English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 01 Juni 2014)
Tayang: 17 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 20 Oktober 2013)
Tayang: 09 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 13 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Juni 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 18 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 September 2013)
Tayang: 24 November 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 05 Agustus 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 30 September 2007)
Tayang: 11 Februari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 08 Juni 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 21 Februari 2016

Kita kembali kepada tema kita, yaitu di dalam kitab Wahyu 1: 17-20, tetapi kita masih membaca ayat 17-18. Jangan bosan-bosan, sebab masih ada hal-hal lain yang TUHAN sampaikan kepada kita pada pada saat ini.

Wahyu 1: 17, 18,
17. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Rasul Yohanes tersungkur dibawah Kaki YESUS (menyembah dengan hancur hati), sehingga mengalami jamahan Tangan Kanan TUHAN dan rasul Yohanes menerima tiga hal:

  1. Rasul Yohanes dapat mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring (Wahyu 1: 10-16) = tergembala dengan baik = tidak ada ketakutan lagi, baik secara jasmani ataupun rohani. Nanti ketakutan akan menjadi pembunuh utama didalam dunia, baik:


    1. pembunuh secara jasmani; kalau orang sudah takut, maka hormon dalam tubuh bekerja tidak baik, sehingga kesehatannya dapat terganggu, bahkan sampai meninggal.


    2. pembunuh secara rohani; orang yang dalam ketakutan, gelisah, kuatir akan kering rohaninya sampai mati rohaninya.


  2. 'Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir'= menerima kasih ALLAH. 'Yang Awal' = kasih mula-mula. 'Yang Akhir'= kasih mempelai (puncaknya kasih).
  3. 'Aku yang hidup'= menerima kuasa kemenangan atas maut.


'Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut' artinya YESUS mati dan bangkit untuk mengalahkan maut (menang atas maut) dan Dia memegang kunci kerajaan maut untuk menutup pintu kerajaan maut, supaya kita tidak binasa. TUHAN juga memberikan kepada kita kunci kerajaan surga.

Matius 16: 18, 19,
18. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Ay 18 => 'alam maut tidak akan menguasainya' => TUHAN memiliki kunci kerajaan maut dan pintu kerajaan maut sudah dikunci, supaya maut tidak berkuasa atas kita. Jika kita menang atas maut (menang atas dosa) bersama dengan TUHAN, maka TUHAN memberikan kepada kita kunci kerajaan surga, sehingga kita dapat masuk kerajaan surga dan hidup kekal bersama dengan TUHAN selama-lamanya.

Apa arti dari kunci kerajaan surga?
Kisah Para Rasul 14: 22, Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

Ay 22 => 'bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah' => memiliki kunci untuk membuka kerajaan surga (kunci kerajaan surga).

Kunci kerajaan surga adalah mengalami banyak sengsara daging bersama dengan YESUS = mengalami salib bersama YESUS = mengalami percikan darah bersama dengan YESUS. Semoga kita dapat mengerti.

Mengapa kita harus mengalami salib bersama dengan YESUS?
1 Petrus 4: 12-14,
12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Ay 12 => 'nyala api siksaan' => salib.

Jawabannya adalah supaya kita menerima Roh ALLAH = Roh Kudus = Roh Kemuliaan dari surga. Inilah yang dijanjikan TUHAN waktu IA naik ke surga. Pada saat ini kita memperingati hari Pentakosta. Waktu yang lalu kita sudah memperingati kenaikan TUHAN. Jadi, TUHAN naik ke surga salah satunya adalah untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita. Lewat salib, tidak ada jalan lain! Kita bandingkan dengan kenaikan TUHAN dalam Kisah Para Rasul 1: 8-11.

Kisah Para Rasul 1: 8-11,
8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
9. Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
10. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
11. dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Ay 8-9? waktu YESUS terangkat ke surga, Dia berjanji => 'kamu akan menerima Roh Kudus'

YESUS naik ke surga dengan dua janji utama:

  1. YESUS mencurahkan Roh Kudus kepada kita. Ia harus mati, bangkit, naik ke surga untuk mencurahkan Roh Kudus/Roh ALLAH/Roh Kemuliaan kepada kita semuanya.


  2. Ay 11, YESUS akan datang kembali ke dua kali untuk mengangkat kita ke awan-awan yang permai, masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba, sesudah itu masuk dalam kerajaan seribu tahun damai dan sesudah itu masuk dalam kerajaan surga yang kekal (Yerusalem baru). Pada saat kenaikan TUHAN => 'Aku menyediakan tempat bagimu, sesudah itu Aku akan kembali mengangkat kamu ke tempat dimana Aku berada, disitu kamu juga berada'

YESUS akan datang kembali ke dua kali untuk mengangkat kita semuanya ke awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba/nikah yang rohani /nikah yang sempurna. Hari-hari ini nikah kita harus dijaga, supaya dapat mencapai nikah yang rohani. Pintu firdaus (pintu surga) itulah nikah yang rohani. Sesudah itu masuk kerajaan seribu tahun damai (firdaus yang akan datang), sesudah itu masuk kerajaan surga yang kekal (Yerusalem yang baru). Kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.

