English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha Malang V, 27 Oktober 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 29 Januari 2011 (Sabtu Sore)
Markus 15 secara keseluruhan berbicara mengenai sengsara Yesus untuk menyelamatkan, memberkati, bahkan menyelamatkan...

Ibadah Doa Malang, 08 Maret 2011 (Selasa Sore)
Matius 26 menunjuk tentang BULI-BULI EMAS BERISI MANNA.

Matius 26:1-5 menunjuk tentang...

Ibadah Doa Malang, 18 Maret 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:10-12
1:10 Pada hari Tuhan aku...

Ibadah Doa Malang, 04 Januari 2011 (Selasa Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Raya Malang, 19 April 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tujuh kali percikan darah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Agustus 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Juni 2011 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Adri Tuyu

Matius 26:17-25 tentang Perjamuan Paskah.

Keluaran 12:14-15, 3, 6
12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu...

Ibadah Paskah Malang, 31 Maret 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Mazmur 23:1
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Penyerahan anak adalah dengan...

Ibadah Raya Malang, 10 Februari 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:12
8:12 Lalu malaikat yang keempat...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Februari 206 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Malang, 26 Februari 2019 (Selasa Sore)
Siaran Tunda Ibadah Doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Doa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 April 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:3-44 adalah tentang 7 nubuat di akhir jaman. Nubuat yang kelima adalah ayat 26-31,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Mei 2010 (Sabtu Sore)
disertai dengan Pemberkatan Nikah

Markus 14:12-21 adalah tentang

Ibadah Raya Surabaya, 25 Januari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali:
Matius 24:29,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 April 2019 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 10-13 => menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat
13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
13:11. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
13:12. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
13:13. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

Ayat 10= Yesus mengajar di Bait Allah pada hari Sabat, artinya: pemberitaan firman pengajaran yang benar akan membawa kita untuk mengalami Sabat--perhentian--mulai sekarang di tengah dunia yang terkutuk (Sabat kecil; dalam urapan Roh Kudus setiap hari)--kita menjadi enak dan ringan--, kemudian Sabat besar di kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai Sabat kekal di Yerusalem baru.
Inilah kekuatan firman pengajaran yang benar, bukan menakut-nakuti kita tetapi membawa kita pada Sabat.

Ayat 11-13= firman pengajaran yang benar mengadakan mujizat baik secara jasmani (kesembuhan atau pertolongan secara jasmani) maupun rohani--pembaharuan hidup sampai sempurna; bisa memuliakan Tuhan, tidak lagi memalukan dan memilukan Tuhan, dan kita dipermuliakan bersama Dia.

Lukas 13: 14-17
13:14. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."
13:15. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
13:16. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"
13:17. Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

Ayat 14= penolakan terhadap pengajaran yang benar oleh kepala rumah ibadat, akibatnya ada yang bungkuk delapan belas tahun--dicap 666.

Malam ini kita lanjutkan pada ayat 15-16.
'ke tempat minuman'= palungan.
Waktu Yesus menyembuhkan pada hari Sabat, kepala rumah ibadat gusar, tetapi Yesus menjawab: Kamu munafik karena pada hari Sabat kamu membawa lembu ke palungan. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?

Ada dua macam keturunan Abraham:

  1. Keturunan Abraham secara jasmani= bangsa Israel asli--keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub.
    Ini adalah domba-Nya Tuhan, tetapi juga lembu-Nya Tuhan.
    Lembu adalah binatang halal yang bisa dipersembahkan kepada Tuhan; berkenan di hadapan Tuhan. Itulah keturunan Abraham secara jasmani yang disunat kulit khatannya.


  2. Keturunan Abraham secara rohani= bangsa kafir yang hidup dari iman.
    Galatia 3: 7
    3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

    Hidup dari iman artinya:


    1. Percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.
    2. Bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan--berhenti berbuat dosa.
    3. Baptisan air dan Roh Kudus--lahir baru dari air dan roh--sehingga hidup dalam kebenaran. Semua aspek hidup kita harus benar.


