menari-nari, itulah liar. Jadi, liar artinya ibadah dengan gairah kesukaan daging, yaitu menyanyi berbalas-balas (yel-yel), dengan tarian-tarian ramai-ramai tanpa kesucian dan tanpa urapan Roh Kudus. Kalau tanpa urapan, maka akan 'urakan' (dalam bahasa Jawa). Inilah keadaan suam-suam! Suam-suam ditutupi dengan keramaian. Ini sudah sama dengan yang di alun-alun. Bahkan ada yang mengatakan => 'kita harus sama dengan yang di diskotik dll' Ini sudah kacau, seperti kuda liar. Kalau sudah suam, tanpa Firman, akan menjadi kuda liar.


      Rusak lakunya
      Keluaran 32: 7, Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.

      Ay 7 => "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya' => inilah kuda liar.

      Rusak laku adalah


      • rusak ibadah = ibadah yang tidak sesuai dengan tahbisan yang benar (tidak sesuai dengan Firman pengajaran yang benar). Bagaimana seorang laki-laki dan wanita dalam ibadah? Ini sudah campur baur, tidak sesuai lagi dengan Firman pengajaran yang benar, ibadahnya yang hanya menyenangkan hati orang saja (bukan menyenangkan hati TUHAN). Jika ibadah pelayanan tidak sesuai dengan Firman pengajaran yang benar, maka nanti akan banyak yang ditolak oleh TUHAN. Seperti ayat => 'kami bernubuat, kami mengusir setan, kami mengadakan mujizat' Tetapi TUHAN berkata => 'enyahlah engkau' Kalau tidak sesuai dengan tahbisan yang benar (Firman pengajaran yang benar), maka tidak akan berkenan kepada TUHAN. Mungkin berkenan kepada manusia, tetapi tidak berkenan kepada TUHAN, inilah yang ditolak oleh TUHAN.


      • rusak nikah. Kalau sudah suam, maka rusak nikahnya. Inilah kalau memang mau terus berada di tengah-tengah (tidak surga tidak neraka, tidak dingin tidak panas, tidak mati tidak bangkit, tidak kalah tidak menang), akhirnya => 'ini boleh, ini boleh' Seringkali kita tidak tegas. Contoh rusak nikah: terjadi kawin campur, kawin cerai, sampai kawin mengawinkan (seks bebas). Hati-hati kaum muda, jaga kesucian, sebab tahun-tahun mendatang kita menghadapi suasana suam. Saya beberapa hari bersama isteri, berkata => 'kita ini berat'. Isteri saya mengatakan => 'ayo banyak puasa untuk menghadapi keadaan suam, supaya jemaat tetap tertolong oleh TUHAN' Memang seluruh dunia nanti akan dilanda keadaan suam-suam rohani. Yang jasmani dicari, tetapi tidak mencari Firman (yang rohani di hentikan semuanya), sehingga:


        • tidak dingin tidak panas (tidak ada damai, saling iri, benci dll).
        • tidak berkobar lagi dalam perkara rohani => 'gembala santai' Akhirnya berkobar dalam hawa nafsu, kebencian sampai terjadi krisis kasih. Lalu,
        • tidak mati tidak bangkit (egois, tidak berubah, ada delapan belas sifat daging). Terjadi krisis kasih dan krisis ekonomi. Inilah yang kita hadapi pada tahun-tahun mendatang. Lalu,


        • tidak kalah tidak menang, liar dan rusak laku. Hati-hati kaum muda! Jika kaum muda tidak tergembala, maka tidak ada jaminan. Yusuf berusia tujuh belas tahun sudah tergembala. YESUS berusia dua belas tahun sudah berada di dalam rumah ALLAH. Hati-hati!! pada usia dua belas sampai tujuh belas tahun, bukan berarti setelah berusia dua belas sampai tujuh tahun sudah bebas, tetapi harus lebih berhati-hati lagi. Usia dua belas sampai tujuh belas tahun adalah masa rawan, itu sebabnya harus digembalakan, sehingga bisa lanjut kearah kedewasaan. Pada masa dewasa akan lebih mengerikan lagi, seperti yang terjadi pada bangsa Israel yang liar dan rusak laku (liar dan rusak laku terjadi pada orang dewasa).


      • diri sendiri dirusak. Ini sudah keterlaluan!
        Merusak diri sendiri yaitu


        • Amsal 6: 32, Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.

