English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 26 Januari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 September 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 September 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 29 April 2007)
Tayang: 09 Januari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 Februari 2007)
Tayang: 01 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 28 Oktober 2007)
Tayang: 21 Juni 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 Oktober 2013)
Tayang: 19 Januari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 November 2007)
Tayang: 06 September 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 17 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Februari 2014)
Tayang: 01 Februari 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 26 Agustus 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 07 Desember 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 16 Juni 2020

Kita kembali membaca di dalam kitab Wahyu pasal 2 dan pasal 3 yang sekali-gus menunjuk pada tujuh kali percikkan darah di depan tabut perjanjian artinya penyucian terakhir yang TUHAN lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir/sidang jemaat akhir jaman supaya tidak bercacat cela = sempurna seperti YESUS = menjadi Mempelai Wanita Surga yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS kedua kali diawan-awan yang permai. Puji TUHAN.

Ketujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami penyucian terakhir dimulai dari:

  1. Sidang jemaat di Efesus => Wahyu 2: 1 - 7
  2. Sidang jemaat yang kedua di Smirna => Wahyu 2 : 8 - 11
  3. Sidang jemaat yang ketiga di Pergamus => Wahyu 2: 12 -17

Sidang jemaat di Pergamus ini yang sekarang kita sedang pelajari. Penyucian terakhir bagi sidang jemaat di Pergamus adalah mereka harus meninggalkan ajaran-ajaran palsu yaitu ajaran Nikolaus ini mengumpulkan banyak orang dengan menghalalkan segala cara dan ajaran Bileam ini menyukai upah yang jasmani/mengejar upah yang jasmani dan mereka saling bekerja sama. Jadi, cocok, maksudnya kalau ada banyak orang, maka akan terkumpul banyak uang. Inilah ajaran palsu yang ada di Pergamus dan yang harus ditinggalkan.

Kalau mereka mau disucikan maka akan ada janji TUHAN kepada sidang jemaat di Pergamus => Wahyu 2 : 17, Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh, kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun selain oleh yang menerimanya."

Jadi janji TUHAN kepada sidang jemaat di Pergamus yang mau meninggalkan ajaran-ajaran palsu/yang mau mengalami penyucian terakhir, akan diberi:

  1. manna yang tersembunyi
  2. batu putih yang di atasnya tertulis nama baru

Kita masih mempelajari tentang manna yang tersembunyi; manna itu disebutkan sebagai roti yang turun dari surga = pembukaan Firman/Firman ALLAH yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab dan ini yang disebut wahyu/ilham dari TUHAN = Firman pengajaran yang benar. Inilah manna yang tersembunyi.

Atau di dalam Mazmur 78 : 23 - 25,
23. Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
24. menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit
25.setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

Jadi manna = roti malaikat/Firman penggembalaan/Firman pengajaran yang benar.
Firman penggembalaan/Firman pengajaran yang benar yang dipercayakan oleh TUHAN kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan:

  • Setia
  • Teratur/berkesinambungan dan
  • Diulang-ulang untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat sehingga kerohanian dari sidang jemaat bertumbuh kearah kedewasaan rohani/kesempurnaan di dalam YESUS. Inilah manna yang diturunkan dari langit yang untuk sekarang adalah Firman pengajaran yang benar dan kalau diulang-ulang/Firman penggembalaan.

Seorang gembala yang setia memberikan makanan Firman penggembalaan kepada domba-domba/sidang jemaat, akan menjadi malaikat bagi sidang jemaat.

Di dalam sidang jemaat ada:

  • Malaikat
  • Pemeliharaa/Perlindungan

Tetapi kalau gembala tidak mau memberi makan domba-domba = iblis yang menyamar menjadi malaikat terang yang akan memakan domba-domba; kalau tidak mau memberi makan, maka ia akan memakan domba-domba. Hal ini harus dicamkan dengan baik-baik. Semoga kita dapat mengerti.