Inilah dua janji TUHAN; TUHAN mencurahkan Roh Kudus dan TUHAN akan datang kembali ke dua kali untuk mengangkat kita. Jadi dapat disimpulkan, supaya kita dapat terangkat jika YESUS datang kembali ke dua kali di awan-awan yang permai, maka kita mutlak membutuhkan/menerima Roh Kudus. TUHAN tahu kalau manusia darah daging ini lemah, sehingga akan banyak yang ketinggalan. Sehebat apapun manusia darah daging (mempunyai gelar dll) hanyalah tanah liat, terkena benturan akan pecah, hancur (tidak kuat). Oleh sebab itu manusia memerlukan Roh Kudus.

Bagaimana caranya supaya kita dapat menerima Roh Kudus? Hanya lewat jalan salib. Jadi, supaya kita dapat menerima Roh Kudus, maka kita harus mengalami salib bersama YESUS/sengsara daging bersama YESUS/percikan darah bersama YESUS.

Praktik mengalami salib bersama YESUS:

  1. Sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN = bertobat. Kita tinggal memilih? Kalau kita mempertahankan dosa, Roh Kudus tidak ada. Kalau kita melepaskan dosa, memang sakit bagi daging, tetapi Roh Kudus ada pada kita. Berarti Roh Kudus adalah pintu surga (kunci kerajaan surga). Supaya dapat terangkat harus ada Roh Kudus (mutlak). Kalau tanpa Roh Kudus, manusia daging tidak akan mampu untuk menghadapi keadaan akhir zaman. Sebab itu harus ada Roh Kudus!

    Praktik paling bawah adalah sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa = stop berbuat dosa. Tidak peduli, mungkin sekarang ini kita sudah berdosa, jahat, najis, terserah! Yang penting, kita memiliki kemauan untuk memikul salib bersama TUHAN/sengsara daging bersama TUHAN untuk berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN. Kita harus bertobat dari dosa apapun. Selanjutnya, baru kita dapat mempraktikan/mengalami salib yang lebih tinggi.

    Praktik pertama, orang berdosa memikul salib (sakit dagingnya) untuk stop berbuat dosa. Misalnya: biasa korupsi agar dapat membeli sesuatu dan santai, sekarang stop. Mungkin gaji tidak cukup, terserah! Yang penting stop korupsi. Inilah memikul salib! Yang tadinya enak bagi daging dengan korupsi, berbuat dosa, sekarang stop (sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa), maka Roh Kudus (Roh Kemuliaan) dicurahkan kepada kita.


  2. Sengsara daging tanpa dosa. Sudah tidak berbuat dosa, mengapa masih sengsara? Inilah percikan darah. Bentuknya dapat bermacam-macam:


    • hari Minggu semestinya bisa istirahat, tetapi datang ke gereja untuk beribadah. Menggunakan waktu untuk beribadah melayani TUHAN ini termasuk sengsara daging tanpa dosa.


    • berpuasa. Ada nasi, ikan di rumah, dapat membeli makanan, tetapi kita berpuasa.
    • 'dinista karena Nama YESUS' = kita tidak salah, disalahkan dan kita tidak melawan. Ini karena YESUS. Mungkin karena pengajaran yang benar, pelayanan, kita tidak salah, tetapi disalahkan. Inilah percikan darah dan jangan ragu-ragu! Tadi ada seorang ibu (sudah cukup umurnya) yang datang kebaktian, mungkin saudara bingung => 'jam 2-3, tetapi sudah berangkat ke gereja' Ibu ini dari Pamekasan, perlu waktu dua jam setengah kesini. Inilah sengsara daging untuk beribadah melayani TUHAN. Tidak akan sia-sia, sebab Roh Kudus akan menguasai kehidupan kita.


    • difitnah karena YESUS.

Kalau mengalami sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan sengsara daging tanpa dosa, maka Roh Kudus akan dicurahkan kepada kita semuanya. Kita mutlak membutuhkan Roh Kudus, supaya kita dapat terangkat saat YESUS datang ke dua kali. Inilah kekuatan ekstra dari TUHAN, sebab manusia daging terlalu lemah. Biarlah Roh Kudus yang akan menolong kita semuanya.

Sekarang ini kita akan belajar tentang Roh Kudus.
Ada tiga wujud Roh Kudus yang dijanjikan TUHAN untuk dicurahkan kepada kita:

  1. Kisah Para Rasul 2: 1, 2,
    1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
    2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

    Ay 1 => 'Ketika tiba hari Pentakosta' => hari ke limapuluh. Kalau dihitung dengan hari kenaikan TUHAN, berarti sekarang. Jadi, YESUS mati, bangkit, sesudah itu selama empat puluh hari, Dia menampakkan Diri kepada murid-murid di dunia ini. Sesudah itu Dia naik ke surga. Sepuluh hari kemudian TUHAN mencurahkan Roh Kudus. Empat puluh ditambah dengan sepuluh = lima puluh, itulah hari pentakosta = hari kelima puluh. Penta = lima.

    Wujud pertama: Roh Kudus bagaikan tiupan angin keras. Bagi kita sekarang, ini dalam arti yang rohani. Dulu di loteng Yerusalem terjadi seperti tiupan angin keras. Bagi kita sekarang, didalam Yohanes 3: 6-8.

    Yohanes 3: 6-8,
    6. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
    7. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
    8. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

    Ay 7 => 'Kamu harus dilahirkan kembali' => harus lahir baru.
    Maafkan para ibu, kita dilahirkan oleh ibu kita masing-masing sebagai manusia darah daging yang tidak mewarisi surga, sebab itu kita harus dilahirkan baru lewat air (baptisan air) dan Roh (baptisan Roh Kudus/kepenuhan Roh Kudus/urapan Roh Kudus).

