English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 19 Januari 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 15:32-39
15:32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja, 10 Desember 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:13-17
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Januari 2012 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...

Ibadah Doa Surabaya, 26 November 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 28 -> sikap gereja Tuhan untuk menanti kedatangan Tuhan kedua kali,...

Ibadah Doa Surabaya, 17 April 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 19 Oktober 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Raya Malang, 01 Juli 2018 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Anak ini mengalami kegembiraan/ kebahagiaan karena Tuhan sebagai hakimnya, sebagai pembelanya. Maka anak ini akan...

Ibadah Raya Malang, 29 Juni 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Juni 2014 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam Wahyu 1:13-16 ada...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:57-66 berjudul "Kelahiran Yohanes Pembaptis".

Lukas 1:57-58

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Oktober 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:26-29 adalah tentang MAKAN PERJAMUAN SUCI.
Secara keseluruhan, Matius 26-26-29 terbagi menjadi 2...

Ibadah Raya Malang, 22 Maret 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada saat kedatangan Yesus kedua kali.

Matius 24:31...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Juli 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 06 Desember 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:16-17
3:16 Jadi karena engkau suam-suam...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 03 Juli 2011 (Minggu Pagi)

Matius 26:17-25 berbicara tentang PERJAMUAN PASKAH, terbagi menjadi 2:
  • Ayat 17-19: Persiapan Paskah.
  • Ayat 20-25: Makan Perjamuan Paskah.

Persiapan Paskah.

Matius 26:17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
26:18 Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku."
26:19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.

Hari raya Roti Tidak Beragi = Hari raya Paskah = Perjamuan Paskah = Pesta Paskah.

Dalam Perjanjian Lama, pesta Paskah menunjuk pada kelepasan bangsa Israel dari Mesir.
Dalam Perjanjian Baru (bagi kita sekarang), pesta Paskah adalah kelepasan dari dosa-dosa yang mengikat tubuh, jiwa, dan roh kita.

I Korintus 5:7-8, 11
5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul (1), kikir (2), penyembah berhala (3), pemfitnah (4), pemabuk (5) atau penipu (6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

Ada 6 dosa (6 = angka daging) yang mengikat tubuh, jiwa, roh kita:
  • Dosa yang mengikat tubuh: percabulan (dosa seks, nikah yang salah) dan pemabuk (termasuk merokok, mabuk, narkoba).
  • Dosa yang mengikat jiwa: kikir (terlalu perhitungan kepada Tuhan, tidak bisa memberi kepada sesama yang membutuhkan), pemfitnah, penipu (pendusta, pencuri milik Tuhan: perpuluhan dan persembahan khusus).
  • Dosa yang mengikat roh: penyembah berhala.

PROSES untuk lepas dari dosa:
  • Kita mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi = mati terhadap dosa = BERTOBAT.
    Darah Yesus akan mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa.

  • LAHIR BARU, lewat air dan roh.

    Baptisan air yang benar: orang yang sudah bertobat/mati terhadap dosa dikuburkan bersama Yesus dalam air, lanjut bangkit dalam hidup baru (jenis kehidupan Surgawi).

    Roma 6:2, 4
    6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Setelah baptisan air, kita menerima baptisan Roh Kudus = kepenuhan Roh Kudus.
    Salah satu tanda kepenuhan Roh Kudus adalah berbahasa Roh, yakni seperti yang diajarkan oleh Roh itu sendiri.

    Kisah Para Rasul 2:4
    2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Kelahiran dari ibu secara jasmani hanya menghasilkan hidup jasmani yang tidak mewarisi Surga (tidak bisa masuk Surga). Kita perlu mengalami kelahiran baru.

    Hidup baru = hidup dalam KEBENARAN dan KEMURNIAN.
    Kemurnian: tanpa ragi (ragi = dosa, ajaran palsu) dan berasal dari hati yang tulus/jujur.

Orang yang hidup benar dan murni akan menjadi domba yang TERGEMBALA.
Tergembala atau tidak, itu tergantung hati!

Penggembalaan adalah tempat memantapkan kebenaran.

Amsal 12:26
12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.


PRAKTEK hidup dalam kebenaran:

Yesaya 33:15
33:15 Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan,
  • Mulut benar, jujur.
  • Tangan (segala perbuatan, pekerjaan, studi) benar.
  • Telinga benar = jangan mendengar suara asing, gosip-gosip yang menimbulkan pertengkaran, dsb.
  • Mata memandang yang benar.
Benar dan murni adalah bagaikan hidup di Tanah Gosyen, kita bebas dari tulah dan penghukuman.

Yesaya 33:16
33:16 dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.

