English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 25 Mei 2014)
Tayang: 09 Desember 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 Februari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 20 Juli 2014)
Tayang: 17 Juli 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 10 Juni 2007)
Tayang: 23 Maret 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 13 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Juni 2014)
Tayang: 21 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 Maret 2014)
Tayang: 17 Mei 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 Juli 2014)
Tayang: 22 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 21 Oktober 2007)
Tayang: 29 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Januari 2007)
Tayang: 28 April 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 19 Agustus 2007)
Tayang: 03 November 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 07 Oktober 2007)
Tayang: 01 Maret 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 30 November 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 16 Juni 2020

Kita masih mempelajari kitab Wahyu pasal 2 dan pasal 3 secara sekaligus yang menunjuk pada tujuh kali percikkan darah di depan tabut perjanjian, yang berarti untuk sekarang ini adalah penyucian terakhir yang TUHAN lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir/sidang jemaat akhir jaman supaya menjadi tidak bercacat cela/sempurna seperti YESUS = menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

Ketujuh sidang jemaat bangsa kafir itu satu per satu mengalami penyucian terakhir supaya menjadi tidak bercacat cela = menjadi sempurna seperti YESUS = menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

Ketujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami penyucian terakhir dimulai dari:

  1. Sidang jemaat di Efesus => Wahyu 2: 1 - 7
  2. Sidang jemaat yang kedua di Smirna => Wahyu 2 : 8 - 11
  3. Sidang jemaat yang ketiga di Pergamus => Wahyu 2: 12 -17

Penyucian terakhir kepada sidang jemaat di Pergamus adalah mereka harus meninggalkan ajaran palsu yaitu ajaran Bileam dan ajaran Nikolaus.
Ajaran Bileam = suka upah sedangkan ajaran Nikolaus = mengumpulkan orang banyak dengan menghalalkan segala cara/dengan cara-cara dunia dengan tujuan jika banyak orang = banyak uang. Ajaran Bileam dan ajaran Nikolaus ini masih ada di dalam jemaat Pergamus.

Jemaat Pergamus ini merupakan jemaat yang luar biasa sebab berada di takhta iblis bahkan ada yang dibunuh tetapi mereka tidak menyangkal iman => luar biasa!! Sekali-pun mereka merupakan jemaat yang luar biasa tetapi ada satu kekurangan dari mereka dan jika hal itu dibiarkan/tidak disucikan => sama saja karena tidak dapat menjadi sempurna dan di saat YESUS datang, mereka akan ketinggalan. Itu sebabnya penyucian terakhir itu penting bagi sidang Pergamus yaitu mereka harus meninggalkan pengajaran palsu yaitu ajaran Bileam yang menyukai upah dan ajaran Nikolaus yang mengumpulkan banyak orang dengan cara-cara dunia/dengan menghalalkan segala cara dan tujuannya adalah banyak orang, banyak uang. Semoga kita dapat mengerti.

Tetapi, kita membaca di dalam kitab Wahyu 2 : 17, Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh, kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun selain oleh yang menerimanya."

Jadi, ada dua janji TUHAN kepada sidang jemaat Pergamus jika mereka mau mengalami penyucian terakhir = mau meninggalkan ajaran-ajaran palsu yaitu ajaran Bileam dan ajaran Nikolaus maka TUHAN menjanjikan

  1. manna yang tersembunyi
  2. batu putih yang di atasnya tertulis nama baru

Sekarang ini, kita mempelajari tentang manna yang tersembunyi =>
Keluaran 16 : 14, 15,
14. Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.
15. Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.

Apakah ini? Pada waktu itu bangsa Israel bersungut-sungut meminta makan roti dan daging dan TUHAN menuruti permintaan mereka => pada petang hari berduyun-duyun datang burung puyuh diperkemahan mereka sehingga mereka hanya menangkap burung-burung itu dan tinggal memakannya. Kemudian pada pagi hari TUHAN mengirimkan sesuatu yang halus seperti embun beku, lalu mereka bertanya => apakah ini? Itulah manna. Manna berarti apakah ini? Bangsa Israel tidak mengerti sehingga mereka bertanya 'apakah ini'? Banyak kehidupan yang tidak mengerti atau tidak mau mengerti tentang Firman ALLAH.

Musa menjawab => 'inilah roti yang diberikan oleh TUHAN kepadamu sebagai makananmu.
Jadi, manna =

  • roti yang diberikan oleh TUHAN sebagai makanan atau
  • roti yang turun dari surga (Yoh 6)
    Sebenarnya manna ini tersembunyi di surga, tetapi sudah dikirimkan kebumi; jadi, manna itu adalah


    • Firman ALLAH yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab = Firman ALLAH yang merupakan wahyu/ilham dari TUHAN. Dari surga, bukan dari mana-mana. Inilah bedanya, jika Firman ALLAH itu merupakan wahyu/ilham dari TUHAN, bukan merupakan rekayasa atau lawak-lawak dari manusia, maka Firman ALLAH itu mengandung kuasa dari TUHAN. sedangkan kalau Firman TUHAN itu bukan berasal dari TUHAN tetapi dari manusia dan ini hanya untuk manusia tertarik, maka Firman ALLAH itu ditambah dengan lawakan, pengetahuan, ilustrasi atau dongeng-dongeng, maka tidak ada kuasa dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    • Firman yang diulang-ulang = setiap pagi diturunkan; jadi manna ini juga berbicara tentang Firman penggenbalaan; di dalam kitab Mazmur 78 : 23 - 25,
      23. Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit
      24. menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit
      25.setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.