Sedangkan bagi domba-domba, harus makan Firman penggembalaan, maka domba-domba akan mendapatkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Pemeliharaan, perlindungan, masa depan, semuanya di dapat dari makan Firman penggembalaan. Sebaliknya, kalau domba tidak mau makan Firman penggembalaan, maka domba-domba akan menjual/memakan gembala/mengkhianati gembala seperti Yudas yang tidak pernah makan Firman penggembalaan sampai terakhir 'siapa yang mencelupkan roti bersama Aku di dalam pinggan, dialah itu yang akan menyerahkan Aku', tetapi Yudas berkata 'bukan aku' = Yudas tidak dapat makan 'bukan aku, bukan aku' maka Yudas menjual YESUS Gembalanya.

Menjual itu dapat seperti menggosipkan, mengkhianati dlsbnya. Semoga kita dapat mengerti. Mari!! Kita menjaga, sebagai seorang gembala, harus memberi makan Firman penggembalaan yang benar dengan setia dan sebagai domba harus makan Firman penggembalaan, maka semuanya ada. Puji TUHAN.

Keluaran 16 : 16 - 36, ada tiga macam kegunaan dari manna yaitu:

  1. ay 16 - ay 21 => manna untuk pemeliharaan hidup sehari-hari, jadi setiap hari makan manna.
  2. ay 22 - ay 31 => manna untuk hari Sabat, hari keenam harus mengambil manna dobel untuk hari ketujuh/hari Sabat. Sabat itu sampai kepada kerajaan seribu tahun damai.


  3. ay 32 - ay 36 => manna yang disimpan di dalam buli-buli emas sebagai peringatan. Jadi kalau keturunannya bertanya 'apa ini, mengapa ada ini?' dapat dijelaskan bahwa nenek moyang mereka, dulu memakan manna. Ini hidup kekal selama-lamanya. Kita ini buli-buli tanah liat => hancur, tetapi kalau diisi dengan manna, akan menjadi buli-buli emas yang tidak akan hancur/hidup kekal selama-lamanya.

Inilah kegunaan dari manna =

  • Firman pengajaran yang benar/Firman penggembalaan, kegunaannya ada untuk pemeliharaan sehari-hari,
  • ada untuk hari Sabat/untuk kerajaan seribu tahun damai dan akan ke Firdaus dan juga ada untuk
  • hidup kekal

Itu sebabnya tidak ada ruginya kalau melihat fungsinya, maka tidak ada ruginya untuk mengumpulkan manna atau Firman pengajaran yang benar/Firman penggembalaan sebab Firman pengajaran yang benar/Firman penggembalaan sanggup untuk memelihara kehidupan kita mulai di bumi ini, sampai masa depan dan juga sampai hidup kekal selama-lamanya di surga. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang kita akan mempelajari kegunaan dari manna
manna untuk pemeliharaan hidup sehari-hari, kita membaca kitab
Keluaran 16 : 16, 21, 22,
16. Beginilah perintah TUHAN: pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa."
21. Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.
22. Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

Jadi, sampai ay 21, setiap hari selama lima hari dimulai dari hari pertama sampai hari kelima sebanyak satu gomer. Jadi setiap hari, bangsa Israel memungut satu gomer manna selama lima hari.

Kalau saudara membaca di dalam kamus alkitab, satu gomer itu = 3,6 liter, satu orang disuruh makan sebanyak 3,6 liter roti/manna dan ini sangat cukup bahkan berlimpah/tidak akan lapar. Jadi, manna satu gomer, cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bahkan melimpah, artinya, jika Firman pengajaran yang benar/Firman penggembalaan melimpah, maka pemeliharaan TUHAN juga melimpah. Dari sini jelas, bahwa yang harus kita cari terlebih dahulu/yang harus kita utamakan adalah Firman penggembalaan/Firman pengajaran sebab ini yang menentukan pemeliharaan kehidupan kita. Pekerjaan dlsbnya hanyalah sarana, tetapi yang menentukan adalah Firman pengajaran/Firman penggembalaan. Semoga kita dapat mengerti.

