English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 23 Juli 2013 (Selasa Sore)
(bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 30 dalam...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 09 Februari 2010 (Selasa Siang)
Keluaran 12:5, syarat anak domba Paskah:
Harus jantan.
Yesaya 9:5, Matius...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Februari 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 09 Juni 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Juli 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Matius 26: 26-29
ay. 26-29= MAKAN PERJAMUAN SUCI.
Ayat 26-29= peralihan dari perjamuan paskah ke perjamuan suci.
Jadi, perjamuan paskah yang terakhir= perjamuan suci yang...

Ibadah Raya Malang, 21 April 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Mei 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Juli 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh...

Ibadah Kaum Muda Malang, 18 Juli 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-16 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 April 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:24-26
11:24 "Apabila roh jahat keluar dari...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 08 Maret 2011 (Rabu Dini Hari)
Keluaran 12:8
12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam...

Ibadah Raya Malang, 24 Januari 2010 (Minggu Pagi)
Matius 24:45-51 adalah tentang BERJAGA-JAGA. Banyak hal secara jasmani yang harus kita jaga...

Ibadah Raya Malang, 23 Juni 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ......

Ibadah Doa Surabaya, 04 Januari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 57-68= TENTANG SAKSI DAN KESAKSIAN.

Ada 2 macam kesaksian, yaitu:
Matius 26: 59-62= saksi palsu/saksi dusta.
Matius 26: 63-66= saksi yang benar.
Malam ini...

Ibadah Doa Surabaya, 05 November 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 26-27
= tanda utama kedatangan Yesus yang kedua kali; bukan ditandai dengan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Malam Surabaya, 15 Februari 2017 (Rabu Malam)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Lukas 2: 8
2:8. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.

Ini terjadi di penggembalaan, menjelang kelahiran TUHAN Yesus.
Ini menunjuk pada doa malam di dalam sistim penggembalaan.
Doa malam dalam sistem penggembalaan sama dengan berjaga-jaga, terutama atas tiga hal:

  1. Berjaga-jaga untuk menghadapi musuh atau binatang buas.
    Ini dari luar dan dalam.


    • Dari luar: setan tritunggal:


      1. Naga di udara dengan kekuatan roh-roh najis yaitu dosa makan-minum (mabuk, merokok, narkoba) dan kawin mengawinkan--menghantam penggembalaan hari-hari ini. Kita berdoa dan berjaga-jaga untuk menghadapi naga di udara.

        Sekarang sudah biasa di dalam penggembalaan, kalau tidak berjaga-jaga. Makan minum dan kawin mengawinkan sudah dianggap biasa sekarang--sudah diterkam binatang buas. TUHAN tolong kita untuk berjaga-jaga menghadapi naga di udara.


      2. Antikris--binatang buas dari dalam laut--dengan kekuatan Mamon--keinginan akan uang; cinta akan uang yang membuat hamba TUHAN/sidang jemaat menjadi kikir dan serakah, yang sama dengan penyembahan berhala; mengasihi uang lebih dari pada TUHAN.

        Kita jaga ini! Sekarang juga sudah umum. Gembala kikir, domba-domba kikir sudah biasa, serakah--mencuri persepuluhan--sudah dianggap biasa. Termasuk dalam gereja yang memiliki pengajaran, hal ini dianggap biasa juga. Kita harus hati-hati dan tetap berjaga.


      3. Nabi palsu--binatang buas di darat--dengan kekuatan roh dusta yaitu ajaran-ajaran palsu, suara asing, gosip-gosip yang tidak benar, yang membuat kita gugur dari iman/pengajaran yang benar. Justru yang benar yang dilepaskan.

        Sebab itu, jangan sampai dengar suara asing! Kalau kita mendengar suara asing, kita akan menjadi terasing dari penggembalaan--sepertinya kita dikucilkan, padahal terasing sendiri dari yang benar--sampai gugur dari iman/firman pengajaran yang benar, meninggalkan yang benar. Tidak bisa dua!

        Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar, seperti di tengah laut TUHAN jadi hantu, kalau saat itu hantu datang, justru mereka peluk: "Ini TUHAN."
        Ini yang bahaya.

        Kalau sudah mendengar suara asing, larinya ke sana: TUHAN dibilang: hantu, hantu dibilang: TUHAN; pengajaran yang benar dikatakan salah, yang salah dikatakan benar. Ini akan terjadi.


      Ini musuh dari luar yang harus kita hadapi dengan doa malam. Berjaga-jaga jangan sampai kita diterkam oleh tiga binatang buas! TUHAN tolong.


    • Dari dalam: daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya yang membuat iri hati, benci--seperti kakak-kakak Yusuf--, dan terutama membuat kita tidak taat dengar-dengaran--buas. Ini lebih buas dari binatang buas. Ini yang penting!