          Merusak diri lewat perzinahan. Hati-hati!! ini dapat terjadi lewat tontonan, perkataan, perbuatan. Hati-hati juga terhadap handphone (yang berada di saku), laptop (di punggung). Dulu katak-katak naik ke punggung (waktu Israel keluar dari Mesir, terjadi tulah kedua yaitu katak keluar). Mungkin kita berpikir, bagaimana ya katak naik di punggung? Sekarang sudah digenapi. Laptop kan berada di punggung. Bukan berarti tidak boleh kalau kita memiliki laptop => Tidak mengapa! tetapi jangan sampai laptop disalah gunakan, sebab dapat merusak diri. Semoga kita dapat mengerti. Apalagi komputer untuk pelayanan. Perhatikan bagian komputer! Bagian komputer hati-hati, sebab saudara diserang. Mohon maaf, kalau malam ini saya bersaksi. Mengapa saya mengatakan harus berhati-hati? Karena ada yang mengaku melakukan hal itu lewat komputer gereja. Komputer gereja untuk siaran langsung dll, tetapi dibuat untuk merusak diri (berzinah). Dia bertanggung jawab kepada jemaat, akhirnya dia tidak dipakai oleh TUHAN. Saya memang tidak sebut nama orangnya, tetapi jelas sudah ada pengakuan. Itu sebabnya, lebih baik ikutilah nasihat gembala. Facebook dll tidak dilarang, tetapi untuk memberitakan Firman saja. Buat apa kalau untuk menulis => 'aku galau' Kalau orang lain membacanya, kemudian mereka akan berkata => 'kehidupan ini yang rajin ke gereja, tetapi galau' Lalu buat apa saya masuk gereja. Coba bayangkan, kalau yang rajin ke gereja sampai latihan koor jauh malam, menulis di facebook => 'aku galau, rasanya aku sudah mau putus asa' Lalu bagaimana orang yang diluar, mau masuk rumah TUHAN? Ini sepele, tetapi saudara menjadi sandungan besar. Apalagi membicarakan orang di facebook. Yang seperti ini tidak perlu dibalas, kalau saudara membalas, saudara akan menjadi sandungan juga. Dia yang menulis sudah menjadi batu sandungan, lalu saudara diajak menjadi sandungan, saudara mau juga. Tidak perlu! Mungkin saya yang dibicarakan, saya tidak perlu dibela, biarkan saja mereka sampai mereka merasa puas, diam saja. Semoga kita dapat mengerti.


        • Amsal 21: 23, Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.

          Ay 23 => kalau memelihara mulut dan lidah, berarti memelihara diri. Kalau tidak memelihara mulut, berarti merusak diri. Merusak diri lewat lidah dan mulut. Merusak diri lewat lidah: dengan perkataan yang tidak baik, dusta.


        TUHAN mengatakan => 'tidak tahukah bahwa engkau adalah bait ALLAH, siapa merusak bait ALLAH dia akan dibinasakan' Hati-hati! Kalau lidah berarti yang keluar atau berbicara dusta, gosip, fitnah dll. Fitnah itu merusak diri. Bukan merusak orang. Sebab itu kalau kita difitnah, diam saja, tidak perlu membalas. Biarkan saja dia memfitnah, padahal tidak benar semuanya, diam saja, nanti dialah yang rusak diri (rusak dirinya, rusak nikahnya, rusak ibadah pelayanannya). Kita hanya diam saja dan tidak perlu ikut-ikutan, tahu-tahu dia sudah tidak ada dengan sendirinya. Semoga kita dapat mengerti.

        Kalau mulut berarti yang masuk ke dalam, itulah apa yang dimakan dan diminum = dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba). Seringkali kita masih berdebat, sedangkan pemerintah saja sudah mengakui => 'merokok membunuhmu' Ini sudah di pasang dimana-mana, masih mau protes dengan pemerintah => 'tidak ada yang melarang merokok, kecuali di pom bensin' Inilah kalau mau terus berdebat! Sedangkan orang diluar YESUS saja sudah mengakui bahwa 'merokok merusak atau membunuh' Mengapa kita masih berdebat? Masa kita masih kalah dengan orang diluar YESUS?


