English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Juli 2012 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh...

Ibadah Doa Malang, 16 Oktober 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 3:1
3:1 Adapun Musa, ia biasa...

Ibadah Raya Malang, 29 Oktober 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:9-11
6:9 Dan...

Ibadah Raya Malang, 12 Juli 2009 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Yohanes 16:20, sukacita di dalam Tuhan diawali...

Ibadah Doa Malang, 19 Juli 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 16:21-28
16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali:ay. 29ay. 30ay. 31AYAT...

Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 36-46= GETSEMANE.
'Getsemane'= tempat pemerasan daging.
Di Getsemane, Yesus mengalami pemerasan daging (sengsara daging tanpa dosa= percikan darah).
Di akhir jaman, gereja Tuhan/pengikut-pengikut...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 Agustus 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 09 April 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Januari 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Januari 2010 (Senin Sore)
Matius 23: 43-44
2 peristiwa besar saat Tuhan datang: ...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 05 April 2015 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 6 tentang kebenaran Allah, buktinya:
Ada pribadiNya...

Ibadah Raya Malang, 05 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian, artinya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Juli 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 jemaat di Filadelfia.
Wahyu 3:7
3:7 "Dan...

Ibadah Doa Malang, 16 Agustus 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Palangkaraya, 23 September 2011 (Jumat Pagi)

TEMA: Lukas 7:16b   "Allah telah melawat umat-Nya."

Sebenarnya umat Allah adalah bangsa Israel dan keturunannya, sedangkan bangsa Kafir hanya seperti anjing dan babi.
Oleh kemurahan Tuhan, bangsa Kafir bisa menjadi umat Allah dan mendapat lawatan Allah.

Tuhan berbelas kasih untuk mengulurkan tangan pada orang muda yang mati sehingga bangkit kembali.
Pintu gerbang lawatan Allah = pintu gerbang kemurahan Tuhan.

Jika kita mau selalu hidup dalam kemurahan Tuhan, maka kita selalu mendapat lawatan dan jamahan/kuasa Allah.

NAIN juga berarti padang rumput (makanan bagi domba-domba) = penggembalaan.
Jadi, pintu gerbang lawatan Allah = pintu gerbang penggembalaan.

Bangsa Kafir yang tadinya anjing dan babi, setelah mendapat kemurahan dan lawatan Allah, diangkat menjadi domba Tuhan, MUTLAK/HARUS TERGEMBALA.
Kalau bangsa Kafir tidak mau tergembala, pasti kembali jadi anjing dan babi.

Pagi ini, bentuk lawatan Allah adalah Tuhan memberikan makanan kepada umatNya.

Rut 1:6
1:6. Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada  mereka.

(Dalam terjemahan lama: Tuhan menilik umatNya.)

Tuhan memberikan makanan rohani, yakni Firman Pengajaran yang benar.
Ada atau tidaknya lawatan Tuhan dalam gereja kita bisa diperiksa dari ada atau tidaknya makanan rohani.


Tuhan memberikan makanan rohani, dikaitkan dengan 2 hal:
  1. Untuk menolong umatNya (bangsa Israel), sebab terjadi kelaparan di Israel bahkan sampai di Betlehem (Rumah Roti).

    Sungguh ironis, terjadi kelaparan di rumah roti. Banyak kehidupan yang lapar/tidak puas secara rohani sekalipun berada di Bait Allah.
    Mengapa?

    • Gembala menyembunyikan dosa, terutama tidak mengembalikan perpuluhan kepada Tuhan atau salah menggunakan perpuluhan untuk kepentingan diri sendiri.

      Kalau gembala salah dalam perpuluhan:
      • tidak mengembalikan perpuluhan,
      • salah menggunakan perpuluhan,
      • atau bahkan sudah tidak dipercaya lagi dalam perpuluhan,
      maka tidak ada lagi persediaan makanan rohani untuk sidang jemaat.

      Gembala tidak bisa menyediakan makanan rohani bagi sidang jemaat.

    • Sidang jemaat muak terhadap Firman karena menyembunyikan dosa, terutama juga tidak mengembalikan perpuluhan = merampas milik Tuhan, merampas kepercayaan akan perpuluhan pada gembala.

  2. Belas kasih Tuhan kepada bangsa Kafir.
    Rut 2:10
    2:10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"

    Bangsa Kafir seharusnya tidak boleh makan roti.
    Remah-remah roti adalah bentuk kemurahan Tuhan.
    Sebab itu, jangan mengantuk saat pemberitaan Firman! Hargai Firman!

    Rut adalah bangsa Moab (bangsa Kafir).

    Rut 1:4
    1:4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.

    Ulangan 23:3
    23:3 Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya,

    Bangsa Kafir sebenarnya adalah binatang haram, tidak boleh masuk dalam jemaah Allah, hanya menuju kebinasaan selamanya.
    Masuk Bait Allah saja tidak boleh, apalagi masuk Surga.

    Jika bangsa Kafir mendapat makanan Firman Penggembalaan itu adalah kemurahan Tuhan, sehingga kita bisa masuk hidup kekal.

