English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juli 2009 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang Kisah Rasul 14: 22
Untuk bisa masuk kerajaan Surga, kita harus mengalami banyak sengsara,...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 05 Januari 2010 (Selasa Siang)
Keluaran 6 menunjuk pada kebenaran Allah.
Bukti kebenaran dari Allah:
ada pribadiNya (ay....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Februari 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 20 Agustus 2013 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:18-20
25:18 Dan haruslah kaubuat...

Ibadah Doa Malang, 02 Oktober 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:51-53
27:51 Dan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 10 September 2009 (Kamis Malam)
Markus 14: 32-36
ada 3 tingkatan doa:kelompok 8 murid, dimana Yudas sudah keluar. Dalam Tabernakel ini...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 25 Mei 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2018 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam V

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Oktober 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Maret 2010 (Kamis Sore)
Matius 25 ini dalam Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Agustus 2013 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas...

Ibadah Persekutuan Ciawi II, 20 April 2012 (Jumat Pagi)
Tema:
"Aku menjadikan segala sesuatu baru" (Wahyu...

Ibadah Doa Malang, 16 Februari 2010 (Selasa Sore)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga.
Kita harus selalu berjaga-jaga supaya tidak ketinggalan saat Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Jakarta I, 08 Oktober 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Agustus 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 17
7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Kita belajar tentang aktivitas Tuhan di takhta sorga yaitu:

  1. Ayat 15b-16: membentangkan kemah-Nya; sama dengan mengembangkan sayap-Nya atas hidup kita; naungan sayap Tuhan atas kehidupan kita mulai sekarang sampai naungan kekal di takhta sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 06 Juli 2018).


  2. Ayat 17: Tuhan tampil sebagai Gembala yang baik untuk menggembalakan dan menuntun kita ke mata air kehidupan/sungai air kehidupan, itulah takhta kerajaan sorga yang kekal selamanya; tempat penggembalaan terakhir (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Juli 2018).
    Wahyu 22: 1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Sungai air kehidupan mengalir dari takhta Allah, berarti mata air kehidupan ada di takhta Allah.

    Jadi firman penggembalaan sanggup menuntun kita sampai ke mata air kehidupan; takhta sorga, dan juga sanggup menghapus segala air mata kita sampai tidak ada lagi air mata.

AD. 2
Tuhan menggembalakan dan menuntun kita ke takhta Allah di mana tidak ada setetespun air mata--'Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka'.

Wahyu 21: 4
21:4. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

Tidak ada air mata lagi sama dengan tidak ada lagi maut.

Ada tiga macam maut/kematian:

  1. Maut/kematian secara tubuh, yang disebabkan oleh penyakit, usia tua dan lain-lain. Tetapi saat kedatangan Tuhan kedua kali orang yang meninggal dalam Yesus akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan.


  2. Maut/kematian rohani.
    Yesaya 59: 1-3
    59:1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
    59:2. tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
    59:3. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan
    dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

    Maut rohani= terpisah dari Tuhan dan sesama karena dua hal:


    • Dosa, terutama dosa dusta dan kebencian--setan adalah bapa pendusta dan pembunuh.
    • Ajaran palsu.
      2 Petrus 2: 1
      2:1. Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

      'Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah'= sejak perjanjian lama nabi-nabi palsu sudah ada. Kita harus hati-hati.


    Inilah yang memisahkan kita dari Tuhan sehingga kita mengalami kekeringan dan kematian rohani, cirinya adalah:


    • Kebenaran sendiri--tidak merasa bersalah sekalipun berbuat dosa atau berada dalam ajaran palsu.
    • Tidak bergairah lagi dalam perkara rohani. Gembala yang dulunya berkhotbah terus--setia--, begitu ada dosa, akan mulai malas melayani; mungkin datang tetapi tidak bergairah lagi--hanya melakukan tugas saja.


    Kalau kematian rohani dibiarkan, akan menuju maut ketiga.