  • Manna = roti malaikat. Roti = Firman, malaikat = gembala => Firman penggembalaan. Diulang-ulang, jadi setiap pagi makan manna/roti malaikat/roti dari surga yang mengandung kuasa dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Ada tiga macam kuasa dari TUHAN di dalam Firman yang dibukakan rahasianya/Firman penggembalaan yang benar yaitu:

  1. kuasa penyucian => Keluaran 16 : 31, Umat Israel menyebutkan namanya manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.

    Manna itu berwarna putih dan putih ini menunjuk pada kebenaran. Apa arti dari kebenaran? Yohanes 17 : 17, Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

    Jadi, kebenaran adalah:


    • sesuatu yang dapat menyucikan/yang menguduskan
    • kebenaran adalah Firman-Mu


    Jadi, jika keduanya digabung maka kebenaran adalah Firman ALLAH yang menyucikan.

    Jadi manna berwarna putih adalah:


    • pembukaan Firman/Firman yang dibukakan rahasia-Nya atau
    • Firman penggembalaan yang mengandung kuasa penyucian. Semoga kita dapat mengerti.


    Mazmur 119 : 9, Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

    Tetapi masih diterangkan di dalam kitab perjanjian baru, Firman yang bagaimana?
    Yohanes 15 : 3, Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Firman yang dikatakan oleh YESUS/Firman yang dibukakan rahasia-Nya atau ayat menerangkan ayat. Ayat itu perkataan YESUS, kalau diterangkan dengan ayat = perkataan YESUS. Inilah Firman yang merupakan perkataan YESUS = Firman yang dibukakan rahasia-Nya. Jadi jelas, Mazmur 119 : 9, dengan apakah kaum muda mempertahankan kelakuannya bersih? dan Yohanes 15 : 3, kamu memang sudah bersih oleh Firman yang Ku-katakan.

    Jadi, di sini sudah jelas, yaitu manna yang berwarna putih atau Firman yang dibukakan rahasia-Nya = Firman yang merupakan perkataan YESUS Sendiri = Firman penggembalaan sanggup untuk menyucikan kita dari dua hal yaitu:


    • Dari dosa Yudas. Di dalam Yohanes 15 : 3, bersih itu merupakan ulangan dari Yohanes 13 : 10,11, yaitu penyucian terhadap dosa Yudas.
      Yohanes 13 : 10,11,
      10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
      11. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: " Tidak semua kamu bersih."

      Dosa Yudas =


      • dosa kejahatan = mencuri milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Yudas seorang pencuri
      • pura-pura/munafik, ia mencium YESUS di taman Getsemani untuk menyerahkan YESUS; murid-murid yang lain melarikan diri, tetapi Yudas mencium YESUS untuk menyerahkan/menjual Dia


      • pendusta => bukan aku. Setiap Firman, sampai terakhir, 'siapa yang mencelupkan roti bersama dengan Aku, dialah itu => bukan aku/pendusta sekali-gus ia adalah seorang


      • pendakwa => karena ia mengatakan bukan aku, ini berarti murid yang lain = Yudas mendakwa sebelas orang
      • pengkhianat = Yudas Iskariot sipengkhianat


      Inilah dosa kejahatan Yudas yang membuat kaki dari seorang hamba TUHAN yang seharusnya membawa kabar baik/Kabar Mempelai itu betapa indahnya kaki itu, tetapi karena terkena dosa Yudas, maka kaki dari seorang hamba TUHAN/seorang pelayan TUHAN menjadi:


      • kaki yang paling kotor
      • yang paling tidak indah
      • yang paling busuk


      Itulah kalau seorang hamba TUHAN menyimpan dosa Yudas/dosa kejahatan yang adalah seorang pencuri, pura-pura/munafik, pendusta, pendakwa dan pengkhianat = tidak setia di dalam ibadah pelayanan sampai meninggalkan TUHAN.

      Jika seorang hamba TUHAN (saya juga seorang hamba TUHAN) dan kita semua merupakan pelayan TUHAN menyimpan dosa-dosa Yudas, maka kaki kita/perjalanan kehidupan kita paling kotor dan juga paling busuk. Tetapi sebaliknya, kalau sekarang ini kita mau disucikan oleh manna/Firman yang dibukakan rahasianya/pedang Firman/Firman penggembalaan yang diulang-ulang, seperti pedang yang menyambar-nyambar, maka kaki kita merupakan kaki yang indah/perjalanan hidup kita menjadi indah. Semoga kita dapat mengerti.


    • Mazmur 119 : 9, Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?