    Setiap kehidupan yang dilahirkan baru dari Roh Kudus (orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus) akan menjadi seperti angin, yaitu:


    • Menghampakan diri = ada tetapi tidak ada. Seperti kita merasakan angin dari ac, terasa dingin, tetapi kalau dilihat tidak ada. Jangan dibalik! Seringkali kita ini; tidak ada tetapi merasa ada, kalau ada, merasa sangat ada, itulah daging. Kalau Roh Kudus itu ada => 'ada kepandaian dll' Tetapi merasa tidak ada. Inilah yang dilahirkan oleh Roh Kudus.

      Ada, tetapi merasa tidak ada, artinya merasa tidak berarti (tidak ada apa-apa) sekalipun memiliki segala sesuatu. Contohnya seperti YESUS yang menghampakan Diri. Dia mempunyai surga dan semuanya, tetapi Dia menghampakan diri (merasa tidak ada, tidak berarti), bahkan menjadi hamba di dalam dunia. Mari, belajar menghampakan diri seperti angin.


    • Taat dengar-dengaran. YESUS menghembuskan kesana, maka arahnya kesana, tidak mungkin belok. YESUS taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib. Kalau kita, taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Saya memberi contoh:


      • TUHAN YESUS taat sampai mati di kayu salib (sampai daging tak bersuara). Padahal Dia orang baik, mengadakan mujizat, tidak pernah merugikan orang. Jangankan terkutuk, berbuat dosa saja tidak pernah, tetapi mau untuk disalibkan, itulah daging tak bersuara lagi. Semestinya dapat saja YESUS memberontak => 'apa salahKu? Aku sudah berbuat baik, menolong' Tetapi Dia taat kepada kehendak Bapa.


      • TUHAN berkata kepada Abraham => 'Abraham sembelihlah anakmu' Apa salahnya, dia sudah memohon sampai dua puluh lima tahun menunggu, setelah anaknya lahir, ia diperintahkan untuk menyembelih. Abraham tidak berkata => 'bagaimana ini?' Tidak! Tetapi Abraham taat kepada TUHAN untuk menyembelih anaknya.


      Inilah angin, menghampakan diri (merasa tidak ada apa-apa, sekalipun memiliki segala sesuatu) dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Jika menjadi seperti angin, hasilnya adalah tidak dapat dihalangi oleh apapun, siapapun, bahkan setanpun tidak bisa menghalangi. Mari, kita menjadi pelayan TUHAN (terutama saya) yang bagaikan angin (dilahirkan baru /dipenuhi oleh Roh Kudus), yaitu tidak dapat dihalangi oleh apapun, siapapun. Semoga kita dapat mengerti.

      Contohnya adalah YESUS sendiri (dalam Yohanes 20: 19). Kalau ada Roh Kudus, tidak akan dapat dihalangi.

      Yohanes 20: 19, Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

      Ay 19 => 'dengan pintu-pintu yang terkunci' => pintu ditutup semuanya.

      Inilah yang dimaksud dengan tidak dapat dihalangi! Pintu sudah dikunci semuanya, tiba-tiba YESUS datang untuk membawa damai sejahtera. Jadi, YESUS dapat menembusi pintu yang terkunci untuk membawa damai sejahtera. Ini pelajaran bagi kita! Maafkan, banyak gereja-gereja yang menutup pintu, yaitu tidak mau menerima Pribadi YESUS, ini berarti tidak mau menerima pengajaran yang benar (mungkin takut dombanya pindah, takut ini itu, dll). Dulu masih ada bpk pdt Pong, saya diundang kebaktian kaum muda di suatu daerah, tetapi pintunya ditutup-kunci oleh gereja yang sama dengan kita (tidak boleh datang). Akhirnya saya juga agak sedikit marah (waktu itu usia masih muda) => 'sudah tidak peduli, kalau satu orang saja yang datang, saya juga datang' Tetapi tidak dapat dihalangi juga dan banyak kaum muda yang datang.

      Nanti, satu waktu tidak akan dapat dihalangi, tetapi juga tidak merugikan. Sekalipun pintu sudah dikunci, bagaimana kita dapat menembusinya? Jangan pakai politik => 'kita harus merangkul yang ini, harus dekati ini, korbankan ini, apalagi sampai korbankan pengajaran' Jangan, tidak perlu! Kita pakai system dari YESUS yaitu menghampakan diri dan taat dengar-dengaran. Nanti, TUHAN lah yang membuka jalan. Kita tenang saja dan belajar menjadi angin.

      Kalau kita masih berusaha => 'saya harus begini, menembusi sini' Tidak akan bisa! Harus menghampakan diri dan taat dengar-dengaran, maka TUHAN lah yang membuka jalan. Kedatangan kita dengan pengajaran yang benar (Pribadi YESUS) selalu membawa damai sejahtera. Semoga kita dapat mengerti.

      Mungkin pelayanan di rumah tangga terkunci (ada jarak antara anak dan orang tua, suami-isteri), mari menghampakan diri dan taat seperti angin. Nanti kita dapat menembusi pintu yang terkunci dan mendatangkan damai sejahtera. Jangan memakai kekerasan, politik, jangan! Pakai system dari TUHAN. Biarlah Roh Kudus yang bekerja (kepada diri saya terlebih dahulu). Kalau kita masih ditolak sana sini (mungkin di rumah tangga ditolak), jangan menyalahkan orang, sebab TUHAN masih bekerja di dalam diri kita terlebih dahulu => 'saya masih belum menghampakan diri, belum menjadi angin' Kalau belum menjadi angin, masih dapat menjadi apa saja (masih menjadi paku). Kalau pintu dikunci, lalu dipaku, tetap tidak dapat masuk. Tetapi kalau menjadi angin (sama sekali hampa), akan dapat masuk.