    Itulah keturunan Abraham yaitu hidup dari iman sampai hidup dalam kebenaran.
    Sebenarnya bangsa kafir adalah anjing dan babi. Tetapi kalau bisa hidup dari iman sampai hidup dalam kebenaran, bangsa kafir akan diangkat menjadi domba-Nya Tuhan--umat pilihan Tuhan.

    Bangsa kafir juga sama seperti keledai--binatang haram yang tidak boleh dipersembahkan kepada Tuhan. Tetapi kalau sudah hidup dari iman sampai hidup dalam kebenaran, bangsa kafir bukan lagi keledai jalang dan keledai liar, tetapi bisa ditunggangi oleh Yesus--dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--; bisa dipersembahkan kepada Tuhan, dan bisa berkenan kepada Tuhan.

Tetapi masih harus waspada.
Tadi keturunan Abraham juga diumpamakan sebagai lembu dan keledai.

Lukas 13: 15-16
13:15. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
13:16. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"

Keledai dan lembu bisa terikat juga; sama dengan perempuan bungkuk diikat iblis. Banyak kali sudah jadi lembu dan keledai, tetapi seringkali diikat oleh setan.
Baik bangsa Israel--lembu--maupun bangsa kafir--keledai--seringkali diikat oleh iblis selama delapan belas tahun, sama dengan dicap 666; menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selamanya. Waspada! Sudah jadi lembu yang berkenan kepada Tuhan dan keledai yang ditunggangi Tuhan tetapi masih diincar untuk diikat oleh iblis. Hati-hati!

Mengapa terjadi demikian di Bait Allah--sudah beribadah melayani--? Karena ibadahnya sistem Taurat--kepala rumah ibadat (gembala) ngotot soal hari Sabat.
Matius 15:8-9
15:8. Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

'memuliakan Aku dengan bibirnya'= beribadah.
Ibadah sistem Taurat adalah:

  • Ibadah kebiasaan, tanpa urapan Roh kudus, datang ibadah bukan karena semangat, tetapi hanya kebiasaan; tidak berkobar-kobar lagi.
  • Ibadah yang hanya mengajarkan peraturan-peraturan/perintah manusia--adat istiadat--, sehingga tidak ada firman pengajaran yang benar.
  • Ibadah yang hanya memuaskan daging--ibadah secara lahiriah, yaitu mencari kemakmuran (uang, kedudukan dan lain-lain) dan hiburan jasmani, tetapi tanpa kesucian--tanpa salib; tidak mau sengsara bersama Tuhan. Pemain musiknya boleh merokok, yang penting orang senang.

Akibatnya:

  • Hatinya tidak pernah dijamah oleh Tuhan, sehingga tidak pernah mengalami kepuasan, dan akan mencari kepuasan-kepuasan di dunia--ibadah melayani tetapi ke gedung bioskop, diskotik dan lain-lain--, atau kepuasan dunia dibawa masuk dalam gereja--menyanyi dan main musiknya sama seperti dunia.

    Bukti tidak puas: cara ibadahnya ganti-ganti terus mengikuti dunia. Kalau puas, tidak perlu cari macam-macam.


  • Tidak pernah disucikan dan diubahkan--menjadi perempuan bungkuk.
    2 Timotius 3: 1-5
    3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
    3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
    3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
    3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    'mencintai dirinya sendiri'= egois.

    'mencintai dirinya sendiri' - 'berontak terhadap orang tua'= cap enam pertama.
    'tidak tahu berterima kasih' - 'tidak dapat mengekang diri'= cap enam kedua.
    'tidak dapat mengekang diri'= membanggakan sesuatu lebih dari Tuhan, perkataan tidak bisa dikekang.

    'garang' - 'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= cap enam ketiga.
    'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak taat.

    Kekuatan ibadah adalah firman dan salib, karena itu perlu masuk dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; di sana ada kuasa untuk menjamah hati kita.

