English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 11 Desember 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam Wahyu 4:8-11, ada dua macam kegiatan...

Ibadah Raya Malang, 12 Februari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 judulnya adalah "SAKSI DAN KESAKSIAN".

Dari telapak kaki sampai ujung rambut, kita...

Ibadah Doa Malang, 14 Desember 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 14 Juli 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 2:1-20 adalah tentang Kelahiran Yesus.
Ayat 1-6 adalah situasi saat kelahiran Yesus, yaitu...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Maret 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Matius 28 : 16-20 INI BERBICARA TENTANG PENYEBARAN TERANG SHEKINAH GLORY.

Penyebaran terang Shekinah Glory artinya kita dipakai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Juli 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang "Hal mengikut Yesus".
Lukas 9:57
9:57...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Agustus 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 21 Desember 2014 (Minggu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 05 Oktober 2016 (Rabu Malam)
Melanjutkan dari pemberitaan firman pada Ibadah Doa Surabaya, 05 Oktober 2016, ada lima tabiat daging yang harus...

Ibadah Doa Surabaya, 06 November 2019 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Tentena, Poso

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman...

Ibadah Kunjungan di Ngawi, 08 Agustus 2014 (Jumat Sore)
Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19: 9
19:9....

Ibadah Raya Surabaya, 05 April 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31 adalah keadaan ketiga pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu...

Ibadah Doa Malang, 02 Juli 2013 (Selasa Sore)
(Bersamaan Doa Puasa session III)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20...

Ibadah Raya Surabaya, 21 September 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah di Pertamina Surabaya, 24 April 2015 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Wahyu 22: 20
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

'Ya, Aku datang segera!'= kerinduan an kesiapan Tuhan Yesus untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga/kepala/suami di awan-awan yang permai, bukan lagi seperti bayi.

'Amin, datanglah, Tuhan Yesus!'= kerinduan dan kesiapan gereja TTUHAN yang sempurna/isteri/mempelai wanita Sorga untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Sehingga, terjadi eprtemuan di udara antara Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga dengan sidang jemaat sebagai tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9).

Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Perjamuan kawin Anak Domba adalah nikah yang rohani/nikah yang sempurna antara Kristus dengan sidang jemaat yang kekal selama-lamanya.
Jadi, kita harus menjaga nikah kita yang jasmani untuk menjadi nikah yang benar, suci dan satu; mencapai nikah yang rohani atau nikah yang sempurna.

Alkitab dibuka dengan kitab Kejadian yang memuat nikah yang hancur dan telanjang antara Adam dan Hawa; nikah yang ditelanjangi oleh setan. Sampai hari ini, berapa banyak nikah yang rusak. Korban perang dunia bisa dihitung, tetapi korban nikah yang hancur tidka bisa dihitung; nikah-nkah hancur mulai dari istana raja sampai kolong jembatan.

Sebab itu, ada tema ini. Yesus siap dan kita juga harus siap. Kaum muda, jaga nikah, jangan sampai ditelanjangi oleh setan, sebab kita akan mencapai nikah yang orhani.

Sesudah perjamuan kawin Anak Domba, kita masuk kerajaan 1000 Tahun Damai (Wahyu 20); Firdaus yang akan datang.
TUHAN memang menciptakan nikah dan diletakkan di Firdaus, bukan di dunia. Tetapi, karena berbuat dosa, maka dibuang ke dunia. Tapi nanti akan dikembalikan lagi ke kerajaan 1000 Tahun Damai/Firdaus yang akan datang.

Belum cukup. Sesudah itu, Wahyu 21-22, kita masuk ke Yerusalem baru--langit dan bumi baru; kita berada di kerajaan Sorga yang kekal selama-lamanya.

Inilah arti dari tema kita; sama-sama rindu dan sama-sama siap; Yesus rindu dan siap untuk datang, kita juga rindu dan siap menyambut kedatangan TUHAN.

Malam ini, kita memperingati Paskah.
Apa kaitan tema ini dengan Psskah?
Dalam Perjanjian Lama, Paskah adalah kelepasan bangsa Israel dari Mesir menuju ke Kanaan (negeri perjanjian). Tidak begitu saja lepas, mereka diperbudak 430 tahun--dihitung juga mulai dari Yusuf. Ada persiapan untuk lepas dari Mesir.

Keluaran 12: 21-23
12:21. Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah.
12:22. Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam
darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.
12:23. Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila
Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.