      Kalau ada pintu-pintu yang terkunci dalam persoalan jasmani (dalam pekerjaan dll), mari belajar kepada YESUS. Jangan memakai politik => 'harus suap sana dll' Jangan! Belajarlah kepada YESUS (hampa dan taat). Kalau sudah menghampakan diri dan taat, biarpun setan menutup pintu, kita tetap dapat melewati bersama dengan TUHAN, baik dalam pelayanan, secara jasmani (ekonomi, masa depan). Belajar menjadi angin hari-hari ini, biarpun pintu sudah terkunci, kita masih dapat lewat, sampai pintu surga terbuka bagi kita. Semoga kita dapat mengerti.

      Salah satu contohnya adalah Musa. Setelah Musa dipakai oleh TUHAN untuk mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir menuju Kanaan, langkah pertama sudah dihambat dengan adanya laut Kolsom, bagaimana? Kalau dihitung usia, laki-laki berusia dua puluh tahun keatas sebanyak enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh lima orang, belum lagi isteri-isterinya dan anak-anaknya, totalnya bisa satu juta. Bagaimana mau menyeberangkan orang sebanyak satu juta? Kalau memakai kapal, harus menyiapkan berapa kapal. Bagaimana dapat kalau dalam waktu sekejap, tetapi kalau angin bertiup (ada Roh Kudus), maka pintu akan terbuka (laut Kolsom terbelah). Musa menghampakan diri (taat dengar-dengaran), maka angin bertiup saat itu (kuasa Roh Kudus bekerja) untuk membelah laut (memberikan jalan keluar dari segala masalah).

      Keluaran 14: 21, 22,
      21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
      22. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

      Musa dan bangsa Israel menghadapi laut Kolsom di depan, firaun dengan tentaranya di belakang, di kiri-kanan juga tidak bisa (tidak ada jalan), berarti hanya ada satu kata yaitu mati, habis => 'bangsa Israel berteriak-teriak bagaimana ini?' TUHAN memerintahkan => 'Musa, ulurkanlah tanganmu yang memegang tongkat kelaut' Coba bayangkan! Saya menerangkan => 'kalau diri saya sebagai pimpinan, bagaimana ini?' Menghadapi banyak orang, hanya diperintahkan untuk mengulurkan tongkat, kalau bukan angin tidak akan bisa. Musa ini seorang yang pandai, empat puluh tahun sekolah di Mesir (kalau di Indonesia ini sudah lebih dari S3, ilmunya sudah banyak). Kalau ia tidak menghampakan diri => 'enak saja ulurkan tongkat (dibelakang sudah ada banyak orang yang berteriak)' Tidak akan mau untuk mengulurkan tongkat. Hanya orang yang menghampakan diri dan taat yang mau mengulurkan tongkat.

      Kalau waktu itu TUHAN perintahkan => 'tebanglah pohon, lalu buat rakit' Ini masih masuk akal, tetapi perintah TUHAN hanyalah 'ulurkanlah tongkat' Seringkali perintah TUHAN tidak terlalu berat, yang berat itulah kita sendiri = daging kita yang tidak mau hampa/daging yang tidak dikuasai Roh Kudus /daging yang merajalela/tidak mau menjadi angin. Itulah yang membuat kita tidak taat. Seandainya perintah TUHAN => 'buat rakit sekian ribu' Ini susah! Kalau ulurkan tongkat, mudah untuk dilakukan, tetapi seringkali kita tidak mau. Untunglah Musa menghampakan diri dan taat, maka angin timur bergerak (kuasa Roh Kudus) membelah laut sampai menjadi tanah kering = Roh Kudus sanggup memberikan jalan keluar dari segala masalah yang sudah mustahil bagi kita (hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang bagaikan angin).

      Tadi dalam pelayanan, seperti YESUS melayani sampai tidak dapat dihalangi. Sekarang dalam perkara jasmani, seperti Musa menghadapi laut Kolsom juga tidak dapat dihalangi. Semoga kita yakin pada saat ini. Semoga kita dapat mengerti.

      Roh Kudus ini penting! Saat-saat kedatangan TUHAN ke dua kali, inilah yang kita hadapi; pintu terkunci, laut yang menghalangi, hanya Roh Kudus yang mampu menolong kita. Oleh sebab itu janji TUHAN ada dua yaitu Dia naik untuk menyediakan tempat, Dia akan kembali untuk mengangkat kita dan Dia juga memberikan Roh Kudus sebagai kekuatan ekstra kepada kita. Sebab tanpa Roh Kudus kita tidak akan dapat melakukan apa-apa. Semoga kita dapat mengerti.