SYARAT bangsa Kafir bisa menerima lawatan Allah:
  1. Menerima panggilan Tuhan.
    Rut 2:11-12
    2:11 Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
    2:12 TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."

    Rut mau menikah dengan bangsa Israel dan menerima Allah orang Israel.

    Bukti menerima panggilan Tuhan:
    1. Meninggalkan bapa yang lama = setan, dosa.
      Yohanes 8:44
      8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

      Mulai dengan meninggalkan dosa pembunuh (iri, kebencian, dendam, dsb., bahkan kebencian tanpa alasan) dan pendusta.

      Kalau bangsa Kafir terlepas dari dosa kebencian dan dusta, maka ada harapan untuk terlepas dari segala dosa dan kita menjadi anak Tuhan (bukan lagi anak setan).

    2. Meninggalkan tanah kelahiran = keduniawian, pengaruh dunia (kesibukan, kesukaan, kesusahan, penderitaan, dsb., termasuk adat istiadat yang tidak sesuai dengan Firman).

      Dunia dengan segala pengaruhnya membuat kita tidak setia dan tidak benar dalam perkara rohani.

      Yakobus 4:4
      4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

      Jangan beralasan sibuk! Tuhan memanggil justru kehidupan yang sedang sibuk, seperti murid-murid yang sedang menjala ikan, supaya kita terlepas dari pengaruh dunia.

      Meninggalkan pengaruh dunia = setia.

    3. Meninggalkan keinginan daging.
      Rut 1:8-14
      1:8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: "Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku;
      1:9 kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya." Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras
      1:10 dan berkata kepadanya: "Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu."
      1:11 Tetapi Naomi berkata: "Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti?
      1:12 Pulanglah, anak-anakku, pergilah, sebab sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya pikirku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan sekalipun aku masih melahirkan anak laki-laki,
      1:13 masakan kamu menanti sampai mereka dewasa? Masakan karena itu kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? Janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku?"
      1:14 Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.

      Roma 8:7
      8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

      Keinginan daging membuat kita meninggalkan/melawan panggilan Allah = tidak taat = menambah masalah sampai hidupnya gagal total.
      Contoh: Orpa (namanya tidak disebut lagi).

      Sebaliknya, taat dengar-dengaran = menyelesaikan masalah (sekalipun tidak cocok bagi daging) dan permulaan keberhasilan.
      Contoh: Rut.

      Taat dengar-dengaran = menerima panggilan Tuhan.


  2. Menerima pilihan Tuhan = masuk dalam kegiatan di ladang Tuhan.
    Rut 2:1-3, 10
    2:1. Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.
    2:2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."
    2:3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.
    2:10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"

    Boas menunjuk pada Yesus, Mempelai Pria Surga.
    Berada di ladang Tuhan = melayani Tuhan.

    Kalau kita bisa melayani Tuhan, itu pilihan Tuhan.
    Di antara sekian banyak orang, dipilih satu untuk disucikan dan melayani Tuhan.

    Di ladang Tuhan, bangsa Kafir mendapat kemurahan, belas kasihan dan lawatan Tuhan.

    • Di luar ladang Tuhan = tidak ada belas kasih Tuhan, hanya ada hukuman.
    • Tinggalkan ladang Tuhan = kehilangan belas kasih Tuhan, dan segera masuk ladang babi (kejahatan dan kenajisan) menuju pembangunan tubuh Babel, binasa selamanya, seperti Orpa yang namanya tidak disebutkan lagi.

    Dasar pelayanan adalah memungut jelai untuk dimakan = mendengar dan dengar-dengaran pada Firman Penggembalaan, sampai mendarah-daging, menjadikan pertumbuhan dan kekuatan untuk melayani Tuhan.

    Kalau tidak mau makan pasti tidak bisa melayani.

    Sistem Tuhan adalah makan dulu (makanan rohani), baru bekerja.

    Matius 7:21-23
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

    Melayani tanpa ketaatan pada Firman Pengajaran benar = pembuat kejahatan, yang akan ditolak Tuhan.

    Dalam Perjanjian Baru, dituliskan tentang kehidupan Maria sebagai contoh.
    Marta sibuk melayani sampai menghakimi Maria.
    Namun, Tuhan katakan bahwa Maria telah memilih bagian terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.

    Maria memulai dengan duduk di bawah kaki Tuhan, mendengar dan dengar-dengaran pada Firman Tuhan.


  3. Dikhususkan oleh Tuhan = berada di bawah kaki Boas (Yesus, Mempelai Pria Surga).
    Rut 3:8-11
    3:8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
    3:9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."
    3:10 Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.
    3:11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

    Banyak dipanggil, namun sedikit yang dipilih (jumlahnya masih cukup banyak).
    Selanjutnya, yang sampai di kaki Boas hanya satu.

    Rut harus dalam persiapan khusus untuk bisa berada di bawah kaki Boas.

    Rut 3:1-4
    3:1. Lalu Naomi, mertuanya itu, berkata kepadanya: "Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?
    3:2 Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan;
    3:3 maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum.
    3:4 Jika ia membaringkan diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan."