  3. Kematian kedua di neraka selama-lamanya.
    Kalau mati jasmani tetapi rohaninya hidup, tidak ada masalah, saat Tuhan datang ia akan dibangkitkan--maut tidak bisa menguasai. Sebaliknya, kalau sehat tetapi mati rohani--ada dalam dosa, ajaran palsu, merasa benar sendiri, tidak bergairah dalam perkara rohani--, bahaya, karena akan membawa pada maut/kematian kedua di neraka selama-lamanya.

    Wahyu 20: 14
    20:14. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.

1 Samuel 20: 3
20:3. Tetapi Daud menjawab, katanya: "Ayahmu tahu benar, bahwa engkau suka kepadaku. Sebab itu pikirnya: Tidak boleh Yonatan mengetahui hal ini, nanti ia bersusah hati. Namun, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu, hanya satu langkah jaraknya antara aku dan maut."

Hanya satu langkah jarak kita dengan maut. Satu langkah sama dengan satu denyut nadi. Kita harus hati-hati baik terhadap maut jasmani maupun maut rohani--raja Daud hanya berjalan-jalan tiba-tiba jatuh dalam dosa, siapa yang menyangka.

1 Korintus 15: 25-26
15:25. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
15:26. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

Tadi, firman penggembalaan menghapus segala air mata kita; menuntun ke tempat di mana tidak ada air mata dan maut lagi, itulah takhta sorga. Sekarang, di manakah tempat di mana tidak ada air mata dan maut lagi?
Sekarang, tempat di mana tidak ada air mata adalah di bawah kaki Tuhan. Artinya: firman penggembalaan selalu menuntun kita untuk selalu berada di bawah kaki Tuhan. Kita harus selalu berada di bawah kaki Yesus!

Praktik sehari-hari berada di bawah kaki Yesus: seperti Maria meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya, untuk persiapan penguburan Yesus.
Yohanes 12: 1-8
12:1. Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
12:2. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
12:3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
12:4. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
12:5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
12:6. Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
12:7. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
12:8. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

'Meminyaki' menunjuk pada suatu pelayanan.
'Kaki Yesus' artinya bagian dari tubuh Yesus.
'Pelayanan penguburan' artinya pelayanan terakhir.

Kalau digabung, meminyaki kaki Yesus untuk persiapan penguburan-Nya artinya pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang terakhir; kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Ada dua macam kegerakan Roh Kudus:

  1. Kegerakan Roh Kudus hujan awal= kegerakan dalam firman penginjilan/Kabar Baik untuk memanggil orang-orang berdosa, supaya percaya Yesus dan diselamatkan.
    Prosesnya:


    1. Percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.
    2. Bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan--mati terhadap dosa.
    3. Baptisan air yang benar, yaitu orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu mengalami baptisan/urapan Roh Kudus sehingga hidup dalam kebenaran--selamat, diberkati, dan tidak terpisah dari Tuhan; tidak dihukum.


    Sudah selamat dan diberkati, belum cukup, kalau lengah akan diterkam maut, karena itu harus masuk kegerakan yang kedua.


  2. Kegerakan Roh Kudus hujan akhir= kegerakan dalam firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai, untuk memilih orang-orang yang sudah selamat dan diberkati Tuhan, supaya disucikan sampai sempurna seperti Yesus; menjadi tubuh Kristus/mempelai wanita sorga yang sempurna. Ini sama dengan masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna (mempelai wanita sorga).

Persekutuan tubuh Kristus yang benar harus berdasarkan firman pengajaran yang benar--Yesus sebagai Kepala. Mau menikah harus ada firman pengajaran yang benar, begitu juga dalam penggembalaan dan fellowship. Kalau tidak, berarti persekutuan tanpa Kepala/firman pengajaran yang benar--persekongkolan--, yang mengarah pada pembangunan Babel--kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan--; mempelai wanita setan yang akan dibinasakan.