      Jadi, dapat disimpulkan: tidak ada perkara yang sanggup menghalangi kehidupan yang bagaikan angin sehingga Roh Kudus mampu melakukan segala perkara bagi kita semuanya. Jangan putus asa, kecewa saat menghadapi pintu yang terkunci, baik dalam pelayanan (di rumah tangga, penggembalaan, antar penggembalaan). Banyak pintu-pintu dikunci, hatipun dikunci, kita tidak dapat memakai politik, tetapi biarlah kita menjadi angin supaya kita dapat menembusi pintu yang terkunci. Kemudian seperti Musa, banyak halangan-halangan dalam pelayanan, dalam hidup sehari-hari (banyak jalan buntu), tetapi kalau kita menghampakan diri seperti angin (dikuasai Roh Kudus), maka angin timur membuka jalan keluar bagi kita. Tidak ada yang mustahil. Semoga kita dapat mengerti.


    • Kehidupan yang membawa damai sejahtera. Jangan membawa yang tidak damai; kebencian, gosip dll, Jangan! Tetapi kita membawa damai sejahtera, itulah angin sejuk dari surga. Tempat-tempat yang panas, diberikan kesejukan yang:


      • mulai di rumah tangga. Misalnya: suami sedang panas hati, tetapi kalau isterinya menjadi angin, lama-lama akan terasa sejuk. Kalau isterinya panas hati, tetapi suaminya menjadi angin, maka dapat menjadi sejuk.


      • di penggembalaan. Kalau kami sebagai gembala dan pelayan-pelayan TUHAN membawa kesejukan, maka sidang jemaat akan merasa senang (merasakan damai sejahtera). Tetapi kalau membawa angin busuk, semuanya akan lari. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Kisah Para Rasul 2: 3 , 4,
    3. dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
    4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Wujud kedua: Roh Kudus bagaikan lidah-lidah api atau nyala api.

    Kegunaan atau pengertian Roh Kudus bagaikan nyala api, antara lain:


    • Roma 15: 16, yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

      Ay 16 => 'bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi' => bangsa kafir.
      'supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus' => bangsa kafir ini sangat membutuhkan penyucian oleh Roh Kudus.

      Arti pertama: menyucikan bangsa kafir yang hidupnya seperti anjing dan babi. Bangsa kafir memang binatang haram, tidak layak dipersembahkan kepada TUHAN.

      Roh Kudus menyucikan kita (bangsa kafir) dari kehidupan yang seperti:


      • babi. Maaf, babi itu menunjuk perbuatan-perbuatan najis, yaitu:


        1. dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba. Dosa ini diulang-ulang terus, seperti babi dimandikan lalu kembali kekubangan lagi. Harus dibakar oleh Roh Kudus, baru tidak kembali lagi. Kalau cuma dimandikan (sudah bersih), nanti akan kembali lagi kekubangan. Roh Kudus ini penting, untuk membakar atau menyucikan bangsa kafir yang bagaikan babi.


        2. dosa kawin mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks kepada diri sendiri) dan nikah yang salah (kawin campur, kawin cerai, sampai kawin mengawinkan). Dulu kita memberi contoh di negara barat. Sekarang setelah terkuak/sudah terbuka di Indonesia, anak-anak kecil menjadi sasaran. Saat mempelajari Wahyu 1: 15, YESUS sebagai Hakim Yang Adil di takhta putih akan menghakimi orang-orang kecil dan besar. Termasuk anak-anak kecil akan dihakimi, sebab mereka sudah berbuat yang najis.


      • Nikah yang salah harus diperbaiki (harus dibakar dengan Roh Kudus). Kalau tanpa Roh Kudus tidak akan bisa (seperti babi dimandikan, kembali lagi kekubangan). Tetapi kalau sekarang ini ada Roh Kudus, tidak akan bisa kembali lagi (seperti menjadi babi panggang). Tanpa Roh Kudus kita tidak akan kuat, siapapun juga, termasuk kami sebagai hamba TUHAN (bangsa kafir, manusia darah daging tidak akan kuat). Oleh sebab itu TUHAN rela mati, bangkit dan naik ke surga, selain menyediakan tempat bagi kita, Dia juga mencurahkan Roh Kudus kepada kita. Seringkali di gereja hanya diajarkan tentang berkat jasmani. Kalau hanya untuk mencurahkan berkat, YESUS tidak perlu mati di kayu salib. Gunung emas dan semuanya adalah milik TUHAN. Tetapi untuk mencurahkan Roh Kudus, YESUS harus mati, bangkit dan naik ke surga. Roh Kudus merupakan kebutuhan mutlak kita, sebab kita hanyalah manusia darah daging ditambah lagi sebagai bangsa kafir (kita tidak berkutik lagi). Termasuk saya juga tidak mampu, jabatan hamba TUHAN, gembala tidak akan mampu, tetapi hanya Roh Kudus yang mampu. Mari sekarang ini, biarlah kita mengakui bahwa kita butuh Roh Kudus untuk membakar/menyucikan kita dari kehidupan seperti babi.


      • kehidupan seperti anjing (anjing menjilat muntah) ini menunjuk perkataan-perkataan yang najis. Jadi, mulut atau bibir harus disucikan dari perkataan-perkataan najis, yaitu dusta, najis, kotor, sia-sia, fitnah, gosip-gosip yang tidak baik.


      Ibrani 13: 15, Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

      Jika sudah dibakar oleh api Roh Kudus, maka akan menghasilkan buah bibir yang memuliakan TUHAN dan menjadi berkat bagi sesama.

      Bangsa kafir harus disucikan dari perbuatan babi (kehidupan seperti babi, perbuatan dosa). Bagi yang masih lajang, mari kembali kepada kesucian secara pribadi, kembali kepada kesucian nikah (sebagai anak taat kepada orang tua).