Persiapan bangsa Israel supaya bisa keluar dari Mesir, yaitu darah. Setiap pintu rumah Israel harus diberi tanda darah anak domba Paskah--dalam wujud binatang yang disembelih--, sehingga dilindungi dari kuasa maut, tidak terjadi kematian anak sulung.
Jadi, darah anak domba Paskah adalah kasih karunia TUHAN.

Sedangkan pintu rumah bangsa Mesir sampai Firaun tidak diberi tanda darah, sehingga terjadi kematian anakk sulung--terjadi seruan/tangisan yang hebat. Saat itulah bangsa Israel keluar dari Mesir.

Firaun hebat, tetapi kalau tidak punya darah, tidak ada aritnya.
Ini pelajaran bagi kita. Sehebat apapun manusia di dunia, kalau tidak ada tanda darah--tanpa kasih karunia TUHAN--, semua akan sia-sia, tidak ada aritnya dan binasa.

Jadi, persiapan bangsa Israel untuk keluar dari Mesir adalah darah anak domba Paskah--kasih karunia TUHAN. Di luar itu, mati semua.

Sekarang, pada Perjanjian Baru, Paskah adalah kelepasan dari gereja TUHAN yang sempurna dari dunia ini untuk terangkat ke awan-awan yang permai dan bertemu Yesus; masuk perjamuan kawin Anak Domba, Firdaus yang akan datang (1000 Tahun Damai) sampai masuk Yerusalem baru (Kanaan samawi--dulu, umat Israel keluar dari Mesir untuk masuk ke tanah Kanaan secara jasmani).

Ini pelajaran juga bagi kita. Kita tidak selamanya di dunia. Sehebat apapun kita, suatu waktu harus terlepas dari dunia dan terangkat ke awan-awan sampai masuk Yerusalem baru. Kalau tidak terangkat, berarti binasa selama-lamanya.

Kalau kita berhasil di dunia ini, jangan terikat. Kalau terikat, saat Yesus datang, tidak bisa terangkat dan semua sia-sia.
Kalau belum diberkati, belum berhasil, bahkan kurang, jangan putus asa, karena tidak lama lagi, semua itu akan kita tinggalkan saat TUHAN datang kembali kedua kali.
Fokus kita sekarang adalah '"Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!'.

Jadi, persiapan kita gereja TUHAN untuk keluar dari dunia menuju awan-awan--Paskah yang terakhir--adalah kasih karunia Yesus.
Wahyu 22: 21
22:21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

Kita harus menerima kasih karunia TUHAN.
Dulu, pintu rumah Israel diberi tanda darah dari binatang domba. Sekarang, pintu hati kita diberi tanda darah Yesus Anak Domba Allah; hati ini menentukan seluruh hidup kita. Kalau hati baik, maka perkataan dan perbuatannya juga baik.

Jadi, persiapan gereja TUHAN untuk mengalami Paskah--keluar dari dunia menuju awan-awan--adalah setiap kehidupan kita harus diberi tanda darah Yesus Anak Domba Allah, ini sama dengan menerima kasih karunia TUHAN.

Memperingati Paskah malam ini, biarlah ktia bisa menerima kasih karunia TUHAN/menerima tanda darah Yesus.
Jangan pulang dari tempat ini sebelum ada tanda darah dalam hidup kita.
Kita mohon semuanya.

Praktik menerima tanda darah Yesus:

  1. 1 Korintus 5: 7-8
    5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
    5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan
    ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

    'ragi yang lama'= ragi dosa.
    Tanda pertama menerima tanda darah Yesus: darah Yesus sanggup melepaskan kita dari ragi-ragi dosa, terutama dari 8 dosa yang membawa ke lautan api dan belerang; dulu, terjadi kematian anak sulung, tetapi nanti, akan membawa kepada kematian kedua di neraka selama-lamanya.

    Wahyu 21: 8
    21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Kematian pertama di dunia ini tidak masalah. Kalau dia sungguh-sungguh ada tanda darah, maka ia akan dibangkitkan pada saat Yesus datang. Kuasa Paskah/kuasa kebangkitan dia alami.
    Tetapi, kalau tidak ada tanda darah, maka ia mati satu kali di dunia dan nanti mati kedua di dalam neraka selama-lamanya.
    Sebab itu, terima tanda darah. 8 dosa ini harus disingkirkan di malam Psakah.

