English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 04 Mei 2018 (Jumat Sore)
Dari siaran tunda ibadah doa di Melaka

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 11 Agustus 2009 (Selasa Siang)
Markus 2:18-20, waktu berpuasa adalah saat terjadi jarak antara kita dengan Tuhan (Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Januari 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11 ada dua macam kegiatan di...

Ibadah Raya Malang, 14 Desember 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24: 29-31 adalah nubuat ketujuh, yaitu keadaan pada masa kedatangan Yesus kedua kali, Matius...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juni 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang penyucian terakhir yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Mei 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 April 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2018 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam V

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Surabaya, 17 April 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 08 November 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:30-35 tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS, terutama tentang penggembalaan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Desember 2010 (Kamis Sore)
Disertai penataran imam-imam dan calon imam-imam III

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam...

Ibadah Raya Surabaya, 17 September 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 15 Desember 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT KEDATANGAN YESUS...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 November 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:9-11
6:9 Dan...

Ibadah Raya Surabaya, 22 April 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 05 Mei 2019 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang penghukuman Anak Allah yang kelima atas manusia di bumi, yaitu siksaan/ sengatan kalajengking selama lima bulan lamanya.

Wahyu 9:7-12 tentang belalang dan kalajengking.
Belalang = roh jahat dan roh najis yang keluar dari lubang jurang maut.

Ada dua hal tentang belalang:
  1. Rupa belalang seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan.
    Wahyu 9:7
    9:7 Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

  2. Ekor belalang sama seperti kalajengking dan ada sengatnya.
    Wahyu 9:10
    9:10 Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

    Ekor belalang = sengat kalajengking.

    1 Korintus 15:55-56
    15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
    15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

    Sengat kalajengking = sengat maut, itulah dosa-dosa.

    Jadi, belalang adalah roh jahat dan roh najis sebagai pemicu dosa yang membuat manusia, termasuk hamba Tuhan/ pelayan Tuhan berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Sehingga manusia mengalami siksaan kalajengking lima bulan lamanya, sampai kebinasaan di neraka selamanya.

Keadaan belalang/ dosa-dosa:
  1. Di atas kepala ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas.
    Wahyu 9:7
    9:7 Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

    Artinya dosa-dosa tampil sangat indah dan berharga. Contohnya tontonan yang semakin najis akan semakin mahal dan semakin dicari.
    Padahal di hadapan Tuhan, kehidupan yang berbuat dosa adalah paling tidak berharga.

  2. Muka seperti muka manusia.
    Artinya dosa tidak memandang muka, baik orang tua atau muda, kaya atau miskin, pandai atau bodoh, cacat atau tidak, dll. Semua bisa berbuat dosa.

  3. Rambut seperti rambut perempuan.
    Wahyu 9:8
    9:8 dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa,

    Rambut itu banyak, artinya ada banyak jenis dosa.
    Rambut itu panjang, artinya dosa itu cepat berkembang sampai pada puncaknya dosa. Panjang juga artinya dosa itu mengikat, sehingga tidak mudah dilepaskan/ diselesaikan, sampai tidak bisa diselesaikan.
    Terutama jika sudah ada dosa kebanggaan, tidak mengandalkan Tuhan, maka dosa-dosa akan cepat berkembang.
    Rambut juga licin, menunjuk kelicikan, kemunafikan, di dalam dan di luar tidak sama, di dalam ibadah dan di luar ibadah tidak sama.

  4. Gigi seperti gigi singa.
    Artinya merobek-robek, memecah-belah, mencerai-beraikan tubuh Kristus mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan. Ini terjadi lewat dosa-dosa dan lewat ajaran palsu.

    Amos 3:12
    3:12 Beginilah firman TUHAN: "Seperti seorang gembala melepaskan dari mulut singa dua tulang betis atau potongan telinga, demikianlah orang Israel yang diam di Samaria akan dilepaskan seperti sebagian dari katil dan seperti sepenggal dari kaki balai-balai."

    Singa menggigit telinga dan dua tulang betis.
    Telinga digigit supaya tidak bisa mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala/ firman pengajaran yang benar, dan mulai mendengar ajaran lain atau gosip-gosip yang tidak benar.
    Tulang betis digigit supaya tidak bisa berdiri teguh di atas firman pengajaran yang benar, supaya imannya goyah sampai gugur dari iman.

