Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:
Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Ini menunjuk kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga. Perjamuan kawin Anak Domba adalah pertemuan antara Yesus yang datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga dengan sidang jemaat yang sempurna, terdiri dari Israel dan kafir, terdiri dari yang mati dalam Yesus (akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan) dan yang hidup sampai Tuhan datang kembali kedua kali (akan diubahkan dalam tubuh kemuliaan). Keduanya menjadi satu tubuh Kristus sempurna, mempelai wanita Surga, di awan-awan yang permai. Kita kaitkan dengan kenaikan Tuhan ke Surga.

Kisah Para Rasul 1:9-11
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Kita memperingati kenaikan Tuhan Yesus ke Surga dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga untuk mengangkat gereja Tuhan yang sempurna, mempelai wanita, ke awan-awan yang permai, perjamuan kawin Anak Domba, masuk Firdaus/ kerajaan 1.000 tahun damai [Wahyu 20], masuk kerajaan Surga/ Yerusalem baru [Wahyu 21-22].

Wahyu 22:20
22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

“Ya, Aku datang segera!” artinya Yesus sudah siap sedia untuk segera datang kembali kedua kali.
“Amin, datanglah Tuhan Yesus!” artinya gereja Tuhan harus sudah siap sedia untuk menyambut Yesus yang segera datang kembali kedua kali di awan permai.

Ada tiga hal yang harus dipersiapkan oleh gereja Tuhan dalam waktu yang singkat menjelang kedatangan Yesus kedua kali:
  1. Gereja Tuhan harus banyak membaca, mendengar dan menuruti/ taat dengar-dengaran pada firman nubuat.
    Wahyu 1:3
    1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

    Firman nubuat adalah firman pengajaran benar yang menubuatkan terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga. Mengapa kita harus banyak membaca, mendengar, dan menuruti firman nubuat?

    Wahyu 22:7
    22:7 "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"

    Sebab suatu waktu tidak ada kesempatan lagi untuk membaca dan mendengar firman nubuat/ firman pengajaran yang benar. Pada saat itu, firman pengajaran yang benar harus sudah menjadi praktik nyata dalam setiap langkah hidup kita. Firman pengajaran yang benar sudah mendarah daging atau menyatu dalam hidup kita. Contoh: Pdt. van Gessel (alm.) pernah ditangkap oleh Jepang karena beliau orang peranakan Belanda dan Indonesia, dianggap sebagai orang Belanda. Ketika Jepang datang ke Indonesia, beliau ditangkap dan dipenjara di Ngawi, tidak boleh membawa Alkitab tetapi bisa mengajar Injil Matius tanpa Alkitab. Ini artinya firman sudah mendarah daging, sudah menjadi praktik dalam hidup kita.

    Lukas 5:1,3
    5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
    5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

    Tujuan utama kita beribadah melayani Tuhan adalah mengerumuni Yesus = mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. Jika dalam setiap ibadah kita mengutamakan pemberitaan firman pengajaran yang benar, sama dengan kita sedang mengerumuni Yesus, maka hadirat Yesus sebagai Imam Besar nyata di tengah sidang jemaat untuk menjamah dan melakukan mujizat, terutama mujizat rohani (mujizat terbesar yang mutlak harus kita alami) yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Keluaran 32:1
    32:1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."

    Ibadah pelayanan Israel mengerumuni Harun, artinya tidak mengutamakan Tuhan, tidak mengutamakan perkara rohani (firman pengajaran yang benar) tetapi hanya mencari perkara jasmani: figur manusia (artis, orang kaya, motivator), uang, kedudukan, dll. Maka pasti mengarah pada penyembahan berhala/ anak lembu emas = keras hati (tegar tengkuk), menolak firman pengajaran yang benar, mempertahankan dan memperkembangkan dosa-dosa sampai puncak dosa, sampai binasa selamanya.

    Proses taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar:
    • Hanya mendengar firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus, dengan sungguh-sungguh, dengan suatu kebutuhan seperti orang lapar membutuhkan makanan, seperti anjing menjilat remah-remah roti.

    • Mengerti firman = firman ditulis di dahi.

    • Percaya/ yakin pada firman = ditulis di hati, menjadi iman di dalam hati.
      Ibrani 10:16-17
      10:16 sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,
      10:17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."