    Penakut= takut pada sesuatu di dunia sampai melawan TUHAN/firman TUHAN. Mungkin yang sekolah takut nilainya jelek, kemudian menyontek--sengaja melawan TUHAN. Di kantor takut pada bos, disuruh korupsi dan korupsi, disuruh pacar, tidak takut akan TUHAN--sengaja melawan TUHAN. Hamba TUHAN takut kalau jemaat keluar sampai melawan TUHAN/melakukan apa yang dilarang oleh TUHAN.

    Kalau dosa ini ada, pasti ia juga ada dosa tidak percaya; hatinya bimbang/imannya tidak teguh.

    Pembunuh= kebencian.

    Persundalan= dosa makan minun (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan. Dosa percabulan ini dahsyat hari-hari ini sampai pada penyimpangan seks; homoseks, lesbian dan seks pada diri sendiri.

    "Tahun 2009, itu masih RUU di Amerika. Saya mengunjungi Philadelphia, Amerika dan hamba-hamba TUHAN berkata kepada saya, 'doakan kami, karena homoseks ini minta diberkati di gereja. Kalau ini jadi, maka kalau pendetanya tidak mau, maka pendetanya yang dipenjara'. Dan setelah saya baca berita tahun 2014, ini sudah terjadi. Negara-negara kristen sudah menyetujui. Kita hati-hati. Kawin cerai sudah diakui, penyipangan seks juga sudah diakui. Tinggal satu lagi, yaitu kawin mengawinkan/seks bebas. Kalau gereja TUHAN sudah mengakui seks bebas, berarti TUHAN sudah datang, karena ini sudah puncaknya seperti pada zaman Nuh."

    Sihir= ramalan-ramalan.

    Pendusta adalah penutup dosa.
    Selama masih berdusta, 8 dosa ini masih ada dan akan membawa pada kematian di neraka selama-lamanya.

    Malam ini, kita mohon darah Anak Domba Paskah untuk melepaskan kita dari 8 dosa, supaya ktia bisa hidup dalam kebenaran dan kemurnian (1 Korintus 5: 8= 'tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran').

    Kalau sudah tidak ada dusta, baru kita bisa hidup dalam kebenaran dan kemurnian.

    Ini batas pergaulan kita! Di manapun kita berada, batasi dengan kebenaran dan kemurnian! Di luar itu, yang ada hanya kematian anak sulung--sekarang, adalah kematian di neraka selama-lamanya.

    Kalau hidup dalam kebenaran dan kemurnian, hasilnya:


    • Amsal 10: 2
      10:2. Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut

      Hasil pertama: menyelamatkan ktia dari maut--menyelamatkan dari kebinasaan di api neraka.
      Tidak benar= tidak selamat/binasa.

      Di dalam TUHAN tdiak ada istilah 'ya benar sedikitlah, tidak benar sedikitlah', tetapi yang ada adalah benar atau salah.


    • Amsal 10: 3
      10:3. TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

      Hasil kedua: TUHAN juga memberkati kita.


    • 1 Korintus 5: 8
      5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

      Hasil ketiga: ada suasana pesta.


    Dulu, batas Israel dengan Mesir adalah darah. Sekarang, batas kita adalah darah Yesus (kebenaran dan kemurnian). Di Mesir terjadi kehancuran. Tetapi, kita sekarang diselamatkan, diberkati oleh TUHAN dan ada suasana pesta (kebahagiaan).
    Kekayaan belum tentu membuat kita bahagia. Tetapi darah Yesus sanggup memberi kita kebahagiaan, apapun keadaan kita.


  2. Ibrani 9: 14
    9:14. betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

    Tanda kedua menerima darah Yesus: darah Yesus membuat kita dapat beribadah--seharusnya kita tidak dapat beribadah.

    Seharusnya, yang boleh beribadah hanya umat Israel, umat pilihan TUHAN. Bangsa kafir tidak boleh beribadah kepada TUHAN; bangsa kafir hanya seperti anjing dan babi. Tetapi lewat darah Yesus yang menyucikan hati nurani, maka bangsa kafir yang sebenarnya tidak bisa masuk ibadah, bisa dan layak beribadah melayani TUHAN; layak menjadi hamba TUHAN dan pelayan TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita.

    Mengapa kita harus beribadah melayani TUHAN?


    • ibadah pelayanan berarti mengerjakan keselamatan yang sudah kita terima dari TUHAN sampai kesempurnaan.