    Jadi, kehidupan yang suam-suam kuku (seperti kuda liar dan rusak laku):


    • dikuasai oleh setan dengan roh najis (dosa kawin mengawinkan sampai dengan dosa makan minum).
    • tidak dingin tidak panas, tidak mati tidak hidup dikuasai oleh antikris (krisis kasih dan krisis ekonomi). Sekarang,


    • tidak kalah tidak menang, seperti kuda liar, akan dikuasai oleh setan dengan roh najis. Masa-masa pacaran hati-hati, jangan sampai menjadi kuda liar. Perhatikan kaum muda! Kalau orang tua menasihati itu pasti baik. Jangan salah paham! Tidak ada orang tua menasihati => 'jangan belajar' Tidak ada! Kalau gembala menasihati, itu pasti baik. Tidak ada gembala yang => 'orang sudah baik, malah mau dirusak' Tidak mungkin! Hawa nafsu kuda liarnya ini yang tidak mampu ditahan. Akhirnya kuda liar itu meringkik (maaf, jantan melihat betina), sehingga gembalanya ditendang. Hati-hati! TUHAN akan menolong kita semuanya.


    • Penyembahan palsu yang didorong oleh pengajaran palsu.
      Keluaran 32: 4, Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"

      Ay 4 => 'Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!" => ini palsu.

      Kalau sudah suam-suam, pasti mengarah kepada penyembahan palsu (penyembahan berhala), yang didorong oleh pengajaran palsu (lembu emas). Akhirnya sudah mulai berdusta, bergosip yang tidak benar. Semoga kita dapat mengerti.

      Jadi, kehidupan yang suam-suam kuku dikuasai oleh nabi palsu. Hati-hati terhadap pengajaran palsu! Bayangkan saja => 'lembu emas dikatakan ALLAH' = yang salah dikatakan benar dan sebaliknya. Inilah nabi palsu!


    Kesimpulannya, kehidupan yang suam-suam kuku: dikuasai oleh setan tritunggal (setan, antikris dan nabi palsu) = tiga binatang buas, untuk masuk kegerakan kuda liar (kegerakan dalam kebencian, gosip, kenajisan, kawin cerai, makan minum, yang ditonjolkan di dalam ibadah hanyalah gairah daging tanpa penyucian, sampai kepada penyembahan palsu). Inilah yang akan kita hadapi pada tahun mendatang sampai kedatangan TUHAN yang ke dua kali.

    Wahyu 3: 16, Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

    Jika suam-suam kuku, akibatnya adalah dimuntahkan oleh TUHAN:


    • tidak berguna (muntah itu tidak berguna) = menjadi batu sandungan. Maaf, kalau ada muntah pasti orang akan menghindar (belum lewat, sudah menghindar, tidak mau dekat-dekat). Coba kalau di gereja ini muntah semua, pasti banyak yang lari. Menjadi sandungan, terutama lewat kata-kata (muntah dikeluarkan lewat mulut). Mungkin tidak pernah lewat kata-kata, tetapi dapat juga lewat facebook. Orang yang melihat facebook => mengapa seperti ini? Saling serang-serangan' pengajaran apa ini? Akhirnya banyak yang tidak mau/banyak yang menolak. Kalau ada yang saling menghujat, biarkan saja, diam saja. Hati-hati dengan kata-kata, sebab dapat menjadi sandungan. Di rumah tangga hati-hati, kalau menjawab orang tua jangan sembarangan. Misalnya: orang tua berkata => 'ayo makan nak' Jawabannya => 'aku tidak mau makan sampai mati' Akhirnya orang tua merasa disakiti. Mengapa bisa sakit? Karena masih anak-anak dan belum memiliki anak (coba nanti kalau sudah mempunyai anak dan anak menjawab begitu bagaimana?). Hati-hati dalam menjawab, jangan sampai perkataan menjadi sandungan. Mari, kita gunakan kata-kata membangun hari-hari ini. Semoga kita dapat mengerti.


    • jijik, najis dihadapan TUHAN,
    • dibuang dan terpisah dari TUHAN untuk selamanya = binasa selamanya.


    Inilah kegerakan kuda liar! Hati-hati, mulut juga dapat menjadi liar. Nomor satu yang harus diperhatikan menghadapi tahun 2016 yaitu kegerakan kuda liar. Tetapi TUHAN tidak akan pernah membiarkan kita.


  2. Wahyu 3: 18-20,
    18. maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
    19. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
    20. Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

    TUHAN memberikan kita jalan keluar, supaya kita tidak menjadi kehidupan yang suam-suam kuku (tidak masuk dalam kegerakan kuda liar), bagaimana caranya? Teguran dan nasihat = pemberitaan Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua disertai dengan perjamuan suci. Kalau tidak mau menerima teguran dan nasehat, maka dihajar oleh TUHAN (dicambuk). Tidak dapat lagi dengan lawakan-lawakan, dongeng-dongeng, tetapi harus dengan teguran-nasihat (pemberitaan Firman pengajaran yang lebih tajam bermata dua dan perjamuan suci). Firman pengajaran dan perjamuan suci, ini berpasangan. Kalau tidak ada Firman, jangan melakukan perjamuan suci, nanti menjadi kebiasaan (kering). Terlebih dahulu harus ada Firman untuk menyucikan, kemudian baru perjamuan suci.