      Jika hati percaya, mulut bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Maka kita mengalami pengampunan dosa dan kelepasan dari dosa sehingga kita selamat (tidak dihukum) dan diberkati oleh Tuhan.

    • Menuruti firman/ taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar = firman ditulis di tangan (perbuatan sesuai firman), sampai firman ditulis dalam seluruh hidup kita, mendarah daging dalam hidup kita, yang menentukan nasib kehidupan kita. Sebab manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari firman yang keluar dari mulut Allah, ini yang menentukan nasib kehidupan kita.

    Hasilnya:
    • Kita mendapatkan hikmat dan perlindungan dari Tuhan sehingga tidak bisa dicap 666 oleh antikris, tetapi dicap oleh Tuhan dengan firman pengajaran yang benar.
      Wahyu 13:16-18
      13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
      13:17 dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
      13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

    • Kita mendapat hikmat dari Tuhan yang bisa memberikan masa depan yang berhasil dan indah di tengah krisis dunia.
      Pengkhotbah 10:10
      10:10 Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

  2. Kita harus memusatkan perhatian kepada perkara Tuhan.
    1 Korintus 7:29,32
    7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
    7:32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

    Ini sama dengan mengutamakan perkara rohani/ perkara Surgawi/ ibadah pelayanan lebih dari segala perkara apa pun di dunia, karena waktunya sudah singkat.

    Matius 6:31,33
    6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
    6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    Carilah dahulu kerajaan Surga dan kebenarannya artinya kita harus setia dalam ibadah pelayanan yang benar sesuai firman pengajaran yang benar (Alkitab) = beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar.

    Yesaya 11:5
    11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Ini sama dengan melayani dengan berikat pinggang = perhiasan mempelai [Yeremia 2:32]. Hasilnya:
    • Pemeliharaan secara jasmani.
      Matius 6:33
      6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

      Semua akan ditambahkan (+) kepadamu, artinya Yesus sanggup memelihara kehidupan kita dengan kekuatan salib-Nya sehingga kita tidak pernah minus (-), selalu surplus (+). ‘Tak kan kekurangan aku’ artinya selalu berkelimpahan sehingga kita selalu mengucap syukur dan menjadi berkat bagi orang lain (bukan menjadi beban).

      Urusan kita hidup di dunia adalah menjadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang setia dan benar, maka urusan hidup sehari-hari, masa depan adalah urusan Tuhan. Jangan mengurus hidup sehari-hari sampai tidak setia dan benar.

    • Pemeliharaan secara rohani.
      Jiwa kita dipelihara, tidak ada kekuatiran, ketakutan, letih lesu, beban berat, susah payah, air mata, semua sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib sehingga kita damai sejahtera, semua enak dan ringan.

    • Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang setia dan benar akan dipakai dalam kegerakan kuda putih, kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Wahyu 19:11
      19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

  3. Belajar dari pohon ara yang rantingnya keras sehingga gagal untuk berbuah.
    Markus 13:28-29
    13:28 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
    13:29 Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

    • Belajar dari pohon ara di taman Eden.
      Daunnya untuk menutupi ketelanjangan/ dosa Adam dan Hawa. Daun ara menunjuk kebenaran diri sendiri, menutupi dosa dengan cara menyalahkan Tuhan/ firman pengajaran benar (vertikal) dan sesama (horisontal) = menolak salib.

      Kejadian 3:9-13
      3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
      3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
      3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
      3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
      3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."

      Tuhan memanggil Adam dan Hawa yang telanjang/ berdosa lewat pemberitaan firman. Setiap pemberitaan firman pengajaran benar yang menunjuk dosa kita adalah panggilan Tuhan untuk mengampuni dosa kita, membebaskan kita dari dosa dan menolong kita.

      [ayat 12] Sikap Adam: menutupi dosa dengan cara menyalahkan istrinya dan menyalahkan Tuhan sehingga tetap telanjang, tidak tertolong.
      [ayat 13] Sikap Hawa: menutupi dosa dengan cara menyalahkan setan sehingga lebih telanjang (berdosa) lagi.