      Kalau tidak mau beribadah melayani TUHAN, justru kehilangan keselamatan. Modal kalau dimakan terus dan tidak dikerjakan, akan habis.

      Contoh: si bungsu ada di ladang bapa (beribadah melayani TUHAN). Akhirnya, ia tinggalkan ladang bapa, karena merasa dapat warisan dan merasa hebat; mendapatkan warisan keselamatan.
      Tetapi cepat atau lambat, akan sampai ke ladang babi; hilang keselamatan dan hanya mengerjakan dosa-dosa sampai dosa kenajisan.


    • 1 Timotius 4: 8-10
      4:8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
      4:9.
      Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
      4:10. Itulah sebabnya kita
      berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya

      Alasan kedua: ibadah mengandung janji untuk hidup sekarang sampai hidup yang akan datang.

      Yang jasmani itu terbatas dan paling maksimal hanya sampai ke liang kubur.
      Ayat 9: jangan ragu-ragu! Di dalam ibadah, ada janji dobel; untuk jaminan hidup sekarang, termasuk jaminan masa depan yang indah, sampai jaminan hidup kekal selama-lamanya.

      Ayat 10: kita harus berjuang unuk bisa beribadah melayani lebih dari apapun di dunia.
      Tetapi, sering kali kita meremehkan ibadah dan sering takut-takut.

      "Apalagi kalau hidup di desa dan kita minoritas. Kalau mau ke gereja sudah disorot oleh teman-teman. Kaau ditanya, 'mau ke mana?' Tidak jawab kalau mau ke gereja, tetapi hanya menjawab, 'yah, mau ke depan.' Tetapi, coba kalau mau kuliah. Belum ditanya, sudah berkata, 'aku kuliah dulu ya.' Begitulah kita. Sering kali untuk soal ibadah, kita simpan-simpan, padahal di situlah ada janji untuk hidup sekarang sampai hidup kekal."

      'Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya'= kita harus berjuang untuk ibadah pelayanan lebih dari perkara apapun di dunia.
      Kita bekerja keras di dunia ini, tetapi ibadah juga harus keras.
      Jangan kerja keras, tetapi ibadahnya lembek, tidak cocok.

      "Kalau untuk bekerja, sekalipun hujan lebat, kita tetap datang, supaya tidak dipecat. Tetapi kalau untuk ibadah, baru bunyi guruh, sudah digunakan sebagai alasan untuk tidak beribadah."

      Kita harus berjuang untuk ibadah kita, sebab selain ada janji dobel, TUHAN juga memperjuangkan ibadah kita dengan luar biasa. Supaya bangsa Israel bisa keluar dari Mesir dan beribadah kepada TUHAN, maka TUHAN memperjuangkan lewat menghukum Mesir 10 kali.

      Tetapi, di dalam Ibrani 9: 14, untuk bangsa kafir, TUHAN rela dihukum di kayu salib, supaya kita bisa beribadah melayani TUHAN.

      Apapun perjuangan kita untuk beribadah, belum sampai berkorban nyawa. Perjuangkan ibadah dan TUHAN akan tolong kita semua.


  3. Filipi 2: 8
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

    Tanda ketiga menerima darah Yesus: darah Yesus membuat kita taat dengar-dengaran.

    Sebenarnya, Yesus tidak boleh disalib, karena Ia tidak berdosa, tetapi baik dan sempurna. Orang yang disalib hanya manusia yang terkutuk. Kalau hanya berdosa biasa, tidak disalib, tetapi dihukum cambuk dan sebagainya.
    Tetapi, Ia rela taat sampai mati di kayu salib, supaya kita bisa menjadi orang kristen yang taat dengar-dengaran.

    Untuk taat, memang sakit bagi daging. Kita rela mengalami sengsara daging untuk bisa taat dengar-dengaran.
    Kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--sama seperti Yesus yang taat sampai mati di kayu salib.

    Contoh:


    • Abraham disuruh menyembelih anaknya, Ishak. Kalau daging bersuara, ia tidak akan mau, apalagi ia menunggu 25 tahun untuk mendapatkan Ishak. Tetapi, ia taat sampai daging tidak bersuara. Ia hanya mengasihi TUHAN dan hanya mau taat pada TUHAN. Ini yang dicari oleh TUHAN saat ini.