  5. Dada belalang seperti baju zirah.
    Wahyu 9:9
    9:9 dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.

    Artinya dosa itu kebal, tidak tahu malu, malah bangga dengan dosa.

  6. Bunyi sayap bagaikan bunyi kereta yang ditarik banyak kuda, menuju peperangan.
    Artinya dosa mempunyai kekuatan dan kecepatan untuk berperang dengan manusia/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan, dan menjatuhkan manusia/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan dalam dosa sampai puncaknya dosa.

  7. Ekor sama seperti kalajengking dan ada sengatnya.
    Wahyu 9:10
    9:10 Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

    Ekor ini menunjuk pada akhir dari dosa, yaitu penderitaan sampai kebinasaan selamanya di neraka.

Jadi, belalang menunjuk pada roh jahat dan roh najis yang siap berperang supaya manusia/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Seluruh hidup manusia, tubuh jiwa rohnya dikuasai dosa, masa lalu/ masa depan/ masa sekarang dikuasai dosa.

Oleh sebab itu, kita harus siap untuk menggunakan perlengkapan senjata Allah untuk berperang melawan belalang/ roh jahat dan roh najis. Yaitu kita harus masuk dalam penyucian seluruh hidup kita.
  1. Penyucian masa lalu/ Halaman Tabernakel.
    1 Yohanes 1:7-10
    1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
    1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
    1:10 Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.


    Yaitu penyucian oleh kuasa darah Yesus.

    Prosesnya adalah kita sadar akan dosa, menyesali dosa, sampai kita bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, juga sampai kita bisa mengampuni dosa orang lain. Maka darah Yesus akan aktif dalam dua hal:
    • Mengampuni segala dosa kita dengan darahNya, sampai tidak ada bekasnya lagi. Kita kelihatan seperti tadinya tidak pernah berbuat dosa. Buktinya adalah kita tidak tertuduh lagi, hati nurani tidak menuduh, setan tidak menuduh, Tuhan tidak menuduh. Kita hidup dalam ketenangan.

    • Mencabut akar-akar dosa, sehingga kita tidak berbuat dosa lagi, bahkan membenci dosa. Maka kita selamat dan tidak dihukum. Kita dibenarkan dan diselamatkan. Kita bisa masuk persekutuan yang terang, mulai dari dalam nikah dan penggembalaan. Kita diberkati oleh Tuhan.

    Hati-hati dengan kebenaran diri sendiri, yaitu sudah berbuat dosa tetapi tidak mau mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain dan Tuhan. Ini sama dengan melawan salib, sama dengan menipu diri sendiri. Maka akan masuk dalam persekutuan yang gelap, kosong dari firman Allah. Keadaannya seperti bumi sebelum diciptakan, campur baur dengan dosa.

  2. Penyucian masa kini/ Ruangan Suci.
    Yohanes 15:3
    15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Yaitu lewat:
    • Firman yang dikatakan oleh Yesus sendiri = ayat menerangkan ayat dalam Alkitab = firman pengajaran yang benar, firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
      Mazmur 119:11,105
      119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
      119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

      Fungsi dari firman pengajaran yang benar:
      • Sebagai rem supaya kita tidak jatuh dalam dosa.
        Hati-hati dengan pergaulan tidak baik yang mendorong kita untuk berbuat dosa sampai puncaknya dosa.

      • Sebagai pelita bagi kaki, supaya tidak tersandung dan tidak terjerat oleh dosa.
        Setan memasang jerat di tempat di mana kita biasa lewat, di tempat yang kita sukai.
        Tanda mulai terjerat dosa adalah jika sudah mulai respons negatif pada firman pengajaran yang benar, jika sudah mulai memberi perhatian pada dosa.

      • Sebagai terang bagi jalan, yaitu menuntun kita ke arah kota terang Yerusalem Baru.
        Kita bisa hidup dalam terang, dalam kebenaran dan kesucian, tidak ada yang disembunyikan.

    • Hajaran.
      Ibrani 12:10
      12:10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

      Setiap pemberitaan firman pengajaran yang keras, adalah uluran tali kasih Tuhan untuk menyucikan dan menolong kita. Jika ditolak, maka akan dipintal menjadi cambuk hajaran di segala bidang, dengan maksud supaya kita kembali kepada kesucian. Tetapi jika menolak hajaran, maka akan dibiarkan oleh Tuhan, hanya menunggu siksaan dan kebinasaan selamanya.