    1. Mandi.
      Seharian di ladang kalau tidak mandi, pasti kotor dan bau. Demikian keadaan banyak hamba/pelayan Tuhan di akhir zaman, secara rohani kotor dan bau di hadapan Tuhan.

      Mandi = mengalami penyucian oleh pekerjaan pedang Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

      Pedang Firman dan Perjamuan Suci tidak bisa dipisahkan.
      Harus ada pedang Firman dulu, baru Perjamuan Suci, supaya ada kuasa penyucian.

      Dalam Tabernakel, Firman dan Perjamuan Suci menunjuk pada Meja Roti Sajian.
      Bagi kita sekarang: ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.

      Keluaran 25:29
      25:29 Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau membuat semuanya itu dari emas murni.

      Roti menunjuk pada tubuh Kristus, sedangkan korban curahan adalah darah Yesus.

      Kelak, Meja Roti Sajian menjadi terang bulan berwarna merah di bawah kaki mempelai.

    2. Berurap.
      Urapan Roh Kudus dengan karunia-karuniaNya = Pelita Emas = ketekunan dalam Ibadah Raya.
      Kalau kita bertekun, kelak menjadi terang 12 bintang di atas kepala mempelai.

    3. Pakai pakaian bagus.
      Kita mengganti pakaian yang sudah kumal dan robek-robek dengan pakaian baru lewat ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = Mezbah Dupa Emas.

      Kalau kita bertekun, kelak menjadi pakaian/selubung matahari.

    Jadi, persiapan khusus = berada dalam kandang penggembalaan, terutama menghadapi keadaan tengah malam (puncak dosa adalah dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan).

    Lewat penggembalaan, kita memiliki terang bulan, bintang dan matahari.
    Kalau bertekun, kegelapan semakin disingkirkan sampai 100% terang.

    Hanya lewat ketekunan dalam penggembalaan, kita bisa mengalahkan puncak kegelapan dosa, bahkan kita menjadi terang dunia.

    Wahyu 12:1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Sistem penggembalaan adalah sistem asuhan, sistem teladan.
    Jadi, mulai dari seorang gembala terlebih dulu harus tekun dalam kandang penggembalaan, baru sidang jemaat mengikuti.

Baru setelah itu, Rut bisa menerima naungan sayap = lawatan Allah.

Rut 3:9
3:9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

Wahyu 12:14
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Tuhan tidak pernah menipu kita.
Kalau ada terang bulan, bintang dan matahari, tidak ada alasan bagi Tuhan untuk tidak mengembangkan naungan dua sayapNya atas kita.

Ketekunan dalam penggembalaan menghasilkan keuntungan besar, yakni dua sayap burung nazar yang besar = kemurahan (Firman) dan kebaikan (Roh Kudus) dari Tuhan.

Raja Daud bersaksi, dalam penggembalaan ia menemukan kemurahan dan kebaikan Tuhan.

Proses untuk mendapat sayap yang besar adalah makan dan goncangan.
Setelah makan, anak-anak burung rajawali memang harus digoncang supaya sayap dilatih menjadi besar dan kuat.

Ulangan 32:10-12
32:10 Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.
32:11 Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
32:12 demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

Boleh punya ijazah tinggi, deposito banyak, namun jangan bergantung pada semuanya itu.
Semakin antikris berkuasa, semuanya semakin tidak berarti.

Kita hidup dari kemurahan dan kebaikan Tuhan.
Kegunaan naungan sayap Tuhan:
  • Tangan kemurahan dan kebaikan Tuhan sanggup memelihara dan melindungi kita di tengah dunia yang tandus dan sulit.

  • Tangan kemurahan dan kebaikan Tuhan sanggup memberikan kelegaan, perhentian, kehangatan kepada kita, di tengah ketandusan dunia.
    Mazmur 118:1-7
    118:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    118:2 Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
    118:3 Biarlah kaum Harun berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
    118:4 Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
    118:5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.
    118:6 TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
    118:7 TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku.

    Semua menjadi enak dan ringan.
    Dua tangan kemurahan dan kebaikan Tuhan juga mampu menolong kita, menyelesaikan semua masalah kita.

    Kalau bergantung pada toko, deposito, jemaat, semua justru jadi berat.
    Namun, dalam kemurahan dan kebaikan Tuhan, semua jadi enak, ringan dan selesai.

  • Tangan kemurahan dan kebaikan Tuhan sanggup melakukan keajaiban-keajaiban besar seorang diri.
    Mazmur 136:4
    136:4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

    Kalau pagi ini kita diizinkan menderita 'seorang diri', semuanya Tuhan izinkan untuk memberi kesempatan supaya kita bisa mendekat kepada Dia yang juga 'seorang diri' di atas kayu salib.

    Saat kita dikucilkan dan ditinggal sendiri, semua tidak mau tahu, jangan marah!

    Yesus MAMPU melakukan keajaiban-keajaiban besar;
    • Secara jasmani: yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    • Secara rohani: kita diubahkan menjadi manusia rohani sedikit demi sedikit sampai sama sempurna seperti Dia.

Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top