Di bagian atas dikatakan bahwa bangsa Israel setiap orang mengumpulkan satu gomer manna setiap hari selama lima hari; angka lima ini menunjuk pancaindera/lima indera yang harus disucikan. Jadi ada hubungan antara Firman pengajaran yang benar/Firman penggembalaan dengan indera, apa hubungannya? Penyucian. Jadi, dari sini dapat disimpulkan, pertama mengambil satu gomer, kalau Firman berlimpah, maka pemeliharaan juga berlimpah, ini harus diyakini. Semoga kita dapat mengerti.

Di dalam setiap ibadah kita dan juga setiap kali ada kunjungan-kunjungan, banyak biaya yang dibutuhkan, tetapi kalau ada pembukaan Firman/pengajaran yang benar, maka semuanya tersedia dan juga ada pemeliharaan yang cukup. Semoga kita dapat mengerti.

Kemudian, mengambil manna satu gomer setiap hari selama lima hari = ada penyucian pancaindera. Itu sebabnya yang kita butuhkan sehari-hari, bukan beras dlsbnya, apalagi saya sebagai seorang hamba TUHAN. Tetapi yang kita butuhkan sehari-hari adalah penyucian pancaindera = penyucian hati dan pikiran. Dan jika pancaindera/hati dan pikiran disucikan, maka kebutuhan hidup sehari-hari merupakan urusan dari TUHAN/TUHAN Yang mengurus, bagi manusia merupakan hal yang mustahil menjadi tidak mustahil. Urusan kita hanyalah kesucian = mau disucikan setiap hari, sebab hati dan pikiran ini merupakan sumber dari dosa.

Mari!! Setelah kita mempelajari tentang manna ini, janji TUHAN kepada sidang di Pergamus yang hidup dari uang/bukan dari TUHAN; mereka beribadah untuk mendapatkan upah secara jasmani => hanya mencari berkat secara jasmani dllnya. kemudian mereka mengumpulkan orang yang banyak. Bileam bekerja sama dengan Nikolaus. Mengumpulkan banyak orang dengan segala cara/cara dunia yang menarik terutama untuk kaum muda yang mau datang. Padahal mereka itu sudah tidak berada di dalam rumah TUHAN lagi, tetapi sudah berada di kuil Dagon. Melawak, menari, menyanyi seperti waktu Simson ditangkap, ia disuruh untuk melawak. Ditipu, hanya untuk mendapatkan uang sebab mereka merasa hidup dari uang, bukan dari TUHAN. Tetapi biarlah kita mengubah pandangan kita dengan mencari Firman yang dapat menyucikan pancaindera/menyucikan hati dan pikiran dan ini berarti seluruh hidup disucikan sehingga urusan makan dan minum/urusan kebutuhan hidup sehari-hari merupakan urusan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang bukti kalau kehidupan kita mengalami penyucian sehari-hari seperti waktu bangsa Israel mengambil manna setiap hari selama lima hari yaitu:

  1. Keluaran 16 : 36, Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.

    Kalau segomer itu dijadikan liter, maka segomer itu 3,6 liter, tetapi kalau dijadikan efa = sepersepuluh efa. Jadi ada persepuluhan. Bukti kalau kita mengalami penyucian di dalam kehidupan sehari-hari adalah kita dapat mengembalikan persepuluhan yang merupakan milik TUHAN. Ini, kita sudah masuk ke dalam penyucian hidup sehari-hari. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita mengalami penyucian kelima indera/ hati pikiran dari keinginan jahat dan najis yang terdapat di dalam injil Markus 7, Matius 15 : 19, ini macam-macam tetapi kalau dibagi menjadi dua kelompok => Matius 15 : 19,20,
    19.Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
    20. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

    Jahat dan najis. Jadi, kita mengalami penyucian hati dan pikiran dari keinginan najis dan keinginan jahat dan ini yang menjadi satu.

    Keinginan najis ini mengarah kepada dosa makan minum dan kawin mengawinkan; itu sebabnya diperlukan Firman penggembalaan/Firman pengajaran terus menerus dan diulang-ulang untuk menyucikan kelima indera kita. Sebab tanpa pedang Firman/Firman pengajaran yang benar, siapa-pun kita tidak akan mampu termasuk kami sebagai hamba TUHAN = sangat diragukan kesuciannya. Sebab semua mengarah ke dosa makan minum/merokok, mabuk/narkoba dllnya, sedangkan kawin mengawinkan/dosa sex dengan berbagai ragamnya termasuk penyimpangan sex, nikah yang salah. Itu sebabnya kita membutuhkan manna/Firman pengajaran/Firman penggembalaan yang benar setiap hari untuk menyucikan kelima indera kita dari keinginan najis dan keinginan jahat.