      Tidak taat berarti GAGAL TOTAL: tidak berhasil, bahkan tidak bisa masuk kerajaan Surga--binasa selamanya.
      Matius 7: 21
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

      Buasnya daging adalah tidak taat dengar-dengaran sehingga hidupnya gagal total, tidak masuk kerajaan sorga dan binasa selamanya.


    Inilah musuh dalam penggembalaan. Di malam hari binatang buas keluar. Ini yang harus kita hadapi. Kita harus berjaga-jaga.


  2. Malam hari itu dingin, artinya kita berjaga-jaga menghadapi suasana dingin rohani--tidak ada kasih.
    Matius 24: 12
    24:12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

    Kalau kerohanian dingin--kasih menjadi dingin--, kehidupan itu akan menjadi durhaka--seperti binatang buas.

    Jadi, kita berjaga-jaga supaya jangan diterkam binatang buas, tetapi jangan jadi binatang buas juga!

    Kasih menjadi dingin sehingga membuat banyak hamba TUHAN/pelayan TUHAN menjadi durhaka:


    • Durhaka dalam nikah, yaitu mulai terjadi pertengkaran.
      Kalau kasih menjadi dingin--beku seperti es batu--, akan saling lempar batu--mulai terjadi pertengkaran, percekcokan. Akhirnya bertemu yang lain, yang kelihatannya lebih baik, padahal sebenarnya 'keluar dari mulut singa, masuk ke mulut buaya,' sehingga terjadi perselingkuhan, perceraian, kawin cerai, kawin mengawinkan. Hancur semua. Durhaka semua!

      Jaga! Jangan ada pertengkaran, percekcokan! Itu sudah mengarah pada kedurhakaan, sudah mulai dingin! Ingat, kalau sudah mulai bertengkar, itu sudah es batu--saling lempar es batu. Bahaya! Cepat berhenti, berdamai, selesaikan! Kalau tidak diselesaikan, akan berlanjut ke perselingkuhan, tidak diselesaikan lagi, berlanjut ke perceraian, tidak diselesaikan lagi, berlanjut ke kawin cerai, kalau tidak selesai lagi, akan menuju pada kawin mengawinkan.

      Anak-anak juga hati-hati. Kalau dingin rohani--durhaka--, akan mulai tidak taat/melawan orang tua.


    • Durhaka kepada TUHAN dalam ibadah pelayanan.
      Ibrani 10: 25-27
      10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
      10:26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
      10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang
      durhaka.

      Durhaka kepada TUHAN ini mulai dari tidak setia dalam ibadah pelayanan sampai tinggalkan ibadah pelayanan.

      Tidak setia dalam ibadah pelayanan = dosa kebiasaan; tidak menyesal lagi. Kalau dulu tidak bisa ibadah ada rasa menyesal, tapi sekarang sudah biasa bahkan ketawa. Kalau dilanjutkan, akan tinggalkan ibadah pelayanan, tidak mau beribadah melayani. Ini sama dengan dosa sengaja dan tidak ada pengampunan lagi.

      Kedurhakaan kepada TUHAN ini juga terjadi kepada kami gembala, pelayan TUHAN. Ini yang bahaya. Ini yang dijaga dalam doa malam, supaya kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

      Jaga jangan diterkam binatang buas! Kita mohon pada TUHAN.
      Jaga jangan menjadi binatang buas--tidak taat! Tidak taat itu mengikuti keinginan dan hawa nafsu daging--seperti Herodes tidak taat soal nikah, dia mau isterinya orang. Ini sudah binatang buas. Kaum muda, hati-hati masalah jodoh, jangan jadi binatang buas!

      Kemudian suasana dingin rohani--tanpa kasih; kasih menjadi dingin, kedurhakaan bertambah dalam rumah tangga dan ibadah pelayanan.


  3. Untuk menghadapi binatang buas dan suasana dingin, kita berjaga-jaga supaya tetap berada di dalam tangan Gembala Agung.
    Ini tempat yang paling tepat dan aman.

    Bagaimana caranya?
    Mazmur 95: 6-7
    95:6. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
    95:7. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

    'TUHAN yang menjadikan kita'= Dia adalah Pencipta, tetapi Dia juga Gembala (ayat 7).
    Kita kembali berada dalam tangan Gembala Agung lewat doa penyembahan/doa malam. Kita mengalami perobekan daging sehingga bisa merendahkan diri serendah-rendahnya:


    • Kita mengaku kita hanya tanah liat atau domba-domba sembelihan yang tidak bisa apa-apa; tidak mampu apa-apa.
    • Kita merendahkan diri untuk bisa mendapatkan firman penggembalaan/suara gembala--tadi, gembala-gembala jaga malam dan dapat berita dalam penggembalaan bahwa Yesus lahir.
      Ini merendahkan diri, yaitu hanya mau mendengar firman penggembalaan dan taat dengar-dengaran.