    • Di Perjanjian Baru, ditunjukkan oleh pelayan-pelayan di pesta kawin di Kana. Waktu kekurangan air anggur, TUHAN suruh mereka untuk mengisi tempayan-tempayan dengan air biasa. Kemudian TUHAN suruh, 'cedok dan bawa kepada pempimpin pesta untuk dicicipi.' Yang dibutuhkan adalah air anggur manis, tetapi yang disuruh isi adalah air, bahkan dari tempat cuci kaki. Inilah taat sampai daging tidak bersuara.


    • Petrus semalam-malaman tidak menangkap ikan. Dan siang hari--waktu tidak tepat dan di pantai--, TUHAN suruh tebarkan jala. Ia taat sekalipun ia nelayan yang berpengalaman.


    Kalau kita taat sekalipun di luar logika, kita sama dengan mengulurktan tangan pada TUHAN--percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada TUHAN--dan TUHAN juga mengulurkan tangan pada kita, sehingga terjadi mujizat air menjadi anggur:


    • secara rohani: pembaharuan hidup (mujizat terbesar). Kita akan menuju Yerusalem baru dan mutlak mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Kalau Yesus tidak mati dan bangkit dalam tubuh yang mulia, Ia tidak akan pernah naik ke Sorga.

      Air jadi anggur, artinya:


      1. Penampakannya berubah=


        1. penampilan sebagai hamba TUHAN, pelayan TUHAN harus sudah berubah.
        2. Perbuatan yang bisa dilihat harus sudah berubah menjadi perbuatan yang baik.
        3. Begitu juga dengan pergaulan harus ada keubahan.


        Malam Paskah ini harus berubah.


      2. Sifat dalam--tabiat--juga berubah, yaitu rendah hati dan lemah lembut.

        Rendah hati= kemampuan untuk mengaku dosa. Kalau diampuni, jangan berbuat dosal lagi.
        Lemah lembut= mengampuni dosa orang lain dan melupakan.

        Kalau saling mengaku dan mengampuni, nikah akan menjadi manis.
        Sebaliknya, kalau nikah saling menyalahkan, nikah akan mnejadi pahit.


      3. Rasanya berubah. Rasa itu 'cicipilah'.
        Lidah harus berubah.

        Manusia baru dimulai dengan tidak berdusta. Selama kita berdusta, hidup kita pasti pahit, tidak akan pernah manis.
        Efesus 4: 23-25
        4:23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
        4:24. dan
        mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
        4:25. Karena itu
        buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

        Kalau tidak berdusta, maka hidup kita akan mulai manis, sekalipun mungkin pekerjaan kita belum baik.


      Setan tidak bisa meniru, setan tidak bierubah karena ia tidak memiliki tubuh. Kalau setan bisa berubah, dari dulu dia berubah, karena ia tahu dahsyatnya api neraka.

      Selama kita masih ada tubuh, kita masih bisa berubah.

      Kalau mujizat rohani terjadi--jujur--, maka mujizat jasmani juga terjadi. Rohani dulu yang penting, baru yang jasmani.


    • Secara jasmani: tidak ada yang mustahil bagi TUHAN.

      "Saya sebagai gembala banyak menghadapi anak-anak yang kuliah. Ada yang pandai, bahkan mengajar anak lain, tetapi ia sendiri tidak lulus-lulus. Dosennya ketemu malah mengatakan, 'sudah sana..sana..' Tidak mau ketemu dan tidak bisa maju. Setelah dikoreksi, Akhirnya mengaku kalau ia kurang taat. Saya doakan, dan besoknya dosennya yang memanggil dia, langsung disuruh cepat ujian dan seleesai. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN."


    Sampai saat TUHAN datang kedua kali, kita diubahkan dalam sekejab mata, kita jadi sama mulia dengan Dia, kita tidak salah lagi dalam perkataan. Ini mujizat terakhir.

    Yakobus 3: 2
    3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    Kita hanya berseru 'Haleluya' untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai (Paskah terakhir).
    Kita keluar dari dunia ini dan bertemu Dia selama-lamanya.

Dulu, Israel mengalami, dari Mesir bisa ke Kanaan lewat mujizat. Ini sudah terjadi.
Dalam Perjanjian Baru, air jadi anggur, tidak ada ikan jadi ada ikan, Lazarus mati 4 hari bisa dibangkitkan; semua sudah terjadi.

Malam ini, mujizat masih ada, asal kita taat--percaya dan mempercayakan diri pada TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top