HASILNYA:
  • Ada perlindungan Tuhan senantiasa dari segala marabahaya, celaka, sampai maut dan kebinasaan tidak bisa menjamah kita.

    Memang saat ini kita belum bisa 100% benar, namun harus ada niat hati untuk membuang segala yang tidak benar.
    Kalau niat hati kita benar dan murni, sekalipun ada saat kita lengah dan jatuh, Gembala Agung selalu ada untuk melindungi dan mengangkat.

    Contoh: Raja Daud mestinya dihukum mati saat berzinah dengan Batsyeba.
    Namun, karena Daud menghargai penggembalaan, Gembala Agung masih mengampuni dan mengangkat.

  • Ada jaminan pemeliharaan yang pasti dari Gembala Agung.

Perjamuan Paskah akan memuncak pada perjamuan kawin Anak Domba Allah.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Perjamuan kawin Anak Domba Allah = kelepasan kita dari dunia ini untuk bertemu dengan Yesus di awan-awan permai = pertemuan antara Yesus (Mempelai Pria Surga) dengan GerejaNya yang sempurna (mempelai wanita Surga).

Bangsa Israel sudah tergembala dengan baik di Gosyen, namun masih harus ke Kanaan.
Kita sudah dilindungi dan dipelihara dalam penggembalaan, namun masih harus dilanjutkan dan memuncak sampai kita sungguh-sungguh terlepas dari dunia ini.

Kalau kita ketinggalan saat perjamuan kawin Anak Domba Allah (tidak terangkat saat Yesus datang kedua kali), maka semua yang kita kumpulkan di dunia, segala yang kita anggap hebat, semuanya hancur dan sia-sia saja.


Matius 26:18
26:18 Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku."

"Si Anu" = barang siapa saja.

Artinya:
Siapa saja (semua) mendapat kesempatan untuk masuk perjamuan Paskah sampai pesta kawin Anak Domba Allah, asal MEMPERSIAPKAN HATI untuk menerima Yesus sebagai Anak Domba Allah.

Kita harus menerima Yesus sebagai Anak Domba Allah = menerima Pembukaan Firman.

Wahyu 5:4-7
5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:7 Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.

Kita sudah menyambut kedatangan Yesus pertama kali lewat Firman Penginjilan sehingga kita diselamatkan.

Namun, apakah kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali?
Kedatangan Tuhan kedua kali adalah dalam kemuliaan dan kesempurnaan, tidak boleh ada dosa sedikitpun.
Kita membutuhkan pedang Firman.
Kita harus mempersiapkan hati yang lembut untuk menerima pembukaan Firman, ayat menerangkan ayat, Firman Pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua.


Jadi, Persiapan Paskah:
Dulu murid-murid mempersiapkan Paskah  dengan menyembelih domba, dsb., sekarang kita mempersiapkan hati untuk menerima pembukaan Firman Pengajaran benar, mengalami kelepasan dari dosa-dosa, sampai bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.


Matius 26:19
26:19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.

LANGKAH-LANGKAH persiapan Paskah:
  1. Keluaran 12:3, 5
    12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
    12:5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.

    Mengambil anak domba yang tidak bercela.
    Untuk mengambil anak domba yang tidak bercela dalam kandang penggembalaan tentu tidak sulit, berbeda dengan mengambil anak domba di tengah hutan.

    Ulangan 30:11-14
    30:11. "Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.
    30:12 Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
    30:13 Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
    30:14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.

    Artinya: mengambil Firman Pengajaran benar dalam Penggembalaan.
    Tidak boleh bercela = tidak boleh berbeda sedikitpun.
    Pilih Firman! Jangan sembarangan!

    Firman Pengajaran mengatur pekerjaan, nikah, pelayanan kita.
    Kalau sudah berbeda sedikit saja = sudah salah!

    Prakteknya:
    Mendengar Firman Pengajaran benar dalam sistem Penggembalaan, sampai mengerti Firman (tidak sulit, Firman Penggembalaan disampaikan berulang-ulang).


  2. Keluaran 12:6a
    12:6a Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini;

    Anak domba Paskah harus dikurung 4 hari (mulai tanggal 10 s.d. 14) = persiapan 4000 tahun (zaman Adam-Abraham 2000 tahun, zaman Abraham-kedatangan Yesus pertama kali 2000 tahun).

    Artinya: kita harus menyimpan Firman Pengajaran benar dalam hati = percaya/yakin pada Firman Pengajaran benar = Firman Pengajaran benar menjadi iman/ditulis dalam hati kita.