    Keinginan jahat kita disucikan dari dosa kikir dan serakah. Ini buktinya kalau kita mengalami penyucian di dalam kehidupan sehari-hari dan yang pertama adalah kita dapat mengembalikan persepuluhan yang menjadi milik TUHAN. Tidak mudah terutama bagi kami para hamba-hamba TUHAN tidaklah mudah untuk mengembalikan persepuluhan (saya tidak menghakimi, tetapi betul-betul tidaklah mudah). Tidak dapat mengembalikan persepuluhan itu bukan miskin atau kaya, tetapi karena ikatan/diikat oleh keinginan jahat = keinginan akan uang sehingga menjadi kikir dan serakah.

    Kikir = tidak dapat memberi
    Serakah = merampas hak orang lain itulah hak dari TUHAN terutama persepuluhan dan persembahan khusus. Semoga kita dapat mengerti.

    Jadi kenajisan dan kejahatan yang harus disucikan sebab kedua hal ini berbahaya sebab merupakan satu paket. Kalau jahat/mencuri milik TUHAN, akan larinya kepada kenajisan => ini sangat berbahaya bagi kami seorang hamba TUHAN karena merasa hidupnya dari uang, bukan dari TUHAN/dari Firman/dari manna. TUHAN tidak membutuhkan uangnya tetapi TUHAN membutuhkan pengakuannya; kalau uangnya banyak/sedikit tidak masalah, tetapi pengakuannya yaitu kita ini hidup dari siapa?

    Jika kita disucikan dari keinginan jahat, maka kita dapat mengembalikan persepuluhan => Kejadian 14 : 18 - 20,
    18. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur, ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
    19. Lalu ia memberkati Abram katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
    20. dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya

    Memberikan sepersepuluh yang ditunggu oleh TUHAN yaitu pengakuannya bahwa kita sudah diberkati, bukan uangnya. Apalagi salah kalau kita mengembalikan persepuluhan supaya kita diberkati => ini namanya kita bermain judi. Jadi, setelah Abram diberkati, maka ia mengembalikan persepuluhan. Jadi persepuluhan merupakan pengakuan bahwa kita hidup dari TUHAN/kita sudah diberkati oleh TUHAN/oleh Firman pengajaran yang benar/Firman penggembalaan/manna.

    Seperti bangsa Israel yang tidak dapat bekerja menabur dan menuai sebab mereka berada di padang gurun selama empat puluh tahun dan mereka hanya makan manna dan sekarang bagi kita adalah kita makan Firman (kita dapat bekerja, ini benar, tetapi ini hanyalah sarana) tetapi kita hidup dari TUHAN/dari Firman pengajaran yang benar/dari Firman penggembalaan. Kalau kita tidak mengembalikan persepuluhan berarti kita mengaku, kalau kita hidup dari uang, maka kita akan binasa bersama dunia. Tetapi kalau kita mengembalikan persepuluhan/kita mengaku bahwa kita hidup dari TUHAN, maka kita akan hidup kekal bersama TUHAN. Ini yang dibutuhkan. Jadi kita jangan salah paham termasuk saya, bukan uangnya sebab semuanya ini milik TUHAN, tetapi butuh pengakuannya, kita ini hidup dari siapa? Dari TUHAN atau dari dunia? Kalau dari dunia = dari setan sehingga kita akan binasa untuk selamanya.

    Kejadian 14 : 21 - 23. Pengakuan Abram bahwa ia hidup dari TUHAN.
    21. Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu"
    22. Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi:
    23. Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.