    Teguran, nasihat dan hajaran = TUHAN mengetuk pintu hati. Kalau mengetuk, berarti TUHAN berada diluar. Yang ada di dalam gereja sekarang yang jasmani, sedangkan Firman ( Pribadi TUHAN) berada diluar. Dalam Kidung Agung, TUHAN mengetuk pintu (diluar), sampai terkena embun (sebab lama sekali) => 'Aku mau masuk, tetapi yang ada di dalam hanya makan minum/berkat jasmani' Hanya inilah yang dibicarakan terus, sedangkan Pribadi TUHAN (Firman) diluar. TUHAN mengetuk pintu lewat teguran, nasihat, hajaran => 'aduh oom di tahun 2015 ini, saya habis-habisan' Mari dengarkan Firman pada malam hari ini sebab TUHAN sudah mengetuk pintu hati kita, kalau dibuka, selesai. Tetapi kalau ditutup, akan hancur. Perhatikan ini pada tahun 2016!

    Yang kedua adalah TUHAN menegur, menasihati, menghajar (TUHAN mengetuk pintu hati), supaya kita membeli kekayaan surga atau harta surga, yaitu emas, pakaian putih dan minyak = mengutamakan perkara rohani lebih dari semuanya, sehingga kita menjadi kaya rohani = tidak suam-suam dan tidak dimuntahkan, tetapi dimakan oleh TUHAN (mengenyangkan dan menyenangkan Hati TUHAN). Lawan kata dimuntahkan = dimakan. Kalau mengenyangkan/menyenangkan hati TUHAN, kita juga akan disenangkan oleh TUHAN. TUHAN mengetuk => 'mari, jasmani boleh, tetapi yang rohani harus menjadi nomor satu' Kalau di bank, di terminal (jualan sesuatu), kita mencari perkara jasmani, sudah cocok. Tetapi kalau di dalam rumah TUHAN, harus mencari yang rohani, terutama mencari Firman.

    Bagaimana caranya supaya tidak suam (tidak masuk kegerakan kuda liar)? TUHAN mengetuk pintu hati kita = TUHAN menegur, menasihati lewat Firman pengajaran (pedang) dan perjamuan suci. Kalau tetap tidak mau, masih ada hajaran TUHAN. Daripada hancur, lebih baik dihajar oleh TUHAN, supaya kembali. Mari, dahulukan yang rohani. Dimanapun kaum muda, mungkin sudah lulus sekolah, lalu bekerja dimana saja, silahkan bekerja dengan keras (dari dulu saya senang bekerja keras), tetapi jangan lupa utamakan perkara rohani (perkara surgawi), supaya semuanya tidak sia-sia dan tidak dimuntahkan oleh TUHAN. Belilah atau kejar harta surgawi! Itulah caranya supaya tidak suam-suam kuku (harus kaya rohani).

    Dimana kita dapat membeli harta surgawi (emas, pakaian putih, minyak)?


    • minyak: urapan Roh Kudus. Ini menunjuk pelita emas.
    • emas yang dimurnikan dengan api: iman dari Firman pengajaran yang benar. Ini menunjuk meja roti sajian.
    • pakaian putih untuk menutupi ketelanjangan: kasih. YESUS rela ditelanjangi di kayu salib untuk memberikan pakaian-Nya kepada kita. Ini menunjuk mezbah dupa emas.


    Jadi, kita dapat membeli harta surga di dalam kandang penggembalaan = ruangan suci = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Mulai saya sebagai gembala harus masuk dalam ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

    Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya (kebaktian umum). Ini persekutuan dengan ALLAH Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya. Roh Kudus bagaikan minyak urapan untuk melumas mata.


    • meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Ini persekutuan dengan Anak ALLAH di dalam Firman pengajaran dan perjamuan suci. Pada malam ini kita awali tahun 2016 dengan membeli emas. Yang jasmani mungkin sudah siap, tetapi yang rohani jangan sampai menjadi suam-suam kuku. Di akhir tahun 2015 ini, mari kita kumpulkan kekayaan rohani.Yang sudah kaya secara jasmani jangan sombong, kalau tidak kaya secara rohani akan dimuntahkan, mari cari kekayaan rohani. Yang masih miskin secara jasmani, jangan kecewa, tetapi harus mencari kekayaan rohani, sehingga dapat menyenangkan Hati TUHAN. Saya percaya, kalau yang rohani sudah kaya, maka yang jasmani TUHAN akan berikan juga kepada kita. Mari, bersama-sama berlomba supaya kaya secara rohani.


    • mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Ini persekutuan ALLAH Bapa d idalam kasih-Nya. Karena kasih-Nya, maka YESUS rela ditelanjangi di kayu salib untuk menutupi ketelanjangan kita. Semoga kita dapat mengerti.


    Tadi, TUHAN mengetuk lewat teguran, nasihat (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua), hajaran, mari kita membuka pintu hati. Jadi, membuka pintu hati = tergembala dengan benar dan baik. Mari, saya sebagai gembala harus tergembala agar dapat memberi makan jemaat dalam kebaktian umum, pendalaman alkitab, dan di dalam ibadah doa. Mari, buka pintu hati, jangan keras! Mulai malam ini untuk menghadapi tahun 2016, mari berjanji untuk masuk dalam kandang penggembalaan. Yang sudah berada di dalam kandang penggembalaan, jangan sombong, berjanji juga => 'beri saya kekuatan TUHAN' dan bertahan bukan hanya sampai akhir tahun 2015, tetapi sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali ke dua kali). Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau sudah masuk dalam kandang penggembalaan, hasilnya adalah:


    • Kandang penggembalaan membuat kita kaya secara rohani, tidak suam-suam kuku, tetapi setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Dimulai dari seorang gembala. Kalau gembala tidak berada di kandang, tidak setia memberi makan, berarti sudah 'loyo', tidak mungkin berkobar-kobar lagi. Sebab sudah tidak kaya lagi secara rohani (sudah terbatas rohaninya). Kalau berada di dalam kandang, maka gembala dan jemaat kaya secara rohani; tidak suam-suam, tetapi semuanya setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.


    • Kandang penggembalaan adalah tempat penyingkiran dari terkaman tiga binatang buas (setan, antikris, nabi palsu), sehingga kita damai sejahtera, semua enak dan ringan. Antikris dengan kebencian, egois, krisis kasih dan krisis ekonomi yang mau menerkam kita. Setan dengan dosa makan minum dan kawin mengawinkan (kuda liar) mau menerkam kita. Nabi palsu dengan pengajaran palsu, penyembah palsu, dusta, gosip mau menerkam kita. Kita harus bertahan di dalam penggembalaan. Jangan dilawan, tetapi harus menyingkir.


    • Kandang penggembalaan adalah tempat penyucian tubuh, jiwa, roh kita (lewat tiga macam ibadah) = penyucian hati pikiran, perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan, sehingga kita mendapatkan pakaian putih berkilau-kilau. Dalam Wahyu 19: 8 pakaian putih berkilau-kilau = pakaian Mempelai. Pakaian putih berkilau-kilau berasal penyucian dari dalam hati lalu keluar. Ini bukan sok suci (dari luar saja), tetapi hatinya busuk, kejam, najis, iri, jahat, bukan! Tetapi suci dari dalam hati, keluar, itulah berkilau-kilau! Sampai kita menjadi sempurna, mendapatkan pakaian Mempelai.


    Yakobus 3: 2, Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    Ay 2 => 'yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya' => tubuh, jiwa, rohnya, sampai dengan sempurna.
    Tidak salah dalam perkataan, yaitu hanya menyembah dengan 'Haleluya' = hanya berseru 'Haleluya' Dalam Wahyu 19: 6, penyembahan disurga dengan 'Haleluya', sebab itu penyembahan kita juga harus sama dengan di surga, yaitu menyembah dengan 'Haleluya' Inilah nanti yang menbedakan!

    Wahyu 19: 6, Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

    Ay 6 => dari empat penjuru bumi menyembah dengan 'Haleluya'

    Wahyu 3: 20, Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

    Ay 20 => 'jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu' => kalau kita masuk dalam penggembalaan, kita akan disucikan, sampai mendapatkan pakaian putih berkilau-kilau, sampai suara penyembahan yang benar, itulah 'Haleluya' untuk menyambut kedatangan TUHAN. Setelah itu kita makan bersama-sama dengan Dia.

    'Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku' => makan disini bukanlah makan biasa, tetapi makan tengah malam (wedding supper) = makanan Mempelai, ini berarti masuk pesta nikah Anak Domba.

