English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 14 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2018 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Persekutuan Malang IV, 02 Agustus 2012 (Kamis Pagi)
Bersamaan dengan Penamatan Siswa/i Lembaga Pendidikan El-Kitab "Kristus Ajaib" Angkatan XXXIV

Tema: "Mempelai datang! Songsonglah Dia!"...

Ibadah Doa Surabaya, 12 November 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan, kiranya kasih karunia dan berkat dari Tuhan senantiasa...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 10 Agustus 2010 (Selasa Pagi)
Keluaran 25 dimulai dengan korban bahan-bahan untuk pembangunan Tabernakel.

Keluaran 25:1-9 dibagi menjadi 3...

Ibadah Raya Malang, 12 Mei 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:11
9:11 Dan raja...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 01 September 2017 (Jumat Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:31-32
25:31 "Haruslah engkau membuat kandil...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 29 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:38-41 tentang Yesus menyembuhkan ibu...

Ibadah Doa Malang, 12 Januari 2010 (Selasa Sore)
Matius 24:45-51, berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali yang tidak terduga waktunya...

Ibadah Doa Surabaya, 22 September 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta.
SIKAP TUHAN TERHADAP TALENTA
Matius 25: 19, 27
25:19. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu...

Ibadah Doa Malang, 14 Juli 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat...

Ibadah Raya Surabaya, 11 September 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 30-32, 34
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada...

Ibadah Doa Malang, 05 Juli 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15a
7:13. Dan seorang dari...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Agustus 2016 (Kamis Sore)
Dari Rekaman Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Kidung Agung 2: 3
2:3. --Seperti...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II, 05 Agustus 2010 (Jumat Dini Hari)
Ratapan 2:18-19
2:18 Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion,


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Februari 2019 (Sabtu Sore)

Bersamaan dengan baptisan air

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 4-5=> dosa dan penderitaan.
13:4. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?
13:5. Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi
jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Dosa dan penderitaan tidak bisa dipisahkan. Dosa mengakibatkan penderitaan, sengsara terberat di dunia ini seperti delapan belas orang yang mati tertimpa menara di dekat Siloam, sampai sengsara di neraka selamanya.
Jangan sekali-kali ditipu oleh setan!

Oleh sebab itu kita harus bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan--mati terhadap dosa--hari-hari ini.

Di sini bertobat dikaitkan dengan menara dekat Siloam. Di Siloam juga ada kolam.
Yohanes 9: 1, 7
9:1. Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
9:7. dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

Kolam Siloam menunjuk pada baptisan air; dan Siloam juga berarti "Yang diutus", artinya: bertobat dikaitkan dengan baptisan air dan pengutusan--sesudah dibaptis, masih ada pengutusan.

Orang berdosa sama dengan orang buta sejak lahir; hidup dalam kegelapan dosa, terutama delapan dosa.
Wahyu 21: 8
21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

'Penakut'= takut pada sesuatu di dunia sampai melawan Tuhan/berbuat dosa.
'Pembunuh'= kebencian.
'Penyembah-penyembah berhala'= segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengutamakan/mengasihi Tuhan. Saat dibenturkan antara Tuhan dan sesuatu tetapi kita selalu memilih 'sesuatu', itulah penyembahan berhala.

Delapan dosa ini menenggelamkan kita di lautan dunia--susah payah, letih lesu, beban berat, gagal total--sampai tenggelam di lautan api dan belerang--kegelapan yang paling gelap; neraka selamanya.

Seperti dulu Tuhan menolong orang buta sejak lahir sampai melek, sekarang juga.
Cara Tuhan menolong adalah menyuruh pergi ke kolam Siloam.
Kolam Siloam sama dengan kolam pembasuhan, artinya baptisan air yang benar.
Kenapa harus benar? Sebab ada yang tidak benar. Seperti bahtera Nuh, ada banyak bahtera yang lain, tetapi hanya SATU bahtera Nuh yang benar dan menyelamatkan.

Jadi, ada macam-macam baptisan juga, menurut pikiran logika, aliran gereja, pendeta dan sebagainya, bukan ikut Tuhan, tetapi hanya satu baptisan yang benar.

Syarat baptisan air yang benar: percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap delapan dosa.
Roma 6: 4
6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Kolose 2: 12
2:12. karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Ada dua kesalahan dalam baptisan:

  • Kami hamba Tuhan membaptis orang yang belum mati terhadap dosa; orang belum bertobat tetapi dipaksa untuk dikubur, sehingga menjadi pemberontak.
  • Orang sudah mati; bertobat tetapi tidak mau dikuburkan--tidak mau baptisan dengan berbagai alasan.