    Abram tidak mau memiliki kaitan dengan Sodom. Jadi, di sini Abraham memberikan sepersepuluh kepada Melkisedek/kepada TUHAN sebagai pengakuan bahwa Abraham:


    • diberkati oleh TUHAN
    • hidup dari Firman TUHAN dan
    • Abraham terlepas dari ikatan Sodom dan Gomora => 'aku tidak mau sepotong benang-pun/tidak mau ada ikatan dengan Sodom. Inilah sungguh-sungguh dalam hal persepuluhan.


    Jadi, adanya persepuluhan adalah kita terlepas dari:


    • ikatan akan uang dan juga
    • ikatan Sodom dan Gomora. Inilah sungguh-sungguh tentang persepuluhan


    Persepuluhan ini selain kita mengaku bahwa kita hidup dari TUHAN dan pelajaran tentang persepuluhan dari Abraham adalah kita terlepas dari ikatan Sodom dan Gomora yang akan dibinasakan. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah yang pertama bukti kalau kita mengalami penyucian dalam kehidupan sehari-hari seperti bangsa Israel yang setiap hari makan satu gomer manna selama lima hari yaitu:


    • kita dapat memberikan persepuluhan dan ini berarti pancaindera kita sudah disucikan = hati dan pikiran disucikan dari keinginan najis dan keinginan jahat sehingga kita dapat mengaku bahwa hidup kita dari TUHAN sehingga kita menjadi tenang. Selama kita dapat makan Firman, maka kita dipelihara dan


    • saya tidak mau terikat oleh Sodom dan Gomora/puncak kenajisan sehingga tidak binasa bersama dunia. Semoga kita dapat mengerti.


  2. taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Inilah bukti kita mengalami penyucian di dalam kehidupan sehari-hari yang pertama adalah:


    • penyucian pancaindera atau penyucian hati dan pikiran
    • taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi = memiliki hati dan pikiran seperti YESUS yaitu taat dengar-dengaran mati di kayu salib. Kalau kita, taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara; hati dan pikiran terus disucikan sampai kita taat = tidak keras hati lagi. Tetapi kalau kita memiliki pikiran najis, maka kita menjadi keras, harus mengembalikan persepuluhan saja, kita tidak dapat melakukan/kita membantah dllnya.

Sebagai contoh adalah Abraham yang mengalami penyucian dari keinginan jahat dan najis, maka ia memiliki Hati dan Pikiran seperti YESUS yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara dengan bukti Abraham dapat menyerahkan Isak anaknya yang tunggal sesuai dengan kehendak TUHAN.

Kalau daging bersuara = memakai hati dan pikiran sendiri dan ketika Abraham diperintahkan Isak, maka Abraham dapat mengamuk/dapat berhenti beribadah = Abraham dapat berhenti mengikut TUHAN. Tetapi karena Abraham sudah disucikan dari keinginan jahat dan najis maka ia dapat mengembalikan persepuluhan sehingga Abraham dapat meningkat sekali-pun anaknya yang tunggal diminta oleh TUHAN, Abraham dapat menyerahkan sesuai dengan kehendak TUHAN.

Tetapi TUHAN tidak pernah menipu kita kalau kita taat dengar-dengaran; sekali-pun kita sepertinya dirugikan sebab harus menyerahkan anaknya yang tunggal, tetapi TUHAN tidak pernah menipu kita dan TUHAN Yang menanggung risiko = Siapa yang menyuruh, Dialah yang menanggung risikonya. Semoga kita dapat mengerti.

Kita jangan menjadi ragu untuk taat dengar-dengaran sebab TUHAN Yang memerintahkan = TUHAN Yang menanggung risikonya = TUHAN Yang bertanggung jawab atas kehidupan kita yang taat dengar-dengaran. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau kita tidak taat, maka kita akan menjadi busuk seperti yang diperintahkan oleh TUHAN kepada Musa supaya manna itu jangan disimpan, tetapi ada yang menyimpan sehingga menjadi busuk => Keluaran 16 : 19, 20,
19. Musa berkata kepada mereka: "Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi."
20. Tetap ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.

Kalau tidak taat dan tidak dengar-dengaran pada Firman penggembalaan/Firman pengajaran yang benar, maka akibatnya akan berulat dan berbau busuk.