Syarat untuk masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--belajar dari Maria--:

  1. Yohanes 12: 3
    12:3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

    Minyak narwastu yang mahal ini berimbang dengan darah Yesus yang mahal.

    Syarat pertama masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna: harus mengalami penebusan--hidup ini harus mahal dulu, baru bisa membangun tubuh Kristus.

    Sehebat apapun, manusia berdosa sebenarnya murah, apalagi bangsa kafir yang berdosa, yang hanya seharga anjing dan babi di hadapan Tuhan--tidak ada harganya sama sekali; murahan. Tetapi untuk membangun tubuh Kristus kita harus berharga mahal, artinya harus mengalami penebusan/pendamaian oleh darah Yesus yang mahal.
    1 Petrus 1: 18-19
    1:18. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
    1:19. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

    Ditebus dengan darah Yesus yang mahal.
    Artinya: dilepaskan dari dosa-dosa yaitu:


    • Dosa warisan. Mungkin neneknya dukun, tidak ada masalah. Kalau ada darah Yesus, kita sudah terlepas, tidak ada kaitan lagi.


    • Dosa adat istiadat yang tidak sesuai dengan firman Allah. Ini hanya bisa dimengerti oleh hati nurani yang baik.
      Saya paling hati-hati bicara soal adat, apalagi di Sumatera, karena saya tidak mengerti jelas, tetapi ukuran kita adalah hati nurani yang baik, itu yang bisa membedakan adat istiadat itu boleh atau tidak.

      Contohnya: bersalaman, boleh, karena bukan menyembah. Tetapi kalau sudah menyangkut keselamatan, hati-hati--disuruh pakai ini itu supaya selamat atau panjang umur--, bahaya. Itu sudah urusan Tuhan, berarti adat istiadat semacam itu sudah menentang. Hati-hati! Sudah tidak boleh lagi! Harus terlepas--ditebus dari dosa warisan--karena bagi kita, keselamatan hanya ada di dalam darah Yesus.


    • Dosanya sendiri, baik dosa perkataan--anjing menjilat muntah; perkataan sia-sia--, maupun perbuatan--babi; dosa yang diulang-ulang sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba) dan kawin mengawinkan.


    Kalau sudah ditebus oleh darah Yesus yang mahal dari dosa-dosa di atas--KITA BISA HIDUP DALAM KEBENARAN DAN DAMAI SEJAHTERA (ciri ditebus/diperdamaikan)--, kita akan berharga mahal di hadapan Tuhan. Pintar, bodoh, kaya, miskin, tidak masalah, yang penting hidup benar dan mengalami damai.

    Kalau tidak mengalami damai, berarti ada yang tidak benar. kalau benar pasti damai--'Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera'.
    Yesaya 32: 17
    32:17. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

    Benar dan damai tidak bisa dipisahkan. Suami malas untuk masuk dalam rumah tangga, pasti ada yang tidak benar, begitu juga dengan isteri dan anak.

    Kita sudah hidup benar dan mengalami damai, baru dipersembahkan kepada Tuhan. Dulu binatang korban tidak boleh ada cacat sedikitpun. Benar-benar harus yang berharga.
    2 Korintus 5: 18
    5:18. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

    Setelah diperdamaikan, hidup kita bisa diserahkan kepada Tuhan, dan kita bisa dipercaya pelayanan pendamaian, itulah pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Kalau tidak benar dan damai, tidak akan bisa dipakai. Seperti mobil mogok, mana bisa dipakai? Jangan berkata: Hanya sedikit. Isteri Lot hanya menoleh ke belakang, tetapi mati. Seperti mobil, semuanya bagus, tetapi kemudinya miring sedikit, tidak akan bisa, pasti menabrak.

    Harus benar dan damai, itu yang bisa dipersembahkan kepada Tuhan untuk dipakai dalam pelayanan pendamaian--seperti Maria mempersembahkan minyak narwastu yang mahal.