      Orang yang keras hati, memakai kebenaran diri sendiri, tidak bisa bertobat, pasti gagal total, kehilangan suasana Firdaus (suasana Surga), hidup dalam kutukan: letih lesu, beban berat, susah payah. Jika dibiarkan pasti binasa selama-lamanya. Jika dalam nikah/ rumah tangga saling menyalahkan, maka akan kehilangan suasana Surga, yang ada suasana neraka, kutukan, letih lesu, beban berat sampai binasa. Biarlah kita bisa menerima kebenaran dari Tuhan, yaitu saling mengaku dan saling mengampuni, maka darah Yesus membasuh segala dosa kita. Kita damai sejahtera, maka Roh Kudus akan bekerja. Hati damai sejahtera merupakan tempatnya Roh Kudus. Jika ada dosa, Roh Kudus pergi.

    • Belajar dari pohon ara di pinggir jalan, tidak berbuah, hanya berdaun saja sebab rantingnya tetap keras, tetap keras hati artinya menjadi Kristen jalanan, beredar-edar, tidak mau berada di kebun anggur, tidak mau tergembala dengan benar dan baik karena mengikuti keinginan daging, terutama keinginan telinga untuk mendengar ajaran palsu. Akibatnya adalah dikutuk, letih lesu, beban berat, susah payah, air mata, sampai binasa.

      Jika pohon ara di dalam kebun anggur = tergembala dengan benar dan baik, sekalipun belum berbuah, namun masih ada penjaga/ gembala yang mendoakan, masih diberi kesempatan untuk bisa berbuah. Kesempatan saat ini untuk melembut, kita bisa tergembala dengan benar dan baik, selalu berada di ruangan suci, ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

      Imamat 21:12
      21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah. Kita disucikan dan mengalami urapan Roh Kudus. Semakin disucikan, urapan semakin bertambah sampai menjadi kepenuhan Roh Kudus, sampai meluap-luap dalam Roh Kudus.

      Bangsa kafir sangat membutuhkan Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, bangsa kafir hanya seperti perempuan Samaria, tandanya:
      • Haus.
        Yohanes 4:15
        4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

        Tidak puas, hanya bersungut, ngomel, wajah muram

      • Pahit.
        Yohanes 4:9
        4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

        Tidak bergaul artinya ada kepahitan hati, iri, benci, dendam, tidak bisa menyatu dalam tubuh Kristus.

      • Najis.
        Yohanes 4:17-18
        4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
        4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."

        Dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan, nikah yang hancur.

      Oleh sebab itu Yesus berusaha untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita.

      Yohanes 16:7
      16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

      Yesus harus pergi artinya Yesus mati di kayu salib, bangkit dan naik ke Surga untuk mencurahkan Roh Kudus.

      Roma 8:11
      8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

      Kegunaan Roh Kudus adalah Roh Kudus sanggup membangkitkan apa yang sudah mati menjadi hidup. Secara rohani, rohani yang mati menjadi hidup:
      • Petrus adalah orang yang keras hati sampai menyangkal Yesus 3 kali (berdusta), seharusnya binasa. Namun ketika menerima Roh Kudus di loteng Yerusalem, maka Petrus bisa melembut menjadi kuat teguh hati, jujur apapun risikonya. Petrus berani berkhotbah di hadapan 3.000 orang.

      • Tomas keras hati, bimbang, tidak percaya kepada Yesus. Setelah dipenuhi Roh Kudus di loteng Yerusalem, Tomas bisa melembut menjadi percaya kepada Tuhan apa pun risiko yang dihadapi, sampai rela mati untuk Tuhan.

      • Maria Magdalena keras hati, dirasuk 7 setan, najis. Setelah dipenuhi Roh Kudus, bisa melembut, hidup benar dan suci, menjadi saksi Tuhan.

      Secara jasmani, yang mati menjadi hidup. Roh Kudus sanggup memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Yang mustahil menjadi tidak mustahil, Roh Kudus sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Kalau kita kuat teguh hati, maka mujizat pasti terjadi.