    Jadi, ada pakaian Mempelai, ada suara Mempelai dan ada makanan Mempelai (makan bersama dengan TUHAN), ini berarti secara jasmani kita dipelihara TUHAN, sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba. Semoga kita bisa mengerti.

    Inilah tempat pelarian, penyingkiran dari terkaman dari tiga binatang buas. Mari masuk dalam kandang penggembalaan mulai dari saya. Gembala setia memberi makan sidang jemaat dan jemaat setia makan = setia membeli harta surga, sampai dengan kaya (tidak lagi suam-suam kuku). Buktinya kita kaya secara rohani adalah setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Kalau sudah 'loyo', itu berarti suam-suam (miskin, malang, buta, telanjang). Dalam penggembalaan, kita disucikan sampai memiliki pakaian Mempelai, suara Mempelai, dan makanan Mempelai. Kita dipelihara oleh TUHAN sampai perjamuan kawin Anak Domba.

    Tadi yang harus diperhatikan:


    • pertama, hati-hati terhadap gerakan kuda liar, suam-suam kuku atau serangan setan tritunggal. Ini DAPAT menghantam siapapun, baik dalam bidang ekonomi, nikah, pelayanan, bahkan penyembahan juga dihantam.


    • kedua, TUHAN memberikan jalan keluar lewat penggembalaan. Mari, mantapkan tergembala, jangan kesini-sana, jangan seperti pohon ara dipinggir jalan. Carilah penggembalaan yang benar dan baik, yaitu dimana gembala setia memberi makan (ini ciri pertama penggembalaan yang benar dan baik) = berkobar-kobar. Kalau gembalanya sudah 'loyo', ini payah! Sebenarnya jemaatnya juga sudah pingsan semuanya. Jika gembalanya sudah suam, jemaatnya sudah pingsan dan sebentar lagi akan mati. Ini bukan berarti disini saja yang benar, terserah! Yang benar, terlebih dahulu seorang gembala tidak boleh suam. Jadi, jemaat Malang dan Surabaya mendapatkan semuanya. Jemaat Surabaya Wahyu 3: 21-22, jemaat Malang Wahyu 3: 18.


  3. Wahyu 3: 21, 22,
    21. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
    22. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

    Tadi, pertama ada serangan, suam-suam kuku. Jangan takut! Sebab TUHAN memberi tempat untuk menyingkir, itulah kandang penggembalaan. Saat diserang, kita mengalami damai sejahtera. Sesudah diberikan tempat yang damai, yang ketiga masih diberikan janji. Ini luar biasa dan jangan ragu-ragu! Untuk menghadapi tahun 2016, memang mengerikan, sebab kita menghadapi setan tritunggal, keadaan suam-suam kuku, krisis kasih sampai krisis ekonomi, nikah dihantam, semuanya dihantam. Tetapi TUHAN sudah mendahului dengan penggembalaan, sehingga kita merasakan damai sejahtera. Sesudah itu, kita diberikan janji.

    Yang ketiga adalah janji TUHAN kepada kita yang menang atas suam-suam kuku bersama dengan YESUS, yaitu duduk bersanding dengan Dia di takhta surga (takhta Yerusalem Baru) selama-lamanya. Inilah yang namanya pengangkatan; dari muntah (kalau suam-suam akan dimuntahkan) diangkat sampai duduk ditakhta Yerusalem Baru (kerajaan surga).

Jadi, di dalam Nama TUHAN YESUS Kristus, tahun depan (tahun 2016) adalah tahun pengangkatan. Jangan ragu-ragu! Muntah pun dapat diangkat sampai duduk di takhta (menjadi Mempelai). Apapun keadaan kita secara rohani (nikah, ekonomi sudah hancur, terpuruk) masih ada pengangkatan dari TUHAN. Kaum muda mungkin sudah gagal dll, masih ada pengangkatan dari TUHAN pada tahun 2016. Saya bahagia! Memang kita harus menghadapi suam-suam kuku, serbuan kuda liar, tiga binatang buas, tetapi TUHAN memberikan penggembalaan. Sebab itu jangan lepas dari penggembalaan yang benar. Kalau lepas, kita akan hancur. Kalau kita tetap dalam penggembalaan, kita akan menang dan ada kuasa pengangkatan dari TUHAN. Lewat penggembalaan, kita akan diangkat oleh TUHAN; dari ketenggelaman, kemerosotan, keterpurukan, kejatuhan dosa-dosa, kegagalan, kehancuran. Peganglah ini, tahun 2016 adalah sungguh-sungguh tahun pengangkatan.