      Dan yang sudah menikah, kembali kepada kesucian pribadi dan jaga kebenaran-kesucian nikah, sampai mencapai nikah yang sempurna. Lalu penyucian dari anjing, sampai lidah jangan ada perkataan sia-sia (dusta, gosip, perkataan tidak baik). Lidah disucikan, sampai menghasilkan buah bibir (perkataan) yang memuliakan TUHAN dan menjadi berkat bagi sesama bagaikan anggur yang manis dari surga. TUHAN memerintahkan => 'cedok dan cicipilah' Inilah perkataan yang manis. Gunakan perkataan manis mulai di dalam rumah tangga, dan dimana-mana. Semoga kita dapat mengerti.


    • Roma 12: 11, Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

      Mungkin ada yang bertanya => 'saat kepenuhan Roh Kudus, mengapa tidak ada nyala api?' Itu dulu dalam penglihatan atau wujud yang jasmani (memang benar-benar kelihatan nyala api). Tetapi sekarang dalam wujud yang rohani. Orang yang dihinggapi oleh Roh Kudus, akan setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

      Arti kedua: Roh Kudus membuat kita setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Kalau pelayanan daging, semakin tinggi usia daging, maka semakin 'loyo'. Contohnya di dunia ini saja. Maafkan, ada orang yang pandai, mulai dari taman kanak-kanak,sekolah dasar, sekolah menengah pertama. Sekolah menengah atas bertambah pandai, lalu SI, S2, S3, profesor bertambah pandai, setelah itu lama-lama 'linglung'. Itulah pelayanan daging dalam dunia. Ini terjadi dimana saja, mungkin di kantor bertambah hebat, lama-lama menjadi 'loyo' Kalau ada Roh Kudus, usia boleh semakin tua (mungkin kesehatan agak terganggu), tetapi kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    Biarlah kita mohon Roh Kudus pada saat ini. Penyucian, sehingga bangsa kafir perbuatan-perbuatannya dapat hidup suci dan juga dapat setia berkobar-kobar. Tadi, pelayan TUHAN, hamba TUHAN bagaikan angin, sekarang seperti api yaitu suci, setia berkobar-kobar. Jadi, pelayan TUHAN yang suci, setia berkobar-kobar = nyala api (lidah-lidah api). Jika dibandingkan dalam Wahyu 1: 14 'Mata TUHAN bagaikan nyala api'

    Wahyu 1: 14, Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

    Pelayan TUHAN yang suci, setia berkobar-kobar = nyala api. Mata TUHAN = Nyala Api. Jadi, pelayan TUHAN, hamba TUHAN yang suci, setia berkobar-kobar = Biji Mata TUHAN Sendiri. Semoga kita dapat mengerti.

    Mengapa harus sampai menjadi Biji Mata TUHAN (paling khusus)? Sebab kita hidup di padang gurun dunia:


    • yang tandus: sulit bahkan tidak dapat menabur dan menuai. Mencari uang sulit, mencari makan sulit.
    • ada binatang buas, itulah setan dengan roh jahat-roh najis (dosa-dosa), antikris dan nabi palsu dengan ajaran palsu.
    • yang banyak pasir: masalah-masalah.


    Kalau kita menjadi Biji Mata TUHAN, maka TUHAN memelihara kita secara ajaib di padang gurun dunia dan TUHAN melindungi kita secara ajaib 'satu butir pasirpun tidak boleh masuk' Inilah keistimewaan menjadi Biji Mata TUHAN. Luar biasa! Dalam menghadapi padang gurun dunia, kita harus menjadi Biji Mata TUHAN.

    Tadi, kekuatan Roh Kudus:


    • bagaikan tiupan angin, yaitu melahirkan kita kembali (kelahiran baru). Roh Kudus memenuhi kita, sehingga kita menjadi seperti angin, tidak dapat dihalangi dalam pelayanan (dapat menembusi pintu yang terkunci, laut Kolsom bisa ditembus dan jalan terbuka bagi kita semuanya).


    • kekuatan Roh Kudus bagaikan lidah api atau nyala api, membuat kita menjadi suci dan setia berkobar-kobar, sampai kita menjadi Biji Mata TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Yohanes 7: 37-39,
    37. Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
    38. Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
    39. Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

    Ay 37 => 'Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!' => air kehidupan.
    Ay 39 => tadi saya sudah katakan, kalau hanya untuk memberkati dll, YESUS tidak perlu mati (semua emas adalah milik TUHAN), tetapi untuk mencurahkan Roh Kudus, Dia harus datang sebagai Manusia, mati di kayu salib, bangkit, dipermuliakan, baru Dia dapat mengutus Roh Kudus untuk menolong kita. Menghadapi keadaan dunia dan menghadapi kedatangan YESUS ke dua kali, kita mutlak membutuhkan Roh Kudus (menjadi seperti angin, menjadi seperti nyala api/Biji Mata TUHAN).

    Wujud ketiga: Roh Kudus bagaikan air kehidupan.

    Roh Kudus bagaikan air kehidupan, artinya:


    • Memuaskan kehidupan kita dengan kepuasan surga yang tidak dapat dipengaruhi oleh apapun di dunia.

      Buktinya jika Roh Kudus (air kehidupan) menjadi mata air di dalam kehidupan kita:


      • Mengalir ke tempat kering, artinya menjadi berkat bagi sesama yang dalam kekeringan rohani (dalam dosa-dosa), sehingga mereka dapat percaya kepada YESUS dan diselamatkan. Dalam Yohanes 4, cerita tentang perempuan Samaria. Perempuan Samaria bersaksi sehingga banyak yang percaya kepada YESUS.