Pelaksanaan
baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu seperti orang buta menjadi melek.
Dulu dilahirkan ibu kita masing-masing hanya manusia darah daging yang berdosa untuk dibinasakan. Tetapi lewat baptisan air, langit terbuka; pintu sorga terbuka

Jadi, orang mati terhadap dosa harus dikuburkan= ditenggelamkan dalam air. Kalau tidak mau ditenggelamkan dalam air, akan ditenggelamkan dalam lautan api dan belerang, kebinasaan selamanya. Tinggal pilih!

Tadinya orang buta dalam kegelapan, tetapi setelah masuk baptisan jadi melek, artinya:

  1. Hidup dalam terang kebenaran. Semua aspek hidup kita harus benar.
  2. Pandangan tertuju pada ladang Allah, artinya: menjadi senjata kebenaran. Ini sama dengan Siloam yang artinya: "Yang diutus.' Kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna:


    1. Mulai dari nikah.
      Suami mengasihi isteri, isteri tunduk pada suami, anak taat dan hormat pada orang tua--bukan menyembah--selagi masih hidup. Banyak yang waktu hidup, orang tuanya dimarah-marahi, setelah meninggal diberi apel sepuluh kg. Apa gunanya? Tidak ada gunanya. Itu logika. Kalau mau lakukan sesuatu untuk orang tua, lakukan selama masih hidup ini, jangan nanti kalau sudah mati.


    2. Penggembalaan.
    3. Antar penggembalaan; fellowship.
    4. Sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Mengapa
harus diutus Tuhan? Kalau tidak, kita akan diutus oleh setan dalam pembangunan Babel--kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan; kembali menjadi buta, dan hidup membabi buta. Sekarang, dosa kejahatan dan kenajisan sudah membabi buta, tidak pandang bulu, semua dihantam oleh Babel. Tidak ada yang kuat sekalipun ia hebat di dunia. Kalau tidak diutus oleh Tuhan, ia pasti diutus oleh setan dan dipakai dalam pembangunan Babel--menjadi mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan yang akan dibinasakan selamanya.

Mari, masuk dulu dalam kolam Siloam supaya tidak ditimpa menara Siloam, tidak menderita dalam dosa dan tenggelam dalam dunia. Hidup benar, setelah itu kita diutus oleh Tuhan. Sekolah dan bekerja yang keras, boleh, tetapi utamakan ladang pekerjaan Tuhan. Percuma sekolah dan kerja hebat tapi dipakai Babel--pandai, tapi menggunakan narkoba.

Arahkan pandangan kepada ladang Tuhan--pelayanan--sungguh-sungguh.
Lukas 10: 3
10:3. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

Suasana pengutusan adalah seperti anak domba di tengah-tengah serigala, artinya:

  • Suasana ketakutan.
    Jadi kalau mau melayani Tuhan itu tidak enak-enakan, tetapi suasana menakutkan dan mengerikan.
    Anak domba di tengah serigala artinya:


    • Tidak berdaya.
    • Tidak bisa apa-apa.


    Mulai diutus dalam nikah Tuhan izinkan tidak berdaya, di dalam penggembalaan tidak bisa apa-apa. Itu sudah benar. Kalau cari yang hebat, akan sama seperti menara Babel yang hebat tetapi akhirnya jatuh dan tinggal sebesar batu kilangan yang dilemparkan ke dalam laut.

    Masuk nikah dan penggembalaan memang tidak bisa apa-apa.

    "Om di sini sampai mau lari karena tidak berdaya. Salah! Memang dibuat Tuhan begitu, seperti anak domba di tengah serigala."


  • Suasana kemustahilan.

Mengapa
Tuhan izinkan demikian? Supaya kita hanya bergantung sepenuh kepada Tuhan sebagai Gembala Agung. Jangan bergantung pada sesuatu di dunia yang tidak menjanjikan apa-apa untuk di dunia apalagi di sorga!

"Dulu seorang guru cerita pada om tahun 1980an: Pak Widjaja, kalau dulu saya jadi guru--padahal hanya lulus SPG (Sekolah Pendidikan Guru)--, saya mengajar sampai di Malaysia, disambut, dihargai, dan dihormati. Sekarang susah, harus sekolah lagi. Karena itu kita hanya bergantung pada Yesus sebagai Gembala Agung."

Praktik bergantung pada Gembala Agung:

  1. Tergembala dengan benar dan baik; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Kita hidup dalam tangan Gembala Agung:


    1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya. Kita diberi minum supaya tidak dehidrasi/kering.


    2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus. Kita diberi makan.


    3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya. Kita bernafas dengan kasih Allah sampai hidup kekal.


  2. Mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala.

Tekun dalam kandang ditambah dengan mendengar dan dengar-dengaran pada suara Gembala sama dengan berada dalam tangan Gembala Agung--tekun dan setia sama dengan mengulurkan tangan, dan tangan Gembala Agung memegang/memeluk kita. Hanya gembala yang bisa menghadapi serigala, sehingga kita tidak diterkam serigala, artinya: tidak jatuh dalam dosa dan disesatkan. Kita tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan ibadah pelayanan tetapi tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.