Berbau busuk = berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum
dan dosa kawin mengawinkan. Pasti akan jatuh kearah sana. Bagi kaum muda harus percaya, kalau tidak taat dengar-dengaran pada TUHAN/pada Firman pengajaran yang benar/Firman penggembalaan, satu waktu pasti akan menjadi busuk.

berulat = sampai ke tempat di mana ulatnya tidak mati = kebinasaan.
Yesaya 66 : 24, Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

Memberontak kepada:

  • TUHAN
  • Orang tua yang benar, harus berhati-hati
  • Gembala yang benar, harus berhati-hati

Sampai ketempat yang ulatnya tidak mati = terus berulat dan apinya tidak akan padam = neraka/lautan api = kematian kedua.

Kembali kepada ketaatan => jika hati dan pikiran/pancaindera sudah disucikan, maka kita akan menjadi orang yang taat = memiliki Hati dan Pikiran YESUS Yang hanya satu yaitu taat sampai mati di kayu salib.

YESUS disuruh:

  • Untuk turun dari surga => ya
  • Lahir di kandang => ya

Ya Bapa, ya Abba sampai terakhir ketika berada di taman Getsemani, IA sedikit menawar ketika harus menghadapi salib => 'kalau boleh, cawan ini lalu daripada-Ku, tetapi bukan kehendak-Ku yang jadi, kehendak-Mu yang jadi.' YESUS tetap taat sampai mati di kayu salib. Hanya ini Hati dan Pikiran YESUS, tidak ada yang aneh-aneh.

Hasil kalau kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara

  1. 1 Petrus 1 : 22,
    22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Ketaatan kepada kebenaran = taat kepada Firman pengajaran yang benar/Firman penggembalaan. Jadi, hasil pertama kalau kita taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar/pada Firman penggembalaan = kita hidup di dalam kesucian sehingga kita memiliki kasih yang tulus ikhlas. Jadi, kasih dengan kesucian itu merupakan satu kesatuan => kasih yang tulus ikhlas itu berasal dari kesucian.

    Ada banyak kasih yang berasal dari dunia ini seperti cinta-cintaan yang banyak di dalam lagu-lagu = kasih daging/eros = hanya keinginan daging = bukan kasih sebab tanpa kesucian. Tetapi kalau kita hidup di dalam kesucian, maka kita akan memiliki kasih yang tulus ikhlas.

    Untuk apa kasih yang tulus ikhlas itu?


    • untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri = tidak merugikan orang lain => apa yang kita tidak mau orang lain perbuat, kita juga jangan berbuat kepada orang lain seperti kita tidak mau dipukul, jangan memukul, kita tidak mau digosip, kita juga jangan menggosip; kamu tidak boleh bergosip, aku yang boleh bergosip = egois. Dan lain sebagainya.


    • sampai kita mengasihi musuh = mengasihi orang yang memusuhi kita = tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi kita membalas kejahatan dengan kebaikan; kita berdoa untuk orang yang memusuhi kita supaya kehidupan itu diampuni dan diberkati dan ini berarti kita tidak memiliki musuh lagi = kita sudah masuk ke dalam kesatuan Tubuh Kristus sampai sempurna. Inilah pentingnya ketaatan sebab kalau kehidupan itu tidak suci/cacat cela, pasti tidak taat.


    • kita mengasihi TUHAN lebih dari semua = mengutamakan TUHAN lebih dari semua = setia di dalam ibadah pelayanan = menyembah TUHAN dan ini berarti menempatkan TUHAN sebagai Kepala. Pada mulanya adalah Firman. Sudah ada tubuh = mengasihi sesama sampai mengasihi musuh kemudian menempatkan YESUS sebagai Kepala dan IA Yang bertanggung jawab atas hidup kita seperti dulu bangsa Israel di padang gurun yang tidak dapat bekerja/menabur dan menuai, semuanya TUHAN sebagai Kepala Yang bertanggung jawab.


    Sekarang juga kalau kita mau sungguh-sungguh makan Firman penggembalaan sehingga kita mengalami penyucian sehari-hari yang merupakan kebutuhan kita => kita bekerja, silahkan! kuliah, silahkan! Tetapi semuanya ditentukan oleh penyucian sehari-hari.