        Banyak yang butuh air kehidupan. Mari mengalir kepada sesama yang dalam kekeringan rohani, baik di dalam rumah tangga masing-masing, dalam penggembalaan, dimanapun kita berada.


      • Memancar keatas, artinya gemar untuk menyembah kepada TUHAN = tekun dalam doa penyembahan kepada TUHAN. Itulah bukti Roh Kudus menjadi mata air, sehingga kita tidak kering. Kalau kita malas menyembah TUHAN, itu bukti kering (mata airnya sudah kering) dan bahaya. Kalau mata air kering (tidak ada air kehidupan), seperti perempuan Samaria datang ke sumur di dunia ini (menimba air, diminum, lalu haus lagi) => terus menerus merasa haus.

        Mohon maaf, perempuan Samaria adalah gambaran bangsa kafir. Sehebat apapun bangsa kafir jika tanpa Roh Kudus, maka hidupnya hanya seperti perempuan Samaria, yaitu tidak ada kepuasan, sehingga mencari kepuasan di sumur dunia, sampai jatuh bangun dalam puncak dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Berapa banyak anak muda yang melayani di gereja, nanti malamnya ke diskotik atau kemana saja. Ini karena tidak puas (tidak ada Roh Kudus)!

        Perempuan Samaria ini lima kali kawin cerai. Jangan pikir => 'kalau tidak cocok dengan isteri atau isteri tidak cocok dengan suami, bercerai saja, cari lain yang lebih cocok (pasti lebih cocok)' Tidak! Belajar dari perempuan Samaria yang lima kali kawin cerai, tetap tidak pernah merasa puas. Ditambah lagi, TUHAN berkata => 'panggil suamimu' Dijawab => 'yang sekarang ini bukan suamiku' Maaf, entah yang ke-6, ke-7, ke-8, ke-9 sampai ke-100, sudah tidak kawin lagi (tanpa surat)/tidak sah/kumpul kebo. Sudah keberapa saja, tetap tidak pernah merasa puas dan hanya berakhir di dalam kebinasaan.

        Yang bisa memuaskan hanya satu, yaitu kalau ada air kehidupan (Roh Kudus) menjadi mata air dalam kehidupan kita. Itulah kepuasan yang sejati! Jika ada air kehidupan, maka secara pribadi kita akan merasa puas, dalam nikah merasa puas, dalam penggembalaan juga merasa puas (kepuasan surga yang tidak dipengaruhi oleh dunia). Mari, biarlah sekarang ini kita mohon kepada TUHAN. Semoga TUHAN menolong kita semuanya.

        Roh Kudus bagaikan angin, kita dapat lahir baru menjadi seperti angin (tidak dapat dihalangi oleh apapun juga). Roh Kudus seperti lidah api, kita dapat hidup suci, setia berkobar-kobar, sampai menjadi Biji Mata TUHAN. Roh Kudus seperti air hidup, memuaskan kehidupan kita. Semoga kita dapat mengerti.

        Bagaimana caranya perempuan Samaria mendapatkan air kehidupan? TUHAN mengatakan => 'berilah Aku minum, maka kamu akan mendapatkan (maka TUHAN memberikan kepadanya minum air kehidupan). Jadi, cara perempuan Samaria untuk mendapatkan Roh Kudus adalah dengan memberikan minum YESUS. Memberikan YESUS minum dengan apa? Waktu di kayu salib YESUS berteriak => 'Aku haus' Seringkali kita ingin memberikan yang terbaik kepada YESUS, tetapi tidak cocok dengan Firman. Kalau bpk pdt Pong menerangkan => 'ambilkan saya ballpoint, untuk tanda tangan'; karena merasa ballpoint itu murah, lalu diambilkan laptop. Ini susah! Mungkin kelihatan lebih bagus, tetapi tidak cocok. Demikian juga kita, berikan YESUS minum. Apa minuman YESUS? Di alkitab minuman YESUS adalah anggur asam bercampur empedu.

        Anggur asam bercampur empedu artinya kita mengakui segala dosa-dosa:


        1. dosa kepahitan. Seperti orang Samaria dan orang Yahudi tidak bergaul. Memang bangsa kafir dengan Yahudi tidak memiliki hubungan.
        2. dosa kenajisan. Perempuan ini lima kali kawin cerai.


      Mari, akuilah semuanya kepada TUHAN dan kepada sesama (vertikal dan horizontal = membentuk salib). Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Setelah itu, air kehidupan akan mengalir dalam kehidupan kita. Cukup dengan ini saja, maka kita akan mendapatkan Roh Kudus. Kalau posisi kita seperti perempuan Samaria (bangsa kafir bagaikan anjing-babi), berilah TUHAN minum air anggur asam bercampur empedu. Kalau YESUS sudah minum, Dia akan menyerahkan Nyawa-Nya; mati, bangkit dan naik ke surga untuk mencurahkan Roh Kudus (air kehidupan) dalam kehidupan kita semuanya. Semoga kita dapat mengerti.


    • Menghidupkan kita => Yehezkiel 47: 2, 8, 9,
      2. Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
      8. Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
      9. sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

      Ay 2 => air kehidupan dari bait ALLAH (Takhta TUHAN).
      Ay 8 => laut Asin = laut Mati, kadar garamnya terlalu tinggi, sehingga bakteripun tidak dapat hidup disana (tidak ada kehidupan). Ini mustahil untuk hidup! Tetapi kalau air kehidupan datang, maka air asin itu dapat menjadi tawar.