      Dosa seorang muda. Dosa seorang muda ini, menunjuk pada dosa kenajisan/dosa Babel. Kita benar-benar disucikan lewat manna yang berwarna putih/Firman yang dibukakan rahasianya/Firman yang di wahyukan/Firman penggembalaan yang memiliki kuasa untuk menyucikan kita dari dosa Yudas dan juga menyucikan kita dari dosa orang muda yang adalah dosa kenajisan/Babel. Kehancuran nikah dan buah nikah, dapat disucikan.

      Untuk kaum muda remaja, mari!! jaga kesucian dan kita juga sekali-pun sudah beberapa tahun menikah, juga harus tetap menjaga kesucian dengan manna/Firman penggembalaan/Firman yang dibukakan rahasianya; bukan dari manusia tetapi langsung dari TUHAN yang seharusnya tersembunyi di surga, tetapi TUHAN sudah menyatakan kepada kita. Inilah janji TUHAN kepada kita yaitu akan Ku-berikan manna yang tersembunyi; tersembunyi ini bukan hanya untuk orang dunia, tetapi juga tersembunyi bagi orang Kristen yang juga banyak tidak mengerti tentang Firman dengan terus mengatakan 'apa ini, apa ini'. Pemberitaan Firman yang keras => 'apa ini ?', pemberitaan Firman yang lama => 'apa ini?'. Selalu tidak pernah mengerti rencana dari TUHAN, itu sebabnya bagi kita yang mengerti, kita disucikan dari dosa Yudas dan juga dari dosa orang muda.

      Di dalam 1 Raja-raja 3, saudara dapat mulai membaca mulai dari ayat 16 sampai dengan ayat 28 yang menceritakan tentang dua orang sundal yang masing-masing memiliki anak dan pada malam hari mereka tidur, yang satu ditindih sampai mati, tinggal satu yang hidup. Mereka berdua mendatangi raja Salomo karena saling berebutan. Sundal ini menunjuk pada nikah yang hancur dan anak yang mati = buah nikah yang hancur; mereka saling berebutan anak => 'ini anakku, ini anakku, ini anakku' tidak ada saksi, hanya mereka berdua saja.

      Bagaimana raja Salomo dapat menyelesaikan masalah itu yang merupakan masalah internasional yang tidak dapat ditanggulangi sampai hari ini sebab tidak ada pakarnya yaitu kehancuran nikah dan buah nikah. Salomo, mengambil pedang (ini adalah wahyu/Firman yang dibukakan rahasianya yang bagaikan pedang Firman yang lebih tajam dari pedang yang bermata dua/wahyu dari TUHAN). Inilah ceritanya.

      1 Raja-raja 3 : 16, 22,24, 25
      16. Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya.
      22.Kata perempuan yang lain itu: "Bukan! Anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati." Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: "Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup." Begitulah mereka bertengkar di depan raja.
      24. Sesudah itu raja berkata:"Ambilkan aku pedang," lalu dibawalah pedang kedepan raja.
      25. Kata raja: Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain."
      26. Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja , sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia. "Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!"

      Ay 25, memang pekerjaan pedang itu seperti kejam/tidak ada kasih. Ia hanya mengatakan pengajaran-pengajaran tetapi tanpa kasih; seringkali kita dikatakan seperti itu dan ini seperti yang dilakukan oleh Salomo yang akan membagi dua anak yang menjadi rebutan. Memang pekerjaan dari pedang itu harus tegas dan bukannya tanpa kasih => penyucian itu harus tegas ketika menghadapi dosa Babel, harus radikal/tegas!! Tidak dapat hanya sepotong-sepotong. Sebagai contoh, kalau dulu merokok tiga bungkus sehari, sekarang dikurangilah menjadi satu bungkus saja => ketika kita menghadapi dosa kenajisan, kita tidak dapat bertindak seperti itu, tetapi kita harus radikal dengan berkata, ya, ya, tidak, tidak!! bukan tanpa kasih, tetapi ketegasan.

      Ay 26, sekali-pun Firman penyucian itu sakit bagi daging dan rasanya seperti kita ini dibacok tetapi di dalamnya ada belas kasihan dari TUHAN Imam Besar. Akhirnya Salomo mengetahui mana ibu yang sebenarnya yaitu ibu yang berbelas kasih kepada anak itu.

      Jadi, disini sudah jelas yaitu kalau kehidupan kita mau disucikan dari kejahatan dan kenajisan = dari kehancuran nikah dan buah nikah, maka di dalam penyucian itu ada belas kasih dari Imam Besar untuk menyelesaikan masalah sampai-pun masalah internasional yaitu nikah dan buah nikah yang hancur dapat diselesaikan oleh TUHAN, tinggal kita mau atau tidak. Inilah manna yang berwarna putih. Jadi, jika kita mau disucikan/penyucian dari dosa Yudas dan kenajisan oleh Firman yang dibukakan rahasianya/ pedang Firman/Firman penggembalaan yang diulang-ulang = pedang yang menyambar-nyambar, maka kita akan menerima belas kasih dari YESUS Imam Besar untuk menyelesaikan semua masalah sampai masalah nikah dan buah nikah yang sudah hancur di pulihkan kembali. Semoga kita dapat mengerti.