Saya menantikan ini dengan sungguh-sungguh, sebab ini tahun pengangkatan. Yang sudah merosot rohaninya, stop disini saja => oom, saya biasa bermain laptop untuk yang najis' Sudah, Stop!! sebab tahun depan adalah tahun pengangkatan. Ekonomi yang sudah hancur, serahkanlah kepada TUHAN, biar semuanya diangkat oleh TUHAN. Kaum muda yang sudah frustasi, tidak ada masa depan lagi, mari masih ada pengangkatan sampai duduk bersanding di takhta TUHAN. Kapan itu terjadi? Nanti kalau TUHAN datang.

Sekarang, pengangkatannya apa? Kita duduk bersanding dengan YESUS di takhta surga atau takhta Yerusalem Baru dengan praktiknya adalah: seperti keledai yang diduduki oleh YESUS atau ditunggangi oleh YESUS menuju Yerusalem. Inilah pengangkatan dari TUHAN yang nomor satu. Jadilah keledai yang ditunggangi oleh YESUS menuju Yerusalem Baru = duduk bersanding dengan YESUS di takhta Yerusalem Baru. Kita menjadi takhta-Nya di dunia (YESUS duduk ditakhta-Nya itulah keledai).

Kita menjadi keledai yang ditunggangi YESUS menuju Yerusalem Baru, artinya bangsa kafir (keledai) dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan kuda putih (bukan kuda liar) = kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna = kegerakan dalam Firman pengajaran yang benar (YESUS yang duduk). Pemimpinnya adalah Pribadi YESUS, itulah Firman pengajaran yang benar. Jangan masuk kegerakan yang lain (kegerakan kuda liar)! Kalau pengajarannya tidak benar, suam-suam kuku (gembalanya suam-suam dll), itulah kegerakan kuda liar.

Matius 21: 7, 9, 10,
7. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya.
9. Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"
10. Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?"

Ay 10 => 'Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu' => tahun depan merupakan kegerakan yang gempar.

Saya berharap dengan adanya pengangkatan dari TUHAN (bukan diangkat atau diorbitkan manusia), maka akan terjadi gerakan yang menggemparkan yaitu:

  1. gempar positif => membuka pintu hati, melembut, menerima kegerakan Roh Kudus hujan akhir (mau dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir) = menerima kegerakan kuda putih = menerima pengajaran yang benar, sehingga mengalami lawatan atau pengangkatan dari TUHAN.

    Mari, apapun tugas kita, baik di dalam:


    1. nikah, sebagai suami-isteri mari melayani (bergerak) dengan sungguh-sungguh.
    2. penggembalaan, apa tugas kita, mari bergerak dengan sungguh-sungguh.
    3. antar penggembalaan, ini jangan dilupakan. Kalau saya lihat jadwal mulai bulan Januari, sudah ada tiga tempat (Poso, Nias, Medan). Saya tidak tahu lagi selanjutnya. Inilah kegerakan yang gempar dan benar-benar dahsyat.


  2. tetapi, ada juga gempar yang negatif, yaitu menutup pintu hati = keras hati = tidak mau mengikuti kegerakan yang benar atau menolak kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang benar (menolak pengajaran yang benar).

    Lukas 19: 41-44,
    41. Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
    42. kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
    43. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
    44. dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

    Ay 42 => 'Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu' => tertutup hatinya.

Kalau kita dipakai dalam kegerakan kuda putih, mulai dalam nikah. Melayani dalam nikah memang repot. Misalnya: sebelum ke kantor, harus masak nasi. Setelah itu, ditambah dalam penggembalaan; satu minggu tiga macam ibadah, latihan koor dll, ini repot. Masih ditambah lagi ibadah kunjungan ke Walikukun. Inilah lawatan dari TUHAN! Semakin dipakai, semakin dilawat, semakin diangkat oleh TUHAN. Tetapi kalau menolak, akan hancur dan binasa untuk selamanya.

Yesaya 6: 1, Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

Ay 1 => 'aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi' => keledai itulah takhta-Nya TUHAN. Kalau kita dipakai, maka menjadi takhta TUHAN (keledai diduduki menjadi takhta TUHAN).

Jadi, lawatan TUHAN = kuasa pengangkatan TUHAN lewat kuasa ujung jubah-Nya, itulah Firman pengajaran (Kabar Mempelai). Mari, kita bersungguh-sungguh pada malam yang berbahagia ini. Kurang beberapa menit lagi, kita meninggalkan tahun 2015 dan masuk tahun 2016.