      Posisi kita di dunia ini seperti berada di laut Asin (laut Mati), tidak ada kehidupan jasmani (sulit kehidupan jasmani) dan rohani (dosa-dosa). Tetapi kalau air kehidupan (Roh Kudus) mengalir, maka yang mati menjadi hidup:


      • secara jasmani: Roh Kudus sanggup memelihara kehidupan jasmani kita.
      • secara rohani: Roh Kudus sanggup menolong kita untuk hidup benar dan suci, ditengah kebusukan dunia. Sampai memberikan hidup kekal selama-lamanya. Secara jasmani dan rohani dijamin, sampai hidup kekal selama-lamanya.


      Sekarang ini lengkap yang mana kita butuhkan.


      • Roh Kudus bagaikan angin, untuk menjadikan hamba TUHAN seperti angin (hampa dan taat dengar-dengaran), maka pintu yang terkunci dapat ditembusi. Halangan apapun, bahkan laut Kolsom bisa dibelah, ada jalan keluar dan ada masa depan yang indah.


      • Roh Kudus bagaikan lidah api, sekalipun sudah seperti anjing-babi, kita dapat hidup suci, setia berkobar sampai menjadi Biji Mata TUHAN.


      • Roh Kudus bagaikan air kehidupan, kita dapat merasa puas (mengalami kepuasan surga dan tidak seperti perempuan Samaria). Dapat mengalir kepada sesama dan dapat menyembah TUHAN. Kita juga dapat hidup secara jasmani, rohani, sampai hidup kekal.


    • Wahyu 22: 1, Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

      Ayat 1 => 'Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal' => di Yerusalem Baru = pembaharuan.

      Yang terakhir: Roh Kudus (air kehidupan) sanggup memandikan/membaharui/ mengubahkan kehidupan kita sampai jernih seperti kristal. Inilah mujizat terbesar! Mujizat keubahan hidup. Jernih seperti Kristal artinya


      • jernih seperti Kristal = transparan = jujur, mulai dari:


        1. jujur soal TUHAN. Selalu saya katakan => 'nomor satu, jujur soal TUHAN (dalam Titus 2: 7)' = jujur soal pengajaran yang benar => 'kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah' tidak boleh kompromi. Jangan berkata 'benar ... tetapi ... atau salah ... tetapi ...' itu tidak boleh!'


        2. kalau sudah jujur soal TUHAN, maka kita dapat jujur soal nikah, jujur soal keuangan (Ibrani 13) dan jujur dalam segala hal. Inilah urutannya! Kalau manusia dapat jujur di akhir zaman, itu luar biasa! Kalau semuanya dapat jujur; di perusahaan direkturnya jujur, semuanya jujur (sekalipun tidak terlalu pandai), maka perusahaan dapat maju. Kalau sangat pandai, tetapi tidak jujur, maka cepat 'ambruknya' Yang dicari adalah kejujuran. Kalau saya dan saudara dapat jujur dalam segala hal (menjadi jernih seperti kristal), itulah mujizat terbesar. Kota Yerusalem baru juga jernih seperti kristal. Itulah kehidupan yang dapat masuk surga.


      • percaya kepada TUHAN. Jujur dan percaya, itu luar biasa! Kalau tidak percaya kepada TUHAN, berarti tidak jujur (dia takut => 'nanti begini ...') Kalau jujur, berarti percaya sepenuh kepada TUHAN.


      Kalau yang rohani dibaharui, menjadi jujur dan percaya kepada TUHAN (ada mujizat rohani), maka mujizat jasmani juga terjadi, yaitu yang mustahil menjadi tidak mustahil. Contohnya: Lazarus mati empat hari dapat bangkit. TUHAN mengatakan => 'Marta, buka/angkat batu itu (waktu itu kuburan ditutupi batu)' Marta menjawab => 'jangan TUHAN, sudah bau/busuk' Secara logika memang benar, sudah bau, keluarganya bisa malu, tetapi ini tidak jujur.

      Sekarang ini harus jujur = buka semuanya = kebusukan-kebusukan akui semuanya. TUHAN mengatakan => 'Marta, kalau engkau percaya, engkau melihat kemuliaan ALLAH' Roh Kudus (Roh Kemuliaan) bekerja, maka Lazarus yang sudah mati empat hari, dapat dibangkitkan oleh TUHAN.

      Biarlah sekarang ini air kehidupan (Roh Kudus) membaharui kehidupan kita menjadi jujur dan percaya. Kalau mujizat rohani terjadi, maka mujizat jasmani juga terjadi, yaitu: apa


      • yang sudah hancur, busuk, semuanya dapat menjadi baik,
      • yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sampai, jika TUHAN datang kembali terjadi mujizat yang terakhir, yaitu kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, seperti kota Yerusalem baru (yang jernih seperti Kristal)


      • untuk layak menyambut kedatangan TUHAN yang ke dua kali di awan-awan yang permai. Kita terangkat naik bersama dengan Dia (memiliki kunci kerajaan surga) dan masuk kerajaan surga. Kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.

Sekarang ini yang dibutuhkan adalah Roh Kudus. Kalau sudah ada Roh Kudus, maka semuanya ada. Mujizat akan terjadi di tempat ini.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top