Itulah bukti nyata kita berada di dalam tangan Gembala Agung. Kita tidak diterkam, malah disucikan; kita semakin dipakai, dan hidup semakin indah. Sampai puncaknya, kita bisa menyembah Tuhan--di Siloam ada menara; menara menunjuk pada doa penyembahan.

Kidung Agung 4: 4
4:4. Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya.

Leher menunjuk pada doa penyembahan--leher adalah hubungan paling erat antara kepala dengan tubuh.
Menara sama dengan leher.

Doa penyembahan sama dengan mata memandang Tuhan--memandang kebenaran, ladang Tuhan, dan pribadi Tuhan--, mulut berkata-kata dengan Tuhan--menyeru nama-Nya--, dan tangan diangkat menyerah sepenuh kepada-Nya.

Doa penyembahan sama dengan menara Daud, artinya:

  1. 'menyimpan senjata', berarti perang sudah selesai; sudah menang= dalam doa penyembahan kita menyerah sepenuh sehingga Tuhan berperang ganti kita untuk mengalahkan musuh-musuh dan menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
    Kita berusaha, tetapi terbatas, karena itu tambah dengan doa penyembahan supaya Tuhan yang berperang ganti kita.

    "Saya ingat satu anak kaum muda. Mau menyelesaikan skripsi, ditolak-tolak oleh dosennya sampai dia stres. Kemudian menghadap saya hari Sabtu, berdoa. Senin, dia masih jauh sudah dipanggil oleh dosennya untuk segera menyelesaikan skripsinya, supaya bisa wisuda, bahkan dibantu. Itu kalau Tuhan berperang ganti kita, kita berusaha tidak bisa, tapi kalau dengan Tuhan, bisa."


  2. 'tempat menyimpan perisai'= dalam doa penyembahan kita menyerah sepenuh pada Tuhan sehingga Ia melindungi kita dengan perisai iman untuk menghadapi panah api si jahat: dosa-dosa--kita bisa tetap hidup benar dan suci--, pencobaan-pencobaan yang membuat kita kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan--kita tetap percaya dan berharap Tuhan--, ajaran palsu termasuk gosip--kita tetap berpegang pada pengajaran yang benar.

    Kalau punya perisai iman kita akan mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.
    Kalau diteruskan, akan sampai kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).

Inilah kolam Siloam--baptisan air. Penting! Ini adalah langkah hidup kita, jangan buta terus, tetapi hidup dalam terang sampai bisa menyembah Tuhan.

Lukas 13: 4
13:4. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?

Tadi di kitab Kidung Agung ada menara Daud.
Di injil Lukas ada menara dekat Siloam, yang menunjuk pada doa penyembahan, yaitu proses perobekan daging dari segala keinginan, hawa nafsu, dan keinginan daging sehingga kita mengalami pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
Jadi, baptisan air dan doa penyembahan itu satu proses untuk mematikan/menyalibkan daging.

2 Timotius 3: 1-5
3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

'masa yang sukar'= sukar berubah.
'berontak terhadap orang tua'= tidak ada kasih pada sesama.
Banyak anak-anak berontak pada orang tua yang benar. Jangan, bahaya! Hormati dan taati orang tua yang benar!

'tidak dapat mengekang diri'= terutama tidak bisa mengekang lidah, yaitu berdusta, gosip dan lain-lain.
'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak ada kasih pada Tuhan.

Kita mengalami perobekan daging untuk diubahkan dari delapan belas sifat tabiat daging--666--:

  • 6 pertama: berontak pada orang tua= tidak ada kasih pada sesama--orang tua yang memberi dia makan saja dilawan, apalagi orang lain.
  • 6 kedua= tidak bisa mengekang diri dalam perkataan dan perbuatan.
  • 6 ketiga= lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah= tidak mengasihi Tuhan.

Harus diubahkan sehingga kita menjadi jujur dan taat--seperti ciptaan semula.
Kalau tidak berubah--tetap 666--, hidupnya akan sama seperti ditimpa menara Siloam--menderita, hancur, sampai binasa.
Tetapi kalau berubah jadi jujur dan taat, kita akan menjadi menara yang menjulang; ditinggikan oleh Tuhan--rumah doa--, artinya: semua menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
Mujizat jasmani juga terjadi: tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--rumah doa yang besar di awan-awan--; kita bersama Dia selamanya.

Mari, masuk baptisan biar pintu sorga terbuka. Mata memandang Tuhan, ladang Tuhan. Tergembala dengan benar dan baik. Apa masalah kita, berdoa, Tuhan akan mengadakan mujizat-mujizat di tengah kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top