      Jika Yesus datang kedua kali, Roh Kudus mengubahkan kita sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan permai, masuk Firdaus (kerajaan 1.000 tahun damai), sampai masuk kerajaan Surga, kekal selamanya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2009 (Kamis Malam)
    ... akan keluar dari Mesir harus ada malam berjaga-jaga bagi Tuhan dan Israel. Saat itu Mesir dihukum dengan hukuman dan Israel mengalami kelepasan dari Mesir. Demikian juga gereja di akhir zaman harus ada malam berjaga-jaga bagi Tuhan dan bagi kita sekalian sebelum dunia dihukum dengan x hukuman. Tuhan berjaga-jaga lewat doa ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Agustus 2014 (Senin Sore)
    ... Tuhan akan mengulurkan tangan untuk menolong mengangkat domba tersebut. Pengertian lobang Dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan. Jadi domba yang jatuh ke lobang anak Tuhan hamba Tuhan yang berada di Bait Allah tetapi jatuh ke dalam dosa sampai puncaknya dosa. Kalau kehidupan itu berbuat dosa jatuh ke dalam lobang ...
  • Ibadah Doa Malang, 14 Oktober 2021 (Kamis Sore)
    ... manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. . Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta mereka tidak bercela. Ada tujuh fakta pengikutan terhadap Yesus sampai ke bukit Sion Bagaikan desau air bah tidak bisa dibendung diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang Agustus sampai Ibadah Doa Malang ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 02 September 2014 (Selasa Malam)
    ... Kayu penaga keras menunjuk keras hati. Kayu penaga bergetah menunjuk tabiat dosa. Tuhan memanggil dan memilih manusia berdosa yang keras hati untuk dijadikan mempelai wanitaNya. Pertama kali Tuhan memanggil Abraham dari tengah-tengah bangsa yang keras hati di Ur-Kasdim Sinear. Di Ur-Kasdim Sinear pernah didirikan menara Babel sebagai bukti kekerasan hati ...
  • Ibadah Kaum Muda Malang, 28 Maret 2009 (Sabtu Sore)
    ... bagaikan menyeberang lautan dunia yang dahsyat untuk pelabuhan damai sejahtera yaitu Firdaus sampai Kerajaan Sorga yang kekal. Di tengah lautan muncul ragi ajaran sesat yang bertujuan untuk menyesatkan kita sehingga tidak sampai pada tujuan akhir Yerusalem Baru. Kalau tidak sampai Sorga pasti akan masuk ke neraka. Markus - - . Ajaran ...
  • Ibadah Raya Malang, 28 Februari 2016 (Minggu Pagi)
    ... tetap terikat pada pinggang. Artinya kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan hidup dalam kebenaran. Semua harus benar pelayanan harus benar sekolah harus benar pekerjaan harus benar nikah harus benar. Kita juga berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar. Beribadah melayani dengan setia dan benar sama dengan memakai ikat pinggang sehingga ...
  • Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja, 14 Mei 2011 (Sabtu Sore)
    ... TUHAN kepada Musa Firaun berkeras hati ia menolak membiarkan bangsa itu pergi. Pergilah kepada Firaun pada waktu pagi pada waktu biasanya ia keluar ke sungai nantikanlah dia di tepi sungai Nil dengan memegang di tanganmu tongkat yang tadinya berubah menjadi ular. Dan katakanlah kepadanya TUHAN Allah orang Ibrani telah mengutus ...
  • Ibadah Raya Malang, 28 April 2013 (Minggu Pagi)
    ... sampai kepada akhir zaman. Jika kita dipercaya oleh Tuhan dalam kegerakan rohani yang besar maka Tuhan menyertai kita. Penyertaan Tuhan adalah kebutuhan yang pokok dalam kehidupan kita yang tidak bisa ditukar dengan apa pun juga. Keluaran - Berfirmanlah TUHAN kepada Musa Pergilah berjalanlah dari sini engkau dan bangsa itu yang telah ...
  • Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Kartika Graha V, 30 April 2010 (Jumat Sore)
    ... antara orang mati oleh kemuliaan Bapa demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Baptisan air yang benar adalah kita dikuburkan dalam air bersama Yesus mengalami baptisan dalam kematian supaya kita bangkit dalam hidup yang baru hidup dalam kebenaran . Orang yang sudah mati terhadap dosa HARUS dikubur. Matius ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 20 Maret 2022 (Minggu Siang)
    ... pikat yang kuat sehingga kita terpikat--seperti ikan yang terkena pukat. Terpikat artinya tidak bisa beralih lagi dari keinginan daging. Daya seret yang kuat. Kalau sudah dipikat tinggal diseret sehingga kita keluar dari kehendak Tuhan pengajaran yang benar. Kalau sudah diseret keinginan akan jadi hawa nafsu setelah itu akan jadi dosa-dosa dan puncaknya ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.