    Mari! Kita setiap hari makan manna seperti bangsa Israel setiap hari satu gomer selama lima hari makan manna bukan hanya sampai pada pemeliharaan tetapi supaya:


    • hati pikiran di sucikan sehingga kita dapat mengembalikan persepuluhan milik TUHAN dan kita betul-betul hidup dari TUHAN = kita terlepas dari Sodom dan Gomora = kebinasaan bersama dunia


    • kita memiliki hati dan pikiran seperti YESUS sehingga kita dapat hidup suci dan kita memiliki kasih yang tulus ikhlas dan dapat menjadi satu Tubuh.


  2. 1 Petrus 1 : 23, Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

    Kamu dilahirkan kembali oleh Firman ALLAH = kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Jadi, kuasa Firman ini selain untuk menyucikan juga mengubahkan/membaharui = mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS agar dapat masuk Yerusalem Baru/sampai masuk Yerusalem Baru. Inilah kekuatan Firman/manna = Firman penggembalaan yang memang diulang-ulang. Setiap pagi manna, setiap pagi manna.

    Memang Firman ini perlu diulang-ulang supaya kita menjadi mantap dan juga sampai kita dapat mengembalikan persepuluhan = kita dapat taat dengar-dengaran dihari-hari ini dan juga dapat saling mengasihi sampai mengasihi TUHAN dan juga dapat mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS untuk dapat masuk ke Yerusalem Baru.

    Perjalanan menuju ke Yerusalem Baru adalah perjalanan pembaharuan dan ini merupakan mujizat yang terbesar dari manusia daging menjadi manusia rohani seperi YESUS.

    Apa yang harus diperbaharui agar dapat tiba di Yerusalem Baru?


    • Wahyu 21 : 1, Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

      Langit dan bumi yang baru sudah tidak ada laut lagi. Apa artinya sudah tidak ada laut lagi? Yakobus 1 : 6, Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin.

      Tidak boleh ada hati yang bimbang => Bimbang terhadap Pribadi YESUS/pengajaran yang benar. Kita harus mantap dan kita minta hati yang peka; ini memang sulit tetapi kalau kita terus menerus ditusuk oleh pedang, maka satu waktu kita dapat menjadi peka. Banyak berdoa kepada TUHAN supaya hati menjadi peka seperti yang pernah dikatakan oleh bpk.pdt Pong Dongalemba bahwa pribadi itu tidak perlu mengatakan bahwa ia adalah nabi palsu => kalau kita sudah peka, maka pribadi itu lewat saja dan karena urapan bertambah, maka kita dapat mengetahui kalau itu adalah nabi palsu.

      Semoga kita dapat mengerti.

      Mari! Kita banyak disucikan dan juga banyak menyembah sampai urapan itu bertambah. Saya memiliki pengalaman => dulu waktu bpk.pdt Pong masih hidup, saya banyak bergantung sehingga tidak ada doa semalam, ada doa puasa tetapi hanya begitu saja. Jadi waktu mendengarkan khotbah, saya langsung catat ketika mendengarkan tentang mengapa YESUS tidak turun dari kayu salib? Karena YESUS menjaga gengsi dan ini saya catat. Tetapi setelah oom Pong meninggal, kami berdua membuka-buka catatan dan apa yang ditulis itu sama dan kami tidak merasa bersalah, tetapi setelah membaca ulang kami berdua berteriak 'ya YESUS kami sudah ditipu'. Padahal YESUS disalib merupakan puncak kerendahan hati, bukan gengsi, tetapi dikatakan menjaga gengsi (saya tidak menyebut siapa orangnya, tetapi pribadi itu merupakan pribadi yang hebat). Semoga kita dapat mengerti.

