English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 20 Maret 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Februari 2009 (Minggu Sore)
Wahyu 22: 20 -> Tema ibadah di Medan.
"Ya, Aku datang segera"= kesiapan Tuhan Yesus untuk...

Ibadah Kaum Muda Malang, 17 Januari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:38-40, Tabut Perjanjian terdiri dari tutup dan peti. Tutupnya dari emas menunjuk...

Ibadah Doa Malang, 29 Agustus 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang sangkakala yang keenam,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Agustus 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Oktober 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:12-13
3:12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru...

Ibadah Raya Malang, 29 September 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

1 Petrus 2:1-2
2:1 Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan...

Ibadah Doa Malang, 20 September 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:32
25:32 Enam cabang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Januari 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 58-59; perikop: menilai zaman
12:58. Sebab, jikalau engkau...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2020 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Raya Malang, 24 Juni 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Sekarang artinya adalah...

Ibadah Raya Surabaya, 31 Oktober 2010 (Minggu Sore)
Tema di Medan "Wahyu 19: 9"
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Kunjungan di Palangkaraya I, 28 Juni 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: 20 (ulang tahun ke-20 penggembalaan...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Januari 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore,...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 29 Maret 2017 (Rabu Sore)

Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus Kristus. Kiranya bahagia, sukacita, dan damai sejahtera dari TUHAN kita, Yesus Kristus, dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Markus 12: 38-40
12:38. Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,
12:39. yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,
12:40. yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."

Dalam susunan Tabernakel, Markus 12: 38-40 terkena pada tabut perjanjian.
Tabut perjanjian terdiri dari dua bagian:

  1. Tutupnya, terbuat dari emas murni. Pada tutup, ada dua kerub. Ini menunjuk pada pribadi Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga--kerub pertama: Tuhan, kerub kedua: Kristus, tutupnya dengan tujuh percikan darah: Yesus.


  2. Petinya, terbuat dari kayu penaga, tetapi disalut dengan emas murni luar dan dalam, sehingga yang kelihatan bukan kayunya, tetapi emasnya. Ini menunjuk pada mempelai wanita Tuhan yang sempurna.
    Mempelai wanita Tuhan memang manusia darah daging tetapi harus mengalami penyalutan sampai tidak kelihatan lagi kayunya; hanya kelihatan emasnya--sifat tabiat ilahi.

Sementara manusia berdosa ada harapan menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna, di sini ada awasan: hati-hati terhadap ahli Taurat.
Ahli Taurat= kehidupan yang tidak bisa sempurna; tidak bisa menyongsong kedatangan Yesus kedua kali; tidak bisa menjadi mempelai wanita Tuhan.

Mengapa demikian?

  1. Karena ahli Taurat ini mengajarkan--ada firman pengajaran; ada iman--tetapi tidak sampai praktik.
    Matius 23: 2-3
    23:2. "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
    23:3. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena
    mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

    Iman tanpa perbuatan sama dengan kosong/mati.


  2. Karena ahli Taurat ini munafik. Dibungkus dalam kegiatan yang rohani--ibadah dengan doa yang panjang-panjang--, tetapi banyak kemunafikan. Kalau munafik--luar dan dalam tidak sama, cenderung ditutup-tutupi--tidak bisa sempurna.


  3. Matius 23: 11
    23:11. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

    Matius 20: 26
    20:26. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,

    Yang ketiga: ahli Taurat mau menjadi besar tetapi tidak mau mengalami prosesnya.
    Di sini, proses kalau menjadi besar adalah harus menjadi pelayan. Tetapi kenyataan yang ada, ahli Taurat ini bukan melayani, tetapi 'mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya' ; bukan melayani tetapi minta dilayani.

    Matius 23: 4
    23:4. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

    Kalau mau jadi besar, harus jadi pelayan. Ini adalah prosesnya.

Dalam kitab Wahyu, mempelai wanita Tuhan juga ditampilkan dalam sesuatu yang besar.
Wahyu 12: 1
12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Di sini mempelai wanita Tuhan ditampilkan dalam tanda yang besar, yaitu berselubungkan matahari, bulan di bawah kaki dan mahkota dari dua belas bintang di atas kepala.
Jadi, mau jadi mempelai dalam tanda besar ini harus melewati proses, bukan tiba-tiba jadi mempelai.