    Mari! Mungkin kita merasa seperti ibu ini yang berkata: punyaku, punyaku yang kemudian akan dipenggal, seperti sudah sampai pada puncak penderitaan dan sudah tidak memiliki harapan lagi bagi ibu yang memiliki anak yang masih hidup itu. Penggal menjadi dua = seperti sudah mustahil. Tetapi di saat kita merasa semuanya sudah mustahil, tetapi jika kita mau disucikan dari dosa Yudas dan juga dari dosa kenajisan, maka disitu ada belas kasih dari Imam Besar yang menghapus segala kemustahilan sampai pada masalah nikah/kehancuran nikah dan buah nikah dapat ditolong/di pulihkan oleh TUHAN untuk mencapai perjamuan kawin Anak Domba/nikah yang sempurna.

    Kita jangan berputus asa, jika mata kita melihat bahwa semuanya sudah bertambah hancur tetapi jika kita mau disucikan dari dosa kejahatan/ dosa Yudas dan juga dari dosa orang muda/dosa kenajisan, maka belas kasih TUHAN akan turun dan kita terus menerus menampung belas kasih TUHAN dan satu waktu kita betul-betul sampai pada waktu-Nya TUHAN dan semuanya akan selesai. Sampai kehancuran nikah dan buah nikah dapat disatukan/dapat dipulihkan mencapai nikah yang sempurna. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN dan TUHAN akan menolong kita semua. Ini yang pertama kuasa dari TUHAN di dalam Firman yang dibukakan rahasianya/Firman penggembalaan yang benar.


  2. kuasa kekekalan => Keluaran 16 : 31, Umat Israel menyebutkan namanya manna; warnanya putih seperti ketumbar.

    Bentuk dari manna ini seperti ketumbar/bulat-bulat kecil. Bulat = bundar = tidak berujung dan juga tidak berpangkal = tidak ada ujung pangkalnya. Kalau seperti tongkat, ada ujung dan juga ada pangkal. Bulat/tidak berujung ini menunjuk pada kekekalan, jadi ada kuasa kekekalan. Semoga kita dapat mengerti.

    Yang pertama, manna/kuasa penyucian ini berhadapan dengan dosa sehingga kekuatan manusia, kepandaian, raja juga tidak dapat menyelesaikan dosa, hanya pedang/manna yang dapat menyelesaikan dosa. Sedangkan yang kedua ini menghadapi dunia. Dunia ini sedang hancur/lenyap, tetapi kalau kita mau menerima manna/Firman yang dibukakan rahasianya/Firman penggembalaan yang diulang-ulang membuat hidup kita menjadi kekal, tidak binasa bersama dengan dunia.

    1 Yohanes 2 : 15 - 17,
    15. Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
    16. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
    17. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

    Ay 17, tetap hidup selama-lamanya = bundar/bulat = kekal.
    Itu sebabnya kita harus memperhatikan dengan baik-baik sebab ada tiga kekuatan di dunia ini yang hendak menghancurkan atau mau membinasakan kita semua.

    Ketiga kekuatan itu adalah:


    • keinginan mata, ini sudah terjadi pada Hawa ketika ia melihat buah yang dilarang oleh TUHAN, ia justru semakin tertarik dan pada akhirnya Hawa menjadi tidak taat dan juga tidak dengar-dengaran = berbuat dosa. Hawa jatuh pada keinginan mata sehingga ia makan buah dari pohon yang dilarang oleh TUHAN sehingga ia diusir kedunia. Diusir kedunia itu berarti binasa untuk bersama dunia.

      Untuk sekarang, keinginan mata ini sudah meningkat, waktu yang lalu hanya ingin akan buah yang dilarang oleh TUHAN sehingga membuat tidak taat dan dengar-dengaran. Tetapi sekarang meningkat menjadi dosa makan minum/soal makan dll yang membuat kita juga tidak taat dan kita benar-benar akan binasa bersama dengan dunia. Kita ditarik oleh keinginan mata ini dan jika ada keinginan mata, kita akan jatuh dalam dosa makan minum/kita benar-benar diperdaya oleh dunia/ditaklukan oleh dunia dan binasa bersama dunia. Inilah keinginan mata.


    • keinginan daging, Roma 8 : 7, sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

      Tidak takluk = tidak taat. Jadi kita tinggal memilih => mau mengikuti keinginan daging, berarti kita kita tidak taat pada hukum Allah = berada di luar rel dari kehendak TUHAN. Kalau kereta berada di luar rel, maka kereta akan anjlok. Itu sebabnya kita jangan coba-coba dan berkata: "oh, Firman begini, tetapi kehendak saya itu begini (dan ini soal apa saja) pasti akan lebih bagus". Kita jangan berkata seperti itu, sebab kalau berada di luar rel, maka akan anjlok. Sekali-pun mungkin kereta apinya berasal dari Jepang dan super cepat dan super hebat, tetapi kalau berada di luar rel, akan hancur, tetapi kalau kereta apinya mungkin hanya memakai batu bara dan ia tetap berada di atas rel, maka kereta itu akan tetap maju. Kemampuan kita mungkin hanya terbatas, tetapi kalau tetap berada diatas rel dari kehendak TUHAN, maka akan tetap maju = kita dapat menggapai masa depan kita/masa depan kita akan tercapai. Jadi, keinginan daging ini membuat kita tidak taat dengar-dengaran kepada Firman TUHAN, sehingga membuat kita binasa bersama dengan dunia. Untuk sekarang, keinginan daging menunjuk pada dosa kawin mengawinkan = dosa sex dengan berbagai ragamnya. Ini terjadi sampai pada kehancuran nikah dan buah nikah, itu sebabnya kita harus berhat-hati, sebab yang banyak membuat kita berada di luar rel/tidak taat pada kehendak TUHAN adalah persoalan nikah dan buah nikah ini.