  3. Penyucian masa yang akan datang/ Ruangan Maha Suci.
    1 Yohanes 3:2-3
    3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
    3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.


    Yaitu dengan pengharapan akan kedatangan Yesus kedua kali.
    Prakteknya:
    • Ketekunan dalam kandang penggembalaan, dalam 3 macam ibadah pokok.
      Roma 8:25
      8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

      • Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia Roh Kudus. Kita minum secara rohani sehingga segar.
      • Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus. Kita makan secara rohani sehingga kuat, bertumbuh dalam kesucian.
      • Mezbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya. Kita bernafas dalam kasih Allah, sampai mencapai hidup kekal selamanya.

      Dalam kandang penggembalaan, tubuh jiwa roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah. Kita disucikan terus-menerus sehingga bertumbuh ke arah kedewasaan rohani sampai sempurna seperti Yesus.

    • Rela mengalami percikan darah.
      Ada dua kali tujuh percikan darah, yaitu di atas peti untuk Tuhan Yesus, dan di depan peti untuk kita semua.

      1 Petrus 4:12-14
      4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.


      Percikan darah adalah ujian, nyala api siksaan, sengsara daging tanpa dosa karena Yesus.
      Mengapa harus mengalami percikan darah? Supaya kita mengalami Roh kemuliaan.

      Kegunaan Roh Kudus/ Roh kemuliaan:
      • Imam Besar masuk ke Ruangan Maha Suci membawa darah dan dupa untuk mengadakan pelayanan pendamaian atas segala dosa kita. Jika ada Roh kemuliaan, maka segala dosa akan diampuni dan didamaikan oleh darah Yesus. Kita bisa hidup benar dan suci.
        Imamat 16:12-16
        16:12 Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
        16:13 Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
        16:14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
        16:15 Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.
        16:16 Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.

      • Roh Kudus memberikan penghiburan.
        1 Petrus 4:14
        4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

        Kita tetap bersuasana kebahagiaan Sorga di tengah penderitaan.

      • Roh Kudus mengadakan mujizat terbesar, mujizat rohani, yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
        1 Raja-raja 8:10-11
        8:10 Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN,
        8:11 sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.

        Manusia baru hanya tersungkur di kaki Tuhan, menyembah Tuhan, mengakui segala kekurangan dan kelemahan, tidak ada yang dibanggakan sedikit pun.

        Yosua 7:5-6
        7:5 Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.
        7:6 Yosuapun mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut TUHAN hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel, sambil menaburkan debu di atas kepalanya.


        Seorang bapak/ gembala harus banyak tersungkur menghadapi masalah yang mustahil. Sampai menang terhadap Ai, yaitu sampai semua masalah selesai. Apa yang sukar bagi kita, bagi Tuhan lebih mudah daripada membalikkan telapak tangan.

        36 = 4 x 9 = 9 jabatan pelayanan, 9 karunia Roh Kudus, 9 perbuatan kasih Allah Bapa, 9 buah Roh Kudus.
        Kita juga harus banyak tersungkur untuk mempertahankan 4 x 9 perkara rohani. Jangan sampai dihantam roh reruntuhan (Ai), lewat keinginan najis, keinginan akan uang. Ai menunjuk pada perkara kecil, tetapi bisa meruntuhkan perkara rohani. Kita harus waspada untuk bisa setia dan berkorbar-kobar sampai Tuhan datang kedua kali.

        Markus 7:25-27
        7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
        7:26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
        7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

        Seorang ibu harus banyak tersungkur dan mengaku kelemahan/ kekurangannya, jangan terus menyalahkan orang lain.
        Lidah seorang ibu adalah seperti anjing menjilat muntah, yaitu banyak perkataan sia-sia, banyak dusta, banyak bergosip, banyak memaki. Hati-hati, jika lidah ibu seperti anjing, maka anaknya seperti babi, yaitu kerasukan setan.
        Biar kita mencabut segala perkataan kita, maka semua masalah akan diselesaikan.

        Yohanes 11:32
        11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

        Kaum muda menghadapi Lazarus yang mati empat hari, menunjuk kebusukan, tidak ada masa depan, perkara yang mustahil.
        Saat tersungkur, maka ada Roh kemuliaan yang akan bekerja untuk memulihkan segala sesuatu.

        Sampai saat Tuhan datang kedua kali, Roh kemuliaan akan mengubahkan kita sampai sama mulia dengan Tuhan dan layak menyambut kedatanganNya di awan-awan yang permai.



Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top