  2. Yohanes 12: 4-6
    12:4. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
    12:5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
    12:6. Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena
    ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

    Syarat kedua masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna: harus mengalami penyucian oleh firman pengajaran yang benar, mulai dari penyucian hati dan pikiran. Kalau hati dan pikiran suci, seluruh hidup kita akan suci.

    Hati dan pikiran disucikan dari:


    • Keinginan jahat--Yudas--= keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah. Bukan uangnya yang salah, tetapi keinginannya.
      Kita harus disucikan dari keinginan jahat.

      Bukti sudah disucikan:


      1. Kita bisa mengembalikan milik Tuhan--persepuluhan dan persembahan khusus--dengan bahagia. Jangan dengan terpaksa.
        Yudas adalah hamba Tuhan sepenuh, seperti saya. Justru itu yang banyak menjadi pencuri. Kalau hamba Tuhan berzinah, akan diseret turun, tetapi kalau hamba Tuhan jadi pencuri, aman. Hati-hati!


      2. Kita bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dengan bahagia.
      3. Kita bisa memberi untuk sesama yang membutuhkan dengan bahagia.
      4. Sampai lebih bahagia memberi dari pada menerima. Kita bisa menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan dengan bahagia.
        Kisah Rasul 20: 33-35
        20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
        20:34. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
        20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."


    • Yang kedua: disucikan dari kebanggaan--rambut menunjuk pada kebanggaan.
      Yohanes 12: 3
      12:3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

      Hati ini sering bangga, artinya:


      1. Membanggakan atau mengandalkan sesuatu di dunia ini sampai mengorbankan Tuhan. Bahkan sudah menghadapi masalahpun masih bangga--saat kapal murid-murid ditimbus gelombang, Yesus dibiarkan tidur karena merasa diri bisa dengan pengalamannya, setelah tidak mampu baru membangunkan/mengandalkan Tuhan.

        Mengapa kita seringkali tidak ditolong? Karena masih membanggakan sesuatu di dunia, sehingga Yesus tidur.
        Dalam pekerjaan Tuhan jangan mengandalkan yang lain! Yesus akan tidur dan kita akan pernah mampu menghadapinya, malah tenggelam. Jangan abaikan Tuhan!

        Kita disucikan sehingga kita hanya mengandalkan Tuhan lebih dari semua; percaya dan berharap Tuhan.


      2. Kalau sering bangga, biasanya cepat putus asa dan kecewa. Jangan!
        Kalau disucikan kita akan tetap percaya dan berharap Yesus; tidak kecewa dan putus asa menghadapi apapun.


      3. Merasa berjasa sampai menuntut hak upah, kedudukan dan lain-lain--seperti Korah dan kawan menuntut hak, akhirnya malah turun ke dunia orang mati. Jangan!

        Kalau disucikan kita akan menjadi doulos--hamba Tuhan yang tidak punya hak tetapi hanya melakukan kewajiban, mulai dari nikah.
        Suami mengasihi isteri apapun keadaannya, isteri tunduk pada suami apapun keadaan suami, dan anak taat pada orang tua. Jangan menuntut hak dulu! Kalau saling menuntut hak, hancurlah nikah itu.

        Urusan kita adalah kita melayani Tuhan sampai mengagungkan Dia, sehingga hak dan upah kita ada di dalam tangan Tuhan.


    • Yang ketiga: rambut berarti kemuliaan, tetapi ditaruh di kaki artinya: kita seringkali melayani Tuhan hanya untuk kemuliaan dan kepentingan sendiri. Kalau itu terjadi kita akan memalukan dan memilukan Tuhan.

      Tetapi kalau kita benar-benar melayani untuk kepentingan tubuh Kristus, maka kita bisa memuliakan Tuhan. Jadi arahkan pelayanan kita untuk kepentingan tubuh Kristus yang mulia. Tuhan tolong kita semua.