Kejadian 1: 14-17
1:14. Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
1:15. dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
1:16. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,

Di sini, matahari, bulan dan bintang berguna untuk menerangi bumi atau sebagai terang dunia.
Jadi, mempelai wanita Tuhan sama dengan terang dunia.

Bagaimana proses menjadi mempelai wanita Tuhan/terang dunia?
Matius 5: 15-16, 14
5:15. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
5:14. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

  1. Harus menjadi terang/pelita yang menerangi semua orang di dalam rumah.
  2. Menjadi terang yang bercahaya di depan orang.
  3. Menjadi terang dunia; mempelai wanita Tuhan yang sempurna.

Jadi, ada prosesnya dimana terang ini terus membesar dan harus kita lewati.

Praktik menjadi terang:
Efesus 5: 8-9
5:8. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
5:9. karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,


Mulai dari kebenaran, keadilan dan kebaikan.

Di mana kita harus benar, adil dan baik? Mulai dari NIKAH RUMAH TANGGA kita harus:

  1. benar dalam perbuatan dan perkataan.
    Praktik perbuatan benar dalam rumah tangga: arif/bijaksana.

    Efesus 5: 15
    5:15. Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

    Bijaksana= mendengar firman dan praktik firman.
    Jadi, perbuatan benar adalah perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan firman Tuhan. Ini sama dengan kita menjadi terang.

    Tetapi di Efesus 5 juga dituliskan lawannya, yaitu kehidupan yang bertahan pada dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa kejahatan dan kenajisan.
    Efesus 5: 3, 5
    5:3. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
    5:5. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

    Sundal dan cemar= dosa kenajisan.
    Serakah= dosa kejahatan.

    Ini adalah perbuatan-perbuatan yang gelap.
    Jadi, begitu kita dengar firman, praktikkan!

    Juga soal perkataan harus benar. Bagaimana perkataan benar? Perkataan yang mengucap syukur dan menjadi berkat bagi orang lain--perkataan yang benar dan baik.
    Efesus 5: 4, 6
    5:4. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
    5:6. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.

    Kalau perkataan kita benar dan baik, kita tampil sebagai terang dalam rumah tangga.
    Tetapi tadi ada lawannya juga yaitu perkataan kosong, sembrono, sesat--tanpa dasar kebenaran firman. Kalau berkata seperti ini, bukan tampil sebagai terang, tetapi dalam kegelapan.

    Jadi, kalau mau jadi terang dunia, harus benar dalam perbuatan dan perkataan.


  2. Adil= tidak memihak siapapun, tetapi memihak Tuhan, yaitu kehidupan yang berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar--Lewi menyandang pedang.
    Tidak peduli si A kurang pintar dan lain-lain, kalau salah, salah, benar, benar.

    Kalau sudah benar dan adil, pasti baik.


  3. Baik.

Terang dalam nikah rumah tangga menyinari semua yang ada di dalam rumah, bukan satu-satu.
Matius 5: 15
5:15. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

Kalau benar, maka dia tampil jadi terang dalam rumah tangga dan semua terkena.

Sikap kita kalau dalam nikah rumah tangga kita ada yang gelap--gelap dalam dosa/pengajaran dan lain-lain--: jangan berkawan.
Efesus 5: 7
5:7. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.

Jangan berkawan= jangan sepakat; jangan ambil bagian di dalamnya--jangan menyetujui dan jangan ikut-ikut--; kita tetapi hidup dalam kebenaran dan keadilan. Kita tidak bisa memaksa kalau dia dalam gelap. Kalau masih bisa dinasihati, kita nasihati, kalau tidak bisa, kita saja yang tampil sebagai terang.