    Kalau ibadahnya hanya lahiriah, akibatnya: menjadi manusia darah daging yang dicap 666; menjadi sama dengan antikris.

Inilah alasannya kenapa sudah di Bait Allah tetapi masih bisa diikat oleh iblis.

Ibadah yang benar adalah sistem penggembalaan--keledai dan lembu dibawa ke palungan (tempat makan di kandang)--, yaitu:

  1. Kita harus selalu berada di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal.


  2. Lembu dan keledai dibawa ke tempat minuman--palungan.
    Artinya: sistem penggembalaan mengutamakan palungan--tempat makan minum domba secara jasmani. Secara rohani makanan domba adalah air kehidupan dari sorga: firman, Roh Kudus, dan kasih.

Kita masuk kandang dulu supaya tidak bisa dijamah setan, setelah itu utamakan makan dan minum secara rohani yaitu firman, Roh Kudus, dan kasih, apalagi jika ditambah dengan perjamuan suci.

Hasilnya:

  • Kita mengalami kepuasan sampai di dalam hati sekalipun di tengah penderitaan, sehingga kita tidak perlu mencari kepuasan di dunia.

    "Seorang bersaksi, ia sudah tinggal di kota besar sekarang. Dengar firman pengajaran, dibaptis dan lain-lain. Ia kembali ke daerah, kemudian ditawari untuk merokok, menonton bioskop, ia tidak mau. Temannya bingung. Ini bedanya. Kalau yang diajarkan manusia, bagus, tetapi tidak sampai di hati--bukan firman Tuhan. Tetapi firman pengajaran sampai di dalam hati--ada kepuasan."


  • Mengubahkan hati dan hidup kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, sampai sempurna seperti Dia. Kita tidak usah malu.

Lukas 13: 17
13:17. Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

Kalau kita sudah puas dan diubahkan, kita tidak usah malu mulai sekarang sampai kedatangan Yesus kedua kali, tetapi kita punya keberanian percaya.
1 Yohanes 2: 28
2:28. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

Dalam ibadah minta supaya hati kita dijamah, sehingga kita bergairah dalam ibadah. Berdoa setiap mau ibadah supaya ada firman. Hati akan dijamah, ada kepuasan, dan tidak bisa lagi dipengaruhi oleh teman-teman.

Kalau ibadah hanya di mulut, kita tidak akan pernah puas dan diubahkan sehingga hatinya kering; hidupnya memalukan Tuhan dan orang tua. Tetapi kalau ibadah sudah sungguh-sungguh--digembalakan; mencari makanan dalam ibadah--hati bisa dijamah dan kita puas, maka kita tidak usah malu lagi mulai sekarang sampai Tuhan datang tetapi punya keberanian percaya.

Dua macam keberanian percaya:

  1. 1 Yohanes 3: 21-22
    3:21. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
    3:22. dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

    Yang pertama: keberanian percaya untuk sekarang ini, yaitu untuk mendekati Allah dan berdoa.

    Syaratnya: hati nurani yang beres; tidak menuduh lagi; sama dengan hati nurani tenang/damai. Ini hanya terjadi di dalam penggembalaan.

    Mazmur 23: 1-2
    23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    23:2. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

    Hanya di penggembalaan kita bisa tenang.

    Hati nurani yang beres artinya:


    • Tidak bimbang.
    • Tidak pahit--iri dan dendam--, jahat, dan najis.
      Esau tidak tergembala, ia pahit pada Yakub, tetapi Yakub di penggembalaan, tenang.


    • Tidak ada keinginan dan hawa nafsu daging dalam hati, apalagi yang bertentangan dengan firman.
    • Hati yang taat dengar-dengaran sehingga hidupnya selalu berkenan kepada Tuhan.
    • Hati yang diisi kasih sempurna. Biarpun orang merugikan kita, tetapi kita mengasihi dia.