    Apa yang sudah tertulis dan menjadi iman dalam hati, jangan diubah/ditambah/dikurangi sedikitpun sampai Tuhan datang kedua kali.
    Pegang satu Firman Pengajaran yang benar!

    Hasilnya:

    Ibrani 10:16-17
    10:16 sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,
    10:17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."

    Dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

    Siapa manusia yang tidak berdosa?
    Namun, kalau kita mau mengakui dosa dan segala keadaan kita, Tuhan mengampuni, menyelamatkan, menghapus segala dosa kita.

    Kalau dosa (beban terberat manusia) diselesaikan, semua masalah pasti juga Tuhan selesaikan.


  3. Keluaran 12:6b-8
    12:6b lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
    12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
    12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.

    Anak domba Paskah disembelih dan dimakan.
    Artinya: Firman Pengajaran benar harus dipraktekkan, sehingga ditulis di mulut dan tangan kita.

    • Firman ditulis di mulut = perkataan kita adalah hanya perkataan kesaksian tentang Firman Pengajaran benar.
      Jangan ada perkataan yang melemahkan, kata sia-sia, dusta, dsb.!

      Perkataan kesaksian mengalahkan setan.
      Sebaliknya, dengan perkataan-perkataan lain di luar Firman = kita dikalahkan/digagahi setan.
      Perkataan yang tidak baik harus segera dicabut/diselesaikan!

    • Firman ditulis di tangan = perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan Firman Pengajaran benar.

    Hasilnya:

    Keluaran 12:7
    12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.

    Darah dioleskan pada pintu rumah, artinya:

    • Nikah (pintu rumah tangga) kita disucikan dengan Firman.

      Waspada mulai dari permulaan nikah!
      Sistem "berburu" di luar penggembalaan = sistem hutan, yang ada bukan kasih tetapi hanya hawa nafsu daging. Nikah itu akan hancur!
      Laki-laki berburu perempuan sudah tidak baik, apalagi kalau perempuan berburu laki-laki, sudah tidak bisa dikatakan lagi.

      Yang sudah terlanjur salah dalam nikah: mohon ampun kepada Tuhan!
      Yang belum menikah: Jangan coba-coba, supaya nikah kita jangan hancur!

      Perjalanan nikah juga harus benar sesuai struktur nikah yang benar (suami, istri, anak), sampai nikah kita bisa mencapai nikah yang sempurna.

    • Pintu hati kita disucikan dengan Firman.

      Markus 7:21-23
      7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
      7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
      7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

    Memang untuk bisa disucikan, kita harus mengalami sengsara (seperti mengeluarkan darah).
    Namun, kalau hati kita disucikan, kita berbahagia, mata kita bisa memandang Tuhan = menyembah Tuhan = percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan.

    Matius 5:8
    5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

    Kita hanya berharap belas kasih Tuhan.
    Jangan berhenti memandang Tuhan sebelum belas kasihNya diturunkan!

    Hasilnya:
    Tuhan memandang kita dengan pandangan belas kasih dan anugerahNya, sebagai Imam Besar dan Raja segala raja.

    1. Markus 6:34-35, 41-42
      6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

      6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
      6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
      6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.

      • Tangan belas kasih dan anugerah Tuhan mampu memelihara hidup kita secara jasmani di tengah kesunyian/kesulitan dunia, di tengah segala keterbatasan kita.

      • Tangan belas kasih dan anugerah Tuhan mampu memelihara kita secara rohani: kita mengalami kepuasan dan ketenangan/perhentian/damai, semua jadi enak dan ringan (tidak ada lagi letih lesu dan beban berat).

    2. Lukas 22:60-62
      22:60 Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.

      22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."

      22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.


      Petrus sudah menyangkal Yesus 3x dan sebenarnya Yesus sudah berpaling dari Petrus (tidak lagi memandang Petrus).

      Namun, sekalipun sudah jatuh, kalau kita masih mau mendengar Firman dan tergembala (memperhatikan suara kokok ayam), pandangan belas kasih Tuhan mampu mengangkat kita.

      Pengangkatan Tuhan: kita bisa mengaku dosa dan tidak berbuat lagi.

    3. Yohanes 11:32-33, 35
      11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

      11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:

      11:35 Maka menangislah Yesus.


      Pandangan belas kasih Tuhan mampu menghapus segala kemustahilan.

      Maria hanya memandang Yesus, tidak memandang yang lain.
      Tangan belas kasih dan anugerah Tuhan diulurkan: Lazarus yang sudah mati dan busuk (busuk dalam dosa) bisa dibangkitkan, dipulihkan, bahkan dipakai menjadi saksi Tuhan.


Tuhan memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-04 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 23-24 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 05-10 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 22-24 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 10-12 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top