Kegunaan dari terang:

  1. mengalahkan kegelapan terutama kegelapan yang menyerang dalam nikah rumah tangga yaitu kegelapan gantang dan tempat tidur.
    Gantang = perkara ekonomi; dosa makan minum. Tapi kalau masih ada yang hidup dalam terang, maka dosa ini tidak bisa masuk dalam nikah rumah tangga, karena begitu ada terang, yang gelap menjadi terang.
    Kita semua malam ini, sebagai orang tua perhatian kita pada anak terbatas. Tetapi kalau kita hidup dalam terang, maka kita akan bisa melindungi nikah rumah tangga kita dari kejatuhan dosa makan minum.

    Kegelapan tempat tidur= dosa kawin mengawinkan. Kalau tampil sebagai terang, dosa ini tidak bisa masuk. Tapi begitu gelap, dosa ini akan masuk dan merusak dalam nikah rumah tangga.


  2. Lukas 15: 8-10
    15:8. "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
    15:9. Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
    15:10. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

    Kegunaan terang yang kedua: Tuhan sanggup mengembalikan atau menemukan semua yang hilang. Mungkin dalam rumah tangga masih ada yang hilang dalam dosa atau ajaran lain. Kita jangan memusuhi, tetapi kita tetap tampil sebagai terang--tetap benar dan adil. Maka yang terhilang ini masih ada harapan untuk ditemukan.
    Tetapi kalau kita ikut-ikut memaki, tidak mungkin ketemu. Dia dalam kegelapan, kita juga hidup dalam kegelapan. Tetapi kalau kita tetap dalam terang, masih ada harapan ditemukan.

    Dirham ini juga menunjuk mata uang; ekonomi. Mungkin dulu begitu mudahnya memperoleh, tapi sekarang jadi sulit. Kalau tampil dalam terang, masih bisa ditemukan kembali.

TERANG BERCAHAYA DI DEPAN ORANG
Ini bisa di tetangga dan lain-lain, tetapi malam ini dalam penggembalaan.
Jadi, kita menjadi terang dalam penggembalaan.

Matius 5: 16
5:16. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Menjadi terang di depan orang adalah perbuatan benar, adil, dan baik dikaitkan dengan mempermuliakan Bapa di sorga.

Perbuatan apa ini? Bertobat--melepaskan kita dari dosa--; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan--hidup dalam kebenaran.
Wahyu 1: 5-6
1:5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
1:6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Setelah hidup dalam kebenaran, maka kita menjadi senjata kebenaran--menjadi imam-imam dan raja-raja--itulah kehidupan yang melayani Tuhan.
Jadi, perbuatan benar dan baik adalah kita bertobat--hidup dalam kebenaran--sampai menjadi senjata kebenaran--imam dan raja.

Ada tiga macam pelayanan yang mempermuliakan Bapa di sorga:
2 Timotius 2: 3-6
2:3. Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
2:4. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
2:5. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.
2:6. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.

  1. Prajurit, yaitu pelayanan yang tidak kuatir, sehingga kita bisa mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala sesuatu; bertekun dalam ibadah pelayanan.
    Kita imam-imam bukan hanya melayani saja, tetapi beribadah dan melayani.
    Juga mengutamakan kebenaran, itulah firman pengajaran yang benar. Mulai dari saat mendengar firman--ini yang terutama; tidak boleh terganggu.

    Waktu dulu, apalagi kalau mau natal, mau menghias gereja dan lain-lain bisa semalaman sampai pagi dan sebentar lagi ibadah. Akhirnya waktu firman tidak bisa berbuat apa-apa, mata sudah berat sekali. Ini pelayanan yang tidak benar.


  2. Ayat 5= olahragawan, yaitu kehidupan yang beribadah melayani sesuai dengan aturan (firman pengajaran yang benar). Kalau tidak sesuai dengan aturan, tidak ada gunanya.
    Kita sudah melayani Tuhan--melewati tekanan--, tapi kalau tidak sesuai dengan firman, semua akan sia-sia.

    Malam ini kita harus melayani sesuai dengan kebenaran firman.


  3. Ayat 6= petani, yaitu bekerja keras.
    Yakobus 5: 7
    5:7. Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.

    Petani ini juga sabar.
    Jadi, pelayan Tuhan harus bekerja keras, artinya setia berkobar-kobar dan sabar menunggu waktu Tuhan.
    Ini pelayanan yang baik.