    Ibrani 4: 16
    4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    Dengan hati yang tenang kita mempunyai keberanian percaya untuk menghampiri takhta kasih karunia Imam Besar--berdoa dengan tenang dan yakin saat menghadapi apapun. Tuhan akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya untuk menolong kita tepat pada waktunya. Jaga hati tenang dan tunggu waktu Tuhan. Sekali Tuhan menjamah, semua akan selesai sampai yang mustahil.

    Terus bergumul! Kalau belum dijawab, berarti Tuhan masih menguji kita, dan kita harus banyak memeriksa diri, mungkin masih banyak iri, najis dan sebagainya. Terus bergumul sampai satu waktu Dia mengulurkan tangan.

    "Dulu om berdoa untuk tanah belakang. Rasanya sesuatu yang mustahil. Lama-lama, saya berdoa saja, serahkan Tuhan. Begitu mendengar dia buka harga 4M, saya tenang. Saya doakan terus, sampai 22 tahun dijawab oleh Tuhan. Tidak ada yang sulit. Kaum muda juga bisa. Kalau Tuhan menjamah hati, masalah juga selesai."


  2. 1 Yohanes 2: 28
    2:28. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

    Yang kedua: keberanian percaya yang akan datang, yaitu saat Tuhan datang kembali. Tidak usah malu, takut.

    Apa itu tidak usah malu dan takut?
    Bilangan 12: 1, 10, 12, 14
    12:1. Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.
    12:10. Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta!
    12:12. Janganlah kiranya dibiarkan dia sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan ibunya sudah setengah busuk dagingnya."
    12:14. Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sekiranya ayahnya meludahi mukanya, tidakkah ia mendapat malu selama tujuh hari? Biarlah dia selama tujuh hari dikucilkan ke luar tempat perkemahan, kemudian bolehlah ia diterima kembali."

    Miryam mengata-ngatai Musa sehingga ia diludahi mukanya--malu.
    Mengata-ngatai Musa yang benar berarti Miryam menggunakan kebenaran sendiri.

    Kebenaran sendiri inilah yang membuat kita malu.
    Kebenaran sendiri= menyalahkan orang lain dan Tuhan. Jangan! Itu yang membuat hidup itu malu dan takut.

    Kalau ada kebenaran sendiri pasti ada kepentingan dan keinginan sendiri.
    Tiga hal ini yang membuat malu dan tidak taat.

    Sehebat apapun kita kalau sudah tidak taat karena ada kebenaran, kepentingan, dan keinginan sendiri, kita pasti malu--seperti diludahi mukanya--dan takut hidupnya; ketinggalan saat Yesus datang kembali--bercacat cela.

    Tetapi malam ini kita mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    Kalau dosa diampuni, egois dan keinginan juga akan dihapus--kita menjadi taat.

    Kalau sudah taat, hidup kita akan berhasil dan indah. Tinggal tunggu waktu Tuhan.
    Taat sama dengan mengulurkan tangan, dan Tuhan akan mengulurkan tangan sehingga semua indah pada waktunya--ludah sudah dihapus.

    Pengkhotbah 3: 11
    3:11. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

    Tadi berdoa, sekarang taat. Tuhan akan membuat semua berhasil dan indah pada waktunya.
    Mengapa bisa begitu? Karena Ia sudah diludahi--segala dosa sudah Dia tanggung--, dan Dia menjadikan kita indah pada waktunya.
    Dan jika Dia datang kembali kita tidak usah malu memandang Dia muka dengan muka; kita bahagia selamanya.

Ada keturunan Abraham jasmani, tetapi ada yang rohani, itulah kita semua. Tetapi masih diikat, karena ibadahnya tanpa firman dan salib.
Mari ibadah sistem penggembalaan supaya hati bisa dijamah, ada keberanian percaya untuk berdoa, dan tidak usah malu saat Yesus datang. Segala ludah dan cacat cela dihapuskan, diganti yang berhasil, indah, sampai mulia.
Mungkin sekarang pahit, getir, banyak dipermalukan, serahkan kepada Tuhan dengan hati yang beres.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top