    Kita mengaku tidak bisa apa-apa, hanya domba sembelihan yang sudah dibelenggu empat kakinya, tidak bisa apa-apa. Sekarang, apa yang bisa kita lakukan? 'Saya hanya mau mendengar berita penggembalaan/suara gembala dan taat dengar-dengaran pada suara gembala.'
    Itu sama dengan mengulurkan tangan kepada gembala Agung dan Ia akan mengulurkan tangan anugerah yang besar kepada kita--kita hidup dalam tangan Gembala Agung.

    Jangan lepas! Kalau lepas, akan ada binatang buas dan suasana dingin--jadi dingin dan durhaka. Mari, berada di tangan Gembala Agung. Malam ini, kembali semua! Merendahkan diri! Jangan mengandalkan segala sesuatu di dunia! Kita merendahkan diri: mengaku hanya tanah liat dan domba sembelihan--kita tidak bisa apa-apa dan tidak berarti apa-apa--, dan kita hanya mau mendengar suara Gembala--hanya mau mendapat berita penggembalaan--dan taat dengar-dengaran--mengulurkan tangan pada Gembala Agung dan Ia akan mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besar bagi kita.

    Yohanes 10: 27-28
    10:27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
    10:28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

    Ayat 27: 'Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku'= mendengar dan dengar-dengaran.
    Ayat 28: 'seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'= kita berada di dalam tangan Gembala Agung; tangan anugerah yang besar.

    Hasilnya:


    • Tangan anugerah yang besar dari Gembala Agung sanggup memberikan jaminan kepastian untuk pemeliharaan hidup kita di tengah kesulitan dunia sekarang sampai zaman antikris, bahkan sampai hidup kekal ('mereka pasti tidak akan binasa'). Yakinlah! Kalau kita ada di dalam tangan Gembala Agung, kita bisa berkata: 'takkan kekurangan aku.'

      'seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'= tangan anugerah yang besar dari Gembala Agung memberikan jaminan kepastian bahwa kita menang atas musuh-musuh kita; menyelesaikan segala masalah yang mustahil bagi kita.


    • Mazmur 95: 7
      95:7. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya

      Hasil kedua: tangan anugerah yang besar dari Gembala Agung menuntun kita ke tempat penggembalaan terakhir yaitu Yerusalem baru, artinya kita mengalami pembaharuan.
      Ini sama dengan menghapus air mata. Kita dibaharui, air mata juga dihapus, sampai tidak ada setetespun air mata.
      Kalau bertahan pada yang lama, air mata datang.

      Kalau diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani, air mata dihapus.

      Mulailah melembut malam ini! Mengaku segala kekurangan, kesalahan, kelemahan, dosa dan keadaan kita sejujur-jujurnya kepada TUHAN! Kalau sudah mengaku dan melembut, TUHAN akan menghapus air mata kita.

      Semakin diubahkan, air mata makin dihapus, masalah diselesaikan, ada harapan baru, ada kebahagiaan, ada masa depan yang semakin berhasil dan indah.. Sampai terakhir nanti saat kedatangan Yesus kedua kali, tidak ada lagi air mata. Kita sempurna dan kita bersama-sama dengan Dia selama-lamanya.

Inilah jaga malam.
Mari malam ini, jaga! Untuk diri sendiri dan keluarga, jaga! Jangan sampai diterkam binatang buas--dari luar--(setan tritunggal: dosa-dosa, ajaran palsu, penyembahan berhala) dan dari dalam--hawa nafsu yang membuat kita tidak taat/memberontak kepada TUHAN; buas.

Jaga jangan sampai pribadi dan rumah tangga bersuasana dingin--kasih menjadi dingin/durhaka--, tetapi tetap setia! Di penggembalaan juga dijaga jangan bersuasana dingin tetapi tetap setia berkobar!

Ketiga, jaga jangan sampai merasa hebat dan lepas dari tangan TUHAN, tapi: 'Saya hanya domba sembelihan yang tidak bisa apa-apa, harus dipegang oleh tangan TUHAN.' Mari menyembah, merendahkan diri di hadapan TUHAN.

Serahkan semua kepada Dia! Jaga pribadi dan keluarga kita! Kalau perlu, kita doakan keluarga kita.
Jujur di hadapan TUHAN! Kita hanya domba sembelihan, tidak bisa apa-apa. Kita hanya menyerah sepenuh pada TUHAN. Tunjukkan apa adanya! Melembut! Jangan menuding orang lain! Apa keadaan dan suasana yang kita alami, serahkan pada TUHAN!

Tempat paling aman adalah di dalam pelukan tangan Gembala Agung. Pribadi kita, keluarga kita, kita serahkan pada TUHAN. Ada jaminan kepastian. Serahkan semua! Jangan ragu! Dia tidak pernah menipu kita semua, apapun keadaan kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top