      Seringkali pada nikah yang salah sebab kita berada di luar rel dan ini bagaimana kita dapat maju; kalau kereta berada di luar rel, siapa yang mau mendorong? Apakah orang tua yang mendorong kereta api? Mendorong mobil saja sudah susah, apalagi mendorong kereta api yang sudah berada di luar rel? tidak akan bisa. Ada banyak ketidak taatan tetapi ini yang terutama yaitu dosa kawin mengawinkan/dosa sex dengan berbagai ragamnya yaitu penyimpangan sex seperti homo sex, lesbian, sex pada diri sendiri sampai pada nikah yang salah. Ini yang membuat kita tidak taat dan dengar-dengaran pada Firman ALLAH/Firman yang dibukakan rahasianya/wahyu/ilham dari TUHAN. Kalau kita tidak taat, berarti kita dikalahkan oleh dunia dan akan binasa bersama dengan dunia.


    • keangkuhan hidup, artinya 'mengandalkan sesuatu lebih dari TUHAN' sehingga:


      • kita mengabaikan TUHAN
      • mengabaikan ibadah pelayanan kepada TUHAN = tidak setia, dan jika diteruskan akan sampai
      • melawan TUHAN = tidak taat pada Firman yang dibukakan rahasianya. Dan ini berarti sudah terang-terangan melawan. Firman mengatakan 'a', kehidupan itu mengatakan 'b', Firman mengatakan ' tidak boleh, ia mengatakan 'boleh'. Seperti setan yang sangat angkuh. TUHAN berfirman kepada Hawa, semua buah pohon di taman, boleh kau makan buahnya dengan bebas; tetapi setan berkata kepada Hawa, semua buah pohon di taman ini jangan kau makan buahnya. Ini benar-benar angkuh sebab melawan TUHAN. Itu sebabnya kita harus berhati-hati sekali-pun seorang pendeta yang berkata, tetapi kita harus mencocokannya dengan Firman TUHAN; seringkali pendeta itu juga ada yang angkuh sebab mau lebih dari TUHAN, setan juga angkuh sebab ia juga mau melebihi TUHAN. Firman ditambah,dikurangi, diubah. Semoga kita dapat mengerti.


      Inilah tiga kekuatan di dunia yang mau membinasakan kita yaitu:


      • keinginan mata
      • keinginan daging dan
      • keangkuhan hidup


    Kehidupan yang tidak taat itu bagaikan diterjang oleh arus dunia sehingga akan binasa bersama dunia untuk selamanya => 1 Yohanes 2 : 17a, Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya. = diterjang oleh arus dunia dan binasa/lenyap bersama dunia ini.

    1 Yohanes 2 : 17b, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

    Melakukan kehendak ALLAH = tetap berada di atas rel kehendak TUHAN bagaikan manna yang bundar/bulat = kekal selama-lamanya/tidak ada ujung mau-pun pangkal. Semoga kita dapat mengerti.

    Jadi, kehidupan yang tidak taat, akan diterjang oleh arus dunia/binasa bersama dunia, tetapi kita harus berusaha untuk selalu taat dengar-dengaran pada pembukaan Firman ALLAH/wahyu/ilham dari TUHAN supaya kita menang atas dunia dan kita mendapatkan hidup kekal selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah arus dari dunia yang sedang menerjang tiga hal yaitu:


    • einginan mata lebih dahsyat. Kalau di dalam kitab Kejadian, melihat buah dan untuk sekarang melihat dosa makan minum
    • keinginan daging menunjuk pada dosa percabulan/nikah yang hancur yang melanda kehidupan dari para hamba TUHAN dan juga dari anak-anak TUHAN dan


    • keangkuhan hidup. Mari bagi kaum muda, jangan angkuh; seringkali kalian melawan kepada orang tua, tetapi masih minta uang kepada mereka. Inilah orang yang angkuh. Itu sebabnya kita semua harus belajar untuk taat supaya tidak diterjang oleh arus dunia sehingga binasa bersama dunia. Kita semua berusaha untuk taat supaya kita menang atas dunia sehingga kita menerima hidup yang kekal. Inilah manna yang bentuknya seperti ketumbar. Semoga kita dapat mengerti.