    • Yang keempat: rambut itu licin, artinya penyucian dari kelicinan; kemunafikan, tipu muslihat. Dalam pelayanan tubuh Kristus--mulai dari dalam nikah--tidak boleh ada itu semua.
      Munafik= menutupi dosa dengan pura-pura berbuat baik; di luar tidak sama dengan di dalam. Harus disucikan.

      Pelayanan pembangunan tubuh Kristus harus terang-terangan, tidak boleh ada kemunafikan; harus ada kejujuran/ketulusan. Kalau bersalah kita mengaku, kalau benar kita mengampuni.
      Kalau ada kemunafikan, itulah yang menimbulkan perpecahan, tidak ada kesatuan.


    Kalau sudah DISUCIKAN dari hal-hal di atas, kita akan dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
    Keluaran 29: 1
    29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

    Syarat melayani tubuh Kristus adalah kesucian.
    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Dari perjanjian lama sampai perjanjian baru, syarat untuk melayani adalah kesucian.
    Ayat 11= lima jabatan pokok, bisa dijabarkan menjadi jabatan lainnya.

    Kita diperlengkapi dengan tiga hal untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus:


    • Jabatan pelayanan dari Anak Allah. Ini adalah tempat kita di dalam tubuh Kristus; sama dengan tempat kita di sorga. Kalau tidak punya jabatan berarti tidak punya tempat dalam tubuh Kristus/kerajaan sorga.


    • Karunia Roh Kudus dari Allah Roh Kudus= kemampuan ajaib dari Roh Kudus sehingga kita bisa beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Jangan takut! Mungkin kepandaian di dunia terbatas, tetapi karunia lebih dari itu.
      Karena itu yang penting adalah kesucian; ada jabatan dan karunia, sehingga kita bisa melayani.


    • Kasih dari Allah Bapa sebagai motor penggerak dari pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kalau motor penggeraknya uang, terbatas sekali, tidak kekal; kalau motor penggeraknya kasih, pelayanan kita akan kekal selamanya karena kasih adalah kekal.

      Banyak orang berhenti melayani karena motor penggeraknya bukan kasih, tetapi 'sesuatu'. Misalnya pendeta, sudah tercapai bisa membangun gereja besar, lalu malas, karena motivasinya sudah tercapai. Kalau pendorongnya kasih, sekalipun sudah dipakai luar biasa, tetap melayani sampai kekal.
      Ada yang tidak mencapai targetnya lalu putus asa, kecewa, dan meninggalkan jabatan pelayanan.

      Biar kita sungguh-sungguh didorong oleh kasih Allah.


    Kalau digabung, kehidupan yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang benar akan disertai Allah Tritunggal sampai kesudahan zaman.
    Matius 28: 20
    28:20. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

    Penyertaan Tuhan luar biasa. Biarpun di dalam api yang dipanaskan tujuh kali--seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego--, kalau ada Tuhan, tidak ada masalah. Sebaliknya, biarpun di sorga, kalau tidak ada Tuhan, masalah besar.

    Ini yang harus kita kejar hari-hari ini, yaitu kita harus disertai Tuhan dalam melayani Tuhan, sudah cukup. Jangan mengandalkan orang dan lain-lain! Menghadapi apapun bukan kita yang berperang, tetapi Dia yang berperang ganti kita.

    Inilah syarat kedua. Yang pertama: harus mengalami pendamaian, supaya hidup menjadi mahal--hidup benar dan damai sejahtera--, dan bisa diserahkan untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
    Kemudian kita disucikan dan diberi jabatan, karunia, dan kasih.


  3. Syarat ketiga masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna: harus mengalami MINYAK URAPAN ROH KUDUS. Jangan kering! Jaga!