      Itu sebabnya kita jangan bimbang terhadap:


      • Pribadi TUHAN/terhadap pengajaran yang benar, tetapi kita harus memastikan 'ini yang benar dan ini yang salah' supaya kita tidak diombang ambingkan oleh angin pengajaran yang lain


      • Jangan bimbang terhadap kuasa TUHAN supaya kita tidak berharap pada yang lain tetapi kita harus percaya sepenuh pada Pribadi TUHAN/Firman pengajaran yang benar dan percaya sepenuh kepada kuasa TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    • Wahyu 21 : 4, Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

      Maut tidak akan ada lagi. Apa arti dari maut ini => Yesaya 28 : 15, Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,

      Jadi berdusta = menandatangani kontrak dengan maut = kebinasaan.

      Maut tidak akan ada lagi, berarti tidak boleh ada dusta = jujur dalam


      • Mengaku dosa
      • Pengajaran yang benar
      • Mengaku kegagalan kita maka TUHAN akan mengampuni kita


      Inilah perjalanan menuju Yerusalem Baru adalah: perjalanan pembaharuan/perjalanan mujizat yang ditandai dengan jujur dan percaya. *Laut tidak ada lagi = harus percaya dan *maut tidak ada lagi = harus jujur. Inilah perjalanan jujur dan percaya = perjalanan mujizat.

      Memang ada banyak halangan menuju Yerusalem Baru, tetapi kalau kita menghadapi dengan jujur dan percaya, maka mujizat akan terjadi dan kita akan sampai di Yerusalem Baru. Semoga kita dapat mengerti.

      Tetapi perjalanan menuju ke Yerusalem Baru, kita juga menghadapi angin badai gelombang sehingga banyak yang tenggelam seperti Petrus yang juga tenggelam yang seharusnya dia harus jujur dan percaya tetapi karena dia bimbang, maka dia tenggelam. Begitu ia jujur => 'TUHAN tolong dan mengangkat tangan = Petrus jujur mengaku bahwa ia bimbang dan takut. Sekarang Petrus percaya maka TUHAN mengangkatnya.

      Matius 14 : 30, 31,
      30.Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak. "Tuhan tolonglah aku!"
      31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

      Menghadapi angin gelombang apa saja dihari-hari ini secara jasmani menghadapi pencobaan masalah ekonomi dlsbnya, juga secara rohani menghadapi dosa-dosa dll yang menghantam kita maka kita harus menghadapi dengan jujur dan tenang seperti Petrus yang bimbang, maka ia tenggelam tetapi ia jujur => 'TUHAN tolonglah aku'. Inilah kejujuran => dia tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa=apa karena bimbang dan ragu. Kita mengakui dan TUHAN mengangkat kita dari ketenggelaman supaya kita tidak terhalang menuju Yerusalem Baru/pelabuhan damai sejahtera.

      Menghadapi Lazarus yang sudah mati empat hari/orang yang menghadapi masalah, sudah mustahil/kehancuran nikah kita harus menghadapi dengan kejujuran.

      Yohanes 11 : 38 - 40,
      38. Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi kekubur itu.Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
      39. Kata Yesus: 'Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
      40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

      Engkau melihat kemuliaan Allah? dan Lazarus-pun bangkit.

      Mari! Kita jujur => angkat batu itu = segala kebusukan-kebusukan diakui = jujur


      • mengaku segala kesalahan kita,
      • kegagalan-kegagalan kita.
      • ketidak berdayaan kita.


      Dan percaya serta yakin kepada TUHAN, maka Lazarus yang sudah mati selama empat hari, dapat dibangkitkan kembali => selama kita jujur dan percaya, halangan apa-pun sampai yang mustahil tidak dapat menenggelamkan dan menghancurkan kita dan kita tetap dapat berjalan menuju Yerusalem Baru/pelabuhan damai sejahtera bersama dengan TUHAN selama-lamanya. Dan jika YESUS datang, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk masuk Yerusalem yang baru. Semoga kita dapat mengerti.

Mari! Kita sungguh-sungguh:
makan manna seperti bangsa Israel = penyucian pancaindera setiap hari = hati dan pikiran disucikan sehingga yang pertama kita dapat mengembalikan persepuluhan/milik TUHAN dan yang kedua, kita taat dengar-dengaran kepada TUHAN sehingga kita dapat saling mengasihi dan juga mengalami keubahan hidup/jujur dan percaya. TUHAN akan menolong kita semuanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top