  3. kuasa kebangkitan
    Ada tiga macam kuasa di dalam manna/Firman yang dibukakan rahasianya yang sebenarnya tersembunyi tetapi surga sudah dibuka oleh TUHAN = manna diturunkan yang kita pegang sampai hari ini yaitu wahyu dari TUHAN lewat alm opa van Gessel yaitu pengajaran tabernakel dan pengajaran Mempelai. Tidak semua orang mengetahui sebab manna tersembunyi untuk selama-lamanya tersembunyi tetapi bagi kita sudah dibukakan rahasianya. Ini yang harus kita pegang, kita jangan menambah atau mengurang dan kita praktekKan yaitu taat dengar-dengaran sehingga ada:


    • kuasa penyucian
    • kuasa kekekalan dan
    • kuasa kebangkitan


    Keluaran 16 : 31, Umat Israel menyebutkan namanya manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.

    Rasanya seperti rasa kue madu = manis seperti madu.
    Wahyu 10 : 10, Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya.

    Ada pahit dan juga ada manis = ada mati dan juga ada bangkit. Pahit itu mati/yang lama mati dan manis itu bangkit/yang baru itu bangkit = kuasa kebangkitan dalam Firman yang dibukakan rahasianya/wahyu dari TUHAN/ilham dari TUHAN/Firman penggembalaan yang sanggup untuk:


    • memindahkan kita dari pahit ke manis = dari maut kepada hidup yang kekal
    • mengubahkan/memindahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS = manusia yang manis/manusia yang rohani.


    Salah satu contoh dari manusia yang manis yang dimulai dari masih anak-anak sampai menjadi kaum muda yang seterusnya manis => Kejadian 39 : 6, Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

Inilah contoh dari manusia manis yang sekarang adalah manusia rohani seperti YESUS yang sudah mengalami kuasa kebangkitan/kuasa keubahan dari manusia daging menjadi manusia yang rohani seperti YESUS Dan contohnya adalah Yusuf.

Yusuf ini merupakan gambaran dari gereja Mempelai/Mempelai Wanita TUHAN; jaman akhir => Yusuf lahir pada masa tua Yakub (Yakub ini gambaran dari ALLAH Roh Kudus) = sudah masa akhir itulah gereja Mempelai Wanita.

Yusuf sebagai gambaran dari Mempelai Wanita TUHAN, harus memiliki sikap yang manis/manis sikapnya dan elok parasnya = gereja akhir jaman/Mempelai Wanita TUHAN harus memiliki manis sikapnya dan elok parasnya.

Manis sikapnya: ini menunjuk keubahan hidup bagian dalam = bagian batin = menyangkut keubahan sikap/karakter. Bagian dalam/sikap/batin harus diubahkan supaya manis sikapnya menjadi seperti YESUS.

1 Petrus 3 : 4, 5,
4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya.

Kalau kita menerima manna yang tersembunyi, maka kita juga memiliki sifat yang tersembunyi/perhiasan batin yang tersembunyi yaitu lemah lembut, pendiam dan penurut.

Kalau seorang anak, kaum muda, seorang ayah dan seorang ibu manis sikapnya, dapat dilihat jika ia seseorang yang memiliki sifat lemah lembut, pendiam dan penurut/tunduk dan ini merupakan sifat/karakter dari Mempelai Wanita.

Lemah lembut = kemampuan untuk menerima Firman sekeras dan setajam apa-pun = dapat saling mengaku dan saling mengampuni. Inilah manis sikapnya; kalau bersalah, maka kita harus gentle/berani mengakui, kalau benar, maka kita harus mengampuni dosa orang lain. Sehingga semuanya menjadi beres.

Pendiam =

  • tidak banyak memberi komentar yang negatif dllnya
  • banyak koreksi diri.

Penurut/tunduk sampai daging tidak bersuara. Inilah sifat yang manis seperti YESUS.
Kalau kita memiliki sifat/tabiat seperti YESUS, yaitu lemah lembut, pendiam dan penurut di dalam batin/di hati maka akan meluap di mulut. Keubahan bagian dalam/manusia batiniah, bagian batin/sifat tabiat diubahkan, akan dapat tercermin di mulut

Efesus 4 : 24, 25,
24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

Inilah tercermin dari mulut. Jadi, keubahan bagian dalam/batin dapat dilihat dari keubahan dalam perkataan sampai tidak berdusta, artinya:

  • perkataan yang benar dan baik sehingga menjadi berkat bagi semua orang
  • perkataan yang manis. Perkataan yang manis = karakter yang manis dan ini yang disebut manis sikapnya. Bukan dibuat-buat supaya terlihat manis atau cara berjalan yang dibuat-buat atau kata-katanya itu diatur => bukan!! Tetapi asli dari dalam/batin ini yang diubahkan.

Jika di dalam rumah tangga semua orang berkata manis, maka rumah tangga itu akan menjadi manis seperti madu; di dunia ini ada istilah berbulan madu dan ini berarti hanya satu bulan, tetapi kalau perkataan manis = berbulan madu terus menerus sampai TUHAN datang yang kedua kali = sampai perjamuan kawin Anak Domba dan ini yang paling manis.

Nikah di Kana, resah, kuatir dll karena tidak ada air anggur, semuanya sudah tawar dan pahit; tetapi terakhir, cedok dan cicipi dan sebanyak enam gentong menjadi manis. Dari mulut yang kecil, kita belajar menjadi perkataan yang benar dan baik/tidak ada dusta dan juga perkataan yang manis sehingga menjadi berkat bagi semua orang. Inilah manis sikap.