    "Saya paling takut kering. Apa artinya jadi hamba Tuhan kalau kering. Tidak ada artinya. Kita semua, kalau kering, hidup itu menderita, berdoa tidak bisa, mendengar firman tidak enak, bosan. Lebih dari miskin. Jangan sampai kering! Biar kaya kalau kering, susah, apalagi kalau miskin.
    Saya bahagia hari ini. Tadi saya mengajar dan bersaksi kepada murid-murid: Saya tidak makan sampai jam berapa, saya tidak merasa lapar, tetapi saya bahagia. Seorang telepon saya, dulu dia selalu datang ibadah persekutuan sampai membawa keluarganya yang menjadi anggota DPRD. Mereka senang. Tiba-tiba, saya tidak tahu apa sebabnya, tetapi dia cenderung mencaci maki dan lain-lain. Tapi tadi siang dia telepon dan berkata: 'Saya kering pak, saya mau kembali, pak.': 'Ayo kembali, nanti ke Malang ya.' Itu yang paling ditakuti. Harus selalu mengalami minyak urapan Roh Kudus.
    "

    Kering rohani= mati rohani, cenderung tidak bergairah lagi dalam perkara rohani, tetapi menyala-nyala dalam hal negatif (Roma 1).
    kaum muda, hati-hati kalau sudah curi-curi saat isi daftar hadir! Kalau sudah mencari-cari alasan, bahaya, itu sudah kering.

    "Daftar hadir hanya cara untuk menolong, bukan hukuman. Saya hanya belajar dari Pdt In Juwono dan Pdt Pong. Saya merasakan manfaatnya, untuk mengingatkan kita semua, karena saya dulu juga mengisi, jadi tahu manfaatnya."

    Kalau kering, maut sudah bergentayangan, dan tinggal satu langkah, binasa. Tidak puas, lalu mencari kepuasan di dunia, atau kepuasan di dunia dibawa masuk ke gereja. Benar-benar menuju kebinasaan.

    Syarat mengalami minyak urapan:


    • Imamat 21: 12 => kudusnya para imam
      21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Syarat pertama: berada di dalam kandang penggembalaan.

      Kita sudah ditebus, disucikan, diberi jabatan, dan disertai Tuhan, setelah itu tugas kita adalah berada di dalam kandang penggembalaan--ruangan suci. Tidak ada lainnya! Di situ semuanya dipelihara: penebusan, penyucian, penyertaan Tuhan, dan jabatan.

      Berada dalam kandang penggembalaan= ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Ketekunan artinya terus menerus, tidak bisa dihalangi.
      Di dalam kandang penggembalaan kita tetap mengalami penyertaan Tuhan--tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal.
      Kalau Tuhan di pihak kita, siapa yang bisa menjamah kita? Kalau Dia tidak beserta, kita akan kering, sorgapun tidak ada artinya. Tetapi kalau Allah Tritunggal beserta--seperti tutup pendamaian--, kandangpun bisa berarti sangat besar--saat Yesus dilahirkan.

      Tuhan tidak melihat kekurangan dan kelemahan kita, tetapi ketekunan kita, karena lewat ketekunan ini Dia sedang menyertai dan mengerjakan kita, untuk melepaskan kita dari kekurangan dan kelemahan kita, sampai kita menjadi sempurna--'takkan kekurangan aku.'

      Selama kita masih tekun, masih ada harapan kelemahan dan kekurangan kita ditolong Tuhan sampai kesempurnaan. Kalau tidak tekun, bagaimana cara Tuhan menolong?
      Ada penyertaan Tuhan berarti ada pertolongan Tuhan.
      Berusaha untuk tekun hari-hari ini!


    • 1 Petrus 4: 12-14
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Syarat kedua mengalami minyak urapan Roh Kudus: lewat percikan darah; salib; ujian; sengsara daging karena Yesus.

      Di balik salib ada urapan Roh Kudus. Jangan takut! Tanpa salib, kering. Ibadah tanpa salib, kering. Kalau dalam ibadah kita merasa sengsara, itu yang benar, dan di situ urapan datang.