Perhatikanlah tiga hal:

  1. hati-hati terhadap suam-suam kuku, kegerakan kuda liar. Maaf kalau saya tambahkan, kuda liar, kuda gila, kuda jalang. Inilah yang akan menghantam kita, tetapi
  2. TUHAN memberikan tempat yang aman itulah penggembalaan (penyingkiran). Sudah aman, damai,
  3. lalu TUHAN memberikan janji-Nya, yaitu pengangkatan. Apa yang diangkat? Mulai dengan dipakai oleh TUHAN (diduduki oleh TUHAN), maka disitulah ada kuasa lawatan TUHAN, kuasa pengangkatan TUHAN, kuasa ujung jubah TUHAN. Malam ini pegang ujung jubah TUHAN.

Hasilnya adalah
:

  1. Yesaya 6: 1, Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

    Ay 1 => 'Bait Suci' => kita semuanya.

    Hasil pertama: 'ujung jubah-Nya memenuhi bait suci' = ujung Jubah TUHAN melingkupi kita semuanya, artinya TUHAN melindungi dan memelihara kita secara ajaib ditengah kesulitan, kemustahilan dunia, sampai zaman antikris.


  2. Markus 5: 28, 29,
    28. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
    29. Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

    Hasil kedua: seperti perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun disembuhkan saat memegang ujung Jubah TUHAN. Pendarahan dua belas tahun menunjuk kebusukan, kenajisan. Siapapun kita (Yang tua, kaum muda), mungkin busuk, najis hidupnya, jamah ujung Jubah TUHAN lewat Firman dan perjamuan suci, sehingga:


    1. yang busuk, najis menjadi benar dan suci,
    2. nikah dan buah nikah yang hancur dipulihkan,
    3. perpecahan-perpecahan (kalau darah keluar, berarti ada pembuluh darah yang pecah) akan disatukan oleh TUHAN, sampai damai sejahtera. Jangan ada perpecahan, mari kita berdamai. Kalau tidak mau diajak berdamai, ya sudah, yang penting kita damai.


    4. penderitaan, kesusahan (pendarahan selama dua belas tahun, bisa karena sakit kanker), air mata dihapuskan oleh TUHAN dan kita akan berbahagia,
    5. kemustahilan dihapuskan oleh TUHAN. Asal kita menjamah ujung Jubah-Nya malam ini. Asal kita mau diangkat menjadi takhta TUHAN (menjadi keledai yang dipakai oleh TUHAN). TUHAN akan menolong kita pada malam hari ini.


  3. Pada ujung jubah imam besar Harun (sekarang menunjuk Imam Besar YESUS) terdapat giring-giring emas dan buah delima yang berselang-seling.

    Keluaran 28: 33, Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas,

    Ay 33 => 'pada sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas' => lonceng emas berselang-seling buah delima. Ini indah sekali!

    Hasil ketiga: pada ujung jubah terdapat giring-giring emas dan buah delima yang berselang-seling, artinya indah dan berhasil. Inilah kuasa pembaharuan! Kalau kita menjamah ujung Jubah TUHAN, kita akan dibaharui malam ini.

    Wahyu 3: 22, Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

    Ay22 => 'ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat' => taat dengar-dengaran.

    Keubahan hidup adalah taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Contohnya: Abraham taat kepada TUHAN, untuk menyembelih anaknya. Kalau kita taat sampai daging tak bersuara, itulah berhasil dan indah. Semakin kita taat, maka semakin berhasil dan semakin indah, sampai jika YESUS datang kembali ke dua kali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Yang paling indah dan yang paling berhasil, yaitu saat kita terangkat bersama dengan Dia di awan-awan yang permai dengan sorak-sorai 'Haleluya', sampai duduk di Takhta TUHAN (takhta Yerusalem Baru) untuk selamanya.

Setan tritunggal, suam-suam kuku mau merusak, menghancurkan, membusukkan sampai kita menjadi muntah. Tetapi TUHAN mau mengangkat kita sampai berhasil dan indah pada waktu-Nya. Inilah janji TUHAN! Taat itu berhasil dan indah. Kalau lebih taat lagi, maka lebih berhasil dan lebih indah lagi, sampai kita sempurna seperti Dia.

Kita memasuki peralihan tahun, mari kita menyembah Dia dan mengangkat perjamuan suci dengan sungguh-sungguh. Mari, kita menapaki tahun 2016 dengan berhasil dan indah.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top