Elok parasnya: ini menunjuk pada keubahan bagian luar/secara lahiriah = dapat dilihat, cantik, ganteng tetapi secara rohani.

Keubahan bagian luar/ lahiriah = tingkah laku = perbuatan = keubahan dalam tingkah laku. Jadi, elok parasnya itu bukan cantik dllnya, apalagi kalau dibuat-buat, tetapi ini perubahan tingkah laku, artinya:

  1. enak dipandang
  2. dapat menjadi teladan. Semoga kita dapat mengerti.

Ini dimulai dari anak-anak kecil, guru-guru sekolah Minggu harus berdoa, kaum muda/remaja, saya juga berdoa dan juga bagi kita yang sudah dewasa/sudah menikah, mari kita semua berdoa supaya kita dapat menjadi elok parasnya /enak dipandang . sekali-pun sudah tua, tetapi enak dipandang = dapat menjadi teladan.

Sekali-pun masih kecil, masih remaja => enak dipandang. Maksudnya bukan cantiknya => tetapi tingkah lakunya. PERIKSA SAMPAI DI SINI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Jika kita mau enak dipandang => Roma 12 : 17, 18,
17. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
18. Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

Mari!!!! Ini dapat menjadi teladan/enak dipandang dengan praktek hanya melakukan perbuatan-perbuatan baik. Anak-anak dididik supaya enak dipandang oleh orang lain; bagi yang remaja, yang muda mau-pun yang sudah dewasa enak dipandang =

  • tidak merugikan orang lain,
  • tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, sebab ini dapat menghancurkan = saling pukul memukul sehingga babak belur dan tidak enak dipandang. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan dan ini yang paling elok parasnya; dan kita sendiri merasa paling berbahagia. Kalau ada orang yang berbuat jahat kepada kita dan satu waktu pribadi itu membutuhkan kita kemudian kita dapat berbuat baik, maka kita adalah pribadi yang paling berbahagia sebab kita dapat menyelamatkan/menolong pribadi itu. Inilah hanya berbuat baik. Semoga kita dapat mengerti.


  • suka berdamai = menyelesaikan dosa-dosa, menyelesaikan perselisihan = saling mengaku dan juga saling mengampuni => Roma 12 : 18, . Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Kita jangan berharap orang lain terlebih dahulu tetapi kita => kalau hal itu bergantung padamu.


  • suka berdamai =


    • tidak mudah tersandung dan juga
    • tidak menyandung orang lain
    • tidak mudah tersinggung, seringkali kita juga mudah tersinggung sehingga kita tidak merasa damai dan juga
    • tidak menghakimi orang lain. Inilah elok parasnya => ada perbuatan yang baik dan juga ada mulut yang manis = perkataan yang manis, perkataan yang baik dan perkataan yang menjadi berkat.

Inilah yang namanya manis sikapnya dan elok parasnya = kuasa kebangkitan dari TUHAN yang mengubahkan dan juga memindahkan kita dari maut kepada hidup yang kekal = mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani/manusia manis seperti YESUS. Dimulai dari dalam => diubahkan menjadi manis sikapnya dan dari luar => perbuatan-perbuatan diubahkan. Semoga kita dapat mengerti.

Tetapi kita harus berhati-hati, sebab kehidupan yang sudah elok dan manis sikapnya, menjadi sasaran dari dua pribadi yaitu:
Yang negatif, menjadi sasaran dari istri Potifar = Babel sangat menginginkan/mengincar kehidupan yang elok parasnya dan manis sikapnya, tetapi TUHAN melindungi Yusuf => Kejadian 39 : 7, 8,
7. Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."
8. Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,

Setelah Yusuf dibujuk, dibujuk, dirayu, dirayu tidak berhasil, maka ia dikasari dengan dimasukkan kedalam penjara. Inilah cara dari Babel bekerja yaitu tidak berhasil dengan bujukan dan rayuan, maka dengan cara kasar. Inilah kehidupan dari Mempelai Wanita TUHAN yang manis sikap dan elok parasnya, menjadi incaran dari Babel yaitu lewat bujuk rayu dan juga lewat paksaan/kekerasan.

Itu sebabnya kita jangan memberi kesempatan sedikit-pun, kita harus radikal/harus tegas!! Kita mohon ketegasan dari pedang Firman; baik yang muda, juga saya dan kita yang sudah tua/yang sudah menikah, sama saja => asal kita sudah mau berubah/hidup ini mau diubahkan = bagian dalam mau diubahkan = mau menjadi lemah lembut, pendiam dan penurut dan juga mulut sudah mulai menjadi manis => ini yang diincar oleh Babel. Siapa-pun harus tegas dan pedang Firman melindungi kita semua sehingga kita menang seperti Yusuf.

Tetapi kehidupan yang manis, jangan takut sebab kehidupan yang manis dan sikap elok, juga menjadi sasaran perhatian dari TUHAN => 1 Petrus 3 : 10 - 12,
10. "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
11.Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
12. Sebab mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nyakepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.