    Mengapa dibutuhkan Roh Kudus? Karena pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna di akhir zaman bagaikan perahu yang sedang menyeberangi lautan menuju pelabuhan damai sejahtera--Yerusalem baru--, dan mau tidak mau harus menghadapi angin badai dan gelombang di tengah lautan dunia. Tidak enak-enak.

    Angin badai dan gelombang secara jasmani= krisis ekonomi dan lain-lain.
    Angin badai dan gelombang secara rohani= dosa-dosa, ajaran palsu, kebencian tanpa alasan, siksaan, aniaya.
    Ini angin gelombang yang mau menenggelamkan perahu kehidupan kita; binasa selamanya.

    Kalau kita menggunakan segala sesuatu yang hebat dari dunia: kepandaian, kekayaan dan lain-lain untuk menghadapi badai lautan dunia, kita pasti tenggelam, bahkan lebih cepat tenggelam. Kita harus berperang bersama dengan Roh Kudus.

    Karena itu kita harus memiliki urapan Roh Kudus, supaya kita bisa menghadapi angin badai di lautan dunia--Roh Kudus yang akan berperang ganti kita.

    Bukti kita berperang dengan kekuatan Roh Kudus:


    • Bukti pertama kita berperang dengan kekuatan Roh Kudus: diam dan tenang.
      Diam= mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman, kalau ada dosa kita mengaku kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat. Kalau ada dosa orang lain kita mengampuni dan melupakannya.

      Tenang= menguasai diri supaya tidak bergantung pada segala sesuatu dalam diri kita, orang lain, dan dunia; tidak berharap segala sesuatu di dunia, tetapi hanya percaya dan berharap Tuhan, sehingga kita bisa berdoa dengan hancur hati, menyeru nama Yesus.

      Tuhan izinkan kita menghadapi angin dan gelombang, supaya kita diam dan tenang. Selama belum diam dan tenang, badai tidak akan selesai.
      1 Petrus 4: 7
      4:7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

      BERTOBAT DAN BERDOA= berserah dan berseru kepada Tuhan; dan Dia akan mengulurkan tangan kuasa Roh Kudus untuk meneduhkan angin dan gelombang.

      Hasilnya:
      Markus 4: 38-39
      4:38. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
      4:39. Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "
      Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.


      1. Hasil pertama: semua teduh, semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh Roh Kudus.
        Badai tidak teduh, pelayanan kacau, ekonomi kacau karena kita belum diam dan tenang. Diam dan tenang! Diam artinya sampai menyalahkan diri sendiri. Itu yang ditunggu oleh Tuhan--'Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?'.

        Saat kita diam dan tenang, Roh Kudus yang berperang ganti kita. Kalau tidak mau diam dan tenang, Tuhan akan lipat tangan.


      2. Hasil kedua: teduh berarti kita mengalami damai sejahtera.
      3. Hasil ketiga: kalau sudah teduh kapal bisa lewat= masa depan yang berhasil dan indah sampai mencapai pelabuhan damai sejahtera. Roh Kudus menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna saat Yesus datang kembali.


    • Bukti kedua kita berperang dengan kekuatan Roh Kudus: berseru: ya Abba, ya Bapa. Artinya: JUJUR DAN TAAT.
      Roma 8: 15
      8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

      Kita jujur dalam mengaku dosa dan pengajaran yang benar, sampai jujur dalam segala hal.

      Jujur dan taat sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan; berserah dan berseru kepada Tuhan. Ini bukan sekadar menghadapi angin dan gelombang, tetapi ketenggelaman. Dalam cerita badai dan gelombang, Petrus tenggelam. Dia ragu Tuhan atau hantu. Dia berjalan di atas gelombang, lalu ada angin--gosip--, dan ia hampir tenggelam. Untung saat itu ia langsung berserah dan berseru kepada Yesus.