    Kalau kecewa dan putus asa, itu bukan pelayanan yang baik.

Kalau kita mempermuliakan Bapa di sorga, hasilnya:
Roma 15: 5-6
15:5. Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,
15:6. sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

Hasil pertama: terjadi satu kerukunan sampai satu hati dan terakhir, satu suara.
Satu suara= satu tubuh Kristus yang sempurna dengan satu penyembahan Haleluya.

Kalau mempermuliakan Tuhan, kita akan dipakai dalam pelayanan tubuh Kristus yang sempurna sampai menjadi mempelai wanita Tuhan.

TERANG DUNIA
Matius 5: 14
5:14. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Menjadi terang dunia ada kaitan dengan kota di atas gunung, itulah Yerusalem baru.

Wahyu 21: 10
21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

Menjadi terang dunia; menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna, sama dengan bisa masuk Yerusalem baru.

Praktik menjadi terang dunia:
Yohanes 8: 12, 10-11
8:12. Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."
8:10. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
8:11. Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Di sini Yesus tampil sebagai terang dunia untuk mengalahkan kegelapan--diwakili oleh perempuan yang berbuat zinah.
Yesus tampil sebagai terang dunia lewat mengampuni. Seharusnya--menurut hukum taurat--, bila kedapatan berzinah, maka harus dilempar batu.

Jadi, menjadi terang dunia adalah mengampuni. Bagi yang sudah diampuni, jangan berbuat lagi.

Satu kali waktu, tiba-tiba orang datang maki-maki saya, lalu minta ampun. Selang berapa tahun begitu lagi. Saya tanya: Maunya apa? Masih gagal. Kalau terang dunia, sekalipun dia maki-maki lalu minta ampun lagi, harus diampuni.

Masih ada kesempatan, mungkin terang kita masih kecil, pertahankan. Kalau terus benar, satu kali waktu akan jadi terang dunia. Kita bisa mengampuni sekalipun tidak masuk akal.

Tidak cukup hanya mengampuni, masih ditambah lagi yaitu bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.
Matius 5: 43-48
5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
5:46. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
5:47. Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
5:48. Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Di sini terang dunia adalah matahari yang menerangi orang baik dan jahat.
Saat-saat kita diizinkan Tuhan mengalami tidak salah tapi disalahkan, tiba-tiba dimaki-maki, itu merupakan kesempatan untuk jadi terang dunia. Kalau belum siap, periksa dalam nikah rumah tangga dan penggembalaan sudah jadi terang atau belum.

Kalau menjadi terang dunia, hasilnya:
Kisah Rasul 27: 20
27:20. Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

  1. Kalau tidak ada terang; tidak ada matahari, bulan dan bintang, yang ada adalah angin badai--pencobaan-pencobaan di segala bidang sampai masalah-masalah yang memuncak sampai yang mustahil--yang membuat kecewa dan putus asa. Kalau ada matahari, bulan dan bintang, badai akan berlalu. Masalah selesai tepat pada waktunya. Masih ada harapan.
    Kalau matahari sudah tidak bersinar, berarti sudah tidak ada harapan.


  2. Ada pelangi untuk memperindah hidup kita. Jangan kecewa dan putus asa dulu kalau masih ada mendung dan lain-lain. Yang penting ada terang dunia. Kalau ada terang dunia, ada pelangi. Kalau tidak ada terang dunia, akan tetap gelap.

    Ada terang matahari berarti ada kehidupan, baik jasmani terutama rohani.


  3. Kalau ada terang matahari, kita tidak gampang tersandung dan terjatuh. Kalau tidak ada terang, akan mudah tersandung dan tiba-tiba jatuh dalam dosa.

    Kalau ada terang, kita tidak mudah tersandung dan terjatuh tetapi dibaharui sampai satu kali waktu kita bisa menjadi terang dunia untuk masuk Yerusalem baru.

Kalau belum tampil menjadi terang, masih Tuhan berikan kesempatan malam ini.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top