 Ay 10, hari-hari yang baik = masa depan yang baik. Keubahan bagian dalam = manis sikapnya, rendah hati, lemah lembut, pendiam dan penurut sampai mulut menjadi manis dengan menjaga bibir => jangan menipu, jangan berdusta. Bibir yang manis = bagaikan madu. Perkataan yang baik/manis sehingga menjadi berkat bagi orang lain = menjadi kekuatan seperti diberi madu. Kalau perkataan kita manis, maka orang yang lemah secara jasmani kemudian kita beri air madu, akan menjadi segar kembali. Demikian juga dengan orang yang lemah secara rohani, kalau perkataan kita manis, seperti memberi mereka madu dan mereka menjadi sehat kembali.


Inilah yang dicari oleh TUHAN; jika kita mau melihat hari-hari baik (tidak ada ayat yang mengatakan kalau menginginkan hari-hari baik, harus kuliah, atau memiliki modal yang banyak => tidak ada!!bukan ini yang terlebih dahulu) tetapi bibir yang terlebih dahulu yaitu bagian dalam dan inilah keadilan TUHAN. Sekali-pun kita tidak pandai dan juga tidak memiliki modal yang banyak, tetapi kalau sudah ada keubahan bagian dalam = sudah ada harapan untuk melihat hari-hari baik.

Ay 11, menjauhi yang jahat => bagian luar. Perbuatan yang baik => elok parasnya = bagian luar.

Ay 12, Sebab Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar = menjadi sasaran perhatian dari TUHAN dengan pandangan belas kasihan. Jadi kalau sikap kita manis dan elok parasnya, maka kita juga menjadi sasaran/perhatian dari TUHAN dan kita juga selalu mendapatkan pandangan belas kasih dari Imam Besar sehingga kita mengalami kuasa kebangkitan seperti Yusuf.

Kuasa kebangkitan TUHAN itu tidak dapat dikalahkan oleh apa-pun juga; kuasa kebangkitan TUHAN sanggup memberikan kepada kita masa depan yang berhasil dan indah pada waktu-Nya. Sekali-pun Yusuf sudah berada di dalam penjara/masuk kotak yang mungkin ukurannya satu kali satu meter/semuanya terbatas; mungkin kita berada di dalam suasana penjara sehingga tidak dapat bergerak.

Kepandaian, modal jika hanya satu meter kali satu meter = tidak dapat bergerak = tidak dapat berbuat apa-apa; tetapi kalau ada manis sikapnya dan juga elok parasnya, maka ada kuasa kebangkitan TUHAN yang sanggup memberikan masa depan yang berhasil. TUHAN tidak menipu kita.

Dan kuasa kebangkitan TUHAN memberikan jawaban bagi doa yang dinaikkan dan

  • sanggup untuk menolong kita
  • menyelesaikan semua masalah kita sampai yang mustahil
  • maut-pun dikalahkan
  • sanggup memakai kehidupan kita seperti Yusuf yang dipakai, yang pada akhirnya Yusuf ini memiliki gandum yang banyak sehingga sebelas anggauta keluarganya datang kepada dia = menyatu dengan Yusuf dan kembali menjadi daubelas karena gandum/pembukaan Firman. Yang dapat menyatukan hanyalah gandum, kalau kesatuan itu hanya sebagai saudara daging, sebentar lagi akan pecah dan kalau-pun tidak pecah, hanya sampai di dunia. Tetapi kalau Firman yang menyatukan, akan kekal/menjadi satu selama-lamanya.


  • sanggup memakai kehidupan kita dalam kegerakkan Roh Kudus hujan akhir = kegerakkan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna lewat kekuatan manna/ kekuatan Firman pengajaran yang benar/Firman penggembalaan yang benar. Ini yang harus kita kumandangkan kemana-mana dengan sungguh-sungguh


  • sanggup mengubahkan kita terus menerus sampai satu waktu jika YESUS datang kembali kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia/sempurna seperti YESUS/Mempelai Wanita yang siap terangkat diawan-awan yang permai dan kita akan bersama-sama dengan Dia selama-lamanya.

Inilah pengertian dari 'Aku akan memberikan manna yang tersembunyi kepadamu'. Mari! Sekarang ini jangan ada

  • ajaran palsu
  • gossip=gossip, kita harus membuang semanya sebab TUHAN tidak berkenan.

Ini penyucian terakhir bagi sidang Pergamus yang luar biasa sebab ada orang yang sampai dibunuh karena YESUS, tetapi mereka tetap bertahan pada iman mereka/tidak mau menyangkal => hebat!! Tetapi begitu ada ajaran palsu dan gossip yang tidak benar, mereka lemah dan kalah dan TUHAN tidak menginginkan.

Itu sebabnya kita harus membuang semuanya sekarang ini seperti ajaran palsu dan ajaran lainnya => kita sudah tidak mau lagi, maka TUHAN akan memberikan manna yang tersembunyi/ pembukaan Firman sehingga ada

  • kuasa penyucian
  • kuasa kekekalan dan juga
  • kuasa kebangkitan sehingga semuanya menjadi indah seperti Yusuf.

Semua dipakai dan ditolong oleh TUHAN sampai semuanya menjadi sempurna/sama mulia dan jika TUHAN datang, kita akan bersama dengan Dia selama-lamanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top