      "Orang mau tenggelam itu ngeri sekali. Saya pernah mengalaminya. Saya sendiri pernah hampir tenggelam, lalu teman saya juga hampir tenggelam, untung saya diberi kekuatan oleh Tuhan untuk menangkap dia, padahal saat itu di sungai besar. Kami mandi di sungai besar, banyak korbannya, teman saya tidak bisa berenang, sudah hanyut ke tengah, saya dengan kekuatan Tuhan menarik dia. Setelah itu saya menggigil, takut sekali."

      Petrus jujur mengakui: Hanya Engkau, Tuhan, tidak ada yang lain; hanya satu pengajaran, dan taat. Dan Tuhan mengangkat Petrus dari ketenggelaman.
      Matius 14: 30-32
      14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      14:31. Segera
      Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
      14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

      Bukan hanya ditimbus angin dan gelombang, sudah tenggelampun Roh Kudus masih mampu menolong, yang penting kita diam dan tenang, jujur dan taat. Roh Kudus akan berperang ganti kita.

      Semua yang merosot secara jasmani dan rohani, bisa dipulihkan bahkan ditingkatkan oleh Tuhan. Kejatuhan-kejatuhan masih bisa ditolong.
      Tuhan menunggu kita. Ke mana firman penggembalaan menuntun kita, ikuti. Sekarang dituntun ke bawah kaki Tuhan, ikuti. Ikuti syaratnya yaitu layani Tuhan, dan andalkan Roh Kudus.

      Pelayanan pembangunan tubuh Kristus memang menghadapi angin, gelombang, dan ketenggelaman. Kita tidak mampu. Hadapi dengan Roh Kudus; Ia yang berperang ganti kita. Buktinya: diam dan tenang; jujur dan taat; kemudian SABAR DAN TEKUN.

      Kita mengangkat tangan, dan Tuhan akan mengulurkan tangan untuk mengangkat kita dari ketenggelaman, kejatuhan dosa dipulihkan menjadi hidup benar dan suci. Malam ini kita diangkat Tuhan, serahkan semua kepada Dia.
      Sesuatu yang merosot diangkat, dipulihkan, dan ditingkatkan. Mari berseru pada Tuhan malam ini.

      Dan jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai, sampai di hadapan takhta sorga, tidak ada lagi air mata; tidak ada maut; hidup kekal bersama Dia.

Memang hari-hari ini kita semua menghadapi badai, biarlah Tuhan yang menolong kita, kita hanya berserah dan berseru kepada-Nya.
Suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu, kesempatan hanya Yesus yang tahu. Kalau suami, isteri, anak, orang tua baik, belum cukup, masih bisa mengecewakan. Tetap Yesus andalan kita.

Jujur di hadapan Tuhan apa keadaan kita malam ini! Diam dan tenang, jujur dan taat, sabar dan tekun menunggu waktu Tuhan. Itu saja. Roh Kudus/tangan Tuhan yang akan berperang ganti kita.

Apapun keadaan kita, secara berkeluarga kita bisa berseru bersama-sama--seperti murid-murid di atas kapal--, tetapi secara pribadi juga bisa--seperti Petrus. Petrus yang hebat tenggelam, apalagi kita. Kita harus waspada. Kita serahkan semua kepada Tuhan. Kalaupun sudah tenggelam, Roh Kudus masih berperang ganti kita, maut tidak bisa menerkam kita. Masih ada pertolongan Tuhan. Ada perjamuan suci, ada mujizat; di balik salib ada Roh Kudus, dan mujizat terjadi.

Diam dan tenang, jujur dan taat, sabar dan tekun hari-hari ini. Kita berperang dengan kekuatan Roh Kudus.
Tangan Roh Kudus bisa melakukan apa saja sampai menyempurnakan kita semua bersama keluarga kita. Tangan kita tidak mampu menyelamatkan keluarga kita, tetapi tangan Roh Kudus mampu menolong semuanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 27-28 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palopo)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • 05 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Sore))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • 26 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top